Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Mekanisme Kontraksi dan Relaksasi pada Sendi Lutut

Claudia Marissa
102013281
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.06 Jakarta 11510. Telepon : (021)5694-2051
Email : marissa.claudia@yahoo.com

Abstrak
Salah satu ciri-ciri manusia sebagai mahluk hidup adalah bergerak. Manusia
melakukan gerakannya dalam kehidupan sehari-hari, tidak menyadari bahwa gerakan tersebut
dapat terjadi karena adanya suatu koordinasi didalam tubuh. Manusia terdiri dari berbagai
macam tulang, sendi, otot dan komponen lainnya yang membantu manusia dapat bergerak,
tidak lupa juga dengan adanya peranan dari suatu impuls yang dapat membuat adanya suatu
kontraksi di dalam tubuh sehingga kita dapat menggerakan otot dan tulang kita. Seiring
dengan pertambahan usia, manusia sering mengalami penyakit yang menyerang sistem gerak
dalam tubuh kita, salah satu contohnya adalah osteoartritis. Osteoartritis dikenal juga dengan
penyakit degeneratif sendi, dimana sendi terasa nyeri. Oleh karena itu kita harus menjaga
bagian-bagian tubuh kita untuk mencegah adanya serangan dari penyakit-penyakit yang dapat
mengganggu aktifitas sehari-hari.
Kata kunci : Tulang, Otot, Osteoartritis.
Abstract
One of the characteristics of human beings as living creatures is doing the movement.
Human movement in everyday life, without realizing that such movement can occur because
of a coordination in the body. Humans consist of various bones, joints, muscles and other
components that help people to move, do not forget also to the role of an impulse to make the
existence of a contraction in the body so that we can move our muscles and bones. Along
with age, men often experience a disease that attacks the body's motion in our system, one
example is osteoarthritis. Osteoarthritis also known as degenerative joint disease, in which
1

the joint pain. Therefore we have to keep our body parts to prevent any attacks from diseases
that can interfere with daily activities.
Key word : Bone, Muscle, Osteoarthritis
Pendahuluan
Manusia begerak melibatkan bagian-bagian di dalam tubuh, dimana bagian-bagian
dalam tubuh tersebut akan berkoordinasi sehingga menimbulkan suatu gerakan yang sering
kita lakukan sehari-hari, salah satunya adalah berjalan yang menggunakan ektremitas inferior
tubuh. Namun seiring pertambahan usia, manusia sering mengalami nyeri pada lutut saat
berjalan yang dikenal dengan osteoartritis. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana
manusia dapat melakukan gerakan, susunan tulang pada bagian lutut, otot-otot dan sendi yang
ada pada lutut, mekanisme terjadinya suatu kontraksi, dan struktur otot yang ada pada lutut.
Manusia sering sekali tidak menyadari bagaimana tubuhnya dapat melakukan
gerakan. Oleh karena itu adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah memberi
keterangan lebih lanjut mengenai masalah ini, dengan harapan makalah ini dapat diterima
oleh para pembaca dan memberi pengetahuan baru bagi para pembacanya sehingga para
pembaca dapat menghargai dan menjaga sistem yang membentuk tubuh kita ini.
Anatomi Makro Lutut
Lutut terdiri dari persendian yang menghubungkan tungkai atas (femur), tungkai
bawah (tibia-fibula) dan patela. Persendian atau articulatio itu sendiri adalah hubungan antar
dua tulang atau lebih. Fungsi dari sendi lutut adalah mengatur pergerakan kaki. Lutut
merupakan sendi diartodial atau tipe sendi engsel (articulatio ginglymus) yang dapat bergerak
bebas. Sendi ini adalah sendi yang paling besar, paling kompleks dan paling rentan di tubuh.
Sendi lutut terdiri atas tiga permukaan sendi. Dua permukaan sendi femur dan tibia adalah
sendi tibiofemoralis lateralis dan medialis, dan permukaan sendi femur dan patela adalah
sendi patelofemoralis. Sendi lutut dilindungi dan distabilkan oleh ligamentum kolteral
medialis dan lateralis serta ligamentum krusiatum anterior dan posterior. Meniskus medialis
dan lateralis sert kapsul sendi juga ikut menstabilkan lutut. Seperti yang dapat dilihat pada
gambar 1, 2 dan 3.1
Bagian-bagian tulang yang membentuk lutut adalah tungkai atas (femur) yang terdiri
dari epicondylus lateralis dan medialis, fossa patella, tubercullum adductor, condylus
2

medialis dan lateralis dan fossa intercondylaris. Sedangkan patella yang terdiri dari bagian
basis, apex dan fascies articularis. Dan tungkai bawah yaitu (tibia-fibula), tibia yang terdiri
dari condylus lateralis dan medialis, intercondylaris anterior dan posterior, intercondylar
tubercle, tuberositas tibialis,tibiofibular proksimal dan crista anterior, sedangkan fibula terdiri
dari caput fibulae dan surgical neck of fibula.

Gambar 1. Potongan Sagital Sendi Lutut1

Gambar 2. Sendi Lutut Kanan Anterior1


3

Gambar 3. Sendi Lutut Kanan Posterior1

Untuk kestabilannya sendi lutut tergantung dari otot yang mengelilinginya, khususnya
otot kwadrisep femoris, yang harus selalu dapat berkembang dengan baik. Otot-otot utama
yang bekerja pada lutut adalah kwadrisep femoris yang berfungsi untuk ekstensi, otot paha
gastroknemius yang berfungsi untuk fleksi dan untuk gerakan rotasi medial yaitu otot
popliteus, yaitu otot yang terletak dalam disebelah belakang tibia.2
Sendi lutut merupakan sendi engsel dan sendi putar atau throcoginglymus, yang
berfungsi untuk menggerakan fleksi, ekstensi dan rotasi lateral yang hanya mungkin pada
posisi fleksi. Adapun beberapa otot yang berkaitan dengan sendi lutut adalah otot tensor
fasciae latae dan otot gluteus maximus yang keduanya berfungsi pada stabilisasi pada posisi
ekstensi, otot quadriceps femoris yang berfungsi pada gerakan ekstensi, otot sartorius, otot
semitendinosus dan otot semimembranosus yang berfungsi pada gerakan fleksi dan rotasi
medial, otot biceps femoris yang berfungsi pada gerakan fleksi, rotasi lateral, dan otot
poplitus yang berfungsi pada rotasi medial dan mencegah meniscus terperangkap. 3

Anatomi Mikro Lutut


Menurut struktural sendi lutut merupakan persendian sinovial, atau sendi diartrosis
yaitu sendi yang dapat bergerak bebas, sendi ini memiliki rongga sendi yang berisis cairan
sinovial, suatu kapsul sendi (artikular) yang menyambung kedua tulang, dan ujung tulang
pada sendi sinovial dilapisi kartilago artikular. Lapisan terluar kapsul sendi terbentuk dari
jaringan ikat fibrosa rapat berwarna putih yang memanjang sampai bagian periosteum tulang
yang menyatu pada sendi. Ligamen adalah penebalan kapsul yang berfungsi untuk menopang
kapsul sendi dan memberikan stabilitas.4 Ligamen atau jaringan ikat pada sendi lutut
merupakan pengikat bagian tulang pembentuk sendi dan pencegah dislokasi, ligamen adalah
sekumpulan jaringan fibrosa yang tebal yang merupakan akhir dari suatu otot dan berfungsi
mengikat suatu tulang. Ligamen-ligamen yang ada pada sendi lutut terbagi menjadi dua yaitu
ligamen ekstracapsular yang terdiri dari ligamen patela, ligamen kolateral tibia dan fibula,
ligamen popliteum obliquum dan ligamen transversum genu. Dan ligamen intracapsular yaitu
ligamen cruciata, ligamen cruciata adalah dua ligamentum yang kuat, saling menyilang
didalam rongga sendi, terdiri dari ligamen cruciata anterior dan ligamen cruciata posterior.5
Lapisan terdalam kapsul sendi adalah membran sinovial yang melapisis keseluruhan
sendi, kecuali pada kartilago artikular. Membran sinovial mensekresi cairan sinovial yang
berfungsi untuk melumasi dan memberikan nutrisi pada permukaan kartilago artikular. Pada
penderita osteoartritis terjadi kekurangan cairan sinovial pada lapisan kartilago yang menutup
ujung tulang yang menyebabkan ujung tulang tersebut bergesekan satu sama lain, gesekan
tersebut akan membuat lapisan semakin tipis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa
nyeri. Pada beberapa sendi sinovial, seperti persendian lutut, terdapat diskus artikular
(meniskus) fibrokartilago, dimana diskus artikularis memodifikasi bentuk permukaan tulang
yang berartikulasi untuk mempermudah gerakan, memperbesar stabilitas atau untuk meredam
goncangan. Bursa adalah kantong tertutup yang dilapisi membran sinovial, dan ditemukan
diluar rongga sendi. Kantong ini terletak dibawah tendon atau otot dan mungkin juga dapat
ditemukan di area percabangan tendon atau otot di atas tulang yang menonjol atau secara
subkutan jika kulit terpapar pada friksi, seperti pada tempurung lutut.4
Pada lutut juga terdapat otot yang mengatur pergerakan kaki, yaitu otot skelet atau
otot lurik. Otot skelet tersusun atas sel berinti banyak, panjang dan silindris yang mengalami
kontraksi volunter untuk memfasilitasi gerakan tubuh atau bagian tubuh. 6 Tipe serat otot
skelet diliputi endomisium, beberapa serat otot skelet menyusun fasikulus atau berkas, tiap
fasikulus diliputi diliputi perimisium, beberapa fasikulus menyususn muskulus dan muskulus
5

diliputi epimisium. Dalam otot skelet tampak adanya garis melintang yang terang diseling
gelap, sehingga disebut otot seran lintang. Otot lurik tersusun atas serabut serabut otot atau
miofibril yang berinti banyak yang dilindungi membran yang dapat dirangsang listrik disebut
sarkolema, miofibril ini berkumpul membentuk kumpulan serabut yang membentuk otot,
dalam miofibril terdapat dalam cairan intraseluler atau sarkoplasma. Ujung otot lurik
umumnya mengecil dan keras disebut tendon setiap otot memiliki dua atau lebih tendon,
tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersio dan yang melekat pada
tulang yang tidak bergerak disebut origo. Bagian tengah otot lurik mengembang disebut
empal atau ventrikel, bagian ini yang dapat mengkerut dan mengendor seperti yang dapat
dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Otot Lurik


Energi dan Mekanisme Kontraksi-Relaksasi Sendi Lutut
Untuk kontraksi diperlukan energi. Energi yang digunakan disuplai dalam bentuk
energi kimia, yaitu penguraian ATP seperti yang dapat dilihat pada gambar 5.
ATP
+ Energi

ADP + P

ADP
+ Energi

AMP + P

Gambar 5. Penguraian ATP


Bila energi habis (dalam keadaan ADP

AMP + P + Energi) , otot tidak dapat

berkontraksi lagi. Fase ini disebut fase anaerob. ATP harus dibentuk kembali agar otot dapat
bergerak. Pembentukan kembali ATP dengan cara dalam otot tersimpan glikogen (gula otot).
Glikogen akan dilarutkan menjadi laktasidogen (pembentukan asam laktat = asam susu).
6

Laktasidogen kemudian diuraikan menjadi glukosa dan asam laktat. Oleh peristiwa respirasi
dengan O2, glukosa akan dioksidasi menghasilkan energi dan melepaskan CO2 dan H2O.
Proses ini terjadi pada saat otot mengalami relaksasi, karena pada saat relaksasi diperlukan
oksigen untuk mengoksidasi glukosa dan atau asam laktat, maka fase relaksasi disebut juga
fase aerob.
Pengaturan kontraksi dan relaksasi pada persendian lutut dengan menggunakan otot
rangka atau skelet berdasarkan aktin. Pada istirahat Ca2+ sarkoplasma rendah (< 10-7 M), bila
sarkomer dirangsang maka Ca2+ akan dilepaskan dari retikulum sarkoplasma menuju
sarkoplasma dan Ca2+ akan meningkat dan terikat pada TpC yang dapat mengikat 4 Ca 2+ dan
TpC akan berinteraksi dengan TpI dan TpT untuk mengubah interaksinya dengan
tropomiosin. Jadi, tropomiosin hanya keluar dari jalannya atau mengubah bentuk F-aktin,
sehingga kepala miosin ADP-Pi dapat berinteraksi dengan F-aktin untuk mengawali siklus
kontraksi. Bila Ca2+ sarkoplasma menurun lagi tidak terjadi interaksi antara aktin-miosin dan
oleh adanya ATP miosin dan aktin saling terlepas sehingga terjadilah relaksasi. 7 Secara umum
otot rangka bekerja dengan dua cara kontraksi (memendek-menebal) dan relaksasi (kembali
ke keadaan semula). Otot dapat memendek dengan keadaan maksimal yang disebut tonus,
kemudian relaksasi. Protein dalam otot terdapat tiga macam protein, yaitu miogen yang
sangat mudah larut, miosin dan aktin berbentuk globuler yang tidak mudah larut, aktin
berperan dalam kontraksi otot. Campuran aktin dan miosin disebut dengan aktomiosin yang
merupakan protein utama dalam otot, jika aktomiosin dipekatkan akan membentuk benang.
Mekanisme Jalannya Impuls dan Kontraksi Saraf-Otot Rangka
Saraf dan otot merupakan 2 kelompok jaringan atau sel peka rangsang. Dimana saraf
berperan dalam mengendalikan aktivitas seluruh tubuh dan otot yang berperan dalam alat
gerak (otot somatik) dan organ viseral (sistem otonom). Dalam saraf berlaku hukum all or
none, dimana pada 1 serat saraf rangsangan dibawah ambang tidak akan menghasilkan respon
dan rangsangan ambang dan atas ambang menghasilakn respon, tetapi pada berkas saraf
ambang tiap serat berbeda.
Otot mempunyai karakteristik eksitabilitas yaitu respon terhadap impuls dan peka
rangsang, kontraktilitas yaitu kontraksi otot yang memendek, ekstensibilitas yaitu otot yang
meregang dan memanjang bila ditarik dan elastisitas yaitu kembali ke panjang dan bentuk
asal setelah kontraksi atau ekstensi. Selain itu fungsi otot adalah alat gerak, mempertahankan

postur dan menghasilkan panas. Otot rangka bekerja secara sadar karena dipengaruhi oleh
pusat saraf sadar, reaksi terhadap rangsangan tetap dan mudah lelah.
Manusia melakukan gerakan karena adanya kontraksi yang didahului dengan
rangsangan yang diterima oleh saraf motorik sampai ke ujung pada serat otot. Hubungan
saraf dan otot disebut myoneural junction. Ketika suatu potensial aksi berjalan disepanjang
sebuah saraf motorik sampai ke ujungnya pada serabut otot, disetiap ujung, saraf menyekresi
zat neurotransmitter yaitu asetilkolin dalam jumlah sedikit. Asetilkolin bekerja pada daerah
setempat pada membran serabut otot untuk membuka banyak kanal kation berpintu
asetilkolin melalui molekul protein yang terapung pada membran. Terbukanya kanal
berpintu asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium untuk berdifusi ke bagian
dalam membran serabut otot. Hal ini menyebabkan depolarisasi setempat yang menyebabkan
pembukaan kanal natrium berpintu listrik. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial
aksi pada membran. Potensial aksi akan berjalan disepanjang membran serabut otot dengan
cara yang sama seperti potensial aksi berjalan disepanjang membran serat saraf.8
Potensial aksi akan menimbulkan depolarisasi membran otot, dan banyak sekali aliran
listrik potensial aksi mengalir melalui pusat serabut otot. Disini, potensial aksi menyebabkan
retikulum sarkoplasma melepaskan sejumlah besar ion kalsium, yang telah tersimpan di
dalam retikulum ini. ion kalsium menginisiasi kekuatan menarik antara filamen aktin dan
miosin, yang menyebabkan kedua filamen tersebut bergeser satu sama lain dan menghasilkan
proses kontraksi. Setelah kurang dari satu detik, ion kalsium dipompa kembali ke dalam
retikulum sarkoplasma oleh pompa membran Ca 2+ dan ion ini tetap disimpan dalam retikulum
sampai potensial aksi otot yang baru datang lagi, pengeluaran ion kalsium dari miofibril akan
menyebabkan kontraksi otot terhenti.8
Penutup
Susunan tulang yang membentuk tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya tanpa ada
komponen-komponen lain yang mendukung pergerakan tulang tersebut. Kontraksi otot,
persendian, impuls saraf, rangsangan dari luar, dan bagian-bagian penyusun tulang
merupakan hal yang terpenting dalam melakukan gerakan, contohnya berjalan. Sendi lutut
merupakan persendian yang sangat penting untuk berjalan. Banyak penyakit yang dapat
menyerang persendian salah satunya osteoartritis, penyakit ini sering sekali ditemukan pada
orang yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, kita harus menjaga anggota tubuh kita dengan

baik dan menjalankan pola hidup yang sehat sehingga tidak terserang penyakit yang dapat
mengganggu.

Daftar pustaka
1. Gruendemann BJ, Fernsebner B. Buku ajar keperawatan perioperatif. Jakarta:
EGC;2006..h.271-3.
2. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT.Gramedia;2009.h.120.
3. Paulsen F, Waschke J. Sobotta atlas anatomi manusia buku tabel.
Jakarta:EGC;2012.h.51-61.
4. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC;2003.h.144-5.
5. Suratun, Heryati, Manurung S, Raenah E. Klien gangguan sistem muskuloskeletal :
seri asuhan keperawatan. Jakarta: EGC;2008.h.13
6. Gartner LP, Hiatt JL. Buku ajar berwarna histologi. Singapore : Saunders
Elsevier;2007.h. 155.
7. Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW. Biokimia harper. Jakarta:
EGC;2003.h.687-8.
8. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran 12 th ed. Singapore: Saunders
Elseviers; 2014.h.75-6.