Anda di halaman 1dari 1

Mesopotamia

Mesopotamia adalah kota tua di Timur Tengah. Nama Mesopotamia diberikan oleh bangsa Yunani, berasal dari kata mesos (tengah) dan potamos (sungai). Jadi, Mesopotamia artinya kota yang terletak di tengah-tengah sungai, yakni diapit oleh dua aliran sungai besar yaitu Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Dengan demikian tata kota Mesopotamia dibangun di tengah-tengah sungai yaitu di antara dua sungai besar yang mengairi lembah yang luas, yakni negara Irak sekarang (daerah Teluk Persia). Mesopotamia merupakan negara kota. Negara terdiri dari beberapa macam negara kota. Masing-masing negera kota tersebut mempunyai kekuasaan otonomi. Kepala negara merangkap sebagai kepala agama. Jadi kedudukan raja sangat tinggi. Selain sebagai raja juga bertindak mengatur perekonomian dan memimpin pasukan ke medan pertempuran. Ada empat kerajaan yang pernah berdiri di Mesopotamia, yaitu kerajaan Sumeria, Babylonia, Assyria, dan Babylonia Baru. Bangsa Sumeria merupakan bangas tertua yang mendiami Mesopotamia yaitu sekitar tahun 3200 SM. Wilayahnya meliputi muara sungai Eufrat dan Tigris. Dinasti pertama Sumeria didirikan pada tahun 2850 SM oleh raja Mesilim. Sebagaimana halnya kerajaan Sumeria, ternyata Babylonia pun berkuasa secara mutlak. Raja selain memegang tampuk pemerintahan, sebagai kepala agama, mengatur perekonomian, juga menentukan perang atau damai dengan kerajaan lain. Bangsa yang menjadi rakyat dan penguasa di Babylonia adalah bangsa Amoria (1830 SM). Rajanya yang terkenal adalah Hammurabi (1728-1686 SM). Raja ini terkenal karena membuat undang-undang tertua di dunia yang disebut Codex Hammurabi.

Dinasti Assyria berkuasa dari tahun 1350 sampai 626 SM. Daerah asal bangsa Assyria ini adalah hulu sungai Eufrat dan Tigris. Rajanya berkuasa secara mutlak. Seluruh jabatan penting dipegang oleh raja. Tentaranya terdiri dari orang-orang Assyria asli. Tujuannya agar prajurit benar-benar setia terhadap negaranya. Dalam berperang mereka menggunakan kereta kuda. Persenjataannya terdiri dari topi baja, tameng (penutup dada), panah, tombak, dan kapak. Pusat pemerintahannya di Nineveh. Kerajaan ini mencapai masa kejayaannya di bawah pemerintahan raja Esarhadon (682-670 SM). Kerajaan Assyria yang kuat dan tangguh akhirnya hancur akibat serangan dari kerajaan Babylonia Baru. Kerajaan Babylonia Baru mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan raja Nebukadnezar (605-561 SM). Raja ini memerintah dengan sangat keras. Ia berhasil meluaskan daerah kekuasaannya sampai ke Suriah dan Palestina. Pada tahun 586 SM kota Yerusalem diserbu. Seluruh bangsa Yahudi diangkut ke Babylonia untuk dijadikan budak.

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2221441-peradaban-lembah-sungai-tigrisdan/#ixzz1nDLhBgSK