Anda di halaman 1dari 151

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

BADAN DIKLAT KEUANGAN


OLEH : CASURI

Casuri
TTL
NIP
Pangkat/Gol
Jabatan
Unit Kerja
Alamat Kantor

: Pekalongan, 17 Maret 1970


: 197003171996031002
: Penata Tk.I /III d
: Kasubbid Evaluasi Diklat
: Pusdiklat Bea dan Cukai
: Jl. Bojana Tirta III Rawamangun
Jakarta Timur
Alamat Rumah : Perum Kampoeng Ubud Kav. 24
Magelang Jawa Tengah
HP
: 08172357190

BUKU REFERENSI

1.

SUBEKTI , POKOK-POKOK HUKUM PERDATA.

2.

RIDUAN SYAHRANI, SELUK-BELUK DAN


ASAS-ASAS HUKUM PERDATA

3.

SUHARDANA, HUKUM PERDATA I, BUKU


PANDUAN MAHASISWA.

4.

H.R. DAENG NAJA, PENGANTAR HUKUM


BISNIS INDONESIA

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

PEMAHAMAN
JENIS-JENIS
PERUSAHAAN

HUKUM ORGANISASI PERUSAHAAN

PERUSAHAAN PERSEORANGAN

PERUSAHAAN PERSEKUTUAN
PERSEROAN TERBATAS
KOPERASI
BUMN
PERUSAHAAN MULTINASIONAL

PERUSAHAAN PERSEORANGAN

Perusahaan perseorangan
merupakan bentuk badan
usaha yang biasanya
didirikan oleh individu dan
dikelola secara Mandiri
oleh satu orang. Umumnya
modal untuk sebuah
perusahaan perseorangan
juga berasal dari satu
orang saja.

CIRI DAN SIFAT


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Relative mudah didirikan dan juga dibubarkan


Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta
pribadi
Tidak ada pajak, yang ada adalah punggutan dan retribusi
Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
Roda perusahaan diatur secara pribadi
Dapat dipindah tangankan
Jangka waktu perusahaan tidak terbatas atau seumur
hidup.

KELEBIHAN P. PERORANGAN

a)
b)
c)
d)
e)
f)

Tidak diperlukan izin pendirian perusahaan.


Seluruh laba menjadi milik perusahaan.
Kepuasan pribadi.
Kebebasan dan fleksibelitas.
Lebih mudah memperoleh kredit.
Sifat kerahasiaan.

KEKURANGAN P. PERORANGAN

a) Tanggungjawab pemilik perusahaan


tidak terbatas.
b) Sumber keuangan terbatas.
c) Kesulitan dalam manajemen.
d) Kelangsungan perusahaan kurang
terjamin.
e) Kurangnya kesempatan karir
karyawan.

CONTOH P. PERSEORANGAN
Usaha Kecil atau UKM (Usaha Kecil
Menengah)
Bengkel
Binatu (Laundry)
Salon Kecantikan
Rumah Makan, dll.

PERUSAHAAN PERSEKUTUAN
Badan Usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang
secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai
tujuan usaha.

PERUSAHAAN PERSEKUTUAN

KELEBIHAN
Modal dan kerugian ditanggung bersama
Tercipta spesialisasi
KEKURANGAN
Tanggung jawab terbatas
Laba dibagi sesuai dengan jumlah pemilik
Pengendalian perusahaan juga terbagi di
antara pemilik

BENTUK PERUSAHAAN PERSEKUTUAN

Perusahaan Persekutuan Bukan Berbadan


Hukum, yaitu Firma dan CV
Perusahaan Persekutuan Berbadan Hukum,
yaitu Perseroan Terbatas (PT), Koperasi,
Yayasan dan BUMN

PT/NV (Naamloze Venootschap)

Suatu Usaha Bersama


dilakukan minimal 2
(dua) orang pendiri yang
modalnya terbagi atas
suatu surat andil atau
Sero, yang lazimnya
disediakan untuk orang
yang hendak turut

PROSES PENDIRIAN PT

1. TAHAP AKTA NOTARIS


2. TAHAP PENGESAHAN
3. TAHAP PENDAFTARAN DALAM
DAFTAR PERUSAHAAN
4. TAHAP PENGUMUMAN
DALAM TAMBAHAN BERITA
NEGARA

ORGAN PT

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


Organ Perseroan Yang mempunyai kekuasaan
tertinggi dalam perseroan
Direksi
organ perusahaan yang memiliki kewenangan
menjalankan dan mengambil kebijaksanaan
Perusahaan
Komisaris
organ yang melaksanakan fungsi pengawasan
terhadap perseroan

TANGGUNG JAWAB

Pada Prinsipnya
Sebatas atas harta
yang ada dalam
perseroan tersebut
Pada Prinsipnya pihak
Pemegang Saham , Direksi
atau Komisaris tidak pernah
bertanggung jawab secara
Pribadi

PEMBUBARAN PT

Alasan :
1. Keputusan RUPS
2. Jangka Waktu Berdirinya Sudah Berakhir
3. Penetapan Pengadilan

FIRMA (Fa)

Suatu Usaha Bersama antara 2 (dua) orang


atau lebih yang dimaksudkan untuk
menjalankan suatu usaha di bawah suatu
nama

PROSES PENDIRIAN FIRMA

1. TAHAP AKTA OTENTIK


2. TAHAP PENDAFTARAN AKTA
FIRMA
3. TAHAP PENGUMUMAN
DALAM TAMBAHAN BERITA
NEGARA

TANGGUNG JAWAB
Setiap Tindakan yang
dilakukan untuk dan atas
nama Firma yang
bertanggung jawab secara
hukum para persero secara
renteng untuk seluruh
hutang dari Firma tersebut
Tanpa

melihat siapakan di
antara persero tersebut yang
secara riil melakukan
tindakan tersebut

COMMANDITAIRE VENNOTSCHAP (CV)

Suatu bentuk badan usaha yang didirikan oleh 2 (dua) orang


atau lebih, dimana 1 ( satu) orang atau lebih dari pendirinya
adalah persero aktif , yang menjalankan perusahaan dan akan
bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya ,
sementara 1 (satu) orang lain atau lebih merupakan persero
pasif ( persero komanditer)

TANGGUNG JAWAB
Hanyalah Persero
pengurus yang
bertanggung jawab
terhadap pihak
ketiga.

Seorang Komanditaris dapat turut


campur atau namanya turut
dipakai dalam nama perseroan ,
maka menjadi bertanggung jawab
sepenuhnya bersama-sama
dengan persero pengurus
( Hoofdelijk)

KOPERASI
Suatu badan usaha
berbentuk badan
hukum yang anggotanya
terdiri dari orang
perorangan atau badan
hukum koperasi dimana
kegiatannya didasarkan
atas prinsip ekonomi
kerakyatan berdasarkan
asas kekeluargaan untuk
mencapai tujuan
kemakmuran anggota.

Koperasi

Keanggotaan bersifat Sangat Pribadi


(Persoonlijk)
Berbadan Hukum
Berdasar Akte
Izin Menteri

BADAN USAHA MILIK NEGARA

Bentuk Usaha di Bidang-Bidang Tertentu ,


yang umumnya menyangkut kepentingan
umum, dimana peran pemerintah di dalamnya
relatif besar, minimal dengan menguasai
mayoritas pemegang saham

BENTUK-BENTUK BUMN
1. Perusahaan Jawatan

diutamakan untuk kegiatan di bidang penyediaan


jasa bagi masyarakat dan tidak mengutamakan
keuntungan.
2. Perusahaan Umum ( Perum)
Diutamakan untuk berusaha di bidang pelayanan bagi
ya
kemanfaatan umum , disamping juga untuk mendapatkan
keuntungan.
3. Perusahaan Perseroan ( Persero)
Diutamakan untuk mendapatkan keuntungan dengan
berusaha di bidang-bidang yang mendorong
perkembangan sektor swasta dan koperasi

MULTI NATIONAL CORPORATION (MNC)

suatu perusahaan yang berbasis


di satu negara (negara induk)
akan tetapi pesusahaan itu
memiliki kegiatan produksi ataupun
pemasaran cabang di negara
negara lain (negara cabang).

TERBENTUKNYA MNC

Perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam


jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain.
Perusahaan yang ada di negara asal (home country) bisa
mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi
(host country) baik sebagian atau seluruhnya.
Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar
negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk
membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya
sekurangnya 10%.

CONTOH

DUNKIN DONAT
LEVIS JEANS
EPSON
KFC
LG
BLACKBERRY

TUJUAN PEMBELAJARAN

PEMAHAMAN
PERANCANGAN
KONTRAK

HUKUM & PERANCANGAN KONTRAK


PERJANJIAN PADA UMUMNYA
JENIS-JENIS PERJANJIAN

PENGERTIAN & ARTI PENTING KONTRAK


AKIBAT HUKUM SUATU KONTRAK
BERAKHIRNYA KONTRAK

PERSELISIHAN & PENYELESAIAN


SENGKETA
PEMBUATAN KONTRAK
PENGUASAAN MATERI KONTRAK

PENGERTIAN

Suatu Perhubungan hukum


antara dua orang atau dua
pihak di dalam lapangan
harta Kekayaan ,dimana
pihak yang satu (Kreditur)
berhak atas prestasi dan
pihak yang lain (Debitur)
berkewajiban memenuhi
prestasi.

JENIS PERJANJIAN
A. Perjanjian Timbal Balik.
Perjanjian yang menimbulkan kewajiban pokok bagi kedua
belah pihak.
B. Perjanjian Cuma- Cuma dan Perjanjian Atas Beban.
Perjanjian dengan Cuma- Cuma
perjanjian yang memberikan keuntungan bagi salah satu
pihak saja.
Perjanjian atas beban
Perjanjian terhadap prestasi dari pihak yang satu selalu
terdapat kontra prestasi dari pihak lain, dan antara kedua
prestasi itu ada hubungannya menurut hukum.

JENIS PERJANJIAN
C. Perjanjian Bernama (benoemd, specified) dan
Perjanjian Tidak Bernama (onbenoemd, unspecified).
Perjanjian Bernama (khusus)
>Perjanjian yang mempunyai nama sendiri.
>Perjanjian- perjanjian tersebut diatur dan diberi nama oleh
pembentuk undang- undang, berdasarkan tipe yang paling banyak
terjadi sehari- hari.

Perjanjian Tidak Bernama


> Perjanjian- perjanjian yang tidak diatur dalam KUH Perdata, tetapi
terdapat dimasyarakat.
> Lahirnya perjanjian ini adalah berdasarkan asas kebebasan mengadakan
perjanjian atau partij otonomi yang berlaku di dalam hukum perjanjian.
> Contoh perjanjian sewa- beli, Perjanjian Timbal Balik

JENIS PERJANJIAN
D. Perjanjian Campuran (contractus sui generis)
perjanjian yang mengandung berbagai unsur perjanjian,
misalnya, pemilik hotel yang menyewakan kamar (sewa-menyewa), tetapi
menyajikan makanan (jual-beli) dan juga memberikan pelayanan.

E. Perjanjian Obligatoir
Perjanjian antara pihak-pihak yang mengikatkan diri untuk melakukan
penyerahan kepada pihak lain.

Perjanjian jual beli saja belum mengakibatkan beralihnya hak milik dari
penjual kepada pembeli.
Perjanjian jual belinya itu dinamakan perjanjian obligatoir karena
membebankan kewajiban (obligatoir) kepada para pihak untuk
melakukan penyerahan (levering). Penyerahannya sendiri merupakan
perjanjian kebendaan.

JENIS PERJANJIAN
F. Perjanjian Kebendaan (zakelijke overeenkomst)
> Perjanjian hak atas benda dialihkan/diserahkan (transfer of title)
kepada pihak lain.

G. Perjanjian Konsensual dan Perjanjian Riil.


> Perjanjian di antara kedua belah pihak yang telah tercapai
persesuaian kehendak untuk mengadakan perikatan sudah
mempunyai kekuatan mengikat.
> Namun demikian ada juga perjanjian- perjanjian yang hanya
berlaku sesudah terjadi penyerahan barang.
>Perjanjian penitipan barang (pasal 1694 KUHPerdata), pinjam pakai
>Perjanjian yang terakhir ini dinamakan perjanjian riil

JENIS PERJANJIAN
H. Perjanjian-Perjanjian Yang Sifatnya Istimewa.
1. Perjanjian Liberatoir
Perjanjian para pihak yang membebaskan diri dari kewajiban yang ada
pembebasan hutang (kwijschelding)

2. Perjanjian Pembuktian (Bewijsovereenkomst)


Perjanjian antar para pihak untuk menentukan pembuktian apakah yang berlaku
diantara mereka.

3. Perjanjian Untung-Untungan (Perjanjian asuransi) ( Kansovereenkomst)


Perjanjian yang dengan sengaja digantungkan pada suatu kejadian yang belum
tentu, kejadian mana akan menentukan untung ruginya salah satu pihak.

4. Perjanjian Publik
Perjanjian yang sebagian atau seluruhnya dikuasai oleh hukum publik karena salah
satu pihak bertindak sebagai penguasa (pemerintahan) (Perjanjian Pengadaan
Barang Pemerintah)

SUMBER-SUMBER PERIKATAN
PERIKATAN

UU
1352 BW

UU SAJA

PERJANJIAN
1311 BW

UU KARENA
PERBUATAN
MANUSIA
SESUAI
DENGAN
HUKUM

MELAWAN
HUKUM

SEMATA-MATA KARENA UU

a. Perikatan yang menimbulkan kewajiban bagi


penghuni pekarangan yang berdampingan
(pasal 625 KUH Perdata).
b. Perikatan yang menimbulkan kewajiban mendidik
dan memelihara anak (pasal 104 KUH Perdata)

KARENA UU LEWAT PERBUATAN MANUSIA

a. Perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad, tort)


pasal 1354 KUH Perdata.
b. Perbuatan Menurut Hukum (rechtmatige daad), terdiri dari:
- Perwakilan sukarela (zaakwaarneming),
pasal 1354 KUH Perdata.
- Pembayaran tidak terutang (pasal 1359 ayat (1) KUH Perdata).
- Perikatan wajar (Naturlijke Verbintennissen),
pasal 1359 ayat (2) KUH Perdata.

PERIKATAN BERSUMBER PERJANJIAN

Dasar hukum dari kekuatan suatu kontrak adalah


Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata
suatu kontrak yang dibuat secara sah berlaku sebagai
undang undang bagi mereka yang membuatnya.

Ketentuan KUH Perdata tentang perikatan,khususnya yang


berkaitan dengan kontrak berlaku terhadap:
1. Kontrak bernama (kontrak khusus), dan
2. Kontrak umum ( tidak bernama).

PENGERTIAN KONTRAK
Didefinisikan berbeda-beda.
Kontrak adalah Perjanjian
Dalam kenyataan tidak dibedakan istilah kontrak atau
perjanjian, walaupun dalam teori sering dibedakan
mengacu kepada aturan mengenai hukum kontrak dalam
pasal 1313 KUP Perdata (telah disempurnakan oleh Van
Dunne).
kontrak /perjanjian adalah suatu hubungan hukum antara
dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat untuk
menimbulkan akibat hukum.

PENGERTIAN KONTRAK
suatu janji atau seperangkat janjijanji dan akibat
pengingkaran atau pelanggaran atasnya hukum memberikan
pemulihan atau menetapkan kewajiban bagi yang
ingkar janji disertai sanksi untuk pelaksanaannya.
Setiap kontrak setidak-tidaknya melibatkan dua pihak yang
menawarkan (offeror) adalah pihak yang mengajukan
penawaran untuk membuat suatu kontrak dan Pihak yang
ditawari (offeree) adalah pihak terhadap siapa kontrak tadi
ditawarkan.

KONTRAK BERNAMA
Menurut KUH Perdata :
1. Jual-Beli
2. Tukar- Menukar
3. Sewa-Menyewa
4. Persetujuan Untuk
Melakukan Pekerjaan
5. Perseroan
6. Perkumpulan
7. Hibah

8. Penitipan Barang
9. Pinjam Pakai
10. Pinjam Mengganti
11. Bunga Tetap atau Bunga
Abadi
12. Untung-Untungan
13. Pemberian kuasa
14. Penanggungan utang
15. Perdamaian

ASAS ASAS KONTRAK


1. Asas Kontrak Sebagai Hukum Mengatur
( Aanvullen Recht)
Pada Prinsipnya hukum kontrak termasuk ke dalam
kategori hukum mengatur , yakni sebagian besar
dari hukum tersebut dapat disimpangi oleh para
pihak dengan mengaturnya sendiri.

Hukum yang mempunyai sistem terbuka


(open system)

FREEDOM OF CONTRACT
2. Asas Kebebasan Berkontrak
Para Pihak dalam suatu kontrak pada prinsipnya
bebas untuk membuat atau tidak membuat kontrak
demikian juga bebas mengatur sendiri isi kontrak

Asas ini dibatasi oleh rambu-rambu hukum :


a. Harus memenuhi syarat sebagai seuatu kontrak
b. Tidak dilarang oleh undang-undang
c. Tidak bertentangan dengan kebiasan yang berlaku
d. Harus dilaksanakan dengan itikad baik.

ASAS-ASAS KONTRAK

3. Asas Pacta Sunt Servanda


Suatu Kontrak yang dibuat secara sah oleh para pihak
mengikat para pihak tersebut secara penuh sesuai dengan
isi kontrak .
Mengikatnya secara penuh atas kontrak sama dengan
kekuatan mengikat suatu UU , apabila satu pihak tidak
menuruti kontrak yang telah dibuatnya, oleh hukum
disediakan ganti rugi atau bahkan pelaksanaan kontrak
secara paksa.

ASAS ASAS KONTRAK


4. Asas Konsensual
Jika suatu kontrak telah dibuat, maka ia telah sah dan
mengikat secara penuh, bahkan pada prinsipnya persyaratan
tertulispun tidak disyaratkan oleh hukum, kecuali kontrak
yang memang dipersyaratkan tertulis.
Syarat tertulis untuk jenis kontrak :
a. Kontrak perdamaian
b. Kontrak pertanggungan
c. Kontrak penghibahan
d. Kontrak jual beli tanah

ASAS-ASAS KONTRAK

5. Asas Obligatoir
Jika suatu kontrak telah dibuat, maka para pihak telah terikat,
tetapi keterikatannya itu hanya sebatas timbulnya hak dan
kewajiban semata-mata.
Hak Milik baru berpindah setelah adanya kontrak kebendaan
tersebut atau yang sering disebut juga dengan serah terima
(levering).

SYARAT SAHNYA KONTRAK


Persyaratan Yuridis :
1. Syarat Obyektif (Pasal 1320 KHUPerdata)
a. Perihal tertentu
b. Kausa yang diperbolehkan
2. Syarat Subjektif (Pasal 1320 KUHPerdata)
a. Adanya kesepakatan kehendak
b. Wewenang berbuat

SYARAT SAHNYA KONTRAK


3. Syarat Sah Yang Umum (di luar Pasal 1320 KUHPerdata)
a. dilakukan dengan itikad baik
b. tidak bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku
c. harus dilakukan berdasarkan asas kepatutan.
d. tidak boleh melanggar kepentingan umum.
4. Syarat Sah Yang Khusus (Untuk Kontrak Tertentu )
a. tertulis
b. akta notaris
c. akta pejabat tertentu
d. ijin dari pejabat yang berwenang

AKIBAT HUKUM KONTRAK


Lahirnya suatu kontrak menimbulkan hubungan

hukum perikatan dalam bentuk hak dan kewajiban.


Hak dan kewajiban tersebut tidak lain adalah
hubungan timbal balik para pihak pembuat kontrak.
Pemenuhan hak dan kewajiban inilah yang merupakan
akibat hukum suatu kontrak.
Akibat hukum kontrak sebenarnya adalah pelaksanaan
dari isi kontrak itu sendiri.

BERAKHIRNYA KONTRAK
1. PEMBAYARAN
Arti Sempit
pelunasan utang oleh debitur
kepada kreditur. Pembayaran
seperti ini dilakukan dalam
bentuk uang atau barang.
Arti Yuridis
Pelunasan yang dilakukan
tidak hanya dalam bentuk
uang atau barang, tetapi juga
dalam bentuk jasa

ORANG YANG BERWENANG


Orang yang dapat melakukan pembayaran utang :
1. Debitur yang berkepentingan langsung
2. Penjamin atau borgtocher
3. Orang ketiga yang bertindak atas nama debitur
Orang yang berhak menerima pembayaran :

1. Kreditur.
2. Orang yang menerima kuasa dari kreditur
3. Orang yang telah ditunjuk oleh hakim
4. Orang-orang yang berhak menurut undang-undang

BERAKHIRNYA KONTRAK
2. PEMBARUAN UTANG (NOVASI)
suatu perjanjian antara debitur dan
kreditur, di mana perjanjian lama dan
subjeknya yang ada dihapuskan dan
timbul sebuah objek dan subjek
perjanjian yang baru.
Unsur-unsur novasi:
a. adanya perjanjian baru,
b. adanya subjek yang baru.
c. adanya hak dan kewajiban, dan
d. adanya prestasi.

BERAKHIRNYA KONTRAK

3. KOMPENSASI ( PERJUMPAAN UTANG )


Penghapusan masing-masing utang dengan jalan saling
memperhitungkan utang yang sudah dapat ditagih antara
kreditur dan debitur.
Syarat terjadinya kompensasi:
a. kedua-duanya berpokok pada sejumlah uang; atau
b. berpokok pada jumlah barang yang dapat dihabiskan
dari jenis yang sama atau
c. kedua-duanya dapat ditetapkan dan ditagih seketika.

BERAKHIRNYA KONTRAK

4. PERCAMPURAN UTANG (KONFUSIO)


Percampuran kedudukan sebagai orang yang berutang
dengan kedudukan sebagai kreditur menjadi satu (Pasal 1436
KUH Perdata).
Ada dua cara :
Penerusan hak dengan alas hak umum.
si kreditur meninggal Dunia dan meninggalkan satu-satunya ahli waris, yaitu
debitur. dengan meninggalnya kreditur maka kedudukan debitur menjadi
kreditur;
Penerusan hak di bawah alas hak khusus, misalnya pada jual beli atau
legaat.
Pada umumnya percampuran utang terjadi pada bentuk-bentuk debitur
menjadi ahli waris dari kreditur.

BERAKHIRNYA KONTRAK
5. PEMBEBASAN UTANG
suatu pernyataan sepihak dari
kreditur kepada debitur, bahwa
debitur dibebaskan dari perutangan.
Dua cara terjadinya:
cuma-cuma, dan
prestasi dari pihak debitur

BERAKHIRNYA KONTRAK

6. KEBATALAN ATAU PEMBATALAN KONTRAK


Ada tiga penyebab :
a. Adanya perjanjian yang dibuat oleh orang-orang
yang belum dewasa dan di bawah pengampuan;
b. Tidak mengindahkan bentuk perjanjian yang
disyaratkan dalam undang-undang:
c. Adanya cacat kehendak.

BERAKHIRNYA KONTRAK

7. BERLAKUNYA SYARAT BATAL


suatu syarat yang bila dipenuhi akan menghapuskan
perjanjian dan membawa segala sesuatu pada
keadaan semula, seolah-olah tidak ada suatu
perjanjian (Pasal 1265 KUH Perdata).

Biasanya syarat batal berlaku pada perjanjian timbal


balik.( Perjanjian jual beli, sewa-menyewa dll.)

BERAKHIRNYA KONTRAK

8. JANGKA WAKTU KONTRAK TELAH BERAKHIR

Setiap kontrak yang dibuat baik yang melalui akta di bawah


tangan maupun yang dibuat oleh atau di muka pejabat yang
berwenang telah ditentukan secara tegas jangka waktu dan
tanggal berakhirnya kontrak.

Penentuan jangka waktu dan tanggal berakhirnya kontrak


adalah didasarkan pada kemauan dan kesepakatan para
pihak.

BERAKHIRNYA KONTRAK
9. DILAKSANAKAN OBJEK PERJANJIAN
Obyek Perjanjian sama dengan prestasi.
Di dalam perjanjian timbal balik, seperti jual beli, sewa-menyewa,
tukar-menukar dan lain-lain telah ditentukan objek perjanjian.
Misalnya : Perjanjian jual beli tanah,
Objek Perjanjian adalah barang dan harga.
Pihak penjual tanah berkewajiban untuk menyerahkan tanah secara
riil dan menyerahkan surat-surat tanah tersebut,
Pembeli tanah berkewajiban untuk menyerahkan uang harga tanah tersebut
Hak dari penjual tanah adalah menerima uang harga tanah dan
Hak dari pihak pembeli menerima tanah beserta surat-surat yang menyertainya.
Secara diam-diam maupun secara tegas Kontrak berakhir

BERAKHIRNYA KONTRAK
10 KESEPAKATAN KEDUA BELAH PIHAK
Kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan kontrak
yang telah ditutup antara keduanya.
Motivasi Menyepakatinya didasarkan pada nilai-nilai
kemanusiaan dan ada juga karena bisnis (untung rugi).

BERAKHIRNYA KONTRAK

11. PEMUTUSAN KONTRAK SECARA SEPIHAK


Pemutusan kontrak secara sepihak merupakan salah satu
cara untuk mengakhiri kontrak yang dibuat oleh para pihak.
Artinya pihak kreditur menghentikan berlakunya kontrak yang
dibuat dengan debitur, walaupun jangka waktunya belum
berakhir disebabkan debitur tidak melaksanakan prestasi
sebagaimana mestinya.

PUTUSAN PENGADILAN
12. PUTUSAN PENGADILAN

Penyelesaian lazim alternative dispute


resolution (ADR) ( konsultasi, negosiasi,
mediasi, konsiliasi, dan penilaian ahli)

Apabila ADR menemui jalan


buntu maka salah satu pihak, terutama
pihak yang dirugikan dalam
Pelaksanaan kontrak dapat
mengajukan gugatan ke Pengadilan
Negeri di tempat kontrak atau objek
berada.

PERSELISIHAN & PENYELESAIAN SENGKETA

1. MELALUI PENGADILAN (LITIGASI)


Pola Penyelesaian sengketa yang terjadi antara para pihak
yang diselesaikan oleh pengadilan dengan keputusannya
bersifat mengikat .

2. DI LUAR PENGADILAN (ALTERNATIF DISPUTE RESOLUTION)


Penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui prosedur
yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian di luar
pengadilan dengan cara arbitrasi, negosiasi, mediasi,
konsiliasi, atau penilaian ahli

PEMBUATAN KONTRAK
TAHAP TAHAP KONTRAK
Kesepakatan Awal Para Pihak
Pembuatan atau Penelaahan
Negosiasi Rancangan
Penandatanganan
Pelaksanaan
Sengketa Kontrak Bisnis
(apabila ada)

PEMBUATAN KONTRAK

Secara umum kontrak terdiri dari:


Bagian Pendahuluan
Bagian Isi
Bagian Penutup
Lampiran (apabila ada)

PEMBUATAN KONTRAK

Bagian Pendahuluan :
Sub Bagian Pembuka: berisi kata pembuka,
termasuk penyingkatan judul perjanjian dan
tanggal perjanjian
Sub Bagian Pencantuman identitas para pihak
berisi elaborasi dari pihak yang mengikatkan diri
pada perjanjian
Sub Bagian Penjelasan: berisi penjelasan mengapa
para pihak membuat perjanjian

PEMBUATAN KONTRAK

Bagian Isi terdiri dari pasal-pasal


Bagian Isi terbagi menjadi :
Klausula Definisi
Klausula Transaksi
Klausula Spesifik
Klausula Ketentuan Umum

Bagian Penutup terdiri dari dua hal:


Sub Bagian Kata Penutup
Sub Bagian Penempatan Tanda Tangan

PEMBUATAN KONTRAK

Lampiran dapat berisi:


Perjanjian yang akan datang tetapi sudah
dinegosiasikan
Deskripsi barang atau jasa yang akan
ditransaksikan
Legal opinion (pendapat hukum)
Financial statement
Lain-lain sesuai kebutuhan

PENGUASAAN MATERI KONTRAK

POIN-POIN KONTRAK PADA


UMUMNYA :
Para pihak
Pendahuluan
Definisi
Pernyataan dan Jaminan
Isi Kontrak
Harga
Ketentuan Pembayaran
Metode Pembayaran
Kewajiban Pembayaran
Waktu

PENGUASAAN MATERI KONTRAK

Penyerahan
Hak/Title
Tanggung Jawab
Ganti Rugi
Perpajakan
Keadaan Memaksa /Kahar/Force Majeur
Jangka Waktu Berlakunya
Wanprestasi
Akibat dari Wanprestasi
Pengalihan
Pengujian Inspeksi dan Sertifikasi

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

PEMAHAMAN
RESIKO BISNIS

RESIKO BISNIS

RESIKO

PENGALIHAN RESIKO

RESIKO YANG DIASURANSIKAN

PENGERTIAN RESIKO

Kewajiban untuk memikul


kerugian jikalau ada suatu
kejadian di luar kesalahan
salah satu pihak yang
menimpa benda yang
dimaksudkan dalam
perjanjian
PROF. SOEBEKTI, SH

PENGERTIAN RESIKO

Risiko adalah suatu ajaran tentang siapakah yang harus


menanggung ganti rugi apabila debitur tidak
memenuhi prestasi dalam keadaan force majeur.
Pada dasarnya setiap orang memikul sendiri risiko atas
kerugian yang menimpa barang miliknya,
Kecuali kalau kerugian itu dapat dipersalahkan kepada
orang lain atau dengan membayar sejumlah uang
tertentu atau dilimpahkan kepada perusahaan
asuransi.

BENTUK RESIKO
1. Risiko Murni
Risiko yang akibatnya hanya ada 2 macam: rugi atau break
even (pencurian, kecelakaan atau kebakaran).
2. Risiko Spekulatif
Risiko yang akibatnya ada 3 macam: rugi, untung atau break
even ( judi ).
3. Risiko Partikular
Risiko yang berasal dari individu dan dampaknya lokal
(pesawat jatuh, tabrakan mobil dan kapal kandas).
4. Risiko Fundamental
Risiko yang bukan berasal dari individu dan dampaknya luas
(angin topan, gempa bumi dan banjir).

RESIKO - KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian Ekonomis ( Perubahan Harga)


Ketidakpastian yang disebabkan oleh Alam
Ketidakpastian yang disebabkan perilaku
manusia (Pencurian , Perampokan)

JENIS RESIKO

RESIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN


BERDASAR KLASIFIKASI OBYEK ASURANSI :

Risiko Pribadi ( Personal Risk)


Resiko yang ancamannya
mengurangi/menghilangkan kemampuan diri
seseorang untuk memperoleh penghasilan
atau pekerjaan ( kecelakaan kerja , kematian)

JENIS RESIKO

Resiko Harta
Risiko yang ancamannya menghilangkan,
menghancurkan , merusakkan harta
seseorang (Property Risk) ( Pencurian,
Rumah Terbakar)

JENIS RESIKO

Resiko Harta Tanggung Gugat ( Liability Risk)


Risiko yang ancamannya mengganti kerugian
ke Pihak ke tiga akibat perbuatan tertanggung
(tabrakan yang merugikan orang lain, Pesawat
jatuh merugikan Rumah Penduduk)

CARA MENANGGUNG RESIKO


Menghindari risiko (Risk Avoidance)
tidak melakukan kegiatan yang memberikan peluang
kerugian
Mengurangi risiko (Risk Reduction)
Memperkecil peluang terjadinya kerugian
Menahan risiko (Risk Retention)
tidak melakukan apa-apa terhadap resiko karena dapat
menimbulkan kerugian
Membagi risiko (Risk Sharing)
membagi resiko dengan pihak lain
Mentransfer risiko (Risk Transfer)
memindahkan resiko ke pihak lain

AKIBAT KETIDAKCAKAPAN

Risiko yang dapat diasuransikan


Dapat dinilai dengan uang
Serupa dan dalam jumlah yang memadai
Harus bersifat murni
Terjadi kebetulan / tidak direncanakan
Tidak bertentangan dengan kepentingan umum
Premi asuransi harus wajar
Pihak yang mengasuransikan harus pihak yang
memiliki kepentingan (insurable interest)

PENGERTIAN ASURANSI
Menurut KUHD pasal 246 :
"asuransi atau pertanggungan adalah suatu
perjanjian dengan mana seorang penanggung
mengikatkan diri kepada seorang tertanggung,
dengan menerima suatu premi, untuk penggantian
kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan
dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak
tentu".

AKIBAT KETIDAKCAKAPAN
UU Nomor 2 Tahun 1992
Tentang Usaha Perasuransian :
"Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana
pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan
penggantian kepada tertanggung karena kerugian,
kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan,
atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang
mungkin akan diderita oleh tertanggung, yang timbul dari
suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan
suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau
hidupnya seseorang yang diasuransikan".

FUNGSI ASURANSI
1. Fungsi utama
sebagai pengalihan risiko, pengumpulan dana dan
premi yang seimbang.
2. Fungsi skunder
untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah
kerugian, pengendalian kerugian, memiliki manfaat
sosial dan sebagai tabungan
3. Fungsi tambahan
Sebagai investasi dana dan invisible earnings

AKIBAT KETIDAKCAKAPAN

Tiga Unsur Penting Dalam Asuransi :


1. Pihak penjamin (verzekeraar)
pihak yang berjanji akan membayar uang kepada pihak
terjamin.
2. Pihak terjamin (verzekerde)
pihak yang berjanji akan membayar premi kepada pihak
penjamin.
3. Suatu peristiwa yang semula belum jelas akan terjadi
(resiko).

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

PEMAHAMAN
SENGKETA BISNIS

SENGKETA BISNIS
WANPRESTASI DAN AKIBATNYA
SENGKETA BISNIS DAN
PENYELESAIANNYA
KEPAILITAN
ALTERNATIVE DISPUTE
RESOLUTION

ARBITRASE

WANPRESTASI

PENGERTIAN :
Debitur yang tidak memenuhi
prestasi sebagaimana dalam
perjanjian
MACAM :
1.Sama Sekali Tidak
Memenuhi Prestasi
2.Tidak Tunai Memenuhi
3.Terlambat Memenuhi
prestasi
4. Keliru Memenuhi Prestasi

GANTI RUGI

TERHADAP DEBITUR LALAI DAPAT DILAKUKAN :


1. Meminta Pelaksanaan Perjanjian Meski Terlambat
2. Meminta Penggantian Kerugian
3. Menuntut Pelaksanaan Perjanjian Disertai
Penggantian Kerugian
4. Pada Perjanjian Kewajiban Timbal Balik Dapat
Meminta Hakim Supaya Perjanjian Dibatalkan
DisertaI Ganti Kerugian

GANTI RUGI
Sanksi yang dapat
dibebankan kepada
debitur yang tidak
memenuhi prestasi
dalam suatu perikatan
untuk memberikan
penggantian biaya,
rugi dan bunga.

BIAYA, RUGI DAN BUNGA

1. Segala pengeluaran atau perongkosan yang nyata


nyata telah dikeluarkan oleh kreditur
2. Segala kerugian karena musnahnya atau rusaknya
barang barang milik kreditur akibat kelalaian
debitur
3. Segala keuntungan yang diharapkan atau sudah
diperhitungkan

BATAL - WANPRESTASI

1. Bukan Wanprestasi Penyebab Batal


2. Hakim Menpunyai Kekuasaan Discretionair
3. Dalam Wanprestasi Putusan Hakim bersifat
Constitutif tidak Declaratoir

BENTUK GANTI RUGI

1. Biaya yang sungguh sungguh telah dikeluarkan


( Kosten)
2. Kerugian Yang Sungguh-sungguh telah Menimpa
harta Benda Si Berpiutang (Schaden)
3. Kerugian Kehilangan Keuntungan ( Interessen)

BATASAN GANTI RUGI

1. Kerugian yang dapat diduga pada waktu perjanjian


dibuat dan Yang sungguh-sungguh dapat dianggap
sebagai suatu AKIBAT LANGSUNG dari Kelalaian
2. Bunga
3. Ganti Biaya Perkara

KEPAILITAN

Suatu sitaan umum yang dijatuhkan oleh Pengadilan


Khusus , dengan permohonan khusus atas seluruh aset
debitur yang mempunyai lebih dari satu
hutang/kreditur , di mana debitur dalam keadaan
berhenti membayar hutang-hutangnya sehingga
debitur segera membayar hutangnya tersebut

KEPAILITAN

1. Debitur mempunyai lebih dari 1 hutang.


2. Hutang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih
3. Permohonan dimintakan oleh pihak yang diberi
kewenangan

PIHAK-PIHAK KEPAILITAN

1. Panitia Kreditur Jika diperlukan


2. Seorang atau Lebih Kurator
3. Seorang Hakim Pengawas

BERAKHIRNYA KEPAILITAN

1. Adanya Akoord (Perdamaian)


2. Insolvensi dan Pembagian
3. Harta Debitur Tidak ada atau Tidak Cukup
4. Dicabutnya Kepailitan atas anjuran Hakim
Pengawas
5. Putusan Pailit Dibatalkan di Tingkat Kasasi atau PK
6. Seluruh Hutang dibayar lunas oleh Debitur

PROSES KEPAILITAN
1. Pengajuan Permohonan Kepailitan
2. Pemeriksaan Perkara dan Pembuktian Sederhana di
Pengadilan Niaga
3. Putusan Pailit ( Tingkat Pertama)
4. Penunjutan Kurator
5. Mulai Berlaku Tundaan Eksekusi jaminan tetap (Stay)
6. Putusan Pailit Berkekuatan Hukum Tetap
7. Verifikasi Piutang
8. Dicapai Komposisi ( Akoord, Perdamaian)
9. Homologasi ( Pengesahan Perdamaian)
10.Atau Insolvensi ( Harta Debitur Tidak Cukup)
11. Pemberesan ( Menjual Aset, Menyusun Daftar Piutang dan
Pembagian)
12. Kepailitan Berakhir
13. Rehabilitasi

AKIBAT KEPAILITAN
1. Boleh Kompensasi antara Piutang Debitur dan Piutang
Debitur
2. Berlaku Actio Pauliana
3. Perikatan setelah Debitur Pailit Tidak dibayar
4. Gugatan Hukum oleh atau terhadap Kurator
5. Debitur Pailit atau Direksinya dapat disandera (
Gijzeling)
6. Balik nama atau Pendaftaran Jaminan Hutang dicegah
7. Semua penyitaan dihentikan
8. Harta pailit dapat disegel
9. Dll

KURATOR

a. Balai Harta Peninggalan


b. Kurator Swasta
1. Lawyer
2. Akuntansi Publik

KURATOR

a. Balai Harta Peninggalan


b. Kurator Swasta
1. Lawyer
2. Akuntansi Publik

ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UU No. 30 tahun 1999


Pasal 1 ayat 10 :
Lembaga penyelesaian
sengketa atau beda
pendapat melalui prosedur
yang disepakati para pihak
, yakni penyelesaian di luar
Pengadilan dengan cara
konsultasi, negosiasi,
mediasi, konsiliasi atau
penilaian ahli.

ALTERNATIF DISPUTE RESOLUTION ( ADR)

KELEBIHAN ADR ( ARBITRASE DAN ALTERNATIF


PENYELESAIAN SENGKETA) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Sifat kesukarelaan dalam proses


Prosedur yang cepat
Prosedur yang rahasia ( confidential)
Hemat waktu
Hemat Biaya
Pemiliharaan hubungan
Tingginya kemungkinan pelaksanaan hasil
Fleksibilitas dalam merancang syarat-syarat penyelesaian
masalah
9. Keputusan Non Yudisial
10. Keputusan bertahan sepanjang waktu

KONSULTASI
Suatu tindakan yang bersifat
personal antara suatu pihak
( klien) dengan pihak lain ( yang
merupakan pihak ( konsultan)
yang memberikan pendapatnya
kepada klien untuk memenuhi
keperluan dan kebutuhan
kliennya, pendapat tersebut tidak
mengikat, artinya klien bebas
untuk menerima pendapatnya
atau tidak

MEDIASI
Upaya penyelesaian
sengketa secara damai
dimana ada keterlibatan
pihak ketiga yang netral
(mediator) , yang secara
aktif membantu pihak-pihak
yang bersengketa untuk
mencapai suatu kesepakatan
yang dapat diterima oleh
semua pihak

MEDIASI
Peran Mediator
Mediator tidak mempunyai wewenang untuk
memutuskan sengketa antara para pihak, namun
dalam hal ini para pihak menguasakan kepada
mediator untuk membantu mereka menyelesaikan
persoalan-persoalan di antara mereka

NEGOSIASI

Penyelesaian sengketa
dengan menggunakan
komunikasi dua arah dari
kedua belah pihak yang
bersengketa untuk
merumuskan sebuah
kesepakatan bersama

KONSILIASI

Proses untuk mencapai


perdamaian di luar
pengadilan , dengan
mengupayakan pertemuan di
antara pihak yang berselisih
untuk mengupayakan
perdamaian yang dilakukan
oleh pihak pihak ketiga
( konsiliator)

KONSILIASI

Tidak terlibat mendalam


atas substansi Perselisihan
Hasil Kesepakatan
ditandatangani para pihak
dan didaftarkan pada
pengadilan Negeri
Kesepakatan tertulis
konsiliasi bersifat final dan
mengikat para pihak

PENILAIAN AHLI

Pendapat hukum oleh


lembaga arbitrase
Lembaga arbitrase juga
memberikan konsultasi
berupa opini atau pendapat
hukum atas permintaan dari
setiap pihak yang
memintanya

ARBITRASE
UU No. 30 tahun 1999
tentang Arbitrase dan Altenatif Penyelesaian Sengketa
Pasal 1 ayat 1
Cara penyelesaian suatu sengketa Perdata di luar
peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian
Arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang
bersengketa

ARBITER
seorang atau lebih yang
dipilih oleh para pihak yang
bersengketa atau yang
ditunjuk oleh Pengadilan
Negeri atau oleh lembaga
arbitrase, untuk
memberikan putusan
mengenai sengketa tertentu
yang diserahkan
penyelesaiannya melalui
arbitrase.

KELEBIHAN ARBITRASE

1.
2.
3.
4.

Prosedur tidak berbelit sehingga putusan cepat


Biaya Yang Lebih Murah
Putusan tidak diekspos di depan umum
Hukum terhadap pembuktian dan prosedur lebih
luwes
5. Para Pihak dapat memilih hukum yang
diberlakukan Arbitrase
6. Para Pihak dapat memilih sendiri para Arbiter

KELEBIHAN ARBITRASE
7. Dapat dipilih arbiter dari kalangan ahli dalam
bidangnya
8. Putusan umumnya inkracht (final dan binding)
9. Putusan dapat dieksekusi Pengadilan, tanpa atau
dengan sedikit review.
10. Prosedur arbitrase lebih mudah dimengerti
masyarakat
11. Menutup kemungkinan forum shopping

KEKURANGAN ARBITRASE
1. Tersedia dengan baik untuk perusahaan besar, tidak
untuk perusahaan kecil.
2. Due Process kurang terpenuhi
3. Kurangnya unsur Finality
4. Kurangnya power untuk settlement
5. Kurangnya power law enforcement dan eksekusi
6. Kurangnya Power menghadirkan barang bukti atau
saksi
7. Dapat menyembunyikan dispute dari public Scrutiny
8. Kualitas putusan sangat tergantung kualitas arbiter

EKSEKUSI PUTUSAN ARBITRASE


Eksekusi Secara Sukarela
Para Pihak Melaksanakan sendiri secara sukarela
Eksekusi Secara Paksa
Perlu campur tangan pengadilan untuk memaksa
pelaksanaan Putusan melalui proses deponir

ALASAN PENOLAKAN PENGADILAN


Putusan Arbiter melebihi kewenangan yang diberikan
Putusan bertentangan dengan kesusilaan
Putusan bertentangan dengan ketertiban umum
Sengketa Tidak memenuhi syarat :
- Sengketa mengenai perdagangan

- Sengketa dikuasai sepenuhnya oleh para pihak


- Sengketa dapat dilakukan perdamaian.

ARBITRASE INTERNASIONAL
Melibatkan negara yang berbeda
Arbitrase Internasional :
-ICSID ( The Internasional Centre for Settlement of

Investment Disputes )
- LCID ( London Court of International Dispute)
- ICC ( International Chamber of Commerce )
Eksekuatur Indonesia : The New York Convention berdasar
Keppres 34 Tahun 1981 dikuatkan UU No. 39 Tahun 1999.

TAHAP-TAHAP EKSEKUSI
Penyerahan dan Pendaftaran Putusan

Permohonan Pelaksanaan Putusan


Perintah Pelaksanaan oleh Ketua PN Jakarta Pusat
Tahap Pelaksanaan Putusan

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

PEMBUKTIAN
DAN
DALUWARSA/
LEWAT WAKTU

DASAR PEMBUKTIAN

Pasal 1865 BW :
Barang siapa mengajukan peristiwaperistiwa atas mana ia mendasarkan
sesuatu hak, diwajibkan membuktikan
peristiwa-peristiwa itu ; sebaliknya
barang siapa mengajukan peristiwaperistiwa guna pembatalan hak orang
lain, diwajibkan juga membuktikan
peristiwa-peristiwa itu.

HAL YANG PERLU DAN TIDAK PERLU

PEMBUKTIAN :
1.
2.

3.
4.

5.

Hal Hak Yang dibantah Pihak Lawan yang


harus dibuktikan
Hal Yang diakui Kebenarannya , tidak ada
perselisihan kedua belah pihak yang
berperkara tidak usah dibuktikan
Pengakuan sebenarnya Tidak perlu
Pembuktian
Hal yang dapat dikatakan Sudah diketahui
setiap Orang ( Notoire Feiten) Tidak perlu
pembuktian
Hal yang secara kebetulan sudah diketahui
sendiri oleh Hakim Tidak perlu
pembuktian

ALAT PEMBUKTIAN -1
A. Surat-Surat :
1. Surat Akte
Suatu Tulisan yang semata-mata dibuat untuk
membuktikan sesuatu hal atau peristiwa, karenanya
suatu akte harus selalu ditandatangani.
2. Surat-Surat Lain
Tulisan yang Bukan akte yang kekuatan pembuktiannya
diserahkan pada pertimbangan hakim untuk
mempercayai atau tidak kebenarannya.

MACAM SURAT AKTE


1. SURAT AKTE RESMI ( AUTHENTIEK)
Suatu akte yang dibuat oleh atau di
dihadapan seorang paejabat umum yang
menurut UU ditugaskan untuk membuat
surat-surat akte tersebut.

2. SURAT AKTE DI BAWAH TANGAN


Suatu akte yang tidak dibuat oleh atau di
dihadapan atau dengan perantaraan
seorang pejabat umum.

PEJABAT UMUM

1. Notaris
2. Hakim
3. Juru Sita Pengadilan
4. Pegawai Pencatatan
Sipil
5. Dll

KEKUATAN PEMBUKTIAN
1.

Akta Resmi Sempurna ( Volledij Bewijs)


apabila suatu pihak mengajukan akta resmi , hakim harus menerimanya dan
menganggap apa yang dituliskan di dalam akte itu, sungguh-sungguh telah
terjadi , sehingga hakim itu tidak boleh memerintahkan penambahan
pembuktian lagi.

2. Akta di bawah tangan = Akta Resmi


apabila para pihak yang menandatangani surat perjanjian itu mengakui atau
tidak menyangkal tandatangannya , yang berarti ia mengakui atau tidak
menyangkal kebenaran apa yang tertulis dalam perjanjian itu.

3. Cap Jempol yang ditaruh di atas akte Resmi dihadapan Pejabat


yang mengenal orang yang menghadap atau diperkenalkan =

Tanda Tangan

ALAT PEMBUKTIAN -2

B. KESAKSIAN
Peristiwa-Peristiwa yang
dilihat dengan mata sendiri
atau yang dialami sendiri
oleh seorang saksi.

KEKUATAN PEMBUKTIAN KESAKSIAN

1. Bukan alat Pembuktian Yang Bersama dan mengikat


hakim , tetapi terserah hakim untuk menerima nya atau
tidak
2. Keterangan satu orang saksi tidak cukup
Hakim tidak boleh mendasakan putusan tentang kalah
menangnya suatu pihak atas satu keterangan saksi saja.

ALAT PEMBUKTIAN-4
D. PERSANGKAAN :

Suatu kesimpulan yang


diambil dari suatu
peristiwa yang sudah
terang dan nyata.

MACAM PERSANGKAAN

1.

Ditetapkan UU ( Wattelijk Vermoeden)


Suatu Pembebasan dari Kewajiban
membuktikan suatu hal untuk keuntungan salah
satu pihak yang berperkara ( Tiga Kiutansi)

2. Ditetapkan Oleh Hakim ( Rechtelijk Vermoeden)


Terdapat pada pemeriksaan suatu perkara dimana untuk
pembuktian suatu peristiwa tidak bisa didapatkan dari
saksi-saksi yang dengan mata kepala sendiri ( Zina )

ALAT PEMBUKTIAN -3
C. PENGAKUAN :
Suatu Pengakuan yang
dilakukan di depan hakim
yang merupakan
pembuktian yang Sempurna
tentang kebenaran hal atau
peristiwa yang diakui

ALAT PEMBUKTIAN -5
E. SUMPAH
1. Sumpah yang menentukan.
( Decissoir Eed)
sumpah yang diperintahkan dengan maksud
untuk mengakhiri perkara yang sedang
diperiksa oleh hakim

2. Sumpah Tambahan
(Supletoir Eed)
Sumpah yang diperintahkan oleh hakim pada
salah satu pihak yang berperkara , apabila
hakim berpendapat bahwa di dalam suatu
perkara perlu ditambah dengan penyumpahan ,
karena dipandang kurang memuaskan untuk
menjatuhkan putusan atas dasar bukti bukti
yang ada.

DALUWARSA ( VERJARING)
Suatu
sarana
hukum
untuk
memperoleh sesuatu atau suatu
alasan untuk dibebaskan dari suatu
perikatan dengan lewatnya waktu
tertentu dan dengan terpenuhinya
syarat-syarat yang ditentukan dalam
undang-undang.

DALUWARSA ( VERJARING)

Seseorang tidak boleh melepaskan


daluwarsa sebelum tiba waktunya
tetapi boleh melepaskan suatu
daluwarsa yang telah diperolehnya.

PELEPASAN HAK - VERJARING

Pelepasan Hak ( Rechtverwerking ) BERBEDA dengan


Verjaring
Dalam Pelepasan Hak :
Hilangnya sesuatu hak bukan karena lewatnya
waktu , tetapi KARENA SIKAP ATAU TINDAKAN seseorang
yang menunjukkan bahwa ia sudah tidak akan
mempergunakan sesuatu hak.
Seseorang membeli barang yang ternyata
mengandung cacat tersembunyi, Jika tidak
mengembalikan barang dan terus dipakai maka
kehilangan Hak menuntut ganti rugi

PELEPASAN DALUWARSA
Pelepasan daluwarsa dapat dilakukan secara tegas
atau secara diam-diam.

Pelepasan secara diam-diam disimpulkan dari


suatu perbuatan yang menimbulkan dugaan
bahwa seseorang tidak hendak menggunakan
suatu hak yang telah diperolehnya.

DALUWARSA
Syarat Lahirnya Daluwarsa :
Selama waktu yang diperlukan untuk berlakunya
daluwarsa harus menguasai benda itu sebagai orang
yang BERKEDUDUKAN BERKUASA (BEZITTER)

Artinya orang tersebut dalam kapasitas


penguasaan fisiknya tersebut juga BERKEHENDAK
UNTUK MENGUASAI DAN MEMILIKI benda itu bagi
dirinya sendiri.

KEDUDUKAN BERKUASA

Pasal 529 BW :
Kedudukan seseorang yang menguasai suatu
kebendaan, baik dengan diri sendiri, maupun
dengan perantaraan orang lain, dan yang
mempertahankan atau menikmatinya selaku orang
yang memiliki kebendaan itu.

BENTUK DALUWARSA
1. Daluwarsa Memperoleh (Acquisitieve Verjaring) :
Pasal 1963 BW
Suatu upaya hukum, dengan lewatnya suatu waktu
dan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu yang
ditetapkan oleh UU, memperoleh sesuatu benda.
Beziter jujur dan dapat menunjukkan alas hak
(20 tahun) sejak ia menguasai barang tersebut
Jika tidak beralas hak (30 tahun )

JENIS DALUWARSA
2. Daluwarsa Membebaskan ( Extinctieve Verjaring):

Pasal 1967 BW
Adalah suatu upaya hukum, dengan lewatnya
suatu waktu dan dengan syarat tertentu yang
ditetapkan oleh UU, dibebaskan dari suatu
kewajiban
Secara Umum : Penagihan atau tuntutan hukum
lewat waktunya 30 tahun
Secara Khusus : Rekening toko mengenai penjualan
barang sehari hari harus ditagih paling lama 5
tahun, Rekening dokter ( 2 tahun )

MELALUI DALUWARSA
Syarat Memperoleh Hak Milik :

Orang mesti memegang kedudukan berkuasa


sebagai pemilik
Cara memperoleh dan dipertahankannya dengan
itikad baik
Harus nyata dimuka umum
Harus dilakukan secara terus-menerus dan tidak
berhenti

PENCEGAH DALUWARSA
DISEBABKAN :
1. Pemanfaatan barang itu dirampas selama lebih
dari satu tahun dari tangan orang yang
menguasainya, baik oleh pemiliknya semula
maupun oleh pihak ketiga.
2. Adanya suatu peringatan, gugatan, dan tiap
perbuatan-perbuatan berupa Tuntutan Hukum,
3. Gugatan di muka Hakim

DECHEANCE (VERVALTERMIJN)

Adakalanya UU Memberikan Hak hanya untuk suatu


waktu tertentu.
Hak gugur apabila tidak dipergunakan dalam jangka
waktu tersebut
Beda dengan Verjaring :
Decheance pasti dan tidak dapat dicegah, harus
diindahkan oleh Hakim meskipun tidak diminta.
Misal Hak Reklame 30 hari setelah penyerahan
Barang ( Pasal 1145 BW)