Anda di halaman 1dari 7

Pembuatan Pipa Menggunakan Metode Welding (pengelasan)

Pipe Welding adalah proses pengerjaan panas pembuatan pipa yang dibentuk dari lembaran logam, dilengkungkan sehingga penampangnya berbentuk lingkaran dan kemudian kedua sisinya disambungkan dengan pengelasan. Bahan dasar proses ini berupa skelp, merupakan lembaran logam yang panjang dan sempit dengan ketebalan tertentu hasil proses hot rolling. Berdasarkan cara penyambungan kedua sisi yang dilas, pipe welding dibagi : a. Butt Welded Pipe b. Lap Welded Pipe

Prinsipnya adalah mula-mula skelp dalam bentuk gulungan (koil) ditempatkan pada welding bell, dilewatkan pada furnace dengan suhunya diatas temperatur rekristalisasi. Setelah dari furnac ditarik menuju roll forming untuk diubah bentuknya menjadi silindir dan kedua sisinya disambung. Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter 1/8 s/d 3.

Figure: Drawing skelp throught a welding bell.

Salah satu ujung skelp dibentuk tirus untuk memudahkan pemasukannya dalam pembentuk lonceng. Skelp dipanaskan sampai suhu las dan ujungnya ditarik melalui pembentuk lonceng sehingga menjadi bulat dan tepinya membentuk lasan tersambung menjadi satu. Selanjutnya dimasukkan dalam rol penyelesaian untuk mendapatkan ukuran yang tepat dan untuk membersihkan teraknya.

Prinsipnya adalah mula-mula skelp sudah mempunyai bentuk sudut sepanjang kedua sisinya, dilewatkan pada furnace dan setelah itu ditarik diantara roll-roll sehingga berbentuk silinder dengan tepinya saling tertindih. Sambil dipanaskan kembali, skelp yang ditekuk bergerak melalui dua buah roll dimana terdapat mandrel untuk mengatur diameter dalam pipa. tepi-tepi dilas dengan tekanan antar roll dan mandrel. Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter 2 s/d 16 dengan panjang pipa maksimum 7 m dan biasanya untuk membuat pipa tembaga dan pipa kuningan.

Figure: Skelp being formed into a continuous butt-welded pipe

Skelp dengan tepi agak tirus dipanaskan dalam dapur pemanas kemudian ditarik melalui die/diantara rol sehingga membentuk silinder dengan tepinya saling tertindih. Kemudian dipanaskan kembali dan ditarik melalui dua buah rol yang beralur. Diantara rol tersebut terdapat mandrel tetap, sehingga tepi akan menyatu karena adanya tekanan antara rol dan mandrel.