Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

Latar belakang
Disfungsi dasar panggul dapat menimbulkan berbagai gejala yang
mengganggu kualitas hidup seperti inkontinensia urine, inkontinensia alvi, prolaps
organ panggul, dan disfungsi seksual. Kebanyakan disfungsi dasar panggul
dihubungkan dengan kerusakan dasar panggul selama persalinan, terutama pada
persalinan pertama (Junizaf, 2002).
Kehamilan dan persalinan akan menyebabkan dasar panggul melemah atau
rusak sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Kekendoran otot-otot yang
melingkari vagina sering disebabkan oleh kelahiran anak melalui vagina. Hampir
50% wanita yang pernah melahirkan akan menderita prolaps organ genitourinaria
dan 40% disertai inkontinensia urine. Diantara kondisi ini stres inkontinensia
merupakan salah satu yang paling tinggi prevalensinya. Satu dari tiga wanita akan
mengalami inkontinensia selama hidupnya dan lebih 65% wanita ini menyatakan
bahwa hal tersebut dimulai saat kehamilan maupun sesudah melahirkan(Wyman,
2003).
Dalam laporan tahunannya pada tahun 2001, Perkumpulan Obstetri dan
Ginekologi Pantai Pasifik memperkirakan bahwa kebutuhan akan pelayanan bagi
perempuan kerusakan dasar panggul akan meningkat sampai 45% sampai 30
tahun kedepan(Nygaard, 2004).
Senam

Kegel

awalnya

ditujukan

untuk

mengatasi

inkotinensia

(ketidakmampuan menahan kemih) pada wanita. Inkontinensia bisa timbul


pascapersalinan

atau

sebab

lainnya.

Senam

ini

bertujuan

untuk

melatih/menguatkan otot-otot dasar panggul (pelvic floor muscle) (Holroyd-Leduc


and Strauss, 2004).
Dengan berpikir sehat dan memahami kebutuhannya, wanita hamil dapat
merencanakan dan berpartisipasi didalam program latihan yang aman dan efektif
selama kehamilan. Senam Kegel dapat membuat kehamilan menjadi lebih
menyenangkan(Mary, 2011).
Menurut Purnomo (2003), senam Kegel adalah terapi non operatif paling
populer untuk mengatasi inkontinensia urine. Latihan ini dapat memperkuat

otototot di sekitar organ reproduksi dan memperbaiki tonus tersebut (Bobak,


2004).
Senam Kegel membantu meningkatkan tonus dan kekuatan otot lurik
uretra dan periuretra. Senam Kegel sebaiknya dilakukan saat hamil dan setelah
melahirkan untuk membantu otot-otot panggul kembali ke fungsi normal. Apabila
dilakukan secara teratur, latihan ini dapat membantu mencegah prolaps uterus dan
stres inkontinensia di kemudian hari (Bobak, 2004).
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rata-rata keberhasilan
melatih otot dasar panggul untuk mencegah inkontinensia urine dilaporkan
sebesar 56%-75% (Freeman, 2004). Ibu postpartum dengan inkontinensia urine
menetap selama tiga bulan setelah melahirkan dan yang menerima latihan otot
dasar panggul mengalami penurunan kejadia daripada ibu postpartum yang tidak
mendapatkan perawatan latihan (menurun sekitar 20%) untuk melaporkan
inkontinensia setelah 12 bulan. Terlihat bahwa semakin sering dalam menjalankan
program, maka efeknya semakin besar (Smith, et.,all. 2009).
Dengan melihat adanya keterkaitan antara senam Kegel dengan penurunan
kejadian inkontinensia urine, maka penulis merasa perlu untuk melakukan
penelitian lebih lanjut mengenai hubungan senam Kegel terhadap penurunan stres
inkontinensia urine postpartum khususnya pada ibu primigravida.
Pengertian Senam Kegel
Latihan otot dasar panggul (ODP) dikembangkan pertama kali oleh Dr.
Arnold Kegel pada tahun 1940 dengan tujuan menguatkan otot dasar panggul dan
mengatasi stres inkontinensia urin. Latihan ini berupa latihan ODP secara
progresif pada otot Levator ani yang dapat dikontraksikan secara sadar yang
selanjutnya dikenal dengan Kegel Exercise (Rahajeng, 2010). Kegel Exercise atau
senam Kegel merupakan terapi non operatif yang paling sering dilakukan untuk
mengatasi stress inkontinensia karena membantu meningkatkan tonus dan
kekuatan otot pada uretra dan periuretra (Bobak, 2004 dalam Yanthi, 2011).

Manfaat Senam Kegel


Senam Kegel memiliki manfaat terkait dengan fungsi otot PC. Senam
Kegel tidak hanya memiliki banyak manfaat untuk wanita, tetapi juga pada pria.
A. Bagi pria
Latihan ini akan meningkatkan kemampuan mengontrol dan mengatas
ejaulasi dini, ereksi yang lebih kuat dan meningkatkan kepuasan seksual saat
orgasme. Selain itu multiple orgasme juga bisa dialami oleh pria sebagai hasil
dari latihan senam Kegel yang dilakukan secara teratur. Pada pria, senam ini
juga akan mengangkat testis dan mengencangkan otot kremaster sama seperti
mengencangkan sfingter ani. Hal ini disebabkan karena otot PC dimulai dari
arah anus (Herdiana, 2009 dalam Yanthi, 2011). 24
B. Bagi wanita
Keuntungan melakukan senam Kegel adalah lebih mudah mencapai
orgasme dan orgasme yang dicapai lebih baik karena otot yang dilatih adalah
otot yang digunakan selama orgasme. Manfaat lain adalah vagina akan
semakin sensitif dan peka rangsang sehingga memudahkan peningkatan
kepuasan seksual, dan suami akan merasakan perubahan yang sangat besar
karena vagina mampu mencengkram penis lebih kuat. Memudahkan kelahiran
bayi tanpa banyak merobek jalan lahir dan bagi wanita yang baru melahirkan,
senam Kegel dapat mempercepat pemulihan kondisi vagina setelah
melahirkan dan tentu saja dapat menguatkan otot rangka pada dasar panggul
sehingga pemperkuat fungsi sfingter eksternal kandung kemih, mencegah
prolaps uteri (Salma, 2008; Maryam, 2008 dalam Yanthi, 2011). Beberapa
manfaat

senam Kegel

yaitu

menguatkan otot

panggul, membantu

mengendalikan keluarnya urin saat berhubungan intim, dapat meningkatkan


kepuasan saat berhubungan intim karena meningkatkan daya cengkram
vagina, meningkatkan kepekaan terhadap rangsangan seksual, mencegah
ngompol kecil yang timbul saat batuk atau tertawa, dan melancarkan proses
kelahiran tanpa harus merobek jalan lahir serta mempercepat penyembuhan
pasca persalinan (Mulyani, 2013).

Persyaratan Senam Kegel


Program pelatihan ini memiliki beberapa bersyaratan yang perlu
diperhatikan, antara lain: 25
1. Intensitas latihan harus cukup tinggi sehingga menaikkan denyut jantung
sekitar 72-87% dari denyut nadi maksimal dan tidak boleh melebihi denyut
nadi maksimal (220 - umur) (Noder, 1983 dalam Pangkahila, 1992).
2. Frekuensi latihan 3-4 kali per minggu dengan waktu istirahat tidak lebih dari 2
hari (Noder, 1983 dalam Pangkahila, 1992).
3. Lama latihan minimal sekitar 30 menit sampai 60 menit.
4. Setiap latihan terdiri dari tiga fase yaitu fase pemanasan dan peregangan, fase
latihan dan fase pendinginan (Weaver, 1983 dalam Pangkahila, 1992).
Program Senam Kegel
Senam Kegel hasilnya tidak akan didapat dalam waktu sehari. Pada
penelitian sebelumnya, senam Kegel dilakukan sebanyak 10 kali dalam 4 minggu
dapat memberikan hasil yang bermanfaat untuk memperkuat otot-otot panggul
yang dibuktikan dari hasil penelititannya yaitu adanya pengaruh signifikan senam
Kegel terhadap tingkat inkontinensia (Wahyu W, 2009).
Pelatihan senam Kegel dengan frekuensi tiga kali perminggu selama empat
minggu lebih efektif dibandingkan dengan senam Kegel dengan frekuensi satu
kali seminggu selama empat bulan dalam menurunkan frekuensi buang air kecil
wanita usia 50-60 tahun yang mengalami stress urinary incontinence di Sanggar
Senam Citra Denpasar (Lestari, 2011).

Indikasi Senam Kegel


Senam Kegel dianjurkan bagi wanita dan pria yang umumnya memiliki
keluhan terkait lemahnya otot PC. Berikut adalah beberapa indikasi senam Kegel:
1. Pria dan wanita yang memiliki masalah inkontinensia (tidak mampu menahan
buang air kecil).
2. Wanita yang sudah mengalami menopause untuk mempertahankan kekuatan
otot panggul dari penurunan kadar estrogen.
3. Wanita yang mengalami prolaps uteri (turunnya rahim) karena melemahnya
otot dasar panggul, juga untuk wanita yang mengalami masalah seksual.
4. Pria yang mengalami masalah ejakulasi dini serta ereksi lebih lama. (Ardani,
2010).
Kontra Indikasi Senam Kegel
Penderita penyakit jantung yang dapat mengakibatkan nyeri dada saat
melakukan gerakan minimal, penderita diabetes, penderita hipertensi, dan
penderita penyakit kelamin (Hartati, 2009 dalam Ardani, 2010).
Tahap Pelatihan Senam Kegel
Tahap pelatihan senam Kegel dibagi menjadi tiga bagian latihan sesuai
dengan kemampuan klien dalam melakukan latihan. Pelatihan senam Kegel
dibedakan menjadi tiga yaitu pelatihan gerak cepat, pelatihan mengencangkan dan
pelatihan super Kegel.
1. Pelatihan Gerak Cepat
Pelatihan pertama adalah pelatihan gerak cepat, dilakukan dalam posisi duduk,
berdiri, berbaring, jongkok, atau posisi apa saja yang terbaik.
2. Pelatihan Mengencangkan
Setelah pelatihan gerak cepat, dilanjutkan dengan pelatihan senam Kegel
berikutnya. Saat mengencangkan ODP, tetap kencangkan kuat-kuat selama satu
hingga dua detik kemudian lepaskan dan ulangi masing-masing dengan
sepuluh hitungan. Tegangkan, tahan dan lepaskan otot tersebut.

3. Pelatihan Super Kegel


Tahap selanjutnya adalah super Kegel yang diberikan untuk orang-orang yang
telah menguasai senam Kegel. super Kegel dilakukan dengan mengencangkan
ODP sekencang-kencangnya sampai hitungan sepuluh kemudian lepaskan.
Lakukan berulang-ulang dengan sepuluh hitungan setidaknya sekali sehari (Di
Fiori, 2005 dalam Ardani, 2010).
Petunjuk Senam Kegel
Senam Kegel dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang dijelaskan
sebagai berikut:
1. Posisi berdiri tegak dengan posisi kaki lurus dan agak terbuka.
2. Fokuskan konsentrasi pada kontraksi otot daerah vagina, uretra dan rectum.
3. Kontraksikan ODP seperti saat menahan defekasi atau berkemih.
4. Rasakan kontraksi ODP, pastikan kontraksi sudah benar tanpa adanya kontraksi
otot abdominal, contohnya jangan menahan napas. Control kontraksi otot
abdominal dengan meletakkan tangan pada perut.
5. Pertahankan kontraksi sesuai kemampuan kurang lebih sepuluh detik.
6. Rileks dan rasakan ODP dalam keadaan rileks.
7. Kontraksikan ODP kembali, pastikan kontraksi otot sudah benar.
8. Rileks dan coba rasakan otot-otot berkontraksi dan rileks.
9. Sesekali percepat kontraksi, pastikan tidak ada kontraksi otot lain.
10. Lakukan kontraksi yang cepat beberapa kali. Pada tahap awal, lakukan tiga kali
pengulangan karena otot yang lemah mudah lelah.
11. Target latihan ini adalah sepuluh kali kontraksi lambat dan sepuluh kali
kontraksi cepat. Tiap kontraksi dipertahankan selama sepuluh hitungan.
12. Lakukan enam hingga delapan kali selama sehari atau setiap saat.
13. Senam Kegel dapat pula dilakukan secara sederhana dengan cara:
a) Saat berkemih coba untuk menahan aliran urin sampai beberapa kali.
b) Pada posisi apapun, coba lakukan kontraksi ODP. Pertahankan selama tiga
sampai lima detik jika sudah terbiasa latihan dapat ditingkatkan menjadi
sepuluh detik (Pudjiati, Sri Surini & Utomo; Di Fiori, 2005 dalam Ardani,
2010).

Daftar Pustaka
Kusyati, Eni. 2006. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta : EGC
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep,
Proses, dan Praktik;. Volume 2. Jakarta : EGC
Price, A. Silvia. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
Volume 2. Jakarta: EGC
Smeltzer, C. Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8
Volume 2. Jakarta: EGC
Soetojo. INKONTINENSIA URINE PERLU PENANGANAN MULTI DISIPLIN
http://soetojo.blog.unair.ac.id/2009/03/13/inkontinensia-urine-perlu-penangananmulti-disiplin/ (akses, 22 februari 2016)