Anda di halaman 1dari 28

SISTEM REPRODUKSI

WANITA
Dr. Elitha Martharina Utari, MARS
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung

REPRODUKSI WANITA
Fungsi Reproduksi Wanita ada 2 :
1. Persiapan tubuh wanita untuk
menerima pembuahan dan
kehamilan.
2. Masa kehamilan.

ORGAN REPRODUKSI WANITA

Organ utama dari sistem reproduksi


wanita yang utama, yaitu :
1. Ovarium
2. Tuba fallopi
3. Uterus
4. Vagina

Selama periode setelah menarche sampai


sebelum menopouse,sistem ini mengalami
perubahan siklis dalam struktur dan
aktivitas fungsional. Modifikasi ini dikendalikan
oleh mekanisme neurohumoral.
Menarche adalah:
Waktu seorang wanita pertama kali mendapat haid.
Menopouse adalah:
Periode akhir dimana tjd perubahan siklus
menstruasi yg semula teratur mjd tidak teratur dan
akhirnya menstruasi berhenti sama sekali
(klimaksterium).

Reproduksi dimulai dari perkembangan

ovum di dalam ovarium.


1 ovum dikeluarkan dari ovarium setiap
bulan, ovum dilepaskan dari ovarium
masuk kerongga abdomen pada
pertengahan daur seksual setiap bulan.
Ovum ditangkap oleh Fimbria tuba
berjalan didalam tuba fallopi menuju ke
arah uterus,
jika tjd pbuahan oleh sperma maka akan
tertanam dlm dinding uterus dan
bkembang menjadi janin.

Selama masa kehidupan janin, permukaan luar

ovarium ditutupi epitel germinativum yang


berasal langsung dari epitel krista germinativum
Ketika janin berkembang, ovum primordial
berdiferensiasi dari epitel germinativum dan
bermigrasi ke dalam substansi korteks ovarian.
Tiap ovum berkumpul pada 2 lapis sel
berbentuk kumparan dari stroma ovarium
(jaringan penyokong ovarium) menyebabkan
ovum memiliki karakter epitel yaitu sel
granulosa.

Ovum dikelilingi 1 lapis sel granulosa

disebut folikel primordial.


Ovum sendiri belum matang (Oosit
primer) membutuhkan 2 pembagian sel
lagi untuk mencapai kematangan.

Sistem Hormon Wanita


1.

2.

3.

Hormon yang dikeluarkan hipotalamus, hormon


pelepas-gonadotropin (GnRH), yang sebelumnya
disebut hormon pelepas-hormon lutein.
Hormon hipotalamus anterior, hormon perangsang
folikel (FSH) dan hormon Lutein (LH), keduanya
disekresi sebagai respon terhadap pelepasan
hormon GnRH dari hipotalamus.
Hormon ovarium, estrogen & progesteron yang
disekresi oleh ovarium sebagai respon terhadap
kedua hormon dari kelenjar hipofisis anterior.

Siklus Ovarium Bulanan & Fungsi


Hormon Gonadotropin
Tahun reproduksi normal dari wanita ditandai

perubahan ritmis bulanan dari kecepatan


sekresi hormon wanita & perubahan pada
ovarium serta organ seksual, yang disebut
Siklus Seksual Wanita
(Siklus menstruasi)
Durasi rata-rata 28 hari.
Pada wanita normal, siklus dapat berlangsung
selama 25 + 7 hari

2 Hasil dari Siklus Seksual Wanita


1.

2.

Hanya 1 ovum matang yang normalnya


dikeluarkan dari ovarium setiap bulan,
sehingga normal hanya ada 1 janin yang
dapat tumbuh pada 1 waktu.
Endometrium uterus disiapkan untuk
implantasi ovum yang telah dibuahi pada saat
tertentu dalam bulan tsb.

Perubahan

ovarium selama siklus seksual


bergantung seluruhnya pada hormon :
- Gonadotropik
- FSH & LH
Pada usia 9 10 tahun, hipofisis secara
progresif mensekresi banyak FSH & LH,
yang mencapai puncak awal siklus
seksual bulanan antara 11 16 tahun,
periode perubahan ini disebut Pubertas

OVULASI
Ovulasi pada mempunyai siklus seksual normal 28 hari, terjadi 14
hari sesudah terjadi menstruasi
Hormon Lutein
Hormon Steroid Folikuler
(Progesteron)
Enzim Proteolitik
(kolagenase)

Hiperemia Folikel &


Sekresi Prostaglandin

Melemahnya dinding folikel

Transudasi Plasma
kedalam folikel

Degenerasi Stigma

Pembengkakan Folikel
Pecahnya Folikel
Evaginasi Ovum

Mekanisme Ovulasi
Estrogen berperanan dalam:

Menimbulkan proliferasi sel dan pertumbuhan


jaringan organ-organ kelamin dan jaringan lain yang
berkaitan dengan reproduksi.
Efek estrogen pada uterus dan organ
genetalia eksterna
Pada masa kanak-kanak estrogen disekresi
dibawah pengaruh hormon gonadotropin
hipofisis meningkatkan sampai 20 kali lipat
atau lebih.

Efek Estrogen Pada Tuba Fallopi


Estrogen berpengaruh pada mukosa
tuba fallopi, sama seperti efek estrogen
terhadap endometrium uterus.
Estrogen menyebabkan jaringan
kelenjar berproliferasi.
Estrogen menyebabkan jumlah sel-sel
epitel bersilia yang membatasi tuba
fallopi
bertambah banyak. Aktivitas
silia meningkat dan silia selalu
bergerak kearah uterus membantu
mendorong ovum yang telah dibuahi
kearah uterus.

Efek Estrogen Pada


Payudara
Estrogen menyebabkan :
1. Perkembangan jaringan stroma payudara
2. Pertumbuhan sistem duktus
3. Deposit lemak pada payudara

Fungsi Progesteron
1.

2.

Meningkatkan perubahan sekretorik pada


endometrium uterus, selama separuh terakhir
siklus seksual bulanan wanita, jadi
mempersiapkan uterus untuk menerima
ovum yang sudah dibuahi.
Terhadap endometrium mengurangi frekuensi
dan intensitas kontraksi uterus sehingga
membantu mencegah terlepasnya ovum yang
sudah berimplantasi.

Efek progesteron pada tuba fallopi


Meningkatkan perubahan sekretorik pada mukosa i tuba fallopi.
Sekresi seagi nutrisi ovum yang telah dibuahi dan sedang
membelah dan pada saat ovum bergerak dalam tuba fallopi
sebelum berimplantasi.
Efek Progesteron pada Payudara
Meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara
menyebabkan sel alveolar berproliferasi, membesar dan
bersifat sekretorik.
Progesteron tidak menyebabkan alveoli mensekresi air susu
karena air susu disekresi hanya sesudah payudara siap
diransang lebih ldahulu oleh prolaktin dan kelenjar hipofisis
anterior.
Menyebabkan payudara membengkak karena perkembangan
sekretorik dari lobulus dan alveoli tetapi sebagian dihasilkan
dari peningkatan cairan didalam jaringan subkutan

Siklus Bulanan Endometrium &


Menstruasi
Produksi dari estrogen dan progesteron oleh
ovarium mempunyai kaitannya dengan siklus
endometrium yang bekerja melalui tahapan :
1. Proliferasi dari endimetrium uterus
2. Perubahan sekretoris pada
endometrium
3. Deskuamasi dari endometrium
dikenal sebagai menstruasi

Fase Pertumbuhan Endometrium dan Menstruasi


Selama Setiap Siklus Bulanan Seksual Wanita

1) Fase Proliferasi
Fase proliferasi (fase estrogen) endometrium
terjadi sebelum ovulasi setiap siklus seksual
bulanan.
Sebagian besar endometrium berdeskuamasi
akibat menstruasi.
Permukaan endometrium mengalami epitelisasi
kembali dalam waktu 4 sampai 7 hari.
Sesudah terjadi menstruasi dan sebelum terjadi
ovulasi ketebalan endometrium meningkat oleh
karena jumlah sel stroma bertambah banyak,
pertumbuhan kelenjar endometrium serta
pertambahan pembuluh darah baru yang
progresif kedalam endometrium.

2) Fase Sekretorik
Fase Sekretorik (fase Progestasional)
endometrium terjadi setelah ovulasi:
Estrogen menyebabkan sedikit
proliferasi sel tambahan pada
endometrium selama fase siklus
endometrium.
Progesteron menyebabkan
pembengkakan yang nyata dan
perkembangan sekretorik dari
endometrium

3) Fase Menstruasi
Disebabkan berkurangnya estrogen
dan progesteron secara tiba-tiba,
terutama progesteron pada akhir
siklus menstruasi.
Dalam waktu 4 sampai 7 hari
sesudah dimulainya menstruasi,
pengeluaran darah akan berhenti,
karena saat ini endometrium sudah
mengalami epitelisasi kembali.

Pubertas & Menarce


Pubertas : mulainya kehidupannya
dewasa
Menarce : dimulainya menstruasi
Pubertas terjadi karena kenaikan sekresi
hormon Gonadotropin oleh hipofisis yang
perlahan, dimulai tahun kedelapan dari
kehidupan mencapai puncak saat
terjadinya menstruasi usia 11 & 16 tahun
(rata-rata 13 tahun)

Menopause
Merupakan periode dimana siklus berhenti
dan hormon kelamin wanita menghilang
dengan cepat sampai hampir tidak ada.
Usia 45 50 tahun, siklus seksual menjadi tak
teratur dan ovulasi tidak terjadi selama
beberapa siklus.
Sesudah beberapa bulan sampai beberapa
tahun siklus berhenti sama sekali.
Penyebab menopause : matinya (burning out)
ovarium.

Hilangnya Estrogen Menyebabkan :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sensasi psikis dari dispnea


Rasa panas ditandai kemerahan kulit yang
ekstrim
Gelisah
Letih
Ansietas
Psikotik
Penurunan kekuatan dan kalsifikasi tulang
diseluruh tubuh

Kesuburan Wanita
Ovum tetap hidup dan mampu dibuahi sesudah dikeluarkan
dari ovarium tidak lebih dari 24 jam.
Sperma tetap dapat subur dalam reproduksi wanita sampai
72 jam, walaupun banyak bertahan tidak lebih dari 24 jam.
Terjadi pembuahan bila hubungan sex dilangsungkan
antara 1 2 hari sebelum ovulasi s.d 1 hari sesudah
ovulasi.
Jika siklus menstruasi teratur 28 hari, ovulasi terjadi 1
hari menjelang hari ke 14.
Sebaliknya, apabila siklus 40 hari, ovulasi terjadi antara
1 hari sebelum hari ke 26, dari siklus bulanan.
Siklus 21 hari, ovulasi berlangsung 1 hari sebelum hari ke
7 dari siklus.