EKMA4116 MANAJEMEN

Dadang Supriyatna Andi Sylvana
4 sks / modul 1-12: ill.; 21 cm / Edisi 1 ISBN : 9790112459 DDC : 658 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007

Mata kuliah ini membicarakan topik-topik yang bertalian dengan upaya manajemen suatu organisasi dalam kegiatannya agar tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Materi yang dibahas antara lain mengenai: planning, organizing, actuating, dan controlling. Selain itu dibahas pula bahasan tentang pengelolaan perubahan, globalisasi, good corporate governance, dan etika bisnis.
TINJAUAN MATA KULIAH Manajemen merupakan konsep yang paling sering diperbincangkan, baik dalam kancah akademik maupun praktik. Hal ini dapat dimengerti karena keberhasilan suatu organisasi sangat bergantung pada efektivitas manajemen organisasi tersebut. Salah satu kunci sukses pengembangan dan prestasi manajemen adalah para manajer, mereka dituntut untuk mampu menguasai keilmuan, kepekaan dan mampu menganalisis lingkungan serta menjalankan fungsi-fungsi manajemen seperti: perencanaan, pengorganisasi-an, pengarahan dan pengawasan. Oleh karena itulah, dalam buku ini kami mencoba membahas materi-materi tersebut. Dengan mempelajari buku materi pokok ini, diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar manajemen dan sejarah perkembangannya, lingkungan yang mempengaruhi organisasi, proses perencanaan manajemen, pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian, pengawasan, pembelajaran organisasi dan budaya organisasi, manajemen global/internasional, manajemen perubahan, etika manajemen, komunikasi dalam organisasi serta good corporate governance. Untuk mencapai kemampuan tersebut, maka materi dalam buku ini disusun dalam 12 modul dengan topik sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Konsep Dasar dan Sejarah Manajemen. Lingkungan Organisasi. Perencanaan dan Pengambilan Keputusan. Pengorganisasian. Pendelegasian dan Pemberdayaan. Pengawasan. Strategi Bersaing, Organisasi Belajar dan Budaya Organisasi. Globalisasi. Manajemen Perubahan. Pemahaman Dasar-dasar Etika manajemen. Komunikasi dan Motivasi dalam Organisasi. Good Governance dan Good Corporate Governance.

MODUL 1 KONSEP DASAR DAN SEJARAH MANAJEMEN Kegiatan Belajar 1: Sejarah Manajemen Rangkuman Secara sederhana manajemen berorientasi kepada dua hal yang sederhana, yaitu mengawasi orang bekerja

dan mengurus uang sehingga manajemen dapat didefinisikan sebagai mengawasi/mengatur orang bekerja dan mengurus/mengatur administrasi keuangan dengan baik. Makna manajemen dapat dipahami melalui dua hal, yaitu teori dan praktik manajemen. Hal yang bersifat teoretis berpijak pada pandangan tentang aspek tertentu dari organisasi, antara lain tentang efektivitas, pencapaian tujuan, pengambilan keputusan, efisiensi, ekuilibrium (keseimbangan), interaksi antara organisasi dan lingkungan sekitarnya, dan sebagainya. Di lain pihak praktik manajemen memandang organisasi sebagai sebuah sistem terbuka. Manajemen merupakan ilmu dan juga seni. Suatu organisasi akan berhasil apabila dikelola melalui proses yang sistematis dan mampu mengendalikan individu yang terlibat di dalamnya sehingga mereka dapat bekerja secara maksimal untuk mencapai tujuan. Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengkoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi. Kemampuan ini lahir dari suatu proses yang panjang yang terjadi secara perlahan-lahan melalui proses pengamatan dan belajar. Penilaian keberhasilan kinerja seorang manajer sangat tergantung dari kinerja bawahannya karena seorang manajer tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu seorang manajer harus mampu memimpin bawahannya berprestasi dalam pekerjaannya. Dalam era globalisasi, perusahaan harus memiliki staf dan karyawan yang mampu melayani pasar global sekaligus pasar lokal yang ingin dilayani dengan cara yang sama. Fungsi manajer pun perlu diredefinisi. Manajer yang semula berperan ”memerintah dan mengawasi” saat ini harus berperan menjadi ”pelatih” agar setiap karyawan mampu diberdayakan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu manajer juga harus menyesuaikan strategi perekrutan, penyeleksian, pemberian kompensasi, pengembangan karier, teknik memotivasi, serta teknik mengawasi karyawan agar semuanya secara terintegrasi mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. Manajer yang diharapkan dalam era global adalah manajer yang mempunyai karakteristik fleksibel, yaitu memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan sumber daya yang efisien. Di samping itu juga mereka harus memiliki wawasan global serta menguasai proses decision making, interpersonal relation, dan goal setting. Itu berarti seorang manajer saat ini harus memiliki peran sebagai interpersonal roles (kepemimpinan, komunikasi), informational roles (pengawas, pengendali, penyerap, dan penyebar informasi), dan decisional roles (entrepreneur, menangani perubahan, alokasi sumber daya, negosiator). Manajer era globalisasi harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menjadikannya sebagai solusi daya saing bagi bisnisnya karena sudah terbukti bahwa bisnis yang dikelola dengan memanfaatkan teknologi informasi akan memiliki daya saing yang handal. Kegiatan Belajar 2: Konsep Dasar Manajemen Rangkuman Sejarah manajemen telah tercatat dalam berbagai kegiatan politik, kenegaraan, sosial, dan budaya kehidupan masa lalu. Memang, kita tidak menemukan catatan lengkap tentang aktivitas mereka apalagi tentang keilmuan manajemen namun kita dapat melakukan interpretasi dan menarik kesimpulan dari aktivitas para nenek moyang manusia tersebut. Misalnya, salah satu hasil interpretasi para ahli manajemen adalah tulisan peninggalan zaman Mesir kuno pada tahun 1300 sebelum Masehi. Interpretasi tersebut menyebutkan bahwa negara-negara birokratis di zaman kuno mengakui betapa pentingnya organisasi dan administrasi untuk kelangsungan hidup negara. Dalam sejarah manusia lainnya, institusi keagamaan dan militer juga telah menggunakan prinsip-prinsip penting manajemen. Gereja Roma katolik adalah organisasi formal keagamaan yang paling efektif dalam sejarah peradaban barat. Organisasi ini dapat bertahan lama karena tujuan organisasi, dan keefektifan menggunakan teknik organisasi dan manajemennya. Begitu juga dengan organisasi kemiliteran yang memiliki pengalaman tersendiri dalam menerapkan sejumlah prinsip dan praktek bidang manajemen. Bentuk organisasi yang dipilihnya telah membuat institusi militer tetap kuat hingga kini. Mereka mampu mencetak para pemimpin bermoral dengan teknik-teknik kepemimpinan mereka. Bila kita banding-bandingkan sesungguhnya terdapat persamaan-persamaan antara praktik manajemen

pemasok dan lain-lain yang secara langsung mempengaruhi organisasi 5. Organisasi-organisasi ini telah menyumbangkan sekumpulan pengetahuan yang semakin tumbuh dan sangat membantu pekerjaan para manajer. Stephen P. Jakarta: Indeks. Mereka mengeksploitasi para pekerja untuk memperkaya diri sendiri. Chuch. Mamduh. hubungan industrial. tetapi relevansinya tidak begitu jelas. pekerjaan kantor. Manajemen. dan masih banyak yang lainnya lagi. Lingkungan internal di mana para pimpinan perusahaan bekerja meliputi karyawan. sibernatika. memulai masa pencarian dan pemetaan tentang berbagai cara baru untuk mengelola suatu perusahaan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. pengemasan. (2006). seperti pengendalian kualitas. DAFTAR PUSTAKA Daft. 6. MODUL 2 LINGKUNGAN ORGANISASI Kegiatan Belajar 1: Lingkungan Organisasi Rangkuman 1. baik dalam bentuk lembaga laba maupun nirlaba. Robbins.zaman dahulu dengan praktik manajemen zaman modern. Jika Babbage dikenal sebagai bapak komputer maka Taylor dikenal sebagai ”Bapak Manajemen Ilmiah”. 2.. Mereka ingin melakukan perubahan. Lingkungan dapat dikelompokkan dalam lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Elemen aksi langsung (stakeholder) di antaranya terdiri dari pemegang saham. Manajemen. Edward Freeman dan Daniel R. Pendekatan baru yang diperkenalkannya sangat mempengaruhi praktik manajemen. Variabel sosial terdiri dari aspek demografi. Terjadinya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik mendorong para pemikir menemukan cara yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas. (1996). James A. dan memanfaatkan maklumat penguasa sebagai perintah yang tidak boleh ditolak. Keinginan akan adanya perubahan mulai nampak ketika James Watt Jr. Jakarta: Indeks. 3. gaya hidup dan nilai-nilai sosial. 7. yaitu bahwa para pemimpin proyek masa lalu menggunakan paksaan. Williams. Lingkungan umum mencakup kondisi yang mungkin mempunyai dampak terhadap organisasi. Perilaku Organisasi. (2003). (2005). Setelah itu banyak para ahli yang mengemukakan teori-teorinya dalam bidang manajemen dan organisasi perusahaan. Stephen P. yang semula berdasarkan pemaksaan terhadap pekerja menjadi manajemen yang berdasarkan kepada pendekatan ilmiah. menggunakan kebijakan dan peraturan yang membuat takut penduduk. Lingkungan dapat diartikan sebagai seluruh elemen yang terdapat di luar batas-batas organisasi yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi sebagian atau keseluruhan organisasi. dan dipraktikkan secara khusus. Revolusi industri telah mengakibatkan munculnya para kapitalis. dan Charles Babbage (1792-1871). Perkembangan berikutnya. Manajemen. pemasaran. Jakarta: Salemba Empat. Robert Owen (1771-1858). L. Penulis lain membagi elemen lingkungan ke dalam lingkungan umum vs 8. yang mengembangkan berbagai aspek khusus dalam manajemen. aspek-aspek manajemen dipelajari. dan Mary Coulter. Yogyakarta: BPFE. Handoko. Jakarta: Salemba Empat. Richard. serikat pekerja. Management. Di samping persamaan-persamaan tersebut kita juga dapat menemukan perbedaan dalam pelaksanaannya. Gilbert. T. komputerisasi. Saat ini sudah ratusan lembaga. Stoner. Sedangkan lingkungan eksternal dapat dikelompokkan menjadi elemen aksi langsung (direct-action elements) dan elemen aksi tidak langsung (indirect-action elements) 4. perawatan pabrik. teknik industri. Hani. dianalisis. (1995). Jr. pemegang saham dan dewan direksi. Manajemen. (1769-1848). (2001). Management. Hanafi. (2006). Englewood Cliffs: Prentice Hall. Robbins. R. . menerapkan perintah layaknya antara budak dengan majikan.F. periklanan.

Lingkungan Terganggu-Bereaksi. (1995). 3. Hari. (1980). Huseini. Jr. Investasi Langsung. Cyril O'Donnel. Helene S. Internasional. James G. Stephen P. Robbins. Servais. (1987). Management. Edward. Organization Threory: Structure. Leon C. antara lain: (1) Integrasi dengan perusahaan. Stoner. Harvard Business School. Management. New York: Englewood Cliffs. (3) Aktivitas politik. New Jersey: Englewood Cliffs. (2001). 2.Hill International Book Company. Mosley. Jauch. and Applications. Harold Koontz. Kegiatan Belajar 3: Lingkungan Global Rangkuman Untuk memasuki bisnis global. Texas: Business Publication Inc. 4. New Jersey: Prentice Hall. (2002). (2006). Heinz Weichrich. Outsourcing. Kegiatan Ekspor.9. suatu perusahaan biasanya melalui empat tahapan. Suatu lingkungan dinyatakan stabil jika elemen-elemennya sangat jarang mengalami perubahan atau relatif tetap selama bertahun-tahun 3. Martani. yaitu (1) Merubah bidang usaha. (I997). Management. (2) Kontrak Jangka Panjang atau Join Ventur 5. Daft. Lingkungan Tenang-Mengelompok. Tekstur lingkungan organisasi terdiri dari empat tipe. Fundamental Managerrents. Megginson. yaitu: Lingkungan Tenang-Acak. Robins. New York: John Willey and Sons. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Daniel. (2) Bergabung dengan asosiasi perusahaan sejenis.. Management. 4. Donald C. New Jersey: Prentice Hall inc. Gibson. Jakarta. Ada berbagai strategi yang dapat dilakukan perusahaan dalam menciptakan hubungan yang baik antara organisasi dengan elemen-elemen utama yang mempengaruhinya. Pietri. DAFTAR PUSTAKA Berhard N. Hunt & Lawrence K. S. . 3. (1987). Gilbert. Gary Dessler. Multinasional. Stephen P and Mary Coulter. Pusat Antar Universitas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia. (1984). Cincinnati: South Western Publishing Co. Paul H. Richard L. Lubis. Organization Theory: An Integrated Approach. Freeman. (1985). lain. 2. Connie Vick Dianne Gibson. Ketidakpastian lingkungan menunjukkan suatu kondisi di mana pimpinan perusahaan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kondisi lingkungannya 2. yaitu: 1. Rowan. Teori Organisasi (Suatu Pendekatan Makro). Rethinking the Future. Ada beberapa strategi dalam mengendalikan lingkungan agar tidak berbahaya dan dapat menguntungkan organisasi. Tahap Tahap Tahap Tahap Domestik. Donelly & Jeanne M. Sedangkan lingkungan khusus adalah elemen lingkungan yang secara langsung relevan bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. Kegiatan Belajar 2: Hubungan Organisasi Dengan Lingkungan Rangkuman 1. The Art of Working with and Through People. Global. James A. Design. Supervisory Management. dan Lingkungan Kacau.B.F. Strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memasuki pasar-pasar luar negeri antara lain: 1. 4. R. Management: Leading People and Organization in the 21st Century. (1990). Lisensi. London: Mc Graw .

(1996). Misalnya saja di saat proses perencanaan berlangsung. DAFTAR PUSTAKA Amirullah. Yogyakarta: Graha Ilmu. (2004). Jones. untuk mencapai kesuksesan maka mereka harus membuat perencanaan dari yang global sampai rinci. Teknik Kelompok Nominal. Apabila ada orang yang menyatakan “bagaimana besok saja” maka jangan berharap orang atau organisasi tersebut mencapai kesuksesan. kebutuhan modal tambahan untuk menambah kuantitas produksi. R. George. pengurangan persediaan sebagai akibat menurunnya permintaan. Contemporary Management. Jadi. fasilitas yang mendukung pelaksanaan keputusan. Irwin McGraw-Hill. Helga. Teknik Curah Pendapat Temu Muka. Pembuatan keputusan adalah salah satu kemampuan utama yang harus dikuasai setiap manajer. Kunci kesuksesan tersebut adalah komitmen. Hill. M.MODUL 3 PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Rangkuman Perencanaan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu upaya untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin diraih serta mengambil sejumlah langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Teknik Delphi. Organisasi tanpa perencanaan ibarat orang yang melakukan terjun payung tanpa menggunakan parasut. memilih alternatif terbaik dan mengimplementasikan keputusan. menilai risikonya. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI. berbagai proses pembuatan keputusan dilakukan untuk memilih alternatif dan prioritasnya. jumlah dan kualitas personalia yang akan melaksanakan keputusan. Pembuatan rencana menjadi kompleks karena rencana kerja dan interaksi yang melibatkan antar anggota tim perlu diatur sedemikian rupa sehingga bisa saling mendukung untuk mencapai target. Budiyono. Atau seperti seorang eksekutif berkata bahwa apa yang tidak direncanakan hari ini tidak akan terlaksana besok. Harts. Pembuatan Keputusan Manajemen (terjemahan). Kasim.L. Jakarta: Binarupa Aksara. Melalui perencanaan yang baik seorang manajer akan mampu mengetahui apa saja yang harus dilaksanakan dan bagaimana cara melakukannya. dan pertanggungjawaban pelaksanaan keputusan. Pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan mengidentifikasi dan menganalisis masalah. mempertimbangkan kriteria. Teknik Curah Pendapat Elektronik adalah empat teknik yang biasa dimanfaatkan pada pengambilan keputusan dalam kelompok. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. membandingkan dan mengevaluasi semua alternatif pemecahan. penyampaian hasil keputusan berupa pengumuman. Misalnya saja menentukan tingkat penjualan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Jennifer. Mereka yang hanya menggantungkan diri kepada harapan dan tindakan improvisasi di saat mereka menghadapi situasi di lapangan maka mereka sebenarnya adalah orang dan organisasi yang tidak mampu memaknai kehidupan secara lebih luas. prediksi kebutuhan karyawan sebagai dampak perluasan kapasitas produksi dan sebagainya. Gareth. Untuk memperlancar proses pengambil keputusan tersebut kita harus mengetahui kunci pokok keberhasilan implementasi keputusan. Azhar. mengembangkan alternatif. (1991). Drummond. London: Kogan Page. sehingga mudah untuk memvisualisasikan pencapaian target di masa depan. . Adair. Saat ini telah banyak berkembang berbagai teknik pembuatan keputusan. waktu pelaksanaan. (1998). (1995). seperti halnya dengan kepemimpinan dan komunikasi. mengidentifikasi kriteria keputusan. John. Pengantar Manajemen. Teori Pembuatan Keputusan. Effective Decision Making. Charles W. Hal ini disebabkan pembuatan keputusan sangat diperlukan pada semua tahap kegiatan administrasi dan manajemen. Kegiatan Belajar 2: Pengambilan Keputusan Rangkuman Pembuatan keputusan adalah fungsi mendasar dari manajemen.

Yogyakarta: BPFE. Jakarta. Sukirno. Perilaku Organisasi (terjemahan). keterkaitan hubungan dengan pemerintah. Struktur organisasi ada dua macam. Cyril. Tingkat ketergantungan antar bagian tersebut dan kebutuhan komunikasi dalam melaksanakan pekerjaan akan menentukan sejauh mana membutuhkan koordinasi. berdasarkan ukuran organisasi. Pengantar Bisnis. Management. Stephen. Manajemen (terjemahan). (2004). P. dan asas fungsional. T.Koontz. (2000). (1996). Jakarta: Prenada Media. organisasi fungsional. (1993). Manajemen Stratejik. (2006). (2001). organisasi proyek dan matriks. yang dilaksanakan baik dalam lingkungan internal maupun eksternal organisasi. Terbentuknya sebuah organisasi disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda-beda. Harold dan Heinz Weirich. Daft. tujuan. alih bahasa Alfonsus Sirait. dan komunikasi yang menghubungkan secara bersama pekerjaan individual dan kelompok. struktur organisasi formal dan struktur organisasi informal yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. . Hadari. Manajemen. Edisi Enam. Jakarta: Salemba Empat. The fast Track MBA Series-Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan (terjemahan). Nawawi. Handoko. Jakarta: Prenhallindo. Untuk mengimplementasikan dan mengembangkan kerja sama antarkaryawan. Graham. asas fleksibilitas organisasi. Harold. bagan organisasi. sentralisasi dan desentralisasi sertaukuran satuan kerja. Weihrich. Konsep ini merujuk pada seberapa banyak bawahan yang mungkin masih bisa di bawah kendali atasan secara efektif dan efisien. Richard. MODUL 4 ENGORGANISASIAN Kegiatan Belajar 1: Struktur Organisasi Rangkuman Pengorganisasian merupakan fungsi perencanaan manajerial. standarisasi kegiatan. Jakarta: Salemba Empat. Robbins. Manajemen (terjemahan). O’Donnell. (2004). Wilson. Rentang kendali atau rentang manajemen merupakan posisi jumlah bawahan yang berada dalam pengawasan seorang manajer. Koontz. Kegiatan Belajar 2: Pengorganisasian Rangkuman Koordinasi merupakan suatu proses yang menghubungkan atau mengintegrasikan berbagai bagian dalam suatu organisasi agar tujuannya bisa tercapai dengan efektif. (1984). sistem pelaporan. Heinz. Jakarta: Indeks Gramedia. Hani. Struktur organisasipun mempunyai tipe-tipe seperti organisasi lini. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari spesialisasi kerja. L. Williams. Sadono. Yoyakarta: Gajah Mada University Press. pembagian kerja. Chuck. Jakatrta: Elex Media Komputindo. Manajemen. (1988). P. Robbins. koordinasi kegiatan. organisasi membutuhkan aktualisasi dasar-dasar pengorganisasian yaitu: Asas kejelasan tujuan. Pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen dapat diartikan sebagai suatu sistem kerja sama sekelompok orang yang dilakukan dengan pembidangan dan pembagian seluruh pekerjaan atau tugas. (1996). Management. Stephen. Erlangga. Singapore: Me Grow Hilal. dengan membentuk sejumlah satuan kerja yang menghimpun pekerjaan sejenis dalam satu unit kerja. kesatuan perintah. Macam organisasi dapat terbentuk berdasarkan proses pembentukannya. organisasi lini staf dan fungsional. organisasi lini dan staf. Struktur organisasi adalah suatu sistem jaringan kerja terhadap tugas-tugas.

Malayu. Sadono. atau sering mencari arsip surat yang harus segera dijawab. Perilaku Organisasi (terjemahan). Jakarta: Prenhallindo. P. pengorganisasian. sebagian besar waktunya seharusnya dihabiskan untuk melakukan perencanaan. Jakarta: Bumi Akasara. dan mewakili perusahaannya. SP. pembangunan lingkungan kerja berkualitas. (2006). Edisi Pertama. (c) birokrasi membunuh inisiatif. Tujuan utama pemberdayaan karyawan adalah untuk penyediaan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value bagi customer dengan memanfaatkan teknologi secara optimal. Stephen. kesabaran. . dan Masalah (edisi revisi). et. dan mental yang kuat. Jakarta: Salemba Empat. Manajemen (terjemahan). Baker. maka delegasikanlah. Oleh karena ini pemberdayaan hanya bisa dilakukan melalui pengembangan kompetensi karyawan. Dengan kata lain. DAFTAR PUSTAKA Armstrong. (2005). b) manusia pada dasarnya baik. Pengantar Bisnis. (d) manajer adalah orang yang menyediakan pelatihan. dalam diri karyawan juga harus diyakinkan bahwa (a) pemberdayaan karyawan hanya dapat diwujudkan berdasarkan kepercayaan yang tumbuh dari dalam diri manajer terhadap karyawan. Jakarta: Gramedia. dan dukungan bagi karyawan. Jakarta: Prenada Media. mengikuti rapat yang berprioritas rendah. dan (c) di samping ini kepercayaan manajer tumbuh karena karyawan memiliki nilai-nilai kejujuran. Peraturan. Pemberdayaan karyawan merupakan pendekatan pengelolaan terhadap sumber daya manusia yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan dan orang yang melakukan pekerjaan tersebut. maka buanglah. Managing People (terjemahan). Michael. Pemberdayaan karyawan akan berhasil dengan baik apabila organisasi berhasil menanamkan kesadaran dalam diri setiap manajernya bahwa (a) karyawan adalah sesama manusia. Haris.umum untuk melaksanakan delegasi adalah: (a) jika suatu pekerjaan tidak perlu. yaitu mendelegasi tugas. Kegiatan Belajar 2: Pemberdayaan Karyawan Rangkuman Pemberdayaan karyawan berangkat dari keinginan untuk menggali seluruh potensi yang terdapat dalam diri seluruh karyawan untuk diarahkan dalam rangka memajukan organisasi. MODUL 5 PENDELEGASIAN DAN PEMBERDAYAAN Kegiatan Belajar 1: Pendelegasian Rangkuman Pendelegasian adalah suatu analisis menyeluruh atas salah satu tugas yang paling penting bagi seorang atasan. penempatan karyawan. (2006).al. Atasan tidak boleh menghabiskan waktunya untuk pekerjaan rutin saja seperti menjawab setiap telepon dan surat yang masuk. Pengertian. Richard. Daft. Alan. Jakarta: Binarupa Aksara. dan penyediaan sumber daya yang dibutuhkan guna mewujudkan kompetensi mereka. (2000). (b) jika perlu namun masih bisa dikerjakan orang lain. Budiyono. (b) kepercayaan manajer tumbuh oleh karena kompetensi yang dimiliki karyawan. pengendalian. Robbins. Amirullah. keberanian. Pengantar Manajemen. Di sisi lainnya. Michael. L. How ro an Evan Better Manager (terjemahan). inovasi. Amstrong. Sebagai seorang atasan. How to be an Even Better manager (terjemahan). Sukirno. (1990). maka kerjakanlah sendiri seefektif mungkin. Manajemen: Dasar. integritas.DAFTAR PUSTAKA Hasibuan. (2004). Yogyakarta: Graha Ilmu. (c) jika tidak bisa didelegasikan dan sangat perlu untuk pencapaian sasaran organisasi. (e) nilai-nilai kejujuran dan kerendahan hatian harus dijunjung tinggi. Jakarta: Binarupa Aksara. (2004). teknologi. (1995). pemberdayaan karyawan pada intinya adalah suatu usaha untuk menjadikan karyawan produktif dan berkomitmen.

Jakarta: Salemba Empat. Proses pengawasan biasanya terdiri atas empat tahap atau aktivitas. Huppe. mengadakan inspeksi secara langsung dan rutin. yaitu pengawasan pendahuluan (feedforward control atau steering control). Metode Pengawasan Kuantitatif biasanya memerlukan data-data khusus dan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengolah data tersebut sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengawasan 5.Black. How to Delegate (terjemahan). Donald P. mengkaji laporan. (1994). mendesain sistem umpan balik informasi untuk membandingkan kinerja yang sesungguhnya dengan standar yang telah ditentukan. Successful Delegation. Manajemen dan Supervisor (terjemahan). Secara garis besar terdapat dua metode pengawasan. MODUL 6 PENGAWASAN Kegiatan Belajar 1: Dasar-dasar Pengawasan Rangkuman Pengawasan adalah satu fungsi dalam manajemen yang dilakukan dengan cara menetapkan standar kinerja tertentu dengan tujuan merencanakan. pengawasan concurrent (Yes/No). Delegasi. Kiat Bisnis Eksekutif. Pada dasarnya ada tiga dasar pengawasan. Frank F. Auren. Johny. Jakarta: Pustaka Tangga. Keempat aktivitas tersebut secara umum bertujuan untuk membawa perusahaan mendekati tujuannya dengan cara yang paling efektif dan efisien. Retaining your Employees (terjemahan). AA. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo. Komunikasi Penugasan. (2004). Pendelegasian (terjemahaan). Kunci Sukses Praktek Manajemen. Edisi 2. Ladew. dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. membandingkan apakah kinerja yang dicapai sesuai dengan standar dan proses terakhir adalah melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Gondokusumo. melakukan pengukuran kinerja. Uris. (2003). Metode Pengawasan Non-kuantitatif merupakan metode yang digunakan para manajer dalam melaksanakan fungsi pengawasan 3. How to Supervise People:Techniques for Getting Results Through Others (terjemahan). (1992). Metode pengawasan yang lain adalah dengan menggunakan Balance Scorecard (BSC) DAFTAR PUSTAKA . Jakarta: Dian Rakyat. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo. Taylor. Jakarta: Toko Gunung Agung. Robert. Barb and Berry Janice. Jtmes Menzies. baik secara lisan atau tertulis. David. Superbos: Mencapai Sukses melalui Karyawan Anda. (2001). Singapore: National Press Publications. pengawasan umpan balik dan pengawasan multiple atau multiple control system. Jakarta: PPM. Wingfield. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Harold L. (1989). antara lain: melakukan observasi. (1994). Heller. melakukan brainstorming dengan bawahan 4. Kegiatan Belajar 2: Jenis dan Metode Pengawasan Rangkuman 1. Freemantle. Mulyadi. (1995). Aktivitas-aktivitas tersebut dapat adalah menetapkan standar dan metode pengukuran. (1993). untuk menentukan apakah terjadi penyimpangan dan mengukur apakah penyimpangan itu berarti (signifikan). Ada berbagai teknik yang digunakan dalam melakukan pengawasan non-kuantitatif ini. (2002). yaitu Metode Non-kuantitatif dan Metode Kuantitatif 2. Setiawan. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Cyril O’ Donnel. Stephen. (1991). Paul H. Richard. (1985). Ada beberapa situasi yang biasanya mendorong suatu perusahaan merubah budayanya. (1996). London: Mc Graw . and Applications. Martani. New Jersey: Englewood Cliffs.Hari. R. Management. & Norton. Organization Theory : An Integrated Approach. (1995). Donald C. 3.Berhard N. Jr. Robins. Mosley. pengertian organisasi belajar adalah organisasi yang secara terus-menerus mengembangkan kemampuannya untuk menciptakan masa depan yang lebih baik 4. Management. Fundamental Managements. Gilbert. Ada beberapa faktor yang sangat berperan dalam mendukung terwujudnya organisasi belajar.B. Stephen. Ada beberapa ciri organisasi belajar 5.Willy. Freeman. Jauch. (2003). (1984). Keith Pavitt. norma. maka syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah sumber daya manusia yang terus-menerus ’belajar’ 3. Kegiatan Belajar 2: Budaya Perusahaan Rangkuman 1. pembelajaran dalam kelompok. Leon C. Montgomery & Michael L. R. (2005). Managing Innovation. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action.Cynthia A. Design. ORGANISASI BELAJAR DAN BUDAYA ORGANISASI Kegiatan Belajar 1: Strategi Bersaing. Hunt & Lawrence K. Mary. nilai-nilai yang didukung (espoused values). (2005). kepercayaan dan nilai-nilai yang menjadi pedoman seluruh jajaran anggota organisasi dalam menghadapi masalah eksternal dan internal sehingga semua jajaran anggota organisasi menerima dan memahami filos 2. Gary Dessler. Menurut Schein. Management. Cincinnati : South Western Publishing Co. Mamduh. antara lain: penguasaan individu. (1987). Hanafi. Boston: Harvard Business Review. Boston: MA Harvard Business School Press. New York: the Dryden Press. Gauges. Heather Pierce. P. Menurut Peter Senge. D. (1990). Audit Mutu Internal. Poter. Jakarta: Vorqistatama Binamega.P. Jakarta: Buana Ilmu Populer. (2003). Stoner. Untuk terwujudnya berbagai inovasi. Robins. Manajemen. Servais. L. Yogyakarta: BPFE. (2002). yaitu: artifak (artifact). Edward. Management : Leading People and Organization in the 21 st Century. Connie Vick Dianne Gibson. antara lain: . Kaplan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Persuasive Proposal and Presentations.S.. Texas: Business Publication Inc. The Art of Working with and Throgh People. Donelly & Jeanne M. ada tiga tingkatan budaya. dan asumsi yang mendasari (underlying assumptions). Hani. (2001). James A. visi bersama. Teori Organisasi (Suatu Pendekatan Makro). Daniel. Jakarta: Indeks Gramedia. Megginson. Heinz Weichrich. Susili. New York: John Willey and Sons. MODUL 7 STRATEGI BERSAING. Untuk memenangkan bisnis saat ini harus didukung kegiatan inovasi 2. Budaya perusahaan mengimplikasikan adanya karakteristik tertentu di perusahaan tersebut 4. Huseini. Strategy: Seeking and Securing Competitive Advantage. New York: John Willey and Sons. New York: Englewood Cliffs. (1997).S. Daft. Joe Bessant. (1980). Organization Theory: Structure. Inovasi. New Jersey: Prentice Hall inc. T. Handoko. (1987). budaya pembelajaran dalam organisasi dan struktur dan sistem yang mendukung. Manajemen. Pietri. Joe Tidd. dan Organisasi Belajar Rangkuman 1. Harold Koontz. Helene S. Supervisory Management. Budaya perusahaan adalah suatu filosofi.Hill International Book Company. dan Coulter. Lubis.F. Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia. James G. M. (1996). Manajemen.

(1995). and Triandis. (1995). New York: Englewood Cliffs. Daft. The Labor Market and the Changing Workforce. E. New York: The Free Press.P. Kasali. P. multi ras 2. Deal. (1981).F. Daniel. pergantian pimpinan. (1990). (1990). maka mereka harus menjadi manajer berwawasan multibudaya DAFTAR PUSTAKA Bhawuk. and Applications. maka akan semakin intens pula hubungan kita dengan masyarakat multibudaya. Change. New York: Oxford University Press. Senge. memasuki industri yang berbeda. Texas: Gulf Publishing Company. Research Paper. Sulit bagi kita untuk memahami masyarakat lain jika sangat etnosentrik 3. yaitu generalisasi terhadap sekelompok orang atau objek yang secara luas dianut suatu budaya. Komunikasi Antar Budata:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang berbeda Budaya. H. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. D. New York: Doubleday. Nonaka. Burr Ridge II:Irwin Inn Mulyana. R.Michael and Reynold. Edisi Kedua. Kotter. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rhenald. Schein. Farid.terjadinya krisis yang dramatik. (2005). Philip. globalisasi adalah perpanjangan ekspansi imperialisme terhadap negara berkembang dan miskin.S. (1998). Organization Theory: Structure. Corporate Culture and Performance. Peter M. James. New York: the Dryden Press. Heskett L. John. Elashmawi. Dengan semakin intens-nya globalisasi. The Global Learning Organization:Gaining Competitive Advantage through Contionuous Improvement. MODUL 8 GLOBALISASI Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Sejarah Globalisasi Rangkuman Bagi sebagian kalangan. Bentuk pandangan-pandangan etnosentrik antara lain stereotip. Ikujiro. yaitu (1) beragamnya orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi di satu negara. Menurut Bhawuk dan Triandis (1995). (1994). Jr. Hirotaka. pimpinan perusahaan dapat mengkomunikasikan perubahan pada unsur-unsur budaya tersebut Kegiatan Belajar 3: Manajemen Multibudaya Rangkuman 1. Stephen. D’Aveni. James A. 4. Richard L. Harris. Inc. Diversity in the Workplace: Emerging Corporate Strategies. MIT Sloan School Management. Gilbert. Hypercompetition:Managing The Dynamics of Strategic Maneuvering. (1993). Allen A. New Jersey: Englewood Cliffs. Untuk menghindari kecenderungan seorang manajer berpikir etnosentris. (1982). Rakhmat. (2) derasnya pengaruh globalisas 5. Mcmillan: The Free Press. Management.Richard A.Kennedy. Untuk menggerakkan suatu perubahan. penggabungan perusahaan. Management. sebagian lagi cenderung meramalkan sebagai masa depan yang penuh ketidakpastian dan bahkan sering . The Knowledge Creating Company:How Japanese Create The Dynamic of Innovation. Takeuchi. Hangus. An Organizational Culture. R. Multicultural Management: New Skills for Global Success. ada beberapa pemikiran yang melatarbelakangi munculnya konsep multibudaya ini. Deddy. kondisi internal yang tidak kondusif. Edward. The Fifth Discipline: The Art and Practice of The Learning Organization. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.C. Design. Jalaluddin. (1995). Terrence E. Stoner. Marquardt. (1995). budaya per 5. (2002). Berbagai pihak lain menganggap sebagai masa depan yang penuh harapan. Robins. Toronto. Corporate Culture:The Rites and Rituals of Corporate Culture Life. Freeman. Houton.

Sejarah telah mencatat.perubahan-perubahan yang mendasar dalam lingkungan bisnis telah menyebabkan pergeseran dalam urutan pentingnya manajemen sumber daya manusia dan fungsi sumber daya manusia. liberalisasi. Hatihati pula dengan terminologi nasionalisme ekonomi. ekonomi kerakyatan.dikatakan bahwa yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri.merupakan hal yang penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan. 1994). Kegiatan Belajar 2: Arti Penting Pasar Global dan Cara menjadi Mitranya Rangkuman Beberapa contoh sebagai pemicu (trigger) Anda sebagai mahasiswa untuk mengupas lebih jauh sektor yang bisa membantu negara kita menjadi semakin maju dan sejahtera antara lain: 1. atau kemandirian ekonomi. kita menganggap globalisasi adalah suatu proses dalam pengorganisasian sosial. ekonomi pasar. Dalam pasar global setiap negara akan bertarung menawarkan keunggulannya. terminologi indah ini tak kalah ganasnya dalam mengeksploitasi penderitaan rakyat sebagai akibat manipulasi elite-politik dan kapitalis-semu dalam memanfaatkan sentimen anti asing yang berlebihan. tenaga pelaksana profesional mulai dari tingkat klerikal sampa 9. pengembangan dan pemanfaatan IPTEK.secara teoritis. sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk merenung dan mawas diri apakah kebijakan ekonomi nasional saat ini sudah sejalan dengan cita-cita kemerdekaan. dibuat dan dipasarkan ke seluruh penjuru dunia dengan melalui tatanan mata rantai produksi yang dinamis dan mampu melampaui batas negara (cross-border dynamic value-chain) serta lintas industri menuju era ekonorni informasi dan dari era manufaktur menuju era mentofacture (Marquardt. sehingga komoditas (omi maupun budaya) lokal diharapkan dapat terserap oleh pasar internasional. Ini adalah suatu fenomena yang akan semakin menampakkan proses pengintegrasian pasar barang. Kita berusaha melihat globalisasi sebagai fenomena tanpa preseden dan pihak yang melihatnya semata sebagai modernisasi. Kemitraan korporasi kunci peningkatan daya saing produk kemitraan korporasi dengan usaha kecil menengah merupakan kunci utama untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global. ataupun globalisasi. serta jaringan dan organisasi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge network and competency of organisation). politik dan ekonomi. Jika mantan Presiden Perancis Charles de Gaulle dan penulis besar Prancis Jean-Jacques Servan-Schreiber saja pernah menyerukan pada bangsanya agar membendung serbuan modal asing pada dekade 1960-an padahal nota-bene Perancis adalah dedengkot imperialisme dan kolonialisme. globalisasi menjanjikan integrasi pasar domestik dengan pasar internasional. investasi. atau kapitalisme global dengan wajah baru. intro-firms maupun across the nations. Globalisasi membawa konsekuensi tertentu dalam kehidupan manusia. 8. Peningkatan profesionalisme .penerapan konsep profesionalisme pada usaha swasta maupun pemerintah merupakan fenomena mutakhir yang tidak terhindarkan. Peningkatan daya saing di bidang agri bisnis .negara kita mempunyai potensi terbesar di bidang pertanian. seperti industrialisasi. Sekedar mengingatkan seluruh komponen bangsa maka hendaknya kita semua jangan main-main dengan terminologi ekonomi pasar. dan hal ini berdampak kepada kualitas. maka kebijakan teknologi harus berbasis pada tangguhnya sektor pertanian. Barang dan jasa itu dirancang. termasuk aktivitas bisnis.resiko mengikuti arus globalisasi menjadikan Pemerintah harus membuat susunan dan ruang lingkup organisasi industri secara internasional menjadi lebih kompleks. baik inter.sektor agro bisnis hingga saat ini masih merupakan bagian andalan ekonomi negara 3. imperialisme. Implikasi perubahan ini jelas sampai pada sendi-sendi kehidupan manusia dalam berbangsa. 5.tantangan besar sektor industri negara kita . rule of law dan liberalisme. Memperbesar peranan Industri kecil dan rumah tangga . Peningkatan kualitas sektor dan teknologi pertanian . Restrukturisasi ruang lingkup organisasi industri . Pengembangan potensi lokal . maka sungguh kita jangan terlalu gembira memasuki era pasar bebas. Jika bangsa kita tidak ingin tersandung untuk yang kesekian kalinya. Salah satu konsekuensi globalisasi dalam dunia bisnis adalah terciptanya pasar global. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia . jasa. sehingga menjadikan persaingan internasi 6. 2. 4. Peran strategi manajemen SDM dalam pergulatan di kancah Globalisasi . Terlepas dari perbedaan pandangan tentang globalisasi. Kebijakan Mobil Nasional Timor dan Industri Pesawat Terbang Nusantara adalah salah satu contohnya. 7.

3. Pemantapan desentralisasi dan otonomi . sehingga setiap peristiwa yang terjadi pada suatu daerah atau negara dapat didengar atau dilihat dengan mudah oleh negara lain seketika itu juga. 13. industri dan perdagangan berjalan begitu cepat. Pemanfaatan Business Technology Center (BTC). 14. 13. intelijen pemasaran dan riset bisnis 2 Riset bisnis Mengenal dan menganalisis potensi pasar suatu negara. Analisis pasar. artinya dalam meningkatkan daya sainGlobalisasi dunia ditandai oleh derasnya arus komunikasi yang mampu menerobos dan melintasi dinding pemisah antar daerah. 4. 6. Privatisasi BUMN . Membangun pranata bisnis untuk UKM. Menggiatkan promosi dan teknik penjualan. Peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja pemerintah daerah . menengah. Jagat raya ibarat sebuah globe yang berupa peta dunia berbentuk seperti bola yang berada di atas sebuah meja. kecil. 16. Kegiatan Belajar 3: Kesepakatan-kesepakatan International Rangkuman Efektivitas dan efisiensi akan sangat penting. 16. 10.dalam masyarakat informasi. 11. 12.organisasi belajar/OB bisa diandalkan untuk menjawab atas semakin meningkatnya dinamika dan ketidakpastian di lingkungan bisnis. 5. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi komunikasi yang cukup pesat dan cenderung spektakuler. sehingga memaksa kita untuk dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. kemampuan mengakses dan kepandaian memanfaatkan informasi sebagai faktor produksi yang strategis menentukan kegagalan atau sukses dalam persaingan. Mencetak SDM berkualitas. Membangun kemitraan strategis.pertumbuhan bisnis. jarak yang membatasi posisi antar negara di belahan dunia bukan lagi merupakan kendala atau hambatan yang sulit untuk ditembus dalam proses komunikasi. menengah. 8. 2. pulau. besar. Optimalisasi kontak melalui hubungan pribadi Mengembangkan keharmonisan hubungan pengusaha kecil. 15. suatu daerah atau negara-negara lain dapat dilihat berkali-kali dengan mudah. Pemanfaatan HAM kadaluwarsa. Cara memasuki pasar internasional 1. dan bahkan antar negara. sehingga dengan hanya memutar posisi bola tersebut. . Pada era ini.adalah ketidakseimbangan komposisi jumlah perusahaan besar. Peningkatan kemampuan dan kinerja individu melalui organisasi belajar . 11. Peningkatan penggunaan teknologi dan IPTEK . Pengembangan Industri berbasis lokal .untuk mendukung perubahan struktural dari ekonomi tradisional yang subsistem menuju ekonomi modern diperlukan pengalokasian sumber daya.pemberian otonomi daerah diharapkan dapat memberikan keleluasaan kepada daerah dalam pembangunan daerah melalui usaha-usaha yang sejauh mungkin mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. penguatan kelembagaan 15. 14.Pemerintah dan dunia usaha perlu lebih memperhatikan penerapan IPTEK dalam meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia di pasar internasional. Implikasi dari era globalisasi ini adalah terjadinya era perdagangan bebas antar negara atau kawasan. Pembentukan masyarakat informasi . 12. Dunia yang begitu luas ini dapat ditransformasikan seolah-olah menjadi sebuah desa atau perkampungan kecil yang dapat dijangkau dengan cepat dari segala arah. Perbaikan profesionalisme pimpinan perusahaan. Aktifkan intelijen Bisnis. Pameran dagang internasional Peningkatan upaya diplomasi Pemerintah dan swasta dalam hidang industri dana perdagangan internasional serta struktur industri Indonesia. 7. Penciptaan wira usaha yang tangguh. 9.perlu melakukan langkah transformasi BUMN ke dalam prinsip korporatisasi dan profitisasi BUMN. 10.

Produk-produk dari pengembangan ilmu. Indonesia harus memiliki strategi untuk menghadapi era yang sarat dengan kompetisi tersebut. "fast" moving (bergerak lebih cepat). yaitu dengan tersedianya berbagai alternatif pilihan jenis dan kualitas produk serta harga murah perlu dibangun. dan lain-lainnya. "flexible" (lebih lincah). kegiatan bisnis dan lingkungan kerja. Reorientasi ini harus diikuti dengan perubahan-manajemen (management of change). Dengan demikian. Bagi para pelaku bisnis. gas. dan "free" (lebih bebas dari pengaruh birokrasi) dan 3 "c": concept. dan manufaktur) serta industri tersier yang meliputi listrik. Apabila negara kita beserta aparatnya dan para pelaku bisnis tidak dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang tinggi niscaya produk Indonesia tidak akan mampu menembus pasar internasional. pengetahuan. Pada sistem perdagangan bebas tersebut. pemerintah. masing-masing negara akan saling berkompetisi demi merebut dan menguasai pangsa pasar lokal maupun global. jasa. Dengan kata lain. Kualitas produk dan layanan prima kepada pelanggan merupakan faktor dominan dalam menciptakan customer satisfaction dan memenuhi consumers' need. Kekuatan ekonomi global menyebabkan dunia usaha perlu melakukan reorientasi terhadap struktur dan strategi usaha dengan melandaskan strategi manajemen pada basis entrepreneurship dan cost efficiency. asuransi. kualitas produk dan layanan prima merupakan ujung tombak dalam menghadapi persaingan. dan perikanan) saja melainkan juga pada industri sekunder (pertambangan. akan terjadi persaingan produk dari segi fisik maupun finansial. Dengan cara ini diharapkan berbagai kelembagaan yang ada dan anggota masyarakat akan ikut memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan dukungannya terhadap terciptanya lingkungan persaingan yang sehat. "friendly" (lebih ramah terhadap mitra). Lingkungan pasar sudah banyak dan terus mengalami perubahan. komunikasi.Perdagangan bebas antar kawasan Asia (Asia Free Trade Area) akan diberlakukan pada tahun 2003. Di luar lembaga bisnis. lingkungan usaha yang kompetitif harus juga diciptakan. dapat dikendalikan dan diramalkan. dan seni. daya saing atau keunggulan kompetitif merupakan faktor yang menentukan dalam upaya meningkatkan volume perdagangan dan menarik minat investasi. Dengan demikian. Walaupun sebagian organisasi berbeda pendapat dengan konsep tersebut namun dengan lingkungan pasar yang berubah. yakni membuat usaha menjadi lebih "focus" (jelas sasarannya). perdagangan besar dan eceran. (ii) . air dan uap. mau-tidak-mau harus meninggalkan pola lama dan menerapkan konsep 5"f" dan 3 "c" ini. masyarakat. Semua sektor bila bersinergi dengan baik maka akan mampu menjawab tantangan globalisasi. semua pihak juga perlu melaksanakan reorientasi: (i) praktek manajemen dari "kepemimpinan pemilik" ke "manajer profesional" yang mampu menjalankan perusahaan ibarat mesin. kehutanan. teknologi. sedangkan NAFTA (North Afrika Free Trade Area) akan diberlakukan sekitar tahun 2020. kemampuan saing dan lingkungan persaingan yang kondusif perlu ditransformasikan secara terusmenerus kepada masyarakat luar dan aparatur pemerintah. Sebagai salah satu dari negara yang ikut terlibat dalam sistem perdagangan bebas. bahkan posisi pasar domestiknya pun akan menjadi incaran produk impor. Kesamaan persepsi bahwa persaingan akan memberikan keuntungan kepada masyarakat. perumahan. Makna penting dari daya saing. keuangan. competence dan connection. kehidupan manusia. Dalam era globalisasi itu pula masalah daya saing dan keunggulan bersaing menjadi fokus kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang sangat berat. Globalisasi secara konsisten mengarah menjadi salah satu kekuatan yang memberikan pengaruh terhadap bangsa. bukan saja bagi para pelaku bisnis tetapi juga bagi aparat birokrasi dan organisasi atau anggota masyarakat lainnya yang merupakan lingkungan kerja institusi bisnis. transportasi. usaha untuk meningkatkan daya saing dan kerja keras membangun keunggulan Kompetitif tidak dapat ditunda-tunda lagi dan sudah selayaknya menjadi perhatian berbagai pihak. Tetapi harga murah bukan komponen satu-satunya dalam menghadapi persaingan. faktor produktivitas. Kita tidak hanya memperkuat dan berfokus pada sektor pertanian sebagai unsur industri primer (pertanian. Strategi tersebut tentunya disusun dan dibuat berdasarkan pada kemampuan bangsa Indonesia dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki. Faktor produktivitas dan efisiensi menjadi komponen dasar dalam membangun harga produk yang bersaing. efisiensi. baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. konstruksi. suatu negara dapat menunjukkan dan sekaligus mempromosikan segala kehebatannya kepada negara lain secara leluasa. yaitu manajemen yang mengarah pada konsep 5 'f'. Di samping aplikasi dari konsep 5 "f" dan 3"c" tersebut.

Faisal. Feith. penerapan pola reward dan punishment yang efektif dalam meningkatkan produktivitas kerja. Orasi Ilmiah IASI Open House di KJRI Hamburg. sehingga perhatian yang lebih besar harus diberikan untuk memperbaiki penggunaan teknologi yang menghasilkan nilai tambah produksi yang lebih tinggi. Yogyakarta. Ananta. (2004). Herb. Kompas Cyber Media. Demografis Perekonomian Indonesia. Widyahartono. Kompetensi profesional merupakan kunci daya saing dalam era percepatan kemajuan teknologi secara eksponensial seperti yang menjadi kecenderungan akhir-akhir ini. Ekonomi Kerakyatan Cuma Retorika?. Cut Zahri. Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia. Adi. . Menuju SDM Berkualitas dan Miliki Keunggulan. Basri. pengukuran keberhasilan. Karir Mancjerial Abad 21. Nopember. Demokrasi dan Civil Society kepada Kapitalisme Global. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Aly. Berlin. Z. Pemeriksa No. (1999). Bambang. Fakih Mansor. George. Bush. Balitbang . Strategi Pemasaran Dalam Krisis Moneter: Faktor Sukses Utama Memasuki Pasar Global. LXXIIII. (2003). Dunia Pendidikan Indonesia di Tengah Arus Globalisasi: Tantangan. (2003).com. Harun. Perubahan praktek dan perilaku manajemen tersebut akan berakibat pada perubahan visi dan strategi usaha. (2002). Pikiran Rakyat Cyber Media. dan mobilisasi sumber daya secara efisien dan komunikatif atau transparan.com. Masyarakat Religius dan Globalisasi. Jawa Pos Cyber Media. Posisi. Globalisasi: Tidak Seburuk Mereka Duga. Djunaedi. Nederlands: Alterra Building. (2001).Gunawan. 7 Oktober 2001. Donnell/Hain Weihrich. Halim. Indah. Yogyakarta: Kanisius. Republik Pasar Bebas: Menjual Kekuasaan Negara. Bidang Perindustrian dan Perdagangan KBRI Tokyo. Bob. BBC lndonesia. (1999). (1998). Insist Press. Perbaikan ekonomi secara keseluruhan dalam produktig Indonesia. (1999). Jakarta: International NGO Forum on Indonesia Development. (iii) praktek manajemen yang berwawasan pada wewenang karena jabatan menjadi wewenang karena eksistensi. UI-Jakarta. AS. Hasan. Melbourne: Monash University. Tantangan dan Kiat Indonesia Mengoptimalkan Kompetensi Profesi dan Pemberdayaan SDM Indonesia Luar Negeri. Jerman.Depdiknas. 2000 . 07 TH XXVIII Juli. Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XII. Juni. Susan. Krisis Ekonomi Indonesia Di Tengah Gelombang Globalisasi.praktek manajemen yang diwarnai pada kerancuan sasaran menuju pada kejelasan target. Strategi Pemasaran Dalam Krisis Moneter: Faktor Sukses Utama Memasuki Pasar Global. Meningkatnya pemintaan buruh serta reformasi ekonomi yang sangat agresif di negara berkembang lainnya dapat mengikis daya saing Indonesia dalam produk yang padat karya. e-gagas. Analisis. (Disarikan dari makalah Ir Coen Husain Pontoh yang disampaikan dalam Diskusi Nasional dengan tema "Globalisasi: Peluang Atau Ancaman" yang diselenggarakan Ikatan Solidaritas Mahasiswa Kristen (ISMK) Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area. dan (iv) praktek yang berlandaskan pada disiplin korporat menjadi spint korporat. Harapan dan Ketidakpastian. Bob Goudzwaard dan Harry de Lange. 27 Mei 2005. (2004). Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)(Jenena. Basri. Birokrasi yang Amanah. Bachtiar. (2003). Bob. 27 Juni 2002. Widyahartono. Mc Planet Conference. Menegakkan Keadilan dan Kemanusiaan. Aris. Dibalik Kemiskinan dan Kemakmuran. Bagis. Asia Pacific Management Forum and Orient Pacific Century. 3 DEKLARASI TRIPARTIT TENTANG PRINSIP-PRINSIP MENGENAI PERUSAHAAN MULTINASIONAL DAN KEBIJAKSANAAN SOSIAL. Depok. Harold Kooutz/Cyril O. Walden. Wageningen University. Gunaryadi. (2001). 27 Agustus 1996. Cetakan 1. 1999. Fatmawati. Universitas Indonesia. pada tanggal 24 Juni 2003. (1999). Krisis Proyek Globalis dan Ekonomi Baru George W. 30 November. Jumat. Globalisasi Politik Dunia dan Keharusan Reformasi PBB. 2004. Hashern. Asia Pacific Management Forum and Orient Pacific Century. (1997). Usahawan NO. November 2000) Darmadi. "Manajemen" Edisi Kedelapan. Mengenal Pasar Jepang. Harsono. Mujtahid. Faisal. Bello. Respons dan Proyeksi. Bulletin Resrni Vol.Seri A No. 85. Jakarta: Penerbit Erlangga. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Merupakan Kunci Keberhasilan Suatu Lembaga di Era Globalisasi dan Otonomi Daerah.

Kartasasmita. Jumat. Erix S. Ekonomi Rakyat dan WTO. Suara Merdeka Cyber Media. Artikel Th. I . G-8.coin/insights/21 gke. Hutasoit. J. Editorial Edisi Maret 2003. Kesempatan dan Tantangan dalam Proses Transformasi Global dan Nasional. (2003). Ginandjar.Th. Editorial Edisi Januari 2004. Priyono. Independent Media Center.September 2003.No. Lucky. I . I . Kompas Cyber Media. 4 . Independent Media Center. Atlas Globalisasi.No. Artikel .htm. Strategi Pengembangan Usaha Kecil. 12 Februari 2003. Artikel . James. Mengapa Diperlukan Pengamanan Perdagangan? (2003). Mubyarto. Jurnal Ekonomi Rakyat. I .Th.9/II). Makalah yang dibawakan pada diskusi ilmiah. 18 Juli 2002. Kosudgama Yogyakarta. Iwantono. Globalisasi Perspektif Sosialis Jakarta: C. Kebijakan Industri Baru Nasional: Siapkah Industri Nasional Hadapi Globalisasi?. Jakarta. Prof. Siswono Yudho. 13 Oktober 2003 Kompetensi dan Integritas Sarjana Ekonomi Jurnal Ekonomi Rakyat. Artikel . Jakarta.No. . Mubyarto. Sugihardjanto. Prof Dr. Maszudi. Mohtar. A Quo Vadis Diknas dalam Liberalisasi Perdagangan Jasa GATS? Suara Pembaruan Cybeer Media. Masalah Kependudukan di Era Pasar Bebas. Yogyakarta. Yogyakarta.com. Artikel . Hery. Mardiasmo. Hutasoit. 18 Maret 2003 Kompas Cyber Media. Husodo.No. Di Ambang Revolusi. Sebuah Kajian Korelasi. 6 . (1996). 3 . Jurnal Ekonomi Rakyat. Globalisasi dan Pemilu. II . http://www. 28 Nopember 1995 Indonesia Tak Ramah terhadap Investor. skyrme. (2003). Jurnal Ekonomi Rakyat. Selasa. Prof. Ekonomi Rakyat dan UKM. Kompas Cyber Media Selasa. Yogyakarta. Editorial Edisi September 2002. Jurnal Ekonomi Rakyat.Malaysa ke Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area. October 29. Dr.No.No.Oktober 2002 Lontoh. dalam rangka kunjungan Universiti Institut Teknologi Mara (UiTM) Negeri Kelantan . Kompas Cyber Media. Jurnal Ekonomi Rakyat.com 24 Oktober 2000. 6 . 20 Juli 2001. (2005).Th. Petras. Membangun Kemandirian di Bidang Pangan: Suatu Kebutuhan Bagi Indonesia. 07 Januari 2003. Eddy. Krisnamurthi. Kecenderungan Proses Pembaruan Pembangunan Ekonomi di Indonesia. 2002-04. Prof.Oktober 2002. Dr. 19 April 2001. James A. Artikel Th.Jurnalislam.Th. Kamis. Penjalanan Panjang Ekonomi Indonesia: dari Isu Globalisasi Hingga Krisis Ekonomi. 8 . KADIN Surabaya 19 Oktober 2005. Jurnal Ekonomi Rakyat. "Peran Mahasiswa dalam Era Globalisasi'. Prof. Perpolitikan untuk Mendukung Ekonomi Alternatif. Yogyakarta.com. Akhir Globalisasi. Jurnal Ekonomi Rakyat.Agustus 2002. Liberalisasi dan Globalisasi Melemahkan Daya Juang Ekonomi Rakyat. Yogyakarta. Coen. Jurnal Ekonomi Rakyat Artikel . (1999) Wall Street Journal. Nugroho. Yogyakarta. Ekonomi Rakyat dalam Era Globalisasi. Majalah Gatra.Stoner "Management" Edisi 3. C-Books. Soekartawi. (2005). Makalah untuk Seminar Hari Koperasi dan 100 Tahun Bung Hatta.F. (2003). Bayu. Dr.Th. Editorial Edisi November 2003. Kompas Cyber Media. Jurnal Ekonomi Rakyat. 21 Agustus 2000. WTO dan Globalisasi Pendidikan. 26 September 1996.Jurnal Ekonomi Rakyat. Ali. Senin.Juni 2002.Mei 2002. Mubyarto. Dari Perdebatan Teori Menuju Gerakan Massa. Jakarta: CBooks. Mubyarto. Erix S. Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan melalui Gerakan Koperasi: Peran Perguruan Tinggi. Mubyarto. Politik Kemitraan. 05 November 2002 Pontoh.No. Sutrisno. Dr. Mas'oed. Selasa. 8 . Majalah Gatra. I . Mendefinisikan Ulang Globalisasi. Disampaikan pada Seminar Nasional dalam rangka HUT ke 20 HIPPI. Majalah Berita Mingguan GATRA.Boks. 11 Agustus 2003. Millman. Kompas Cyber Media. Paradoks Globalisasi & Dunia Ketiga. Otonomi Daerah Sebagai Upaya Memperkokoh Basis Perekonomian Daerah. Komite Anti Dumping Indonesia. Pikiran Rakyat Cyber Media. Kompas Cyber Media. 13 Januari (No. Sabtu 12 Juni 2004. Kiat Masuk Pasar Jepang. B Herry. 09 Maret 2004.\. I .

Bacelius. Perubahan Pendidikan Harus Bertahap. 02 Februari 2005. Rimbert Hemmer. 23 Juli 1998. 19 Desember 2002. mengendalikan perubahan. Prof. Dr. (2000). Nilai Ekspor Produk Rumah Tangga Naik 16 Persen. Hadi Pengembangan SDM untuk Sektor Manufaktur pada Era Pasar Bebas. Jurnal Ekonomi Rakyat. Divisi Penelitian & Pengembangan. manajemen perubahan sedikitnya memiliki tiga aspek utama yang berbeda. Dedi. Setiawan. Hans Prof. Editorial Edisi Agustus 2004. Mubyarto. Encyclopedia Britannica Online. Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan. Strategi Penciptaan Wirausaha (Pengusaha) Kecil Menengah yang Tangguh. Townsend. (2002). baik.USA. University of South Florida. Globalization & Global History. (1996). yaitu mengadaptasi perubahan. Selasa. Kualitas Manusia Indonesia. Prof. 20 Februari 2003. perkembangan teknologi telekomunikasi yang meningkat pesat telah mendekatkan dunia. Lewis. Usep. dan mempengaruhi perubahan. Panduan Mengenai IMF. St. disampaikan dalam seminar Nasional Sehari yang diselenggarakan oleh PAN ASIA Research & Communication Services. 01 Februari 2005. (2002). March. Muhandri. Ruru. (2004). Jurnal Ekonomi Rakyat. Rasyid. 16 Oktober 2003. Townsend. Prof. Petersburg. Dalam beberapa istilah yang berbeda. Transforinasi BUMN Tidak Harus dengan Privatisasi. Dr. K. Perubahan. International NGO Forum on Indonesia Development. Jakarta. Waratarna. Jakarta. Rhinesmith. Encyclopxdia Britannica. (1998). Janardono. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero). UKM. Larangan Impor Udang. (2004). (2004). Stephen. Bandung: Remaja Rosdakarya. Kamis. Tanuhito. Yale Center for the Study of Globalization. Yogyakarta. D. dapat dilakukan dengan berbagai perangkat. Komunikasi. Dr. Sebuah Alternatif Organisasi Belajar. (2001). Kompas Cyber Media. Listik yang Menyengat Rakyat. Susongko. Tumiwa. Sayap Imaji. (1996) Supriadi. Tjahja. Suara Pembaruan Daily 22/6/04 Suhardjo. Pikiran Rakyat Cyber Media. 2004. Prof. Rabu. Tempo Interaktif. NGO Working Group on Power Sector Restructuring. Suara Merdeka Cyber Media. Pikiran Rakyat Cyber Media. Kompas Cyber Media. Editorial Oktober 2004. MODUL 9 MANAJEMEN PERUBAHAN Kegiatan Belajar 1: Perubahan dan Manajemen Perubahan Rangkuman Manajemen perubahan adalah suatu pendekatan sistematis yang berhubungan dengan perubahan dilihat dari perspektif organisasi dan tingkat individual. Karnis. kini. The Embassy Of The Republic Indonesia. baik tetap (fixed . kita tengah menghadapi berbagai tantangan perubahan yang sangat besar. Artinya. Misalnya saja. Jakarta. CERDA dan The Asia Foundation. Kamis. Jakarta. The History of Globalization. H. Fabby. YaleGlobal Online. Interaksara. Richard.Mubyarto. Si Kecil SME dalam Era Liberalisasi dan Globalisasi Perdagangan: Pro dan Kontra Tentang Liberalisasi dan Globalisasi. 2004. Globalisasi Akan Dapat Meningkatkan Kemakmuran. Arwin. (2001). Saatnya Daerah Bangkit: Panduan Praktis Pembangunan Ekonomi Daerah. Washington DC . Dr. Dr. Carol. Reorientasi Pengelolaan BUMN dalam Upaya Mencari Format baru Pengelolaan yang Efisien dan Modern. Panduan Bagi Manajer Menuju Globalisasi. 30 Mar. (2003). Menggugat Peranan Bank-Bank Pembangunan Multilateral. (2003). (2005). Jakarta. (2002). terhadap kehidupan pribadi dan keluarga dalam interaksinya dengan masyarakat di sekitar maupun terhadap organisasi dan karyawan dalam konteks persaingan bisnis. Swasono Sri-Edi. Pertanian di Era Globalisasi. Globalization. Menjadi Manajer Era Global. Yogyakarta. (2001). Welch. Perubahan-perubahan itu dipicu oleh sejumlah “kekuatan penggerak” dalam berbagai arah dan dimensi. seolah tak lagi berjarak. Globalization & Global History University of South Florida. Senjata Makan Tuan. K. Pikiran Rakyat Cyber Media.

Terjadinya perubahan yang begitu cepat dan turbulence mengharuskan setiap organisasi di era global harus mampu menggerakkan manajemen dalam perubahan. Sehingga pola tindak sering meleset dari solusi yang diharapkan. mulai menyadari hal itu. mengadopsi di mana dibutuhkan dan mengarahkannya jika mungkin. muncul tuntutan bagi organisasi untuk menjadi lebih sensitif. fleksibel dan adaptable terhadap kebutuhan dan harapan stakeholder. Mereka yang menghadapi pengambilan keputusan-keputusan besar dan penting tak dapat lagi mengacu pada perencanaan pengembangan yang telah dilakukan untuk memberi arah. Organisasipun saat ini tak lagi hanya bertanggung jawab terhadap pemegang saham (stockholder). sementara kondisi internal rapuh. dan budaya kerja terabaikan. Kondisi seperti itu patut diwaspadai pada perusahaan besar yang dulu memulai dari skala kecil. menghargai dan mau mendengar karyawannya. sehingga beban usaha terlampau berat. Banyak perusahaan ambruk pada saat krisis ekonomi karena kekurangsiapan manajemen menyikapi perubahan. Tanpa kesadaran itu. self-organizing. dari mana dan kapan saja. program perubahan akan tersendat karena landasan komitmen terhadap perubahan rapuh. Oleh karena itu. Diperlukan banyak dialog. Sejumlah struktur penting yang dapat menentukan eksistensi perusahaan seperti pengembangan sistem. titik awalnya adalah kesadaran melakukan perubahan harus disuntikkan ke seluruh jajaran kunci organisasi melalui sebuah change awareness program. karena belum tentu mereka sudah membenahi manajemen. Konsekuensinya. maka setiap organisasi juga harus mampu menyelenggarakan manajemen krisis. tetapi lebih berbentuk “organik” dan mencair. maka ia harus lebih terbuka. Perubahan juga membutuhkan peran teladan positif yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. khususnya dalam manajemen perusahaan. kaku dan strukturnya sangat hierarkis. diskusi dan berembuk untuk mencari solusi terbaik atau menghindari hal-hal yang dapat membuat pamor dan citra organisasi menjadi merosot tajam bahkan ambruk. Berbagai krisis yang selama ini terjadi hanya dihadapi dengan pola tindak rutin saja. karena para manajer tidak mengetahui semua hal dan memahami semua situasi. Para manajer masa ini harus terkait dengan perubahan-perubahan berkelanjutan dan berjalan sangat cepat. Oleh karena itu perlu ada program visioning. yang lebih berorientasi ke karyawan: worker-centered.devices) maupun bergerak (mobile devices). tetapi lebih memahami. self-designing teams dan lain sebagainya. Dalam hal perubahan itu mengandung nilai krisis. melainkan juga terhadap komunitas yang lebih besar (stakeholder). Mengelola perubahan tidak berarti mengendalikannya. dewasa ini. Perubahan adalah suatu pembelajaran. sumber daya manusia (SDM). Dalam menghadapi perubahan kita lalu perlu bekerja dengan mengerahkan segala kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki. Jika perusahaan tidak mampu mengikuti perubahan hendaknya berhenti sebentar atau refresh untuk membenahi dan mencari apa yang menjadi masalah. Yang sering dilakukan dengan sengaja/berencana namun sering juga secara tidak terasa dilakukan. Sejumlah perusahaan kini mampu bertahan hidup karena berhasil menguasai manajemen perubahan dengan membaca perubahan dan mempersiapkan ketiga struktur penting. Kegiatan Belajar 3: Peranan Organisasi Belajar dan Pengelolaan Pengetahuan dalam . Banyak organisasi. Mereka lupa membenahi manajemen ke dalam dan justru terlalu asyik melakukan ekspansi. Dari sinilah kemudian timbul tipe organisasi baru. dan kemudian mengambil langkah untuk tidak lagi menerapkan organisasi tradisional yang bersifat top-down. Kegiatan Belajar 2: Mempersiapkan Perubahan Rangkuman Manajemen perubahan sering bermakna penyesuaian. Saat ini peta perusahaan berbeda jauh dari beberapa tahun lalu. yakni membuka jendela masa depan dengan menciptakan visi jelas dan terfokus yang akan menuntun perubahan ke arah yang tepat. Akibatnya. Itu dapat dilakukan oleh kalangan top management. mengganti yang lama dengan yang baru.

Interpretation and Industry Comparisons. John H. Rhenald. It is no longer sufficient to have one person learning for the organization. (2003). Tharsikin (Volume I Nomor 02 . pengembangan organisasi yang selama ini ditempuh tidak lagi dapat menjamin keberhasilan dan kelangsungan hidup organisasi.. Hermawan. 8792. W. Church. J. (2003).H. J.M. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.25-30.et al. Watson. Pada akhirnya. Eds. Zenger dan Joseph Folkman. dan ketidakpastian. Bridging to The Network Company: Transformasi Pos Indonesia Menuju Perusahaan Kelas Dunia. a Ford or a sloan or a. (1996). C. Career Development International.. pp. skala maupun derajatnya.W. A. 57. OD Practitioners As Facilitators Of Change : An Analysis Of Survey Results. No. (2005). et al. baik dalam arah dan pola.. Vol. Change! Manajemen: Perubahan dan Harapan. New York. turbulensi.21. It’s just not possible following the orders the ‘grand strategist’.pp. Strategi Adaptif dalam Era Penuh Perubahan. Vol. Jansen H Sinamo. lalu ide tersebut diberi konteks.. pp. Mayer. organisasi tidak dapat mengandalkan pada jenis tindakan terencana yang disusun berdasarkan asumsi yang lama. Setiap organisasi dituntut agar mampu mengubah dirinya menjadi organisasi yang terus-menerus meningkatkan pembelajarannya pada berbagai tingkatan. hal. (1996). World Class: Thriving Locally in the Global Economy. (1995). dan informasi diberi penilaian (judgement) hingga menjadi ide. Jakarta: MarkPlus & Co. Jakarta: MarkPlus&Co. and Spencer. 22-66.W. A. The Extraordinary Leader : Turning Good Managers into Great Leaders. Marilyn. Champy. yaitu bahwa daya saing sebuah organisasi perusahaan sangat ditentukan oleh bagaimana organisasi itu dapat mentransformasikan data untuk dianalisis sehingga menjadi informasi. Group & Organization Management. Manajemen Rekayasa-Ulang (Alih Bahasa dari Reengeneering Management oleh Agus Maulana). Jakarta: Binarupa Aksara.2. Managing Organizational Change: What You Don't Know Might Hurt You. 1-59. (1986). barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yang unggul akan selalu bertumpu pada strategi yang berbasis sumber daya (Resource-Based) dan knowledge-based. J. On Becoming A Customer-Centric Company. Managing Change: Participant Guide. (1988). Hermawan. sehingga menjadi pengetahuan (knowledge). W.W. Jansen Sinamo WorkEthos Training Center. From Corporatisation to Privatisation: Public Sector Reform in New Zealand'. Insa. D. Menjadi Pioner Perubahan (terjemahan). et al (1991). J. Oxford University Press. Ferguson. Church. seperti yang diungkap Peter Senge (1995) sebagai berikut: As the world becomes more interconnected and business becomes more complex and dynamic.H. (1993). . Kartajaya. The New Paradigm: Emerging Strategic for Leadership and Organizational Change. Terkait dengan konstelasi ini. dan Thomson. Kasali. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (1990). Privatisation and Deregulation: The UK Experience. Kartajaya. (1996). New Consciousness Reader. (1997).No. R. U Namun hal terpenting di era ini adalah pentingnya membangun daya saing melalui knowledge creating organization and knowledge network. Kotter. McGraw Hill Kanter. Dari pengetahuan inilah daya saing organisasi dapat diwujudkan. (2005). Burke. Akibatnya. (2003).71-86. Kay.Manajemen Perubahan Rangkuman Dewasa ini hampir semua organisasi beroperasi dalam suatu lingkungan yang sarat dengan perubahan.Nopember 2002) Paradigma Baru. Michael Ray and Alan Rinzler. 1. work must become ‘learningful’. The organization that will truly excel in the future will be the organizations that discover how to tap people’s commitment and capacity to learn at all levels in an organization. eBizzAsia.L. Managers Get a "C" in Managing Change. Joh P. DAFTAR PUSTAKA Boston. New York: Simon & Schuster.. Burke.1. Training & Development. Canberra Bulletin of Public Administration. Pelham.Warner Burke Associates. pp. Cara perubahan yang terjadi juga berbeda bila dibandingkan dengan era sebelumnya.

(1994). Stewart. Vol. 4 Juni 2002.1 4-27. Coch dan J. sekitarkita .Y. E. www. No. Peran Pemerintah dan Dampaknya Terhadap Pengembangan SDM. (1995). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. (1998). 3. (1991). ”The Psychology of Change Management”. Boston: Harvard Business School Press. (November 1996).xv. Pelkmans. New York: The Free Press.R. 'The Economics of Privatization and Deregulation in ASEAN and the EC'. Yogyakarta: Andi Offset. Millah. Menjadi Manajer Era Global: Kiat Komunikasi Bisnis Lintas Budaya. J. Pelkmans dan N. A. manajer atau lainnya . Bandung: Remaja Rosdakarya. U. (1990). Tinjauan Pendidikan Tinggi Dalam Memasuki Milenium Ketiga: Renungan Beberapa Aspek Pembaharuan Dunia Pendidikan. dan Rangan. Selasa. Reengineering the Corporation: A Manifesto for Business Revolution. hal. Lewis. (2001). 5. Jr. (27 Mei 2005). (1985). Th. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.learning-org. Michael Hammer dan James Champy. (15 April 2004). Pikiran Rakyat Cyber Media. Morgan.K. Rhienesmith. Seng. H. Porter.W. Peter M. (31 Desember 2004). Robbins. Richard D. Manajemen SDM Kunci Keberhasilan. Pikiran Rakyat Cyber Media.) Privatization and Deregulation in ASEAN and the EC: Richard Karash :http://www. Vol. et al . (2003). vol.ms MODUL 10 PEMAHAMAN DASAR-DASAR ETIKA MANAJEMEN Kegiatan Belajar 1: Etika Manajemen Rangkuman Etika bisnis adalah suatu kode etik dalam berperilaku yang dianut para pengusaha. Fastcompany. Colin.P. (1948). Harsiwi. Majalah Balitfo: Kebutuhan Manajemen Global. No. Jim. The Fifth Discipline Fieldbook : Strategies and Tools for Building a Learning. Sony AK Knowledge Center. I. pp. No. Concepts.12. (1994). and Application.sarlito. hal.French. Journal of Organizational Change Management. Mengubah Manajer Baik Menjadi Pemimpin Unggul.2.31. Mardjana.com Siegal. (2003 – 2005). Pemahaman Manajemen Perubahan dalam Perspektif Agen Perubahan Pendidikan Tinggi. Solusi Marketing & Management: Sebuah Alternatif: Organisasi Belajar. Understanding The Management of Change : An Overview of Manager's Perspectives and Assumptions in The 1990s. Controversies. Jurnal Keuangan dan Moneter. “Overcoming Resistance to Change”. “Panduan bagi Manajemen Menuju Globalisasi”. Nicholas.B.1. dan Wagner. Pendidikan Network. Strategic Alliances: An Entrepreneurial Approach to Globalization.M. (2003). (1994). Organizational Behavior. 16 Oktober 2003). Manajemen Perubahan. The McKinsey Quarterly. Mulyadi . Makmur. (1997). Wagner (Eds. Stephen H. Bulletin of Indonesian Economic Studies. 54-80. (2004). Universitas Atma Jaya Yogyakarta Indonesia Memasuki Milenium Ke-3. Suara Merdeka Cyber Media. (Kamis. Yoshino. IK. J.com Muins.net. Perubahan Birokrasi Secara Menyeluruh. hal .(1997).S. Emily dan Price. Batam. Lawson. Korporatisasi dan Privatisasi: Sebagai Alternatif Pembenahan BUMN.(1996). M. Agung M. Saeful. Managing Change Through Training and Development: Mengelola Perubahan Melalui Pelatihan dan Pengembangan (terjemahan). Competitive Advantages Creating Sustaining Superior Performance. vol.L. Majalah Swa. (1995). sony-ak. 9 No. Mardjana. Pikiran Rakyat Cyber Media. Menuju SDM Berkualitas dan Miliki Keunggulan. Ownership or Management Problem?: A Case Study of Three Indonesian State Enterprises'. Jakarta: Depnakertrans.73-107. N. Susanto. Pikiran Rayat Cyber Media. (13 Februari 2003).com Stephen P. (1996).1.com www. St.

Business Essentials. Muh Arief. Guna Hindari Skandal.or. Bisnis Pascamodern. meraih keunggulan. dan seterusnya. Etika Ekonomi-politik Global: Mencari Visi bagi Kelangsungan Agama di Abad XXI (terjemahan dari buku A Global ethics for Global politics and Economics). Sebagai manusia dan sebagai manajer mereka mempunyai tanggung jawab dan kewajiban moral kepada banyak orang yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi bisnis perusahaan yang dipimpinnya. Bandung: Alfabeta. Mewujudkan Persaingan Usaha yang Sehat Lewat Good Corporate Governance. yaitu kejujuran. Jakarta: Binarupa Aksara. (1996). Redi Panuju. Dr. Daniri. F. di antaranya adalah dengan menciptakan kepercayaan perusahaan. Jakarta: Qalam. hormat kepada orang lain. Pikiran Rakyat Online. masyarakat setempat. investor. Etika Bisnis dalam Corporate Code of Conduct. 10 September 2003. Alma. Alma. Kiat Berbisnis Tanpa Suap. yaitu mitra usaha. memberikan contoh yang baik kepada bawahan. (1991). Bandung. Selain itu juga terdapat beberapa cara mempertahankan standar etika perusahaan. Para manajer bekerja dalam sebuah dunia yang secara moral penuh dengan tanggung jawab yang beragam. manajer. Yogyakarta: Kanisisus. serikat pekerja. Kepatuhan para stakeholder terhadap etika bisnis yang dibangun perusahaan tergantung kepada tingkat komitmen perusahaan dalam menjalankan etika bisnis tersebut.yang berisi nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan pedoman dalam membuat setiap keputusan dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. H. New Jersey: Prenctice Hall. Sonny Keraf. Harmoni Budaya Hidup Berpancasila dalam Masyarakat yang . Bandung: Alfabeta. (2005). pemerintah. Effendi. Kita semua harus bersepakat bahwa tidak benar para manajer hanya bertanggung jawab dan berkewajiban moral kepada para pemegang saham. (2000). Terdapat sejumlah prinsip etika yang mampu mengarahkan perilaku. Pengembangan etika bisnis sebuah perusahaan harus memperhitungkan dan memperhatikan semua stakeholder yang terlibat. 25 Juli 2002. (2004). Dasar-dasar Etika Bisnis Islami. integritas. memelihara janji. Alijoyo. suka membantu orang lain. A. Etika Bisnis MQ. Business Creativity. pemasok bahan baku. DAFTAR PUSTAKA Abdullah Gymnastiar. konsumen. Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI). Carol Kinsey. kesetiaan. Etika Bisnis. Endang. Pentingnya Etika dan Moralitas dalam Bisnis. Kung. penyalur. Ebert J. menyelenggarakan pelatihan tentang etika. Jadi. Suara Pembaharuan online. Kompas Online. M. (2003). Inc. dan menciptakan budaya komunikasi dua arah untuk memperlancar arus komunikasi. Kreativitas dalam Bisnis. Birch Paul. Buchari. Buchari. Hans. tanggung jawab dan kewajiban moral mereka tidak hanya tertuju kepada shareholders tetapi juga kepada stakeholders pada umumnya. Sonny Keraf. Suara Karya Online. melaksanakan audit pelaksanaan etika secara berkala. Etika bisnis adalah suatu komitmen untuk melaksanakan hal yang benar dan menghindari hal yang tidak benar. (2000). masyarakat umum serta seluruh stakeholder kunci (key stakeholder) yang meliputi para direktur. pemasok. Kewirausahaan. dan akuntabilitas. Goman.fcgi. 09 Juli 2005. Ronald and Ricky Griffin. Jakarta: Gramedia. Terapkan Etika Bisnis.Ed. Sabtu. Kompas Online. (2002). Antonius. Mereka mempunyai tanggung jawab dan kewajiban moral untuk memperhatikan hak dan kepentingan karyawan. konsumen. (1994). keadilan. Sumantri. mengembangkan dan melaksanakan kode etik bisnis secara adil dan konsisten. Kegiatan Belajar 2: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Rangkuman Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membuat semua pelaku bisnis memiliki etika bisnis yang baik adalah mengajak pelaku bisnis termasuk para manajer untuk melihat pentingnya dan relevannya etika bagi kegiatan bisnis mereka. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Prasetyantoko. 17 Februari 1997. A. dan lainnya. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. (1995). tanggung jawab sebagai warga negara.id A. www. (1998). Mas Achmad. pelanggan. Brian Clegg. 18 Mei 2005. bank atau institusi finansial lainnya. memberikan perlindungan hak individu.

Inc. Kegiatan Belajar 2: Motivasi Dalam Organisasi Rangkuman Motivasi adalah suatu kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual secara umum. Semua sarana tersebut digunakan untuk melakukan berbagai proses dan bentak komunikasi (verbal dan non-verbal). Prenctice-Hall International. (1981). DAFTAR PUSTAKA . dan memperbaiki atau meningkatkan komunikasi. berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. (2) tujuan organisasi yang jelas (organizational goals).Religius Satu Analisis Fenomenologis. Informasi tersebut juga harus. Entrepreneurship The New Venture Formation. Maksud dan tujuan tersebut bisa dicapai jika adanya (1) daya upaya (effort). Dengan pernyataan di atas maka motivasi dapat dianggap sebagai pendorong dan konsep yang dibutuhkan untuk mencapai maksud dan tujuan organisasi. Zimmerer. Motivasi sering disebut sebagai kunci bagi kinerja. baik oral. Kinerja hanya dapat ditingkatkan dengan motivasi kerja yang tinggi. maupun penafsiran pesan. "mudah" dimengerti. Dalam memfasilitasi agar terjadi komunikasi efektif. Etika dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Javanesse Ethics and World View. MODUL 11 KOMUNIKASI DAN MOTIVASI DALAM ORGANISASI Kegiatan Belajar 1: Komunikasi Dalam Organisasi Rangkuman Komunikasi merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan organisasi. visual (ingat: a picture counts a thausand words) tertulis (langsung atau diberitakan melalui media. Franz Magnis. Sedemikian pentingnya komunikasi sehingga setiap pimpinan secara rutin harus berkomunikasi dengan bawahannya sebelum mengambil keputusan. sambutan yang dibacakan oleh orang lain). Dalam komunikasi sering terjadi kesalahpahaman. (1996). Kita perlu menerapkan cara berbicara dan mendengarkan secara benar. pengetahuan dan keahlian dalam melakukan tugas dan peran positif yang harus dimiliki seseorang. Suseno. Bandung: IKIP. kita perlu memanfaatkan komunikasi dengan pola dan cara yang benar dan untuk kebutuhan yang positif pula. menghindari timbulnya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Da1am hal ini cara berkomunikasi yang efektif menjadi krusial. tetapi motivasi tidak dapat meningkatkan kinerja. Jakarta: Gramedia. Apa pun bentuknya. Thomas W. Yogyakarta: Kanisius.. Franz Magnis. Motivasi mempersoalkan cara mengarahkan daya dan potensi seseorang agar mau bekerja sama secara produktif. (3) dan terpenuhinya kebutuhan seseorang (individual needs) untuk menggugah perhatian terhadap pekerjaan dan biasanya berhubungan erat dengan perilaku. Norman Scarborough. baik cetak. maka sebaiknya kita memanfaatkan cara penyampaian informasi secara asertif dengan mengutamakan "kejelasan pesan" yang akan disampaikan. Secara garis besar bentuk komunikasi bermacam-macam. maupun tertulis yang “dibacakan orang lain” (contohnya. (1987). penerimaan. Suseno. penyampaian. Hal ini penting untuk menghindari agar informasi yang akan disampaikan tidak mudah diputarbalikkan atau di salah interpretasikan. TV atau radio). Untuk dapat berbicara dengan benar. Motivasi dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan para bawahan khususnya. Saat sekarang komunikasi seringkah menjadi rancu karena adanya prejudice atau kecurigaan-kecurigaan terhadap banyak hal. baik dalam pengembangan. komunikator harus memiliki alat dan media komunikasi yang lengkap. sehingga dapat menghindari berbagai bentuk penyimpangan.

(1993). Bovee Coutland L. (2004). Sondang. and Burnham. New York: Machfoedz. 7th ed. (1990). Wayne dan Don Faules. Daniel C dan Arnold J. The Interpersonal Commrmication Book. Not Personnel. October. Purwanto. (1998). Hugh. Excellence in Business Communication. Harvard Business Review. (1998). Yogyakarta. Prehalindo. Komunikasi Organisasi: dari Konseptual-Teoritis ke Empirik. Lefton. Davis. Jalaluddin.Amirullah dan Budiyono. (1995). Kasim.net/ Maslow/ od. Haris. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. USA. David. Peter M. Robbins. Azhar. Gibson. Jr and Donnely. (1988). 1976. Cole. (2004). Inc. Komunikasi Organisasi. Jane. (1999). March April 1976. Muhammad. Yogyakarta. (1982). New York: Harper Collins. Yogyakarta. Jakarta. Tata. Indeks Gramedia. Luthans. Basu DH. Don F. P. D. Teori Organisasi: Struktur Desain dan Aplikasi. Banding: Citra Aditya Bakti. Lester A. Organizational Behavior and Design (terjemahan). . Wayne. Alo. The Fifth Discipline. Komunikasi Organisasi (terjemahan). Joseph A. Geneva: ILO. New York: Free Press. McGregor.. CV Haji Masagung.. Memotivasi Karyawan. (1993). Sondang P. (1996). 2005. http://westrek hypermort/. (1976). Organisasi dan Manajemen (Saduran). (1998). (1988). PrenticeHall. (1995). Liberty Offset. dan Perilaku Administrasi. Jakarta. Jakarta. (1997). Productivity Mrnagement A Practical Handbook. Stephen P. Pustakawan Binawan Pressindo. Guidelines to Corrective Discipline. Robbins. Kotter. Fred. Stoner. Pace. Jakarta: STIA-LAN Press. Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. (1996). Auckland: McGraw-Hill Book Company. Organizational Behavior. London. Irawan. Handcko. and Galbert. Faules. Liliweri. Prilaku Organisasi. Djoko. John P. Jakarta: Bumi Aksara. Freeman. Organizational Conmunication: A Managerial Perspectiv. Perspektif Teoritis Komunikasi Antarpribadi: Suatu Pendekatan ke Arab Psikologi Sosial. L. Gibson. BPFE. Crysthl Ckar Comrumication (terjemahan). (1993). (1990). Jakarta. Team e-psikologi. Erlangga. (1995). Daniel R. Kepemimpinan. Jakarta: Pustaka Binman Pressindo. Yogyakarta. (9 Juli 2002). Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Organisasi. Stephen P. Yogyakarta. (1995). Devito. Psikologi Komunikasi. Stephen P. Jr. Second Edition. Hani. Barry Cushway & Derek Lodge. W dan Richard M. (2001). Florida: Academic Press Inc. Pengantar Manajemen. Jakarta. (1976). D & Boncarosky. Graha Ilmu. Hodgetts. Feldman. McClelland. (1994). Siagian. (1997). Newstrom. Keith & John W. Manajemen Strategik. Meningkatkan Produktivitas Karyawan. Frederick. Rosdakarya. Erlangga. Jr. Management.D. (2004). Motivation and Personality (terjemahan). Thill. Pendit I. Managing Individual sand Group Behavior in Organization. alih bahasa Deddy Mulyana dan Ekus Kuswarno. (1999). Abraham H. R.(1993). Ivancevich. (1997). Jakarta: Penerbit Arcan. Prokopenko. Redi. Jakarta: Erlangga. One More Time: How Do You to Motivate Empbyees? Dalam: Manage People. Panuju. Senge. McClelland. (1994). Kussriyanto. Asas-asas Manajemen Modern. (1996). Arni. Jakarta: Elex Media Komputindo. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya. Bambang. Random House Business Books. Motivational Research Achievement. Johanes. james F. terjemahan Hadyana Pujaatnaka. (1994). Papu. Robbins. (1999).htm. (1994). (1999). Orlando.. Psychology of Service. dan Pace. Mas'ud. Komunikasi Bisnis Modern. Jakarta. Pustaka Pelajar. C. Sudarta. edisi 6 (terjemahan). Bandung Remaja. T. Prasetya. (1987). 6th ed. Swastha.NR. Kris. BPFE. John V.hr07. Mastering Psychology.. Yogyakarta: Graha Ilmu. Boston: Allyn and Bacon. A Harvard Business Review Books. Manajemen. Pengukuran Efektivitas Dalam Organisasi. Perilaku Dalam Organisasi. David. Maslow. dan Laura Valvatne. (1991). Edward R. Power is the Great Motivator. Joseph. Personal Journal. Siagian. The Leadership Factor. Manajemen Sumber Daya Manusia.dan Coulter. Jakarta: Gramedia. Jakarta. Manajemen. Rakhmat. Komunikasi Bisnis. Herzberg. Jakarta: Bumi Aksara. Mc-Caaw Hill Company. Mary.

Hal ini terjadi karena kekuasaan terlalu menumpuk pada diri lembaga pembuat kebijakan publik tersebut. Dale. Dengan adanya kewajiban perusahaan untuk membentuk komite audit. baik di kalangan akademisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. pebisnis. Kegiatan Belajar 2: Good Corporate Governance Rangkuman Semangat untuk mewujudkan Good Corporate Governance memang telah dimulai di Indonesia. UU Pasar Modal. sekretaris perusahaan merupakan struktur pembantu dewan direksi untuk menyikapi berbagai tuntutan atau harapan dari berbagai pihak eksternal perusahaan seperti investor agar supaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu baik dalam perspektif waktu pencapaian tujuan ataupun kualitas target yang ingin dicapai. dan nepotisme (KKN) sudah berakar hingga ke hampir semua denyut kehidupan. Dengan kekuatan nilai-nilai agama yang dianut maka akan dapat melahirkan tanggung jawab dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi terciptanya transparansi. transparansi. komite remunerasi. Pembentukan beberapa perangkat struktural perusahaan seperti komisaris independen. Gramedia Asri Media. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. komite audit. dan yudikatif). (2002). Oleh sebab itu. faktor agama menjadi suatu keniscayaan dalam membentuk karakter pemimpin dan anak bangsa ini. Kepemimpinan dan Motivasi. Standar Akuntansi. McGraw-Hill. Timpe. Karenanya. Dalam realitas kehidupan kita saat ini masih terasa bahwa sulitnya membangun good governance pada bangsa ini karena korupsi. Jakarta: Seri Manajemen Sumber Daya Manusia. dan sebagainya memiliki kekuatan berimbang dalam proses checks and balances dan tidak boleh satupun di antara mereka yang memiliki kontrol yang absolut. maka dewan komisaris dapat secara maksimal melakukan pengendalian dan pengarahan kepada dewan direksi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. UU Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dapat diartikan sebagai suatu mekanisme pengelolaan sumber daya dengan substansi dan implementasi yang diarahkan untuk mencapai pembangunan yang efisien dan efektif secara adil. (1992). dan sekretaris perusahaan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas "Board Governance". legislatif. sehingga melahirkan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). komite risiko. Apabila kondisi seperti ini masih berlangsung terus maka akan sulitlah tercipta good governance dalam waktu dekat sebab terbentuknya good governance mensyaratkan adanya tanggung jawab. Hal yang tak kalah pentingnya adalah adanya partisipasi masyarakat sebab dengan partisipasi masyarakat yang tinggi tersebut akan bisa terbangun kemampuan melakukan kontrol sosial. New York. Idealnya. (alih bahasa Indonesia Susanto Budidharmo). pers atau media massa. MODUL 12 GOOD GOVERNANCE DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE Kegiatan Belajar 1: Good Governance Rangkuman Good Governance adalah suatu konsep mengenai penyelenggaraan pemerintahan yang baik yang sesuai dengan citra terbentuknya suatu masyarakat madani. ketiga hal itu akan ada pada diri setiap aktor institusional dimaksud jika nilai-nilai kemanusiaan dan nilai moral menjiwai setiap kiprahnya. Wahjosumidjo. Uji Kelayakan dan Kemampuan (fit . (1991). Masyarakat menilai praktek KKN yang paling mencolok kualitas dan kuantitasnya adalah justru yang dilakukan oleh cabang. kolusi. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah di stimulasi oleh Pemerintah melalui UU Perseroan. Komite Corporate Governance. Thoha. dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris.International Edition. Inc. dan partisipasi. good governance akan tercipta apabila di antara unsur-unsur negara dan institusi kemasyarakatan seperti LSM dan organisasi kemasyarakatan lainnya.cabang pemerintahan (eksekutif. Memotivasi Karyawan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Mi Iah. Sementara itu. Meskipun belum maksimal. lembaga atau organisasi profesi. dewan direksi dan tim manajemennya. Komite Pemantau Persaingan Usaha.

Solihin.G. and Performance. Saifuddin. and Bromilow Chaterine L. Pikiran Rakyat Online. Bambang. (2001). Fadjriah.A. Board Governance and Campany Performance Any Correlations? MCB University Press. S. Curtin University of Technology. 11 Juli 2002.W. Thousand Oaks. OECD. Teten. Syakhroza. Menyoal Peran Akuntan dalam Skema Pemberantasan Korupsi di Indonesia. and C. . M BS.11-21. hal 5/1-5. 20 Juni 2000. Good Governance dan Menyongsong Perubahan Di Kalsel. Smith. Trilogy of Governance. Turnbull Shaun. and J. (1997).. (2005). (2000 (24 Agustus)). Juni 2005 Mayers. (2003). Bisnis Indonesia. Pengukuran Kinerja Good Corporate Governance. (2005 (17 Nopember)). Edisi ke-2. Widjojanto. Shivdasani. Lippert. and Corporate Governance: Some.. Wyatt. Akhmad. Indonesia Terburuk dalam "Good Corporate Governance". "OECD Principles of Corporate Governance". D. "Multinationality. Masduki. Jakarta. Corporate Governance. "Corporate Governance: A Framework for Implementation". Competition. Usahawan No.. Anti Corruption and Good Governance. Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Republika Online. No. Lukman Hakim.A: Sage Publications. Syakhroza.and proper test) yang dilakukan oleh pemerintah untuk memilih top pimpinan suatu perusahaan BUMN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan untuk membangun "Board Governance" yang baik sehingga implementasi Good Corporate Governance akan menjadi lebih mudah dan cepat. "Key Characteristics of Corporate Governance: The Case of Indonesia". (2004 (10 Maret). Jakarta. Niki. September. Journal of Financial Economics. Mewujudkan "Good Governance". Board Independence. No. Jilid III. G. and Shareholder Wealth. 06 Th XXXII Juni. Majalah Usahawan. Pricewaterhouse Coopers. Yunus. (2004). Akhmad. Saragih.. (2005 (November)). Journal of Business (January). DAFTAR PUSTAKA Alijoyo.. (2000). Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI).. Indopos Online. Steirnber Richard M. "Pedoman Good Corporate Governance" . VoL5. Siti Ch. (2002). Tempo Interaktif.. Corporate Governance. Catatan tentang Persepsi Masyarakat Mengenai Good Governance di Indonesia. Ina Primiana...XXXI Agustus. Rosenstein.. 33-62. Board Composition and Corporate Control: Evidence From the Insurance Industry. Tiga Pondasi Memahami Corporate Governance. Pengelolaan Perusahaan di Indonesia Terburuk di ASEAN. Robert L. (1990). Syakhroza. (2001). October. XXI Nopember.4. Empirical Evidence". 19 Mei. disampaikan dalam Forum Diskusi Mingguan Sekretariat Pengembangan Public Good Governance. Penjualan Tanker dan Good Corporate Governance. 1997. Nada Korac and Andrew K Kakabadse and Alexander Kouzmin.15 Agustus. Journal of Law and Society. Banjarmasin Post Online. Images of Organization". (1999). Majalah Usahawan.. 26:175-191. (2001). Concern and Theories. Buklet Penilaian Mandiri (Self Assessment Checklist Booklet). Corporate Governance and the Board-What Works Best. Akhmad. "Good Governance" Dalam Penanganan Gula. Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal perbankan Indonesia. No. Working Paper Series. Akhmad Lazuardi. (2001). (1995). Pengendalian Internal dalam Melakukan Assessment terhadap Pelaksanaan Good Corporate Governance. Korupsi dan Reformasi Governance (disampaikan pada acara diskusi serial "Mainstreaming Pendidikan anti korupsi di Perguruan Tinggi Islam Indonesia" pada tanggal 15 September 2005. 28 Juli. 28 Januari. Bappenas RI. Jakarta: Kompas Online. C.. (2005 (27 April)). (2005). Outside Directors. Yogyakarta: Suara Merdeka. Graduate School of Business. (1997). Mayer. FA. Kompas Online. World Bank. Dadang. 181-205. 11/th.C. Corporate Governance. TB M Nazmudin Sutawinangun. CEO Compensation. Corporate Governance: Its Scope. Kompas Online. Kakabadse. (1999). Morgan. Lukviarman.08/th. Jr. 24 (3). (2003 (1 Mei)). Disampaikan pada Diskusi Mingguan Sekretariat Pengembangan Public Good Governance Bappenas. Sulitnya Membangun Good Governance. Seri Tata Kelola. Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance. Perusahaan (Corporate Governance) FCGI Bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Manfaat dan Kendala Penerapan GCG Perbankan.

http://www. And Ma Virginita A Capulong. http://www. Masyarakat Transparansi Indonesia (The Indonesian Society for Transparency). Volume 2. Malaysia.transparansi.Zhuang Juzhong.or. David Edwands. "Corporate` Governance and Finance in East Asia: A Study of Indonesia.or.id . Asian Development Bank. (1992).. and Thailand".fcgi.id. Philippines. Republic of Korea.