Anda di halaman 1dari 3

Total aktiva lancar pada tahun 2008 PT Unilever Indonesia naik sebesar 18,63% dari

tahun sebelumnya. Peningkatan aktiva lancar ini dikarenakan adanya peningkatan kas dan
setara kas sebesar 8,052% piutang yang berhasil ditagih oleh perusahaan, baik dari pihak
ketiga maupun pihak hubungan istimewa, masing-masing sebesar 38,97% dan 85,99%.
Selain itu terjadi peningkatan persediaan dari tahun sebelumnya, walaupun jumlah
persediaan yang tidak terpakai meningkat. Terjadi penurunan signifikan atas pajak yang
harus dibayar di muka sebesar 97,98% dan biaya dibayar dimuka.
Pada bagian aktiva tidak lancar juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu
sebesar 49,84% dengan kenaikan yang signifikan pada aktiva tidak berwujud yang terdiri dari harga
perolehan dari hak usaha, merek dagang dan hak cipta.
Jumlah aktiva tahun 2008 meningkat sebesar 31,10% dari tahun 2007.

Total kewajiban lancar mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebesar 47,58% yang
dikarenakan peningkatan hutang usaha yang signifikan terutama dari bagian pihak
hubungan istimewa yaitu melonjak sebesar 77,72%.
Dari sisi kewajiban tidak lancar jumlah kewajiban tidak lancar juga mengalami
kenaikan sebesar 38,38% karena adanya kenaikan hutang lain-lain pada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa walaupun terjadi penurunan pada kewajiban imbalan kerja.
Total kewajiban pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 414.898.000.000 atau naik
sebesar 46,99% .
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban
lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan kemampuan
perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya

3,774,193
Rasio lancar = = 0,9686
3,896,482

Berdasarkan perhitungan diatas, pebandingan antara jumlah aktiva lancar dan kewajiban
lancar perusahaan adalah lebih besar jumlah kewajiban lancarnya. Sehingga dapat dikatakan
perusahaan tidak cukup baik melakukan aktivitas perusahaan karena jumlah kewajiban
lancar yang lebih besar dari aktiva lancar tersebut menunjukkan perusahaan kurang mampu
melunasi kewajiban jangka pendek
3,774,193−1,193,429
Rasio cepat = = 0,6623
3,896,482

Jika rasio cepat PT Unilever Indonesia lebih rendah dari jumlah rasio cepat rata-rata
perusahaan industri, maka PT Unilever Indonesia dikatakan tidak mampu melunasi
kewajiban lancarnya tanpa melikuidasi persediaannya, kecuali PT Unilever Indonesia mampu
menagih piutang usahanya

Rasio Pengelelolaan Aktiva


Rasio pengelolaan aktiva ini mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya.
Rasio ini juga untuk melihat kewajaran nilai aktiva pada neraca, sehingga nilai aktiva yang
disajikan tidak terlalu tinggi, terlalu rendah.

7,620,188
Rasio perputaran persediaan = = 6,3851
1,193,429