Anda di halaman 1dari 13

Bahan Bakar Minyak Ramah Lingkungan

X-7

Problem BBM dan Lingkungan

Memproduksi Biofuel dari sumber minyak hayati merupakan salah satu solusi permasalahan di atas dari sisi Supply, Perbaikan kualitas udara dan penciptaan ekonomi kerakyatan

Biofuel?
Biofuel = bahan bakar nabati Merupakan bahan bakar alternatif bagi bahan bakar fossil, yang diproduksi dari bahan baku yang bersumber dari tanaman Merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan terbarukan diantaranya : 1. Biodiesel 2. Biogasoline

1. Biodiesel
Bahan bakar alternatif minyak diesel/solar yang ramah lingkungan Digunakan untuk mesin diesel Secara kimia merupakan methyl ester yang terbuat dari minyak atau lemak nabati yang direaksikan dengan methanol Biodiesel dapat terbuat dari - Minyak Jarak (Jatropha curcas L) - Minyak Kelapa Sawit (CPO)

Keuntungan BioDiesel
Sumber energi yang terbarukan (non fossil) Ramah lingkungan : Free sulfur Emisi rendah (COx, Particulate Matter, HC) Cetane number tinggi (BDF : > 51 , Solar = 48) Efek pelumasan Tidak memerlukan modifikasi mesin Dapat menggunakan infrastruktur distribusi yang ada (pom bensin) Dapat digunakan sebagai bahan bakar langsung maupun campuran (B-XX)

2. Biogasoline
Salah satu jenis bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan yang saat ini banyak dipakai adalah biodiesel. Setelah pengembangan biodiesel, pengembangan bahan bakar alternatif juga diarahkan untuk membuat biogasoline, dengan komponen campurannya menggunakan bioetanol.

Etanol dan Bioetanol

Etanol atau etil alcohol (lebih dikenal sebagai alkohol , lambang kimia C H OH) Cairan tak berwarna dengan karakteristik antara lain mudah terbakar, larut dalam air, biodegradable, tidak karsinogenik, dan jika terjadi pencemaran tidak memberikan dampak lingkungan yang signifikan.

Bioetanol Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku berupa biomassa seperti jagung, singkong, sorghum, kentang, gandum, tebu, bit, dan juga limbah biomassa seperti tongkol jagung, limbah jerami, dan limbah sayuran lainnya. Bioetanol diproduksi dengan teknologi biokimia, melalui proses fermentasi bahan baku, kemudian etanol yang diproduksi dipisahkan dengan air dengan proses distilasi dan dehidrasi.

Bioetanol diproduksi dari biomassa dengan proses hidrolisis dan fermentasi gula. Biomassa mengandung polimer karbohidrat berupa cellulose, hemi-cellulose, dan lignin. Untuk memproduksi gula dari biomassa, biomassa diolah menggunakan asam dan enzim. Cellulose dan hemi-cellulose terhidrolisa menjadi sukrosa, kemudian difermentasi menjadi etanol.

Penggunaan bioetanol sebagai campuran biogasoline memiliki keunggulan sebagai berikut :

meningkatkan bilangan oktan (dapat menggantikan TEL sebagai aditif, sehingga mengurangi emisi logam berat timbal) menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna (mengurangi emisi karbon monoksida) mengurangi emisi gas buang karbon dioksida (penelitian menunjukkan pengurangan hingga 4080%), dan senyawa sulfur (mengurangi hujan asam)

Teman-teman ku
Ini udh lumayan di edit.. Entar tambah2in lagi aja yaaaaaaa.. Maaf kalo kurang memuaskan :D -syaffa