Anda di halaman 1dari 5

Mengevaluasi/Audit

Adalah suatu proses analisa data yang menilai tentang proses keperawatan/hasil asuhan
keperawatan pada pasien untuk mengevaluasi kelayakan dan keefektifan tindakan keperawatan
akan bertanggung jawab hal ini akan meningkatkan akuntabilitas dari perawat.
Langkah-langkah dalam melaksanakan audit keperawatan
1. Menentukan masalah tertentu untuk dipelajari dan diulas.
2. Menentukan kriteria atau standar profesi yang jelas, obyektif dan rinci
3. Mempelajari catatan keperawatan dan catatan medik
4. Para perawat mempelajari kasus yang tidak memenuhi kriteria, dianalisis, didiskusikan
kemungkinan penyebabnya.
5. Membuat rekomendasi penanganan kasus yang tidak memenuhi kriteria.
6. Membuka lagi topik yang sama di lain waktu, misalnya setelah 6 bulan kemudian, untuk
menilai dan meyakinkan bahwa kelemahan/ kekurangan yang diidentifikasi telah
diperbaiki dan tidak diulang kembali.
7. Perlu dipastikan bahwa audit keperawatan ini bukan acara pengadilan dari kekurangan
pelayanan yang ada tetapi bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan.
TUJUAN AUDIT KEPERAWATAN

Mengevaluasi keefektifan asuhan keperawatan

Menetapkan kelengkapan dan keakuratan pencatatan asuhan keperawatan.

MANFAAT AUDIT KEPERAWATAN UNTUK TINGKAT MANAJEMEN


1. Administrator

a. Memberikan evaluasi program tertentu. Mendukung permintaan untuk akreditasi.


b. Melandasi perencanaan program baru oleh perubahan.
c. Memungkinkan identifikasi kekuatan dan kelemahan.
d. Menentukan pengaruh pola ketenagaan.
e. Sebagai data pengkajian efisiensi.
2. Supervisor
a. Mengidentifikasi area asuhan keperawatan yang diperluka.
b. Memberikan landasan rencana diklat.
c. Mengidentifikasi kebutuhan pengawasan bagi perawat pelaksana.
3. Kepala Ruangan dan Perawat Pelaksana.
a. Introspeksi dan evaluasi diri.
b. Identifikasi jenis asuhan keperawatan.
c. Identifikasi kebutuhan tambahan pengetahuan
LINGKUP AUDIT KEPERAWATAN
1. Audit Struktur Berfokus pada tempat dimana pemberian askep dilaksanakan.
a. Fasilitas.
b. Peralatan.
c. Petugas.
d. Organisasi, prosedur dan pencatatan pelaporan

2. Audit Proses Merupakan penilaian terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan apakah


dilaksanakan sesuai standar. Proses audit menggunakan pendekatan retrospektif yaitu
dengan mengukur kualitas asuhan keperawatan setelah pasien pulang atau setelah
beberapa pasien dirawat (Swansbrug, 1990).
3. Audit Hasil
Dapat dilakukan secara Concurrent atau Retrospective yang berdasarkan konsep
HENDERSON sehingga asuhan keperawatan yang diberikan akan menghasilkan
Kebutuhan

pasien

terpenuhi,

Pasien

memiliki

pengetahuan

untuk

memenuhi

kebutuhannya, Pasien memiliki keterampilan dan kemampuan, Pasien memiliki motivasi.


PELAKSANAAN PROSES AUDIT HASIL:

Identifikasi kesenjangan

Analisa penyebab

Tindakan perbaikan:

Menyusun rencana.

Implementasi.

Kaji tindakan keberhasilan, tindakan kebaikan

Proses Audit Keperawatan

Tentukan aspek yang akan dievaluasi dan pendekatan yang akan digunakan.

Identifikasi kekurangan dan tentukan langkah perbaikan.

Tentukan standar dan kriteria.

Susun instrumen evaluasi.

Tentukan jumlah sampel dan lamanya waktu penilaian.

Kumpulkan data dan susun data serta penilaiannya.

Analisa data.

Buat kesimpulan tingkat mutu aspek yang dinilai.

Identifikasi kekurangan dan tentukan langkah perbaikan

Tahapan dalam Audit Manajemen


Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan audit manajemen menurut Alexander Hamilton
(Management Audit: Maximizing Your Companys Efficiency and Effectiveness,1996) :
1. Definisi ruang lingkup proyek
Merupakan tahap pengenalan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai latar
belakang serta kegiatan yang diperiksa. Hal ini membantu auditor mengidentifikasi masalah yang
timbul, menemukan penyebabnya dan kemudian melakukan tindakan-tindakan pembetulan.
2. Rencana, persiapan dan organisasi
Pemeriksaan manajemen pada tahap ini adalah meneliti serta menelusuri lingkup setiap sumber
dokumentasi, kemudian dianalisa dan selanjutnya diperbaharui.
3. Pengumpulan fakta dan pembaharuan dokumen
Meliputi pengumpulan seluruh data pemberitahuan yang berhubungan dengan ruang lingkup dari
proyek termaksud. Data ini diperoleh dari surat-menyurat dan untuk informasi yang non formal
dapat diperoleh secara langsung dari para karyawan melalui wawancara.
4. Riset dan analisis
Pada tahap ini pemeriksa mengumpulkan semua bukti dan data yang sangat penting untuk
mendukung suatu kesimpulan pendapat pada pimpinan teratas. Dan selanjutnya penelitian akan
diubah sesuai dengan tujuan perencanaan dan mengevaluasi keadaan lingkup tertentu. e.

5. Laporan
Dari hasil pengujian dan pemeriksaan yang dijelaskan dilaksanakan, kemudian dibuat laporan
hasil audit secara menyeluruh yang merupakan kesimpulan atas pemeriksaan yang dilakukan.