Anda di halaman 1dari 6

10 macam linux beserta sejaranya

1. Mandrakelinux Keunggulan Kelemahan User-Friendly, Tool konfigurasi grafis, dukungan komunitas luas, mampu mengubah ukuran partisi NTFS : Beberapa rilis mengandung bug, rilis terakhir hanya tersedia bagi anggota MandrakeClub :

Dari awal hingga versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan Linux Mandrake. Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux Pada bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di pengadilan terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama 'Mandrake the Magician'. Sebagai tindakan pencegahan, Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0, Mandrake Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya. Pada bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi Conectiva, sebuah perusahaan Brasil yang menghasilkan distribusi linux berbahasa Portugis (Brasil) dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat akuisisi ini dan sengketa hukum dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft mengumumkan nama perusahaan [1] menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux akan menjadi nama baru bagi produk-produknya.

2. Fedora Core Keunggulan Kelemahan Digunakan di mana-mana, dukungan komunitas luas, Banyak inovasi Daur hidup edisi gratisnya terbatas, dukungan multimedia buruk, : transisi RedHat ke Fedora mengkhawatirkan :

Fedora (bahasa Indonesia: fedr) (sebelumnya bernama Fedora Core, kadang-kadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linuxberbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke-7. Fedora dikenal di dunia Linux sebagai sebuah distro yang menjadi pioneer dalam penggunaan teknologi terkini dan merupakan [2] distro yang digunakan oleh Linus Torvalds. Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software dibawah lisensi software open source [3][4] dan gratis, tetapi juga menjadi teknologi yang mutakhir. Pengembang fedora lebih membuat perubahan yang signifikan daripada hanya memperbaiki khususnya untuk bahwa update Fedora dapat [5] digunakan oleh semua Linux. Dibandingkan dengan kebanyakan sistem operasi Non-Linux, Fedora memiliki siklus kehidupan yang singkat. Versi X dipertahankan hanya satu bulan sampai versi X+2 diluncurkan. Dengan hanya 6 bulan [6] selisih, dan periode perawatan hanya 13 bulan setiap versinya.. Ini dapat membawa permasalahan yang mungkin menggunakan versi Fedora tertentu untuk pengembangan produknya (ex, embedded

systems) dimana dukungan jangka panjang lebih penting dari pada memelihara software revisi termukhtakir. Pada tahun 2008, Linus Trovalds, pemilik dari Linux kernel, mengatakan bahwa dia menggunakan Fedora karena Fedora memiliki dukungan yang cukup bagus untuk arsitektur prosesor PowerPC, yang [7] dia rasakan setiap waktu. Menurut DistroWatch, Fedora adalah sistem operasi ketiga yang paling populer di bulan Juni 2011, [8] dibelakang Ubuntu dan Mint, dan menjadi distribusi linux RPM yang paling populer. Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan utuk menghasilkan distro Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang [9] stabil, rilis-rilis RHEL dikembangkan dari versi Fedora. Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, proyek sukarela yang mengembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro Red Hat Linux, dan dari karakteristik fedora (topi kulit) yang digunakan dalam logo [10] Red Hat ("Shadowman"). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project. Fedora adalah merek dagang dari Red Hat, walaupun hal ini pernah disengketakan oleh para pencipta repositori [11] perangkat lunak Fedora, namun masalahnya telah diselesaikan.

3. Gentoo Linux Keunggulan Kelemahan Instalasi paket software mudah, sangat up-to-date, Kepuasan karena membangun sistem dari awal sesuai keinginan pengguna : Instalasi sangat lama, kurang stabil dan resiko breakdown, kurang tepat untuk server yang mission-critical :

Gentoo pada mulanya dicipta oleh Daniel Robbins sebagai edaran Linux Enoch. Matlamatnya ialah untuk mencipta sebuah edaran yang dibina darilpada kod sumber, serasi dengan perkakasan, hanya menyertakan atur cara yang diperlukan, dan mengurangkan beban kerja penyenggara melalui [2] [3] penskripan. At least one version of Enoch was distributed: version 0.75, in December 1999. Isu-isu pengkompilan telah mendedahkan masalah-masalah pada Koleksi Pengkompil GNU (gcc), dulunya dibina daripada kod sumber. Daniel Robbins dan para penyumbang lain telah berujikaji dengan salah satu cabang gcc yang dikenali sebagai egcs dibangunkan oleh cygnus yang mana menghasilkan binari-binari sekurang-kurangnya 10% speedup hakiki berbanding pgcc. Lantaran ini, Enoch memperoleh nama disebabkan oleh kelajuannya, lantas membawa kepada namanya ditukar kepada Gentoo Linux (spesies Gentoo merupakan species penguin berenang terpantas). Pengubahsuaian tersebut seterusnya telah dijadikan sebahagian daripada gcc rasmi (versi 2.95), dan edaran Linux yang lain turut mengalami [4] peningkatan kelajuan. Selepas mengalami masalah dengan pepijat pada sistemnya, Robbins memberhentikan penbangunan Gentoo Linux dan beralih kepada FreeBSDselama beberapa bulan, kemudiannya dipetik berkata "Saya bercadang untuk menambah beberapa ciri FreeBSD untuk menjadikan sistem swabina kami (sekarang [5] digelar Portage) sebuah sistem port generasi seterusnya yang sebenar." Gentoo Linux 1.0 telah dikeluarkan pada 31 Mac 2002.
[6]

Robbins pernah berkeinginan untuk menjadikan Gentoo Linux sebuah projek perdagangan yang berjaya, tetapi mendapati sebuah model perniagaan yang wajar adalah sukar untuk dicapai. Pada 2004, beliau

telah menubuhkan Yayasan Gentoo yang tanpa-untung, memindahkan kesemua hak cipta serta cap [7][8] dagang kepadanya, dan turun kepada jawatan Ketua Arkitek projek tersebut. Lembaga Pemegang Amanah sekarang adalah terdiri daripada lima orang ahli yang telah diumumkan [10] (melalui sebuah pengundian) pada 2 MAc2008. There is also a subsidiary seven-member Gentoo [11] Council whose members decide on technical issues and policies. The current Council members were [12] elected over the period of August 17, 2007 to September 17, 2007 by 117 active Gentoo developers. Sehingga baru-baru ini, Yayasan Gentoo adalah sebuah yayasan tanpa-untung 501c6, didaftarkan di [13] [14] Wilayah New Mexico. Pada penghujung 2007, piagam Yayasan telah dibatalkan. Bermula pada 19 Mei 2008, Wilayah New Mexico telah mengisytiharkan yang Yayasan Gentoo Inc telah kembali kepada [15] kedudukan baik dan bebas melakukan perniagaan .
[9]

4. Debian GNU/Linux Keunggulan Kelemahan : : 100% bebas, situs web yang bagus, dukungan komunitas luas, sangat teruji, instalasi software mudah (dengan apt-get) Installer membingungkan, rilis stabilnya out-of-date

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian. Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai "Slackware"). Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi "Software in Public Interest" untuk menaungi debian secara legal dan hukum. Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan "debconf". Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Etch". Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode "Lenny". deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu. Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude.

Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ("mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar. Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu

5. SUSE Linux Keunggulan Kelemahan Perhatian profesional dan detail, Tool konfigurasi grafis YaST yang mudah digunakan Hanya tersedia di beberapa belahan dunia melalui FTP atau : penjual software, mengandung komponen proprietary sehingga mencegah distribusi ulang :

SUSE bermula di awal tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket SuseLinux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping). Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut roman karya Douglas Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai sebuah Live-Filesystem. Mulai dari versi 4.2 angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server (SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam. Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series). Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novellmengumumkan [3] [4] bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE. Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004. SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel

64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux. Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).

6. Knoppix
Keunggulan Kelemahan : : Pengenalan hardware sangat baik, Langsung dijalankan dari CD tanpa instalasi, dapat digunakan sebagai tool recovery Lamban jika dijalankan langsung dari CD

Knoppix adalah distro Linux live-cd yang dapat dijalankan melalui CD-ROM tanpa instalasi di hard disk. Distro ini berbasis Debian Linux dan diciptakan oleh Klaus Knopper. Knoppix memiliki ragam aplikasi yang cukup lengkap dan dapat dipergunakan sebagai demo atau sarana belajar Linux bagi yang belum mempunyai ruang pada hard disknya. Knoppix juga dapat dipergunakan sebagai CD rescue. Kelemahan dari Knoppix adalah diperlukannya memori yang besar untuk menggunakan modus grafisnya yaitu 96 MB walaupun bisa juga dijalankan pada memori 64 MB dengan swap pada hard disk.

7. Slackware Linux
Keunggulan Kelemahan : Sangat stabil dan bebas bug, Setia pada kaidah-kaidah UNIX : Semua konfigurasi dilakukan secara manual, deteksi otomatis hardware terbatas

Slackware pada awalnya merupakan turunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari distribusi Linux asli. SLS mendominasi pasar sampai para pengembang membuat keputusan untuk mengganti format executable-nya dari a.out ke ELF. Ini bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada saat itu. Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang dia beri [4] [5] nama Slackware. Rilis pertama Slackware, 1.00, diluncurkan pada tanggal 16 Juli 1993. Berupa sebuah citra 3" floppy disk yang tersedia melalui FTP. Pada tahun 1999, Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah melepas nomor 6 (seperti Red Hat yang merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan 3.1 [6] ke 3.2 sebagaimana Slackware). Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini tidak dihitung sebagai rilis resmi.

Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME telah dihapus dari rilis yang akan diluncurkan, dan [7] diserahkan kepada dukungan komunitasnya. Penyingkiran GNOME dianggap oleh sebagian komunitas Linux sebagai tindakan yang menggemparkan karena lingkungan desktop tersebut banyak digunakan di distro-distro Linux. Sebagai balasan, beberapa proyek berbasis komunitas mulai menawarkan distribusi GNOME lengkap untuk Slackware.

8. MEPIS Linux
Keunggulan Kelemahan Distribusi penuh dan live CD dalam satu paket, menyertakan : driver NVidia, Java, Flash, codec multimedia, dan perangkat lunak tidak-bebas lainnya, deteksi perangkat keras yang sangat baik : Belum teruji sebagai distribusi mainstream, tampilan UI standar kurang menarik

9. Xandros Desktop Keunggulan Kelemahan Didesain untuk pemula, Langsung dapat digunakan, File manager yang bagus dan utiliti lain yang berguna : Mengandung komponen proprietary sehingga mencegah distribusi ulang :

Xandros mengacu pada nama distro Linux dan perusahaan (Xandros Corporation) yang membuatnya. Xandros Linux adalah sebuah distro Linux yang berdasarkan pada sistem KDE. Saat ini, Xandros telah mencapai versi 4. Nama Xandros diambil dari gabungan X Window Systemdan pulau [1] [2] Andros di Yunani. Didirikan bulan Mei 2001 oleh Linux Global Partners, perusahaan ini berkantor pusat di kota New York, Amerika Serikat. Distronya merupakan pengembangan dari Corel Linux, yang berbasis Debian, yang diakuisisi dari Corel Corporation pada bulan Agustus 2001 setelah Corel memutuskan meninggalkan pemasaran distro [3] Linux. Xandros adalah salah satu pendiri Desktop Linux Consortium dan anggotaInterop Vendor [4] Alliance. Tampilannya sangat mirip dengan Microsoft Windows, jadi mudah dan nyaman dioperasikan terutama bagi para pemula. Pada bulan Juli 2007, Xandros membeli Scalix, produk email dan kolaborasi Linux berbasis HP [5][6] OpenMail. . Pada bulan Juli 2008, Xandros mengakuisisi Linspire.

10. Linspire
Keunggulan Kelemahan Didesain untuk pemula, Instalasi cepat dan mudah, Instalasi software dengan satu klik : Mahal, Menarik biaya tahunan untuk mengakses koleksi software, Praktik marketing yang menjengkelkan :