Anda di halaman 1dari 5

FISIKA MEKANIKA BAB 5 : GERAK LURUS

24

BAB 5 GERAK LURUS


Pernahkah anda bayangkan bagaimana seorang pengatur lalu lintas kereta api mengatur jam keberangkatan dan jam kedatangan beberapa kereta dengan kecepatan maksimum yang berbeda pada 1 lintasan rel kereta api ? Jika kereta api dengan kecepatan yang lebih rendah bergerak lebih dahulu dari kereta api dengan kecepatan lebih tinggi, maka pengatur lalu lintas kereta harus dapat memperhitungkan selang waktu minimum keberangkatan kedua kereta supaya kereta api yang di belakang (memiliki kecepatan lebih tinggi) tidak menabrak kereta di depannya (memiliki kecepatan lebih rendah) sebelum sampai di stasiun pemberhentian yang ditentukan. Untuk menyelesaikan persoalan di atas kita memerlukan informasi kecepatan maksimum kedua kereta. Pertanyaan akan muncul lagi, bukankah suatu benda tidak dapat langsung bergerak dengan kecepatan maksimumnya dari keadaan mula-mula diam atau dari keadaan bergerak dengan kecepatan maksimum langsung berhenti ? Dari perjalanan kereta di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pada saat pertama kereta bergerak dengan kecepatan berubah, artinya kecepatan kereta api tidak sama sepanjang waktu, tetapi berubah dari keadaan diam (kecepatan nol) sampai mencapai suatu kecepatan tertentu. Selanjutnya mungkin masinis mempertahankan kecepatan tersebut sampai akan mencapai stasiun pemberhentian, lalu masinis akan memperlambat kecepatannya lagi sampai kereta api berhenti (kecepatan nol) tepat di stasiun. Gerak lurus yang terjadi pada saat kereta bergerak dengan kecepatan tetap disebut Gerak Lurus Beraturan (GLB), sedangkan gerakan kereta dengan kecepatan berubah disebut sebagai Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Kereta dikatakan bergerak lurus karena lintasannya berbentuk garis lurus. Jika lintasan gerak lurus berupa garis vertikal seperti gerakan sebuah bola yang dilempar vertikal ke atas dimana setelah mencapai ketinggian maksimum bola tersebut akan diam sebentar lalu berubah arah gerak menjadi vertikal ke bawah,maka gerakannya dinamakan gerak vertikal. Ada gerak vertikal yang ditinjau pada keadaan tetentu yang dinamakan Gerak Jatuh Bebas. Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar mengenai GLB, GLBB, gerak vertikal, gerak jatuh bebas, dan untuk menjelaskan itu semua pertama kali kita terlebih dahulu harus mengetahui besaran-besaran fisis yang berhubungan dengan gerak lurus tersebut.

5.1

Besaran besaran Gerak Lurus

Besaran pokok yang digunakan hanya 2 yaitu : jarak ( besaran pokoknya panjang ) dan waktu, sedangkan besaran besaran turunannya adalah : 1. Laju rata-rata
Laju rata rata = Jarak yang ditempuh Waktu tempuh Perpindaha n Waktu tempuh

( 5.1 )

2. Kecepatan rata-rata
Kecepa tan rata rata =

FISIKA MEKANIKA BAB 5 : GERAK LURUS

25

s s2 s1 s2 s1 = = t t2 t1 t Keterangan : s : jarak / perpindahan (m) t : waktu (dt) v : kecepatan (m/dt) v=

( 5.2 )

3. Kecepatan sesaat Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata pada selang waktu yang sangat pendek.
v= s t 0 t lim

( 5.3 )

Bentuk differensial dari kecepatan sesaat adalah


v= ds dt

sedangkan bentuk integralnya menjadi


s = v dt

4. Percepatan rata-rata
Percepa tan rata rata = Perubahan kecepa tan Waktu tempuh

a=

v v2 v1 v2 v1 = = t t2 t1 t

( 5.4 )

Keterangan : a : percepatan (m/dt2). 5. Percepatan sesaat Percepatan sesaat adalah percepatan rata-rata pada selang waktu yang sangat pendek.
a= v t 0 t lim

( 5.5 )

Bentuk differensial dari percepatan sesaat adalah


a= dv dt

sedangkan bentuk integralnya menjadi


v = a dt

5.2 Gerak Lurus Beraturan (GLB)


Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus yang mempunyai kecepatan tetap (v = tetap) atau percepatan nol (a = 0). Jarak yang ditempuh benda selama t detik dengan kecepatan v yang tetap besarnya adalah s = v.t ( 5.6 ) jika benda tersebut bergerak dengan jarak mula-mula s0 maka jarak yang ditempuh menjadi s = s0 + v.t ( 5.7 )

FISIKA MEKANIKA BAB 5 : GERAK LURUS

26

5.3 Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus yang kecepatannya berubah setiap saat (v = berubah) dan percepatannya tetap (a = tetap). Kecepatan benda pada suatu saat dinyatakan oleh vt = v0 + at ( 5.8 ) Keterangan : vt : kecepatan pada saat t detik v0 : kecepatan awal. Sedangkan jarak yang ditempuh benda selama t detik adalah

s = v0t + 1 2 a t2

( 5.9 )

Jika persamaan 5.8 dan 5.9 digabung akan mendapatkan persamaan 5.10 yang dapat digunakan juga untuk menyelesaikan gerak lurus berubah beraturan. 2 2as = vt2 v0 ( 5.10 )

5.4 Gerak Vertikal


Gerak vertikal adalah GLBB yang lintsannya vertikal (dapat ke bawah atau ke atas). Dalam hal ini percepatannya berupa percepatan grafitasi yang besarnya 9,8 m/dt2 atau dibulatkan menjadi 10 m/dt2. Jika benda bergerak vertikal ke atas maka percepatan grafitasi bernilai negatip sedangkan jika bergerak ke bawah bernilai positip. Dengan demikian kecepatan benda yang bergerak vertikal pada saat t detik adalah, vt = v0 + gt ( 5.11 ) sedangkan ketinggian yang dicapai benda setelah t detik adalah

h = v0t + 1 2 g t2
5.5 Gerak Jatuh Bebas

( 5.12 )

Gerak jatuh bebas merupakan gerak vertikal ke bawah dengan kecepatan awal adalah nol. Contohnya adalah gerakan benda yang dilepaskan dari suatu ketinggian. Dengan demikian kecepatan benda tersebut setelah t detik adalah vt = gt ( 5.13 ) dan ketinggian yang dicapai benda tersebut adalah

h = 12 g t2

( 5.14 )

FISIKA MEKANIKA BAB 5 : GERAK LURUS

27

Untuk memudahkan perhitungan dalam menyelesaikan gerak jatuh bebas maka persamaan 5.13 dan 5.14 dapat digabung sehingga menghasilkan persamaan 5.15 untuk menentukan kecepatan benda pada ketinggian h meter dan persamaan 5.16 untuk menentukan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian h meter. Ingat bahwa tinggi disini merupakan jarak vertikal yang sudah dicapai benda setelah t detik vt = 2 gh ( 5.15 )
t = 2h g

( 5.16 )

5.6 Grafik Gerak Lurus


Hubungan antara besaran besaran dalam GLB dan GLBB dapat ditunjukkan dalam bentuk suatu grafik dimana sumbu-x menunjukkan waktu (t) sedangkan sumbu-y dapat menunjukkan jarak yang ditempuh (s(t)), kecepatan (v(t)), percepatan (a(t)) pada saat t detik. Dari penjelasan mengenai GLB di atas terlihat bahwa jarak yang ditempuh suatu benda selama t detik merupakan fungsi linier terhadap waktu dengan koefisien pengali adalah kecepatan yang besarnya tetap dengan demikian grafiknya berbentuk garis lurus. Kecepatan untuk GLB besarnya selalu tetap setiap saat sehingga grafiknya berbentuk garis horisontal yang memotong sumbu-y di suatu titik yang merupakan besarnya kecepatan, sedangkan percepatannya nol sehingga grafiknya berbentuk garis lurus yang berimpit dengan sumbu-x. Ketiga grafik GLB dapat dilihat pada gambar 5.1 berikut ini. s v a

t Gambar 5.1 Grafik GLB

Untuk grafik GLBB, jarak yang ditempuh suatu benda selama t detik merupakan fungsi dari waktu kuadrat (lihat persamaan 5.9) dengan demikian grafiknya akan berbetuk parabola. Kecepatan setiap saat pada GLBB tergantung pada waktu (linier) dengan hubungan seperti yang ditunjukkan pada persamaan 5.8 dengan titik potong dengan sumbu-y merupakan kecepatan awalnya. Percepatan pada GLBB untuk setiap saat selalu tetap, sehingga grafiknya merupakan garis horisontal yang memotong sumbu-y pada suatu titik yang merupakan besarnya percepatan. Ketiga hubungan di atas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

FISIKA MEKANIKA BAB 5 : GERAK LURUS

28

Gambar 5.2 Grafik GLBB