Anda di halaman 1dari 24

Tugas Mandiri Marleni (1102010156)

Skenario 1
Blok KedKom
Sasbel & Pembahasan :
1. MM Memahami dan Menjelaskan Perilaku Kesehatan yang Berisiko Pada Masa Pubertas
a. Definisi Pubertas
Beberapa pengertian mengenai pubertas yaitu:
1. Menurut Prawirohardjo (1999: 127) pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanakkanak dan masa dewasa.
2. Menurut Soetjiningsih (2004: 134) pubertas adalah suatu periode perubahan dari tidak
matang menjadi matang.
3. Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang
artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang
menunjukkan perkembangan seksual.
4. Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan
dimana terjadi kematangan alatalat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi
Pubertas : periode terjadinya perubahan fisik,fisiologis serta kematangan seksual secara pesat
terutama pada masa awal remaja. Terjadi pada usia 11/12 dan 15/16 tahun.
Definisi Remaja berdasarkan usia :
Remaja : adolescence ; tumbuh menjadi dewasa (to grow into maturity) dan didahului oleh fase
pubertas.

Di Indonesia menurut Biro Pusat Statistik (1999) kelompok remaja adalah sekitar 22% yang
terdiri dari 50,9% remaja laki-laki dan 49,1% remaja perempuan. Masa remaja, yakni usia
antara usia 11 20 tahun adalah suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan
sering disebut masa peralihan
b. Tahapan Perkembangan Masa Remaja
Tumbuh kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan psikososial dan seksual, semua
remaja akan melewati tahapan berikut :
1. Masa remaja awal/dini (early adolescence) : umur 11 13 tahun.
1

Dengan ciri khas : ingin bebas, lebih dekat dengan teman sebaya, mulai berfikir abstrak dan
lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya.
1. Masa remaja pertengahan (middle adolescence) : umur 14 16 tahun.
Dengan ciri khas : mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan, berkhayal
tentang seksual, mempunyai rasa cinta yang mendalam.
2. Masa remaja lanjut (late adolescence) : umur 17 20 tahun.
Dengan ciri khas : mampu berfikir abstrak, lebih selektif dalam mencari teman sebaya,
mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, pengungkapan kebebasan
diri.
Tahapan ini mengikuti pola yang konsisten untuk masing-masing individu. Walaupun setiap
tahap mempunyai ciri tersendiri tetapi tidak mempunyai batas yang jelas, karena proses tumbuh
kembang berjalan secara berkesinambungan.

Perkembangan Biologis Remaja


Perubahan hormonal ditandai dengan cepatnya pertumbuhan fisik
Laki-laki : Perkembangan dada yang semakin bidang dan tubuh yang semakin berotot
Perempuan : Pinggulnya membesar dan munculnya lemak. Perempuan dua tahun lebih
cepat dibandingkan dengan anak laki laki (Berk, 1998)
Perkembangan Psikologis Remaja
Perkembangan identitas diri.

Identitas diri: adalah pikiran pikiran dan perasaan yang dimiliki mengenai diri (Gardner,
1992); bagaimana remaja mendeskripsi diri secara terorganisir, merupakan ekspansi dari

rasa harga diri (Berk, 1998)


Mulai meninggalkan masa kecil yang tenang menuju masa dewasa yang penuh persoalan
Belajar untuk membuat keputusan sendiri dan sering bertentangan dengan orang tua
Biasanya gampang tersinggung dan sulit dimengerti
Mulai ada privasi dan menjalin hubungan dengan lawan jenis

Perkembangan sosial
Pengaruh teman sebaya sangat kuat
Terbentuknya pengelompokan sosial
Tugas perkembangan masa remaja dan pubertas :
Mencari relasi yang lebih matang dengan teman seusia (laki-perempuan)
Mencapai peran sosial feminim atau maskulin
Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif
Meminta, menerima dan mencapai perilaku bertanggungjawab secara sosial
Mencapai kemandirian secara emosional
Mempersiapkan untuk karir ekonomi
Mempersiapkan untuk menikah dan berkeluarga
Memperoleh set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku

c. Perilaku Berisiko Remaja


Perilaku berisiko adalah perilaku yang dapat membahayakan aspek-aspek psikososial sehingga
remaja sulit berhasil dalam melalui masa perkembangannya. Perilaku berisiko dilakukan remaja
dengan tujuan tertentu yaitu untuk dapat memenuhi perkembangan psikologisnya.
Beberapa hal berikut adalah faktor risiko untuk masa remaja mengalami perilaku berisiko
yaitu ;
a. Perubahan emosi menyebabkan remaja mudah tersinggung, mudah menangis, cemas,
frustasi dan sekaligus tertawa.
b. Perubahan intelegensi, sehingga menyebabkan remaja menjadi mudah berfikir abstrak serta
senang memberi kritik. Disamping itu remaja juga mudah untuk mengetahui hal-hal baru,
sehingga memunculkan perilaku ingin mencoba-coba.
c. Keingintahuan yang tinggi, khususnya terkait dengan kesehatan reproduksi remaja,
mendorong ingin mencoba dalam bidang seks yang merupakan hal yang sangat rawan,
karena dapat membawa akibat yang sangat buruk dan merugikan masa depan remaja,
khususnya remaja putri.
d. Beberapa keadaan yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan remaja antara lain adalah 1)
masalah gizi, 2) masalah pendidikan, 3) masalah lingkungan dan pekerjaan, 4) masalah seks
dan seksualitas dan 5) masalah kesehatan reproduksi remaja itu sendiri.
Tanda dan gejala perilaku remaja berisiko
3

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Selalu ingin menang sendiri


Selalu memaksakan kehendaknya
Kebiasaan merokok
Agresif
Curiga
Mudah marah dan mudah tersinggung
Suka mencari alasan yang tidak logis
Sering pulang larut malam, bahkan terkadang suka menginap di rumah teman dengan alasan

yang cenderung di buat-buat


i. Berpenampilan tidak rapih, acuh tak acuh sampai tidak peduli terhadap perawatan diri
sendiri
j. Ada perubahan emosi atau mental secara tiba-tiba
Dampak perilaku remaja berisiko yang tidak diatasi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Dapat terjadi perilaku seks bebas pada remaja.


Terjadinya kehamilan diluar nikah
Dapat menjadi pengguna atau pengedar NAPZA
Perokok berat
Berperilaku kriminal yang menyebabkan konflik dalam keluarganya.
Cedera fisik
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada keluarga dengan perilaku remaja berisiko

Perilaku menyimpang remaja


Masalah Remaja di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SMP/ SMA selalu mendapat banyak
hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk perilaku. Berikut ada lima daftar
masalah yang selalu dihadapi para remaja di sekolah.
Perilaku Bermasalah (problem behavior)
Masalah perilaku yang dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar
jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah yang
dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan remaja lain,
dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam dalam mengikuti berbagai aktivitas
yang digelar sekolah misalnya, termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang
menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour
akan merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat perilakunya
sendiri.
Perilaku menyimpang (behaviour disorder)
Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang
remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang diakui
bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder. Seorang remaja mengalami hal ini
jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan hilangnya konsentrasi diri. Perilaku
menyimpang pada remaja akan mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang
mengarah pada tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena
persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.
4

Penyesuaian diri yang salah (behaviour maladjustment)


Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan mencari
jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya.
Perilaku menyontek, bolos, dan melangar peraturan sekolah merupakan contoh penyesuaian diri
yang salah pada remaja di sekolah menegah (SMP/SMA).
Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder)
Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar
dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau
dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Penyebabnya, karena sejak kecil
orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. Wajarnya, orangtua
harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang
salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik
atau benar. Seorang remaja di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia
memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan
aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya. Selain itu, conduct disorder
juga dikategorikan pada remaja yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku
oposisi yang ditunjukkan remaja yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan
orang lain.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Attention Deficit Hyperactivity Disorder yaitu anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian
dan tidak dapat menerima impul-impuls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol
dan menjadi hiperaktif. Remaja di sekolah yang hiperaktif biasanya mengalami kesulitan dalam
memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan
kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika diajak berbicara,
remaja yang hiperaktif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak
hiperaktif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami
kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.
Pencegahan
1. Promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan tentang pentingnya memelihara kesehatan
reproduksi pada remaja.
2. Pelibatan remaja dalam kelompok sebaya seperti peer kounselor atau peer educator.
3. Pelibatan remaja dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan di masyarakat.
4. Pelatihan remaja dalam keterampilan perilaku hidup sehat tentang pencegahan masalah
kesehatan remaja.
Perawatan
5

1. Pelibatan remaja dalam alternatif solusi masalah yang dihadapi.


2. Pelatihan keterampilan perilaku hidup sehat tentang penanganan masalah yang dihadapi
remaja.
3. Bimbingan dan konsultasi terhadap keluarga tentang alternatif solusi berdasarkan
kemampuan dan kebutuhan keluarga.
4. Konseling keluarga dan atau dengan remaja tentang masalah yang dihadapinya.
5. Bimbingan antisipasi berbagai kejadian yang dapat terjadi pada remaja dan keluarganya
serta cara menghadapinya.
d. Kesehatan Reproduksi Remaja
Definisi Kesehatan Reproduksi Remaja :
Kesehatan reproduksi kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas
dari penyakit atau kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi,
fungsi serta prosesnya (WHO)
Prasyarat reproduksi sehat :
1. Supaya tidak terjadi kelainan anatomis fisiologis perempuan harus memiliki rongga
pinggul yang cukup besar untuk mempermudah persalinan; memiliki kelenjar penghasil
hormon reproduksi yang sehat Diperlukan gizi yang adekuat
2. Diperlukan landasan psikis yang kuat dan memadai dimulai sejak bayi
3. Terbebas dari penyakit organ reproduksi
4. Dapat melewati masa hamil dengan aman
Masalah kesehatan reproduksi remaja:
1. Perkosaan
Kejahatan perkosaan ini biasanya banyak sekali modusnya. Korbannya tidak hanya remaja
perempuan, tetapi juga laki-laki (sodomi). Remaja perempuan rentan mengalami
perkosaan oleh sang pacar, karena dibujuk dengan alasan untuk menunjukkan bukti cinta.
2. Free sex
Seks bebas ini dilakukan dengan pasangan atau pacar yang berganti-ganti. Seks bebas pada
remaja ini (di bawah usia 17 tahun) secara medis selain dapat memperbesar kemungkinan
terkena infeksi menular seksual dan virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus), juga
dapat merangsang tumbuhnya sel kanker pada rahim remaja perempuan. Sebab, pada
remaja perempuan usia 12-17 tahun mengalami perubahan aktif pada sel dalam mulut
rahimnya. Selain itu, seks bebas biasanya juga dibarengi dengan penggunaan obat-obatan
terlarang di kalangan remaja. Sehingga hal ini akan semakin memperparah persoalan yang
dihadapi remaja terkait kesehatan reproduksi ini.
3. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
Hubungan seks pranikah di kalangan remaja didasari pula oleh mitos-mitos seputar
masalah seksualitas. Misalnya saja, mitos berhubungan seksual dengan pacar merupakan
bukti cinta atau mitos bahwa berhubungan seksual hanya sekali tidak akan menyebabkan
kehamilan. Padahal hubungan seks sekalipun hanya sekali juga dapat menyebabkan
kehamilan selama si remaja perempuan dalam masa subur.
6

4. Aborsi
Aborsi merupakan keluarnya embrio atau janin dalam kandungan sebelum waktunya.
Aborsi pada remaja terkait KTD biasanya tergolong dalam kategori aborsi provokatus atau
pengguguran kandungan yang sengaja dilakukan. Namun begitu, ada juga yang keguguran
terjadi secara alamiah atau aborsi spontan. Hal ini terjadi karena berbagai hal antara lain
karena kondisi si remaja perempuan yang mengalami KTD umumnya tertekan secara
psikologis, karena secara psikososial ia belum siap menjalani kehamilan. Kondisi
psikologis yang tidak sehat ini akan berdampak pula pada kesehatan fisik yang tidak
menunjang untuk melangsungkan kehamilan.
1. MM Resiko tinggi kehamilan/Kehamilan resiko tinggi (RESTI)
a. Faktor Risiko Tinggi Kehamilan
Faktor risiko kehamilan adalah sebuah keadaan dimana seorang wanita hamil di perkirakan
akan mengalami gangguan yang akan menganggu kehamilannya dan berdampak pada wanita
hamil tersebut ataupun bayi yang sedang di kandungnya.
Kehamilan Risiko Rendah
Ibu hamil dengan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tidak memiliki faktor-faktor risiko
berdasarkan klasifikasi risiko sedang dan risiko tinggi, baik dirinya maupun janin yang
dikandungnya. Contohnya adalah primipara tanpa komplikasi, multipara tanpa komplikasi, dan
persalinan spontan dengan kehamilan prematur dan bayi hidup.
Kehamilan Risiko Sedang
Ibu hamil yang memiliki satu atau lebih dari satu faktor risiko tingkat sedang, contohnya adalah
ibu yang usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, tinggi badan kurang dari 145 cm,
jarak kehamilan terlalu dekat (< 2 tahun), jumlah anak terlalu banyak (> 4 anak), kehamilan
lebih bulan, dan persalinan yang lama. Faktor ini dianggap nantinya akan mempengaruhi
kondisi ibu dan janin, serta memungkinkan terjadinya penyulit pada waktu persalinan.
Kehamilan Risiko Tinggi
Ibu hamil yang memiliki satu atau lebih dari satu faktor-faktor risiko tinggi, antara lain adanya
anemia pada ibu hamil, pernah gagal kehamilan (keguguran), kehamilan kembar, kehamilan
dengan kelainan letak, pendarahan, dan penyakit pada ibu hamil (malaria, TB Paru, penyakit
jantung, DM, infeksi menular seksual pada kehamilan, eklampsia, pre eklampsia,). Faktor
risiko ini dianggap akan menimbulkan komplikasi dan mengancam keselamatan ibu dan janin
baik pada saat hamil maupun persalinan nanti.
Bahaya Kehamilan Berisiko
Bahaya yang dapat ditimbulkan akibat ibu hamil dengan risiko adalah bayi lahir belum cukup
bulan, bayi lahir dengan BBLR, keguguran (abortus), partus macet, perdarahan ante partum dan
post partum, IUFD, keracunan dalam kehamilan, kejang (Prawirohardjo, 2008)
b. Faktor Penyebab Risiko Tinggi Kehamilan
7

Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, 80 % karena komplikasi obstetri dan 20 % oleh
sebab lainnya. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah 3 Terlambat dan 4 Terlalu.
3 faktor terlambat :
Terlambat dalam mengambil keputusan
Terlambat sampai ke tempat rujukan
Terlambat dalam mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan
4 faktor terlalu :
Terlalu muda saat melahirkan (< 20 tahun)
Terlalu tua saat melahirkan (> 35 tahun)
Terlalu banyak anak (> 4 anak)
Terlalu dekat jarak melahirkan (< 2 tahun)
c. Pencegahan Risiko Tinggi Kehamilan dan AKI yang Tinggi
Sebagian besar kematian ibu hamil dapat dicegah apabila mendapat penanganan yang adekuat
difasilitas kesehatan. Kehamilan dengan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan
sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan, antara lain: Sering
memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur, minimal 4x kunjungan selama masa
kehamilan yaitu: (a) Satu kali kunjungan pada triwulan pertama (tiga bulan pertama). (b) Satu
kali kunjungan pada triwulan kedua (antara bulan keempat sampai bulan keenam). (c) Dua kali
kunjungan pada triwulan ketiga (bulan ketujuh sampai bulan kesembilan).
Imunisasi TT yaitu imunisasi anti tetanus 2 (dua) kali selama kehamilan dengan jarak satu
bulan, untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi baru lahir. Bila ditemukan risiko tinggi,
pemeriksaan kehamilan harus lebih sering dan intensif. Makan makanan yang bergizi Asupan
gizi seimbang pada ibu hamil dapat meningkatkan kesehatan ibu dan menghindarinya dari
penyakit- penyakit yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi. Menghindari hal-hal yang
dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil: (a) Berdekatan dengan penderita penyakit
menular. (b) Asap rokok dan jangan merokok. (c) Makanan dan minuman beralkohol. (d)
Pekerjaan berat. (e) Penggunaan obat-obatan tanpa petunjuk dokter/bidan. (f) Pemijatan/urut
perut selama hamil. (g) Berpantang makanan yang dibutuhkan pada ibu hamil. Mengenal tandatanda kehamilan dengan risiko tinggi dan mewaspadai penyakit apa saja pada ibu hamil. Segera
periksa bila ditemukan tanda-tanda kehamilan dengan risiko tinggi. Pemeriksaan kehamilan
dapat dilakukan di Polindes/bidan. desa, Puskesmas/Puskesmas pembantu, rumah bersalin,
rumah sakit pemerintah atau swasta.
Program, perencanaan, persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K)
Suatu Kegiatan yang difasilitasi oleh Bidan di Desa dalam rangka peningkatan peran aktif
suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan Persalinan yang aman dan persiapan
menghadapi komplikasi pada ibu hamil, termasuk perencanaan pemakaian alat kontrasepsi
8

pasca persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran untuk
meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir KB.

Tujuan Pemasangan Stiker P4K


Penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu hamil terdata,
tercatat dan terlaporkan keadaannya oleh bidan dengan melibatkan peran aktif unsur unsur
masyarakat seperti kader, dukun dan tokoh masyarakat.
Masyarakat sekitar tempat tinggal ibu mengetahui ada ibu hamil, dan apabila sewaktu
waktu membutuhkan pertolongan, masyarakat siap sedia untuk membantu. Dengan
demikian, ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak terlambat untuk mendapat
penanganan yang tepat dan cepat.
Manfaat P4K
Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin. Ibu nifas dan
bayi baru lahir melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan
persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dan tanda bahaya kebidanan dan
bayi baru lahir bagi ibu sehingga melahirkan bayi yang sehat.
Mekanisme P4K

Langkah-langkah pelaksanaan P4K dengan Pemasangan Stiker

Orientasi P4K dengan Stiker untuk pengelola program dan stakeholder terkait di tingkat
Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas.
Sosialisasi di tingkat desa kepada kader, dukun, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK serta
lintas sektor di tingkat desa.
Pertemuan bulanan di tingkat desa (Forum Desa Siaga, Forum KIA, Pokja Posyandu ,dll)
yang melibatkan Kades,Toma, Toga, Kader dengan difasilitasi oleh BdD, yang dipimpin
oleh kades.
Mendata jumlah ibu hamil di wilayah desa (setiap bulan)
Membahas dan menyepakati calon donor darah, tranportasi dan pembiayaan ( Jamkesmas,
Tabulin )
Membahas tentang pembiayaan pemberdayaan masyarakat (ADD, PNPM, GSI, Pokjanal
Posyandu, dll)
BdD bersama dengan kader atau dukun melakukan kontak dengan ibu hamil, suami dan
keluarga untuk sepakat dalam pengisian stiker termasuk pemakaian KB pasca persalinan
BdD bersama kader Mengisi dan menempel Stiker di rumah ibu hamil.
BdD Memberikan Konseling pada ibu hamil, suami dan keluarga tentang P4K terutama
dalam menyepakati isi dalam stiker sampai dengan KB pasca persalinan yang harus tercatat
dalam Amanah Persalinan yang dilakukan secara bertahap yang di pegang oleh petugas
kesehatan dan Buku KIA yang di pegang langsung oleh ibu hamil, dll.
BdD Memberikan Pelayanan saat itu juga sesuai dengan standar ditambah dengan
pemeriksaan laboratorium (Hb, Urine, bila endemis malaria lakukan pemeriksaan apus darah
tebal, PMTCT, dll)
Setelah melayani , BdD merekap hasil pelayanan ke dalam

pencatatan Kartu Ibu, kohort

ibu, PWS KIA, Peta sasaran Bumil, Kantong Persalinan, termasuk kematian ibu , bayi lahir
dan mati di wilayah desa (termasuk dokter dan bidan praktek swasta di desa tsb)
Melaporkan hasil tersebut setiap bulan ke Puskesmas
Pemantauan Intensif dilakukan terus pada ibu hamil, bersalin dan nifas.
Stiker dilepaskan sampai 40 hari pasca persalinan dimana ibu dan bayi yang dilahirkan
aman dan selamat
Peran Masyarakat/Kader/Dukun
Membantu bidan dalam mendata jumlah ibu hamil di wilayah desa binaan.
Memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan kesehatan ibu (Tanda Bahaya
Kehamilan, Persalinan dan sesudah melahirkan)
Membantu Bidan dalam memfasilitasi keluarga untuk menyepakati isi Stiker, termasuk KB
Pasca melahirkan.
Bersama dengan Kades, Toma membahas tentang masalah calon donor darah, transportasi
dan pembiayaan untuk membantu dalam menghadapi kegawatdaruratan pada waktu hamil,
bersalin dan sesudah melahirkan.
Menganjurkan suami untuk mendampingi pada saat pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan
sesudah melahirkan
Menganjurkan Pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan
10

2. MM Audit kematian maternal perinatal (AMP : Audit Maternal Perinatal)


Definisi
Audit Maternal Perinatal merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan melalui kegiatan pembahasan kasus kesakitan,
kematian ibu dan perinatal yang bertujuan sebagai pembelajaran sehingga
tidak terjadi lagi kasus yang sama di masa yang akan datang. Pembahasan
ini dilakukan oleh Tim AMP Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk dengan
berazaskan No Name, No Shame, No Blame dan No Pro Justicia.
Audit maternal perinatal adalah proses penelaahan bersama kasus kesakitan
dan kematian ibu dan perinatal serta penatalaksanaannya, dengan
menggunakan berbagai informasi dan pengalaman dari suatu kelompok
terdekat, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling
tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA disuatu
wilayah.
Data
Semua kasus kematian yang teridentifikasi dilengkapi data-datanya
oleh petugas yang membawahi wilayah terjadinya kematian
Kematian di fasilitas kesehatan menggunakan data dari rekam medis
Kematian di luar fasilitas kesehatan (di luar jangkauan petugas)
menggunakan kuesioner otopsi verbal
Dalam pelaksanaan audit maternal perinatal ini diperlukan mekanisme
pencatatan yang akurat, baik ditingkat puskesmas, maupun ditingkat RS
kabupaten/kota. Pencatatan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
Tingkat puskesmas
Selain menggunakan rekam medis yang sudah ada dipuskesmas
,ditambahkan pula :
1. Formulir R (formulir rujukan maternal dan perinatal)
Formulir ini dipakai oleh puskesmas, bidan di desa maupun bidan swasta
untuk merujuk kasus ibu maupun perinatal.
2. Form OM dan OP (formulir otopsi verbal maternal dan perinatal )
Digunakan untuk otopsi verbal ibu hamil/bersalin/nifas yang meninggal
sedangkan form OP untuk otopsi verbal perinatal yang meninggal . untuk
mengisi formulir tersebut dilakukan wawancara terhadap keluarga yang
meninggal oleh tenaga puskesmas.
RS kabupaten/kota
Formulir yang dipakai adalah
1. Form MP (formulir maternal dan perinatal ) Form ini mencatat data dasar
semua ibu bersalin /nifas dan perinatal yang masuk kerumah sakit.
Pengisiannya dapat dilakukan oleh perawat
2. Form MA (formulir medical audit ) Dipakai untuk menulis hasil/kesimpulan
dari audit maternal maupun audit perinatal. Yang mengisi formulir ini
adalah dokter yang bertugas dibagian kebidanan dan kandungan (untuk
kasus ibu) atau bagian anak (untuk kasus perinatal)
Cara Pengolahan Data
Metoda pelaksanaan AMP sebagai berikut:
1) Penyelenggaraan pertemuan dilakukan teratur sesuai kebutuhan oleh
dinas kesehatan kab/kota bersama dengan RS kab/kota, berlangsung
sekitar 2 jam. Pertemuan sebaiknya dilakukan di RS kab/kota dan
11

2)

3)

4)
5)

6)

kadinkes/direktur RS memimpin acara tetapi moderator pembahasan


klinik adalah dokter ahli. Presentasi kasus dilakukan oleh dokter/bidan
RS kab/kota atau puskesmas terkait, tergantung dimana kasus ditangani
Kasus yang dibahas dapat berasal dari kab/kota atau puskesmas. Semua
kasus ibu/perinatal yang meninggal di RS kab/kota/puskesmas
hendaknya di audit, demikian pula kasus kesakitan yang menarik dan
dapat diambil pelajaran darinya
Audit yang dilaksanakan lebih bersifat mengkaji riwayat penanganan
kasus sejak dari:
Timbulnya gejala pertama dan penanganan oleh keluarga/tenaga
kesehatan dirumah
Siapa saja yang memberikan pertolongan dan apa saja yang telah
dilakukan
Sampai kemudian meninggal atau dapat dipertahankan hidup. Dari
pengkajian
tersebut
diperoleh
indiksai
dimana
letak
kesalahan/kelemahan dalam penanganan kasus. Hal ini memberi
gambaran kepada pengelola program KIA dalam menentukan apa
yang perlu dilakukan
untuk mencegah
kesakitan/kematian
ibu/perinatal yang tidak perlu terjadi. Kesimpulan hasil dicatat dalam
from MA untuk kemudian disampaikan dan dibahas oleh tim AMP
dalam merencanakan kegiatan tindak lanjut secara nyata
Pertemuan ini bersifat pertemuan penyelesaian masalah dan tidak
bertujuan untuk menyalahkan atau memberi sanksi salah satu pihak
Dalam tiap pertemuan dibuat daftar hadir, notulen hasil pertemuan dan
rencana tindak lanjut yang akan disampaikan dan dibahas dalam
pertemuan tim AMP yang akan datang
RS kab/kota dan puskesmas membuat laporan bulanan kasus ibu
perinatal ke dinas kab/kota dengan memakai format yang disepakati

3. MM AKI/IMR
Definisi
Banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak
terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang
disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena
sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Yang dimaksud dengan
Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian
dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang
lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan
karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab
lain seperti kecelakaan, terjatuh dll (Budi, Utomo. 1985)
Rumusan

Kegunaan
Informasi mengenai tingginya MMR akan bermanfaat untuk pengembangan
program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan
12

dan membuat kehamilan yang aman bebas risiko tinggi (making pregnancy
safer), program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga
kesehatan, penyiapan sistem rujukan dalam penanganan komplikasi
kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong
kelahiran, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu
dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi.
Interpretasi
Berdasarkan data SDKI 2002 - 2003, Angka Kematian Ibu atau Maternal
Mortality Ratio (MMR) di Indonesia untuk periode tahun 1998 - 2002, adalah
sebesar 307. Artinya terdapat 307 kematian ibu yang disebabkan karena
kehamilan, persalinan sampai 42 hari setelah melahirkan pada periode
tersebut per 100.000 kelahiran hidup.
4. MM Hubungan suami istri di luar nikah/zina & aborsi dalam Islam
Pengertian zina
Zina (bahasa Arab : , bahasa Ibrani : zanah ) adalah perbuatan
bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh
hubungan pernikahan (perkawinan). Secara umum, zina bukan hanya di saat
manusia telah melakukan hubungan seksual, tapi segala aktivitas-aktivitas
seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan
zina.
Sedangkan zina secara harfiah artinya fahisyah, yaitu perbuatan keji. Zina
dalam pengertian istilah adalah hubungan kelamin di antara seorang lelaki
dengan seorang perempuan yang satu sama lain tidak terikat dalam
hubungan perkawinan
Dalam setiap agama, perzinahan merupakan sesuatu yang paling dibenci
dan dilarang. Konteksnya pada agama Islam, hal tersebut dapat dibuktikan
pada
surat surat Al quran tentang perzinahan atau melakukan hubungan seksual
diluar nikah diantaranya adalah:
Surat Yusuf ayat 24
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud ( melakukan perbuatan itu )
dengan Yusuf, dan yusuf pun bermaksud (melakukan pula ) dengan wanita
itu andai kata dia tidak melihat tanda ( dari ) Tuhannya. Demikanlah, agar
kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan Kekejian.
Surat An Nur ayat 2 :
Perempuan yang berzina dan laki laki yang berzina, maka deralah tiap
tiap seorang dari keduanya seratus kali dera dan janganlah belas kasihan
13

kepada keduanya mencegah kamu untuk ( menjalankan ) agama Allah.


Selain itu pula, Allah SWT mengajarkan agar menjaga kemaluan .
Kemaluan dalam dan arti luas, termasuk dalam arti kemaluan adalah organ
sex
Surat Al Maaarif ayat 29
Dan orang orang yang memelihara kemaluannya. (criteria orang orang
yang dianjurkan oleh Allah SWT). Demikan halnya atas larangan Al Quran
mengenai homoseksualitas
Surat Araf ayat 81 :
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu
(kepada mereka ), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kamu yang
melampaui batas.
Surat An Naml ayat 58
Dan kami turunkan atas mereka ( hujan batu), maka amat beratkah hujan
yang ditimpakan atas orang orang yang diberi peringatan itu. Jelaslah
secara yuridis bahwa pandangan Islam, terang terangan mengutuk
perbuatan zinah, berhubungan sex diluar perkawinan dan homo seksual.
Jadi bisa dikatakan bahwa zina merupakan perbuatan yang menimbulkan
kerusakan besar dilihat secara ilmiah. Zina adalah salah satu diantara sebabsebab dominan yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran peradaban,
menularkan penyakit yang sangat berbahaya, misalnya AIDS, dan lain-lain.
Mendorong orang untuk terus menerus hidup membujang serta praktek
hidup bersama tanpa nikah.
Berdasarkan hukum Islam, perzinaan termasuk salah satu dosa besar. Dalam
agama Islam, aktivitas-aktivitas seksual oleh lelaki/perempuan yang telah
menikah dengan lelaki/perempuan yang bukan suami/istri sahnya, termasuk
perzinaan. Dalam Al-Quran, dikatakan bahwa semua orang Muslim percaya
bahwa berzina adalah dosa besar dan dilarang oleh Allah.
Macam macam zina menurut pandangan islam
Sebuah hadits Dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah saw telah bersabda
yang artinya:
Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan
zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan
dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin. (Hadis sahih diriwayatkan oleh
Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah).
dan

14

Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti
mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya
mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang
dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat
dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau
digagalkannya. (HR Bukhari).
Adapun macam-macam zina yang akan kita pelajari, diantara :
Zina al-lamam
Zina ain (zina mata) yaitu memandang lawan jenis dengan perasaan
senang.
Di dalam Islam ada jenis maksiat yang disebut dengan zina mata (lahadhat
atau zina ain). Lahadhat itu, pandangan kepada hal-hal, yang menuju
kemaksiatan. Lahadhat bukan hanya sekadar memandang, tetapi diikuti
dengan pandangan selanjutnya. Pandangan mata adalah sumber itijah
(orientasi) kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat. Seseorang yang
menjaga pandangan berarti ia menjaga kemaluan. Barangsiapa yang
mengumbar pandangannya, maka manusia itu akan masuk kepada hal-hal
yang membinasakannya.
Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, pernah menasihati Ali :
Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan
selanjutnya. Milik kamu adalah pandangan yang pertama, tapi yang kedua
bukan.
Dalam musnad Ahmad, disebutkan, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam,
bersabda
Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa
yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena
Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai
hari kiamat
Yang tergolong zina mata (berzina dengan mata) adalah melihat dengan
syahwat. Misalnya: memandangi foto porno, mengintip cewek mandi, dsb.
Zina qolbi (zina hati) yaitu memikirkan atau menghayalkan lawan jenis
dengan perasaan senag kepadanya.
Zina hati adalah mengharap-harap kesempatan untuk berzina atau
memelihara hasrat untuk berzina. Dari kata-kata ukhti, saya tidak melihat
adanya zina hati pada diri ukhti. Ataukah ukhti mengira bahwa
kecondongan hati terhadap si dia merupakan zina hati? Ketahuilah
bahwa kecondongan hati itu merupakan rasa cinta, sedangkan rasa cinta itu
halal dan bukan tergolong zina hati.
15

Dengan demikian pula, merindukan si dia atau pun merasakan getaran di


hati ketika memikirkan si dia bukanlah tergolong zina hati. Pengertian zina
hati (berzina dalam hati) adalah mengharap dan menginginkan pemenuhan
nafsu birahi. Contohnya: berpikiran mesum, Kapan-kapan aku akan ke
tempat kostnya saat sepi tiada orang lain. Siapa tahu dia mau kuajak
begituan.
Zina lisan (zina ucapan) yaitu membincangkan lawan jenis dengan
perasaan senang kepadanya
Selain itu, menyampaikan kata-kata mesra kepada sang pacar bukanlah
tergolong zina lisan.Yang tergolong zina lisan adalah yang disertai dengan
nafsu birahi. Contohnya: ucapan mesum kepada pacar, Aku ingin sekali
meletakkan mulutku ke mulutmu berpagutan dalam ciuman.
Zina yadin (zina tangan) yaitu memegang tuuh lawan jenis dengan
perasaan senag kepadanya
Tangan dianggap telah melakukan zina dengan melakukan perbuatan yang
tidak baik, melakukan masturbasi atau onani untuk memperoleh kepuasan
seksual dll. Jadi kalau ditilik dari kaca mata tasawuf, maka masturbasi atau
onani dikategorikan sebagai bentuk zina tangan.
Sementara itu, orang yang telah melakukan masturbasi atau onani, apabila
sampai mengeluarkan sperma, maka baginya berlaku hukum mandi besar
(junub). Hal itu berdasarkan hadis Nabi saw yang mengatakan Air (mandi itu
wajib) dari (keluarnya) air (sperma). (HR Muslim). Apabila tidak sampai keluar
sperma, maka tidak wajib mandi besar.
Untuk itu Nabi saw dalam salah satu hadisnya menganjurkan Wahai para
pemuda, barang siapa yang sudah sanggup kawin, maka kawinlah, karena
hal itu (kawin) akan menjaga pandangan dan melindungi (kehormatan)
kemaluan, dan jika tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena hal
itu (puasa) akan mengekang hawa nafsu. (HR Bukhari).
b. Zina Luar Al-Lamam (Zina Yang Sebenarnya)
zina muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh orang yang telah bersuami
istri, hukumannya adalah dirajam sampai mati.
Zina gairu muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh orang yang belum
bersuami istri, hukumannya adalah didera sebanyak 100X dengan
menggunakan rotan.
Perbuatan zina adalah perbuatan dosa besar yang berakibat akan
mendapatkan sangsi yang berat bagi pelaku, oleh karena itu untuk
menentukan bahwa seseorang telah berbuat zina dapat dilakukan dengan 4
cara sbagaimana telah digariskan oleh rasulullah saw, yaitu : ada 4 orang
saksi yang adil, laki-laki, memberikan yang sama mengenai: tempat, waktu,
pelaku, dan cara melakukannya.
Pengakuan dari pelaku dengan syarat pelaku sudah baligh dan berakal.
Menurut imam syafii dan imam malik pengakuan cukup diucapkan oleh
16

pelaku satu kali, namun menurut imam abu hanifah dan imam ahmad
pengakuan harus diulang-ulang sampai empat kali, setelah itu baru dijatuhi
hukuman.
Hukuman yang didapat untuk para pezina
Di dalam Islam, pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua, yaitu pezina
muhshan dan ghayru muhshan. Pezina muhshan adalah pezina yang sudah
memiliki pasangan sah (menikah). Sedangkan pezina ghayru muhshan
adalah pelaku yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah.
Di bawah hukum Islam, perzinaan termasuk salah satu dosa besar. Dalam
agama Islam, hubungan seksual oleh lelaki/perempuan yang telah menikah
dengan lelaki/perempuan yang bukan suami/istri sahnya, termasuk
perzinaan. Dalam Al-Quran, dikatakan bahwa semua orang Muslim percaya
bahwa berzina adalah dosa besar dan dilarang oleh Allah.
Tentang perzinaan di dalam Al-Quran disebutkan di dalam ayat-ayat berikut;
Al Israa 17:32, Al Araaf 7:33, An Nuur 24:26. Dalam hukum Islam, zina akan
dikenakan hukum rajam.
Hukumnya menurut agama Islam untuk para penzina adalah sebagai berikut:
* Jika pelakunya muhshan, mukallaf (sudah baligh dan berakal), suka rela
(tidak dipaksa, tidak diperkosa), maka dicambuk 100 kali, kemudian dirajam,
berdasarkan perbuatan Ali bin Abi Thalib atau cukup dirajam, tanpa didera
dan ini lebih baik, sebagaimana dilakukan oleh Muhammad, Abu Bakar ashShiddiq, dan Umar bin Khatthab.
* Jika pelakunya belum menikah, maka dia didera (dicambuk) 100 kali.
Kemudian diasingkan selama setahun.
Sebagai konsekuensi atau larangan zina allah berfirman dalam surah an-Nurr
(24) ayat 4 dan 5 sebagai berikut:
Artinya: orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik (berbuat zina)
dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka
(yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima
kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang
fasik. Kecuali orang-orang yang berdaulat sesudah itu dan mmemperbaiki
(dirinya) maka sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Dalam kitabnya Abdul Qodir Audah dijelaskan:
:.[ 4]. : :
( )
{ } ,
.
17

[5]. :
,
, .
Jadi ketika perempuan atau laki-laki berbuat zina maka dihukum dengan
hukuman, yang pertama yaitu jilid, dan kedua adalah pengasingan.
Pertama, yaitu hukuman jilid, ketika gadis/perawan berzina maka dihukum
jilid 100 kali jilidan berdasarkan surat an-Nur ayat 2.
Hukuman jilid adalah dihad, yaitu hukuman yang ditetapkan, dan tidak boleh
bagi hakim (qodli) mengurangi atau menambahnya karena beberapa sebab.
Kedua, yaitu pengasingan, para ulama berbeda pendapat dalam hal ini,
menurut Imam Syafii dan Imam Ahmad adalah pengasingan dari daerah
yang dijadikan untuk zina ke daerah lain. Sedangkan menurut Imam Malik
dan Abu Hanifah tahgrib adalah menahan.
Syarat-syarat pezina mendapatkan hukuman
Hukuman yang ditetapkan atas diri seseorang
dilaksanakan dengan syaarat-syarat sebagai berikut:

yang

berzina

dapat

1 Orang yang berzina itu berakal/waras.


2.Orang yang berzina sudah cukup umur (baligh).
3.Zina dilakukan dalam keadaan tidak terpaksa, tetapi atas kemauannya
sendiri.
4.Orang yang berzina tahu bahwa zina itu diharamkan.
Jadi hukuman tidak dapat dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap anak kecil,
orang gila dan orang yang dipaksa untuk melakukan zina.
Hal ini didasarkan pada hadits Nabi saw, sebagai berikut:
( ) :
Artinya: Tidaklah dicatat dari tiga hal: orang yang tidur hingga ia bangun,
dari anak-anak hingga dia baligh, dan dari orang gila hingga dia waras.
Solusi dalam permasalahan moral (zina)
Islam adalah agama fitrah yang mengakui keberadaan naluri seksual. Di
dalam Islam, pernikahan merupakan bentuk penyaluran naluri seks yang
dapat membentengi seorang muslim dari jurang kenistaan. Maka, dalam
masalah ini nikah adalah solusi jitu yang ditawarkan oleh Rasulullah saw
sejak 14 abad yang lampau bagi gadis/perjaka.

18

Selain itu, penerapan syariat Islam merupakan solusi terhadap berbagai


problematika moral ini dan penyakit sosial lainnya. Karena seandainya
syariat ini diterapkan secara kaffah (menyeluruh dalam segala aspek
kehidupan manusia) dan sungguh-sungguh, maka sudah dapat dipastikan
tingkat maksiat khalwat, zina, pemerkosaan dan kriminal lainnya akan
berkurang drastic.
Orang tua pun sangat berperan dalam pembentukan moral anaknya dengan
memberi pemahaman dan pendidikan islami terhadap mereka. Orang tua
hendaknya menutup peluang dan ruang gerak untuk maksiat ini dengan
menyuruh anak gadisnya untuk berpakaian syari (tidak ketat, tipis, nampak
aurat dan menyerupai lawan jenis). Memberi pemahaman akan bahaya
pacaran dan pergaulan bebas. Dalam konteks kehidupan masyarakat, tokoh
masyarakat dapat memberikan sanksi tegas terhadap pelaku zina sebagai
preventif (pencegahan). Jangan terlalu cepat menempuh jalur damai nikah,
sebelum ada sanksi secara adat, seperti menggiring pelaku zina ke seluruh
kampung untuk dipertontonkan dan sebagainya. Selain itu, majelis talim dan
ceramah pula sangat berperan dalam mendidik moral masyarakat dan
membimbing mereka.
Begitu pula sekolah, dayah dan kampus sebagai tempat pendidikan secara
formal dan informal mempunyai peran dalam pembentukan moral
pelajar/mahasiwa. Dengan diajarkan mata pelajaran Tauhid, Al-Quran, Hadits
dan Akhlak secara komprehensif dan berkesinambungan, maka para
pelajar/mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi seorang muslim yang
cerdas intelektualnya, namun juga cerdas moralnya (akhlaknya).
Peran Pemerintah dalam amal maruf nahi munkar mesti dilakukan.
Pemerintah diharapkan mengawasi dan menertibkan warnet-warnet, salonsalon, kafe-kafe dan pasangan non-muhrim yang berboncengan. Karena, bisa
memberi celah dan ruang untuk maksiat ini. Mesti ada tindak pemblokiran
situs-situs porno sebagaimana yang diterapkan di Negara Islam lainnya
seperti Arab Saudi, Iran, Malaysia dan sebagainya.
Pengaruh zina terhadap kejiwaan
Keterkaitan antara aspek psikis pelaku perzinahan adalah factor yang saling
mendukung dan saling mempengaruhi otak untuk melakukan perbuatan.
Berikut adalah deskripsi kejiwaan pelaku perzinahan :
Psikis Hewani mendominasi
Maksudnya adalah kejiwaan manusia pelaku sudah tidak manusiawi lagi.
Kondisi yang ada ketika melakukan perzinahan baik bagi hetero seksual
maupun homo seksual, adalah psikis hewani yang mementingkan pemuas
nafsu birahi belaka. Sedangkan manusia, adalah makhluk yang beradab
dengan dilengkapi naluri manusiawi dan akal yang (seharusnya ) sehat.
Psikis yang adktif akan perzinahan.
19

Apabila seseorang melakukan perzinahan, secara statistic pasti akan


mengulanginya lagi (adiktif). Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya
penderita HIV / AIDS baik dalam skala nasional maupun internasional.
Sedangkan cara penularan virus HIV / AIDS yang paling banyak dijumpai
adalah dengan gonta ganti pasangan seksual (baik hetero seksual maupun
homoseksual). Cara penularan yang kedua adalah dengan penggunaan
jarum suntik yang tidak bersih secara klinis. Dengan demikian, akibat
kejiwaan adiktif terhadap perzinahan tersebut, mengakibatkan pada
kesehatan fisik si pelaku zinah.
Psikis yang ekstra posesif
Hal ini terjadi pada umumnya, didominasi oleh gay/ lesbian. Contoh kasus
yang tengah menjadi sorotan public saat ini adalah kasus pembunuhan
berantai yang dilakukan oleh tersangka Ryan atau Very Idham Afriansyah.
Setelah dilakukan uji psikologis oleh Tim Dokter Polri, tersangka Ryan divonis
menderita kelainan kejiwaan yang dalam bahasa Ilmu psikologi disebut
psikopat, yakni kondisi kejiwaan yang sangat labil dan tidak dapat
membedakan perbuatan yang baik atau buruk. Hal tersebut dapat terjadi
pada setiap orang yang salah satu pemicunya adalah sifat yang extra posesif
( rasa memiliki terhadap sesuatu yang berlebihan ).
Larangan berbuat zina
Zina dinyatakan sebagai perbuatan yang melanggar hukum yang harus
diberi hukuman setimpal, karena mengingat akibat yang ditimbulkan sangat
buruk. Hubungan bebas dan segala bentuk diluar ketentuan agama adalah
perbuatan yang membahayakan dan mengancam keutuhan masyarakat dan
merupakan perbuatan yang sangat nista. Allah SWT berfirman:
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah
perbuatan yang keji dan merupakan jalan yang buruk. (QS. al-Isra :32).
Jadi bisa dikatakan bahwa zina merupakan perbuatan yang menimbulkan
kerusakan besar dilihat secara ilmiah. Zina adalah salah satu diantara sebabsebab dominan yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran peradaban,
menularkan penyakit yang sangat berbahaya, misalnya AIDS, dan lain-lain.
Mendorong orang untuk terus menerus hidup membujang serta praktek
hidup bersama tanpa nikah.
Dengan demikian, zina merupakan sebab utama dari pada kemelaratan,
pemborosan, pencabulan, dan pelacuran. Maka dari itu Islam menetapkan
hukuman yang keras/berat terhadap pelaku zina. Dengan kata lain, Islam
menetapkan hukuman berdasarkan dan setelah menimbang bahwa
menghukum pelaku zina dengan hukuman yang lebih berat itu lebih adil
ketimbang membiarkan rusaknya masyarakat disebabkan merajalelanya
perzinahan. Hukuman yang dijatuhkan atas diri pezina memang
mencelakakan dirinya, tetapi memberi hukuman itu mengandung arti
20

memelihara jiwa, mempertahankan kehormatan dan melindungi keutuhan


keluarga.
Hukuman zina tidak hanya menimpa pelakunya saja, tetapi juga berimbas
kepada masyarakat sekitarnya, karena murka Allah akan turun kepada kaum
atau masyarakat yang membiarkan perzinaan hingga mereka semua binasa,
berdasarkan sabda Rasulullah saw:
Jika zina dan riba telah merebak di suatu kaum, maka sungguh mereka
telah membiarkan diri mereka ditimpa azab Allah. (HR. Al-Hakim).
Di dalam riwayat lain Rasulullah saw bersabda:
Ummatku senantiasa ada dalam kebaikan selama tidak terdapat anak zina,
namun jika terdapat anak zina, maka Allah Swt akan menimpakan azab
kepada mereka. (H.R Ahmad).
Hukum Aborsi Dalam Islam.
Di dalam teks-teks al Quran dan Hadist tidak didapati secara khusus hukum
aborsi, tetapi yang ada adalah larangan untuk membunuh jiwa orang tanpa
hak, sebagaimana firman Allah swt :


Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka
balasannya adalah neraka Jahanam, dan dia kekal di dalamnya,dan Allah
murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang
besar( Qs An Nisa : 93 )
Begitu juga hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud bahwasanya
Rosulullah saw bersabda :


Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di dalam


perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari
kedua, terbentuklah segumlah darah beku. Ketika genap empat puluh hari
ketiga , berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus
malaikat untuk meniupkan roh, serta memerintahkan untuk menulis empat
perkara, yaitu penentuan rizki, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik
yang celaka, maupun yang bahagia. ( Bukhari dan Muslim )
Maka, untuk mempermudah pemahaman, pembahasan ini bisa dibagi
menjadi dua bagian sebagai berikut :
Menggugurkan Janin Sebelum Peniupan Roh
Dalam hal ini, para ulama berselisih tentang hukumnya dan terbagi menjadi
tiga pendapat :
21

Pendapat Pertama :
Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya boleh. Bahkan
sebagian dari ulama membolehkan menggugurkan janin tersebut dengan
obat. ( Hasyiat Al Qalyubi : 3/159 )
Pendapat ini dianut oleh para ulama dari madzhab Hanafi, SyafiI, dan
Hambali. Tetapi kebolehan ini disyaratkan adanya ijin dari kedua orang
tuanya,( Syareh Fathul Qadir : 2/495 )
Mereka berdalil dengan hadist Ibnu Masud di atas yang menunjukkan bahwa
sebelum empat bulan, roh belum ditiup ke janin dan penciptaan belum
sempurna, serta dianggap benda mati, sehingga boleh digugurkan.
Pendapat kedua :
Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya makruh. Dan jika
sampai pada waktu peniupan ruh, maka hukumnya menjadi haram.
Dalilnya bahwa waktu peniupan ruh tidak diketahui secara pasti, maka tidak
boleh menggugurkan janin jika telah mendekati waktu peniupan ruh , demi
untuk kehati-hatian . Pendapat ini dianut oleh sebagian ulama madzhab
Hanafi dan Imam Romli salah seorang ulama dari madzhab SyafiI .
( Hasyiyah Ibnu Abidin : 6/591, Nihayatul Muhtaj : 7/416 )
Pendapat ketiga :
Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya haram. Dalilnya
bahwa air mani sudah tertanam dalam rahim dan telah bercampur dengan
ovum wanita sehingga siap menerima kehidupan, maka merusak wujud ini
adalah tindakan kejahatan . Pendapat ini dianut oleh Ahmad Dardir , Imam
Ghozali dan Ibnu Jauzi ( Syareh Kabir : 2/ 267, Ihya Ulumuddin : 2/53, Inshof :
1/386)
Adapun status janin yang gugur sebelum ditiup rohnya (empat bulan) , telah
dianggap benda mati, maka tidak perlu dimandikan, dikafani ataupun
disholati. Sehingga bisa dikatakan bahwa menggugurkan kandungan dalam
fase ini tidak dikatagorikan pembunuhan, tapi hanya dianggap merusak
sesuatu yang bermanfaat.
Ketiga pendapat ulama di atas tentunya dalam batas-batas tertentu, yaitu
jika di dalamnya ada kemaslahatan, atau dalam istilah medis adalah salah
satu bentuk Abortus Profocatus Therapeuticum, yaitu jika bertujuan untuk
kepentingan medis dan terapi serta pengobatan. Dan bukan dalam katagori
Abortus Profocatus Criminalis, yaitu yang dilakukan karena alasan yang
bukan medis dan melanggar hukum yang berlaku, sebagaimana yang telah
dijelaskan di atas.
Menggugurkan Janin Setelah Peniupan Roh
22

Secara umum, para ulama telah sepakat bahwa menggugurkan janin setelah
peniupan roh hukumnya haram. Peniupan roh terjadi ketika janin sudah
berumur empat bulan dalam perut ibu, Ketentuan ini berdasarkan hadist Ibnu
Masud di atas. Janin yang sudah ditiupkan roh dalam dirinya, secara
otomatis pada saat itu, dia telah menjadi seorang manusia, sehingga haram
untuk dibunuh. Hukum ini berlaku jika pengguguran tersebut dilakukan tanpa
ada sebab yang darurat.
Namun jika disana ada sebab-sebab darurat, seperti jika sang janin nantinya
akan membahayakan ibunya jika lahir nanti, maka dalam hal ini, para ulama
berbeda pendapat:
Pendapat Pertama :
Menyatakan bahwa menggugurkan janin setelah peniupan roh hukumnya
tetap haram, walaupun diperkirakan bahwa janin tersebut akan
membahayakan keselamatan ibu yang mengandungnya. Pendapat ini dianut
oleh Mayoritas Ulama.
Dalilnya adalah firman Allah swt :



Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. ( Q.S. Al
Israa: 33 )
Kelompok ini juga mengatakan bahwa kematian ibu masih diragukan, sedang
keberadaan janin merupakan sesuatu yang pasti dan yakin, maka sesuai
dengan kaidah fiqhiyah : Bahwa sesuatu yang yakin tidak boleh
dihilanngkan dengan sesuatu yang masih ragu., yaitu tidak boleh
membunuh janin yang sudah ditiup rohnya yang merupakan sesuatu yang
pasti , hanya karena kawatir dengan kematian ibunya yang merupakan
sesuatu yang masih diragukan. ( Hasyiyah Ibnu Abidin : 1/602 ).
Selain itu, mereka memberikan permitsalan bahwa jika sebuah perahu akan
tenggelam, sedangkan keselamatan semua perahu tersebut bisa terjadi jika
sebagian penumpangnya dilempar ke laut, maka hal itu juga tidak
dibolehkan.
Pendapat Kedua :
Dibolehkan menggugurkan janin walaupun sudah ditiupkan roh kepadanya,
jika hal itu merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ibu dari
kematian. Karena menjaga kehidupan ibu lebih diutamakan dari pada
menjaga kehidupan janin, karena kehidupan ibu lebih dahulu dan ada secara
yakin, sedangkan kehidupan janin belum yakin dan keberadaannya terakhir.
( Mausuah Fiqhiyah : 2/57 )
23

Prediksi tentang keselamatan Ibu dan janin bisa dikembalikan kepada ilmu
kedokteran, walaupun hal itu tidak mutlak benarnya. Wallahu Alam.
Dari keterangan di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa para ulama sepakat
bahwa Abortus Profocatus Criminalis, yaitu aborsi kriminal yang
menggugurkan kandungan setelah ditiupkan roh ke dalam janin tanpa suatu
alasan syarI hukumnya adalah haram dan termasuk katagori membunuh
jiwa yang diharamkan Allah swt.
Adapun aborsi yang masih diperselisihkan oleh para ulama adalah Abortus
Profocatus Therapeuticum, yaitu aborsi yang bertujuan untuk penyelamatan
jiwa, khususnya janin yang belum ditiupkan roh di dalamnya.
Daftar Pustaka
1. http://www.psychologymania.com/2012/08/kehamilan-resiko-tinggi.html
2. http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/wpcontent/uploads/downloads/2011/12/Pedoman-AMP.pdf
3. http://katri-kyky.blogspot.com/2012/05/audit-maternal-perinatal.html
4. http://mega-purnama-sari.blogspot.com/2012/05/satuan-acarapenyuluhan.html
5. http://triajengayu.blogspot.com/2012/11/amp-audit-maternal-perinatal.html
6. http://gudangsim.com/blog/?p=88
7. http://sirusa.bps.go.id/index.php?r=indikator/view&id=80
8. www.facebook.com/notes/aku-orang...perilaku.../259897243259
9. http://zenyqq.wordpress.com/2012/12/28/hukum-perzinahan-menurutpandangan-islam/
10. http://sahabatsejatimayah.blogspot.com/2012/07/aborsi-menurutpandangan-islam_08.html
11. http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/258/

24