Anda di halaman 1dari 5

Dinkes Jember Sebar Ribuan Masker

y y y

Rabu, 15 Desember 2010 | 21:36 WIB

JEMBER | SURYA Online - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan sebanyak 25 ribu masker untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik Gunung Bromo yang mengarah ke Kabupaten tersebut. Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Yumarlis, Rabu (15/12/2010), mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyediakan ribuan masker di masing-masing pusat kesehatan masyarakat (puskemas). Kami mendapat laporan bahwa banyak warga di kawasan kota juga merasakan turunnya hujan abu vulkanik Bromo, tutur Yumarlis. Dinkes Jember, lanjut Yumarlis, akan membagikan sekitar 500 masker untuk 49 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Jember, apabila diperlukan oleh masyarakat setempat. Awalnya, hujan abu vulkanik turun di sejumlah kecamatan di Jember bagian barat dan selatan, namun warga di kecamatan kota yakni Kecamatan Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates merasakan hujan abu vulkanik yang tidak terlihat mata itu, ujar Yumarlis. Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Jember, Edi Budi Susilo mengatakan, hujan abu vulkanik Bromo meluas di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember. Meski diguyur hujan abu vulkanik Bromo, aktivitas warga Jember tidak terganggu. Sebagian pengendara sepeda motor sudah menggunakan masker, tutur Edi. Edi menjelaskan, beberapa kecamatan yang diguyur hujan abu vulkanik antara lain Kecamatan Kencong, Jombang, Gumukmas, Rambipuji, Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang.

Saya imbau warga tidak perlu panik dengan hujan abu vulkanik Bromo, namun masyarakat sebaiknya menggunakan masker saat keluar rumah dan bepergian dengan sepeda motor, kata Edi. Sementara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situsnya menyatakan, aktivitas kegempaan maupun visual erupsi Gunung Bromo masih berfluktuatif dengan kecenderungan mengalami penurunan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi maka status kegiatan Gunung Bromo diturunkan dari Awas (Level IV) menjadi Siaga (Level III) sejak 6 Desember 2010 pukul 12.45 WIB. Dibaca: 5032

PEMBAHASAN Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu (Epi=pada, Demos=penduduk, logos = ilmu), dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat. Menurut W.H. Welch epidemiologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular. Dalam

perkembangannya, masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang. ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut : 1) Frekuensi masalah kesehatan 2) Penyebaran masalah kesehatan 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan. Menurut saya, berdasarkan teori epidemiologi yang dapat dihubungkan dengan berita surat kabar surya online tertanggal 15 desember 2010 yang mebahas mengenai tindakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember yang memberikan kebijakan berupa menyiapkan 25 ribu untuk disebarkan di masing-masing puskesmas. Dari kabar tersebut terlihat upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Jember untuk melakukan prevensi primer/ pencegahan terjadinya penyakit dengan menyediakan dan membagikan masker kepada masyarakat jember. Perlindungan umum (general protection) yang diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember kepada masyarakt yang beresiko terkena dampak abu vukanik dari gunung bromo seperti salah satunya infeksi saluran pernapasan atas/akut (ISPA) yang dapat berakibat pada derajat kesehatan masyarakat jember yang mengarah ke kejadian luar biasa penyakit. Upaya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember merupakan tindak lanjut dari identifikasi masalah abu vulkanik yang sudah terlebih dahulu menyerang kota yang berada di sekitar gunung bromo seperti lumajang dan probolinggo. Upaya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember juga disambut baik dengan masyarakat jember

ditandai dengan pengendara motor yang sudah mulai memakai masker, hal tersebut merupakan kesadaran masyarakat akan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan akibat abu vulkanik dari gunung bromo. Karena, jikaabu vulkanik yang kemudian masuk ke dalam pernapasan cukup banyak, maka bisa membuat saluran pernapasan membengkak karena efek dari panasnya udara. Yang terjadi, bisa saja sesak napas, bahkan sampai mengancam jiwa. Jadi langkah proteksi dan pencegahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember merupakan langkah yang kongkrit dalam mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan abu vulkanik. Dampak kesehatan yang terjadi di luar kesehatan pernapasan atau paru, di antaranya iritasi pada mata, seperti mata berair hingga kebutaan. Kulit pun menjadi bagian yang terkena dampak akan bahaya vulkanik, di antaranya iritasi berupa gatal-gatal, bisa membuat erosi, bahkan kulit bisa terbakar karena abu vulkanik, sehingga pihak untuk kedepannya Dinas Kesehatan Kabupaten Jember harus lebih

menghimbau akan bahaya lain akibat abu vulkanik.

DAFTAR PUSTAKA . 2010. Kejadian epidemiologi. http://surya. co. id/2011/2/dinkesjember-sebar-ribuan-masker.html. (26 februari 2011) . 2010. Epidemiologi. http://ajago.blogspot.com/2007/11/dasar-e-pi-d-e-m-i-o-l-o-g-i.html. (26 februari 2011) . 2010. Abu Vulkanik. http://lifestyle.okezone. com/read/ (26

2010/11/02/195/ februari 2011) . 2010.

388800/bahaya-abu-vulkanik-bagi-kesehatan.

Abu

Vulkanik.

http://lifestyle.okezone.

com/read/ (26

2010/11/02/195/ februari 2011)

388800/bahaya-abu-vulkanik-bagi-kesehatan.

Sedimen, Arya. 2007. Epidemiologi I Pengukuran dan Analisa. Jember; Hand out Mata Kuliah Epidemiologi Sedimen, Arya. 2007. Kejadian Luar Biasa. Jember; Hand out Mata Kuliah Epidemiologi