Anda di halaman 1dari 4

5. Susunlah perecanaan / implementasi / evaluasi asuhan keperawatan pada kasus tersebut dan dokumentasikan dengan benar!

Jawab:

No

Diagnosa Keperawatan
Penurunan cardiac output berhubungan dengan patent ductus anteriosus ditandai dengan: DO: TTV: HR: 120x/menit RR: 44x/menit TD: 90/40 mmHg Kardiomegali Dada asimetris Hipertropi ventrikel kiri Pembesara atrium kiri DS: Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan CO dan penurunan aliran darah sitemik ditandai dengan: DO: TTV TD: 90/40 mmHg HR: 120x/menit RR: 44x/menit DS: -

Tujuan

Asuhan Keperawatan
Intervensi Rasional Penurunan CO tampak pada nadi dan tekanan darah Menurunkan prelood dan afterlood Untuk mengetahu perubahan CO

Tupan: Menurunkan beban jantung Tupen: Vital sign menunjukkan dalam batas normal

Monitoring tanda-tanda vital Kolaborasi dengan medis untuk pemberian obat dan terapi digoxin Observasi frekuensi dan bunyi jantung

Tupan: Gangguan perfusi jaringan teratasi Tupen: GAD dalam rentang normal dan tanda-tanda vital membaik

Observasi frekuensi jantung dan bunyi jantung Observasi adanya sianosis Beri oksigen sesuai kebutuhan

Untuk mengetahui perubahan CO Sianosis menandakan adanya gangguan perfusi jaringan Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar yang dapat memperbaiki / menurunkan hipoksia TD dan nadi menunjukkan CO Efisiensi / CO meningkat Asupan oksigen terpenuhi dengan pengembangan thorak yang naik

Observasi tanda-tanda vital Kolaborasi dengan medis untuk pemberian terapi obat digoksin Posisikan klien semi fowler

Potensial gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat ditandai dengan: DO: RR 44x/menit BB 7,5 Kg DS: Saat disusui anaknya terengah-engah

Tupan: Kebutuhan nutrisi terpenuhi Tupen: BB mengalami kenaikan Bayi dapat minum dengan baik

Fasilitasi kebutuhan istirahat selama 1 jam sebelum dan sesudah makan. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan makanan yang mudah dicerna dan nutrisi seimbang. Pasang NGT bila diperlukan

Membatu menurunkan kelemahan selama waktu makan dan meningkatkan asupan kalori total Metode makanan dan kebutuhan kalori didasarkan pada kebutuhan bayi untuk memaksimalkan intake nutrisi NGT membantu pemenuhan asupan nutrisi Posisi ini dapat menghindari isi rongga perut mendesak paru Klien tidak merasa dingin dan pernapasan lancer Menghisap lender akibat ISPA Pasien dapat beristirahat dengan tenang dan daya kerja jantung idak terlalu keras

Gangguan rasa aman dan nyaman berhubungan dengan gejala yang muncul ditandai dengan DO: RR 44x/menit DS: ISPA

Tupan: Pasien merasa nyaman Tupen: Pasien tenang

Posisikan klien semi fowler Selimuti klien tanpa mengganggu pernapasan Lakukan suction Ciptakan lingkungan yang nyaman dan batasi pengunjung

Potensial perasaan cemas orang tua berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit klien.

Tupan: Berkurangnya kecemasan orang tua setelah tindakan asuhan keperawatan Tupen: Orang tua tampak tenang dan berpartisipasi dalam pengobatan Tupan: Kebutuhan cairan tubuh seimbang Tupen: Intake cairan seimbang

Jelaskan tentang kondisi klien Libatkan orang tua dalam perawatan klien Barikan dukungan mental Pantau keseimbangan asupan dan pengeluaran cairan selama 24 jam Kaji distensi leher dan pembuluh perifer, kaji area tubuh yang mengalami edema Buat jadwal asupan cairan Auskultasi bunyi napas, catat penurunan/bunyi tambahan Pantau tekanan darah, CUP bila ada

Orang tua memahami kondisi klien Orang tua memahami kondisi klien Kecemasan orang tua berkurang Terapi dinretik dapat menyebabkan kehilangan cairan tibatiba Retensi cairan berlebihan dapat dimanifestasikan oleh pembendungan vena dan pembentukkan edema Libatkan klien untuk meningkatkan perasaan mengontrol dan kerja sama Kelebihan volume cairan sering menimbulkan kongesti paru Hipertensi dan peningkatan CUP menunjukkan kelebihan volume cairan

Ketidakseimbangan intake cairan berhubungan dengan penurunan CO

Pola napas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sekret ditandai dengan: DO: Suara napas rales Retraksi intercostal RR : 44x/menit DS : Klien terengah-engah saat menysusui Sering mengalami ISPA

Tupan: Pola nfas efektif Tupen: Rales berkurang RR dalam rentang normal

Posisikan klien semi fowler Lakukan suctioning Atur ventilasi ruang perawatan klien

Observasi pola napas, frekuensi, dan bunyi napas Monitoring dengan teliti hasil AGD Berikan Oksigen sesuai program Berikan klien minum air hangat Lakukan pengawasan medis dengan teratur Berikan obat sesuai dengan intruksi Pantau tekanan darah dan CUP bila ada

Pengembangan thorax maksimal Menghisap sekret vyang terakumulasi Ventilasi yang baik membuat kebutuhan O2 di udara tercukupi sehingga napas lebih efektif Perkembangan pola napas terpantau Pemeriksaan AGD menunjukkan intensitas O2 dalam darah Meningkatkan konsentrasi O2 alveolar guna mencegah Sekret menjadi encer dan mudah dikeluarkan Untuk mengetaui lebih dini potensi terjadinya gagal jantung Obat-obatan dapat menghindari terjadinya gagal jantung Peningkatan CUP dan hipertensi menunjukkan terjadinya kongesti paru dan gagal jantung.

Potensial terjadinya gagal jantung berhubungan dengan patent ductus arteriorus ditandai dengan: DO: HR: 140x/menit Bising jantung Murmur Gallop Mid diastolik DS: -

Tupan: Gagal jantung tidak terjadi Tupen: Beban jantung berkurang

Beri Nilai