Anda di halaman 1dari 72

LINGKAR PEMECAHAN MASALAH

EVALUASI PROGRAM KESEHATAN IBU DAN


ANAK DI PUSKESMAS KECAMATAN
CEMPAKA PUTIH

Disusun oleh :
Kelompok 1

Akbar Palmaesaza (1102012014)


Pungki Dio Azzwahani (1102012213)
Anggit Ekawati (1102013030)
Nur Zanirah (1102013218)

Pembimbing :
DR.Rifqatussa’adah SKM.,M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN ILMU


KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
YARSI UNIVERSITAS YARSI
2018
Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
Kecamatan Cempaka Putih adalah salah satu kecamatan
yang berada di wilayah Kota madya Jakarta Pusat, memiliki
wilayah seluas 4.69 KM2 yang terbagi menjadi tiga
Kelurahan, yaitu Kelurahan Cempaka Putih Timur,
Kelurahan Cempaka Putih Barat dan Kelurahan Rawasari.

Sebelah Utara: Wilayah RW 04 dan RW


09 Kelurahan Cempaka Putih Barat.

Sebelah Selatan: Jl. Raya Percetakan


Negara.

Sebelah Timur: Sungai Cempaka Putih


(Jembatan Serong).

Sebelah Barat: Jl. Rawa Selatan, Jl.


Mardani (Kecamatan Johar Baru)
Program KIA di Puskesmas Cempaka Putih

• Tujuan Program KIA adalah tercapainya kemampuan


hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang
optimal, bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta
meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin
proses tumbuh kembang optimal ( Depkes RI, 2001).
Rumusan masalah
1. Cakupan K1 Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih Timur
Januari – Maret 2018 sebesar 24,6 % kurang dari target sebesar
25%.
2. Cakupan K1 Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih Barat Januari
– Maret 2018 sebesar 25,7% lebih dari target sebesar 25%.
3. Cakupan K1 Puskesmas di Kelurahan Rawasari Januari – Maret
2018 sebesar 24,1 % kurang dari target sebesar 25%.
4. Cakupan K4 Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih Timur
Januari – Maret 2018 sebesar 23,9% kurang dari target sebesar
24,25%.
5. Cakupan K4 Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih Barat
Januari – Maret 2018 sebesar 24,8 % lebih dari target sebesar
24,25%..
6. Cakupan K4 Puskesmas di Kelurahan Rawasari Januari – Maret
2018 sebesar 23,6% kurang dari target sebesar 24,25%..
7. Cakupan Persalinan Nakes Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih
Timur Januari – Maret 2018 sebesar 24,7% kurang dari target sebesar
25%.
8. Cakupan Persalinan Nakes Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih
Barat Januari – Maret 2018 sebesar 25,1% lebih dari target sebesar 25%.
9. Cakupan Persalinan Nakes Puskesmas di Kelurahan Rawasari Januari –
Maret 2018 sebesar 24,1% kurang dari target sebesar 25%.
10. Cakupan Kunjungan Nifas Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih
Timur Januari – Maret 2018 sebesar 24,5% kurang dari target sebesar
25%.
11. Cakupan Kunjungan Nifas Puskesmas di Kelurahan Cempaka Putih
Barat Januari – Maret 2018 sebesar 25,1% lebih dari target sebesar 25%.
12. Cakupan Kunjungan Nifas Puskesmas di Kelurahan Rawasari Januari –
Maret 2018 sebesar 24,1% kurang dari target sebesar 25%.
13. Cakupan KN1 Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Januari – Maret
2018 sebesar 25,8% lebih dari target sebesar 25%..
14. Cakupan Kunjungan Neonatus Puskesmas di Keluran Cempaka Putih
Timur Januari – Maret 2018 sebesar 24,3% lebih dari target sebesar
24,25%.
15. Cakupan Kunjungan Neonatus Puskesmas di Keluran Cempaka Putih
Barat Januari – Maret 2018 sebesar 24% kurang dari target sebesar
24,25%.
16. Cakupan Kunjungan Neonatus Puskesmas di Keluran Rawasari Januari
– Maret 2018 sebesar 24,7% lebih dari target sebesar 24,25%.
17. Cakupan Penanganan Komplikasi Bumil Puskesmas di Cempaka putih
Barat Januari – Maret 2018 sebesar 24,2% lebih dari target sebesar
22,5%.
18. Cakupan Penanganan Komplikasi Bumil Puskesmas di Rawasari
Januari – Maret 2018 sebesar 19,7% kurang dari target sebesar 22,5%..
19. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatus Puskesmas di Kelurahan
Cempaka Putih Timur Januari – Maret 2018 sebesar 20,8 % lebih dari
target sebesar 20,5%.
20. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatus Puskesmas di Kelurahan
Cempaka Putih Barat Januari – Maret 2018 sebesar 23,2% lebih dari
target sebesar 20,5%.
21. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatus Puskesmas di Kelurahan
Rawasari Januari – Maret 2018 sebesar 17,4% kurang dari target
sebesar 20,5%.
22. Cakupan Kunjungan Bayi Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Timur
Januari – Maret 2018 sebesar 22,5% kurang dari target sebesar 24,5%.
23. Cakupan Kunjungan Bayi Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih
Barat Januari – Maret 2018 sebesar 22,6% kurang dari target
sebesar 24,5%.
24. Cakupan Kunjungan Bayi Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih
Rawasari Januari – Maret 2018 sebesar 30,0% lebih dari target
sebesar 24,5%.
25. Cakupan Kunjungan Balita Puskesmas Kecamtan Cempaka Putih
10% kurang dari target 22,75%.
Penetapan Prioritas Masalah

• Diputuskan untuk menggunakan metode PAHO karena


metode ini menempatkan parameter pada kedudukan
dengan berdasarkan bobot dan memberikan hasil final
score yang objektif di mana score yang diberikan pada
tiap-tiap parameter dikalikan , lebih sederhana dan
mudah dalam penggunaannya.
a. Magnitude
Berapa banyak penduduk yang terkena masalah atau penyakit
yang ditunjukkan dengan angka prevalens, maka ditentukan
skoring
Severity

• Kriteria ini menggambarkan besarnya permasalahan yang


disebabkan oleh masalah kesehatan, sehingga menimbulkan
angka kesakitan dan angka kematian. Hal ini dapat ditentukan
melalui angka Case Fatality Rate apabila permasalahan yang
diukur merupakan suatu masalah penyakit. Apabila masalah
lain yang berhubungan penyakit yang akan dinilai dapat
digunakan angka proxy CFR dimana merupakan masalah
masalah yang tidak berhubungan dengan penyakit. Nilai proxy
dapat didapatkan berdasarkan hasil diskusi, argumentasi, dan
justifikasi
Vulnerability

• Merupakan penilaian terhadap ketersediaan teknologi, sumber


daya, ataupun obat– obatan yang efektif untuk mengatasi
permasalahan. Penilaian dibagi berdasarkan ada dalam jumlah
yang mencukupi, ada namun kurang mencukupi, dan tidak ada
sama sekali. Dikatakan cukup apabila dalam proses
berlangsungnya program hal tersebut tidak menjadi suatu hal
yang menghalangi diberi nilai tiga. Digolongkan kurang bila
tersedia namun jumlahnya kurang atau terlambat datang atau
ada namun tidak layak digunakan diberi nilai dua. Dan tidak
ada bila tidak tersedia dan diberikan nilai satu.
Community and political
concern
• Menunjukan sejauh mana permasalahan tersebut menjadi perhatian
masyarakat dan politisi. Parameter yang digunakan utuk menilai
seberapa concern pemerintah adalah kebijakan pemerintah yang
concern terhadap permasalahan tersebut, serta apakah masalah
tersebut terdapat pada peraturan pemerintah pusat dan pemerintah
daerah.

• Parameter tersebut diberikan nilai berdasarkan ada atau tidak adanya


kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Bila parameter tersebut ada dalam kebijakan pemerintah maka diberi
skor 15. Apabila parameter tersebut ada di kebijakan daerah maka
diberikan skor 10. Apabila parameter tersebut ada di kebijakan
puskesmas maka diberikan skor 5.
• Affordability

• Affordability menunjukkan ada tidaknya dana yang


tersedia. Hal ini dapat di nilai dengan cara menggunakan
Scoring tentang ketersediaan dana terhadap setiap
kegiatan Puskesmas Se-Kecamatan Menteng, dimana
system penilaiannya dibagi menjadi dua yaitu “cukup”
dan “kurang’. Penilaian tersebut didapatkan berdasarkan
wawancara langsung dengan pemegang program promosi
kesehatan dan Puskesmas terkait.
• Berdasarkan perhitungan dengan metode PAHO dari 8
masalah maka ditetapkan dua prioritas masalah yang akan
diciptakan yaitu:
• Cakupan Kunjungan Bayi Puskesmas Kelurahan
Cempaka Putih Rawasari Januari – Maret 2018 sebesar
30,0% lebih dari target sebesar 24,5%.
• Cakupan kunjungan balita se-Kecamatan Cempaka Putih
Januari – Maret 2018 sebesar 10,0% kurang dari target
sebesar 22,75%.
Menentukan Penyebab Masalah yang
Paling Dominan

Berdasarkan data Cakupan Kunjungan Bayi di Puskesmas Kelurahan


Rawasari Januari – Maret 2018 Sebesar 30,0% Lebih Dari Target 24,5%

Akar penyebab masalah yang ditemukan pada input adalah:


1. Tidak adanya aturan baku untuk pencatatan kunjungan (Method)

Akar penyebab masalah yang ditemukan pada proses adalah:


1. Kurang jelasnya tugas petugas dalam program (Organizing)
Fishbone
BAB III
Setelah dilakukan penetapan prioritas masalah serta akar penyebab masalah yang paling
dominan, kemudian ditentukanlah alternatif untuk pemecahan masalah dengan
menggunakan metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment), yaitu dengan
memberikan skoring 1 – 4.
Kriteria dalam penetapan alternative masalah yang terbaik adalah :

-Mudah dilaksanakan

Diberi nilai terbesar (4) jika alternatif masalah tersebut paling mudah dilaksanakan
dan diberi nilai terkecil (1) jika masalah yang paling sulit dilaksanakan.

-Murah biayanya

Diberi nilai terbesar (4) jika alternatif masalah paling murah biayanya dan diberi nilai
terkecil (1) jika biaya yang paling mahal untuk pelaksanaan.

-Waktu penerapan sampai masalah terpecahkan tidak lama

Diberi nilai terbesar (4) jika alternatif masalah tersebut waktu penerapan sampai
masalah terpecahkan tidak lama untuk dilaksanakan dan diberi nilai terkecil (1) jika
waktu penerapan sampai masalah terpecahkan lama.

-Dapat memecahkan masalah dengan sempurna

Diberi nilai terbesar (4) jika alternatif masalah dapat memecahkan masalah dengan
sempurna dan diberi nilai terkecil (1) jika masalah tidak dapat memecahkan masalah
dengan sempurna.
Alternatif Pemecahan Masalah Pada Cakupan Kunjungan
Balita Se-Kecamatan Cempaka Putih Januari-Maret 2018
dengan Capaian sebesar 10,0% kurang dari target sebesar
22,75 %.

1. Kurangnya petugas kesehatan di Puskesmas sehingga adanya peran ganda oleh


petugas kesehatan

2. Kondisi Lingkungan yang kurang mendukung sehingga banyaknya ketidaktahuan


masyarakat jika SDITK harus dilakukan sebanyak minimal delapan kali.
Dari hasil penetapan alternatif pemecahan masalah
diatas, berdasarkan peringkat didapatkan hasil
sebagai berikut:
 (29) Meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya
pemantauan SDITK secara rutin di puskesmas setiap minggu
sebelum di bukanya poli di ruang tunggu.
 (26) Menambah jumlah tenaga kesehatan baru yang kompeten
untuk program puskesmas melalu pengajuan kepada bidang
Tata Usaha puskesmas dan melalui persetujuan Kepala
Puskesmas untuk diajukan kepada Dinas Kesehatan.
Alternatif Pemecahan Masalah Pada Cakupan Kunjungan
Bayi Puskesmas Kelurahan Rawasari Januari-Maret 2018
dengan Capaian sebesar 30,0% kurang dari target sebesar 24,5
%.

1. Kurangnya ketersediaan alat di puskesmas dikarenakan jumlah kunjungan


bayi yang melebihi target.

2. Metode pengumpulan data yang kurang tepat


Dari hasil penetapan alternatif pemecahan masalah diatas,
berdasarkan peringkat didapatkan hasil sebagai berikut:
 (29) Mengadakan rapat perencanaan dan evaluasi program serta
metode pengumpulan data yang tepat sehingga diharapkan
kelengkapan data dapat menunjang pencapaian target yang
sebenarnya dan koordinasi dengan puskesmas kecamatan.
 (22) Mengadakan rapat perencanaan untuk dilakukan pengajuan
alat lebih untuk mengantisipasi kelebihan target kunjungan bayi
untuk program di tahun depan
BAB IV
Agar dapat melaksanakan alternatif pemecahan masalah Cakupan
pada kunjungan balita di puskesmas kecamatan cempaka putih ,
yang didapatkan dalam BAB III, maka dibuat rencana usulan
kegiatan sebagai berikut:
Berikut merupakan tabel berisi rencana pelaksanaannya:
Agar dapat melaksanakan alternatif pemecahan masalah Cakupan
pada kunjungan bayi di puskesmas kelurahan Rawasari , yang
didapatkan dalam BAB III, maka dibuat rencana usulan kegiatan
sebagai berikut:
Berikut merupakan tabel berisi rencana pelaksanaannya:
BAB V
• KESIMPULAN
Setelah melewati berbagai tahapan proses maka didapatkan program
kesehatan dasar Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih yang
dievaluasi yaitu program KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak) dengan
dua puluh lima masalah yang teridentifikasi melalui idemtifikasi dan
justifikasi sehingga didapatkan 2 (dua) prioritas masalah pada
periode waktu Januari – Maret 2018 yaitu:
• Cakupan Kunjungan Bayi di Puskesmas Kelurahan Rawasari
Januari – Maret 2018 Sebesar 30,0% Lebih Dari Target 24,5%
• Cakupan kunjungan Balita se-kecamatan Cempaka Putih Januari-
maret 2018 sebesar 24,8% kurang dari target 25%
• Selanjutnya kedua prioritas masalah diatas dicari akar
penyebab masalah yang paling dominan setelah dilakukan
diskusi, argumentasi dan justifikasi maka dapat disimpulkan
akar penyebab masalah yang dominan dari kedua prioritas
masalah berikut :
• Cakupan Kunjungan Bayi di Puskesmas Kelurahan
Rawasari Januari – Maret 2018 Sebesar 30,0% Lebih Dari
Target 24,5%
1.Tidak adanya aturan baku untuk pencatatan kunjungan
2.Kurang jelasnya tugas petugas dalam program
• Cakupan knjungan Balita se-kecamatan Cempaka Putih
Januari-maret 2018 sebesar 24,8% kurang dari target 25%
1. Program kunjungan balita terlalu banyak
2. Kondisi lingkungan yang kurang mendukung
SARAN
• Berdasarkan permasalahan program kesehatan masayarakat
tersebut, maka direkomendasikan atau disarankan beberapa
hal berikut ini:
• Alternative pemecahan masalah dari permasalahan Cakupan
knjungan Balita se-kecamatan Cempaka Putih Januari-maret
2018 sebesar 24,8% kurang dari target 25%
1. Mengadakan promosi kesehatan tentang pentingnya
pemantauan SDITK secara rutin di Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih setiap minggu sebelum dibukanya poli di ruang
tunggu
2. Rapat dengan petugas setempat untuk membentuk
kepengurusan baru dan jumlah tenaga kerja yang kira-kira
dibutuhkan
• Alternative pemecahan masalah dari Cakupan
Kunjungan Bayi di Puskesmas Kelurahan Rawasari
Januari – Maret 2018 Sebesar 30,0% Lebih Dari Target
24,5% yaitu :
1. Rapat perencanaan evaluasi program serta metode
pengumpulan data yang tepat
2. Rapat mengenai pengajuan alokasi dana oleh petugas
kesehtan di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.