Anda di halaman 1dari 12

Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN


PEMBIAYAAN MURABAHAH BANK SYARIAH DI INDONESIA
(PERIODE JANUARI 2004 - DESEMBER 2008)

JIHAD
Universitas Islam Negeri Jakarta Syarief Hidayatullah
M.NADRATAUZZAMAN HOSEN
Universitas Islam Negeri Jakarta Syarief Hidayatullah
Email: mnhosen@yahoo.com

Abstract:
The main purposes of this thesis are to (1) review factors that affect the demand of murabahah
financing and (2) identify how significance that factors influence the demand of murabahah
financing at islamic banking in indonesia. Modeling used to achieve the second purpose is
regression approach. The research used 60 (months) sempels of demend of murabahah at whole
islamic banking in Indonesia. Or appoximately five years, and are being recorded for period
Januari 2004 to Desember 2008. the independent variable for this research are (1) Margin of
murabahah financing, (2) consumtif credit rate, (3) inflation rate, (4) exchange rate Rupiah to US
Dollar, (5) access people to islamic banking, and (6) rate of collateral. Statistically, the result of
this research shows that margin of murabahah financing (negative), consumtif credit
rate(negative), exchange rate Rupiah to US Dollar (negative), and access people to islamic
banking (positive) have signifiance influence to the demand of murabahah financing. While the
other variabes show no significance influence. Beside that muarabahah financing are influence
together by six variables Margin of murabahah financing, consumtif credit rate, inflation rate,
exchange rate Rupiah to US Dollar, access people to islamic banking, and rate of collateral, with
strong influence.
Keyword: : Demand of murabahah, financing, margin, consumtif credit rate

PENDAHULUAN terjadi penurunan dari sisi pertumbuhan,


dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya.
Perbankan syariah saat ini masih berada Dominasi jenis pembiayaan murabahah
pada tahap perkembangan dengan tetap gencar pada perbankan syariah yang mencapai 58,73%
untuk meningkatkan pangsanya, salah satunya pada awal tahun 2009, menunjukkan bahwa
dari sisi pembiayaan. Dorongan untuk bank dan masyarakat lebih comfort terhadap
meningkatkan pangsa inilah kemudian, bank jenis pembiayaan ini dibandingkan dengan jenis
syariah memerlukan analisa yang lebih matang pembiayaan lain seperti mudharabah atau
baik dalam konteks persaingan dengan bank musyarakah.
konvensional maupun dalam konteks merespon
kondisi pasar. Rumusan Masalah
Pada akhir tahun 2008 total pembiayaan 1. Bagaimana Permintaan pembiayaan
yang disalurkan oleh perbankan syariah murabahah dipengaruhi signifikan secara
mencapai Rp 38,195 miliar. Angka tersebut positif oleh variabel Akses?
telah menunjukkan peningkatan bila 2. Apakah Margin, Bunga, Kurs, Akses,
dibandingkan bulan sebelumnya, walaupun Inflasi dan nilai jaminan signifikan terhadap
permintaan pembiayaan murabahah?
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 101
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

Latar Belakang pembiayaan lainnya pada bank syariah di


Dominannya jenis pembiayaan murabahah Indonesia masih berada pada posisi 58,87%.
dibandingkan jenis pembiayaan yang lain Karena pembiayan murabahah merupakan
disebabkan beberapa faktor. Dari sisi pembiayaan terbesar maka penulis memilih
penawaran bank syariah, pembiayaan permintaan pembiayaan murabahah sebagai
murabahah dinilai lebih minim risikonya variabel dependent, selain itu pola pembiayaan
dibandingkan dengan jenis pembiayaan bagi murabahah yang relatif mirip dengan pola pada
hasil. Selain itu pengembalian yang telah kredit konsumtif yang di tawarkan oleh bank
ditentukan sejak awal juga memudahkan bank konvensional.
dalam memprediksi keuntungan yang akan Faktor (variabel independen) yang diduga
diperoleh. berpengaruh secara signifikan adalah margin
Sementara dari sisi permintaan nasabah, murabahah (Margin), suku bunga kredit
pembiayaan murabahah dinilai lebih simple konsumtif bank konvensional (Icons), inflasi
dibandingkan dengan jenis pembiayaan bagi (Inflasi), nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS
hasil. Hal ini lebih disebabkan kemiripan (Kurs), akses yang dilihat dari total jumah
oprasional murabahah dengan jenis kredit cabang bank syariah di Indonesia (akses), dan
konsumtif yang ditawarkan oleh perbankan nilai jaminan pembiayaan murabahah (colt).
konvensional, dimana masyarakat telah terbiasa
dengan hal ini. Namun selain faktor kualitatif METODOLOGI PENELITIAN
diatas, terdapat juga faktor-faktor kuantitatif
yang turut mempengaruhi tinggi rendahnya Secara garis besar, metodologi penelitian
permintaan masyarakat terhadap pembiayaan pada penelitian ini dapat dijelaskan dengan
murabahah pada bank syariah. seperti margin Gambar 1 sebagai berikut. Metodologi dan
murabahah, bunga kredit bank konvensional, instrumen pengukuran dan pengujian yang
inflasi, kurs, akses masyarakat, dan nilai digunakan adalah model regresi karena relevan
jaminan, yang diduga akan berpengaruh secara dengan kerangka teori yang menjelaskan adanya
signifikan terhadap permintaan pembiayaan varaiabel independent (margin, icons, inflasi,
murabahah bank syariah. Maka diperlukan kurs, akses, cotl) terhadap variabel dependent
penelitian yang lebih mendalam mengenai (Dmur).
faktor-faktor tersebut.
KAJIAN TEORI
Kerangka Teori (Theoretical Framework)
Bank syariah sebagai lembaga perantara Definisi dan Cakupan Pembiyayaan
keuangan atau financial intermediare Dalam kondifikasi produk yang dikeluarkan
mempunyai fungsi untuk menghimpun dana oleh Bank Indonesia, pembiayaan adalah
dari masyarakat kelebihan dana (surplus unit) penyediaan dana atau tagihan yang
dalam bentuk tabungan, giro maupun deposito, dipersamakan dengan itu, berupa: (1) Transaksi
dan kemudian menyalurkan kepada masyarakat bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan
yang membutuhkan dana (defisit unit) dalam musyarakah, (2) Transaksi sewa menyewa
bentuk pembiayaan. Pada bank syariah terdapat dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam
berbagai jenis pembiayaan, yang secara umum bentuk ijarah muntahioya bittamlik, (3)
terbagi dalam tiga prinsip. Yaitu prinsip bagi Transaksi jual beli dalam bentuk piutang
hasil, prinsip sewa atau jasa, dan prinsip jual murabahah, salam, dan istishna`,(4) Transaksi
beli yang menggunakan jenis akad seperti pinjam meminjam dalam bentuk piutang qordh,
murabahah, salam, istishna. Sampai saat ini dan (5) Transaksi sewa menyewa jasa dalam
pembiayaan bank syariah masih didominasi bentuk ijarah dalam transaksi multijasa. 1
oleh prinsip jual beli, dengan akad murabahah
1
khususnya. Sampai pada akhir tahun 2008, Bank Indonesia, Kondifikasi Produk
share pembiayan murabahah terhadap jenis Perbankan Syariah, (Jakarta: Direktorat Perbankan
Syariah Bank Indonesia, 2006), h.6.
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 102
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

Gambar 1: Diagram Alur Metodologi Penelitian

(1)
Tujuan: Anilisis (2) (3) (4)
faktor-faktor yang Kajian Literatur : Merumuskan: Pengumpula
Mulai mempengaruhi faktor-faktor kerangka n dan
permintaan permintaan theori pengolahan
pembiayaan kredit / (theoritical data
pembiayaan framework) k d
murabahah

(7) (6)
Uji t:: Analisis Regresi: (5)
Ho : β1 = 0 Y = α + β1X1 + β2X2 + Analisis data:
Ha : β1 ≠ 0 β3X3 + β4X4 + β5X5 + β6X6 uji asumsi
α=5% + εi klasik

(8a)
Faktor-faktor tersebut secara
statistik tidak signifikan (9a)
terhadap permintaan Dikeluarkan
pembiayaan murabahah, pada dari model
level Convidance level
= 95%

│t│> tα/2?
(8b)
Faktor-faktor tersebut secara (9b)
statistik signifikan terhadap Model
permintaan pembiayaan Interpretasi, Selesai
murabahah, pada level kesimpulan dan
Convidance level saran
= 95%
Sumber : Diolah dari berbagai sumber (2009)

Cakupan Pembiyaan Dalam Penelitian harga pokok barang ditambah dengan margin
Pada penelitian ini pembiayaan yang keuntungan yang disepakati. 3
digunakan adalah pembiayaan murabahah. Jenis pembiayaan yang diteliti dalam
Murabahah merupakan turunan dari akad jual penelitian ini hanya meliputi produk murabahah
beli, jual beli sendiri menurut Sayyid Sabiq dari sisi penyalurannya. Sampel yang digunakan
berarti pertukaran harta atas dasar saling rela adalah Jumlah Pembiayaan Murabahah yang
atau memindahkan milik dengan ganti yang Disalurkan setiap bulannya dari seluruh bank
dapat dibenarkan agar tidak terjadi jual beli syariah selama periode Januari 2004 hingga
terlarang. 2 Dalam peraturan bank Indonesia, Desember 2008, sehingga total sempel
Murabahah adalah jual beli barang sebesar berjumlah 60 (bulan).

3
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia
Nomor: 7/46/PBI/2005 Tentang Akad Penghimpunan
Dan Penyaluran Dana Bagi Bank Yang Melaksanakan
2
Sabiq, Sayyid. Fikih Sunnah 12, (Bandung: PT Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta:
Al-Ma`arif Bandung, 1990), h.47-48. Bank Indonesia, 2005), h.4.
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 103
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi 3 ) Perkiraan Harga Dimasa Mendatang, Bila


Permintaan Pembiayaan Murabahah kita memperkirakan bahwa suatu barang
Permintaan adalah keinginanan konsumen akan naik, maka akan mendorong orang
membeli suatu barang pada berbagai tingkat untuk membeli lebih banyak saat ini guna
harga selama periode waktu tertentu. 4 Secara menghemat biaya belanja dimasa
5
umum terdapat delapan faktor, yang mendatang. Perkiraan harga dimasa
mempengaruhi permintan suatu barang (harga mendatang juga dipengaruhi oleh kondisi
barang itu sendiri, harga barang lain yang makro ekonomi,seperti Inflasi dan Nilai
terkait, tingkat pendapatan perkapita, selera atau tukar Rupiah.
kebiasaan, jumlah penduduk, perkiraan harga 4 ) Usaha-Usaha Produsen Meningkatkan
dimasa mendatang, distribusi pendapatan, dan Penjualan, Pengiklanan memungkinkan
usaha-usaha produsen meningkatkan masyarakat untuik megenal suatu barang
penjualan), namun penelitian ini akan lebih baru atau menimbulkan permintaan terhadap
fokus pada empat dari delapan faktor yang barang tersebut. 6 . Terlebih lagi pada dunia
mempengaruhi permintaan, yaitu : perbankan yang sebagian besar produknya
1 ) Harga Barang Itu Sendiri, Jika harga suatu adalah jasa,. Salah satu bentuk promosi
barang semakin murah, ceteris paribus yang ada pada dunia perbankan adalah
maka permintaan terhadap barang itu menawarkan kemudahan akses bagi
bartambah, begitu pula sebaliknya, Pada masyarakat dengan menempatkan kantor-
dunia perbankan harga barang berupa kator pelayanannya sedekat dan sebanyak
sejumlah cost yang dikeluaran oleh nasabah mungkin dengan masyarakat.
untuk memperoleh sebuah jasa pembiayan, Secara lebih rinci dapat dipaparkan sebagai
pada umumnya cost yang dikeluarkan berikut:
berupa suku bunga, margin, nisbah, fee, atau
nilai dari sesuatu yang harus dijaminkan. 1. Margin Pembiayaan Murabahah
2 ) Harga Barang Lain yang Terkait, Harga Margin merupakan keuntungan bank dari
barang lain juga dapat mempengaruhi akad murabahah yang dinyatakan dalam bentuk
permintaan suatu barang, tetapi (dengan persentase tertentu yang ditetapkan oleh bank
syarat)kedua macam barang tersebut syariah. Margin keuntungan merupakan tingkat
mempunyai keterkaitan. Keterkaitan yang keuntungan yang diperoleh bank syariah dari
berlaku dapat bersifat substitusi (pengganti) harga jual objek murabahah yang ditawarkan
dan bersifat komplementer (penggenap). bank syariah kepada nasabahnya. Dalam
Pada dunia perbankan harga barang lain penelitian data yang digunakan adalah rata-rata
terkait, biasanya identik dengan suku bunga, dari margin keuntungan dari berbagai jenis
bagi hasil atau margin yang ditawarkan oleh pembiayaan murabahah seluruh bank syariah di
bank lain sebagai pesaingnya. Indonesia dalam satu bulan. Diduga margin
murabahah akan mempengaruhi permintaan
pembiayaan murabahah secara signifikan
negatif, secara umum dapat dijelaskan dengan
ilustrasi berikut :
Gambar 2, Pengaruh Margin Murabahah terhadap Permintaan pembiayaan
b h h
Margin harga Selera / Permintaan
murabahah objek kemampuan pembiayaan
transaksi masyarakat murabahah

4 5
Pratama Rahardja dan Mandala Manurung, Pratama Rahardja dan Mandala Manurung,
Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar, Edisi Ketiga, Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar, h.21.
6
(Jakarta: LPFE UI, 2004), h.20. Ibid.,h.21.
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 104
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

2. Suku Bunga Kredit Konsumtif penggunaannya, yang bertujuan konsumtif.


Bunga kredit merupakan harga yang Penelitian ini akan menggunakan suku bunga
ditetapkan oleh bank konvensional terhadap kredit konsumtif rata-rata bank konvensional
dana yang mereka miliki ketika dana tersebut dalam satu bulan. Diduga Kredit konsumtif
disalurkan dalam bentuk kredit kepada nasabah bank konvensional akan mempengaruhi
kredit. Penetapan suku bunga kredit biasanya permintaan murabahah secara signifikan positif,
mengacu pada suku bunga SBI yang ditetapkan secara umum dapat dijelaskan dengan ilustrasi
oleh Bank Indonesia. Kredit konsumtif berikut :
merupakan salah satu jenis kredit berdasarkan

Gambar 3 : Pengaruh Suku bunga kredit terhadap Permintaan Pembiayaan murabahah

Suku Selera / Permintaan permintaan Permintaan


bunga kemampuan kredit bank pembiayaan pembiayaan
kredit mayarakat konven- alternatif murabahah
sional

3. Inflasi bulanan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.


Inflasi adalah kenaikan barang-barang atau Diduga inflasi akan mempengaruhi permintaan
jasa secara bersamaan dalam periode tertentu. pembiayaan murabahah secara signifikan
Dalam penelitian ini data inflasi yang negatif, secara umum dapat dijelaskan dengan
digunakan adalah (Indeks Harga Konsumen) ilustrasi berikut :

Gambar 4 : Pengaruh Inflasi terhadap permintaan pembiayaan murahbahah

cost of harga Selera / Permintaan


Inflasi production objek kemampuan pembiayaan
transaksi masyarakat murabahah

4. Nilai Tukar uang asing. Nilai tukar yang digunakan adalah


Nilai tukar merupakan harga mata uang kurs tengah (rata-rata antara kurs beli dan kurs
asing dalam mata uang domestik. Nilai tukar jual) harian, pada akhir setiap bulan. Diduga
merepresentasikan tingkat harga pertukaran dari nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS akan
satu mata uang ke mata uang lainnya. Dalam mempengaruhi permintaan pembiayaan
penelitian ini nilai tukar yang digunakan adalah murabahah secara signifikan negatif, secara
nilai tukar Rupiah yang bertindak sebagai mata umum dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut:
uang domestik terhadap Dollar AS sebagai mata

Gambar 5 : Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar mempengaruhi permintaan pembiayaan
murabahah

Nila tukar cost of harga Selera / Permintaan


Rp thdp $ production objek kemampuan pembiayaan
(Depresiasi) transaksi masyarakat murabahah

Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 105


Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

5. Akses signifikan postif, secara umum dapat dijelaskan


Akses merupakan kemudahan yang dengan ilustrasi berikut :
diperoleh masyarakat untuk dapat menjadi
nasabah atau mendapat informasi mengenai 6. Nilai Jaminan
bank syariah. Penilaian akses dapat dilihat dari Nilai jaminan merupakan pengalihan hak
berbagai faktor, salah satunya adalah jumlah dan kekuasaan atas sejumlah barang dengan
cabang bank syariah. Dalam penelitian, data nilai tertentu, yang diserahkan ke bank guna
akses masyarakat, diperoleh dengan menjamin pelunasan hutangnya sesuai dengan
menggunakan data total keseluruhan kantor kesepakatan awal. Nilai jamianan yang
cabang bank syariah di Indonesia. Penentuan digunakan dalam penelitian ini adalah nilai rata-
jumlah kantor cabang adalah dengan rata yang harus dijaminkan oleh nasabah guna
menjumlahkan Kantor Pusat Operasional (untuk mendapatkan pembiayaan murabahah di bank
BUS), Kantor Cabang (Untuk UUS), Kantor syariah, nilai dalam bentuk persentase dihitung
Cabang Pembantu (BUS dan UUS), serta Unit dari nilai jaminan per harga pokok penjualan
Pelayanan Syariah (BUS dan UUS), setiap objek murabahah seluruh bank syariah di
bulannya artinya tidak mengikutsertakan kantor Indonesia setiap bulan. Diduga nilai jamianan
kas, karena pada kantor kas tidak melayanai pembiayaan murabahah akan mempengaruhi
jasa pembiayaan. Diduga Akses masyarakat permintaan pembiayaan murabahah secara
terhadap bank syariah akan mempengaruhi signifikan postif, secara umum dapat dijelaskan
permintaan pembiayaan murabahah secara dengan ilustrasi berikut :

Gambar 6: Pengaruh Nilai jaminan terhadap permintaan pembiayaan murabahah

Nilai Biaya tidak Minat / Permintaan


jaminan langsung Kemampuan pembiayaan
murabahah masyarakat murabahah

ANALISI DATA residual berdistribusi normal. Selanjutnya


dilakukan pengujian dengan histogram,
Uji Asumsi klasik terlihat bahwa sebaran data residul secara
1. Linieritas, Berdasarkan diagram pencar umum berada didalam kurva yang
(scatter plot) dengan sub menu Curve berbentuk lonceng. Sehingga dapat
Estimation menunjukkan hubungan antara disimpulkan bahwa residual berdistribusi
variabel independen (margin, akses, dan normal. Uji secara objektif juga dilakukan
nilai jaminan) dengan variabel dependennya dengang menggunakan uji Kolmogorov-
(permintaan murabahah), tampak bahwa Smirnov, diperoleh angka probabilitas
terdapat kecenderungan hubungan linear sebesar 0.811 dengan menggunakan taraf
yang berbanding lurus (positif). Sedangkan signifikansi alpha 5 % atau (0.05), maka
hubungan antara variabel independen diketahui nilai probabilitas 0.811 lebih
(bunga, inflasi, dan kurs) dengan variabel besar dari 0.05, maka H0 tidak ditolak,
dependennya (permintaan murabahah), sehingga dapat disimpulkan bahwa data
tampak bahwa terdapat kecenderungan berdistribusi normal.
hubungan linier yang berbanding terbalik 3. Heteroskedastisitas, Berdasarkan grafik
(negatif). scatterplots terlihat bahwa titik-titik dari
2. Normalitas, Berdasarkan Normal data menyebar secara acak serta tersebar
Probability Plot of Residual, diketahui baik di atas maupun di bawah angka nol
bahwa residual membentuk suatu pola garis pada sumbu Y dan tidak membentuk suatu
lurus, sehingga dapat disimpulkan bahwa pola tertentu. Hal ini dapat disimpulkan
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 106
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada sebanyak empat kali. Sehingga Berdasarkan
model regresi atau data bersifat output model summary didapatkan nilai DW
homoskedastisitas, sehingga model regresi adalah 1.672. Dapat dikategorikan bahwa
layak digunakan untuk menganalisis nilai DW (1.672) berada diantara interval
permintaan murabahah yang diukur dari 1.65 < DW < 2.35 sehingga tidak terjadi
margin, bunga, inflasi, kurs, akses, dan nilai otokorelasi. Maka variabel yang terlepas
jaminan. dari masalah otokolerasi adalah empat
4. Multikolinearitas, Berdasarkan nilai VIF variabel independen (margin, bunga
dan Tolerance terlihar bahwa, variabel konsumtif, kurs dan akses) dan variabel
independen (margin, bunga, inflasi, kurs, dependen (permintaan murabahah) yang
akses dan nilai jaminan) memiliki nilai VIF sudah di diferensiasi empat kali.
< 5, yang berarti model tidak mempunyai Analisa Regresi
kolinearitas antar variabel independennya. Pengujian regresi yang dilakukan dengan
Selanjutnya dapat dilihat juga nilai metode backward, guna memperoleh model
Tolerance yang mendekati angka 1, yang dengan komposisi variabel yang hanya
berarti variabel independen dinyakatakan signifikan secara pasial saja. Hasilnya
tidak multikolinearitas. Sebab jika nilai menghilangkan dua variabel independent
TOL = 0 berarti variabel independen (inflasi dan nilai jamianan), hal ini dibuktikan
mempunyai kolerasi yang sempurna. dengan pengujian dengan dua metode, yang
5. Otokolerasi, Pengujian otokolerasi pertama dengan uji t yaitu membandingkan nilai
dilakukan harus diilakukan dua tahap, pada thitung dengan ttabel dan yang kedua dengan
tahap pertama dilakukan dengan data asli melihat nilai probabilitasnya. Untuk nilai
dan seluruh variabel independen dan jaminan dikeluarkan karena thitung < ttabel, (1.253
dependen diperoleh nilai DW 0,621, yang < 2.00) dan nilai probabilitas di atas 0.05 (0.216
dapat dikategorikan terjadi otokolerasi > 0.05). sedangkan variabel inflasi dikeluarkan
karean berada pada interval DW < 1.21 atau karena thitung < ttabel, (0.373 < 2.00) dan nilai
DW > 2.79. Sehingga perlu dilakukan tahap probabilitas di atas 0.05 (0.711 > 0.05)
kedua dengan metode Backward yang Penggunaan metode backward juga
menghilangkan dua variabel independen ditujukan untuk menghindari masalah
(nilai jamianan dan inflasi) karena kedua otokolerasi, selain itu juga dilakukan
variabel tersebut tidak siginfikan secara diferensiasi empat kali terhadap data asil
parsial. Kemudian harus juga dilakukan variabel independen (margin, bunga konsumtif,
diferensiasi data asli veriabel independen kurs, dan akses) dan variabel dependen
(margin, bunga konsumtif, kurs, akses) dan (permintaan murabahah)
variabel dependen (permintaan murabahah)

a. Uji F (metode backward)


Tabel 1. Uji Simultan Model Backward
ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 49.488 8 6.186 1737.914 .000a
Residual .167 47 .004
Total 49.656 55
a. Predictors: (Constant), Lagakses, Margin, Lagdmur, Lagmargin, Bunga, Akses,
Lagbunga, Kurs
b. Dependent Variable: Permintaan Murabahah

Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 107


Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

Pada tabel.1 ditampilkan hasil uji F yang Bedasarkan tabel 4.13, dapat diketahui
dapat digunakan untuk menguji apakah model bahwa nilai Fhitung = 1737.914. Penggunaan
regresi yang didapatkan sudah cocok dengan α = 0.05 serta derajat bebas 8 dan 47,
data atau tidak. Jika terdapat kecocokan antara diperoleh nilai Ftabel = 2.14. Nilai Fhitung
model regresi dengan data, maka model regresi dibandingkan dengan Ftabel, diperoleh Fhitung
tersebut dapat digunakan untuk memprediksi > Ftabel. Sehingga dapat disimpulkan H0
Permintaan Murabahah yang didapat dari ditolak. Dengan demikian, bahwa model
variabel margin, bunga, kurs, dan akses. telah cocok dengan data.
Pengujian dilakukan dengan Uji F, hipotesis Setelah mengetahui secara keseluruhan
yang diajukan adalah: bahwa model telah sesuai dengan data,
H0 : Model tidak cocok dengan data selanjutnya dilakukan pengujian koefisien
H1 : Model cocok dengan data regresi secara parsial yang berguna untuk
Pengambilan keputusan berdasarkan melihat pengaruh setiap variabel independen
perbandingan nilai Fhitung dengan Ftabel : terhadap variabel dependen :
Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak
Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 tidak ditolak

b. Uji t
Tabel 2. Uji Parsial Model Backward
Coefficients a

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.321 .508 4.569 .000
Bunga -24.884 1.493 -.186 -16.670 .000
Margin -5.111 1.142 -.063 -4.475 .000
Kurs -7.3E-005 .000 -.040 -2.508 .016
Akses .010 .000 .980 84.153 .000
a. Dependent Variable: Permintaan Murabahah

Dalam pengujian ini, ttabel yang diperoleh 2. Berdasarkan nilai probabilitas dengan α =
pada tabel t-test, dengan α = 0.05, Didapat ttabel 0,05 :
adalah 2.00. Pengambilan keputusan didasarkan Jika probabilitas > 0,05 , maka H0 tidak
atas dua metode: ditolak
1. Berdasarkan perbandingan nilai thitung Jika probabilitas < 0,05 , maka H0 ditolak
dengan ttabel di mana µ1=µ2 Berdasarkan tabel 2, variabel independen
Jika |thitung| > ttabel, maka H0 ditolak yang menunjukkan angka yang signifikan
Jika |thitung| < ttabel, maka H0 tidak ditolak adalah bunga, kurs, akses, dan termasuk
Berdasarkan tabel 2, variabel independen konstanta. Hal tersebut dilihat dari nilai
yang menunjukkan angka yang signifikan probabilitas yang lebih kecil daripada nilai
adalah bunga, kurs, akses, dan termasuk α (0.05) yang diambil.
konstanta. Hal tersebut dilihat dari nilai t
yang lebih besar daripada nilai ttabel (2.000).

Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 108


Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

c. Koefisien Determinasi
Tabel 3, Koefisien Determinasi
b
Model Summary

Adjusted Std. Error of Durbin-


Model R R Square R Square the Estimate Watson
1 .998a .997 .996 .0596613 1.672
a. Predictors: (Constant), Margin, Bunga, Akses, Kurs
b. Dependent Variable: Permintaan Murabahah

Pada tabel 3, didapat 1 model regresi asumsi variabel lain diabaikan dan
dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar konstan.
0.998, nilai koefisien determinasi (R 3. Nilai koefisien regresi X2 (bunga)
Square) sebesar 0.997 (99.7%). Koefisien sebesar –24.884, berarti setiap
determinasi ini menunjukkan bahwa 99.7% penambahan 1% dari variabel bunga,
permintaan murabahah dapat dijelaskan atau maka nilai permintaan murabahah akan
dipengaruhi oleh margin, bunga, kurs, dan berkurang sebesar Rp.24.884, dengan
akses. Sedangkan sisanya (100% - 99.7% = asumsi variabel lain diabaikan dan
0.3%) permintaan murabahah dipengaruhi konstan.
oleh hal-hal atau variabel lain. Nilai 4. Nilai koefisien regresi X3 (kurs) sebesar
Adjusted R Square sebesar 0.996 (99.6%) –0.000073, berarti setiap penambahan
menunjukkan bahwa di lapangan (pada Rp 1 dari variabel kurs, maka nilai
kenyataannya) pengaruh dari margin, bunga, permintaan murabahah akan berkurang
kurs, dan akses, terhadap permintaan sebesar Rp. 0,073 dengan asumsi
murabahah hanya sebesar 99.6%, berarti variabel lain diabaikan dan konstan.
terjadi penurunan nilai koefisien determinasi 5. Nilai koefisien regresi X4 (akses)
sebesar 0.1% (99.7% - 99.6% = 0.1%). sebesar +0.10 berarti setiap penambahan
1 kantor cabang bank syariah, maka
d. Persamaam Regresi nilai Permintaan pembiayaan murabahah
Berdasarkan uji parsial diatas pada tabel akan bertambah sebesar Rp.100, dengan
4.14, persamaan atau model regresi yang asumsi variabel lain diabaikan dan
terbentuk adalah sebagai berikut : konstan.
Dmur = 2.321 – 5.111 margin – 24.884
bunga – 0.000073 kurs + 0.10 akses
Dari model regresi di atas dapat
dijabarkan sebagai berikut :
1. Nilai konstanta sebesar 2.321,
menyatakan bahwa jika variabel
independen bernilai nol atau tidak ada
pengaruh dari variabel independen,
maka besarnya Dmur (permintaan
murabahah) adalah sebesar Rp. 2.321,
2. Nilai koefisien regresi X1 (margin)
sebesar +5.111, berarti setiap
penambahan 1% dari variabel margin,
maka nilai permintaan murabahah akan
berkurang sebesar Rp.5.111, dengan

Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 109


Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

SIMPULAN DAN SARAN kredit konsumtif bank konvensional, kurs,


Simpulan dan akses mampu menjelaskan variansi
Penelitian ini secara khusus ingin permintaan pembiayaan murabahah bank
mengukur minat masyarakat dalam mengajukan syariah. hal ini ditunjukkan oleh uji F
pembiayaan murabahah di bank syariah selama dengan signifikansi mencapai 0.000. Besar
periode Januari 2004 hingga Desember 2008. pengaruhnya ditunjukkan oleh nilai R2
Memberi kesimpulan sebagai berikut : sebesar 99.7% sedangkan sisanya 0,3%
1. Permintaan pembiayaan murabahah dijelaskan oleh variabel lain yang tidak
dipengaruhi signifikan secara positif oleh diteliti.
variabel Akses, hal ini sejalan dengan teori
yang penulis telah bangun. Selain itu, Saran
permintaan pembiyaan muarabahah Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap
dipengaruhi signifikan secara negatif oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
variabel margin muarabahah, bunga kredit pembiayaan murabahah bank syariah, maka:
konsumtif bank konvensional dan nilai tukar 1. Bank syariah harus terus melakukan inovasi
rupiah terhadap dollar AS. Hubungan antara dalam menciptakan produk-produk baru,
margin dan kurs terhadap permintaan sehingga dapat lebih bersaing di pasar
murabahah telah sejalan dengan landasan rasional.
teori yang penulis bangun, Sedangkan untuk 2. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai
hubungan antara permintaan murabahah permintaan produk pembiayaan bank
dengan bunga konsumtif bertentangan syariah baik murabahah maupun jenis
dengan landasan teori yang penulis bangun. pembiayaan lain seperti mudharabah dan
Sementara variabel inflasi dan nilai jaminan musyarakah, sehingga dapat diketahui
telah dikeluarkan dari model, dikarenakan produk apa yang menjadi substitusi terdekat
tidak memberikan pengaruh yang signifikan dari masing-masing jenis pembiayaan di
terhadap permintaan murabahah. bank syariah. Sebab salah satu faktor utama
2. Dari keenam variabel yang diduga belum maksimalnya perkembangan
mempengaruhi permintaan murabahah, perbankan syariah disebabkan kurangnya
hanya empat variabel yang dapat pengetahuan bank syariah terhadap apa
dimasukkan kedalam model yaitu variabel mauanya pasar.
margin dengan siginifikasi sebesar 0.000
dan nilai koefisien regresi sebesar 5.111,
variabel bunga dengan siginifikasi sebesar
0.000 dan nilai koefisien regresi sebesar –
24.884, variabel kurs dengan siginifikasi
sebesar 0.016 dan nilai koefisien regresi
sebesar – 0.000073, dan variabel Akses
dengan siginifikasi sebesar 0.000 dan nilai
koefisien regresi sebesar + 0.10. Sedangkan
variabel inflasi dan nilai jaminan
dikeluarkan dari model karena tidak
signifikan berpengaruh terhadap permintaan
pembiayaan murabahah, oleh karena
variabel inflasi memiliki thitung < ttabel, (0.373
< 2.00) dan nilai signifikansi (0.083 > 0.05).
Sedangkan varaiabel nilai jaminan memiliki
thitung < ttabel, (1.253 < 2.00) dan nilai
signifikansi (0.216 > 0.05). Secara bersama-
sama variabel margin murabahah, bunga
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 110
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

DAFTAR PUTAKA Banking Statistics) 2007, Jakarta: DPBS


Ambarwati, Septiana. “Faktor–faktor yang BI, 2008
mempengaruhi pembiayaan murabahah Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah,
dan mudharabah pada bank syariah di Statistik Perbankan Syariah (Islamic
Indonesia.” Thesis S2 Program Pasca Banking Statistics) 2008, Jakarta: DPBS
Sarjana, Program Studi Timur Tengah, BI, 2009
Universitas Indonesia, 2008. Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah,
Antonio, Muhammad syafi`i. Bank Syariah dari Statistik Perbankan Syariah (Islamic
Teori ke praktik. Jakarta: Gema Insani Banking Statistics) Januari 2009,
Press, 2001. Jakarta: DPBS BI, 2009
Asy`ari, Mohammad Hasyim. “Analisis Faktor- Chapra, M.Umer. Sistem Moneter Islam.
faktor yang mempengaruhi Pembiayaan Jakarta: Gema insani Press, 2000.
Perbankan Syariah” Thesis S2 Program Departemen Agama RI, Al-Quran dan
Pasca Sarjana, Program Studi dan Terjemahnya, Surabaya: Mekar
Kajian Timur Tengah, Universitas Surabaya, 2004.
Indonesia, 2004. “Ekonomi syariah: dampak krisis keuangan
Boediono. Ekonomi Moneter, cet..XII. global terhadap Indonesia.” Republika.
Yogyakarta: BPFE, 2005. 26 November 2008.
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Fikriyani, Fatin. “Analisa faktor-faktor yang
No.5/7/PBI/2003, Jakarta: Direktorat mempengaruhi permintaan masyarakat
Perbankan Syariah Bank Indonesia, terhadap pembiayaan Bank Syariah
2003. Mandiri.” Skripsi S1 Fakultas Syariah
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia dan Hukum Univesitas Islam Negeri
Nomor: 7/46/PBI/2005 Tentang Akad Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.
Penghimpunan Dan Penyaluran Dana Gujarati, Demodar. Ekonometrika Dasar, alih
Bagi Bank Yang Melaksanakan bahasa Sumarno Zain. Jakarta: PT
Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Gelora Aksara Pratama, 1999.
Syariah, Jakarta: Bank Indonesia, 2005 Huda, Nurul. Dkk. Ekonomi Makro Islam
Bank Indonesia, Kondifikasi Produk Perbankan Pendekatan Teoritis,.cet.I. Jakarta:
Syariah, Jakarta: Direktorat Perbankan Kencana Prenada Media Group, 2008.
Syariah Bank Indonesia, 2006. Ibrahim, Zaini. “Analisa Determinasi
Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah, Permintaan Pembiayaan Mudarabah di
Kebijakan akselerasi pengembangan Bank muamalat Indonesia, “ Thesis S2
perbankan syariah 2007-2008. Jakarta: Program Pasca Sarjana, Program Studi
DPBS BI, 2007. dan Kajian Timur Tengah, Universitas
Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah, Indonesia, 2005.
Statistik Perbankan Syariah (Islamic Kasmir. Pemasaran bank.. Jakarta: Prenada
Banking Statistics) 2004, Jakarta: DPBS Media, 2004.
BI, 2005 Muhammad. Manajemen Pembiayaan Bank
Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah, Syariah. Yogyakarta: Unit Penerbit dan
Statistik Perbankan Syariah (Islamic Percetakan Akademi Manajemen
Banking Statistics) 2005, Jakarta: DPBS Perusahaan YKPN, 2005.
BI, 2006 Nachrowi, Nachrowi D dan Usman, Hardius.
Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah, Pendekatan Populer dan Praktis
Statistik Perbankan Syariah (Islamic Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi
Banking Statistics) 2006, Jakarta: DPBS dan Keuangan. Jakarta: LP FEUI, 2006.
BI, 2007 Oktaviani, Sundari. “Analisis pengaruh tingkat
Bank Indonesia Direktorat Perbankan Syariah, suku bunga kredit konsumsi, Tabungan,
Statistik Perbankan Syariah (Islamic dan Modal terhadap Jumlah Kredit
Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 111
Dikta Ekonomi Perdana Wahyu Santosa

konsumsi yang disalurkan (dengan Santoso, Pratiwi Wiji. “Analisis faktor-faktor


Pendekatan model ECM).” Skripsi S1 yang mempengaruhi pembiayaan
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, murabahah pada perbankan syaraiah di
Universitas Islam Negeri Syarif Indonesia Periode Januari 2004 -
Hidayatullah Jakarta, 2008. Desember 2007).” Skripsi S1 Fakultas
Rahardja, Pratama dan Manurung, Mandala. Ekonomi, Universitas Trisakti Jakarta,
Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar. 2008.
Jakarta: LPFE UI, 2004. Karim, Adiwarman Azwar. “mengerti apa
Rivai, Veithzal dan Veithzal, Andria Permata. maunya pasar.” Suplemen Republika 26
Credit Managemen Handbook. Jakarta: November 2008: hal.24.
PT. Raja Grafindo Persada, 2006. Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islam wa
Reimessa Amy. “Analisa Pegaruh Perubahan Adillatuh, Jilid IV, Beirut: Dar al-Fikr,
Laju Inflasi, tingkat Suku Bunga SBI, 1989.
Gross Domestik Poduct, dan Nilai Tukar Wijaya, Alfi. “Pasar Bank Syariah Bisa 3,5
Terhadap Perkembangan Jumlah Kredit Persen di 2009.” Suplemen Republika 26
pada PT BNI (PERSERO) Tbk (Periode November 2008: hal 20.
2003-2006).” Skripsi S1 Jurusan Wikipedia Indonesia Ensiklopedi bebas
Manajemen Keuangan dan Perbankan, berbahasa indonesia, “Inflasi”, diakses
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada 27 Mei 2009 dari
PERBANAS Jakarta, 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi#Dam
Sabiq, Sayyid. Fikih Sunnah 12, Bandung. PT pak.
Al-Ma`arif Bandung, 1990
Saeed, Abdullah. Bank Islam dan Bunga, Studi
Kritis dan Interpretasi Kontemporer
Tentang Riba dan Bunga, Cet. I,
Penerjemah. Muhammad Ufuqul Mubin,
dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
Siamat, Dahlan. Manajemen Lembaga
Keuangaan, Jakarta: LPFE UI, 2004.
Sukirno, Sudono. Pengantar Ekonomi Makro.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
1995.

Volume 6 Nomor 2, Agustus 09 / Rajab 1430 H ISSN 1411 – 776 112