Anda di halaman 1dari 4

B

Maya Andriani (I8314036)


Rivaldo Zamara (I8314056)

STERILISASI DAN PEMBUATAN MEDIUM


Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril disebut
sterilisasi. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada
dua metode yang sering digunakan, yaitu :
1)

Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Sangat efektif untuk sterilisasi
karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih, proses cepat, daya tembus kuat
dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel
mikroba yang menyebabkan sel hancur. Suhu efektifnya adalah 121 oC pada
tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. Alat yang digunakan :
pressure cooker, autoklaf (autoclave) dan retort.

2)

Panas kering, biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium.


Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. Alat yang digunakan pada
umumnya adalah oven (Amir, 2009).
Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mematikan semua

organisme yang terdapat pada atau didalam suatu benda. Ada 4 cara yang dilakukan
untuk mensterilisasi medium yaitu :
a)

Mendidihkan medium beberapa jam sehingga semua benih kehidupan


mati.

b)

Otoklaf untuk sterilisasi menggunakan uap air panas bertekanan.

c)

Tyndalisasi merupakan cara untuk mendidihkan medium dengan uap


untuk beberapa menit saja.

d) Penyaringan dilakukan dengan cara menyaring medium dengan saringan


porselin/tanah diatom yang mengakibatkan zat-zat organik tidak akan
mengalami penguraian (Hadioetomo, 1993).
Biakan murni bakteri adalah biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang
ditumbuhkan dalam medium buatan. Medium buatan tersebut berfungsi sebagai
medium pertumbuhan. Pada medium ini bakteri dapat tumbuh dan berkembangbiak.
Bahan dasar yang digunakan untuk medium pertumbuhan ini adalah agar-agar. Untuk
bakteri heterotrof, medium dilengkapi dengan air, molekul makanan misal gula

sumber nitrogen dan mineral. Untuk hasil yang lebih baik agar bakteri tumbuh, alat
dan bahan yang digunakan disterilkan terlebih dahulu (Syamsir, 2008).
Lamanya waktu sterilisasi yang dibutuhkan bahan dipengaruhi oleh :
1.

Resistensi mikroorganisme dan enzim terhadap panas

2.

Kondisi pemanasan

3.

pH bahan

4.

Ukuran wadah/kemasan yang disterilkan

5.

Keadaan fisik bahan (Hidayat, 2008).


Konsistensi medium dapat dibuat bermacam-macam bergantung pada
keperluannya. Misalnya medium cair seperti kaldu nutrient atau kaldu glukosa dapat
digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembiakan organisme dalam jumlah
besar, penelaahan fermentasi dan berbagai macam uji. Bila diinginkan medium padat
dapat ditambahkan bahan pemadat ke dalam medium kaldu. Medium padat biasanya
digunakan untuk mengamati penampilan atau morfologi koloni dan mengisolasi
biakan murni. Sedangkan medium dengan konsistensi pertengahan disebut medium
setengah padat. Kegunaanya antara lain untuk menguji ada tidaknya motilitas dan
kemampuan fermentasi. Medium setengah padat seringkali mengandung baik gelatin
maupun agar-agar namun dalam konsentrasi lebih kecil daripada medium padat
(Hadioetomo, 1993).
Medium dapat dibuat beracam-macam bergantung kepada keperluannya.
Bahan yang paling umum digunakan untuk membuat medium menjadi padat dapat
dipakai agar. Praktisnya semua media yang digunakan untuk penyediaan medium
mikrobia sudah secara komersial dalam bentuk bubuk dan juga dalam bentuk siap
pakai. Dalam penyediaan media, kebanyakan bersifat alamiah sudah mengandung
semua nutrien yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dalam pembuatan medium mikroba
dalam lingkup mikrobiologi sangat berkaitan dengan sterilisasi. Hal ini agar medium
yang dibuat dapat berhasil. Jadi, proses sterilisasi pun perlu dipelajari lebih dalam
(Pleczar,1986).
Zat-zat hara yang ditambahkan kedalam media tumbuh suatu mikroba adalah :

Nitrogen, pada umumnya bakteri tidak dapat langsung menggunakan N 2


bebas dari udara sehingga keperluannya diberikan.
Karbon, sebagai sumber karbon digunakan berbagai gula, pati, glikogen.
Vitamin, berbagai vitamin yang diperlukan bakteri adalah Thiamine,
riboflavin, asam nikotinat, asam pantotenat, biotin.
Garam garam kimia yang diperlukan adalah K, Na, Fe dan Mg
Air sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan pembiakan mikrobia. Air yang
digunakan dalam pembuatan media adalah aquadest (Lay. 1992).
Kebanyakan bakteri dapat hidup paling baik dalam keadaan sekitar netral,
oleh karena itu sebelum digunakan biasanya medium disesuaikan pada pH sekitar 7.
hanya sedikit bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan ekstrem yang kisaran pH
nya 8,5 atau 2,2 karena itu pH harus disesuaikan dengan jenis mikroba yang
ditumbuhkan (Volk & Wheeler, 1993).
Panas lembab sangat efektif digunakan meskipun pada suhu yang tidak begitu
tinggi, karena ketika uap air berkondensasi pada bahan-bahan yang disterilkan
dilepaskan panas sebesar 686 kalori per gram uap air pada suhu 121 oC. Panas ini
mendenaturasikan atau mengkoagulasikan protein pada organisme hidup dan dengan
demikian mematikannya (Amir, 2009).
Faktor faktor yang menyebabkan berhentinya pertumbuhan mikroba antara
lain:
1. Penyusutan konsentrasi nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan mikroba
karena habis terkonsumsi.
2. Produk akhir metabolisme yang menghambat pertumbuhan mikroba karena
terjadinya inhibisi dan represi.
Medium yang digunakan dalam fermentasi harus memenuhi syarat syarat
sebagai berikut:
1. Mengandung nutrisi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan sel.
2. Mengandung nutrisi yang dapat digunakan sebagai sumber energi bagi sel.
3. Tidak mengandung zat yang menghambat pertumbuhan sel.

4. Tidak terdapat kontaminan yang dapat meningkatkan persaingan dalam


penggunaan substrat.
Hal yang perlu ditekankan pada sterilisasi medium ini adalah larutan
nutrisi tidak boleh di sterilisasi bersamaan dengan larutan glukosa agar tidak
terjadi proses karamelisasi (Lay, 1992).
Sumber :http://dokumen.tips/documents/sterilisasi-pembuatan-mediummikrobia.html.
Diakses : Rabu, 6 April 2016