Anda di halaman 1dari 17

Pertemuan-04 Simulasi dan Pemodelan Sistem Click to edit Master subtitle style

Bilangan Acak

4/26/12

Pengertian Bilangan Acak

Bilangan acak adalah bilangan sembarang tetapi tidak sembarangan. Bilangan acak: bilangan yang tidak dapat diprediksi Bilangan acak (random) banyak digunakan di dalam kriptografi Tidak ada komputasi yang benar-benar menghasilkan deret bilangan acak secara sempurna. Bilangan acak yang dihasilkan dengan rumus-rumus matematika adalah bilangan 4/26/12 acak semu (pseudo), karena

Kriteria Bilangan Acak

Bilangan acak harus mempunyai distribusi serba sama (uniform)

Beberapa bilangan acak yang diambil harus mempunyai peluang terambil sama besar.

Masing-masing bilangan acak tidak saling tergantung atau independence Bilangan acak ini disimbolkan dengan U, dan nilainya dari 0 sampai 4/26/12 dengan 1, maka dinyatakan dalam

BILANGAN ACAK (1)


Caranya membangkitkan bilangan acak :

Melempar dadu, memutar roda roulette, atau mengocok kartu undian (zaman dahulu) Menggunakan seed komputer secara numerik untuk memperoleh Pseudo Random Number (zaman modern)

4/26/12

BILANGAN ACAK (2)


Syarat Random Number Generator (RNG) :

Berdistribusi Uniform (0,1) goodness of fit Randomness, tidak ada korelasi Long cycle, deretan bilangan yang dibangkitkan tidak segera berulang Repeatability, dapat digunakan berulangulang dan diperoleh bilangan yang berbeda tiap membangkitkan Algoritma yang cepat dan storage tidak besar
4/26/12

Konektivitas yang mudah antar software yang

Teknik Random Number Generator


Middle Square (MS) Linear Congruential Generator (LCG)

4/26/12

MIDDLE SQUARE (MS)

Metode ini digunakan untuk membangkitkan bilangan random sepanjang n digit. Untuk membangkitkan bilangan berikutnya, bilangan yang sekarang dikuadratkan, kemudian dari hasil kuadrat tersebut diambil n digit yang terletak di tengah. Kelemahan cara ini adalah jika 4/26/12 mencapai bilangan 0, bilangan-

MIDDLE SQUARE (MS)


ALGORITMA : 1. Diberikan 6 digit integer yang positif (Z0) 2. Kuadratkan Z0 untuk memperoleh 12 digit integer (Ui), i=0,1,2, 3. Ambillah 6 digit Ui dari tengah sebagai 6 digits integer positif selanjutnya (Zj), j=1,2,3, 4. Bagi Zj sehingga diperoleh bilangan kurang dari 1 dan berdistribusi Uniform (0,1). 4/26/12

Contoh perhitungan dengan menggunakan teknik Middle Square

4/26/12

LINEAR CONGRUENTIAL GENERATOR (LCG)


FORMULA :

Panjang kerandoman m, yaitu dari 0 s/d m-1 xn akan bernilai antara 0 s/d m-1, sehingga untuk membangkitkan bilangan random antara 0 dan 1,

a : konstanta pengali ( a < m ) c : konstanta pergeseran ( c < m ) m : konstanta modulus ( > 0 ) X0: bilangan awal ( bilangan bulat 0 , X0 < m ) Ui : bilangan acak ke i dan Ui(0,1) = Xi /m
4/26/12

Contoh perhitungan LCG


i 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Zi 7 6 1 8 11 10 5 12 15 14 9 0 3 2 13 4 7 m 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 a 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 c 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Zi+1 6 1 8 11 10 5 12 15 14 9 0 3 2 13 4 7 6 Ui 0.3750 0.0625 0.5000 0.6875 0.6250 0.3125 0.7500 0.9375 0.8750 0.5625 0.0000 0.1875 0.1250 0.8125 0.2500 0.4375 0.3750

4/26/12

Kita lihat pada tabel , U17 mempunyai nilai yang sama dengan U1. Jika kita menginginkan bilangan acak dalam jumlah yang banyak, maka nilai m hendaknya sebesar 2b dengan b adalah jumlah bit pada komputer yang akan digunakan.

4/26/12

LCG mempunyai periode tidak lebih besar dari m, dan pada kebanyakan kasus periodenya kurang dari itu. LCG mempunyai periode penuh (m 1) jika memenuhi syarat berikut:
1.

c relatif prima terhadap m. a 1 dapat dibagi dengan semua faktor prima dari m

2.

a 1 adalah kelipatan 4 jika m adalah 4/26/12 kelipatan 4


3.

Latihan Soal
1.

Jika x0=5 dan xn=3xn-1 mod 150, tentukan nilai dari x1, x2, , x10 Jika x0=3 dan xn=(5xn-1+7)mod 200, tentukan nilai dari x1, x2, , x10 Jika diketahui suatu komputer berkapasitas 12 bit, dengan x0=129 dan a=67, tentukan nilai dari x1, x2, , x5. Jika diketahui Ui=xn/m, tentukan pula nilai dari U1, U2, , U5

2.

3.

4/26/12

VARIABEL ACAK DAN FUNGSI DISTRIBUSI PROBABILITAS Variabel acak (random variable):

variabel yang nilainya ditentukan oleh hasil sebuah eksperimen. Yaitu, variabel acak merepresentasikan hasil yang tidak pasti. Variabel acak diskrit: variabel acak yang nilainya dapat dicacah (dihitung). Contoh: Banyak pembeli yang memasuki sebuah toko. Banyak televisi yang terjual pada periode tertentu.

4/26/12

Bilangan Acak yang akan dipergunakan dalam simulasi, harus mempunyai pola yang sama dengan pola data pengamatan Oleh karena itu, maka dari bilangan acak yang didapat harus dibangkitkan bilangan acak yang sesuai pola distribusi
4/26/12