Anda di halaman 1dari 12

ABORTUS

Definisi
Pengeluaran
hasil konsepsi
sebelum janin
dapat hidup di
luar kandungan
(u.k. < 20 minggu atau berat janin <
500 gram)

Epidemiologi
Prevalensi kejadian
abortus mengalami
peningkatan sesuai
dengan umur ibu,
yaitu :
12% wanita usia <
20 th
50% wanita usia >
45 th

Faktor Risiko
Faktor fetus
Faktor ibu
Faktor paternal

Klasifikasi
Abortus
Iminens
Abortus
Insipiens

Abortus
Inkompl
et
Abortus
Komplet
Missed
Abortion

P
A
T
O
F
I
S
I
O
L
O
G
I

Perdarahan ke dalam desidua basalis

Nekrosis jaringan sekitar daerah implantasi

Infiltrasi sel-sel peradangan akut

Jumlah darah yang terkumpul dalam desidua


semakin banyak
Hasil konsepsi terlepas sebagian atau
seluruhnya
Dianggap sebagai benda asing
Sebagai reaksi, uterus berkontraksi untuk
mengeluarkannya

Gejala dan Tanda


Amenorea
Tes kehamilan (+)
Perdarahan pervaginam dengan
jumlah yang bervariasi
Kram atau nyeri perut bawah

Diagnosis Banding

Kehamilan ektopik
Perdarahan serviks
Polip endoserviks
Mola Hidatidosa
Pedunculated submocous myoma

Diagnosis

Anamne
sis

Px. Fisik
&
VT

Reaksi
Kehamil
an

Foto
Rontgen
t Abd. &
USG

Terapi
1. Perbaikan keadaan umum bila ditemukan
adanya tanda-tanda syok atau anemia
2. Pada abortus iminens :
a. Tirah baring untuk mempertahankan kehamilan
b. Bila perdarahan terus berlangsung dilatasi dan
kuretase

3. Pada abortus insipiens dan inkomplet


digital dan kuretase, selanjutnya diberi obat
uterotonika dan antibiotika
4. Pada abortus kompletus diberi uterotonika

Komplikasi

Perdarahan
Perforasi akibat tindakan
Infeksi dan tetanus
Payah ginjal akut
Syok

Prognosis
Pada abortus iminens prognosis
baik bila perdarahan berhenti dan
nyeri/kram perut bawah hilang
Pada abortus insipien dan inkomplet
prognosis baik bila hasil konsepsi
dapat dikeluarkan secara lengkap