Anda di halaman 1dari 10

Akuntansi Syariah

Maulana Ridwan A.
21100111140087
Apa itu akuntansi syariah
Akuntansi isIam
acana baru akuntansi syariuah tidak hadir dalam suasana yang
vakum, tetpai di stimulasi oleh banyak faktor yang berinteraksi begitu
kompleks, non linear, dinamis dan berkembang.
01inisi
Akutansi slam atau Akutansi Syariah pada hakekatnya adalah
penggunaan akutansi dalam menjalankan syariah slam. Shahata
(Harahap, 1997:272) misalnya mendefinisikan Akutansi slam sebagai
berikut:
" Postulat, standar, penjelasan dan prinsip akutansi yang
menggambarkan semua hal.sehingga akutansi Islam secara teoritis
memiliki konsep, prinsip, dan tujuan Islam juga. Semua ini secara
serentak berjalan bersama bidang ekonomi, social, politik, idiologi,
etika, kehidupan, keadilan dan hukum Islam. Akutansi dan bidang lain
itu adalah satu paket dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain,."
S0arah dan P0rk0mbangan
!engaruhslam dalam !erkembangan Akuntansi(!ra-
!emerintahanslam)
!ada masa penyebaranslam, peradaban manusia didominasi
oleh Bangsa !ersia dan Bangsa Romawi
Sebagian besar daerah di TimurTengah berada dalamjajahan
Romawi dan menggunakan bahasa negara jajahan seperti
Sham (meliputiSiria, Lebanon, jordania, !alestina, srael),
sedang raq dijajah oleh !ersia
!erdagangan bangsa Arab Mekkah terbatas keYaman pada
musim dingin dan keSham padamusim panas.
P0ngaruh IsIam daIam P0rk0mbangan Akuntansi (Pasca-
P0m0rintahan IsIam)
!enyebaran slam menyebabkan penggunaan angka arab (adanya
angka nol) meluas ke berbagai wilayah didunia.
Kewajiban mencatat transaksi tidak tunai(lihatQS 2:282) mendorong
umat slam peduli terhadap pencatatan dan menimbulkan tradisi
pencatatan transaksi dikalangan umat.
Hal ini mendorong berkembangnya kerjasama (partnership).
Kewajiban membayar zakat telah mendorong:
pemerintah slam: membuat laporan keuangan periodik Baitul Maal
pedagang Muslim :mengklasifikasikan harta nya sesuai ketentuan
zakat dan membayarkan zakatnya jika telah memenuhi nishab dan
haul
!eran akuntan penting dalam pengambilan keputusan terkait dengan
kekayaan pemerintah dan pedagang.
Prakt0k Akuntansi P0m0rintahan IsIam
!ada zaman Rasululullah cikal bakal akuntansi dimulai dari
fungsi-fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuannya dan
penunjukkan orang-orang yang kompeten(Zaid, 2000)
!emerintahan Rasulullah memiliki 42 pejabat yang digaji,
terspesialisasi dalam peran & tugas tersendiri (Hawary, 1988)
!erkembangan pemerintahan slam hinggaTimurTengah,
Afrika, dan Asia dizaman Umar bin Khatab telah meningkatkan
penerimaan dan pengeluaran negara.
!ara sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk
pertanggung jawaban penerimaan dan pengeluaran negara
UmarBin Khatab mendirikan lembaga yang bernama
Diwan(dawwana=tulisan)
Prakt0k Akuntansi P0m0rintahan IsIam
Reliabilitas laporan keuangan pemerintahan dikembangkan
oleh Umar bin Abdul Aziz(681-720M) dengan kewajiban
mengeluarkan bukti penerimaan uang (mam, 1951)
Al aleed bin Abdul Malik (705-715 M) mengenalkan catatand
an register yang terjilid dan tidak terpisah seperti sebelumnya
(Lasheen, 1973)
Evolusi perkembangan pengelolaan buku akuntansi mencapai
tingkat tertinggi pada masa Daulah Abbasiah
Akuntansi diklasifikasikan pada beberapa spesialisasi seperti
akuntansi peternakan, akuntansi pertanian, akuntansi
bendahara, akuntansi konstruksi, akuntansi matauang, dan
pemeriksaan buku/auditing (Al-Kalkashandy, 1913)
AhIi para nabi Muhammad SAW
Nabi Muhamad: P0rumus P0rtama Ekonomi Syariah
Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad saw adalah pemikir dan
aktivis pertama ekonomi syariah, bahkan sebelum ia diangkat sebagai
Nabi dan Rasul. Pada zamanya telah dikenal pula transaksi jual beli
serta perikatan atau kontrak (al-buyu` wa al-uqu`d). Di samping,
samp|ai bats-batas tertentu, telah dikenal pula bagaimana mengelola
harta kekayaan negara dan hak rakyat di dalamnya. Berbagai bentuk
jual beli dan kontrak termaksud telah diatur sedemikian rupa dengan
cara menyerap tradisi dagang dan perikatan serta berbagai bentuk
kontrak yang telah ada sebelumnya yang mendapat penyesuaian
dengan wahyu, baik Alquran maupun Sunnah. Bahkan lebih jauh lagi,
Sunnah Rasul telah mengatur berbagai alat transaksi dan teori
pertukaran dan percampuran yang melahirkan berbagai istilah teknis
ekonomi syariah serta hukumnya, seperti al-buyu, al-uqud, al-
musyarakah, al-mudlarabah, al-musaqah, dll. Sementara para aktivis
awal di bidang ini adalah para Sahabat Rasul itu sendiri.
abi Muhamad: !erumus !ertama Ekonomi Syariah
!emikiran ekonomi mendasar yang dikemudian hari disebut
teori pertukaran atau percampuran (the theory of exchange)
telah digariskan oleh Rasulullah. Landasan pertukaan barang
dan jasa yang merupakan salah satu inti kegiatan ekonomi
terdiri dari dua pilar: !ertama, obyek pertukaran yang dalam
fiqh dibedakan jenisnya, yakni: ayn (real assets) berupa
barang dan jasa; dan dayn (financial assets) berupa uang dan,
sekarang dalam bentuk, surat berharga. Kedua, waktu
pertukaran, yakni dalam bentuk naqdan (immediate delivery)
yakni penyerahan pada saat itu juga atau ghayru naqdan
(penyerahan kemudian). Ada tiga jenis pertukaran jika dilihat
dari segi obyeknya, yakni: ayn bi ayn; ayn bidayn; dan, dayn
bidyan seperti pada gambar di bawah ini[9]:
ons0p P0ngukuran
Konsep unit akuntansi
Konsep going concern
Konsep periodesasi
Stabilitas daya beli unit moneter
P0ngakuan P0ndapat S0cara
AkruaI
!endapatan Aktiva !roduktif
!erubahan kolektibilitas
!engakuan pendapatan akrual