Anda di halaman 1dari 6

Khutbah Pertama

Hadirin Jamaah Jumat yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Taala, Di dalam surah Al
Anam Allah Subhanahu wa Taala berfirman:
Artinya: dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia,
dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan
kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-Anam:
153)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau menjelaskan ayat ini di depan sahabatsahabat beliau, Rasulullah menggaris dengan telunjuk beliau di atas tanah sebuah garis lurus
sambil membaca ayat tersebut: Sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus maka ikutilah jalan
yang lurus tersebut.
Setelah itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggaris lagi beberapa garis disamping kiri
dan kanan dari garis yang lurus tadi dengan jari telunjuk beliau sambil membaca: janganlah
kalian mengikuti jalan-jalan yang lain ini karena kalian akan bercerai berai dari jalan
Allah Subhanahu wa Taala yang lurus tadi.
Hadirin yang sama berbahagia
Dari ayat ini dan penjelasan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terhadap ayat ini kepada
sahabat-sahabat beliau menunjukkan bahwa jalan kebenaran hanya satu, sedangkan jalan
kebatilan dan kesesatan banyak dan berbilang. Wa anna hadza shiratii mustaqimaa,
Allah Subhanahu wa Taala mengawali ayat ini dengan kata anna yang dalam Bahasa Arab
disebut sebagai huruf nasab dan tahqiq untuk mempertegas bahwa sama sekali jalan kebenaran,
jalan lurus adalah yang ditunjukkan oleh nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Jalan
kebenaran hanya Islam yang dasarnya adalah al-Quran dan Sunnah beliau. Kemudian disebutkan
shirati mustaqimaa disamping dia dipertegas dengan huruf wa anna kata-kata shirat itu
adalah isim mufrad, bentuk tunggal. Shiratun-shirathaani-shurut, kalau banyak jalan disebut
shurut. Dan Allah Subhanahu wa Taala dengan isim mufrad shirat-shirati sama dengan apa
yang kita baca dalam surah Al Fathihah idhinas shirathal mustaqim menunjukkan bahwasanya
jalan kebenaran hanya satu yang dasarnya adalah al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam. Dan itu dipertegas dengan dalil-dalil yang lain termasuk dari penjelasan nabi
kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallamketika beliau memprediksi perpecahan yang akan
terjadi setelah beliau meninggal dunia.
Sesungguhnya siapa yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat
perselisihan (perpecahan) yang banyak (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Dan dalam hadits beliau yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan,

Sesungguhnya ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di dalam Neraka dan satu
yang didalam Surga.. (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Inilah yang menjadi salah satu dalil dari nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang
menunjukkan bahwasanya thariqul haq atau jalan kebenaran hanya satu. Sementara jalan
kebatilan, jalan kesesatan, jalan kebinasaan berbilang dan begitu banyak. Dari penjelasan nabi
kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan bahwa kelompok sesat itu begitu
banyak termasuk di dalam isyarat ayat tadi kata Allah Subhanahu wa Taala mengatakan wa la
tattabius subul janganlah kamu mengikuti subul. Subul itu jamak daripada sabil, Sabilunsabilani-subul. Menunjukkan bahwa jalan kesesatan,jalan kebinasaan, jalan kebatilan berbilang
dan banyak.
Hadirin yang sama berbahagia
Jalan kebenaran yang disebutkan oleh nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika ditanya oleh
sahabat maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan jawaban, ma ana alaihi was
shahabah, apa yang aku berjalan di atasnya bersama dengan sahabat-sahabatku. Berarti jalan
kebenaran adalah apa yang ditinggalkan dan diwariskan oleh nabi shallallahu alaihi wa
sallam kepada kita dan itu terjaga, alhamdulillah, sampai saat ini. Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam berwasiat :
Saya tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan sesat di belakang keduanya,
(yaitu) kitab Allah dan Sunnahku. (HR. Malik dan Al-Hakim).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meninggalkan kepada kita agama yang haq begitu
terangnya dan begitu jelasnya jalan kebenaran yang ditinggalkan nabi kita
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam kepada kita. Rasulullah meninggalkan kepada kita
agama begitu jelas, begitu terang. Saking terang dan jelasnya malamnya sama dengan siangnya
tidak ada yang berpaling dari agama yang jelas yang ditinggalkan nabi kita shallallahu alaihi wa
sallam kecuali dia termasuk orang-orang yang binasa dan orang-orang yang merugi.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika menjelaskan perpecahan dan pertikaian yang
terjadi setelah beliau meninggal dunia maka beliau juga berwasiat dengan berpesan pada kita
sebagai jalan keselamatan beliau mengatakan,
Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Ar rasyidin
yang telah mendapat petunjuk lagi bijak. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah
dengan geraham kalian. Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap
urusan yang diada-adakan ialah bidah, dan setiap bidah ialah sesat. (HR. Ahmad, Abu Dawud,
At Tirmizy, Ibnu Majah, Al Hakim, dan lainnya.)
Hadirin yang sama berbahagia

Apa yang disinyalir dalam ayat Allah Subhanahu wa Taala tadi dan penjelasan nabi kita
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam beberapa hadits beliau hendaknya menjadi
perhatian kita secara serius. Betapa tidak, kita berada di satu zaman dimana pendapat, paham
bahkan aliran yang menyimpang dari apa yang diwariskan oleh nabi kita Muhammad shallallahu
alaihi wa sallam begitu banyak. Di negeri kita ini, yang penduduknya mayoritas dari kaum
muslimin ternyata berkembang begitu pesat aliran-aliran dan paham yang menyimpang. Bahkan
dalam persoalan-persoalan yang termasuk musallamat, masalah yang telah selesai dibahas oleh
al-Quran dan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan juga oleh para ulama kita dari zaman
Nabi shallallahu alaihi wa sallam sampai hari ini lalu kemudian diselisihi oleh sebagian orang
ternyata direstui oleh kaum muslimin.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam (Qs. Ali Imran: 19)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama
itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imrah: 85)
Persoalan yang sudah jelas sekali di dalam ayat ini bahwa Islam adalah satu-satunya sistem hidup
yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Taala. Dan dalah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam yang shahih juga disebutkan,
Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang pun dari umat ini yakni
Yahudi dan Nashrani yang telah mendengar (kedatangan)ku, kemudian sampai matinya dia tidak
beriman dengan kerasulanku, melainkan dia termasuk penghuni neraka. (HR. Muslim)
Banyak dalil-dalil yang shahih yang menerangkan hal tersebut, lalu hari ini kita mendengarkan
pernyataan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai professor dan doktor agama
mengatakan bahwa nasrani juga benar, yahudi juga benar.
Di antara contoh berikutnya, hadirin yang sama berbahagia ialah persoalan yang sudah baku dan
jelas dalilnya dalam al-Quran bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah nabi yang
terakhir.
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia
adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu. (Qs. Al-Ahzab : 40)
Dan di dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam begitu banyak menjelaskan
tentang khatbun nubuwah, bahwa beliau adalah penutup semua nabi dan semua rasul,
diantaranya beliau mengatakan,
Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi
sesudahku. (HR. Tirmidzi)

Dalil-dalil yang faqiyatuts tsubut dan faqiyatud dhalala, seperti ini dengan tegas tapi ternyata
ketika di zaman kita ini ada yang mengklaim dirinya sebagai nabi yang terakhir diikuti oleh kaum
muslimin.
Hadirin yang sama berbahagia
Semuanya kita tahu bagaimana Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India, yang mengklaim dirinya
sebagai nabi yang terakhir lalu kemudian mengembangkan paham dan ajarannya ini ternyata
direspon oleh kaum muslimin hampir di seluruh dunia bahkan di tempat kita pada hari ini.
Karenanya, hendaknya kita prihatin, kita selama ini hanya bangga bahwa kita adalah mayoritas
mutlak di negeri ini tapi ternyata tidak ada nilainya, menjadi sasaran empuk dari seluruh aliran
sesat dan paham yang menyimpang.
Mungkin ada yang bertanya kenapa negeri kita ini adalah negeri yang subur penyebaran aliran
sesat dan paham yang menyimpang. Paling tidak ada dua penyebabnya. Yang pertama tingkat
keawaman kaum muslimin pada agamanya sangat tinggi. Awamnya kaum muslimin terhadap
Islam, awamnya kaum muslimin terhadap al-Quran yang menjadi sumber dan perwujudan pada
Islam yang merupakan warisan dari nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sangat
tinggi. Mari kita menginstropeksi diri kita sejauh mana kita berinteraksi dengan al-Quran ini.
Berapa waktu yang kita sisihkan untuk kita duduk bersama dengan al-Quran. Untuk kita baca alQuran, untuk kita kaji al-Quran, untuk kita baca al-Quran dan berapa persen dari kaum
muslimin di Indonesia yang tadi kita mengatakan penduduknya mayoritas mutlak kaum muslimin,
berapa persen diantara mereka yang akrab dengan al-Quran. Ketika kita awam dengan alQuran, tidak paham al-Quran maka di saat itulah kita akan menjadi sasaran empuk penyebaran
aliran dan paham yang menyimpang dari agama yang diwariskan nabi kita
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Hadirin yang sama berbahagia,
Al-Quran ini adalah al-Furqon, membedakan antara yang haq dan bathil. Bagaimana kita bisa
membedakan yang ini benar dan yang salah, pendapat yang ini haq dan yang ini bathil ketika kita
tidak memahami al-Quran ini. Umat Islam tatkala mereka meninggalkan dan menjauhi
agamanya, meninggalkan al-Qurannya maka mereka akan awam dengan agama tersebut dan
mereka akan menjadi sasaran yang empuk penyebaran aliran dan paham yang menyimpang.
Faktor yang kedua atau sebab yang kedua kenapa negeri kita ini adalah negeri yang sangat subur
penyebaran aliran yang sesat karena pemerintah kita kurang serius menindaki seluruh paham
dan seluruh aliran yang menyimpang dari agama Islam yang benar. Diberikannya kebebasan
setiap orang untuk mengacak-acak dan menodai Islam ini. Sehingga wajar di sana sini kita
dengarkan ada pendapat baru, ada paham baru dan berkembang di dunia kaum muslimin tapi
tidak ditindaki oleh pemerintah kita ini. Mungkin karena berprinsip bahwa negara kita ini
menganut paham demokrasi dan memberikan kebebasan kepada setiap pemeluknya untuk
memeluk agama. Betul para hadirin, bahkan dalam undang-undang 45 pasal 29 disebutkan
seperti itu bahwa negara memberikan kebebasan kepada penduduknya untuk memeluk agama.

Akan tetapi sekali lagi tidak ada jaminan dan tidak ada undang-undang yang mengatur kepada
siapa yang ingin mengutak-atik dan ingin menodai kesucian dan kehormatan daripada agama
Islam yang dasarnya al-Quran dan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Karenanya ini menjadi tanggung jawab kita semua tanpa kecuali untuk bagaimana bisa
membendung aliran dan paham yang sesat yang berkembang di negeri kita ini seperti jamur di
musim hujan. Karena kalau tidak kita akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Taala nanti di hari
kemudian.
Khutbah Kedua
Hadirin yang sama berbahagia,
Ada beberapa upaya yang kita harus lakukan untuk membendung penyebaran aliran dan paham
yang sesat. Yang pertama adalah hendaknya setiap kita diantara kaum muslimin ada upaya dan
usaha untuk mempelajari al-Quran ini. Mari kita sisihkan waktu kita untuk bisa berinteraksi
dengan al-Quran dengan akrab. Paling tidak, mari kita menghadiri pengajian-pengajian, taklimtaklim, tarbiyah-tarbiyah yang di dalamnya menjadi sarana untuk bisa memahami al-Quran ini
dan kita tidak menjadi awam terhadap al-Quran yang menyebabkan kita menjadi sasaran empuk
penyebaran aliran dan paham yang sesat tadi.
Yang kedua, mari kita mengambil peran di dalam dakwah dan penyebaran Islam ini tanpa kecuali.
Karena dakwah merupakan kewajiban terhadap kaum muslimin secara keseluruhan tanpa
kecuali. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. (HR. Bukhari),
Seluruh kaum muslimin tanpa kecuali hendaknya mengambil bahagian yang jelas, proaktif di
dalam mengajak orang lain, membimbing orang lain dan memberikan pencerahan orang lain
terhadap Islam ini agar kemudian mereka mengerti dan memahami Islam ini agar kemudian
aliran sesat tidak mendapatkan tempat di negeri kita ini.
Dengan usaha yang maksimal dan usaha yang sungguh-sungguh insya Allah kita bisa
membendung aliran dan paham yang begitu marak dan banyak tersebar di tengah-tengah kaum
muslimin di negeri kita hari ini.
Mari kita bersalawat kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana
yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Taala dalam al-Quran dan Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya,
Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, barangsiapa
yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. (HR.
Baihaqi)