Anda di halaman 1dari 12

3/5/12

TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI

Disusun Oleh : KELOMPOK 4 ADITYA HADI I.P (K4309005) ANISA YOSA P.E.P (K4309009) ARI TYAS SUSANTI(K4309012) ICHA KURNIA WATI (K4309037) Click to PRATIWI (K4309048) LINA LIFAHedit Master subtitle style NOVA INDRI UTAMI (K4309056) TRI BATARI I. (K4309080)

Karakteristik Salmonella thyposa


Salmonella : genus bacteria enterobakteria gram negatif bentuk tongkat yang menyebabkan penyakit paratifus, tifus, dan penyakit foodborne. Dimensi : bentuk batang, tidak berspora, tidak bersimpai, mempunyai flagel feritrik (fimbrae), pada pewarnaan gram bersifat gram negatif, ukuran 2 - 4 mikrometer x 0.5 - 0.8 mikrometer dan bergerak. Salmonella typhi merupakan bakteri fakultatif intraseluler. subtitle style Click to edit Master

3/5/12

3/5/12 Salmonella memiliki dua pathogenisitas yaitu SPI-1 dan SPI-2. SP-2 mengandung gen esensial untuk infeksi sistemik, Salmonella resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat, dan natrium dioksikholat. Senyawa ini menghambat kuman koliform dan karena itu bermanfaat untuk isolasi salmonella dari tinja.

Klasifikasi

Salmonella thyposa

Kingdom :Bakteria Phylum :Proteobakteria

Patogenesis dan Patologit

3/5/12

Salmonella thyposa bersifat infektif. Infeksi Salmonella adalah keasaman lambung, jasad renik flora usus normal dan daya tahan usus. Pada manusia, Salmonella menimbulkan 2 macam penyakit : 1. Demam Enterik : Salmonella yang termakan mencapai usus halus dan masuk ke kelenjar getah bening lalu dibawa aliran darah. Dengan gejala : Demam sangat tinggi, limpa serta lever menjadi besar. Pada beberapa kasus terlihat bintik-bintik merah yang berlangsung sebentar. Jumlah edit Master subtitle style Click to sel darah putih normal atau rendah. Kadang-kadang Salmonella thyposa resisten terhadap obatobat tersebut dan memberi reaksi terhadap trimetoprimsulfametoksazol 2. Enterokolitis Merupakan dengan gejala yang paling sering dari infeksi Salmonella : Timbul mual, sakit kepala, muntah dan diare yang hebat, dengan beberapa leukosit dalam tinja tetapi jarang terdapat darah Penyakit ini bisa berkomplikasi pada usus sehingga mengalami luka.

Penyakit Thypus

3/5/12

Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteriSalmonela thyposa. Bakteri ini akan mati bila air dipanaskan hingga 100 derajat celcius. Apabila bakteri ini masuk dalam jumlah besar ke tubuh maka orang tersebut akan terserang penyakit yang kemudian kita sebut Tipus. Tipesatauthypusadalah yang disebabkan Click to edit Master subtitle style oleh bakteri Salmonella typhiatau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus). Di Indonesia, diperkirakan antara 800 100.000 orang terkena penyakit tifus atau

Cara Penularan Penyakit Demam Tifoid3/5/12 Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman. Tanda dan Gejala Penyakit Demam Tifoid Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba. Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya Click to edit Master subtitle style memberikan gambaran klinis dengan tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain : Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi. Lidah kotor. Mual berat sampai muntah. Diare atau mencret. Lemas, pusing, dan sakit perut.

Diagnosa Penyakit Demam Tifoid


Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah Click to edit Master subtitle style untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Diagnosa demam tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya bakteri Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.

3/5/12

Diet Penyakit Demam Tifoid

3/5/12

Penderita penyakit demam tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain :

Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin & protein. Tidak mengandung banyak serat. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas. Makanan lunak diberikan selama

Perawatan

3/5/12 dan Pengobatan Penyakit Demam Tifoid

Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi bakteri, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring di tempat tidur selama tiga

3/5/12

Cara Penularan Salmonella thypi, basil gram negative yang bergerak dengan bulu getar, tidak bersepora mempunyai sekurang-kurangnya tiga macam antigen yaitu: antigen O (somatic, terdiri darizat Click to edit Master subtitle style komplekliopolisakarida), antigen H(flagella), antigen V1 dan protein membran hialin Salmonella parathypi A. Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5 F yaitu Food (makanan),

PENYEBARAN 3/5/12 Penyebaran bakteri di alam, salah satunya adalah air sebagai wahana penyakit menular. Di Indonesia yang beriklim tropis merupakan temperatur optimum sepanjang tahun. Air di alam terbuka selalu mengandung mikroorganisme termasuk bakteri patogen, meskipun bakteri patogen itu umumnya tidak bertahan lama didalam perairan bebas namun pengalaman membuktikan bahwa air dapat merupakan wahana berbagai penyakit seperti Disentri, tiphoid dan kolera. Beberapa bakteri patogen yang dapat dibawa oleh air Click adalah :to edit Master subtitle style - Salmonella typhosa : penyakit typhoid - Salmonella paratyphi (A,B,C) : penyakit paratypoid - Shigella dysentriae : disentri - Vibrio comma : kolera - Clostridium tetani : tetanus

3/5/12

Terima Kasih