Anda di halaman 1dari 3

Contoh 1 -Bahan21. bacillus subtilis 2. Nutrient broth (DIFCO) 3. KCL (Potassium Chloride) 4. MgSO4 (manganese sulfat) 5.

agar (DIFCO) 6. MnCL2, 4H2O (Manganese Chloride) 7. FeSO4.7H2O 8. Sodium sulfate (Na2SO4) 9. H2O (water)

Contoh 1 Persiapan dari B.subtilis mutant yang mana menghasilkan produksi surfaktan yang berlebihan 1. Masukan strain B. Subtilis dengan medium DIFCO VY (veal Yeast) 10 ml (Veal Infusion broth 25 g/l dan yeast 5 g/l) pada suhu 370C selama 16 jam kedalam gentle stiring (200 rpm) 2. separasi dari cairan superatant dengan cara Sentrifugasi 5.000 rpm selama 10 menit TM BUfffer (tris-HCL 0,05 M, maleic acid 0,05 M, (NH4)2SO4 1 g/liter, MgSO4.7H2O 0,1 g/l, CA(NO3)2 5 mg/l, Fe-SO4.7H2O 0,25g/l, dan NaOH 5N untuk pH 6 3. separasi kembali dari cairan superatant dengan cara Sentrifugasi 5.000 rpm selama 10 menit TM BUfffer (tris-HCL 0,05 M, maleic acid 0,05 M, (NH4)2SO4 1 g/liter, MgSO4.7H2O 0,1 g/l, CA(NO3)2 5 mg/l, Fe-SO4.7H2O 0,25g/l, dan NaOH 5N untuk pH 6 4. 5 ml larutan hydrated N-methyl-N-nitro-N-nitrosoguanidine, Tambahkan H2O dengan perbandingan 1:1 dan TM buffer 0,3 mg/ml) di inkubasi dalam stiring dengan suhu 370 C 5. Setelah 30 menit suspensi disentrifuge kembali dan sel dapat direcover dengan TM buffer 5ml dan di supend kembali dalam 50 ml fresh VY medium. 6. Sebanyak 1 ml suspensi di tumbuhkan di gentle stiring pada suhu 370 C, selama satu malam, dan setelah itu tambahkan 0,2 ml sterile glycerol, dan dinginkan pada suhu 800 C

7. B. Subtilis mutant diseleksi dengan filter sterile Gauze dan menggunakan TBAB (DIFCO) sebagai mediumnya, setelah itu disterilisasi selama 20 menit dengan suhu 1200 C 8. Setelah itu di Inkubasi pada suhu 370 C selama 16-24 jam, 9. Diameter dari haemolysis haloes yang berada disekeliling koloni bakteri menunjukan bahwa itulah surfactan yang diproduksi oleh B. Subtilis

Contoh 2 Produksi surfaktan didalam labu laboratorium 1. B Subitilus 10 ml VY medium pertumbuhan selama 16 jam pada suhu 370 C 200 rpm 2. Kemudian dimasukan kedalam Flask ukuran 2 L 250 rpm, 370 C, 24 / 48 jam di Inkubator. 3. Disentrifugasi 2 ml, 7.000 rpm selama 5 menit dengan suhu 40 C 4. Surfaktan ditentukan berdasarkan deposisi dari cairan supernatant, dengan TBAB sebagai medium platenya 5. Kemudian cairan supernatant dicairkan dengan air sitilasi dengan perbandingan 1:10.000 6. Difermentasikan selama 10 jam Contoh 3 Mengetahui efek asam amino terhadap pertumbuhan dan produksi surfaktan oleh B.Subtilis 1. Menggunakan Flask 2 L dengan 1 L medium dengan konsentrasi 5 mg/L, 2. Dengan menggunakan 4 jenis asam amino, L-Leucine (Leu), L-Valine (val), LIsoleucine (Lie) dan D-Leucine. 3. 3 jenis asam amino yang meningkatkan biomasa yaitu , L-Leucine (Leu), L-Valine (val), L-Isoleucine (L-Lie) 4. Selama 20 jam fermentasi, menghasilkan surfaktan 30% lebih banyak. 5. Kemudian ditambahkan (Lie) setelah 1 jam dari fermentasi awal, dan setelah 60 jam total waktu fermentasi, didapatkan peningkatan pertumbuhan sekitar 20%.

Contoh 4 Produksi Surfaktan didalam fermentor dengan recycle 1. Strain B.Subtilis di inokulasikan pada 100 ml flask (Flask 1) dengan VY medium 10 ml dan di inkubasi pada gentle string pada 370 C selama 16 jam 2. 500 ml flask (Flask 2) dengan komposisi 100 ml medium dengan kandungan 1 ml preinoculum yang sebelumnya telah disimpan pada suhu 370 C dan di string 350 rpm selama 6 jam (young Inocula) 20 jam (old inocula)

3. The Culture (Flask 1, 100 ml) dimasukan ke flask 2 L + Inoculum yang di Flask 2 + 1 L medium sehingga Volum total menjadi 1,6 L dengan pH 6,8 (+NaOH 10 N) selama 10 90 jam, 200-220 rpm the best stiring 4. Foam yang terbentuk dihilangkan dengan exhaust-air yang berada pada saluran keluar fermentor 5. Setelah proses berlangsung selama 20 jam maka saat itu juga proses dihentikan. Contoh 5 Fermentasi dengan ultrafikasi continyu dari surfaktan 1.