Anda di halaman 1dari 92

Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam perencanaan pembangunan di bidang Pendidikan Nonformal dan Informal
seperti perencanaan di Kabupaten/Kota diperlukan data dan informasi yang lengkap
tidak hanya menyangkut data di lingkungan Dinas Pendidikan melainkan juga di luar
Dinas Pendidikan. Pada kenyataannya, untuk mendapatkan data dan informasi,
khususnya di luar Dinas Pendidikan sangat sulit. Hal itu disebabkan karena semua
instansi memiliki data masing-masing dan belum ada instansi yang melakukan
integrasi terhadap data setiap instansi. Agar diperoleh data yang terintegrasi,
lengkap, dan mutakhir mengenai keadaan Pendidikan nonformal dan Informal maka
perlu dikaitkan dengan data dan informasi di luar Dinas Pendidikan seperti
administrasi pemerintah daerah, demografi, geografi, ekonomi, sosial budaya dan
agama serta transportasi dan komunikasi. Selain itu, untuk mengatasi masalah-
masalah Pendidikan Bukanformal dan Informal tidak hanya dapat dilakukan melalui
faktor internal pendidikan melainkan juga harus dilihat faktor eksternal lainnya atau di
luar pendidikan.
Untuk mengatasi masalah di atas, Profil Pendidikan Kesetaraan (Paket A setara
SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara SMA/MA) cukup komprehensif
di suatu Kabupaten/Kota dapat dipandang sebagai bahan masukan yang cukup
handal untuk penyusunan perencanaan pembangunan Pendidikan nonformal dan
Informal yang realistis. Oleh karena itu, dengan menggunakan profil pendidikan
kesetaraan tersebut dapat diketahui dan diperhitungkan berbagai faktor yang ada
dalam suatu wilayah, termasuk faktor pendukung dan penghambat perkembangan
pendidikan kesetaraan.
Berdasarkan data dan informasi yang komprehensif yang termuat di dalam profil
pendidikan Kesetaraan (Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket
C setara SMA/MA) dapat dilakukan analisis secara deskriptif untuk mengetahui
kinerja pendidikan kesetaraan. Kemudian, dengan menggunakan kinerja yang ada
diharapkan dapat dilakukan identifikasi masalah terhadap pemerataan, mutu dan
relevansi, serta manajemen pendidikan kesetaraan dan pembinaan pengembangan
lebih lanjut.

1
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

B. TUJUAN
Tujuan umum disusunnya profil pendidikan kesetaraan adalah untuk
menghasilkan data dan informasi pendidikan bukan formal khususnya pendidikan
kesetaraan (Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara
SMA/MA) yang dapat digunakan untuk semua pihak yang berkepentingan dengan
pembangunan pendidikan.
Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui kinerja pendidikan kesetaraan di
suatu daerah, masalah yang dihadapi sebagai bahan perencanaan yang
menyangkut pemerataan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan,
dan manajemen pendidikan. Setelah diketahui masalah tersebut, diharapkan dapat
disusun cara mengatasi masalah tersebut. Di samping itu, kinerja pendidikan yang
telah dikaitkan dengan faktor eksternal tersebut dapat digunakan sebagai bahan
masukan untuk pengambilan keputusan seperti penyusunan perencanaan
pembangunan wilayah, perencanaan pembangunan pendidikan, penyusunan
kebijakan operasional pendidikan, dan informasi bagi pihak yang memerlukan,
khususnya informasi pendidikan di Kabupaten/Kota.

C. RUANG LINGKUP
Profil pendidikan kesetaraan ini menyajikan informasi tentang data-data
kependidikan kesetaraan yang dilengkapi dengan administrasi pemerintahan daerah,
demografi, geografi, ekonomi, sosial budaya dan agama, serta transportasi dan
komunikasi. Informasi itu sangat diperlukan dan mempunyai saling keterkaitan yang
mendukung perkembangan pendidikan di daerah. Keadaan umum pendidikan
mencerminkan variabel-variabel pendidikan menurut jenjang serta kemajuan yang
dicapai melalui indikator-indikator pendidikan di setiap jenjang pendidikan.
Sesuai dengan bahan yang tersedia disajikan kinerja dan analisis profil
pendidikan yang mencerminkan kaitan antara indikator-indikator internal dan
eksternal dengan permasalahannya sehingga diharapkan dapat memberikan
informasi untuk keperluan perencanaan. Data yang tersedia disajikan dalam bentuk
tabel dan memuat data dasar, (baik yang bersumber dari Pemda, BPS, Dinas
Pendidikan maupun dari instansi lain) mengenai pendidikan dan data olahan yang
menghasilkan indikator seperti angka, rasio, dan perbandingan pendidikan menurut
jenis dan jenjang pendidikan.

2
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

BAB II
KEADAAN UMUM
Profil Pendidikan Kesetaraan pada Bab II keadaan umum dimulai dengan peta
Kabupaten/Kota yang menggambarkan letak Kabupaten Kapuas Hulu dalam
kaitannya dengan lingkungan sekelilingnya. Kemudian, dilanjutkan dengan keadaan
bukan pendidikan yang meliputi enam faktor seperti administrasi pemerintahan
daerah, demografi, geografi, ekonomi, sosial budaya, dan transportasi dan
komunikasi. Terakhir dijelaskan tentang program pendidikan kesetaraan (Paket A
setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara SMA/MA).
A. PETA KABUPATEN KAPUAS HULU
Berdasarkan Peta Gambar.2.1 dapat dikemukakan bahwa batas wilayah
Kabupaten ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia (
serawak ) sebelah timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur sebelah
selatan berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Selatan dan sebelah barat
berbatasan dengan Kabupaten Sintang Dengan melihat peta tersebut, diketahui
bahwa daerah tersebut dilalui oleh ______________ ,dll. Kabupaten Kapuas Hulu
sebagai Kabupaten yang ke 7 ( Tujuh ) secara geografis terletak di sebelah timur
daerah yang paling ujung dalam wilayah Propinsi Kalimantan Barat yakni terletak
diantara Kabupaten Sintang dan Propinsi kalimantan Timur
Gambar 2.1 Peta Wilayah Kabupaten/Kota ______________

Sumber: ______________
1. Administrasi Pemerintahan Daerah

3
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 1999, pemerintah daerah merupakan


koordinator semua instansi sektoral dan kepala daerah yang bertanggung jawab
sepenuhnya terhadap pembinaan dan pengembangan wilayahnya. Pembinaan dan
pengembangan tersebut mencakup segala bidang kehidupan dan bidang
pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Kapuas Hulu sebagai satu kesatuan wilayah pemerintahan,
melaksanakan pembangunan yang memiliki arah dan tujuan tertentu yang harus
dicapai melalui pembangunan di semua bidang, termasuk di bidang pendidikan dan
kebudayaan. Hal itu berarti, bahwa rencana pembangunan pendidikan di
Kabupaten/Kota tidaklah berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari rencana pembangunan Kabupaten/Kota secara keseluruhan. Oleh
karena itu, segala usaha dan kegiatan pembinaan dan pengembangan di bidang
pendidikan di Kabupaten/Kota harus berada di bawah koordinasi atau
sepengetahuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk menjaga keserasian
dan keterkaitannya dengan sektor lain dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan
pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 23 kecamatan dengan luas wilayah
seluruhnya 29.842 km2. (lihat Tabel 2.1)

Tabel 2.1 Administrasi Pemerintahan Kabupaten/Kota ______________

No. Kecamatan Luas Wilayah


1 Putussibau Utara 4.122,00

2 Putussibau Selatan 5.352,30

3 Manday 1.069,00
4 Lakis 1.184,00
5 Embaloh Hilir 1.869,10

6 Embaloh Hulu 3.457,60


7 Bunut Hilir 844,10

8 Bunut Hulu 1.118,14

9 Mentebah 781,26
10 Embau 422,50

11 Boyan Tanjung 824,00

12 Pengkadan 531,20

13 Hulu Gurung 432,90


14 Selimbau 999,24

15 Suhaid 620,56

4
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

16 Semitau 562,70
17 Seberuang 573,80

18 Silat Hilir 1.177,10

19 Silat Hulu 1.061,80


20 Batang Lupar 1.332,90

21 Badau 700,00

22 Empanang 357,25
23 Puring Kencana 448,55
Sumber: ______________

2. Demografi
Berdasarkan undang-undang, pendidikan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat
Indonesia dan salah satu tujuannya adalah meningkatkan kecerdasan dan
kesejahteraan penduduk secara maksimal. Dengan demikian, penduduk baik
sebagai perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat merupakan sasaran
kegiatan pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, aspek-aspek kependudukan,
dinamika penduduk dan masalah yang ditemui dalam masyarakat akan sangat
mempengaruhi pendidikan. Dengan demikian, aspek kependudukan perlu
dipertimbangkan dalam pengembangan pendidikan.
Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas Hulu adalah _____ orang. Dari jumlah
tersebut, _____ berusia 7-12 tahun (....... %), _____ berusia 13-15 tahun (....... %),
dan _____ berusia 16-18 tahun (....... %). (lihat Tabel 2.2)

Tabel 2.2 Keadaan Demografi Kabupaten/Kota ______________

No. Komponen Jumlah


1. Penduduk <7 th
2. Penduduk 7-12 th
3. Penduduk 13-15 th
4. Penduduk 16-18 th
5. Penduduk 19-24 th
6. Penduduk > 24 th
7. Tingkat pendidikan penduduk
a. Tidak/belum pernah sekolah
b. Tidak/belum tamat SD
c. Tamat SD 3.691
d. Tamat SMP
e. Tamat SMU

5
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

No. Komponen Jumlah


f. Tamat SMK
g. Tamat Diploma I/II
h. Tamat Diploma III/Sarmud
i. Tamat Sarjana
j. Tidak Terjawab
8. Tingkat kepandaian membaca
a. Dapat membaca menulis
b. Buta huruf 9.273
9. Angkatan Kerja
a. Bekerja
b. Mencari pekerjaan
10. Bukan Angkatan kerja
a. bersekolah
b. Mengurus RT
c. Lainnya
11. Penduduk Miskin
Sumber: ______________

Tingkat pendidikan penduduk yang dirinci menjadi 9 kategori dapat digambarkan


sebagai berikut: (1) tidak/belum pernah sekolah sebanyak _____ orang (...... %), (2)
tidak/belum tamat SD sebanyak _____ orang (.......%), (3) tamat SD sebanyak 3.691
orang (99,38 %), (4) tamat SMP sebanyak _____ orang (.......%), (5) tamat SMU
sebanyak _____ orang (.......%), (6) tamat SMK sebanyak _____ orang (....... %), (7)
tamat Diploma I dan II sebanyak _____ orang (.......%), (8) tamat Diploma III/Sarmud
sebanyak _____ orang (.......%), (9) tamat Sarjana _____ orang (.......%) dan tidak
terjawab _____ orang (.......%). (Tabel 2.2)
Jumlah angkatan kerja pada tahun 2007/2008 dapat diuraikan sebagai berikut: (1)
jumlah penduduk yang bekerja sebanyak _____ orang (....... %) dan (2) jumlah
penduduk yang mencari pekerjaan sebanyak _____ orang (.......%), sehingga jumlah
angkatan kerja adalah _____ orang (.......%). Penduduk bukan angkatan kerja terdiri
atas: (1) jumlah penduduk bersekolah _____ orang (.......%), (2) jumlah penduduk
mengurus rumah tangga _____ orang (.......%); dan (3) lain-lain _____ orang (.......%),
sehingga jumlah penduduk bukan angkatan kerja adalah _____ orang (.......%).
Penduduk miskin di daerah kota (mereka yang berpenghasilan Rp ___________
/kapita/bulan ke bawah sebanyak _____ orang (.......%) dan di daerah desa (penduduk

6
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

yang berpenghasilan Rp ___________ /kapita/bulan ke bawah sebanyak _____ orang


(.......%). Di Kabupaten/Kota penduduk miskin diperkirakan sebanyak (.......%) dari
penduduk seluruhnya. (Tabel 2.2 )
Gambar 2.2 Gambar Topografi Kabupaten/Kota ______________

Sumber: .......
3. Geografi
Faktor geografi yang dimaksud antara lain mencakup aspek keadaan alam dan
sumber daya alam (SDA) sehingga dapat berpengaruh besar terhadap
pembangunan pendidikan. Pengaruh ini dapat bersifat menunjang dan dapat pula
bersifat menghambat. Tersedianya SDA merupakan faktor yang menunjang
pendidikan baik langsung maupun tidak langsung. Keadaan geografi yang tidak
menguntungkan antara lain keadaan pemukiman penduduk yang berpencar-pencar
dan terpencil serta pemukiman yang padat merupakan kendala dalam upaya
peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.
Keadaan topografi Kabupaten/Kota perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan:
(1) rencana penentuan lokasi sekolah/tempat kelompok belajar; (2) rencana
rayonisasi penerimaan peserrta didik baru/kelompok belajar baru; (3) rencana
supervisi sekolah/penyelenggara pendidikan dan pengendalian; (4) rencana
penempatan guru/tenaga pendidik; (5) rencana pengadaan dan pendistribusian

7
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

buku-buku serta peralatan pendidikan lainnya. Gambar 2.2 menunjukkan gambar


topografi Kabupaten/Kota.
SDA baik yang terkandung di daratan, di sungai, maupun di laut (jika ada)
merupakan potensi ekonomi yang besar. Hal itu berarti bahwa pengelolaan SDA
secara efisien akan meningkatkan pendapatan pemerintah daerah dan secara tidak
langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan pendapatan
daerah dan kesejahteraan masyarakat jelas akan memberikan dampak positif
terhadap penyediaan dana dan fasilitas pendidikan sehingga pengembangan
pendidikan dapat terlaksana sesuai dengan harapan.
Di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat berbagai SDA, di antaranya yang menjadi
andalan adalah: a. Pertanian, b. Kehutanan, c. Kelautan, d. Pertambangan, e.
Perindustrian, dst.
Rencana tata ruang Kabupaten Kapuas Hulu dapat digambarkan melalui peta
sarana/prasarana umum dan rencana pengembangan sebagai berikut. Gambar 2.3
Gambar 2.3 Gambar Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu

Gambar

Sumber: ______________

Rencana umum tata ruang (RUTR) Kabupaten Kapuas Hulu yang berwawasan
ramah lingkungan harus dijadikan pedoman perencanaan terpadu pembangunan,

8
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

agar tatanan lingkungan hidup dan pemanfaatan SDA, sumber daya manusia (SDM)
dan sumber daya buatan (SDB) dapat dilakukan secara tepat guna, berdaya-guna
serta berhasil-guna secara berkelanjutan.
Berhubungan dengan rencana umum tata ruang tersebut perlu diperhatikan
beberapa hal, yaitu:
a. Kawasan pemukinan = 2.120.000 Km2/Ha
b. Hutan lindung = 628.973 Km2/Ha
c. Kawasan wisata = 932.000 Km2/Ha
d. Kawasan industri = 1.082.000 Km2/Ha
e. Pertambangan = 357.000 Km2/Ha,

Diagram 2.1 Kawasan Pemukiman, Hutan Lindung, Wisata, Industri, Pertambangan Kabupaten/Kota
______________

Sumber: ______________

Faktor iklim yang mencakup antara lain aspek lamanya musim kemarau dan
musim penghujan serta banyaknya curah hujan juga akan berpengaruh terhadap
lingkungan seperti terhadap tingkat kesuburan lahan, kekeringan, banjir dan
sebagainya, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan

9
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

masyarakat. Secara tidak langsung, faktor iklim juga akan mempengaruhi


pendidikan.
Musim kemarau di Kabupaten Kapuas Hulu biasanya pada bulan Juni sampai
September, sedangkan musim hujan terjadi bulan Desember sampai Maret , dan
curah hujan rata-rata adalah 3,973,2 mm/tahun, serta curah hujan tertinggi dan
terendah masing-masing adalah 653,9 mm/tahun dan 114,7 mm/tahun. (Tabel 2.3)

Tabel 2.3 Keadaan Geografi Kabupaten/Kota ______________

No Variabel Jumlah
 Kayu
 Rotan
Sumber daya alam yang
1.  Batu Bara
berpotensi
 Emas
 Antimoni
2. Keadaan Alam 2 musim
a. Musim kemarau Juni – September
b. Musim penghujan Desember – Maret
3. Curah hujan 3,973,2 mm/tahun
a. Tertinggi 653,9 mm/tahun
b. Terendah 114,7 mm/tahun
Sumber: ______________

4. Ekonomi
Bidang ekonomi merupakan penggerak utama pembangunan seiring dengan
pengembangan kualitas SDM. Oleh karena itu, pembangunan di bidang pendidikan
yang merupakan bagian dari upaya peningkatan SDM memegang peranan yang
sangat penting. Melalui pendidikan diharapkan dapat terbentuk manusia yang
berkualitas sebagaimana yang dicita-citakan, yaitu manusia yang memiliki
kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan
dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ekonomi, sosial
budaya dan berbagai bidang lainnya secara serasi dan seimbang (harmonis).

Tabel 2.4 Keadaan Ekonomi Kabupaten Kapuas Hulu


No Komponen Jumlah
1. Pendapatan asli daerah/ PAD 3.840.115.000
2. Pendapatan per kapita 18.000.000/Tahun

3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 390.500.000

4. Upah minimum regional (UMR)

10
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

No Komponen Jumlah
5. Mata pencaharian menurut sektor
1. Pertanian
2. Pertambangan
3. Industri Pengolahan
4. Listrik, gas, dan air
5. Bangunan
6. Perdagangan
7. Perhubungan
8. Keuangan
9. Jasa lainnya
Sumber: ________

Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per
kapita, penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), pendapatan asli daerah (PAD)
serta gambaran kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan
masyarakat. PAD tahun 2007, Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebesar Rp
3.840.115.000, penerimaan dari PBB sebesar Rp 390.500.000 dan rata-rata pendapatan
per kapita adalah Rp 18.000.000/Tahun, sedangkan UMR yang berlaku adalah Rp 9.575
(Tabel 2.4)
Mengenai keadaan sandang, pangan, dan perumahan dapat dijelaskan sebagai
berikut.
a. Keadaan sandang (gambaran kualitatif)
______________________________________________________________
______________________________________________________________
b. Keadaan pangan (gambaran kualitatif)
______________________________________________________________
______________________________________________________________
c. Perumahan rakyat (gambaran kualitatif)
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Mata pencaharian penduduk adalah di sektor pertanian, perburuan, dan
perikanan sebanyak ________ orang (…….. %); di sektor pertambangan dan
penggalian sebanyak ________ orang (……..%); di sektor industri pengolahan
sebanyak ________ orang (……..%), di sektor listrik, gas dan air sebanyak
________ orang (……..%); di sektor bangunan sebanyak ________ orang (……..

11
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

%), di sektor perdagangan ________ orang (…….. %); di sektor perhubungan


________ orang (……..%); di sektor keuangan ________ orang (……..%) dan di
sektor jasa lainnya ________ orang (…….. %). (Tabel 2.4)
Jenis komoditi ekspor selama ini terdaftar di Departemen Perindustrian dan
Perdagangan di Kabupaten/Kota atau Kecamatan terdapat _______ jenis yaitu:
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

Jumlah koperasi yang sudah berbadan hukum di Kabupaten/Kota


_____________________ sebanyak _____ dengan rincian KUD _____ Buah, Koperasi
Pegawai Negeri _____ Buah, dll.

5. Sosial Budaya dan Agama


Adat istiadat yang sampai sekarang hidup di kalangan masyarakat meliputi 4
aspek adat, yaitu adat penyambutan tamu, adat perkawinan, adat penobatan dan
pemberian gelar adat dan adat pemakaman, dalam koordinasi adat bersendikan
sara, sara bersendikan Al-Quran.

Tabel 2.5 Keadaan Sosial Budaya dan Agama Kabupaten Kapuas Hulu

No Variabel Jumlah
1. Penduduk
a. Islam 121.490

b. Protestan 22.115
c. Katolik 64.838
d. Hindu 130
e. Budha 236
2. Tempat Ibadah
a. Mesjid/musholla 212
b. Gereja Kristen 107
c. Gereja Katolik
d. Pura
e. Vihara
3. Puskesmas induk 23

12
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

No Variabel Jumlah
4. Puskesmas pembantu 178
5. Rumah sakit 1
6. Balai Pengobatan 56
Sumber: __________

Gambaran keadaan keagamaan dapat diuraikan bahwa jumlah penduduk


beragama Islam sebanyak 121.490 orang (…… %), Protestan sebanyak 22.115 orang
(…… %), Katolik 64.838 orang (…… %), Hindu sebanyak 130 orang (…… %), dan
Budha sebanyak 236 Orang (…… %). Untuk mengamalkan ibadahnya, pemeluk
agama tersebut didukung oleh 212 mesjid, 157 mushalla, 227 gereja, _____ pura,
dan_____ vihara. (Tabel 2.5)
Keadaan kesehatan masyarakat dapat digambarkan bahwa gizi masyarakat pada
umumnya bervariasi yaitu ada yang baik, kurang atau buruk dengan rincian _____
persen baik, _____ persen kurang, dan _____ persen buruk dengan angka harapan
hidup _____ tahun, yang didukung oleh puskesmas induk sebanyak 23 buah dan
puskesmas pembantu 178 Buah, dan rumah sakit sebanyak 1 Buah. Jumlah
puskesmas terhadap kecamatan adalah _____ persen, bila setiap kecamatan
diharuskan memilki _____ Puskesmas, maka masih terdapat _____ kecamatan yang
belum memiliki Puskesmas. Demikian juga halnya dengan jumlah rumah sakit
terhadap kecamatan, maka masih terdapat _____ kecamatan yang belum memiliki
rumah sakit atau sudah mencukupi. (Tabel 2.5 )

6. Transportasi dan Komunikasi


Sarana dan prasarana perhubungan baik transportasi dan komunikasi merupakan
sarana untuk memperpendek jarak antara daerah satu dengan yang lain.
Transportasi merupakan alat angkut baik transportasi darat (kereta api, bus, mobil
pribadi, sepeda motor, sepeda dan lain-lain), maupun transportasi perairan (kapal
laut, motor boat, perahu, dan lain-lain) dan transportasi udara, sangat penting dalam
kehidupan masyarakat. Semua sarana tersebut ditujukan untuk memperlancar arus
barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan mobilitas manusia ke
tempat tujuan baik dari pedesaan sampai ke perkotaan, daerah perbatasan sampai
ke daerah terpencil, ataupun membantu kemudahan peserta didik dari tempat tinggal
menuju lokasi tempat pembelajaran berlangsung.

13
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 2.6 Transportasi dan Komunikasi Kabupaten Kapuas Hulu

No Variabel Jumlah
1. Kelas Jalan
a. Kelas I
- Kondisi Baik
- Kondisi Sedang
- Kondisi Rusak
b. Kelas II
- Kondisi Baik
- Kondisi Sedang
- Kondisi Rusak
c. Kelas III
- Kondisi Baik
-Kondisi Sedang
- Kondisi Rusak
2. Jumlah TV
3. Jumlah Telepon
4. Jumlah Telegram
5. Jumlah Teleks

Sumber: ____________

Sehubungan dengan itu, dapat diinformasikan bahwa: (1) jaringan jalan kelas I
sepanjang _____ km, terdiri atas _____ km kondisinya baik, _____ rusak ringan,
dan _____ km rusak berat; (2) jaringan jalan kelas II sepanjang _____ km, terdiri
atas _____ km kondisinya baik, _____ km rusak ringan, dan _____ km rusak berat;
dan (3) jaringan kelas III sepanjang _____ km, di antaranya _____ km dalam
keadaan baik, _____ km rusak ringan, dan _____ km rusak berat. (Tabel 2.6)
Mengenai jumlah sarana transportasi di daerah perkotaan pada umumnya adalah
kendaraan pribadi seperti sepeda motor, mobil serta minibus dan di daerah
perdesaan adalah sepeda motor. Pada umumnya peserta didik berangkat ke lokasi
tempat pembelajaran berlangsung menggunakan kendaraan umum seperti ojek,
bentor maupun minibus.
Sarana komunikasi penting lainnya yang mempengaruhi arus komunikasi baik
bagi perorangan maupun kelompok masyarakat, lembaga pemerintah, dan swasta
serta lembaga perdagangan adalah: (1) jumlah TV sebanyak _____ (2) pemegang
izin penerima pesawat telepon sebanyak _____, (3) pemakaian telegram dalam

14
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

negeri/luar negeri sebanyak _____; dan (4) pemakaian teleks dalam negeri
sebanyak _____

B. PENDIDIKAN
Kemajuan pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu cukup memuaskan.
Pelaksanaan program pembangunan pendidikan di daerah ini telah menyebabkan
makin berkembangnya suasana belajar mengajar di berbagai jenis dan jenjang
pendidikan. Dengan dilaksanakannya program pembangunan, pelayanan pendidikan
telah dapat menjangkau daerah terpencil, daerah dengan penduduk miskin, dan
daerah jarang dengan dirintisnya Pendidikan Nonformal dan Informal melalui (Paket
A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara SMA/MA) yang
diselenggarakan secara swadaya oleh masyarakat yang dibina oleh dinas
pendidikan daerah setempat di daerah tersebut. Secara rinci, pembangunan di setiap
jenjang pendidikan tidak sama, oleh karena itu, akan dijelaskan tentang keadaan
pendidikan kesetaraan program Paket A Setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs,
serta Paket C Setara SMU/MA.

1. Program Paket A Setara SD/MI


Berdasarkan data yang ada pada tahun 2007/2008 (data terakhir), jumlah
penyelenggara program Paket A Setara SD/MI sebanyak 4 lembaga dan jumlah
kelompok belajar sebanyak 6 kelompok belajar.

Tabel 2.7 Penyelenggara Program Paket A Tahun 2007/2008

Kelompok belajar
Lembaga Penyelenggara
Penyelenggara Program
No Kecamatan Program Paket A
Paket A
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1. Putussibau Utara
2. Putussibau Selatan
3. Manday
4. Lakis
5. Embaloh Hilir
6. Embaloh Hulu
7. Bunut Hilir 1 1
8. Bunut Hulu

15
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Kelompok belajar
Lembaga Penyelenggara
Penyelenggara Program
No Kecamatan Program Paket A
Paket A
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
9. Mentebah
10. Embau 1 2
11. Boyan Tanjung
12. Pengkadan
13. Hulu Gurung
14. Selimbau
15. Suhaid
16. Semitau
17. Seberuang 1 2
18. Silat Hilir
19. Silat Hulu 1 1
20. Batang Lupar
21. Badau
22. Empanang
23. Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota ______________ 2007/2008
Adapun lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan program Paket A yang
telah berbadan hukum sebanyak ______ lembaga dan yang belum mempunyai
badan hukum ______ lembaga. Sedangkan lembaga penyelenggara pendidikan
kesetaraan yang telah mempunyai izin operasional penyelenggaraan pendidikan
kesetaraan dari dinas pendidikan setempat sebanyak ______ lembaga dan yang
belum mempunyai izin operasional penyelenggaraan pendidikan kesetaraan
sebanyak ______ lembaga. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.8 Penyelenggara Program Paket A yang sudah Berbadan Hukum dan memiliki Izin
Operasional Tahun 2007/2008

Lembaga yang sudah Memiliki Izin Operasional


berbadan hukum/memiliki Penyelenggaraan
No Kecamatan Akta Notaris Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu

16
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Lembaga yang sudah Memiliki Izin Operasional


berbadan hukum/memiliki Penyelenggaraan
No Kecamatan Akta Notaris Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
7 Bunut Hilir 1 100 %
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau 1 100 %
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 1 100 %
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 1 100 %
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kapuas Hulu 2007/2008

Dari tabel tersebut dapat digambarkan lembaga penyelenggara pendidikan


kesetaraan yang sudah berbadan hukum sebanyak 0 (0 %). Sedangkan lembaga
penyelenggara pendidikan kesetaraan yang telah mempunyai izin operasional
penyelenggaraan 4 (17 %).
Adapun jumlah peserta didik program Paket A kelas 1 (satu)(kelas awal)
sebanyak 0 orang (0 %), kelas 2 (dua) sebanyak 0 orang (0 %), kelas 3 (tiga)
sebanyak 0orang (0 %), kelas 4 (empat) sebanyak 20 orang (…… %), kelas 5 (lima)
sebanyak 40 orang (…… %), kelas 6 (enam) sebanyak 40_ orang (…… %). Secara
keseluruhan peserta didik program Paket A pada tahun 2007/2008 berjumlah 100
orang (…… %).

Tabel 2.9 Peserta Didik Kelas 1 s.d. 6 Program Paket A Tahun 2007/2008

17
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta Didik Kelas 1 s.d. 6 Program Paket A


No Kecamatan Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6
L P L P L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir 11 9
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau 16 24
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 12 8
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 7 13
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel tersebut, dapat digambarkan peserta didik program Paket A,


persentase yang paling besar adalah pada kelas ______ sebanyak ______ orang
(……… %), dan yang paling sedikit adalah pada kelas 4 sebanyak 20 orang (………
%). kelas 4 (empat) peserta didik perempuan lebih besar dari peserta didik laki-laki.
Pada kelas 5 (lima) peserta didik perempuan lebih besar dari peserta didik laki-laki.
Pada kelas 6 (enam) peserta didik laki-laki lebih besar dari peserta didik perempuan.
Secara keseluruhan peserta didik laki-laki program Paket A ______ (……… %) lebih
kecil dari peserta didik peserta didik perempuan ______ (……… %).

18
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Adapun jumlah peserta didik program Paket A menurut kecamatan yang ada di
Kabupaten Lapuas Hulu digambarkan tabel 2.10 berikut:

Tabel 2.10 Peserta Didik Program Paket A Tahun 2007/2008

Peserta Didik Program Paket A


No Kecamatan
Laki-laki Persentase Perempuan Persentase
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir 11 58 9 42
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau 16 40 24 60
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 12 60 8 40
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 7 35 13 56
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 46 46 54 54
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kapuas Hulu
Latarbelakang pendidikan peserta didik program Paket A adalah beragam sesuai
dengan keadaan putus sekolah (DO) warga pelajar. Latarbelakang peserta didik
yang DO kelas 1 (satu) SD adalah sebanyak ______ orang (……… %). DO kelas 2
(dua) SD adalah sebanyak ______ orang (……… %). DO kelas 3 (tiga) SD adalah
sebanyak ______ orang (……… %). Adapun yang berasal dari DO kelas 4 (empat)
SD adalah ______ (……… %) dan yang berasal dari DO kelas 5 (lima) SD sebanyak

19
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______ (……… %). Sedangkan yang berasal dari DO kelas 6 (enam) SD adalah
sebanyak ______ (……… %). Hal ini digambarkan tabel 2.11 berikut:

Tabel 2.11 Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket A Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket A


DO kelas DO kelas DO kelas DO kelas DO kelas DO kelas
No Kecamatan
1 SD 2 SD 3 SD 4 SD 5 SD 6 SD
L P L P L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir 11 9
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 16 24
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 12 8
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 7 13
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 46 54
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: DO= Drop Out, L= Laki-laki, P= Perempuan

Dengan demikian latarbelakang peserta didik program Paket A terbesar adalah


berasal dari DO kelas 4 sebanyak 100 orang (100 %). Adapun persentase
latarbelakang peserta didik yang paling sedikit berasal dari DO kelas 0_ sebanyak
______ orang (0 %).

20
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Dari peserta didik kelas 6 (enam) program Paket A yang telah mengikuti UNPK
tahap 1 dan 2 pada tahun 2007 sebanyak 60 orang (60 %), dan yang lulus sebesar
40 orang (66 %). Sedangkan peserta didik kelas 6 (enam) program Paket A yang
telah mengikuti UNPK tahap 1 tahun 2008 sebanyak 40 orang (100 %), dan lulusan
UNPK tahap 1 tahun 2008 sebesar 20 orang (50 %). Hal ini dapat digambarkan
pada tabel berikut:

Tabel 2.12 Peserta Didik Program Paket A yang melaksanakan UNPK dan Lulus Tahun 2007/2008

Peserta Didik Kesetaraan Peserta Didik Kesetaraan


Program Paket A yang ikut UNPK Program Paket A yang ikut UNPK
dan lulus tahun 2007 dan lulus tahun 2008
No Kecamatan tahap 1 dan 2 tahap 1
Peserta Peserta
Peserta Peserta
Didik Lulus Didik Lulus
UNPK UNPK
Kelas 6 Kelas 6
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir 20 20 20
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 40 40
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 20 20
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 20 20 20
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 40 40 40 60 60

21
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: UNPK= Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan

Pada tabel tersebut digambarkan pula, persentase peserta didik program Paket A
yang lulus UNPK tahun 2007 tahap 1 dan 2 adalah 40 (100 %).
Peserta didik program Paket A yang lulus pada UNPK tahun 2008 tahap 1 adalah
_______ (……… %).
Jumlah peserta didik program A mestinya juga diimbangi oleh tenaga pendidikan
dan kependidikan, seperti Tutor. Pada tabel berikut dapat digambarkan keadaan
tenaga pendidik atau Tutor program Paket A yaitu sebagai berikut:

Tabel 2.13 Tenaga Pendidik Program Paket A Tahun 2007/2008


Tutor
No Kecamatan Program Paket A
L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir 2 1
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 2 1
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 1 2
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
7 5
Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

22
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa jumlah Tutor program Paket A adalah 12


orang (100 %). Jumlah Tutor program Paket A laki-laki/perempuan* 7 (59%) lebih
besar dari tutor program Paket A laki-laki/perempuan* 5 (41 %).
Adapun latarbelakang pendidikan Tutor program Paket A dapat digambarkan
sebagai berikut:

Tabel 2.14 Latarbelakang Pendidikan Tenaga Pendidik Program Paket A Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Tutor Program Paket A


No Kecamatan SMP/MTs SMA/MA Diploma S1
L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 1 1 1
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 1 2
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
2 3 1
Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

*
) Coret yang tidak perlu

23
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa latarbelakang pendidikan Tutor untuk


program Paket A yang berlatarbelakang pendidikan SMP/MTs dengan persentase
(……… %), SMA/MA dengan persentase (……… %), Diploma dengan persentase
(……… %), Sarjana Strata Satu (S1) dengan persentase (……… %), sedangkan
Sarjana Strata Dua (S2) dengan persentase sebesar (……… %).
Gambaran tentang pekerjaan Tutor program Paket A dapat dibagi dua yaitu yang
berlatarbelakang pekerjaan guru dan bukan guru. Tabel berikut dapat
menggambarkan latarbelakang pekerjaan Tutor program Paket A:

Tabel 2.15 Latarbelakang Pekerjaan Tenaga Pendidik Program Paket A Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pekerjaan Tutor


Program Paket A
No Kecamatan Guru bukan Guru
L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 2 1
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir 1 2
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang

24
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Latarbelakang Pekerjaan Tutor


Program Paket A
No Kecamatan Guru bukan Guru
L P L P
23 Puring Kencana
1 2 2 1
Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa latarbelakang pekerjaan Tutor program


Paket A sebagian besarnya adalah guru sejumlah ______ orang (……… %) dan
yang bukan guru sejumlah ______ orang (……… %). Jumlah keseluruhan
latarbelakang pekerjaan tutor Paket A adalah ______ orang (……… %). Hal tersebut
menggambarkan bahwa para Tutor telah mempunyai latarbelakang yang memadai,
dengan adanya pengalaman sebagai guru/pengajar, baik di sekolah negeri atau
swasta.
Sarana pendidikan yang memadai tentunya perlu dilengkapi dengan bahan ajar,
oleh karena itu perlu diketahui jumlah bahan ajar dari tiap-tiap Kecamatan yang
sudah berbentuk cetak atau bukan cetak serta jenisnya sehingga dapat diketahui
apakah kelompok belajar yang ada, pengadaan bahan ajar sudah cukup memadai.

Tabel 2.16 Bahan Ajar Program Paket A Tahun 2007/2008

Bahan Ajar Program Paket A

No Kecamatan Cetak bukan Cetak


Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah
Judul Eksp. Jenis
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung 9 20
12 Pengkadan

25
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Bahan Ajar Program Paket A

No Kecamatan Cetak bukan Cetak


Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah
Judul Eksp. Jenis
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 9 20
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Karena kegiatannya yang fleksibel, Kegiatan belajar-mengajar Paket A tidak


hanya memakai ruang sekolah formal saja, akan tetapi juga banyak menggunakan
sarana dan fasilitas lainnya. Keadaan ini dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 2.17 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket A Tahun 2007/2008

Fasiltas tempat belajar yang digunakan untuk


Program Paket A
Sekolah minggu,
Majelis Taklim,

Tempat diklat
Kantor PKBM
Ruang SD/MI

Kantor SKB
keagamaan
(pesantren,
Susteran)
SMP/MTs

Lembaga

Lain-lain
SMU/MA

dan UPT
diniyyah

Rumah

No Kecamatan
Ruang

Ruang

PT

1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau

26
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Fasiltas tempat belajar yang digunakan untuk


Program Paket A

Sekolah minggu,
Majelis Taklim,

Tempat diklat
Kantor PKBM
Ruang SD/MI

Kantor SKB
keagamaan
(pesantren,
Susteran)
SMP/MTs

Lembaga

Lain-lain
SMU/MA

dan UPT
diniyyah

Rumah
No Kecamatan

Ruang

Ruang

PT
11 Boyan Tanjung 1
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang 1
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 2
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Diagram 2.2 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket A Tahun 2006/2007

Diagram

Dari tabel diatas terlihat, ruang kelas yang dipakai untuk pembelajaran Paket A
adalah ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), lainnya ruang

27
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah


______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %) dan lain-lain
sejumlah ______ (…… %) Dengan demikian ruang pembelajaran yang paling
banyak dipakai adalah ruang ______ (…… %).
2. Program Paket B Setara SMP/MTs
Berdasarkan data yang ada pada tahun 2007/2008 (data terakhir), jumlah
penyelenggara program Paket B Setara SMP/MTs sebanyak ______ lembaga dan
jumlah kelompok belajar sebanyak ______ kelompok belajar.

Tabel 2.18 Penyelenggara Program Paket B Tahun 2007/2008

Lembaga Kelompok belajar


Penyelenggara Program Penyelenggara Program
No Kecamatan Paket B Paket B
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 Putussibau Utara 1 2
2 Putussibau Selatan 1 1
3 Manday 1 2
4 Kalis 1 2
5 Embaloh Hilir 1 2
6 Embaloh Hulu 1 2
7 Bunut Hilir 1 3
8 Bunut Hulu 1 2
9 Mentebah 1 2
10 Embau 1 2
11 Boyan Tanjung 1 3
12 Pengkadan 1 3
13 Hulu Gurung 1 2
14 Selimbau 1 1
15 Suhaid 1 3
16 Semitau 1 2
17 Seberuang 1 2
18 Silat Hilir 1 1
19 Silat Hulu 1 2
20 Batang Lupar 1

28
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Lembaga Kelompok belajar


Penyelenggara Program Penyelenggara Program
No Kecamatan Paket B Paket B
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
21 Badau 1 1
22 Empanang 1 2
23 Puring Kencana 1 1
Jumlah 23 44
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Adapun lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan program Paket B yang


sudah berbadan hukum sebanyak ______ lembaga. Sedangkan lembaga
penyelenggara pendidikan kesetaraan yang telah mempunyai izin operasional
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dari dinas pendidikan setempat sebanyak
______ lembaga. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.19 Penyelenggara Program Paket B yang sudah Berbadan Hukum dan memiliki Izin
Operasional Tahun 2007/2008

Lembaga yang sudah Memiliki Izin Operasional


berbadan hukum/memiliki Penyelenggaraan
No Kecamatan Akta Notaris Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 Putussibau Utara 2
2 Putussibau Selatan 1
3 Manday 2
4 Kalis 2
5 Embaloh Hilir 2
6 Embaloh Hulu 2
7 Bunut Hilir 3
8 Bunut Hulu 2
9 Mentebah 2
10 Embau 2
11 Boyan Tanjung 3
12 Pengkadan 3
13 Hulu Gurung 2
14 Selimbau 1
15 Suhaid 3
16 Semitau 2
17 Seberuang 2
18 Silat Hilir 1
19 Silat Hulu 2

29
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Lembaga yang sudah Memiliki Izin Operasional


berbadan hukum/memiliki Penyelenggaraan
No Kecamatan Akta Notaris Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
20 Batang Lupar 1
21 Badau 1
22 Empanang 2
23 Puring Kencana 1
Jumlah 44
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Dari tabel tersebut dapat digambarkan lembaga yang penyelenggara pendidikan


kesetaraan yang sudah mempunyai badan hukum 0 (0%). Sedangkan lembaga yang
penyelenggara pendidikan kesetaraan yang telah mempunyai izin operasional
penyelenggaraan 23 (100 %).
Adapun jumlah peserta didik kelas 1 (satu)(kelas awal) sebanyak ______ orang
(……… %), kelas 2 (dua) sebanyak ______ orang (……… %), kelas 3 (tiga)
sebanyak ______ orang (……… %). Secara keseluruhan peserta didik program
Paket B pada tahun 2007/2008 berjumlah ______ orang (……… %).

Tabel 2.20 Peserta Didik Kelas 1 s.d. 3 Program Paket B Tahun 2007/2008

Peserta Didik Kelas 1 s.d. 3 Program Paket B


No Kecamatan Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3
L P L P L P
1 Putussibau Utara 8 17 12 8
2 Putussibau Selatan 13 7
3 Manday 13 12 11 9
4 Kalis 10 15 12 8
5 Embaloh Hilir 11 14 10 10
6 Embaloh Hulu 13 7 11 9
7 Bunut Hilir 12 13 8 12 7 13
8 Bunut Hulu 10 10 8 12
9 Mentebah 12 13 9 11
10 Embau 27 23
11 Boyan Tanjung 14 11 8 12 9 11
12 Pengkadan 10 15 7 13 10 10
13 Hulu Gurung 16 9 12 8
14 Selimbau 11 9
15 Suhaid 9 16 8 12 9 11

30
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta Didik Kelas 1 s.d. 3 Program Paket B


No Kecamatan Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3
L P L P L P
16 Semitau 11 14 7 13
17 Seberuang 13 12 12 8
18 Silat Hilir 12 13
19 Silat Hulu 10 15 11 9
20 Batang Lupar
21 Badau 12 8
22 Empanang 11 9
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel tersebut, dapat digambarkan peserta didik program Paket B,


persentase yang paling besar adalah pada kelas ______ sebanyak ______ orang
(……… %), dan yang paling sedikit adalah pada kelas ______ sebanyak ______
orang (……… %). Untuk kelas 1 (satu) peserta didik laki-laki/perempuan* lebih besar
dari peserta didik laki-laki/perempuan*. Pada kelas 2 (dua) peserta didik laki-
laki/perempuan* lebih besar dari peserta didik laki-laki/perempuan*. Pada kelas 3
(tiga) peserta didik laki-laki/perempuan* lebih besar dari peserta didik laki-
laki/perempuan*. Secara keseluruhan peserta didik laki-laki program Paket B ______
(……… %) lebih besar/kecil* dari peserta didik perempuan ______ (……… %).

Tabel 2.21 Peserta Didik Program Paket B Tahun 2007/2008

Peserta Didik Program Paket B


No Kecamatan
Laki-laki Persentase Perempuan Persentase
1 Putussibau Utara 20 25
2 Putussibau Selatan 13 7
3 Manday 24 21
4 Kalis 22 23
5 Embaloh Hilir 21 24
6 Embaloh Hulu 24 16
7 Bunut Hilir 27 38
8 Bunut Hulu 18 22

*
) Coret yang tidak perlu

31
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta Didik Program Paket B


No Kecamatan
Laki-laki Persentase Perempuan Persentase
9 Mentebah 21 24
10 Embau 27 23
11 Boyan Tanjung 31 34
12 Pengkadan 27 38
13 Hulu Gurung 28 17
14 Selimbau 11 9
15 Suhaid 26 39
16 Semitau 18 27
17 Seberuang 25 20
18 Silat Hilir 12 13
19 Silat Hulu 21 24
20 Batang Lupar
21 Badau 12 8
22 Empanang 11 9
23 Puring Kencana
Jumlah 439 461
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Adapun latarbelakang pendidikan peserta didik program Paket B adalah beragam


sesuai dengan putus sekolahnya (DO). Yang berasal dari DO kelas 1 (satu) SMP
sebanyak ……… (……… %). Sedangkan yang berasal dari DO kelas 2 (dua) SMP
sebanyak ______ (……… %). Adapun Yang berasal dari DO kelas 3 (tiga) SMP
sebanyak ______ (……… %). Hal ini digambarkan tabel 2.22 berikut:

Tabel 2.22 Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket B Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan DO kelas 1 SMP DO kelas 2 SMP DO kelas 3 SMP
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah

32
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan DO kelas 1 SMP DO kelas 2 SMP DO kelas 3 SMP
L P L P L P
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: DO= Drop Out, L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari peserta didik kelas 3 (tiga) program Paket B yang telah mengikuti UNPK
tahap 1 dan 2 pada tahun 2007 sebanyak ______ orang (……… %), dan yang lulus
sebesar ______ orang (……… %). Sedangkan peserta didik kelas 3 (tiga) yang
telah mengikuti UNPK tahap 1 pada tahun 2008 sebanyak ______ orang (………
%), dan lulusan UNPK tahap 1 pada tahun 2008 sebesar ______ orang (……… %).
Hal ini dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 2.23 Peserta Didik Program Paket B yang melaksanakan UNPK dan Lulus Tahun 2007/2008

Peserta didik Kesetaraan Peserta didik Kesetaraan


Program Paket B yang ikut UNPK Program Paket B yang ikut UNPK
dan lulus tahun 2007 dan lulus tahun 2008
No Kecamatan tahap 1 dan 2 tahap 1
Peserta Peserta
Peserta Peserta
Didik Lulus Didik Lulus
UNPK UNPK
Kelas 3 Kelas 3
1 Putussibau Utara - - - 20 20
2 Putussibau Selatan - - - 28 28
3 Manday - - - 46 46
4 Kalis - - - 62 62
5 Embaloh Hilir - - - 20 20

33
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta didik Kesetaraan Peserta didik Kesetaraan


Program Paket B yang ikut UNPK Program Paket B yang ikut UNPK
dan lulus tahun 2007 dan lulus tahun 2008
No Kecamatan tahap 1 dan 2 tahap 1
Peserta Peserta
Peserta Peserta
Didik Lulus Didik Lulus
UNPK UNPK
Kelas 3 Kelas 3
6 Embaloh Hulu 29 29 27 - -
7 Bunut Hilir - - - 23 23
8 Bunut Hulu 23 23 23 - -
9 Mentebah 21 21 21 53 53
10 Embau 20 20 19 - -
11 Boyan Tanjung 20 20 17 23 23
12 Pengkadan - - - 20 20
13 Hulu Gurung 29 29 29 36 36
14 Selimbau - - - 20 20
15 Suhaid 20 20 18 - -
16 Semitau - - - 24 24
17 Seberuang - - - 34 34
18 Silat Hilir 40 40 40 - -
19 Silat Hulu - - - 26 26
20 Batang Lupar - - - - -
21 Badau - - - - -
22 Empanang - - - - -
23 Puring Kencana - - - 20 20
Jumlah 202 202 194 455 455
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota ________Kapuas Hulu_______ 2007/2008
Ket: UNPK= Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan

Pada tabel tersebut digambarkan pula, persentase peserta didik program Paket B
yang lulus UNPK tahun 2007 tahap 1 dan 2 adalah ____194___ (……… %).
Peserta didik program Paket B yang lulus pada UNPK tahun 2008 tahap 1 adalah
_______ (……… %).
Jumlah peserta didik program B mestinya juga diimbangi oleh tenaga pendidikan
dan kependidikan, seperti Tutor. Pada tabel berikut dapat digambarkan keadaan
tenaga pendidik atau Tutor program Paket B yaitu sebagai berikut:

34
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 2.24 Tenaga Pendidik Program Paket B Tahun 2007/2008

Tutor
No Kecamatan Program Paket B
L P
1 Putussibau Utara 2 1
2 Putussibau Selatan 1 2
3 Manday 3 3
4 Kalis 6 3
5 Embaloh Hilir 1 2
6 Embaloh Hulu 1 2
7 Bunut Hilir 2 1
8 Bunut Hulu 2 1
9 Mentebah 7 2
10 Embau 2 1
11 Boyan Tanjung 3 3
12 Pengkadan 2 1
13 Hulu Gurung 5 4
14 Selimbau 2 1
15 Suhaid 3 3
16 Semitau 1 2
17 Seberuang 2 1
18 Silat Hilir 3 3
19 Silat Hulu 2 1
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana 2 1

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan
Tabel tersebut menggambarkan bahwa jumlah Tutor program Paket B ______
orang (……… %). Jumlah Tutor Paket B laki-laki/perempuan*______ (……… %)
lebih besar dari tutor Paket B laki-laki/perempuan* ______ (……… %).
Adapun latarbelakang pendidikan Tutor program Paket B dapat digambarkan
sebagai berikut:

*
) Coret yang tidak perlu

35
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 2.25 Latarbelakang Pendidikan Tenaga Pendidik Program Paket B Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Tutor Program Paket B


No Kecamatan SMA/MA Diploma S1 S2
L P L P L P L P
1 Putussibau Utara 1 1 1
2 Putussibau Selatan 1 2
3 Manday 1 1 1 2 1
4 Kalis 6 3
5 Embaloh Hilir 1 2
6 Embaloh Hulu 1 2
7 Bunut Hilir 2 1
8 Bunut Hulu 2 1
9 Mentebah 2 5 2
10 Embau 2 1
11 Boyan Tanjung 2 2 1 1
12 Pengkadan 2 1
13 Hulu Gurung 3 2 2 2
14 Selimbau 2 1
15 Suhaid 3 3
16 Semitau 1 2
17 Seberuang 2 1
18 Silat Hilir 3 3
19 Silat Hulu 2 1
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana 2 1

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa latarbelakang pendidikan Tutor untuk


program Paket B yang berlatarbelakang pendidikan SMA/MA ______ (……… %),
Diploma ______ (……… %), Sarjana Strata Satu (S1) ______ (……… %), Sarjana
Strata Dua (S2) ______ (……… %). Sedangkan Tutor yang berlatarbelakang lainnya
sebesar ______ (………. %).

36
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Gambaran tentang pekerjaan Tutor program Paket B dapat dibagi dua yaitu yang
berlatarbelakang pekerjaan guru dan bukan guru. Tabel berikut dapat
menggambarkan latarbelakang pekerjaan Tutor program Paket B:

Tabel 2.26 Latarbelakang Pekerjaan Tenaga Pendidik Program Paket B Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pekerjaan Tutor


Program Paket B
No Kecamatan Guru bukan Guru
L P L P
1 Putussibau Utara 6 4 2
2 Putussibau Selatan 3 2 7 2
3 Manday 3 3
4 Kalis 4 2 2 4
5 Embaloh Hilir 3 3 2 2
6 Embaloh Hulu 4 2 3 1
7 Bunut Hilir 2 4 3 3
8 Bunut Hulu 5 4 3 2
9 Mentebah 7 2 4 2
10 Embau 2 1 3 1
11 Boyan Tanjung 5 4 3 2
12 Pengkadan 6 2 4 1
13 Hulu Gurung 4 4 3 2
14 Selimbau 4 2 3 2
15 Suhaid 5 2 3 2
16 Semitau 3 2 2 2
17 Seberuang 4 4 2 3
18 Silat Hilir 3 2 1
19 Silat Hulu 2 2 2 2
20 Batang Lupar 2 1 1 1
21 Badau 2 2 2
22 Empanang 3 2 1 1
23 Puring Kencana 2 2 1

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa latarbelakang pekerjaan Tutor program


Paket C sebagian besarnya adalah guru ______ orang (……… %) dan bukan guru

37
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______ orang (……… %). Hal tersebut menggambarkan bahwa para Tutor program
Paket B telah mempunyai latarbelakang yang memadai, dengan adanya pengalaman
sebagai guru/pengajar, baik di sekolah negeri atau swasta.
Sarana pendidikan yang memadai tentunya perlu dilengkapi dengan bahan ajar,
oleh karena itu perlu diketahui jumlah bahan ajar dari tiap-tiap Kecamatan yang
sudah berbentuk cetak atau bukan cetak serta jenisnya sehingga dapat diketahui
apakah kelompok belajar tersebut pengadaan bahan ajar sudah cukup memadai.

Tabel 2.27 Bahan Ajar Program Paket B Tahun 2007/2008

Bahan Ajar Program Paket B

No Kecamatan Cetak bukan Cetak


Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah
Judul Eksp. jenis
1 Putussibau Utara 11 60
2 Putussibau Selatan 11 60
3 Manday 11 40
4 Kalis 11 60
5 Embaloh Hilir 11 40
6 Embaloh Hulu 11 60
7 Bunut Hilir 11 40
8 Bunut Hulu 11 60
9 Mentebah 11 60
10 Embau 11 20
11 Boyan Tanjung 11 60
12 Pengkadan 11 80
13 Hulu Gurung 11 60
14 Selimbau 11 40
15 Suhaid 11 60
16 Semitau 11 40
17 Seberuang 11 40
18 Silat Hilir 11 20
19 Silat Hulu 11 40
20 Batang Lupar 11 20
21 Badau 11 20
22 Empanang 11 20
23 Puring Kencana 11 20
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

38
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Karena kegiatannya yang fleksibel, Kegiatan belajar-mengajar program Paket B


tidak hanya memakai ruang sekolah formal saja, akan tetapi juga banyak
menggunakan sarana dan fasilitas lainnya. Keadaan ini dapat digambarkan pada
tabel berikut:

Tabel 2.28 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket B Tahun 2007/2008

Fasiltas tempat belajar yang digunakan untuk


Program Paket B

(pesantren, Susteran)
Lembaga keagamaan

Tempat diklat dan


Sekolah minggu,
Majelis Taklim,

Kantor PKBM
Ruang SD/MI

Kantor SKB
SMP/MTs

Lain-lain
SMU/MA

diniyyah

Rumah
No Kecamatan
Ruang

Ruang

UPT
PT

1 Putussibau Utara 1
2 Putussibau Selatan 1 1
3 Manday 1
4 Kalis 1
5 Embaloh Hilir 1
6 Embaloh Hulu 1
7 Bunut Hilir 1
8 Bunut Hulu 1
9 Mentebah 1 1
10 Embau 1
11 Boyan Tanjung 1
12 Pengkadan 1
13 Hulu Gurung 1
14 Selimbau 1
15 Suhaid 1
16 Semitau 1
17 Seberuang 1
18 Silat Hilir 1
19 Silat Hulu 1
20 Batang Lupar 1
21 Badau 1
22 Empanang 1
23 Puring Kencana 1
Jumlah 23 2
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

39
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Dari tabel diatas terlihat, ruang kelas yang dipakai untuk pembelajaran program
Paket A adalah ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), lainnya ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %) dan lain-lain
sejumlah ______ (…… %) Dengan demikian ruang pembelajaran yang paling
banyak dipakai adalah ruang ______ (…… %).
Diagram 2.3 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket B Tahun 2007/2008

diagram

3. Program Paket C Setara SMA/MA


Berdasarkan data yang ada pada tahun 2007/2008 (data terakhir), jumlah
penyelenggara program Paket C Setara SMA/MA sebanyak ______ lembaga dan
jumlah kelompok belajar sebanyak ______ kelompok belajar.

Tabel 2.29 Penyelenggara Program Paket C Tahun 2007/2008

40
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Lembaga Kelompok belajar


Penyelenggara Penyelenggara
No Kecamatan Program Paket C Program Paket C
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 1 1
3 Manday
4 Kalis 1 1
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 1 1
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 1 1
14 Selimbau 1 1
15 Suhaid 1 1
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 6 6
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Adapun lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan program Paket C yang


telah berbadan hukum sebanyak ______ lembaga. Sedangkan lembaga
penyelenggara pendidikan kesetaraan yang telah mempunyai izin operasional
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dari dinas pendidikan setempat sebanyak
______ lembaga. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

41
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 2.30 Penyelenggara Program Paket C yang sudah Berbadan Hukum dan memilki Izin
Operasional Tahun 2007/2008

Lembaga yang sudah Memiliki Izin Operasional


berbadan hukum/memiliki Penyelenggaraan
No Kecamatan Akta Notaris Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 1
3 Manday
4 Kalis 1
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 1
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 1
14 Selimbau 1
15 Suhaid 1
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah 6
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Dari tabel tersebut dapat digambarkan lembaga penyelenggara pendidikan


kesetaraan yang telah mempunyai badan hukum ______ (……… %). Sedangkan
lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan yang telah mempunyai izin
operasional penyelenggaraan ______ (……… %).
Adapun jumlah peserta didik program Paket C kelas 1 (satu) adalah ______
orang (……… %), kelas 2 (dua) adalah ______ orang (……… %), kelas 3 (tiga)

42
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

adalah ______ orang (……… %). Jadi secara keseluruhan peserta didik program
Paket C pada tahun 2007/2008 adalah ______ orang (……… %).

Tabel 2.31 Peserta Didik Kelas 1 s.d. 3 Program Paket C Tahun 2007/2008

Peserta Didik Kelas 1 s.d. 3 Program Paket C


No Kecamatan Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis 20 20
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel tersebut, dapat digambarkan peserta didik program Paket C,


persentase yang paling besar adalah pada kelas ______ sebanyak ______ orang
(……… %), dan yang paling sedikit adalah pada kelas ______ sebanyak ______

43
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

orang (……… %). Untuk kelas 1 (satu) peserta didik laki-laki/perempuan* lebih besar
dari peserta didik laki-laki/perempuan*. Pada kelas 2 (dua) peserta didik laki-
laki/perempuan* lebih besar dari peserta didik laki-laki/perempuan*. Pada kelas 3
(tiga) peserta didik laki-laki/perempuan* lebih besar dari peserta didik laki-
laki/perempuan*. Secara keseluruhan peserta didik laki-laki program Paket C
______ (……… %) lebih besar/kecil* dari peserta didik peserta didik perempuan
______ (……… %).

Tabel 2.32 Peserta Didik Program Paket C menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007/2008

Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan
Laki-laki Persentase Perempuan Persentase
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis 20 20
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau

*
) Coret yang tidak perlu

44
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan
Laki-laki Persentase Perempuan Persentase
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Adapun latarbelakang pendidikan peserta didik program Paket C adalah


beragam sesuai dengan putus sekolahnya (DO). Yang berasal dari DO kelas 1 (satu)
SMA/MA sebanyak ______ orang (……… %). Sedangkan yang berasal dari DO
kelas 2 (dua) SMA/MA sebanyak ______ orang (……… %). Adapun yang berasal
dari DO kelas 3 (tiga) SMA/MA sebanyak ______ orang (……… %). Hal ini
digambarkan tabel 2.33 berikut:

Tabel 2.33 Latarbelakang Pendidkan Formal Peserta Didik Program Paket C Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan DO Kelas 1 SMA/MA DO Kelas 2 SMA/MA DO Kelas 3 SMA/MA
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis 20 20
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir

45
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Latarbelakang Pendidikan Formal Peserta Didik Program Paket C


No Kecamatan DO Kelas 1 SMA/MA DO Kelas 2 SMA/MA DO Kelas 3 SMA/MA
L P L P L P
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: DO= Drop Out, L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari peserta didik kelas 3 (tiga) program Paket C yang telah mengikuti UNPK
tahap 1 dan 2 pada tahun 2007 sebanyak ______ orang (……… %), dan yang lulus
sebesar ______ orang (……… %). Sedangkan peserta didik kelas 3 (tiga) program
Paket C yang telah mengikuti UNPK tahap 1 pada tahun 2008 sebanyak ______
orang (……… %). Hal ini dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 2.34 Peserta Didik Program Paket C yang melaksanakan UNPK dan Lulus Tahun 2007/2008

Peserta didik Kesetaraan Peserta didik Kesetaraan


Program Paket C yang ikut Program Paket C yang ikut
UNPK dan lulus 2007 UNPK dan lulus 2008
No Kecamatan
tahap 1 dan 2 tahap 1
PD Peserta PD Peserta
Lulus Lulus
Kelas 3 UNPK Kelas 3 UNPK
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 50
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 81
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 20

46
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta didik Kesetaraan Peserta didik Kesetaraan


Program Paket C yang ikut Program Paket C yang ikut
UNPK dan lulus 2007 UNPK dan lulus 2008
No Kecamatan
tahap 1 dan 2 tahap 1
PD Peserta PD Peserta
Lulus Lulus
Kelas 3 UNPK Kelas 3 UNPK
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 64
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: UNPK= Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan

Pada tabel tersebut digambarkan pula, persentase peserta didik program Paket C
yang lulus UNPK tahun 2007 tahap 1 dan 2 adalah _______ (……… %).
Peserta didik program Paket C yang lulus pada UNPK tahun 2008 tahap 1 adalah
_______ (……… %) dibandingkan yang tidak lulus _______ (……… %). Pada tabel
tersebut dapat dijelaskan kelulusan tahap _______ sebanyak _______ (……… %)
lebih besar persentasenya dari tahap _______ sebanyak _______ (……… %).
Jumlah peserta didik program Paket C mestinya juga diimbangi oleh tenaga
pendidikan dan kependidikan, seperti Tutor. Pada tabel berikut dapat digambarkan
keadaan tenaga pendidik atau Tutor program Paket C yaitu sebagai berikut:

Tabel 2.35 Tenaga Pendidik Program Paket C Tahun 2007/2008

Tutor
No Kecamatan Program Paket C
L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 4 2
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir

47
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tutor
No Kecamatan Program Paket C
L P
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 3 3
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 4 2
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 3 3
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa jumlah Tutor program Paket C ______


orang (……… %). Jumlah tutor program Paket C laki-laki/perempuan* ______
(……… %) lebih besar dari Tutor program Paket C laki-laki/perempuan† ______
(……… %).

Adapun latarbelakang pendidikan Tutor dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 2.36 Latarbelakang Pendidikan Tenaga Pendidik Program Paket C Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pendidikan Tutor Program Paket C


No Kecamatan SMA/MA Diploma S1 S2
L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 1 2 3
3 Manday

*
) Coret yang tidak perlu

) Coret yang tidak perlu

48
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Latarbelakang Pendidikan Tutor Program Paket C


No Kecamatan SMA/MA Diploma S1 S2
L P L P L P L P
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 3 3
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 2 2 2
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 2 1 1 2
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan bahwa latarbelakang pendidikan Tutor untuk


program Paket C yang berlatarbelakang pendidikan SMA/MA ______ (……… %),
Diploma______ (……… %), Sarjana Strata Satu (S1) ______ (……… %), Sarjana
Strata Dua (S2) ______ (……… %). Sedangkan Tutor yang berlatarbelakang
lainnya, sebesar ______ (……… %).
Gambaran tentang pekerjaan Tutor program Paket C dapat dibagi dua yaitu yang
berlatarbelakang pekerjaan guru dan bukan guru. Tabel berikut dapat

49
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

menggambarkan latarbelakang pekerjaan Tutor pada program Paket C, yaitu


sebagai berikut:

Tabel 2.37 Latarbelakang Pekerjaan Tenaga Pendidik Program Paket C Tahun 2007/2008

Latarbelakang Pekerjaan Tutor


Program Paket C
No Kecamatan Guru bukan Guru
L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 2 1 2 1
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 3 1 2
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 3 3
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 2 2 2
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana

Jumlah

Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Sarana pendidikan yang memadai tentunya perlu dilengkapi dengan bahan ajar,
oleh karena itu perlu diketahui jumlah bahan ajar dari tiap-tiap Kecamatan yang
sudah berbentuk cetak atau bukan cetak serta jenisnya sehingga dapat diketahui
apakah dari sekolah-sekolah tersebut pengadaan bahan ajar sudah cukup memadai.

50
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 2.38 Bahan Ajar Program Paket C Tahun 2007/2008

Bahan Ajar

No Kecamatan Cetak Bukan Cetak


Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah
Judul Eksp. jenis
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 13 20
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 13 40
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 13 20
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 13 20
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Karena kegiatannya yang fleksibel, Kegiatan belajar-mengajar program Paket C


tidak hanya memakai ruang sekolah formal saja, akan tetapi juga banyak
menggunakan sarana dan fasilitas lainnya. Keadaan ini dapat digambarkan pada
tabel berikut:

Tabel 2.39 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket C Tahun 2007/2008

No. Kecamatan Kabupaten/Kota

51
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Sekolah minggu,
Majelis Taklim,

Tempat diklat
Kantor PKBM

Kantor SKB
keagamaan
(pesantren,
Susteran)
SMP/MTs

Lembaga

Lain-lain
SMU/MA

dan UPT
diniyyah

Rumah
Ruang

Ruang

Ruang
SD/MI

PT
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan 1
3 Manday
4 Kalis 1
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah 1
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung 1
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu 1
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
1.
2.
Jumlah
Sumber: Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Dari tabel diatas terlihat, ruang kelas yang dipakai untuk pembelajaran program
Paket A adalah ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), lainnya ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang
________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah
______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %), ruang

52
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

________________ sejumlah ______ (…… %), ruang ________________ sejumlah


______ (…… %), ruang ________________ sejumlah ______ (…… %) dan lain-lain
sejumlah ______ (…… %) Dengan demikian ruang pembelajaran yang paling
banyak dipakai adalah ruang ______ (…… %).

Diagram 2.4 Pemanfaatan Fasilitas Tempat Belajar Program Paket C Tahun 2007/2008

Diagram

BAB III
KINERJA PENDIDIKAN KESETARAAN
PROGRAM PAKET A, PAKET B DAN PAKET C
Kinerja pendidikan program Paket A, Paket B dan Paket C akan dimulai dengan
kinerja yang dipandang dari sudut pemerataan pendidikan dan perluasan akses
pendidikan kesetaraan, dan kebijakan peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
pendidikan kesetaraan, serta kinerja tata kelola akuntabilitas dan citra publik
pendidikan kesetaraan. Kinerja yang dilihat adalah menurut jenjang pendidikan yaitu
program Paket A, Paket B, dan Paket C.

A. PEMERATAAN DAN PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN


KESETARAAN

Adanya kondisi daerah di Indonesia yang luas dan tersebar memerlukan upaya
agar pendidikan kesetaraan dapat diakses secara luas oleh masyarakat di Indonesia.
Pendidikan kesetaraan melakukan diversifikasi layanan pendidikan secara luas
diantaranya melalui layanan pendidikan kesetaraan program Paket A, B dan c yang
dilakukan di PKBM. SKB dan lembaga lainnya. Diversifikasi layanan juga dilakukan
dengan model sekolahrumah (homeschooling).

53
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.1 Layanan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan melalui Homeschooling/Sekolahrumah

Home Schooling/Sekolahrumah
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan untuk pembelajaran


Homeschooling (sekolahrumah) program Paket A, Paket B dan Paket C adalah
_______________ peserta didik.
Pendidikan kesetaraan juga memberikan layanan untuk masyarakat/individu yang
mempunyai keterampilan khusus (seni, olahraga, atau bidang prestasi lain), agar
dapat mengikuti kegiatan belajar pada program Paket A, Paket B dan Paket C. Tabel
dibawah ini menggambarkan jumlah peserta yang dilayani pada individu seperti ini.

54
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.2 Layanan Pendidikan Kesetaraan Untuk Individu yang Mempunyai Keterampilan Khusus

Pendidikan kesetaraan untuk Individu yang mempunyai


keterampilan khusus (seni, olahraga, atau bidang prestasi lain)
No Kecamatan Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan untuk individu yang
mempunyai keterampilan khusus adalah program Paket A ______ peserta didik,
Paket B ______ peserta didik, dan Paket C ______ peserta didik. Hal ini
menjelaskan bahwa layanan pendidikan kesetaraan untuk individu yang mempunyai
keterampilan khusus adalah pada program Paket A, Paket B dan Paket C.

55
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Pendidikan kesetaraan juga memberikan layanan untuk masyarakat khususnya


anak yang mempunyai pola hidup dijalan dan di pasar-pasar. Hal ini digambarkan
pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Layanan Pendidikan Kesetaraan Untuk Anak Jalanan dan Pasar

Pendidikan Ksetaraan untuk anak jalanan dan pasar


Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

56
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Dari tabel di atas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan untuk anak jalanan
dan pasar adalah program Paket A ______ peserta didik, Paket B ______ peserta
didik, dan Paket C ______ peserta didik. Hal ini menjelaskan bahwa layanan
pendidikan kesetaraan bagi anak jalanan dan pasar yang paling banyak adalah pada
program Paket A, Paket B dan Paket C.

Tabel 3.4 Layanan Pendidikan Kesetaraan Masyarakat Daerah Di Daerah Yang Sangat Terpencil

Pendidikan kesetaraan untuk masyarakat daerah terpencil


Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

57
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Dari tabel diatas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan untuk daerah sulit
terpencil adalah program Paket A ______ peserta didik , Paket B ______ peserta
didik , dan Paket C ______ peserta didik .
Pendidikan kesetaraan juga memberikan layanan pendidikan bagi para pekerja
yang berada didaerah perbatasan Indonesia dan luar negeri dengan harapan akan
mengurangi bentuk-bentuk perlakukan ketidakadilan dan perlakuan buruk karena
ketidakberdayaan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan
dan keterampilan. Tentunya penyelnggaraannya lebih fleksibel dan tidak selalu tatap
muka tetapi dalam bentuk kegiatan belajar tutorial secara berkala dan mandiri, serta
belajar kelompok.

Tabel 3.5 Layanan Pendidikan Kesetaraan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Pendidikan kesetaraan untuk TKI


Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau

58
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Pendidikan kesetaraan untuk TKI


Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan TKI untuk program
Paket A _______________ Paket B _______________ dan Paket C adalah
_______________ .
Layanan pendidikan kesetaraan juga dilakukan dilembaga pondok pesantren
yang tersebar diseluruh Indonesia. Layanan tersebut digambarkan pada tabel berikut
:
Tabel 3.6 Rintisan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pondok Pesantren

Pendidikan kesetaraan berbasis pondok pesantren


Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
No Kecamatan Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu

59
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kapuas Hulu 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas terlihat, Layanan Pendidikan Kesetaraan yang berbasis


keagamaan pondok pesantren adalah program Paket A ______ peserta didik , Paket
B ______ peserta didik , dan Paket C ______ peserta didik / warga belajar.

Selain melalui lembaga pondok pesentren, layanan pendidikan kesetaraan juga


dilakukan melalui komunitas lain, seperti komunitas biksu, susteran dan sebagainya.
Hal ini digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 3.7 Rintisan Pendidikan Kesetaraan Komunitas

Rintisan Pendidikan Kesetaraan Komunitas


(susteran, majelis taklim, komunitas biksu, panti asuhan, )
No Kecamatan Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir

60
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Rintisan Pendidikan Kesetaraan Komunitas


(susteran, majelis taklim, komunitas biksu, panti asuhan, )
No Kecamatan Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Jumlah Program Paket A Program Paket B Program Paket C
Lokasi
L P L P L P
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas terlihat, Rintisan Pendidikan Komunitas (susteran, Majelis taklim,
komonitas biksu, panti) untuk program Paket A ______,Paket B ______, dan Paket
C adalah ______ peserta didik .
Dalam melihat indikator pemerataan pendidikan kesetaraan, dapat tergambar
pada angka partisipasi kasar (APK) Paket A dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 3.8 Pemerataan Pendidikan Program Paket A, SD dan MI Tahun 2007/2008

No Indikator PAKET A SD MI TOTAL


1. APK
Laki-laki
Perempuan
Kota
Desa
3. Rasio
Peserta didik / kelompok belajar atau kelas
Guru atau Tutor/ kelompok belajar atau kelas
5. Kepadatan Penduduk Km2

6. Persentase Desa Tertinggal Persen


Sumber: Penentuan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 2007-2009

APK untuk SD adalah ______, APK untuk MI adalah ______, sedangkan APK
Paket A adalah ______ Dari tabel tersebut, ternyata APK tertinggi terdapat di tingkat
SD yaitu ______ dan yang terendah di tingkat PAKET A yaitu ______
Bila dilihat per jenis kelamin, ternyata masih ada perbedaan jender dilihat dari
APK pada tingkat ______ Dibandingkan dengan tingkat ______ Bila dilihat dari desa
dan kota, APK yang lebih tinggi terdapat di ______ yaitu ______ persen pada tingkat

61
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______ dan terendah terdapat di ______. Yaitu ______ persen pada tingkat
______ Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat ______ mempunyai kinerja
yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat ______ dan tingkat ______ Di daerah
ini anak yang mengikuti pendidikan di tingkat ______ paling banyak dibandingkan
dengan tingkat lainnya.
Tabel tersebut juga menggambarkan tentang rasio peserta didik per kelompok
atau per sekolah, dan kelompok belajar per pendidik, tempat. Rasio peserta didik
per kelompok belajar atau sekolah terpadat terdapat di ______ dengan angka
______ Hal itu menunjukkan bahwa ______ di daerah ini lebih banyak diminati.
Sedangkan rasio tutor per kelompok belajar pada Paket A adalah______, adapun
rasio guru SD per kelas adalah ______ dan rasio guru MI perkelas adalah ______
Hal ini menunjukkan telah cukupnya ______
Dengan melihat hasil indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa kepadatan
penduduk usia sekolah dan banyaknya desa tertinggal tidak mempengaruhi
pencapaian indikator pemerataan. Hal itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka
partisipasi bersekolah. Selanjutnya diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka
partisipasi dengan keadaan sekolah. Bila APK tingkat PAKET A rendah, ternyata
rasio peserta didik per tempat belajar juga rendah yaitu _______ Hal itu
menunjukkan bahwa minat bersekolah di tingkat PAKET A kurang. Hal itu jug terlihat
dari rendah peserta didik per sekolah, sedangkan TPS ternyata rendah yang berarti
kesempatan belajar cukup tinggi.
Bila dikaitkan dengan tingkat kesulitan ke sekolah yang terdapat pada Tabel
_______ dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka partisipasi dengan
keadaan daerah. APK tingkat Paket A rendah, hal itu disebabkan karena kesulitan ke
sekolah yang berarti di daerah itu merupakan daerah sulit sehingga anak tidak
bersekolah. Selain itu, bila dilihat dari desa tertinggal ternyata hampir sebagian
sekolah tersebut terdapat di desa tertinggal. Tambahan pula, kepadatan anak usia 7-
12 tahun memang cukup besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan
pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kondisi daerah. Bila hanya dilihat dari
pendidikan semata, maka akan sulit dilakukan pemecahannya tanpa
mengikutsertakan faktor di luar pendidikan yang mempengaruhi.
Dalam melihat indikator pemerataan pendidikan kesetaraan, dapat tergambar
pada angka partisipasi kasar (APK) Paket A dapat digambarkan pada tabel berikut:

62
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.9 Pemerataan Pendidikan Program Paket B, SMP dan MTs Tahun 2007/2008

No Indikator PAKET B SMP MTs Lainnya


1. APK
Laki-laki
Perempuan
Kota
Desa
2. Rasio
Peserta didik / kelompok belajar atau kelas
Guru atau Tutor/ kelompok belajar atau kelas
3. Kepadatan Penduduk Km2

4. Persentase Desa Tertinggal Persen


Sumber: Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 2007-2009

APK untuk SMP adalah ______ APK untuk MTs adalah ______, sedangkan APK
Paket B adalah ______ Dari tabel tersebut, ternyata APK tertinggi terdapat di tingkat
______ yaitu ______ persen dan yang terendah di tingkat ______ yaitu ______
persen.
Bila dilihat per jenis kelamin, ternyata masih ada perbedaan jender dilihat dari
APK pada tingkat ______ dibandingkan dengan tingkat ______. Bila dilihat dari
kota/desa, APK yang lebih tinggi terdapat di ______, yaitu ______ persen pada
tingkat ______ dan terendah terdapat di ______ yaitu ______ persen pada tingkat
______ Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat ______ mempunyai kinerja
yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat ______ dan tingkat ______. Di daerah
ini peserta didik yang mengikuti pendidikan di tingkat ______ paling banyak
dibandingkan dengan tingkat lainnya.
Tabel tersebut juga menggambarkan tentang rasio peserta didik per kelompok
atau per sekolah, dan kelompok belajar per pendidik, tempat. Rasio peserta didik
per kelompok belajar atau sekolah terpadat terdapat di ______ dengan angka
______ Hal itu menunjukkan bahwa ______ di daerah ini lebih banyak diminati.
Sedangkan rasio tutor per kelompok belajar pada Paket B adalah ______, adapun
rasio guru SMP per kelas adalah ______ dan rasio guru MTs perkelas adalah
______ Hal ini menunjukkan telah cukupnya ______
Dengan melihat hasil indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa kepadatan
penduduk usia sekolah dan banyaknya desa tertinggal tidak mempengaruhi

63
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

pencapaian indikator pemerataan. Hal itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka
partisipasi bersekolah.
Selanjutnya diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka partisipasi dengan
keadaan sekolah. Bila APK tingkat PAKET B rendah, ternyata rasio peserta didik per
tempat belajar juga rendah yaitu ________ yang menunjukkan bahwa minat
bersekolah di tingkat PAKET B kurang. Hal itu jug terlihat dari rendah peserta didik
per sekolah, sedangkan TPS ternyata rendah yang berarti kesempatan belajar cukup
tinggi.
Bila dikaitkan dengan tingkat kesulitan ke sekolah yang terdapat pada Tabel
________ dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka partisipasi
dengan keadaan daerah. APK tingkat Paket B rendah, hal itu disebabkan karena
kesulitan ke sekolah yang berarti di daerah itu merupakan daerah sulit sehingga
anak tidak bersekolah. Selain itu, bila dilihat dari desa tertinggal ternyata hampir
sebagian sekolah tersebut terdapat di desa tertinggal. Tambahan pula, kepadatan
anak usia 13-15 tahun memang cukup besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa
pembangunan pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kondisi daerah. Bila hanya
dilihat dari pendidikan semata, maka akan sulit dilakukan pemecahannya tanpa
mengikutsertakan faktor di luar pendidikan yang mempengaruhi.
Dalam melihat indikator pemerataan pendidikan kesetaraan, dapat tergambar
pada angka partisipasi kasar (APK) Paket C dapat digambarkan pada tabel berikut:

Tabel 3.10 Pemerataan Pendidikan Program Paket C, SMA dan MA Tahun 2007/2008

No Indikator PAKET C SMA MA Lainnya


1. APK
Laki-laki
Perempuan
Kota
Desa
2. Rasio
Peserta didik / kelompok belajar atau kelas
Guru atau Tutor/ kelompok belajar atau kelas
3. Kepadatan Penduduk Km2

4. Persentase Desa Tertinggal Persen


Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

64
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

APK untuk SMA adalah ______, APK untuk MA adalah ______, sedangkan APK
Paket C adalah ______ Dari tabel tersebut, ternyata APK tertinggi terdapat di tingkat
______ yaitu ______ persen dan yang terendah di tingkat ______ yaitu ______
persen.
Bila dilihat per jenis kelamin, ternyata masih ada perbedaan jender dilihat dari
APK pada tingkat ______ dibandingkan dengan tingkat ______ bila dilihat dari desa
dan kota, APK yang lebih tinggi terdapat di ______ yaitu ______ persen pada tingkat
______ dan terendah terdapat di ______ yaitu ______ persen pada tingkat ______
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tingkat ______ mempunyai kinerja yang
lebih baik dibandingkan dengan tingkat ______ dan tingkat ______ Di daerah ini
anak yang mengikuti pendidikan di tingkat ______ paling banyak dibandingkan
dengan tingkat lainnya.
Tabel tersebut juga menggambarkan tentang rasio peserta didik per kelompok
atau per sekolah, dan kelompok belajar per pendidik, tempat. Rasio peserta didik
per kelompok belajar atau sekolah terpadat terdapat di ______ dengan angka
______ Hal itu menunjukkan bahwa ______ di daerah ini lebih banyak diminati.
Sedangkan rasio tutor per kelompok belajar pada Paket C adalah ______, adapun
rasio guru SMA per kelas adalah ______ dan rasio guru MA perkelas adalah
______ Hal ini menunjukkan telah cukupnya ______
Dengan melihat hasil indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa kepadatan
penduduk usia sekolah dan banyaknya desa tertinggal tidak mempengaruhi
pencapaian indikator pemerataan. Hal itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka
partisipasi bersekolah.
Selanjutnya diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka partisipasi dengan
keadaan sekolah. Bila APK tingkat PAKET C rendah, ternyata rasio peserta didik
per tempat belajar juga rendah yaitu ______ Hal itu menunjukkan bahwa minat
bersekolah di tingkat PAKET C kurang. Hal itu jug terlihat dari rendah peserta didik
per sekolah, sedangkan TPS ternyata rendah yang berarti kesempatan belajar cukup
tinggi.
Bila dikaitkan dengan tingkat kesulitan ke sekolah yang terdapat pada Tabel
______ dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara angka partisipasi dengan
keadaan daerah. APK tingkat Paket C rendah, hal itu disebabkan karena kesulitan ke
sekolah yang berarti di daerah itu merupakan daerah sulit sehingga anak tidak
bersekolah. Selain itu, bila dilihat dari desa tertinggal ternyata hampir sebagian

65
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

sekolah tersebut terdapat di desa tertinggal. Tambahan pula, kepadatan anak usia
16-19 tahun memang cukup besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan
pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kondisi daerah. Bila hanya dilihat dari
pendidikan semata, maka akan sulit dilakukan pemecahannya tanpa
mengikutsertakan faktor di luar pendidikan yang mempengaruhi.
Dalam melaksanakan kebijakan pokok Perluasan dan Pemerataan Akses
Pendidikan Kabupaten/Kota _____________ selama kurun waktu 2007 sampai 2008
telah dicapai hasil sebagai berikut :

Tabel 3.11 Capaian Kebijakan Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan

Kondisi Awal
No Pilar Kebijakan Indikator Kunci Sukses Realisasi 2007
2007
Angka Partisipasi Kasar Paket A/SD/MI
Perluasan Akses
1 Pendidikan Angka Partisipasi Kasar Paket B/SD/MI
Kesetaraan
Angka Partisipasi Kasar Paket C/SD/MI
Disparitas APK Paket A/SD/MI antar
Kabupaten/Kota
Pemerataan Akses Disparitas APK Paket B/SD/MI antar
2.
Pendidikan Kabupaten/Kota
Disparitas APK Paket C/SD/MI antar
Kabupaten/Kota
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

B. PENINGKATAN MUTU, RELEVANSI DAN DAYA SAING


PENDIDIKAN KESETARAAN

Peningkatan mutu erat kaitanya dengan tersedianya tenaga pendidik yang


kompeten dalam bidang keilmuannya. Tenaga pendidik dalam pendidikan
kesetaraan, adalah tenaga Tutor yang diharapkan memiliki kemampuan dibidangnya
sehingga mutu dari hasilnya sesuai dengan yang harapkan. Tenaga Tutor pada
program Paket A,B dan C dapat digambarkan pada tabel dibawah berikut ini:

66
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.12 Tenaga Pendidik Pendidikan Kesetaraan


Tutor
No Kecamatan Program Paket A, B dan C
L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas tergambar persentase tenaga pendidik kesetaraan. Tenaga tutor
program Paket A, B dan C ______ orang (…… %).
Peningkatan mutu terkait juga dengan dukungan dana untuk program pendidikan
kesetaraan. Dukungan dana dapat berupa dukungan dana APBN, dana dana APBD.
Dukungan dana terhadap program dan kegiatan pendidikan kesetaraan digambarkan
tabel berikut:

Tabel 3.13 Biaya Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan tahun 2007/2008

67
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Biaya Operasional Penyelenggaraan


Pendidikan Kesetaraan (Rp. 000.000)
No Kecamatan Program Paket A Program Paket B Program Paket C
APBD APBN APBD APBN APBD APBN
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Dari tabel diatas Biaya operasional penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan


tahun 2007-2008 berdasarkan biaya APBD untuk program Paket A adalah Rp
________________ (……%), Biaya APBD untuk program Paket B adalah Rp
________________ (…… %), dan Biaya APBD untuk program Paket C Rp
________________ (……%). Adapun dukungan biaya program Paket A dari dana
APBN adalah Rp ______________ (……… %), dukungan biaya program Paket B
dari dana APBN adalah Rp ______________ (……%), dukungan biaya program
Paket C dari dana APBN adalah Rp ______________ (…… %). Biaya APBD dan
APBN untuk program Paket A adalah Rp. ______________ (……%), Biaya APBD

68
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

dan APBN untuk program Paket B adalah Rp. _______________ (…… %).
Sedangkan Biaya APBD dan APBN untuk program Paket C adalah Rp.
______________ (…… %).
Untuk meningkatkan mutu, diberikan juga beapeserrta didik bagi peserta didik
program Paket A, B dan C yang berprestasi. Hal tersebut digambarkan pada tabel
berikut.

Tabel 3.14 Beasiswa Peserta Didik Berprestasi

Beasiswa peserta didik yang berprestasi


Program Program Program
No Kecamatan
Paket A Paket B Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

69
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Tabel tersebut menggambarkan keadaan peserta didik kesetaraan yang


mendapat beasiswa peserta didik yang berprestasi untuk program Paket A adalah
_________ peserta didik, Paket B adalah _________ peserta didik dan Paket C
adalah _________ peserta didik .

Tabel 3.15 Peserta Didik Kesetaraan yang melaksanakan UNPK dan Lulus tahun 2007 Tahap 1 dan 2

Peserta didik Kesetaraan yang ikut UNPK dan yang lulus 2007 pada tahap 1 dan 2
Paket A Paket B Paket C
Paket A Paket B Paket C
No Kecamatan Peserta Peserta Peserta
Lulus Lulus Lulus
UNPK UNPK UNPK
L P L P L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah

70
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008


Ket: UNPK= Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan, L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas peserta didik kesetaraan yang ikut UNPK 2007 tahap 1 dan 2
untuk program Paket A adalah ______ peserta didik dan yang lulus 2007 tahap 1
dan 2 untuk program Paket A adalah ______ peserta didik (……… %). Peserta didik
kesetaraan yang ikut UNPK 2007 tahap 1 dan 2 untuk program Paket B adalah
______ peserta didik dan yang lulus 2007 tahap 1 dan 2 untuk program Paket B
adalah ______ peserta didik (……… %), Peserta didik kesetaraan yang ikut UNPK
2007 tahap 1 dan 2 untuk program Paket C adalah ______ peserta didik dan yang
lulus 2007 tahap 1 dan 2 untuk program Paket C adalah ______ peserta didik
(……… %).

Tabel 3.16 Peserta Didik Kesetaraan yang melaksanakan UNPK dan Lulus tahun 2008 Tahap 1

Peserta didik Kesetaraan yang ikut UNPK dan yang lulus 2008 tahap 1
Paket A Paket B Paket C
Paket A Paket B Paket C
No Kecamatan Peserta Peserta Peserta
Lulus Lulus Lulus
UNPK UNPK UNPK
L P L P L P L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar

71
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta didik Kesetaraan yang ikut UNPK dan yang lulus 2008 tahap 1
Paket A Paket B Paket C
Paket A Paket B Paket C
No Kecamatan Peserta Peserta Peserta
Lulus Lulus Lulus
UNPK UNPK UNPK
L P L P L P L P L P L P
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas peserta didik kesetaraan yang ikut UNPK 2008 tahap 1 untuk
program Paket A adalah ______ peserta didik dan yang lulus 2008 tahap 1 untuk
program Paket A adalah ______ peserta didik (……… %). Peserta didik kesetaraan
yang ikut UNPK 2008 tahap 1 untuk program Paket B adalah ______ peserta didik
dan yang lulus 2008 tahap 1 untuk program Paket B adalah ______ peserta didik
(……… %). Peserta didik kesetaraan yang ikut UNPK 2008 tahap 1 untuk program
Paket C adalah ______ peserta didik dan yang lulus 2008 tahap 1 untuk program
Paket C adalah ______ peserta didik (……… %).

Tabel 3.17 Peserta didik Kesetaraan yang Diterima Bekerja (formal dan Informal) tahun 2008

Peserta didik Kesetaraan yang diterima bekerja (formal dan informal) tahun 2008
Paket A Paket B Paket C
Paket A Paket B Paket C
No Kecamatan Diterima Diterima Diterima
Lulusan Lulusan Lulusan
kerja kerja Kerja
L P L P L P L P L P L P
Putussibau
1
Utara
Putussibau
2
Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
Embaloh
6
Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
Boyan
11
Tanjung

72
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Peserta didik Kesetaraan yang diterima bekerja (formal dan informal) tahun 2008
Paket A Paket B Paket C
Paket A Paket B Paket C
No Kecamatan Diterima Diterima Diterima
Lulusan Lulusan Lulusan
kerja kerja Kerja
L P L P L P L P L P L P
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
Puring
23
Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel di atas peserta didik kesetaraan yang diterima bekerja (formal dan
informal) 2008 untuk lulusan Paket A adalah ______ peserta didik (……… %), Paket
B ______ peserta didik (……… %), dan Paket C ______ peserta didik (……… %).

Tabel 3.18 Penyelenggaraan Lomba Peserta didik Kesetaraan Berprestasi tingkat Kabupaten/Kota
Tahun 2007-2008

Penyelenggaraan lomba peserta didik kesetaraan berprestasi


No
Jumlah Kegiatan Lokasi Jumlah Peserta
1.
2.
3.
4.
5.
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan penyelenggaraan lomba peserta didik


kesetaraan berprestasi tingkat Kabupaten/Kota _____________ pada tahun 2007-
2008 adalah _____________.

73
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.19 Penyelenggaraan Lomba Peserta didik Kesetaraan Berprestasi tingkat Kecamatan
Tahun 2007-2008

Penyelenggaraan lomba peserta didik kesetaraan berprestasi


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
Kegiatan Peserta
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan penyelenggaraan lomba peserta didik


kesetaraan berprestasi tingkat kecamatan pada tahun 2007-2008. Lomba berprestasi
yang telah dilakukan ______ kali jumlah kegiatan di kecamatan, lokasinya adalah di .
______ kecamatan. Sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti lomba
berprestasi adalah ______ orang.

Tabel 3.20 Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pertanian Dan Kelautan
Tahun 2007-2008

74
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Mengembangkan kurikulum pendidikan kesetaraan


berbasis pertanian dan kelautan.
No Kecamatan Jumlah
Jumlah
Lembaga Lokasi
Peserta
Penyelenggara
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Dari tabel diatas dapat digambarkan adanya beberapa lembaga yang telah
mengembangkan kurikulum pendidikan kesetaraan berbasis pertanian dan kelautan.
Jumlah lembaga penyelenggara ______, lokasinya adalah di __________________ .
Jumlah peserta ______ orang.
Dalam melaksanakan kebijakan Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing
Pendidikan Kabupaten/Kota _______________ selama kurun waktu 2007 sampai
2008 telah dicapai hasil sebagai berikut :

75
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.21 Capaian Kebijakan Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing Pendidikan Tahun 2007-
2008

Pilar Kondisi Awal Realisasi


No Indikator Kunci Sukses
Kebijakan 2007 2008
1 Peningkatan Rata-rata nilai UN Pendidikan Kesetaraan
Mutu Paket A
Pendidikan Rata-rata nilai UN Pendidikan Kesetaraan
Paket B
Rata-rata nilai UN Pendidikan Kesetaraan
Paket C
Tingkat Kelulusan Peserta UN Pendidikan
Kesetaraan Paket A
Tingkat Kelulusan Peserta UN Pendidikan
Kesetaraan Paket B
Tingkat Kelulusan Peserta UN Pendidikan
Kesetaraan Paket C
Biaya APBN Penyelenggaraan Paket A
Biaya APBN Penyelenggaraan Paket B
Biaya APBN Penyelenggaraan Paket C
Biaya APBD Penyelenggaraan Paket A
Biaya APBD Penyelenggaraan Paket B
Biaya APBD Penyelenggaraan Paket C
2. Peningkatan Persentase Lembaga Penyelenggara
Relevansi Pendidikan Kesetaraan berbasis
Pendidikan pertanian/kelautan
3. Peningkatan Persentase Lulusan Paket A yang
Daya Saing diterima bekerja formal/informal
Pendidikan Persentase Lulusan Paket B yang
diterima bekerja formal/informal
Persentase Lulusan Paket C yang
diterima bekerja formal/informal
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

C. TATA KELOLA, AKUNTABILITAS, DAN CITRA PUBLIK

Tabel 3.22 Rencana Aksi Daerah Kabupaten/Kota __________________ tahun 2007-2008

Rencana Aksi Daerah Kabupaten/Kota ________________ tahun 2007-2008


No Jumlah Jumlah
Lokasi
Kegiatan Peserta
1.
2.
3.
4.

76
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Rencana Aksi Daerah Kabupaten/Kota ________________ tahun 2007-2008


No Jumlah Jumlah
Lokasi
Kegiatan Peserta
5.
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan rencana aksi daerah tingkat Kabupaten/Kota


______________ pada tahun 2007-2008. Rencana aksi daerah yang telah dilakukan
_____ kali, lokasinya adalah _____ kecamatan. Sedangkan jumlah peserta didik
yang mengikuti rencana aksi daerah adalah _____ orang.

Tabel 3.23 Rencana Aksi Daerah tingkat Kecamatan Kabupaten/Kota __________________ Tahun
2007-2008

Rencana Aksi Daerah 2007-2008


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
Kegiatan Peserta
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau

77
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Rencana Aksi Daerah 2007-2008


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
Kegiatan Peserta
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan rencana aksi daerah tingkat Kecamatan


______________ pada tahun 2007-2008. Rencana aksi daerah yang telah dilakukan
_____ kali, lokasinya adalah _____ kecamatan. Sedangkan jumlah peserta didik
yang mengikuti rencana aksi daerah adalah _____ orang.

Tabel 3.24 Sosialisasi dan Publikasi Program Pendidikan Kesetaraan Dengan Berbagai Media
Tahun 2007-2008

Sosialisasi dan Publikasi Program Pendidikan kesetaraan dengan berbagai


media tahun 2007-2008
Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah Sosialisasi dan
No Kecamatan
Sosialisasi dan Sosialisasi dan Sosialisasi dan Publikasi
Publikasi Publikasi Publikasi Pendidikan
Program Paket A Program Paket B Program Paket C Kesetaraan
lainnya
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau

78
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Sosialisasi dan Publikasi Program Pendidikan kesetaraan dengan berbagai


media tahun 2007-2008
Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah Sosialisasi dan
No Kecamatan
Sosialisasi dan Sosialisasi dan Sosialisasi dan Publikasi
Publikasi Publikasi Publikasi Pendidikan
Program Paket A Program Paket B Program Paket C Kesetaraan
lainnya
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Sosialisasi dan publikasi program pendidikan kesetaraan dengan berbagai media


adalah jumlah sosialisasi dan publikasi program Paket A _____ (……… %), jumlah
sosialisasi dan publikasi program Paket B _____ (……… %) Jumlah Sosialisasi dan
publikasi program Paket C _____ (……… %) dan jumlah sosialisasi dan publikasi
pendidikan kesetaraan lainnya _____ (……… %).

Tabel 3.25 Kemah Karya Kabupaten/Kota _______________ Tahun 2007-2008

Kemah Karya Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007-2008


No Jumlah Jumlah
Lokasi
kegiatan Peserta
1.
2.
3.
4.
5.
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan kemah karya tingkat Kabupaten/Kota


______________ pada tahun 2007-2008. Lokasinya adalah _____ kecamatan.
Sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti kemah karya adalah _____ orang.

Tabel 3.26 Kemah Karya tingkat Kecamatan Kabupaten/Kota __________________ Tahun 2007-
2008

79
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Kemah Karya tingkat Kecamatan Kesetaraan 2007-2008


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
kegiatan Peserta
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan kemah karya di tingkat kecamatan pada tahun


2007-2008. Kemah karya yang telah dilakukan ______ kali, lokasinya adalah ______
Sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti kemah karya kesetaraan adalah
______ orang.

Tabel 3.27 Gelar Karya Kabupaten/Kota _________________ Tahun 2007-2008

Gelar Karya Kesetaraan Kabupaten/Kota _________________ 2007-2008


No Jumlah
Lokasi Jumlah Peserta
kegiatan
1.

80
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Gelar Karya Kesetaraan Kabupaten/Kota _________________ 2007-2008


No Jumlah
Lokasi Jumlah Peserta
kegiatan
2.
3.
4.
5.
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan gelar karya tingkat Kabupaten/Kota


______________ pada tahun 2007-2008. Lokasinya adalah _____ kecamatan.
Sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti gelar karya adalah _____ orang.

Tabel 3.28 Gelar Karya tingkat Kecamatan Kabupaten/Kota __________________ Tahun 2007-
2008

Gelar Karya Kesetaraan tingkat Kecamatan 2007-2008


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
kegiatan Peserta
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang

81
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Gelar Karya Kesetaraan tingkat Kecamatan 2007-2008


No Kecamatan Jumlah Jumlah
Lokasi
kegiatan Peserta
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

Tabel tersebut menggambarkan gelar karya di tingkat kecamatan pada tahun


2007-2008. Gelar karya yang telah dilakukan ______ kali, lokasinya adalah ______
Sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti Gelar karya kesetaraan adalah
______ orang.

Tabel 3.29 Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan Pembelajaran


Langsung

Pembelajaran langsung, yaitu model layanan pembelajaran yang


dilakukan secara langsung. Artinya antara tutor dan peserta didik
bertatap muka secara langsung, baik secara perorangan maupun
No Kecamatan secara kelompok
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar

82
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Pembelajaran langsung, yaitu model layanan pembelajaran yang


dilakukan secara langsung. Artinya antara tutor dan peserta didik
bertatap muka secara langsung, baik secara perorangan maupun
No Kecamatan secara kelompok
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas deversifikasi layanan pendidikan Kesetaraan dengan


pendekatan pembelajaran langsung dengan jumlah lokasi _______ Jumlah peserta
Program Paket A yang mengikuti pembelajaran langsung adalah _______ peserta
didik (……… %), jumlah peserta Program Paket B yang mengikuti pembelajaran
langsung _______ peserta didik (……… %), jumlah peserta Program Paket C yang
mengikuti pembelajaran langsung _______ peserta didik (……… %).

Tabel 3.30 Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan Lumbung Sumber
Daya

Lumbung Sumber Daya, yaitu layanan pendidikan kesetaraan yang


dilakukan pada beberapa individu atau kelompok mayarakat yang
terkumpul dalam pusat pembelajaran yang selanjutnya melaksanakan
No Kecamatan proses belajar mengajar secara tutorial
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah

83
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas deversifikasi layanan pendidikan Kesetaraan dengan


pendekatan lumbung sumber daya dengan jumlah lokasi _______ Jumlah peserta
program Paket A yang mengikuti pembelajaran dengan lumbung sumberdaya adalah
_______ peserta didik (……… %), jumlah peserta program Paket B yang mengikuti
pembelajaran dengan lumbung sumberdaya adalah _______ peserta didik (………
%), jumlah peserta program Paket C yang mengikuti pembelajaran dengan lumbung
sumberdaya _______ peserta didik (……… %).

Tabel 3.31 Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan Pangkalan Belajar

Pangkalan belajar, yaitu layanan Pendidikan Kesetaraan yang


mangkal pada suatu tempat yang tidak terjangkau oleh jenis dan
model layanan penididikan bukanformal lainnya
No Kecamatan Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir

84
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Pangkalan belajar, yaitu layanan Pendidikan Kesetaraan yang


mangkal pada suatu tempat yang tidak terjangkau oleh jenis dan
model layanan penididikan bukanformal lainnya
No Kecamatan Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas diversifikasi layanan pendidikan Kesetaraan dengan pendekatan


pangkalan belajar dengan jumlah lokasi _______ Jumlah peserta program Paket A
yang mengikuti pangkalan belajar adalah _______ peserta didik, jumlah peserta
program Paket B yang mengikuti pangkalan belajar _______ peserta didik, jumlah
peserta program Paket C yang mengikuti pangkalan belajar _______ peserta didik.

Tabel 3.32 Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan Layanan Pendidikan
Bergerak

Layanan pendidikan bergerak (mobile education service) atau tempat


belajar berjalan (Mobile Classroom), merupakan pelayanan pendidikan
dengan sistem jemput bola (door-to-door) yang dilakukan oleh tutor
pada peserta didik dari satu tempat ke tempat yang lain (bisa dengan
No Kecamatan bis berjalan, sepeda motor, kapal belajar dll)
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara

85
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Layanan pendidikan bergerak (mobile education service) atau tempat


belajar berjalan (Mobile Classroom), merupakan pelayanan pendidikan
dengan sistem jemput bola (door-to-door) yang dilakukan oleh tutor
pada peserta didik dari satu tempat ke tempat yang lain (bisa dengan
No Kecamatan bis berjalan, sepeda motor, kapal belajar dll)
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas deversifikasi layanan pendidikan Kesetaraan dengan


pendekatan layanan pendidikan bergerak dengan jumlah lokasi _______. Adapun
jumlah peserta program Paket A yang mengikuti pembelajaran dengan layanan
pendidikan bergerak adalah _______ peserta didik, jumlah peserta program Paket B
yang mengikuti pembelajaran dengan layanan pendidikan bergerak adalah _______
peserta didik, jumlah peserta program Paket C yang mengikuti pembelajaran dengan
layanan pendidikan bergerak adalah _______ peserta didik.

86
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

Tabel 3.33 Diversifikasi Layanan Pendidikan Kesetaraan dengan Pendekatan E-Learning

E-Learning, yaitu pembelajaran pendidikan kesetaraan secara on line


(e-learning) sebagai alternatif bagi peserta didik yang sulit bertemu
langsung dengan tutor atau meninggalkan tempat kerjanya, dapat
No Kecamatan dilakukan melalui tatap muka audio visual dan internet
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Lokasi Program Paket A Program Paket B Program Paket C
L P L P L P
1 Putussibau Utara
2 Putussibau Selatan
3 Manday
4 Kalis
5 Embaloh Hilir
6 Embaloh Hulu
7 Bunut Hilir
8 Bunut Hulu
9 Mentebah
10 Embau
11 Boyan Tanjung
12 Pengkadan
13 Hulu Gurung
14 Selimbau
15 Suhaid
16 Semitau
17 Seberuang
18 Silat Hilir
19 Silat Hulu
20 Batang Lupar
21 Badau
22 Empanang
23 Puring Kencana
Jumlah
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008
Ket: L= Laki-laki, P= Perempuan

Dari tabel diatas deversifikasi layanan pendidikan Kesetaraan dengan


pendekatan layanan melalui E-learning dengan jumlah lokasi _______. Adapun
jumlah peserta program Paket A yang mengikuti pembelajaran dengan layanan E-
learning adalah _______ peserta didik, jumlah peserta program Paket B yang
mengikuti pembelajaran dengan E-learning bergerak adalah _______ peserta didik,

87
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

jumlah peserta program Paket C yang mengikuti pembelajaran dengan E-learning


adalah _______ peserta didik.
Dalam melaksanakan kebijakan Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra
Publik Pendidikan Kabupaten/Kota ______________ selama kurun waktu 2007
sampai 2008 telah dicapai hasil sebagai berikut :

Tabel 3.34 Capaian Kebijakan Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik Pendidikan
Tahun 2007/2008

Kondisi Awal
No Pilar Kebijakan Indikator Kunci Sukses Realisasi 2008
2007
1 Penguatan Tata Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah
Kelola Tingkat Kabupaten/Kota
Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah
Tingkat Kabupaten/Kota
2. Penguatan Pelaksanaan Gelar Karya
Akuntabilitas Pendidikan Kesetaraan Tingkat
Kabupaten/Kota
Pelaksanaan Gelar Karya
Pendidikan Kesetaraan Tingkat
Kabupaten/Kota
Diversifikasi Layanan Pendidikan
Kesetaraan dengan Pangkalan
Belajar
Diversifikasi Layanan Pendidikan
Kesetaraan dengan Layanan
Pendidikan Bergerak
Diversifikasi Layanan Pendidikan
Kesetaraan dengan E-Learning
3. Penguatan Citra Sosialisasi dan Publikasi Paket A
Publio Sosialisasi dan Publikasi Paket B
Sosialisasi dan Publikasi Paket C
Sosialisasi dan Publikasi Pendidikan
Kesetaraan lainnya
Sumber: Profil Kinerja Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota _______________ 2007/2008

BAB IV
PENUTUP
Pada akhir laporan Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota Tahun 2008
yaitu pada Bab IV akan dijelaskan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari

88
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

kinerja yang ada dari pendidikan dasar sampai menengah. Berdasarkan kesimpulan
tentang pendidikan dasar dan menengah pendidikan kesetaraan, maka dapat
disusun saran atau rekomendasi dalam rangka meningkatkan kinerja pendidikan
dasar dan menengah di Kabupaten/Kota atau Kecamatan.

A. KESIMPULAN
Berdasarkan data yang terdapat dalam profil pendidikan dan kajian terhadap hasil
indikator pendidikan seperti pemerataan, peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi
internal pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Dipandang dari segi pemerataan pendidikan dan perluasan akses pendidikan
kesetaraan
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

2. Dipandang dari segi peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan
kesetaraan
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
3. Dipandang dari segi kinerja tata kelola akuntabilitas dan citra publik
pendidikan kesetaraan.
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

89
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

B. REKOMENDASI
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka beberapa rekomendasi yang diusulkan
adalah sebagai berikut:
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

DAFTAR KEPUSTAKAAN
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

90
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

kisah sukses dari peserta didik


Pendidikan Kesetaraan
______________________________________________________________

91
Profil Pendidikan Kesetaraan Kabupaten/Kota 2008

______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

92