Anda di halaman 1dari 16

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah swt. karena berkat


limpahan rahmat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
sebuah

Makalah

bertema

Ketidakstabilan

Iklim

dan

Pengaruhnya terhadap kehidupan Manusia. Penulisan Makalah


ini berkaitan dengan Ketidakstabilan Iklim yang dampaknya
saat ini kerap kali kita rasakan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak yang

telah

membantu

saya

dalam

menyelesaikan

Makalah ini, terutama kepada Allah swt., orang tua saya dan
guru Fisika saya, karena tanpa bantuan dari mereka, saya tak
mungkin bisa menyelesaikan Makalah ini.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca, agar mampu menyikapi Ketidakstabilan Iklim yang
saat ini terjadi di bumi secara bijak. Aamiin.
Belajen, 11 April 2016

Penyusun,

Kelompok I
1

Daftar Isi
Halaman

Kata Pengantar................................................................1
Daftar Isi........................................................................2
Bab 1: Pendahuluan........................................................3
A.Latar Belakang....................................................... 3
B. Rumusan Masalah...................................................4
C. Tujuan Penulisan....................................................4
D.Manfaat Penulisan...................................................4
Bab 2: Pembahasan.........................................................5
A.Definisi Ketidakstabilan Iklim...............................5
B. Pemanasan
Global
Sebagai
Penyebab
Ketidakstabilan Iklim ............................................5
C. Dampak Ketidakstabilan Iklim Bagi Kehidupan
Manusia...................................................................6
D.Cara Menanggulangi Ketidakstabilan Iklim...........8
Bab 3: Penutup..............................................................10
A.Simpulan...............................................................10
B. Saran....................................................................11
Daftar Pustaka...............................................................12

Bab I :
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Iklim merupakan suatu hal yang terjadi di bumi dan dapat
memengaruhi jenis dan persebaran tumbuhan dan hewan, kesehatan dan
kemampuan bertahan hidup, serta aktivitas kerja manusia. Iklim sendiri
adalah suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang
luas. Masalahnya, saat ini iklim tidak stabil lagi. Musim hujan dan kemarau
sudah tak menentu lagi, dimana suhu bumi semakin panas, badai, banjir,
dan kekeringan menunjukkan perubahan iklim tersebut. Lapisan es di
Antartika dan Arktik pun meleleh. Bahkan, akibatnya kondisi musim di
Indonesia tidak normal dimana hujan sering turun pada waktu masuk
musim kemarau dan jarang turun pada musim hujan, apalagi dengan
adanya fenomena El Nino dan La Nina. Bahkan, akibat hal ini produksi
CPO (sejenis kelapa penghasil minyak) pun menurun dan negara
penghasil CPO pun merugi.
Perkiraan para ilmuwan mengenai ketidakstabilan iklim adalah
selama pemanasan global terjadi, daerah bagian Utara dari belahan Bumi
Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain
di Bumi. Gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.
Lautan pun makin luas. Es yang terapung di perairan Utara jumlahnya
akan lebih menyusut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju
ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di
daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta
lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area.
Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung
meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih
banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuwan masih ragu apakah
kelembaban tersebut

malah

akan

meningkatkan

atau

menurunkan

pemanasan yang lebih jauh lagi dikarenakan uap air adalah gas rumah
kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada
3

atmosfer. Namun, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan
yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali
ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan.
Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara ratarata, sekitar 1% untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan
di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun
terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih
cepat menguap dari tanah. Akibatnya, beberapa daerah akan menjadi
lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan
mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang
memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar.
Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang
sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi
dan lebih ekstrim lagi.

B.Rumusan Masalah
Masalah yang dirumuskan dalam Makalah ini adalah masalah
Ketidakstabilan dan apa dampaknya bagi manusia. Rumusan masalah
secara lebih rinci dijelaskan sebagai berikut:
1.

Apakah yang dimaksud dengan Ketidakstabilan Iklim?

2.

Apa saja sebab-sebab terjadinya Ketidakstabilan Iklim?

3.

Apa saja ancaman Ketidakstabilan Iklim terhadap kehidupan manusia?

4.

Bagaimana cara untuk menanggulangi dampak Ketidakstabilan Iklim?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan Makalah ini adalah untuk menyadarkan pembaca
tentang bahaya dan dampak negatif dari Ketidakstabilan Iklim yang
semakin terasa dalam kehidupan kita sehari-hari, memotivasi pembaca
agar dapat menyelamatkan bumi dan menata lingkungan yang baik demi
kesejahteraan dan kemashlatan orang banyak, baik yang hidup pada
masa kini maupun masa depan. Selain itu, penulisan Makalah ini juga
dimaksudkan untuk menambah wawasan pembaca akan Ketidakstabilan
Iklim dan dampaknya bagi manusia.

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan Makalah adalah ingin menyadarkan kepada
pembaca akan dampak negatif dari Ketidakstabilan Iklim terhadap
manusia. Pasalnya, saat ini dampak nyata dari Ketidakstabilan Iklim telah
terasa dalam kehidupan saat ini. Selain itu, penulisan makalah ini juga
diharapkan dapat membuat masyarakat melakukan aksi nyata untuk
mencintai lingkungannya agar keseimbangan alam tetap terjaga di bumi
yang kita cintai ini.

Bab II :
Pembahasan
A.Definisi Ketidakstabilan Iklim
Ketidakstabilan iklim adalah Keadaan dimana suhu, tekanan udara,
angin, curah hujan, kelembapan, ataupun unsur iklim yang mempunyai
kecenderungan naik atau turun secara nyata rawan atau tidak stabil.
Ketidakstabilan tersebut saat ini berlangsung drastis. Faktor-faktor berupa
gejala alam yang menyebabkan gangguan terhadap iklim global dunia
antara lain gejala meningkatnya suhu udara di bumi yang disebut efek
rumah kaca yang diakibatkan oleh pemanasan global. Selain itu, juga
disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang merupakan salah
satu masalah terbesar. Perubahan iklim menyebabkan dampak-dampak
negatif.

Mengenai efek rumah kaca, pemanasan global, dan dampak

negatif dari Ketidakstabilan Iklim akan dibahas selanjutnya.

B. Pemanasan Global Sebagai Penyebab Ketidakstabilan


Iklim
Salah satu penyebab Ketidakstabilan Iklim adalah pemanasan
global. Pemanasan global (global warming) adalah peningkatan suhu
atmosfer, lautan, dan daratan Bumi secara global. Lebih lengkapnya,
pemanasan global merupakan satu fenomena pemerangkapan gas yang
5

dikenali

sebagai

efek

rumah

kaca yang

mana

kumpulan

gas

ini menghalang dan memerangkap atmosfer yang bebas keluar ke


angkasa. Biasanya, fenomena pemanasan global dapat dirasakan lebih
jelas di kawasan kutub utara dan selatan, kawasan pembangunan
perindustrian, dan banyak lagi tempat di dunia.
Selama seratus tahun ini, suhu rata-rata global pada permukaan
Bumi telah meningkat 0.74 0.18 C (1.33 0.32 F). Intergovernmental
Panel on Climate Change (IPCC) memberi kesimpulan sebagian besar
peningkatan

suhu

rata-rata

global

sejak

pertengahan

abad

ke-20

kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas


rumah

kaca akibat

aktivitas

manusia melalui efek

rumah

kaca.

Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah


dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negaranegara G8. Namun, masih ada beberapa ilmuwan yang tidak setuju
dengan kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan
ketidakstabilan iklim yang lain seperti naiknya permukaan air laut,
meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan
jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat ketidakstabilan iklim yang lain
adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, wilayah tropis
yang suhunya kian memanas, meningkatnya badai, kelangkaan air,
munculnya berbagai penyakit seperti stroke dan serangan jantung,
memperlambat jalannya sirkulasi air laut, dan punahnya berbagai jenis
hewan.

C. Dampak Ketidakstabilan Iklim Bagi Kehidupan


Manusia
Dampak pemanasan global dan Ketidakstabilan Iklim telah
merambah sekitar kita. Curah hujan tidak beraturan dan jika turun dalam
volume yang sangat besar, diselingi dengan tiupan angin kencang
menerpa bagian terbesar wilayah Indonesia selama tiga bulan terakhir ini.
Fenomena tersebut memicu terjadinya bencana lingkungan seperti banjir
di sepanjang DAS Bengawan Solo, Pantura Jawa dan beberapa daerah
langganan banjir di Jakarta. Banjir dan tanah longsor memang juga dipicu
6

oleh menurunnya daya dukung lingkungan karena penggundulan hutan,


alih fungsi lahan dan berkurangnya kapasitas sungai karena sedimentasi
dan penumpukan sampah. Perubahan iklim memang telah kita rasakan
dalam beberapa tahun terakhir ini. Disamping fenomena diatas, musim
kemarau selalu datang dengan panas sangat menyengat yang memicu
terjadinya kekeringan.
Dampak ketidakstabilan iklim bukan hanya menimpa Indonesia
tetapi hampir seluruh warga bumi. Kyoto, kota tempat para pemimpin
dunia pada tahun 1997 sepakat untuk mengurangi emisi CO 2, tidak luput
dari pengaruh perubahan iklim global. Pertengahan Maret yang normalnya
sudah mulai musim semi, namun musim dingin dengan temperatur 2 OC
terasa menusuk tulang dan di beberapa sudut kota diwarnai dengan
percikan salju. Peluncuran film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth
(Kebenaran yang Tidak Menyenangkan) yang menyabet 3 hadiah Oscar
menandai keprihatinan terhadap perubahan iklim global. Di Eropa,
Belanda juga masih mengalami percikan salju di bulan Februari dengan
suhu dibawah nol derajat. Suatu kondisi iklim yang tidak biasanya terjadi.
Menurut

laporan

Panel

antar

Pemerintah

untuk

Perubahan

Iklim,

peningkatan temperatur yang berkisar antara 1 sampai 3 derajat celcius


akan menimpa seluruh kawasan benua di bumi ini. Sedangkan skenario
rendah dari kenaikan rata-rata permukaan air laut berkisar antara 18
sampai dengan 38 cm.
Perubahan cuaca dan ketidakstabilan iklim dapat mengakibatkan
munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat
stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan
gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan
cuaca

yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat

mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang


berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan
kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai
dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana
sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien,
trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pemanasan global sebagai akibat adanya Efek Rumah Kaca (ERK)
yang diikuti oleh ketidakstabilan iklim akan menyebabkan perubahan7

perubahan kondisi alam. Sejumlah bukti yang memperlihatkan adanya


pemanasan global dalam kurun waktu 50 tahun terakhir disebabkan oleh
ulah tangan manusia. Lihat saja, disepanjang tahun 2002 terjadi banyak
kejadian alam yang ekstrem (Gntheroth, 2002 dalam Rachmawan, 2006),
yaitu munculnya badai El Nino di wilayah pasifik dan suhu si seputar garis
katulistiwa meningkat 1 Celcius. Di Australia selatan panjang wilayah
kebakaran hutan mencapai 3200 km. Di Cina pada bulan April terjadi
badai salju terparah sejak 40 tahun terakhir dan banjir besar terjadi pada
bulan Juni dengan ratusan korban jiwa. Bulan Agustus, terjadi banjir di
wilayah timur India dan kekeringan parah di wilayah barat. Di Siberia
mengalami suhu hangat yang tidak biasa di bulan Mei. Sementara di
Moskow mengalami bulan Januari terhangat sejak 1904; suhu melonjak
tiba-tiba dari minus 30 Celsius menjadi plus 3,5 Celsius. Di wilayah Eropa
kejadian ekstrem terjadi pada bulan Januari di Yunani, Turki, Mallorca dan
Italia dimana bentuk curah hujan salju yang sangat tinggi. Di Afrika,
sepanjang Juli hingga Agustus, kelaparan akibat kekeringan melanda
Zimbabwe,

Malawi,

Zambia,

Mozambik,

Lesotho,

Swaziland,

Kenya

(dimana curah hujan berkurang hingga 50%), dan Ethiopia. Situasi buruk
ini juga terjadi di benua Amerika. Di bulan April kekeringan melanda
wilayah timur AS. Bulan Juli kekeringan melanda 40% wilayah AS hingga
45 kebakaran hutan tercatat di Quebec hingga asapnya sampai ke New
York yang berjarak sekitar 700 km. Pada bulan Agustus di Kanada tercatat
kekeringan terparah sejak dimulainya pencatatan kondisi cuaca 130 tahun
yang lalu. Kondisi yang paling parah sebagai akibat ketidakstabilan iklim
adalah benua Asia. Diprediksikan bahwa setiap kenaikan suhu udara 2
Celsius akan menurunkan produksi pertanian antara lain di Cina dan
Bangladesh sebanyak 30% pada tahun 2050. Kelangkaan air meningkat
seiring dengan menurunnya lapisan es pegunungan Himalaya. Salah satu
dampak yang paling banyak terjadi di Asia sebagai akibat ketidakstabilan
iklim adalah peningkatan permukaan air laut.
Kembali ke Indonesia. Dampak pemanasan global yang paling terasa
bagi negara berkembang seperti Indonesia adalah pada sektor pertanian.
Dengan adanya pemanasan global akan mengakibatkan ketidakstabilan
iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu (anomali cuaca). Dampaknya
adalah petani sering terkecoh oleh cuaca. Pola tanam yang dilakukan oleh
8

petani yang biasanya dilakukan berdasarkan musim (musiman) seringkali


meleset. Sebagai contoh di bulan Oktober sampai Desember sudah terjadi
hujan satu sampai dua hari dianggap sudah masuk musim hujan. Padahal
sampai Januari hujan tidak turun, akibatnya padi yang sudah ditanam
mati kekurangan air. Kegagalan panen terjadi, petani rugi dan harga beras
naik.
Di kawasan Asia Tenggara, tercatat kenaikan temperatur pada
kisaran 0,4-1 derajat celcius. Diperkirakan kenaikan temperatur di wilayah
Asia Tenggara untuk janga menengah di tahun-tahun mendatang (20462065),

Curah hujan diperkirakan akan meningkat di negara seperti

Indonesia dan Papua Nugini. Sedangkan di negara-negara seperti


Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja dan Vietnam curah hujan diperkirakan
akan menurun sebesar 10-20 persen di bulan Maret-Mei. Secara
keseluruhan, curah hujan tahunan diperkirakan akan meningkat, kecuali di
bagian Barat Daya Indonesia. Kelembaban tanah akan meningkat hingga
1 mm di bagian Barat Daya dari kawasan ini (Papua Nugini), dan
penurunan sekitar 0,6 mm di bagian barat region ini, yaitu di negaranegara

Laos,

Vietnam,

Kamboja,

Thailand,

Malaysia,

Indonesia,dan sebagian Myanmar. kawasan pesisir pantai


Asia

Tenggara

persen lebih

akan

mengalami

tinggi

kenaikan

dibandingkan

muka

air

dengan

sebagian
di seluruh

laut

10-15

rata-rata.

.
Kenaikan muka air laut di tahun 2050 akan mencapai hingga 50 cm
dan 100 cm di tahun 2090, dimana kota-kota besar di Asia Tenggara
seperti Jakarta, Bangkok, Ho Chi Minh, Manila dan Yangon akan terkena
dampak yang paling besar.

D. Cara Menanggulangi Dampak Ketidakstabilan Iklim


Ketidakstabilan Iklim saat ini telah memberikan dampak yang
signifikan bagi kehidupan di Bumi yang kita tinggali. Terutama dampak
negatifnya, malah jauh lebih besar dan saat ini makin terasa saja bagi
9

kehidupan manusia. Hal ini menyadarkan kita untuk selalu menjaga


lingkungan kita untuk menanggulangi dampak ketidakstabilan iklim.
Berikut ini berbagai cara untuk menanggulangi dampak Ketidakstabilan
Iklim demi kehidupan masa kini dan masa depan:
a. Melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin, terutama di daerah
hutan yang telah gundul. Hal ini dikarenakan daun-daun pada pohon
menyerap karbon dioksida untuk fotosintesis.
b. Menanam bakau di pesisir pantai untuk mencegah terjadinya abrasi.
c. Revitalisasi terumbu karang di laut yang sudah dirusak oleh aktivitas
penambangan, termasuk yang terjadi di Bangka Belitung.
d. Membangun sistem peringatan dini, khususnya di pemukiman yang
sangat rawan terhadap dampak buruk ketidakstabilan iklim.
e. Menghemat

listrik,

seperti

mematikan

lampu

jika

siang

hari

dan

mematikan peralatan listrik jika tidak diperlukan, terutama pada malam


hari dimana beban puncak konsumsi listrik terjadi pada pukul 18.0021.00.
f. Mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih
g. Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan
sebagai lahan pertanian untuk mencegah hanyutnya humus karena erosi.
h. Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.
i. Menggunakan bahan-bahan dan barang-barang yang ramah lingkungan,
seperti menggunakan kantong pengganti kantong plastik untuk berbelanja
dan menggunakan lemari es yang tidak melepaskan CFC.
j. Menerapkan prinsip 4R, yaitu Reuse (memakai kembali barang-barang
yang tak terpakai untuk keperluan lain), reduce (mengurangi pemakaian
barang dan menggunakannya saat perlu saja), recycle (mendaur ulang
barang yang tak terpakai menjadi barang yang bermanfaat), dan replace
(mengganti barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang
ramah lingkungan).
k. Melakukan remediasi (membersihkan permukaan tanah dari berbagai
macam polutan dengan bantuan bakteri dan jamur).
l. Mengurang penggunaan pestisida dan pupuk buatan.
m. Kurangi penggunaan energi fosil pada kendaraan pribadi, gunakan
transportasi

umum

karena

cukup

dibanding memakai kendaraan pribadi.


10

mengurangi

pembakaran

karbon

n. Biasakan berjalan kaki atau bersepeda dalam melakukan aktivitas seharihari. Jika terpaksa menggunakan kendaraan, gunakan kendaraan umum.
Hal ini masih mempunyai hubungan dengan poin m tadi.
o. Mengganti bola lampu dengan jenis TL yang hemat energi.
p. Memanfaatkan cahaya matahari (dengan genteng kaca, glass box,
konstruksi jendela) sebagai salah satu sumber penerangan dalam rumah.
q. Mengembangkan energi baru seperti pembangkit tenaga surya, nuklir,
dan angin, namun sayangnya biaya instalasinya masih mahal, bahkan
untuk nuklir masih kontroversial karena alasan keselamatan dan limbah.
r. Penetralan limbah industri dengan membuat instalasi pengolahan limbah.
s. Memotivasi diri sendiri dan masyarakan untuk berperan menyelamatkan
Bumi.

Bab III :
11

Penutup
A.Kesimpulan
Ketidakstabilan Iklim adalah keadaan dimana unsur iklim apapun
yang mempunyai kecenderungan naik atau turun secara nyata rawan
atau tidak stabil. Faktor-faktornya antara lain gejala meningkatnya suhu
udara di bumi yang disebut efek rumah kaca yang diakibatkan oleh
pemanasan global. Pemanasan global sendiri adalah peningkatan suhu
atmosfer, lautan, dan daratan Bumi secara global. Seratus tahun ini, suhu
rata-rata

global

pada

permukaan

Bumi

telah

meningkat

tajam.

Penyebabnya diantara lain penggunaan bahan bakar fosil berlebihan,


peralatan bahan yang tidak ramah lingkungan, dan sebagainya yang
dapat membuang gas-gas tertentu ke atmosfer. Pemanasan global
menimbulkan efek rumah kaca, yaitu terjadinya peningkatan suhu udara
di muka bumi akibat semakin banyaknya gas pencemar di udara. Efek
rumah

kaca

disebabkan

karena

naiknya

konsentrasi

gas karbon

dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Efek rumah kaca berakibat
mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub dan meningkatnya suhu
air laut. Selain efek rumah kaca, juga ada efek umpan balik seperti pada
proses penguapan air dan variasi matahari yaitu perubahan jumlah energi
radiasi yang dipancarkan Matahari.
Perkiraan para ilmuwan mengenai ketidakstabilan iklim adalah
selama pemanasan global terjadi, daerah bagian Utara dari belahan Bumi
Utara akan lebih memanas dari daerah lainnya. Salah satu dampaknya
yaitu daratan bersalju akan mencair dan lautan meluas dan suhu di Bumi
menghangat. Ketidakstabilan

Iklim

memiliki

sejarahnya

sendiri,

dimanadari 650.000 sampai 50.000 tahun yang lalu iklim bumi memiliki
perubahan yang stabil, namun sejak 1950 kadar CO2 meningkat sangat
drastis karena penggunaan energi fosil. Para ilmuwan telah mempelajari
pemanasan

global

berdasarkan

model-model

komputer

yang

memprediksikan penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim


yang lebih hangat Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama,
sensitivitas iklim masih akan berada pada suatu rentang tertentu. Model

12

iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan
suhu global, tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim.
Dampak dari ketidakstabilan iklim sudah terjadi di berbagai
belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Secara
umum, dampak Ketidakstabilan Iklim bagi manusia tersebut ialah penyakit
yang berhubungan dengan panas dan bencana alam yang bisa berakibat
kematian, petani yang sering terkecoh oleh cuaca dan berakibat gagal
panen, penyebaran penyakit melalui air, vektor, maupun perubahanperubahan kondisi alam yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara untuk menanggulangi dampak ketidakstbilan iklim ialah
menanam pohon dan bakau, melestarikan terumbu karang, melakukan
penghematan energi dan sumber daya, melakukan gerakan 4R (reuse,
reduce, recycle, replace), meminimalisasi dampak limbah, mencegah
penebangan

liar

dan

menerapkan

sistem

tebang

pilih,

membuat

sengkedan, mengusulkan sumber energi alternatif, dan sebagainya.

B.Saran
Berikut adalah saran-saran yang bisa dilakukan untuk mengatasi efek
ketidakstabilan iklim yang saat ini makin menjadi:
Masyarakat pada umumnya diharapkan agar mampu menjaga
lingkungannya agar mampu menyelamatkan bumi meski dengan hal-hal
kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak menggunakan
produk yang tidak ramah lingkungan, menanam pohon, dan lainnya.
Pemerintah diharapkan agar lebih proaktif dalam upaya pelestarian
lingkungan dengan menciptakan program-program yang berwawasan
lingkungan, seperti penanaman pohon massal, revitalisasi terumbu
karang, atau memberikan izin ketat bahkan bila perlu melarang kegiatankegiatan yang dikhawatirkan merusak lingkungan, seperti penambangan
liar, dan sebagainya.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan hendaknya bersama-sama
menciptakan kawasan pendidikan berbasis lingkungan dan kurikulum
berbasis lingkungan, serta mengajak siswa-siswinya untuk mencintai
lingkungan, dalam hal ini lingkungan sekolahnya seperti mengajarkan
siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, meminimalisir
13

penggunaan kemasan makanan berbungkus plastik, mendaur ulang


sampah menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi, dan
lainnya.
Lembaga-lembaga terkait diharapkan agar ikut membantu upaya
pemerintah dalam pelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat
mencintai lingkungannya seperti mengadakan program penanaman sejuta
pohon, mengadakan pelatihan wirausaha pembuatan bahan bakan nonfosil atau kerajinan barang-barang hasil daur ulang, penanaman bakau,
dan lain sebagainya.

Daftar Pustaka
Kanginan,Marthen.2013 Fisika SMA Kelas XI. Cimahi: Erlangga.
Fitriana, Anisyah. 2013. Kharisma Buku Pendamping Geografi untuk
SMA/MA Kelas 10 Jilid 1A. Solo: CV. HaKa MJ.
Kusumawati, Rohana, dkk. 2009. PR IPA Terpadu untuk SMP/MTs
Kelas VII Semester 2. Klaten: Intan Pariwara.
Septianing, Rasti & Aggarwal. 2013. Panduan Belajar Biologi 1B SMA
Kelas X. Jakarta: Yudhistira.
Tim Penyusun Ilmu Sosial. 2013. Kreatif Geografi SMA/MA Kelas X
Semester 2. Klaten: Viva Pakarindo.
Sumber Artikel:
Badai, Banjir, & Kekeringan, Babel Pos, 23 April 2014.
Sumber Internet:
http://artikel.cindycomputer.com/2013/11/efek-negatif-kenaikansuhu-terhadap.html
http://blog.sandal-akasaka.com/iklim-mulai-tidak-stabil-bag2/
http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/hukum-lingkungan/846-dimensipolitik-dan-sosial-pemanasan-global.html
http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/17/sejarah-perubahaniklim-bumi-610354.html
http://firmansyah11.wordpress.com/2008/12/18/penyebab-globalwarming-variasi-matahari/

14

http://firmansyah11.wordpress.com/2008/12/25/penyebab-globalwarming-efek-umpan-balik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://www.kamase.org/?p=33
http://kamusbahasaindonesia.org/
http://kbbi.web.id/

MAKALAH FISIKA
Ketidakstabilan Iklim dan
Pengaruhnya terhadap Kehidupan
Manusia

15

Disusun Oleh :
1.Abdul Rachman Wirayudha
2.Chairul Anwar
3.Din Hamzah
4.Khairul.U

16