Anda di halaman 1dari 4

LATAR BELAKANG

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke
dalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin
yang terjadi pada kehamilan cukup bulan, lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala tanpa komplikasi baik ibu maupun janin (Bandiyah dalam Manuaba, 2009).
Manuaba (2009; p.142) membagi jenis persalinan menurut cara persalinan, menjadi :
1. Partus biasa (normal atau spontan) : proses lahirnya bayi pada letak belakang
kepala (LBK) dengan tenaga ibu.
2. Partus sendiri : tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang
umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
3. Partus luar biasa (abnormal) : persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau
melalui dinding perut dengan operasi caesar.
4. Partus anjuran : bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari
luar dengan jalan rangsangan.
Salah satu jenis persalinan yang akan kami bahas lebih lanjut adalah persalinan
dengan operasi caesar (seksio sesarea). Seksio sesarea adalah melahirkan janin yang
sudah mampu hidup (beserta plasenta dan selaput ketuban) secara transabdominal
melalui insisi uterus (Benson & pernoll, dalam Nasution, 2011). Kelahiran sesarea
bukan tanpa komplikasi, baik bagi ibu maupun janinnya (Bobak, 2004). Morbiditas
pada seksio sesarea lebih besar jika dibandingakan dengan persalinan pervaginam.
Ancaman utama bagi wanita yang menjalani seksio sesarea berasal dari tindakan
anastesi, keadaan sepsis yang berat, serangan tromboemboli dan perlukaan pada
traktus urinarius, infeksi pada luka (Manuaba & Bobak dalam Nababan, 2010).
The International Association for the S tudy of Pain (IASP) mendefinisikan nyeri
sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan
kerusakan jaringan baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam
kerusakan tersebut (Gunawan, 2012). Kehamilan dengan bekas seksio sesarea
merupakan kehamilan dengan risiko tinggi sehingga persalinannya harus dilakukan di
rumah sakit dengan fasilitas yang memadai. Ibu hamil dengan bekas seksio sesarea

yang akan melakukan persalinan seharusnya datang ke rumah sakit dalam keadaan
belum in partu, belum ada komplikasi persalinan. Hasil penelitian didapatkan 52
kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea. Premature rupture of membrane
(PRM) merupakan kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea terbanyak yaitu
13 kasus (25%) dan ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang melakukan rujukan
dini berencana sebanyak 5,7%. Simpulan dari penelitian adalah masih kurangnya
kesadaran ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang akan melakukan persalinan
untuk datang ke rumah sakit beberapa hari sebelum tanggal taksiran persalinan
(Afriani, 2013).
Sebagian besar wanita dengan post sesar megalami rasa sakit akibat trauma
operasi dengan sensasi nyeri yang dapat dikurangi dengan manajemen nyeri. Adapun
manajemen nyeri yang dapat dilakukan dengan pengobatan non farmakologis yaitu
dengan Teknik Relaksasi Benson dalam mengatasi intensitas nyeri pada wanita
setelah sesar.

TUJUAN
-

Mengetahui tentang manfaat pelaksanaan teknik Benson saat setelah

persalinan seksio cesarea


Mengetahui tentang bagaimana teknik Benson dilakukan pada saat setelah

persalinan seksio cesarea


Mengetahui efek yang ditimbulkan pada penerapan teknik Benson saat

setelah persalinan seksio cesarea


Mengetahui keunggulan dari teknik Benson dalam menangani nyeri pada
persalinan seksio cesarea

MANFAAT
-

Mahasiswa dapat tentang manfaat pelaksanaan teknik Benson saat setelah

persalinan seksio cesarea


Mahasiswa dapat mengetahui tentang bagaimana teknik Benson dilakukan
pada saat setelah persalinan seksio cesarea

Mahasiswa dapat mengetahui efek yang ditimbulkan pada penerapan

teknik Benson saat setelah persalinan seksio cesarea


Mahasiswa dapat mengetahui keunggulan dari teknik Benson dalam
menangani nyeri pada persalinan seksio cesarea

DAFTAR PUSTAKA
Afriani, A. (2013). Kasus Persalinan Dengan Bekas Seksio Sesarea Menurut
Keadaan Waktu Masuk di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M.
Djamil

Padang.

Retrieved

from

https://www.google.co.id/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUK
Ewiw_8GWitnMAhUDT48KHQDzD7gQFggdMAA&url=http%3A%2F
%2Fjurnal.fk.unand.ac.id%2Findex.php%2Fjka%2Farticle%2Fdownload
%2F141%2F136&usg=AFQjCNE5rsoz-

oytOhFU63k84nxTJQcltw&sig2=TKorBAKwmja0TN3uZHWQ_w&bvm=bv
.122129774,d.c2I. 14 Mei 2016
Gunawan, R. (2012). BAB II Tinjauan Pustaka Definisi Nyeri. Retrieved from
http://eprints.undip.ac.id/43726/3/BAB_II.pdf. 14 Mei 2016
Manuaba. (2009). BAB II Tinjauan Pustakan Tinjauan Teori Persalinan. Retrieved
from

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/121/jtptunimus-gdl-iinnuraziz-

6014-2-babii.pdf. 14 Mei 2016


Nababan, E. D. (2010). BAB 2 Tinjauan Pustaka Konsep Seksio Sesarea. Retrieved
from

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20014/4/Chapter

%20II.pdf. 14 Mei 2016


Nasution, L. F. (2011). BAB II Tinjauan Pustaka Seksio Sesarea. Retrieved from
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27165/4/Chapter%20II.pdf.
14 Mei 2016