Anda di halaman 1dari 1

Sebuah tanah yang cukup luas tersembunyi di ujung kompleks perumahan kami.

Tanah itu dikelilingi dengan batako yang disusun hingga menjadi pagar yang cukup kokoh, dengan sebuah pintu gerbang yang cukup untuk dilalui sebuah kendaraan roda empat. Secarik kertas tergantung di depan pagar. Bangunan ini disegel, begitu tulisan yang tertulis di atas kertas. Bangunan yang dimaksud dalam segel itu adalah sebuah bangunan yang terdiri dari tiangtiang bambu yang menyangga atap seng dan tanpa ada dinding, hanya lantai yang keramik, tiang bambu dan atap seng, itu saja. Bangunan itu, kami menyebutnya Masjid. Sebuah masjid sederhana