Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Pada saat ini, Jumlah usia lanjut (lansia berumur 65 tahun) di dunia
diperkirakan mencapai 450 juta orang (7% dari seluruh penduduk dunia). Di
Indonesia berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase populasi
lansia pada tahun 2011 adalah 7,58% dan angka ini diperkirakan akan terus
meningkat. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami kemunduran fisik
dan mental. Salah satu kemunduran fisik yang mengganggu aktivitas lansia
adalah gangguan keseimbangan. Kontrol keseimbangan merupakan fungsi
sensoris-motorik komplek yang memerlukan informasi terintegrasi dari
sistem vestibular, visual dan somatosensori. Pada usia lanjut terjadi
gangguan pada sistem vestibuler, visual, dan somato sensori (Choy et al.,
2003, Yordanova et al., 2004). Straude dkk (1988) meneliti keseimbangan
kelompok usia lanjut dan secara garis besar menyatakan telah terjadi
penurunan kontrol keseimbangan terhadap kelompok usia lanjut.
Gangguan keseimbangan menyebabkan lansia mudah jatuh
sehingga akan menambah morbiditas dan mortalitas pada lansia.
Pemeriksaan dan diagnosis dini gangguan keseimbangan perlu dilakukan
pada lansia agar dapat dilakukan program rehabilitasi keseimbangan yang
dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.

PATOGENESIS
LANSIA

Perubahan
Neurologis
Berkurangnya
Jumlah sel-sel
otak

Penuaan
Mata
Fleksibilitas
lensa untuk
berakomodasi

Penuaan
Organ
Vestibuler

Penuaan
Muskuloskelet
al

Degenerasi
sel-sel pada
organ

Penyusutan
massa otot

Gangguan
Keseimbangan