Anda di halaman 1dari 4

TUGAS REKAYASA THERMAL

~SIKLUS CARNOT

Ferry Setyo K 2410 105 006








!ROGRAM STUDI S-1 LINTAS 1ALUR TEKNIK FISIKA
1URUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SE!ULUH NO!EMBER
SURABAYA
2011

SIKLUS CARNOT
Setiap sistem termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah
sistem termodinamika terjadi ketika suatu sistem mengalami rangkaian keadaan-
keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Dalam proses
melalui siklus ini, sistem tersebut dapat melakukan usaha terhadap
lingkungannya, sehingga disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan cara memindahkan energi dari daerah
yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya, mengubah
sebagian energi menjadi usaha mekanis. Sistem yang bekerja sebaliknya, dimana
gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat menyebabkan proses
yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih dingin ke energi panas
disebut mesin reIrigerator.
Konsep eIisiensi muncul karena adanya perbedaan kemampuan pada
setiap mesin untuk mengabsorpsi panas menjadi kerja. Ketika sistem dalam suatu
mesin menjalani suatu siklus, sejumlah kalor diserap dari tandon panas. Pada
bagian lain siklus tersebut, kalor yang jumlahnya lebih sedikit selalu dibuang ke
tandon yang lebih dingin. Oleh karena itu eIisiensi mesin yang sebenarnya tidak
pernah 100.
Prinsip eIisiensi maksimum dinyatakan oleh Carnot. Mesin yang memiliki
eIisiensi paling tinggi adalah mesin yang beroperasi pada siklus reversibel, yang
disebut siklus Carnot, dan mesinnya disebut mesin Carnot. Mesin carnot bekerja
berdasarkan suatu siklus yang disebut siklus carnot. Siklus ini terjadi pada sebuah
silinder berisi gas yang dinding-dindingnya terisolasi secara temal ( panas tidak
dapat menembus dinding silinder). Bahan atau zat yang dilibatkan dalam mesin
kalor berdasarkan silkus carnot adalah suatu gas ideal
Siklus Carnot adalah siklus termodinamik ideal yang mampu-balik, yang
pada mulanya digunakan sebagai standar terhadap kemungkinan maksimum
konversi energi panas ke energi mekanik. Dalam bentuk sebaliknya, juga
digunakan sebagai standar penampilan maksimum suatu alat pendingin. Siklus
Carnot tidak mungkin diterapkan karena tidak mungkin mendapatkan suatu siklus
yang mutlak mampu-balik di alam nyata, tetapi dapat dianggap sebagai kriteria
pembatas untuk siklus-siklus lainnya.
Siklus Carnot berlangsung dengan suatu urut-urutan yang terdiri atas 4
proses yang mampu-balik, yaitu dua proses adiabatik dan dua proses isotermik.







Gambar skema siklus carnot


Siklus Carnot dapat dilakukan pada berbagai keadaan, bisa cair, gas, padat,
pemukaan atau zat paramagnetik. Secara sederhana, untuk gas ideal seperti skema
di atas:
Proses a-b : ekaspansi isotermal pada temperatur T
h
(temperatur tinggi).
Gas dalam keadaan kontak dengan reservoir temperatur tinggi. Dalam
proses ini gas menyerap kalor T
h
dari reservoir dan melakukan usaha W
ab

menggerakkan piston.
Proses b-c : ekaspansi adiabatik. Tidak ada kalor yang diserap maupun
keluar sistem. Selama proses temperatur gas turun dari T
h
ke T
c

(temperatur rendah) dan melakukan usaha W
ab
.
Proses c-d : kompresi isotermal pada temperatur T
c
. Gas dalam keadaan
kontak dengan reservoir temperatur rendah. Dalam proses ini gas melepas
kalor Q
c
dari reservoir dan mendapat usaha dari luar W
cd
.
Proses d-a : kompresi adiabatik. Tidak ada kalor yang diserap maupun
keluar sistem. Selama proses temperatur gas naik dari T
c
ke T
h
dan
mendapat usaha W
da
.

O Iisiensi mesin Carnot adalah
"

"

"



Karena energi dalam pada proses isotermal tidak berubah, maka aliran
panas dapat dihubungkan dengan kerja sebagai berikut:

Untuk aliran panas "1:

Karena -dan .terletak pada proses adiabatis yang sama:

demikian juga antara ,dan /:

diperoleh:

Sehingga:

Untuk gas ideal, rasio "1/"2 hanya tergantung pada suhu %1 dan %2.