Anda di halaman 1dari 16

Herpes Zoster

This journal feature begins with a case vignette highlighting a common clinical
problem. The article ends with the authors clinical recommendations.

Oleh: Bunga Wana Aminah Nasumi


Pembimbing : Dr. Hasri Dasni Sp.M

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA


RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA
2015/2016

Pria 65 tahun dengan ruam selama 2 hari, terdapat vesikel dan


pustule di dahi kanan dan beberapa di sisi kanan dan ujung hidung
dengan penglihatan kabur pada mata kanan. Ruam dirasakan
diawali dengan rasa baal dan nyeri. Bagaimana evaluasi dan
pengobatan?

THE CLINICAL PROBLEM

Faktor risiko utama untuk herpes zoster seiring dengan meningkatnya


usia (terutama > 50 tahun)

Dengan meningkatnya waktu setelah infeksi varicella, terdapat


penurunan tingkat kekebalan T-sel untuk VZV

Resiko lebih tinggi terkena pada perempan di banding laki-laki, yang


berkulit putih di banding kulit hitam, dan untuk orang yang
mempunyai riwayat keluarga dengan herpes zoster

Peningkatan resiko herpes zoster yaitu pada penerima transplantasi


sel induk organ, penerima terapi imunosupresif, limfoma, leukemia,
human immnuodeficiency virus (HIV)

Postherpetic neuralgia komplikasi yang paling di takuti pada herpes


zoster dengan gejala : rasa sakit berbulan bahkan bertahun,
mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, anoreksia, penurunan
berat badan, kelelahan, depresi.

Key Clinical Points

Dengan tidak adanya vaksin herpes zoster, orang-orang yang hidup sampai usia
85 tahun memiliki risiko 50% dari herpes zoster.

Penggunaan Valacyclovir atau famciclovir lebih baik daripada penggunaan


asiklovir karena kemudahan dosis dan tingkat aktivitas obat yang lebih tinggi.

Penderita herpes zoster dengan gejala visual harus dievaluasi oleh dokter
mata untuk menentukan apakah terapi mata tertentu diperlukan.

Vaksin herpes zoster dianjurkan oleh Advisory Committee on Immunization


untuk usia 60 tahun atau lebih dan digunakan pada mereka dengan atau tanpa
riwayat herpes zoster.

Clinical Symptomps

ruam sering didahului oleh kesemutan, gatal, atau nyeri Ruam dimulai sebagai
makula dan papula,yang berkembang menjadi vesikel dan kemudian pustula

Ruam biasanya mengering dengan pengerasan kulit dalam 7 sampai 10 hari.

Rasa sakit bervariasi : parestesia, dysesthesia, allodyna, hiperesthesia

Dalam sebuah studi yang membandingkan PCR (polymerase-chain-reaction)


dengan metode diagnostik lainnya, sensitivitas dan spesifisitas PCR untuk
mendeteksi DNA VZV adalah 95% dan 100%

Gambar A menunjukkan herpes zoster di mata (V1) cabang ganglia


trigeminal.
Gambar B menunjukkan vesikel dan pustula pada pasien dengan herpes
zoster.

Symptoms

Berbagai komplikasi neurologis telah dilaporkan terjadi dengan herpes zoster, termasuk Bell palsy, sindrom
Ramsay Hunt, mielitis transversa, transient ischemic attack, dan stroke. Selain itu, gangguan optalmologi
komplikasi herpes zoster terjadi pada saraf trigeminal yang dapat mencakup keratitis, skleritis, uveitis, dan
nekrosis retina akut (Tabel 1)

Nyeri akut Herpes Zoster


Spinal Cord

Virus Varicella Laten Bereplikasi di saraf Dorsalis,


menyebabkan inflamasi berat

Menuju saraf sensoris

Dorsal Root
Ganglion

Ruam Herpes
Zoster

Treatment and Prevention

Terapi antivirus direkomendasikan untuk herpes zoster pada pasien


nonimmunocompromised tertentu dan semua pasien
immunocompromised.

Tingkat aktivitas obat antivirus dalam darah lebih tinggi dan lebih
konsisten pada pasien yang menerima valacyclovir tiga kali sehari atau
famciclovir dari pada mereka yang menerima acyclovir lima kali sehari.

Melalui pembuluh darah asiklovir direkomendasikan untuk


immunocompromised orang yang membutuhkan rawat inap dan bagi
orang-orang dengan komplikasi neurologis berat.

asiklovir, valasiklovir, famsikloviTelah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan herpes zoster
(Tabel 3)

Glukokortikoid

Glukokortikoid harus dihindari pada pasien hipertensi, diabetes mellitus,


ulkus peptikum penyakit, atau osteoporosis

Penggunaan glukokortikoid dengan terapi antivirus


untuk herpes zoster tanpa komplikasi masih kontroversial.

Nyeri Akut

Obat antiinflamasi nonsteroid atau acetaminophen dapat diberikan pada


pasien dengan nyeri ringan

Opioid lebih efektif daripada gabapentin untuk herpes zoster terkait nyeri
secara acak, Opioid, seperti oxycodone, yang digunakan untuk nyeri lebih
parah terkait dengan herpes zoster.

Penyakit Mata Terkait dengan Herpes


Zoster
Pasien dengan herpes zoster dalam distribusi V1 saraf trigeminus
(termasuk lesi pada dahi dan kelopak mata atas) baik lesi di ujung atau
samping hidung atau gejala visual baru harus dievaluasi oleh dokter mata.
Pengobatan lain diperlukan selain terapi antivirus, termasuk tetes mata
mydriatil untuk melebarkan pupil dan mengurangi resiko jaringan parut
dan sinekia.
glukokortikoid topikal untuk keratitis, episkleritis, atau iritis.
obat untuk mengurangi tekanan intraokular untuk pengobatan glaukoma
dan terapi antivirus intravitreal untuk immunocompromised pasien
dengan nekrosis retina.

Postherpetic Neuralgia
Terapi

: lidokain topikal, antikonvulsan


(gabapentin dan pregabalin), antidepresan
(nortriptyline)

Terapi

kombinasi seperti gabapentin dan


nortriptyline lebih efektif

Guidlines and Conclusions

Rekomendasi telah dikembangkan untuk pengelolaan herpes zoster oleh sekelompok experts dan
untuk pencegahan herpes zoster oleh Advisory Committee on Immunization Practices.

Dalam sebagian besar kasus, diagnosis dapat dibuat secara klinis. Terapi antivirus yang paling
bermanfaat bagi orang yang memiliki komplikasi herpes zoster atau yang berada pada
peningkatan risiko komplikasi, seperti orang tua dan orang dengan sistem kekebalan,dan harus
dimulai sesegera mungkin, umumnya dalam waktu 72 jam setelah terjadinya ruam.

Valasiklovir atau famsiklovir lebih disukai daripada asiklovir karena berkurangnya frekuensi dosis
dan tingkat yang lebih tinggi dari aktivitas obat antivirus.

Penderita yang dijelaskan harus menerima Terapi antiviral oral, obat untuk nyeri (Misalnya,
opioid, dengan penambahan gabapentin jika diperlukan), dan cepat rujukan ke dokter mata.

TERIMA KASIH