Anda di halaman 1dari 17

Threshold

(Ambang Rangsangan)

Dwi Ishartani Teknologi Hasil Pertanian UNS

5/5/2015

Threshold
Batas kapasitas sensori
Dibedakan menjadi :
- Absolute threshold
- Recognition threshold
- Difference threshold
- Terminal threshold

Absolute threshold
Disebut juga detection threshold,
ambang mutlak, ambang deteksi
Adalah stimulus terendah yang
mampu menghasilkan sensasi/kesan
Misal : telah terdeteksi rasa pada
suatu larutan, tetapi belum jelas
jenis rasanya

Recognition threshold
Disebut juga ambang pengenalan
Adalah suatu tingkatan stimulus
yang mampu menghasilkan kesan
spesifik yang mampu dikenali dan
diidentifikasi
Misal : larutan gula telah dapat
dikenali sebagai rasa manis
detection

recognition

[x]

Difference threshold
Disebut juga ambang pembedaan
Adalah suatu perbedaan stimulus
yang mampu menghasilkan
perbedaan intensitas kesan spesifik
Misal : larutan gula dapat diketahui
tingkat rasa manisnya

pure water

very mild taste

mild sweet

Terminal threshold
Disebut juga ambang batas
Adalah suatu stimulus terkecil yang
mampu menghasilkan kesan
maksimum
Misal : pada konsentrasi tertentu,
larutan gula tidak meningkat rasa
manisnya meskipun ditambahkan
gula ke dalamnya

Cara Penentuan

Threshold
Data deteksi/frekuensi (%) vs
stimulus/konsentrasi
Ambang mutlak : 50% panelis
mampu mendeteksi
Ambang pengenalan : 75%
panelis mampu mendeteksi

F
r
e
k
u
e
n
s
i

100%

75%

50%

Recognition
threshold

Absolute
threshold

Konsentrasi

Konsentrasi (%)
Panelis
0

0.2

0.4

0.8

1.75

3.5

14

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

0.5

10

0.5

Rata-rata

0.3

0.55

1.4

1.9

2.3

3.1

Cara Penentuan

Threshold
Best Estimate Threshold (BET)
BET =
antilog {(log [X1]+log[x2])/2}

Panelis
1
2
3
4
5

0.27
0
0
0
0
0

0.8
0
+
0
+
0

Konsentrasi (ppb)
2.41 7.28 21.7
0
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+

BET = antilog 0.05 = 1.12

65.2
+
+
+
+
+

195
+
+
+
+
+
Jumlah
Rata-rata

log
0.62
-0.33
0.14
-0.33
0.14
0.24
0.05

Contoh Aplikasi

Sebuah perusahaan fermentasi sari buah


anggur ingin mengantisipasi kemungkinan
munculnya flavor menyimpang akibat
pengaruh sinar UV. Oleh karena itu
perusahaan ingin mengembangkan
pengemas yang mampu mencegah
terbentuknya flavor menyimpang tersebut
dengan biaya yang minimal. Flavor
menyimpang tersebut diidentifikasi
sebagai 3-metil-2-butana-1-tiol. Oleh
karena itu langkah awal untuk mengetahui
pengemas yang efektif adalah dengan
mengetahui konsentrasi senyawa
penyebab off flavor yang mampu dideteksi
oleh konsumen.

Solusi pemecahan dengan uji threshold


Siapkan sampel minuman bebas senyawa
penyebab off flavor
Tambahkan senyawa tersebut pada
kisaran level tertentu, mulai dari yang
tanpa penambahan
Sajikan sampel dengan konsentrasi
tertentu (menengah) pada panelis
Jika panelis benar, uji ulang dua kali atau
lebih pada konsentrasi yang sama, disertai
dengan sampel dengan konsentrasi satu
atau dua level di bawahnya.
Jika panelis salah, uji ulang dua kali atau
lebih pada konsentrasi yang sama, disertai
dengan sampel dengan konsentrasi satu
atau dua level di atasnya

Ulangi pengujian hingga data stabil.


Pengujian dilakukan menggunakan panelis
yang sama pada hari yang berbeda
Panelis sering sudah terbiasa dengan
senyawa yang diuji maupun mekanisme
pengujian.
Jika threshold menurun 20% maka
pengujian harus diulang hingga nilainya
stabil.

333333

Panelis

0.27

0.80

2.41

7.28

21.7

65.2

195

1
2

over

BET

log

4.19

0.622

0.46

-0.337

1.39

0.143

12.6

1.100

37.7

1.576

jumlah
rata2
antilog

3.104
0.6208
~4.14