Anda di halaman 1dari 32

KOMUNIKASI

OLEH :
A Joesoef I, MHA
PENGERTIAN KOMUNIKASI
 Komunikasi adalah pertukaran pikiran, perasaan,
pendapat, dan pemberian nasihat antara 2 orang
atau lebih yang bekerja sama (Tappen, 1995)
 Komunikasi adalah, Proses dimana seseorang
berusaha utk memberikan pengertian kepada
oranglain melalui pesan (Stoner, Freeman & Gilbert,
1995)
 Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi
informasi, gagasan/pendapat dari setiap partisipan
komunikasi yang terlibat didalamnya guna
mencapai kesamaan makna.
PERSEPSI
 Dibentuk oleh harapan dan pengalaman
 Pesepsi individu pada situasi yang sama
dapat berbeda

Persepsi adalah pandangan personal terhadap suatu kejadian


(Northouse, 1992)
PROSES KOMUNIKASI
 Komunikasi merupakan proses yang kompleks.
 Model dasar komunikasi pasti ada pengirim pesan,
pesan dan ada penerima pesan
 Pesan dapat berupa verbal dan non verbal
 Proses ini juga melibatkan lingkungan eksternal
(cuaca, suhu, kekuasaan, dan waktu) dan internal
(nilai-nilai, kepercayaan, temperamen, tingkat
stres)
 Pengirim dan penerima pesan harus peka
terhadap lingkungan eksternal dan internal, seperti
persepsi dari komunikasi
DIAGRAM PROSES KOMUNIKASI
Faktor Internal

Komuikator
Faktor Eksternal

Tertulis

Pesan

Verbal

Non-verbal

Komunikan
Faktor Internal

Faktor Eskternal
Diagram Proses Komunikasi (Marquis&Huston,1998:290)
DIAGRAM PROSES KOMUNIKASI

Siapa......... ………apa…..…Dgn cara apa…..Kepada siapa

Komunikator Pesan Media Komunikan

Umpan B alik
IKLIM UNTUK KOMUNIKASI
 Iklim komunikasi harus harmonis dengan kultur
perusahaan dan harus dimanfaatkan untuk
meningkatkan nilai-nilai positif diantara pegawai-
pegawai perawatan.
 Nilai-nilai : kualitas kemandirian, obyektivitas,
pelayanan klien.
 Komunikasi dimanfaatkan untuk mendukung visi
dan misi organisasi keperawatan
 Komunikasi digunakan untuk menyampaikan
kepada konsumen bahwa perawatan berkualitas
tinggi
 Media : penampilan, catatan keperawatan,
pemasaran
IKLIM UNTUK KOMUNIKASI 2
 Walaupun kultur organisasi sulit diubah daripada
iklim organisasi, keduanya dapat dimodifikasi melalui
upaya manajerial dan keterampilan
 Langkah pertama manajer perawatan adl
mengadakan sampel perilaku pegawai, bagaimana
mereka menerima informasi dan dampak dari
komunikasi
 Agenda kultur : menjelaskan terdiri dari apa saja
organisasi (penilaian bagian perawatan, departemen
atau unit lain)
 Agenda kultur digunakan untuk mengkomunikasikan
promosi , prestasi yang menonjol (riset perawatan
luka bakar), tenaga-tenaga baru, perkawinan,
kematian, dan berita pribadi lainnya
 Agenda kultur dipublikasikan melalui : surat kabar,
TV, upacara pemberian hadiah dll
IKLIM UNTUK KOMUNIKASI
 Agenda kultur efektif dipakai untuk mengubah
iklim organisasi.
 Manajer perawat harus menciptakan suasana
komunikasi yang efektif, wlody menganjurkan :
1. Tinjau ulang komunikasi anda sendiri
2. Konsentrasikan perhatian staf pada komunikasi
sebagai suatu keterampilan yang diperlukan
3. Bimbing staf ke arah interaksi positif
4. Adakan kunjungan harian dg seluruh staf
5. Bentuk kelompok untuk mengurangi stres
 Sifat iklim komunikasi : iklim yang mendukung
akan mendorong pegawai untuk menanyakan
suatu pertanyaan&menerangkan karakteristik
iklim komunikasi yang mendukung dan
menentang
KOMPONEN KOMUNIKASI

- Sender = encoder : orang yang menyampaikan


pesan kepada oranglain baik verbal/ non verbal
- Receiver=decoder : orang yang menerima pesan
- Pesan=message: informasi yang diterima
Variabel pesan
 Komunikasi verbal
 Komunikasi non verbal
 Suara/ bunyi
 Kemampuan komunikasi
 Setting (lokasi)
 Media (saluran pembawa pesan)
 Umpan Balik (tanggapan)
 Lingkungan
MEDIA KOMUNIKASI
 Komuikasi Tertulis
Menurut Assosiasi Pendidikan Kesehatan di Amerika
(1998), memo dalam organisasi meliputi:
1. mengetahui apa yang akan ditulis sebelum menulis
2. Menulis nama orang harus mempertimbangkan
dampaknya
3. Gunakan kata aktif
4. menggunakan tulisan sederhana, sehingga mudah
dibaca
5. Tulis inti dari pesan
6. berikan pembaca petunjuk
7. Tulisan harus sistematis
8. Gunakan paragraf (memo 8-10 baris, surat <6 tiap
paragraf)
MEDIA KOMUNIKASI 2
 Komunikasi langsung (Verbal)
- Manajer keperawatan mengadakan komunikasi
verbal baik kepada atasan maupun kepada bawahan
- Perawat harus menguasai teknik komunikasi yang
efektif, yaitu : jelas&ringkas, perbendaharaan kata,
arti kata, Intonasi, Kecepatan bicara, humor
- Tujuan komunikasi verbal adalah assertif
(merupakan cara untuk mengekspresikan perasaan
tanpa menyinggung oranglain)
- Dalam komunikasi asertif harus menghindari
komunikasi yang pasif dan agresif
MEDIA KOMUNIKASI 3
 Komunikasi tidak langsung (nonverbal)
- Merupakan bahasa Tubuh, yaitu : isyarat,
pergerakan tubuh, penampilan fisik
- Komunikasi non verbal perawat dapat teramati
pada : Penampilan fisik (pakaian/dandanan), sikap
tubuh&cara berjalan, ekspresi wajah, sentuhan,
Intonasi

 Komunikasi Via telepon


- manajer Perawat, perawat,& semua komponen
dalam organisasi harus belajar dan sopan serta
menghargai setiap menjawab telepon
MEDIA KOMUNIKASI 4

 Pertemuan
 Penyelia
 Pertanyaan : adanya pertanyaan adalah
mengharapkan adanya respon dari orang
yang ditanya
 Wawancara: seorang pegawai harus
diwawancara
 Publikasi komunikasi : merupakan media
untuk berkomunikasi antara perawat
eksekutif dan pegawai
BENTUK KOMUNIKASI
 Komunikasi intrapersonal [intrapersonal communication]
 Komunikasi antarpersonal [interpersonal communication]
 Komunikasi Kelompok [Group Communication]
 Komunikasi kelompok kecil [small group communication] Ceramah
[lecture], diskusi panel [panel discussion], simposium [symposium],
forum, seminar, curah saran [brain storming], komunikasi antara
manager dengan sekelompok karyawan,
 Komunikasi kelompok besar [large group communication] Public
speaking,
 Rhetorika
 Komunikasi Massa [Mass Communications]
 Pers cetak [koran, majalah, tabloid]
 Pers elektronik [radio, tv, film]
 ¨Pers digital [internet : www.detik.com, www.koridor.com,
www.berpolitik.com, www.kompas.com, www.jawapos.com, . news
portal
 Komunikasi medio [Media communication] Surat, telepon, e-mail,
pamflet, poster, brosur, spanduk, dll.
Tujuan Komunikasi

 Perubahan sikap [attitude change]


 Perubahan pendapat [opinion change]
 Perubahan perilaku [behaviour change]
 Perubahan sosial [social change]
Fungsi Komunikasi

 Menyampaikan informasi/penyebaran [ to inform]


 Mendidik [to educate]
 Menghibur [to entertain]
 Mempengaruhi [to influence]
MENDENGAR
 Alasan penyelia tidak mau mendengar
1. Berpikiran bawahan tidak mengharapkan penyelia untuk
mendengar
2. Berpikiran bawahan tidak mempunyai nilai-nilai untuk dikatakan
3. Berpikir bahwa mendengar bukan pekerjaan penyelia
4. Berpikiran bawahan akan mendengar mereka
5. Berpikir bahwa bawahan akan mengubah pikiran penyelia

 Saran-saran mendorong orang, agar mau mendengar


1. Harus siap menjawab apa?, siapa?
2. Identifikasi dan evaluasi maksud dari ucapan anda
3. Susun dan catat garis besar pembicaraan
4. Ingat bahwa anda bagian dari satu paket
5. Atur suara, dan pernapasan
6. Jaga kontak mata dengan audience
Gangguan Komunikasi
 Pesan Tidak Jelas
 Pesan diterima dari oranglain

 Proses Komunkasi terganggu


3 KOMPONEN KOMUNIKASI DALAM
PRAKTEK KEPERAWATAN
 Stuktur
- organisasi bertujuan untuk mencapai status komunikasi yang dapat
direncanakandan diterapkan oleh kelompok kerja
- stuktur yang ada harus memiliki kelompok klinik yang dirancang untuk
pelaksanaan prinsip asuhan keperawatan kepada pasien, keterampilan
yang baik, dapat membantu penyelesaian masalah
 Budaya
- adanya perbedaan budaya dalam tempat kerja
 Teknologi
- teknologi merupakan perantara
- setiap perubahan di RS didukung oleh perencanaan HIS (health
information system)
- Teknologi akan selalu dievaluasi setiap tahap perubahannya
APLIKASI KOMUNIKASI DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN
 Komunikasi saat timbang terima
Perawat melakukan timbang terima dengan berjalan
bersama dengan perawat lainnya, dan menyampaikan
kondisi pasien secara akurat di dekat pasien.
 Interview / Wawancara
adalah komunikasi dengan tujuan tertentu untuk
memperoleh data tentang keadaan klien, yang akan
digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
pasien.
 Komunikasi melalui Komputer
Melalui komputer perawat dapat memperoleh informasi.
 Komunikasi tentang kerahasiaan
 Komunikasi melalui sentuhan
 Dokumentasi sebagai alat komunikasi
 Komunikasi perawat dan tim kesehatan lainnya
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 1

 Tiap klien tidak sama oleh karena itu diperlukan penerapan tehnik
berkomunikasi yang berbeda pula. Tehnik komunikasi berikut ini,
treutama penggunaan referensi dari Shives (1994), Stuart & Sundeen
(1950) dan Wilson & Kneisl (1920), yaitu:
1. Mendengarkan dengan penuh perhatian
Berusaha mendengarkan klien menyampaikan pesan non-verbal
bahwa perawat, perhatian terhadap kebutuhan dan masalah klien.
Ketrampilan mendengarkan sepenuh perhatian adalah dengan:
a. Pandang klien ketika sedang bicara
b. Pertahankan kontak mata yang memancarkan keinginan untuk
mendengarkan.
c. Sikap tubuh yang menunjukkan perhatian dengan tidak
menyilangkan
kaki atau tangan.
d. Hindarkan gerakan yang tidak perlu.
e. Anggukan kepala jika klien membicarakan hal penting atau
memerlukan umpan balik.
f. Condongkan tubuh ke arah lawan bicara.
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 2

2. Menunjukkan penerimaan
Menerima tidak berarti menyetujui. Menerima berarti
bersedia untuk mendengarkan orang lain tanpa
menunjukkan
keraguan atau tidak setuju. Berikut ini menunjukkan sikap
perawat yang baik :
a. Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan.
b. Memberikan umpan balik verbal yang menapakkan
pengertian.
c. Memastikan bahwa isyarat non-verbal cocok dengan
komunikasi verbal.
d. Menghindarkan untuk berdebat, mengekspresikan
keraguan, atau mencoba untuk mengubah pikiran klien.
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 3
3. Menanyakan pertanyaan yang berkaitan.
Tujuan perawat bertanya adalah untuk mendapatkan informasi yang
spesifik mengenai klien. Paling baik jika pertanyaan dikaitkan dengan
topik yang dibicarakan dan gunakan kata-kata dalam konteks sosial
budaya klien. Selama pengkajian ajukan pertanyaan secara berurutan.

4. Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri.


Perawat memberikan umpan balik, sehingga klien mengetahui bahwa
pesannya, dimengerti&mengharapkan komunikasi berlanjut. Namun
perawat harus berhati-hati ketika menggunakan metode ini, karena
pengertian bisa rancu jika pengucapan ulang mempunyai arti yang
berbeda.
Contoh: - K : “saya tidak dapat tidur, sepanjang malam saya
terjaga”
- P : “ Saudara mengalami kesulitan untuk tidur….”
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 4
5. Klarifikasi
Apabila terjadi kesalah pahaman, perawat perlu menghentikan
pembicaraan untuk mengklarifikasi dengan menyamakan pengertian,
karena informasi sangat penting dlm memberikan pelayanan keperawatan.
Contoh: - “Saya tidak yakin saya mengikuti apa yang anda katakan”
- “ Apa yang katakan tadi adalah…….”

6. Memfokuskan
Tujuan membatasi bahan pembicaraan sehingga lebih spesifik dan dimengerti.
Perawat tidak seharusnya memutus pembicaraan klien ketika menyampaikan
masalah yang penting, kecuali jika pembicaraan berlanjut tanpa informasi yang
baru.
Contoh: “ Hal ini nampaknya penting, nanti kita bicarakan lebih dalam lagi ”.

7. Menyampaikan hasil observasi


Perawat perlu memberikan umpan balik kepada klien dengan menyatakan hasil
pengamatannya, sehingga dapat diketahui apakah pesan diterima dengan
benar. Contoh: - “ Anda tampak cemas”.
- “ Apakah anda merasa tidak tenang apabila anda..”
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 5
8. Menawarkan informasi
Memberikan tambahan informasi merupakan pendidikan kesehatan bagi
klien.Apabila ada informasi yang ditutupi oleh dokter, perawat perlu
mengklarifikasi alasannya. Perawat tidak boleh memberikan nasehat
kepada klien ketika memberikan informasi, tetapi memfasilitasi klien untuk
membuat keputusan.

9. Diam
Diam memberikan kesempatan kepada perawat&klien untuk mengorganisir
pikirannya. Diam memungkinkan klien untuk berkomunikasi terhadap dirinya
sendiri, mengorganisir pikirannya,&memproses informasi. Diam terutama
berguna pada saat klien harus mengambil keputusan .

10. Meringkas
Meringkas adalah pengulangan ide utama yang telah dikomunikasikan
secara singkat. Contoh: - “Selama beberapa jam, anda dan saya telah
membicarakan…”
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 6
11. Memberikan penghargaan
Memberi salam pada klien dengan menyebut
namanya, menunjukkan kesadaran tentang
perubahan yang terjadi menghargai klien
sebagai manusia seutuhnya
Contoh: - “Selamat pagi Ibu Sri.”
- “Saya perhatikan Ibu sudah menyisir rambut
ibu”.
Salam menunjukkan betapa perawat peduli
terhadap orang lain dengan bersikap
ramah&akrab
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 7
12. Menawarkan diri
Klien mungkin belum siap untuk berkomunikasi secara verbal dengan
orang lain. Seringkali perawat hanya menawarkan kehadirannya, rasa
tertarik, tehnik komunikasi ini harus dilakukan tanpa pamrih.
Contoh: - “Saya ingin anda merasa tenang dan nyaman”

13. Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan.


Perawat dapat menstimulasinya untuk mengambil inisiatif dan
merasakan bahwa klien diharapkan untuk membuka pembicaraan.
Contoh: - “ Adakah sesuatu yang ingin anda bicarakan?”
- “ Apakah yang sedang saudara pikirkan?”
- “ Darimana anda ingin mulai pembicaraan ini?”

14. Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan


Perawat lebih berusaha untuk menafsirkan dari pada mengarahkan
diskusi/pembicaraan
Contoh: - “…..teruskan…..!”
-“…..dan kemudian….?
- “ Ceritakan kepada saya tentang itu….”
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 8
15.Menempatkan kejadian secara teratur akan menolong
perawat dan klien untuk melihatnya dalam suatu
perspektif.
Kelanjutan dari suatu kejadian secara teratur akan
menolong perawat dan klien untuk melihat kejadian
berikutnya sebagai akibat kejadian yang pertama.
Contoh: - “Apakah yang terjadi sebelum dan
sesudahnya”.
- “Kapan kejadian tersebut terjadi”.
16. Menganjurkan klien unutk menguraikan persepsinya
Klien harus merasa bebas untuk menguraikan
persepsinya kepada perawat.
Contoh: - “Ceritakan kepada saya bagaimana perasaan
saudara ketika akan
dioperasi”
- “Apa yang sedang terjadi”.
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK 9

17. Refleksi
“Refleksi menganjurkan klien untuk mengemukakan dan
menerima ide danperasaanya sebagai bagian dari dirinya
sendiri. Apabila klien bertanya apa yang harus ia pikirkan dan
kerjakan atau rasakan maka perawat dapat menjawab:
“Bagaimana menurutmu?” atau “Bagaimana perasaanmu?”.
Contoh: K: “Apakah menurutmu saya harus mengatakannya
kepada dokter?”
P: “Apakah menurut anda,anda harus
mengatakannya?”
K: “Suami saya sudah lama tidak datang mengunjungi

saya, bahwa tidak menelpon saya, kalau dia


datang saya tidak ingin berbicara dengannya”.
P: “Ini menyebabkan anda marah”.
REFERENSI

 Uchjana Effendi, Onong., Ilmu Komunikasi, Teori dan


Praktek, Remaja Rosdakarya, Bandung 1992
 Hamid, A.Y.S (1996). Komunikasi Terapeutik. Jakarta: tidak
dipublikasikan
 Potter, P.A & Perry, A.G. (1993) Fundamental of Nursing
Concepts, Process and
 Practice. Thrd edition. St.Louis: Mosby Year Book
 Arnold, E and Boggs, K(1989).Interpersonal
Relationship:Professional Communication Skill For Nurses.
Philadelphia: W.B. Saunders
 Nursalam (2002). Manajemen Keperawatan. Aplikasi dalam
Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta:Salemba Medika