Anda di halaman 1dari 3

ARTIKEL

10 Alasan Kenapa
Wanita Tak Mau
Berjilbab
Muhammad
Ibrahim, S.Th.I

2010
10 Alasan Kenapa Wanita Tak Mau Berjilbab
(ngopy dari kaskus)
langsung saja tu de poin okey ? :

1. Jilbab tidak menarik. Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima
kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang.
Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai
dirinya.

2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab. Jawabnya
adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk
dalam durhaka kepada-Nya.

3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain. Jawabannya, orang yang
mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin
sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami. Atau (kedua) karena dia Cuma alasan
saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya
atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.

4. Karena merasa gerah dan panas. Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya
lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya
tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka
tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat. Syetan
telah telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi
mengantarkannya kepada panas api neraka.

5. Takut tidak istiqamah. Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik
‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’.
Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan
wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk
menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak
istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan
meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena
takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.

6. Takut tidak laku kimpoi, jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan
jilbab. Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya tidak sebenarnya. Justru berakibat
buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya perkimpoian adalah nikmat dari Allah yang
diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang audah meyakini
bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat
dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang
berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan
permainan bagi laki-laki iseng.

Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-


suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau
beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang
baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap
larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya
kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan
tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu
kebodohan.

7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang
diberikan Allah kepadanya. Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi
yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat,
bukan dengan mengobralnya.

8. Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah. Jika Allah memberi hidayah, pasti kami
akan mengenakannya. Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-
sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-
sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan
berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang
ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah
yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.

9. Belum waktunya. Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat
waktunya, misalnya karena masih anak-anak atau masih remaja. Ada yang akan
mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji. Jawabnya
adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran
saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia
berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu
tidak mengenal usia, tua maupun muda.

10. Tidak mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu. Jawabannya,
bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena
dibuat-buat untuk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya
di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang
senantiasa menaati perintah Allah dan golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan
yang melanggar perintah Allah.

http://aadanibadrakasep.wordpress.com/2010/01/28/10-alasan-kenapa-wanita-tak-mau-
berjilbab-ngopy-dari-kaskus-share/