Anda di halaman 1dari 2

Mahasiswa: Tulisanmu Wujud Kepedulian Sosialmu

Kemudahan akses informasi telah membuka tabir-tabir yang pada saat dulu tabu atau sengaja dibatasi penyebarannya dan hanya boleh dikonsumsi oleh kalangan tertentu. Perkembangan teknologi memungkinkan mahasiswa saat ini menggali informasi sedalam dalamnya. Lewat informasi tersebutlah mahasiswa dapat memperoleh suatu bahan tulisan atau memperkuat gagasannya untuk kemudian ditulis dan disebarkan lagi. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa dapat memanfaatkan kemudahan fasilitas yang ada dengan baik. Seringkali dijumpai betapa kemudahan fasilitas yang ada telah melenakan para mahasiswa untuk asyik dengan dunianya sendiri, melakukan hal yang kurang bermanfaat dan yang paling memperhatinkan adalah bahwa mahasiswa melupakan tanggung jawab sosialnya. Inilah kenyataan yang ada bahwa semakin kesini manusia cenderung mengurangi sendiri apa yang disebut nilai sosial, tidak terkecuali dengan sekolompok pemuda yang katanya intelek yang disebut dengan mahasiswa. Asyiknya dunia maya membuat mereka mencipatakan sekat tersendiri dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Mari kita lihat hal ini dengan hal yang mungkin sepele seperti seberapa banyak mahasiswa rela meluangkan waktunya sebentar saja membaca suatu situs berita tentang kondisi yang terjadi kini. Mungkin hal ini memang tidak bisa menjadi barometer kesosialan seseorang, namun hal ini dapat sedikit memberikan gambaran rasa keingintahuan yang berkembang menjadi kepedulian atau kepekaan mengenai dunia sosial di sekitarnya. Mari kita cermati sejenak kejadian berikut ini: A mengupdate status facebooknya yang berisikan kritik pada proyek renovasi toilet DPR yang menghabiskan dana miliran rupiah sedangkan di luar sana masih banyak rakyat yang menggunakan jamban bersama-sama dan jambannnya pun sangat tidak layak. B mengupdate status facebooknya yang berisikan curahan hatinya yang sedang senang berbahagia berbelanja di suatu tempat perbelanjaan elit di Jakarta. Sungguh hal yang lumrah ketika lebih banyak perhatian ditujukan terhadap status si B dengan dibuktikan lebih banyaknya yang mengklik tombol like dan jumlah komentar yang ada dibandingkan dengan status si A. Aneh? Tentu saja tidak. Beginilah adanya kondisi pemuda masa kini. This is about me, not us. Mahasiswa bicara, maka dia ada. Sebuah pepatah yang menggambarkan betapa peran mahasiswa sangat besar dalam memberikan aspirasi, feed back, dan kritisi mengenai isu-isu sosial di sekitarnya. Media ekspresi mahasiswa di masa kini sangat beragam dan hal ini menjadi senjata tak ternilai dalam proses penyampaian aspirasi. Mahasiswa memiliki beberapa peran yang antara lain sebagai kontrol sosial. Hal tersebut dapat dimulai dari tulisan yang disebarkan lewat media baik cetak maupun elektronik seperti jejaring sosial yang umum dimiliki oleh mahasiwa. Dan hal penting adalah

bahwa tidak dapat dipungkir sebuah tulisan dapat memberikan pengaruh. Oleh karena itu, wujudkanlah tanggung jawab sosialmu wahai mahasiswa! mari dimulai dengan tulisan yang bermanfaat dan menggugah kepekaan sosial bagi yang lain.