Anda di halaman 1dari 13

DERMATITIS KONTAK ALERGI

Hidayati 2008730012

DEFINISI
Dermatitis kontak alergi adalah suatu dermatitis atau peradangan kulit yang timbul setelah kontak dengan alergen melalui proses sensitasi(R.S. Siregar : 109. 2002). Dermatitis kontak alergi merupakan dermatitis kontak karena sensitasi alergi terhadap substansi yang beraneka ragam yang menyebabakan reaksi peradangan pada kulit bagi mereka yang mengalami hipersensivitas terhadap alergen sebagai suatu akibat dari pajanan sebelumnya. (Dorland, W.A. Newman : 590. 2002)

ETIOLOGI
y Bahan kimia BM rendah < 1000 dalton disebut hapten, lipofilik, sangat reaktif & hapten, lipofilik, dapat menembus str korneum. korneum.

Patogenesis
Melalui reaksi imunologik tipe IV, suatu hipersensitifitas tipe lambat. lambat.  Reaksi ini terjadi dalam 2 fase yaitu fase sensitifitas dan fase elisitasi. elisitasi.

Lanj Lanj
Fase sensitisasi/ primer/ induksi sensitisasi/ Penetrasi hapten ke kulit, berikatan dgn kulit, karier protein di epidermis dipresentasikan o/ sel langerhans pd sel T kel limfe regional, akan merangsang limfosit T utk memperbanyak & berdiferensiasi menjadi sel T efektor & sel memori. memori.

Lanj Lanj
Fase Elisitasi/ sekunder/ eksitasi Elisitasi/ sekunder/ Pajanan hapten pada individu yang telah tersensitisasi, tersensitisasi, shg Antigen dipresentasikan o/ sel langerhans ke sel T memori. Kemudian terjadi memori. reaksi imun yang menghasilkan limfokin inflamasi.

Gejala Klinis
Penderita umunya mengeluh gatal pada area yang terpajan/kontak dengan sensitizer/alergen.  Fase akut : Merah, edema, papula, vesikula, berair, krusta, gatal. Merah, papula, vesikula, berair, krusta, gatal.  Fase Kronik : Kulit likenifikasi, kulit pecah-pecah, skuama, kulit likenifikasi, pecah-pecah, skuama, kering dan hiperpigmentasi

Diagnosa
Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejalagejala dan adanya riwayat kontak dengan bahan iritan atau alergen. Jika diduga suatu dermatitis kontak bisa dilakukan test patch. Suatu plester kecil yang mengandung zat-zat yang biasanya menyebabkan dermatitis, ditempelkan pada kulit penderita selama 2 hari untuk melihat apakah terbentuk suatu ruam dibawah salah satu plester tersebut.

Pengobatan
Hal yang perlu diperhatikan pada pengobatan dermatitis kontak alergi adalah upaya pencegahan terulangnya kontak kembali dengan alergen penyebab, dan menekan kelainan kulit yang timbul.

1. Pengobatan secara topical Untuk lesi yang akut dan basah diberi kompres NaCl 0,9%, jika kering gunakan krim kortikosteroid,hidrokortison 1%, atau betametasone valerat 0,005%-0,1%.

2. Pengobatan secara sistemik

Kortikosteroid, hanya untuk kasus yang berat dan digunakan dalam waktu yang singkat. 1. Prednison 5-10 mg/dosis, 2-3 kali/24 jam (dewasa), 1mg/kgBB/hari (anak) 2. Dexametasone 0,5-1mg/dosis, 2-3kali/24jam(dewasa), 0,1 mg/kgBB/hari (anak)

Antihistamin 1. Chlorpheniramin meleat 3-4 mg/dosis,2-3kali/24jam (dewasa), 1-2 tahun : 1mg 2 kali sehari. 2-5 tahun : 1mg setiap 4-6 jam, 6-12 tahun 2mg setiap 4-6 jam (anak).

Antibiotika bila ditemukan tanda tanda infeksi sekunder Amoksisilin 3 X 500 mg/hari atau Klindamisin 2 x 300 mg/hari selama 5-10 hari.

Prognosis
Prognosis DKA umumnya baik, sejauh bahan baik, kontaknya dapat disingkirkan. Prognosis kurang baik disingkirkan. dan menjadi kronis bila terpajan oleh alergen yang tidak mungkin dihindari, misalnya berhubungan dihindari, dengan pekerjaan tertentu atau yang terdapat di lingkungan penderita. penderita.