Anda di halaman 1dari 20

PERCOBAAN TEKNIK ASEPTIS DAN PEWARNAAN GRAM BAKTERI

KELOMPOK C1
Eva Ratnasari Distiana Nur Belinda Riko Rivai Marina Dewi Hapsari Safrina Kusuma Dewi Pramita Bekti N (06613008) (09613053) (09613054) (09613056) (09613134) (09613148)

Latar Belakang
Sejarah perkembangan mikrobiologi dimulai dengan adanya pengamatan dari Leeuwenhoek pada tahun 1675 dengan ditemukannya suatu rahasia dunia mikroorganisme. Seingga hal ini menimbulkan rasa keingintahuan ilmuwan untuk meneliti lebih jauh tentang asal mula kehidupan

Sebelum melakukan pengamatan terhadap bakteri di laboratorium, terlebih dahulu kita harus menumbuhkan atau membiakan bakteri tersebut. Pembiakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengamatan yang akan dilakukan pada bakteri tersebut di laboratorium, sehingga jika sewaktuwaktu kita membutuhkan kembali bakteri tersebut untuk suatu percobaan maka bakteri telah tersedia. Biakan dapat disimpan didalam lemari es untuk waktu yang cukup lama tanpa adanya kerusakan.

Metode sterilisasi dibagi menjadi dua, yaitu

metode fisik

metode kimia

Umumnya untuk bahan yang sensitif terhadap kelembapan digunakan metode sterilisasi panas kering pada temperature C, sedangkan untuk bahan yang resisten kelembapan digunakan metode sterilisasi panas basah pada temperature . Proses sterilisasi panas ini terdiri atas tiga tahap, yaitu:

Tahap pemanasan (heating stage) Tahap sterilisasi (holding stage): Tahap pendinginan (cooling stage): 1.

Pewarnaan Gram merupakan pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.

Pewarnaan ini merupakan tahap penting dalam pencirian dan identifikasi bakteri. Pewarnaan Gram memilahkan bakteri menjadi kelompok Gram positif dan Gram negatif1.

Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif

Untuk mendapatkan biakan murni bisa dengan cara seperti berikut :


Teknik Penggoresan Agar Teknik Agar Tuang Teknik Agar Sebar

CARA KERJA
Teknik Aseptis Pengecatan Gram

LAF memiliki prinsip tekanan dalam ruang LAF lebih tinggi daripada di lingkungan luar LAF sehingga kontamian dari luar tidak bisa masuk ke LAF yang dapat mengontaminasi pemindah biakan bakteri.

Hasil
hasilPada pemindah biakan bakteri dari yang kurang baik, media cair ke media cair

Pada pemindah biakan dari media agar miring ke media agar miring (slant to slant)

Pada pemindah biakan bakteri dari media cair ke media padat (broth to plate) dilakukan dengan menggunakan dua cawan petri

Staphylococcus aureus termasuk bakteri Gram positif sedangkan bakteri Escherichia coli termasuk bakteri Gram negatif. Staphylococcus aureus memiliki bentuk bulat dalam koloninya sedangkan Escherichia coli memiliki bentuk batang.

Dengan pengelompokkan bakteri menjadi bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif dapat diketahui bakteri mana yang bersifat toksik.

KESIMPULAN
Teknik aseptis digunakan untuk mempersiapkan alat dan bahan sebelum bekerja di laboratorium mikrobiologi ; Pengecatan Gram pada bakteri dimaksudkan untuk memudahkan penelitian bakteri karena bakteri tidak berwarna dan transparan; Perbedaan Bakteri Gram positif dan Gram negatif terletak pada kekuatan masing masing bakteri mempertahankan warna dari cat yang telah diberikan ; Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan pada struktur dinding sel antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif ; Perbedaan struktur dinding sel juga menyebabkan bakteri Gram negatif cenderung lebih berbahaya dibandingkan bakteri Gram positif.

DAFTAR PUSTAKA
Pelczar, Michael J., dan Chan, E. C. S., 1986, Dasar-dasar Mikrobiologi Jilid 1, UI Press, Jakarta, hal. 116 119. 2. Waluyo, Lud, 2010, Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi, UMM Press, Malang, hal. 104 106. 3. Radji, Maksum, 2011, Buku Ajar Mikrobiologi : Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, hal. 14 16, 98 100

TERIMA KASIH