Anda di halaman 1dari 3

C.

Sabar
sabar secara bahasa adalah menahan atau tabah. Sedangkan secara istilah adalah menahan diri dari sesuatu yang diinginkan, dari kesedihan, kesusahan, kesulitan, putus harapan sesuatu yang ditetapkan (dilarang ataupun diperintahkan) oleh sesuatu hukum.

Jadi sabar adalah keteguhan dalam menghadapi tuntutan hawa nafsu. Tuntutan kebaikan yang dimaksud adalah petunjuk Allah SWT kepada manusia terhadap baik buruk, serta balasan dari perbuatan kita. Sifat inilah yang membedakan manusia dengan hewan dalam mengekang nafsu syahwat. Adapun yang dimaksud tuntutan hawa nafsu adalah tuntutan syahwat dengan segala keinginannya. Barang siapa yang mampu mengalahkan hawa nafsu, maka ia layak digolongkan dengan orang-orang yang sabar. Akan tetapi apabila dirinya dikalahkan oleh hawa nafsunya dan tidak bersabar untuk mengekangnya, maka ia termasuk golongan setan.

1. Aspek Sabar
Pada dasarnya, apa yang dihadapi manusia dalam hidupnya tidak lepas dua perkara, yaitu mengikuti hawa nafsu dan mengikuti hawa nafsu. Oleh karena itu setiap orang butuh kesabaran dalam menahan dan mengendalikan haawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari. Itu artinya manusia tidak boleh lepas dari sifat sabar. Di antara aspek sabar dalam kehidupan manusia adalah :

Sabar dan menerima kebahagiaan dan nikmat Allah memberikan rezeki kepada makhluk-nya dalam bentuk kenikmatan, harta, kedudukan, keluarga, dilapangkan rezekinya, banyak pengikut dan seluruh kenikmatan duniawi. Semua ini cobaan Tuhan kepada manusia. Apakah ia mampun untuk mengendalikannya atau justru terhanyut dan tunduk kepada hawa nafsunya dalam kenikmatan duniawi dan meninggalkan ketaatan kepada Allah SWT. Karena itulah allah SWT memperingatkan hamba-nya terhadap fitnah harta benda, istri, suami, dan anak-anak.

Sabar dalam menghadapi musibah Sabar terhadap bencana/musibah seperti meninggalnya orang-orang terdekat,

kehancuran dan kehilangan harta benda, tercabutnya nikmat sehat lantaran datangnya sakit, buta mata, cacat tubuh, dan lain-lain. Semua itu merupakan puncak dan setinggi-tingginya kesabaran, karena pada titik itulah manusia merasa benar-benar berada pada kepedihan dan kepiluan. Disaat seperti itulah manusia, membutuhkan ketabahan dan keteguhan hati dalam menerima keadaan tersebut. Sesungguhnya seseorang dapat dikatakan sabar dalam menghadapi segala musibah dan bencana bila ia tetap tegar dan tabah dalam menghadapi musibah itu.

Sabar dalam menjalani ibadah Taat dalam menjalani ibadah membutuhkan kesabaran, yaitu sabar dalam menahan diri dari rasa malas untuk sholat, rasa kikir untuk berzakat, rasa malas dan kikir untuk pergi haji dan berjihat, dan lain sebagainya.

2. Kisah hikmah
kisah tentang Ummu sulaim ketika anak laki-lakinya meninggal dunia, sedangkan suaminya Abu Thalhah berada dimedan jihat. Lalu ketika suaminya pulang, ia pun menyambutnya dengan penuh mesra seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Bahkan Ummu Sulaim mepersiapkan hidangan untuk suaminya. Namun, Abu Thalhah menanyakan tentang anaknya, bagaimana anak-anak? Ummu Sulaim menjawab:Alhamdullilah, anak kita sudah lebih tenang dari sebelumnya. Kemudian setelah itu Ummu Sulaim melayani suaminya dengan baik, setelah selesai melayani suaminya Ummu Sulaim berkata, Bagaimana seandainya kita meminjam sesuatu, kemudian yang meminjamkannya meminta kembali. Apa yang akan kita lakukan? kemudian suaminya menjawab, :kita harus mengembalikannya, karena itu bukan milik kita. Ummu Sulaim berkata kepada suaminya dengan tenang., begitulah yang terjadi dengan anak kita, Allah SWT telah meminjamkannya kepada kita dan Dia telah mengambilnya kembali. Abu Thalhah pun memahami maksud istrinya dan menerimanya dengan ikhlas dan rida. Kemudian ia bertemu dengan Rasullulah SAW dan menceritakan hal itu, lalu rasullulah SAW berdo. Setelah itu Ummu Sulaim hamil kembali dan melahirkan anak yang diberi nama Abdullah. Menurut riwayat, Abdullah punya tujuh orang anak, yang seluruhnya menjadi penghafal AL-Quran . itulah buah man is dari kesabaran.