Anda di halaman 1dari 4

Buah sawo sekilas mirip kiwi, dan punya banyak khasiat untuk kesehatan.

Seperti diberitakan dari


buku 'Health Secret of Kiwifruit', sawo sebagai buah yang manis rasanya, selain kaya gula, juga
mengandung zat gizi lainnya seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan.

Buah ini ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Maka tak heran, kini
buah sawo makin banyak dijual dengan kemasan jus. Tak hanya itu, sawo ternyata juga bisa
menyembuhkan beberapa penyakit. Mau tahu manfaat lain dari buah sawo? Buah ini mujarab
mengatasi sembelit dan diare.

Citarasa manis dan masirnya sawo menjadikan buah ini banyak diminati orang. Keistimewaan
sawo (Achras zapota Linn) juga terletak pada kandungan nutrisi dalam daging buahnya yang
berwarna kecokelatan. Di dalam 100 gram buah sawo terkandung energi 102 kkal, protein 0,5
gram, lemak 1,1 gram, karbohidrat 22,4 gram, mineral 0,5 gram, kalsium 25 mg, fosfor 12 mg,
besi 1 mg, retinol 18 mcg dan asam askrobat 21 mg.

Kandungan serat di dalam sawo juga cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi
gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare. Gula sederhana di dalam sawo mampu
memulihkan energi secara cepat. Sawo juga bisa minimalkan risiko kanker pencernaan, karena
buah ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.

Selain itu, buah ini juga menjadi sumber kalium yang baik. Di lain pihak, memiliki kadar natrium
yang rendah. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1, menjadikan
sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Sawo (Manilkara Zapota) dibudidayakan untuk diambil buahnya. Namun sebenarnya tanaman ini
memiliki potensi beragam. Daun, batang, hingga akar bermanfaat baik untuk keperluan lain
maupun bagi kesehatan.

Kandungan:
* kulit
- tannin

* biji
- saponin (senyawa beracun)

* buah
- kalium
- energi
- karbohidrat
- vitamin (A, C, B6)
- magnesium
- fosfor

Khasiat:
* daun
- mengobati demam
- obat luka dan borok

* bunga
- ramuan rempah untuk wanita yang melahirkan

* kulit
- obat diare dan demam

Cara Budidaya Sawo:

AGAR RAJIN BERBUAH


Idealnya, pembungaan dan pembuahan tabulampot sawo berlangsung terus-menerus sepanjang
tahun. Pembungaan paling lebat terjadi pada musim penghujan. Namun, terkadang macet juga.
Nah, untuk merangsang pembuahan, silakan simak beberapa tips berikut:

1. Sekitar 3 bulan sebelum musim hujan, beri pupuk NPK (15-20-20), dilanjutkan dengan teknik
pengeringan berselang-seling. Contohnya, selama seminggu tidak disiram sama sekali (asal
jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit selama 3 hari, dan
keringkan lagi. Lakukan teknik pengeringan berulang-ulang hingga muncul tunas-tunas baru
untuk pembungaan.

2. Ikat pangkal batang tabulampot sawo dengan kawat. Tujuannya untuk membatasi transportasi
air dan unsur hara dari dalam tanah yang berlebihan.

3. Jangan ragu menambahkan zat pengatur tumbuh, misalnya Dekamon atau Atonik.

4. Potong akar dengan menyisakan 3 cabang akar.

ADA YANG BERAROMA DURIAN

Jenis sawo ternyata cukup banyak. Apa saja?

1. Sawo manila kulon


Bentuk buah lonjong, berbiji banyak, bergetah, dan cukup tahan disimpan.

2. Sawo manila betawi


Bentuk buah juga lonjong, berukuran besar, tidak banyak getah, rasa manis, tapi kurang tahan
disimpan.

3. Sawo manila malaysia


Bentuk buah lonjong, berukuran besar, rasa buahnya manis.

4. Sawo manila karat


Bentuk buah agak lonjong, berukuran besar, berkulit tebal, kasar, dan berbintil-bintil kecil.

5. Sawo apel lilin


Bentuk buah bulat, berukuran agak besar, daging buah terasa agak keras.

6. Sawo apel kelapa


Bentuk buah bulat kecil-kecil, berkulit tebal, bergetah, berbiji banyak, dan tahan disimpan.

7. Sawo duren
Bentuk buah bulat, kulit buah halus, dan licin. Disebut sawo duren, karena aroma buahnya mirip
dengan buah durian. Ada dua macam sawo duren, yakni sawo duren hijau dan sawo duren merah.

SEMBUHKAN DISENTRI
Selain buahnya yang lezat disantap, sawo ternyata juga memiliki khasiat untuk mengatasi
beberapa penyakit atau kelainan.

A. Mengerem Diare
Ambil 1 buah sawo muda, cuci sampai bersih. Sawo diparut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu,
tambahkan sedikit air matang.

Silakan minum 2 kali sehari. Bisa juga menggunakan daun sawo. Sediakan 1 mangkok daun, lalu
cincang dalam 2 gelas air bersih selama 15 menit. Nah, air rebusan ini diminum 3 kali sehari.

B. Menyembuhkan Radang Mulut


Ambil 1 mangkok daun sawo, lalu cincang dalam 2 gelas air bersih selama 10 menit. Pakai air
hasil rebusan untuk berkumur.

C. Mengobati Disentri
Ambil 8 buah sawo muda, cuci bersih. Kunyah-kunyah halus dengan garam secukupnya. Sedikit
demi sedikit ditelan, lalu minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh.

Tanaman sawo (Achras zapota) termasuk di dalam famili Sapotaceae. Tanaman sawo hidup
menahun, memiliki batang berkayu keras, dan percabangannya cukup rapat.

Bunga sawo muncul dari ketiak-ketiak daun, sedangkan buahnya terbentuk menggantung pada
tangkai buah.

Sawo memiliki daging buah tebal, mengandung banyak air, dan bergetah. Rasanya manis dan
beraroma khas. Bijinya berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, hitam mengkilap, dan
berkeping dua. Dari biji, dapat digunakan untuk perkembangbiakan secara generatif.

Namun demikian, khusus untuk tabulampot sawo, sebaiknya menggunakan bibit cangkok.
Alasannya, umur panen relatif genjah, sekitar setahun bahkan bisa kurang. Sementara untuk bibit
asal biji, akan berbuah sekitar 4-5 tahun.
Cangkok Sendiri

Pilih cabang yang cukup besar, sehat, dan lurus. Buat dua keratan melingkar cabang dengan jarak
5 cm, dan lepas kulitnya. Kerik kambium, dan biarkan selama 3 – 5 hari. Gunakan zat pengatur
tumbuh akar (misal Rootone F), lalu oleskan pada bidang sayatan. Ambil pembalut (sabut kelapa,
lembaran plastik), lalu diikat pada bagian bawah keratan. Selanjutnya, media cangkok (tanah
subur dan pupuk kandang) diletakkan pada bidang keratan sembari dipadatkan hingga
membentuk bulatan setebal 5 – 6 cm. Pembalut bagian atas juga diikat. Lalu ambil lidi, tusuk-
tusukkan pada media yang telah terbungkus hingga membentuk lubang-lubang kecil.

Enam hingga delapan minggu kemudian, amatilah. Jika muncul akar-akar baru dari celah-celah
pembalut, itu berarti pencangkokan sukses. Langkah selanjutnya adalah melakukan pendederan
bibit cangkok sawo. Siapkan polybag yang diisi campuran tanah subur dan pupuk kandang (1:1).
Potong cangkokan, sebagian daun dan ranting. Lepas pembalutnya, dan masukkan di tengah-
tengah polybag. Siram sampai basah. Simpan di tempat teduh dan aman. Setelah beradaptasi 4
minggu dan tunas-tunas baru bermunculan, bibit cangkok sawo dapat dipindahkan ke dalam pot.

Pot dan Media Tanam

Mengingat tanaman ini nantinya diharapkan berbuah lebat, pilihlah pot yang kuat dan punya
diameter sekurang-kurangnya 40 cm. Pot juga sebaiknya punya kaki dan berlubang pada bagian
dasarnya. Media tanam harus lengkap berisi bahan organis dan anorganis. Yang termasuk organis
adalah pupuk kandang, kompos, atau humus. Sedangkan yang anorganis meliputi tanah subur,
pasir, pecahan genting, atau bata merah. Untuk tabulampot sawo, Anda bisa pilih memilih media
tanam, seperti campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (2:1:1), atau campuran tanah,
sekam padi dan pupuk kandang (1:1:1), atau campuran tanah, serbuk gergaji dan pupuk
kandang (1:1:1).

Cara mengisi media, masukkan selapis pecahan genting di dasar pot. Tambahkan selapis mos dan
ijuk, lalu tambahkan lagi campuran media tanam berupa tanah subur dan pupuk kandang. Jangan
lupa, berikan obat Furadan atau Curater sebanyak 2 sendok makan. Keluarkan bibit dari polybag,
potong sebagian akar, cabang, ranting, atau daun yang berlebihan. Setelah itu, tanam dan
padatkan media tanamnya. Siram sampai basah, dan simpan di tempat teduh untuk sementara.

Sering kita jumpai, kondisi tabulampot sawo tampak kering, kurus dan malas berbuah. Kenapa?
Jawabannya pasti karena kurang atau tidak dilakukan pemeliharaan dengan baik. Untuk itu, Anda
harus melakukan pemupukan NPK, yang dapat diperoleh di kios atau toko pertanian terdekat.

Pada umur satu bulan, beri pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 50 gram per pot. Caranya,
benamkan merata sedalam 10 cm. Pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali. Namun demikian,
jika tanaman mulai berbunga, sebaiknya menggunakan NPK yang memiliki kandungan fosfat dan
kalium lebih tinggi. Misalnya, NPK 15-20-20. Beri sebanyak 100 gram per pot. (fn/vs/dt/tn)
www.suaramedia.com