Anda di halaman 1dari 28

Laporan Tutorial Blok 1.

3
Minggu 6

BERPAPASAN

Dosen Tutor Ketua Sekretaris Meja Sekretaris Papan Anggota

: Prof.dr.Hj. Rahmatina B. Herman, Ph.D, AIF : Pirvina Santhira Sakharan : Nadiah Ismail : Fadli Hamdillah : Mutiarawati Wahyu Utami Harli Vita Febrina Shela Diana Putri Hadi Rifki Ramadhan Aiwi Japanesa Pipit Amelia Burhani 1110312018 1110312078 1110311018 1110312138 1110313011 1110313041 1110312048 1110312108 1110313071

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2011

SKENARIO 6

BERPAPASAN

Ny. Yuli khawatir melihatnya anaknya yang berumur 2 tahun selalu mengosok-gosok matanya. Terlihat seperti ada benda putih yang menempel pada bola matanya. Pada siang hari kelihatan ia ragu-ragu meraih benda yang ingin diambilnya. Khawatir anaknya mendapat gangguan penglihatan, Ny. Yuli membawa anaknya ke Puskesmas terdekat. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, Ny. Yuli disarankan untuk membawa anaknya ke dokter spesialis mata. Berbagai pemeriksaan mata pada anak ibu dapat dilakukan dokter mata seperti: pemeriksaan retina, tekanan intraokuler, ketajaman penglihatan, pemeriksaan refraksi, refleks pupil dan lainlain, kata dokter puskesmas pada Ny. Yuli.

Dalam perjalanan pulang, Ny. Yuli tersebut berpapasan seorang bapak yang albino yang berjalan tergesa-gesa. Rambut bapak tersebut juga putih seperti ubanan, begitu juga dengan rambut yang tumbuh disekitar lengannya. Kelihatan bapak tersebut sering menghapus keringatnya yang mengalir dan selalu menghindari cahaya matahari.

Bagaimana anda menjelaskan perkembangan struktur serta fungsi mata dan kulit sehingga dapat menerangkan kelainan yang terjadi pada mata anak Ny. Yuli dan bapak yang albino?

I. Klarifikasi Terminologi
1. Tekanan Intraokuler : Tekanan pada bola mata pengaruh cairan vitrous humour dan aquaous humour. 2. Retina : Bagian belakang mata yang memiliki fotoreseptor, memiliki saraf yang berhubungan dengan otak, tempat terbentuknya bayangan, sense of light dan penghantar impuls. 3. Albino : Seseorang yang menderita albinisme, yaitu kekurangan pigmen melanin. 4. Pemeriksaan Refraksi : Pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan mata dengan cara subjektif dan objektif. 5. 6. Reflek Pupil Pemeriksaan Retina : Gerakan pupil dalam mengatur banyak cahaya yang akan diterima. : Pemeriksaan untuk menilai kemampuan retina. Salah satu caranya dengan melakukan tes warna dan tes membedakan tingkat cahaya.

II. Rumusan Masalah


1. 2. 3. 4. Mengapa anak Ny. Yuli selalu menggosok matanya? Apakah ada hubungan menggosok gosok mata tersebut dengan usianya? Mengapa terlihat seperti ada benda putih yang menempel pada bola mata anak Ny. Yuli? Mengapa anaknya kelihatan ragu ragu meraih benda yang ingin diambilnya pada siang hari? 5. 6. 7. Mengapa Ny. Amia khawatir anaknya mendapat gangguan penglihatan? Mengapa anaknya disarankan untuk pergi ke dokter spesialis mata? Mengapa dokter menyarankan untuk melakukan semua pemeriksaan pada mata anak Ny. Amia? 8. 9. Mengapa Bapak yang mengalami albino berjalan tergesa - gesa? Mengapa rambut dan rambut disekitar lengan Bapak tersebut seperti ubanan?

10. Mengapa kelihatannya Bapak tersebut selalu menghindari cahaya matahari? 11. Mengapa kelihatannya Baak tersebut sering menghapus keringatnya?

III. Analisis Masalah 1.


Mengapa anak Ny. Yuli selalu menggosok matanya? Karena ada benda asing masuk kedalam mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Jika menggosok mata mungkin mata akan fokus.

2.

Apakah ada hubungan menggosok gosok mata tersebut dengan usianya?

Ada, kelainan kongenital.

3.

Mengapa terlihat seperti ada benda putih yang menempel pada bola mata anak Ny. Yuli? Mungkin karena kelainan kongenital, atau kelainan yang didapat sekarang.

4.

Mengapa anaknya kelihatan ragu ragu meraih benda yang ingin diambilnya pada siang hari? Karena adanya gangguan penglihatan, pandangan yang kabur.

5.

Mengapa Ny. Amia khawatir anaknya mendapat gangguan penglihatan? Karena mata merupakan organ khusus penting.

6.

Mengapa anaknya disarankan untuk pergi ke dokter spesialis mata? Agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

7.

Mengapa dokter menyarankan untuk melakukan semua pemeriksaan pada mata anak Ny. Amia? Agar dokter dapat memastikan diagnosis penyakit.

8.

Mengapa Bapak yang mengalami albino berjalan tergesa - gesa? Untuk menghindari cahaya matahari.

9.

Mengapa rambut dan rambut disekitar lengan Bapak tersebut seperti ubanan? Karena kekurangan pigmen melanin.

10. Mengapa kelihatannya Bapak tersebut selalu menghindari cahaya matahari?


Karena orang albino sensitif kulitnya terhadap matahari. Orang albino kekurangan pigmen melanin yang fungsinya adalah sebagai proteksi untuk kulit dan mata, sehingga jika kekurangan melanin maka kulit mudah terbakar.

11. Mengapa kelihatannya Bapak tersebut sering menghapus keringatnya?


Untuk menurunkan suhu tubuh, karena jalan yang tergesa-gesa, atau mungkin ada kelainan pada kelenjar keringat.

IV. Skema

V. Learning Objektif 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi mata dan kelainan kongenitalnya. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi mata. Mahasiswa mampu menjelaskan histologi mata. Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi penglihatan dan kelainan fisiologi penglihatan. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi pigmen melanin. Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi kulit dan kelainan kongenitalnya. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi kulit. Mahasiswa mampu menjelaskan histologi kulit. Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi kulit.

10. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi melanin pada kulit. VI. Pembahasan Learning Objektif 1.
Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi mata dan kelainan kongenitalnya.

EMBRIOLOGI MATA

Mata berkembang dari tiga lapis embrional primitif : ektoderm permukaan, termasuk derivatnya yaitu crista neuralis; ektoderm neural; dan mesoderm. Endoderm tidak ikut pembentukan mata. Mesenkim adalah istilah untuk jaringan ikat embrional. Jaringan ikat okuler dan adneksa dulu diduga berasal dari mesoderm, namun kini ternyata bahwa kebnayakan mesenkim di kepala dan leher berasal dari krista neuralis kranial. Ektoderm permukaan membentuk lensa, glandula lakrimalis, epitel kornea, konjungtiva, dan glandulae adnexa, dan epidermis palpebra. Crista neuralis yang berasal dari ektoderm permukaan daerah yang tepat bersebelahan plica neuralis dari ektoderm neural, berfungsi membentuk keratosit kornea, endotel kornea, dan jalinan trabekel, stroma iris dan koroid, muskulus siliaris, fibroblas, sklera, vitreus, dan meninges nervus optikus. Krista neuralis juga terlibat membentuk tulang dan tulang rawan orbita, jaringan ikat dan saraf orbita, muskulus ektraokular, dan lapis-lapis subepidermal palpebra. Ektoderm neural menghasilkan vesikel optik dan mangkuk dan karenanya berfungsi untuk pembentukan retina dan epitel pigmen retina, lapis-lapis berpigmen dan tidak berpigmen dari epitel siliaris, epitel posterior, muskulus dilatator dan sphincter pupillae pada iris, dan serat-serat nervus optikus dan glia. Mesoderm kini diduga hanya terlibat pembentukan muskulus ekstraokular dan endotel vaskuler orbita dan okular.

Tahap vesikula optikum Diskus embrional dalah tahap paling awal dalam perkembangan fetal, saat struktur-struktur mata dapat dikenali. Pada tahap 2,5mm (2 minggu), tepian sulkus neuralis menebal membentuk plika neuralis. Lipatan ini kemudian menyatu membentuk tuba neuralis, yang tenggelam ke dalam mesoderm di bawahnya dan melepaskan diri dari epitel permukaan. Tempat sulkus optikus adalah di dalam plika neuralis sefalika pada kedua sisi dan pararel terhadap sulkus neuralis. Hal ini terjadi saat plika neuralis mulai menutup pada minggu ke-3. Pada tahap 9mm (4 minggu), sesaat sebelum bagian anterior tuba neuralis menutup seluruhnya, ektoderm neural bertumbuh ke luar dan ke arah permukaan ektoderm pada kedua sisi untuk membentuk vesikel optik bulat. Vesikel optik berhubungan dengan otak depan melalui tangkai optik. Pada tahap ini p[un terjadi penebalan ektoderm permukaan (lempeng lensa) berhadapan ujung-ujung vesikel optik.

Tahap mangkuk optik Saat vesikel berinvaginasi membentuk mangkuk optik, dinding luar vesikel mendekati dinding dalamnya. Invaginasi permukaan ventral dari tangkai optik dan dari vesikel optik terjadi bersamaan dan menghasilkan alur, yaitu fissura optikum (embrional). Tepian mangkuk optik kemudian tumbuh mengitari fissura optik. Bersamaan dengan itu, lempeng lensa berivaginasi pertama-tama membentuk mangkuk, jemudian membentuk bola berongga yang dikenal sebagai vesikel lensa. Pada tahap 9mm (4 minggu), vesikel lensa melepaskan diri dari ektoderm permukaan dan terdapat bebas dekat tepian mangkuk optik. Fissura optikum memungkinkan mesoderm vaskuyler memasuki tangkai optik dan akhirnya membentuk sistem hialoid dari rongga vitreus. Setelah invaginasi selesai, fissura optikum menyempit dan menutup pada tahap 13mm (6 minggu), menyisakan lubang permanen yang kecil di ujung anterior dari tangkai optik, yang dilalui areteria hialoidea. Pada tahap 100 mm (4 bulan), arteri dan vena retina melalui lubang ini. Pada tahap ini pula bentuk umum akhir mata telah ditetapkan. Perkembangan mata selanjutnya berupa perkembangan struktur optik masing-masing. Pada umumnya, perkembangan struktur optik lebih cepat di segmen anterior mata selama tahap-tahap awal dan lebih cepat di segmen anterior selama tahap akhir kehamilan. Embriologi struktur-struktur spesifik Palpebra dan apparatus lakrimalis

Palpebra berkembang dari mesenkim kecuali epidermis kulit dan epitel konjungtiva, yang merupakan turunan ektoderm permukaan. Kuncup palpebra pertama kali muncul pada tahap 16mm (6 minggu), bertumbuh di depan mata, tempat ia bertemu dan menyatu pada tahap kelima. Bulu mata dan glandula meibom dan kelenjar palpebra lainnya berkembang berupa penumbuhan ke bawah dari epidermis. Glandula lakrimalis dan glandula lakrimalis aksesori berkembang dari epitel konjungtiva. Sistem drainase lakrimal ( kanalikuli, sakus lakrimalis, dan duktus nasolakrimalis ) juga merupakan turunan ektoderm permukaan yang berkembang dari korda epitel padat yang terbenam di antara struktur muka yang sedang berkembang. Korda ini terbentuk salurannya sesaat sebelum lahir. Sklera dan otot ekstraokuler

Sklera dan otot-otot ektraokuler dibentuk dari pemadatan mesenkim yang mengeliliongi mangkuk optik dan pertama kali dapat dikenali pada tahap 20 mm (7 minggu). Perkembangan struktur-struktur ini cukup lanjut selang bulan keempat. Kapsula tenon terbentuk di dekat insertio muskulus rektus pada tahap 80 mm dan rampung saat 5 bulan. Segmen anterior

Segmen anterior bola mata dibentuk melalui invasi sel-sel krista neural ke dalam ruang di antara ektoderm permukaan, yang berkembang ke dalam epitel kornea, dan vesikel lensa, yang telah terpisah darinya. Invasi sel-sel krista neural berlangsung dalam tiga tahap, yaitu yang pertama bertugas membentuk endotel kornea, yang kedua untuk pembentukan stroma kornea, dan yang ketiga untuk pembentukan stroma iris. Sudut kamera anterior terbentuk dari kodensasi mesenkim di tepian anterior mangkuk optik. Epitel dan endotel kornea pertama kali nyata pada tahap 12 mm (5 minggu). Membran descement disekresi oleh sel-sel endotel gepeng pada tahap 75 mm ( 13 minggu). Stroma berangsur menebal dan membentuk kondensasi anterior tepat di bawah epitel yang dapat dikenali pada 100 mm (4 bulan) sebagai lapis Bowman> batas korneoskeral defenitif terdapat pada bulan keempat. Lapis ganda epitel iris posterior adalah perluasan ke depan dari tepian anterior mangkuk optik. Lapis ini tumbuh ke depan selama bulan ketiga (50 mm) dan terletak posterior terhadap sel-sel krista neuralis yang membentuk stroma iris. Kedua lapis epitelial ini mendapat pigmen dalam iris, sedangkan hanya lapis luar yang berpigmen pada korpus siliaris. Camera oculi anterior pertama kali muncul pada tahap 20 mm (7 minggu) dan tetap dangkal sampai saat lahir. Pada 65 mm (9-10 minggu), kanal Schlemm terbentuk berupa saluran vaskular pada setinggi reccessus angularis dan berangsur menempati lokasi yang relatif lebih anterior, dengan makin berkembangnya reccessus angularis. Iris, yang pada tahap awal perkembangan letaknya cukup anterior, berangsur tergeser agak ke posterio, dengan makin berkembangnya reccessus angularis, kemungkinan besar karena perbedaan kecepatan bertumbuh dari struktur-struktur segmen anterior. Jalinan trabekel berkembang dari jaringan mesenkim vaskular longgar yang

tadinya terdapat pada tepian mangkuk optik. Sistem drainase aquos siap berfungsi sebelum lahir. Lensa

Tidak lama setelah lensa terletak bebas di dekat tepian mangkuk optik (tahap 13 mm atau 6 minggu), sel-sel pada dinding posteriornya mulai memanjang mengisi rongga yang kosong, dan

akhirnya memenuhinya (tahap 26 mm atau 7 minggu). Kira- kira pada tahap 13 mm disekresi sebuah kapsula hialin oleh sel-sel lensa. Serat-serat lensa sekunder memanjang dari daerah ekuatorial dan bertumbuh ke depan di bawah epitel subkapsular, yang tetap berupa selapis sel epitel kuboid. Seratserat ini bertemu membentuk sutura lentis yang rampung pada ulan ke tujuh. Korpus siliaris dan choroid

Epitel siliaris terbentuk dari penjuluran bagian anterior mangkuk optik yang sama seperti untuk epitel iris posterior. Hanya lapis luarnya mengandung pigmen. Otot siliaris dan pembuluh darah berkembang dari mesenkim. Pada tahap 6 mm, jalinan kapiler melingkari mangkuk optik dan berkembang menjadi choroid. Retina

Lapis luar mangkuk optik menetap sebagai lapis tunggal dan menjadi epitel pigmen dari retina. Pigmen mulai ada pada tahap 10 mm (5minggu). Sekresi lapis dalam dan membran Bruch terjadi pada tahap 13 mm (6 minggu). Lapis dalam mangkuk optik mengalami perkembangan rumit membentuk kesembilan lapis lain dari retina. Hal ini berlangsung perlahan selama kehamilan. Menjelang bulan ketujuh, lapis sel paling luar (terdiri atas inti koni dan basili) sudah ada, selain selsel bipolar, amakrin, dan sel ganggliom dan serat-serat saraf. Daerah makula lebih tebal dari bagian lain retina sampai bulan ke-8,saat depresi makula mulai terjadi. Perkembangan makula belum rampung secara anatomis sampai bulan ke-6 sesudah lahir. Vitreus

a. Tahap pertama : ( Vitreous primer, tahap 4,5-13 mm atau 3-6 minggu). Sekitar tahap 4,5 mm, sel-sel mesenkim dan fibroblas yang berasal dari mesenkim pada tepian mangkuk optik atau berhubungan dengan sistem vaskular hialoid, bersama kontribusi minor dari lensa embrional dan lapis dalan dari vesikel optik, membentuk serabut-serabut vitreousdari vitreous primer. Akhirnya vitreous primer telertak tepat di belakang kutub posterior lensa bersama sisa-sisa pembuluh hialoid (kanal Cloquet). b. Tahap kedua : ( Vitreous sekunder, tahap 13-65 mm atau 6-10 minggu).

Serabut-serabut dan sel-sel (hialosit) dari vitreous sekunder disuga berasal dari vitreous primer vaskuler. Di anterior, perlekatan vitreous sekunder yang erat pada membrana limitans interna retina merupakan tahap-tahap awal pembentukan basis vitreous. Sistem hialoid mengembangkan satu set pembuluh-pembuluh vitreous, selain pembuluh-pembuluh pada permukaan capsula lentis (tunica vasculosa lentis). Sistem hialoid paling berkembang pada tahap 40 mm dan kemudian beratrofi dari posterior ke anterior. c. Tahap ketiga : (Vitreous tersier, 65 mm atau 10 minggu ke atas). Selama bulan ketiga, terbentuk berkas-berkas marginal dari Drualt. Ini terdiri atas kondensasi fibrilar vitreous yang adalah penjuluran bakal epitel siliaris dari mangkuk optik ke equator lensa. Kondensasi itu kemusian membentuk ligamentum suspensorium dari lensa, yang telah berkembang baik pada tahap 100 mm atau 4 bulan. Sistem hialoid beratrofi seluruhnya selama tahap ini. Nervus optikus

Akson-akson dari sel-sel gangglion retina membentuk lapis serat-serat saraf. Serat-serat itu berangsur membentuk tangkai optik dan kemudian nervus optikus (tahap 26 mm). Unsur-unsur mesenkim memasuki jaringan sekitar untuk membentuk septa vaskuker dari saraf. Medulasi meluas dari otak ke perifer menuruni nervus optikus, dan saat lahir telah mencapai lamina cribosa. Medulasi rampung pada usia 3 bulan. Pembuluh darah

Arteria siliaris longa melepaskan diri dari hialoid pada tahap 16 mm (6 minggu) dan beranastomosis sekitar tepian mangkuk opttik dengan circulus major dari iris pada tahap 30 mm (7 minggu). Sistem hialoid mengalami atrofi total pada bulan ke-8. Arter hialoidea mencabangkan arteri sentralis retina serta cabang-cabangnya (tahap 100 mm atau 4 bulan). Kuncup-kuncup mulai bertumbuh kedalam retina dan membentuk sirkulasi retina, yang sampai pada ora serrata pada bulan ke-8. Cabang-cabang vena sentralis retina terbentuk bersamaan.

KELAINAN KONGENITAL MATA Glaukoma Kongenital

Yaitu terjadinya peningkatan tekanan intraokuler bayi yang baru lahir, karena gangguan saat proses perkembangan saluran pembuangan cairan pada mata. Katarak Kongenital Yaitu terjadinya kekeruhan lensa mata pada bayi yang baru lahir. BUTA WARNA Buta warna terjadi akibat tidak ada atau tidak berfungsinya sel yang sensitif dengan warna di lapisan retina mata. Retina adalah lapisan syaraf yang meneruskan rangsangan cahaya dan mengirimkan ke otak. Seseorang yang mendeerita buta warna mendapat kesulitan dalam membedakan warna merah, hijau, biru atau campuran dari berbagai warna. Mata memiliki tiga jenis sel kerucut yang sensitif terhadap cahaya dan terletak di dalam lapisan retina. Setiap jenis sel ada yang sensitif terhadap warna merah, hijau atau biru. Kita dapat membedakan warna bila kita mempunyai sejumlah tertentu sel tersebut.

2.

Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi mata.

Bola Mata STRUKTUR & FUNGSI Mata memiliki struktur sebagai berikut: Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris. Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina. Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak. Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak. Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris. Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris. Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia. Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak. Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali. Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan: Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa. Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.

Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus. Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:

Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.

Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.

OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH Otot Penggerak Bola Mata Otot ini menggerakan mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Otot penggerak bola mata terdiri enam otot yaitu: Muskulus oblik inferior memiliki aksi primer eksotorsi dalam abduksi, dan memiliki aksi sekunder elevasi dalam adduksi, abduksi dalam elevasi. Muskulus oblik superior memiliki aksi primer intorsi dalam aduksi, dan aksi sekunder berupa depresi dalam aduksi, dan abduksi dalam depresi. Muskulus rektus inferior memiliki aksi primer berupa gerakan depresi pada abduksi, dan memiliki aksi sekunder berupa gerakan ekstorsi pada abduksi, dan aduksi dalam depresi. Muskulus rektus lateral memiliki aksi gerakan abduksi. Muskulus rektus medius memiliki aksi gerakan aduksi Muskulus rektus superior memiliki aksi primer yaitu elevasi dalam abduksi dan aksi sekunder berupa intorsi dalam aduksi serta aduksi dalam elevasi.

Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya. Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita. Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang. STRUKTUR PELINDUNG Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk. Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata. Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata. Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi. Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut: Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan. Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa. Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisivitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar. Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

3.

Mahasiswa mampu menjelaskan histologi mata.

MATA mencankup : Bola fibrosa kuat Sistem lensa Sel-sel fotosensitif Sistem saraf 3 Kompartemen pada mata: Bilik anterior tdpt humor akueus (cairan rendah protein) Bilik posterior Ruang vitreus : tdpt korpus vitreus (cairan gelatinosa). 3 lapis konsentris - Luar : sklera & kornea. - Tengah/vaskular/traktus uveal :koroid, korpus siliaris & iris - Lapisan dalam : retina TUNIKA FIBROSA 1. SKLERA 5/6 posterior lapisan luar mata Bentuknya opak & warnanya putih. Vaskuler (terutama pd limbus) & beberapa serat saraf siliaris Simpai tenon: serat kolagen halus, menghubungkan sclera dengan episklera. Ruang tenon : memungkinkan bola mata bergerak ke segala arah. Antara sklera & koroid : lamina suprakoroid (lapisan tipis jaringan ikat, banyak melanosit, fibroblas & serat elastin) Lamina cribrosa : bagian posterior ditembus serat2 saraf optik Terdiri atas : jaringan ikat padat kolagen fibroblast 2. KORNEA 1/6 anterior bola mata. Avaskuler, jernih, transparan, tembus cahaya Kornea asli t.a (dari depan ke belakang): 1. Epitel

- 5-6 lapis epitel skuamous kompleks non keratin - Banyak akhiran saraf bebas - Permukaan kornea: ruang berisi lap. tipis air mata prakornea : lap. pelindung yang t.a. lipid & protein - Fungsi : mempertahankan kejernihan kornea 2. Membrana Bowman - Tebal 7-12 m - Serat2 kolagen bersilangan acak & aseluler - Fungsi: membantu stabilitas & kekuatan kornea 3. Stroma/substansia propria - 90% massa kornea - berkas kolagen - fibroblast (+) berbentuk stelat, gepeng, & ramping (spt kupu2) 4. Membrana Descemet - struktur homogen, tebal 5-4 m - filamen kolagen halus 5. Endotel - epitel selapis gepeng/kuboid rendah - Aktif menstransport & membuat protein u/ sekresi - Fungsi: pembuatan & pemeliharaan m. Descemet, mempertahankan kejernihan kornea. Limbus Zona peralihan Sangat vaskuler lapisan stroma (saluran tak teratur berlapis endotel, yaitu jalinan trabekula, menyatu membentuk kanalis Schlemm) mengangkut pergi cairan dari COA/bilik depan. LAPISAN UVEA Mengandung banyak pembuluh darah & selpigmen Terdiri atas : 1. Koroid 2. Korpus Siliaris & Processus Siliaris 3. Iris KOROID Sangat vaskuler Terdiri atas : 1. Epikoroid/lamina suprakoroidal CT longgar dg >> melanosit 2. Lapisan pembuluh darah 3. Koriokapiler 4. Lamina elastika (Membran Bruch) - antara koriokapiler dengan retina - Terdiri atas membran hialin tipis (3-4 mm) - Meluas dari diskus optikus/papila optikus sampai ora serrata KORPUS SILIARIS perluasan koroid ke anterior setinggi lensa. CT longgar (serat elastin, pembuluh & melanosit)mengelilingi muskulus siliaris. M. siliaris : 2 berkas otot polos insersi pada sklera & korpus siliaris

fungsi: meregangkan koroid & mengendurkan ketegangan lensa : akomodasi visual. terdiri atas 2 lapis sel epitel Lapisan yg berbatasan langsung dengan korpussiliaris terdiri atas epitel selapis silindris, banyakmelanin. Lapisan kedua berasal dr lapisan sensoris retina,terdiri atas epitel silindris tanpa pigmen.

PROSESUS SILIARIS jaringan ikat, banyak kapiler bertingkap & ditutupi 2 lapisanepitel serat Zonula terjulur sampai lensa berasal dari membran basal sel tanpa pigmen (lapisan epitelkedua) fungsi: menahan lensa di tempatnya Sel tanpa pigmen memiliki lapisan basal interdigitasi luas :secara aktif mentranspor unsur2 plasma tertentu dalam COP : membentuk humor aqueus Humor aqueus: komposisi ion organik serupa plasma, tetapi kadar protein < 0,1% Aliran humor aqueus : dihasilkan procc. siliaris - COP - celah antara lensa & iris COA- angulus iridokornealis - trabekula kanalis Schlemm - vena episklera IRIS Permukaan anterior tidak teratur & kasar Lapisan2 (dari anterior-posterior) o Lapisan sel pigmen o Jaringan ikat o Jaringan ikat longgar o Permukaan posterior : 2 lapis epitel o Di lap posterior terdapat otot polos : o M. sfingter pupil : tersusun melintang konsentris, parasimpatis (N. III), u/ konstriksi pupil. o M. dilator pupil : tersusun radier, simpatis (ganglion servikalisposterior), u/ dilatasi pupil. melanosit u/ menentukan warna mata & mencegah berkas cahayayang mengganggu pembentukan bayangan. Makin banyak pigmen, makin gelap Albino : pigmen (-) , warna iris merah muda karena pantulan cahayadari pembuluh darah iris.

LENSA 3 Komponen : Simpai/kapsul lensa : Membungkus lensa (10- 20 mm) Serat zonula melekat pd struktur ini. Epitel subkapsular : lapisan anterior, terdiri atas selapis sel kuboid. Serat lensa berasal dr sel epitel subkapsular Lensa avaskuler, nutrisi dr humor aqueus & korpus vitreus Lensa ditahan o/ zonula akomodasi memfokuskan obyekpenglihatan dgn cara mengubah kelengkungan lensa. ORPUS VITREUS Terdapat pd ruang mata di belakang lensa

Mrpkn gel transparan yg terdiri atas: air ( 99%), kolagen & glikosaminoglikan yg berhidrasi berat, yg unsur utamanya adalah asam hialuronat

RETINA Berasal dr penonjolan ke luar forebrain (vesikel otak) lapis luar : epitel pigmen melekat erat pd koroid lapis dlm : retina neural/saraf tidak melekat pada koroid : mudah terlepas : ablatio retina melapisi koroid dari papila optik di posterior sampai ora serrata di anterior Terdapat cekungan dangkal : fovea sentralis, terletak 2,5 mmke arah temporal papila optik : daerah penglihatan terjelas Sekeliling fovea tdpt daerah yg dikenal sbg bintik kuning (makula lutea) Papila optik : tdk terdapat fotoreseptor (bintik buta)

Lapisan Retina (luar ke dalam) 1. Epitel pigmen 2. Lapisan batang & kerucut 3. Membran limitans eksterna neuron pertama 4. Lapisan nuklear luar 5. Lapisan pleksiform luar 6. Lapisan nuklear dlm neuron kedua 7. Lapisan pleksiform luar 8. Lapisan sel ganglion 9. Lapisan serat saraf neuron ketiga 10. Membran limitans interna STRUKTUR TAMBAHAN MATA Konjungtiva Membran mukosa tipis & transparan yg menutupi bagian anterior mata sampai kornea & permukaan dalam kelopak mata. T.a : epitel berlapis silindris dengan banyak sel goblet lamina propria: jaringan ikat longgar Kelopak Mata /palpebra lipatan jaringan ,dapat digerakkan berfungsi melindungi mata Kulit kelopak sangat longgar & elastis. Terdapat 3 kelenjar pd kelopak mata : Kelenjar Meibom : berfungsi menghasilkan substansi sebaseus yang membentuk lapisan berminyak pada permukaan film air mata : mencegah penguapan secara cepat dr lapisan air mata. - Kelenjar Zeis: kelenjar sebasea yang lebih kecil & berhubungan dengan folikel bulu mata. - Kelenjar Moll : kelenjar keringat Dibawahnya terdapat M. orbikularis okuli Apparatus Lakrimalis T.a : Kelenjar lakrimal :

letak di antero-superior os temporal orbita. Termasuk kelenjar tubuloalveoler. Fungsi : membasahi permukaan mata & menghidrolisis bakteri. Sakus lakrimalis : bagian terlebar sistem saluran air mata yg terletak dalam fosa lakrimalis. Dilapisi epitel bertingkat silindris. Duktus nasolakrimalis : lanjutan ke bawah sakus lakrimalis membuka ke meatus inferior pd konka inferior. Dilapisi epitel bertingkat silindirs

4.

Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi penglihatan dan kelainan fisiologi penglihatan.

FISIOLOGI MATA Cahaya masuk ke mata dan di belokkan (refraksi) ketika melalui kornea dan struktur-struktur lain dari mata (kornea, humor aqueous, lensa, humor vitreous) yang mempunyai kepadatan berbedabeda untuk difokuskan di retina, hal ini disebut kesalahan refraksi.

Mata mengatur (akomodasi) sedemikian rupa ketika melihat objek yang jaraknya bervariasi dengan menipiskan dan menebalkan lensa. Pemglihatan dekat memerlukan kontraksi dari badan ciliary, yang bisa memendekkan jarak antara kedua sisi badan ciliary yang diikuti dengan relaksasi ligamen pada lensa. Lensa menjadi lebih cembung agar cahaya dapat terfokuskan pada retina. Penglihatan yang terus menerus dapat menimbulkan ketegangan mata karena kontraksi yang menetap (konstan) dari otot-otot ciliary. Hal ini dapat dikurangi dengan seringnya mengganti jarak antara objek dengan mata. Akomodasi juga dinbantu dengan perubahan ukuran pupil. Penglihatan dekat, iris akan mengecilkan pupil agar cahaya lebih kuat melelui lensa yang tebal.

Cahaya diterima oleh fotoreseptor pada retina dan dirubah menjadi aktivitas listrik diteruskan ke kortek. Serabut-serabut saraf optikus terbagi di optik chiasma (persilangan saraf mata kanan dan kiri), bagian medial dari masing-masing saraf bersilangan pada sisi yang berlawanan dan impuls diteruskan ke korteks visual.

Tekanan dalam bola mata (intra occular pressure/IOP) Tekanan dalam bola mata dipertahankan oleh keseimbangan antara produksi dan pengaliran dari humor aqueous. Pengaliran dapat dihambat oleh bendungan pada jaringan trabekula (yang menyaring humor aquoeus ketika masuk kesaluran schellem) atau dfengan meningkatnya tekanan pada vena-vena sekitar sclera yang bermuara kesaluran schellem. Sedikit humor aqueous dapat maengalir keruang otot-otot ciliary kemudian ke ruang suprakoroid. Pemasukan kesaluran schellem dapat dihambat oleh iris. Sistem pertahanan katup (Valsava manuefer) dapat meningkatkan tekanan vena. Meningkatkan tekanan vena sekitar sklera memungkinkan berkurangnya humor aquoeus yang mengalir sehingga dapat meningkatkan IOP. Kadang-kadang meningkatnya IOP dapat terjadi karena stress emosional. KELAINAN FISIOLOGI MATA Miopi atau rabun jauh

Yaitu kelainan pada mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh didepanretina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau garis tengash mata panjang. Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa negatif Hypermetropi atau rabun dekat Yaitu kelainan mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh dibelakang retina.Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata pendek.Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa positif. Presbiopi Yaitu kelainan pada mata karena tidak elastisnya lensa mata untuk berakomodasi.Penderita kelainan ini biasanya menggunakan lensa ganda yaitu lensa positif dan lensanegative. Rabun Senja Kelainan pada mata karena defisiensi vitamin A. Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan dari terang ke gelap atau saat senja Katarak Yaitu mengaburnya lensa mata, yang dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau juga factor usia. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi pigmen melanin.

5.

Pigmen melanin pada kulit melindungi kulit dari efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen ini bertugas melindungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin, maka dapat timbul keganasan. Pada mata, pigmen melanin berfungsi untuk member warna pada mata.

6.

Mahasiswa mampu menjelaskan embriologi kulit dan kelainan kongenitalnya.

EMBRIOLOGI KULIT EPIDERMIS

Pada mulanya, mudigah dibungkus oleh selapis sel ektoderm. Pada permulaan bulan kedua (5 minggu), epitel ini membelah dan meletakan selapis sel gepeng, periderm atau epitrikium, pada permukaannya. Seiring dengan proliferasi sel-sel di lapisan dasar, terbentuklah lapisan ketiga yang terletak di tengah. Akhirnya pada akhir bulan ke 4, epidermis memperoleh susunan tetapnya dan dapat dikenali menjadi 4 lapisan yaitu stratum germinativum, stratum spinosum, stratum granulare, dan stratum korneum. Selama tiga bulan pertama, epidermis disusupi oleh sel-sel yang berasal dari crista neuralis. Sel-sel ini membentuk pigmen melanin, yang dapat dipindahkan ke sel-sel epidermis lain melalui cabang-cabang dendrit. Sel ini dikenal sebagai melanosit yang menyebabkan terjadinya pigmentasi kulit. DERMIS

Dermis berasal dari mesenkim. Selama bulan ketiga dan keempat, jaringan korium membentuk susunan-susunan papila yang tidak teratur, papilla dermis, yang menonjol ke arah epidermis. Papilla ini biasnaya mengandung kapiler kecil atau organ akhir saraf sensorik. Lapisan dermis yang lebih dalam, subkorium, mengandung jaringan lemak dalam jumlah yang besar.Pada

waktu lahir, kulit dilapisi oleh pasta berwarna keputih-putihan, vernix caseosa, yang dibentuk oleh sekret kelenjar lemak dan sel-sel epidermis yang berdegenerasi. Pasta ini melindungi kulit terhadap efek maserasi cairan amnion. RAMBUT

Rambut merupakan proliferasi epidermis padat yang menembus dermis dibawahnya. Pada ujung terminalnya, tunas-tunas rambut melakukan invaginasi. Invaginasi ini, papilla rambut, segera terisi oleh mesoderm dan di dalamnya berkembang pembuluh darah dan ujung-ujung saraf. Kemudia sel yang berada di tengah-tengah tunas rambut tersebut menjadi berbentuk kumparan dan mengalami pertandukan sehingga membentuk batang rambut, sedangkan sel-sel tepi menjadi berbentuk kuboid dan membentuk sarung epitel rambut. Sarung akar dermis dibentuk oleh mesenkim disekelilingnya. Sebuah otot polos kecil melekat pada sarung akar dermis. Otot ini dikenal sebagai m.erector pili. Proliferasi sel-sel yang terus berlangsung dipangkal batangnya mendorong rambut ke atas, dan menjelang akhir bulan ketiga rambut-rambut muncul dipermukaan pada daerah alis mata dan bibir atas. Rambut yang pertama kali muncul adalah rambut lanugo dan selanjutnya diganti oleh rambut yang lebih kasar yang berasal dari folikel-folikel rambut baru. KELENJAR MAMMARIA

Indikator terbentuknya kelenjar susu ditemukan dalam bentuk penebalan epidermis yang menyerupai pita, garis atau rigi susu. Pada mudigah 7 minggu, garis ini terbentang dari kanan dan kiri tubuh, dari pangkal lengan hingga daerah tungkai bawah. Sekalipun sebagian besar garis susu menghilang setelah terbentuk, sebagian kecil di daerah dada tetap menetap dan menembus mesenkim di bawahnya. Menjelang masa akhir pralahir, tunas-tunas epitel berongga, membentuk ductus lactiferus, sambil tunas induknya membentuk saluran-saluran kecil, dan alveoli kelenjar susu. Ductus lactiferus pada mulanya bermuara ke sebuah lubang epitel kecil. Setelah lahir lubang ini menjadi puting susu karena mesenkim dibawahnya berproliferasi. KELAINAN KONGENITAL KULIT Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena. Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk : 1. Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat yang runcing. 2. Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini, tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik.

3. Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler maupun vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor dan jarang sekali diperlukan terapi.

7.

Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi kulit.

Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong. Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat. EPIDERMIS Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu. Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) : Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti. Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis. Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans. Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans. Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.

Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans). DERMIS Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai True Skin. Terdiri atas

jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. Dermis terdiri dari dua lapisan : Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput. Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis. Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi SUBKUTIS Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.

VASKULARISASI KULIT Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi papilla dermis, tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient dari dermis melalui membran epidermis.

8.

Mahasiswa mampu menjelaskan histologi kulit.

EPIDERMIS Epidermis terdiri dari 5 lapisan dan tidak mempunyai pemubuluh darah maupun limpa sehingga semua nutrisi dan oksigen di dapat dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membran basal untuk mencapai epidermis. Sel-sel epidermis a. Keratinosit Sel ini merupakan sel terbanyak dengan jumlah mencapai 85%-95% pada epidermis. Berasal dari ektoderm permukaan. Sel berbentuk gepeng ini memiliki sitoplasma yang dipenuhi oleh skleroprotein birefringen, yakni keratin. Keratin ini mengandung sedikitnya 6 macam polipeptida dengan berat molekul 40kDa sampai 70 kDa. Komposisi tonofilamen ini berubah sewaktu sel berdiferensiasi. Sel basal mengandung berat molekul yang lebih rendah. Proses keratinisasi berlangsung selama 2-3 minggu yang dimulai dari proses proliferasi, diferensiasi, kematian sel dan pengelupasan. Pada tahap akhir diferensiasi diikuti penebalan membran sel, kehilangan inti dan organel lain di dalam sel. Selama proses keratinisasi berlangsung enzim hidrolitik lisosom berperan pada penghancuran organel sitoplasma. b. Melanosit Warna kulit ditentukan oleh berbagai faktor penting seperti kendungan melanin dan karoten, jumlah pembuluh darah dalam dermis, dan warna darah yang mengalir di dalamnya. Eumelanin adalah pigmen coklat tua yang dihasilkan oleh melanosit. Sel ini berjumlah 7%-10% dan berasal dari neuroektoderm. Melanosit memiliki badan sel yang bulat dengan cabang dendritik yang panjang dan tipis. Hemidesmosom mengikat melanosit ke lamina basalis. Melanosit paling banyak terdapat pada kulit muka dan genitalia eksterna. Jumlah melanosit tiap individu hampir sama, hanya jumlah produksi melanin berbeda. Sintesis melanin berlangsung di dalam melanosit dengan tirosinase berperan penting. Tirosin mula-mula diubah menjadi 3,4-dihidroksifenilalanin (dopa) dan kemudian menjadi dopaquinon yang kemudian bertransformasi dan dikonversi menjadi melanin. Dalam melanosit, melanin berkumpul dalam vesikel yang disebut premelanosom. Vesikel kemudian matang menjadi melanosom yang disebarkan melalui cabang sitoplasma melanosit ke keratinosit di sekitarnya terutama yang berada di stratum basale. Setelah granula melanin bermigrasi di dalam juluran sitoplasma, granula melanin akan berkumpul di daerah supranuklear sehingga inti sel terlindungi dari radiasi matahari yang merusak. Menggelapnya kulit karena sinar uv adalah hasil proses dua tahap yakni reaksi fisikokimia menghitamkan melanin dan melepaskannya dengan cepat ke

keratinosit. Pada tahap kedua kecepatan sintesis melanin menjadi meningkat dan mengakibatkan peningkatan jumlah pigmen. c. Sel langerhans Merupakan sel dendritik yang berbentuk bintang, ditemukan terutama di antara keratinosit dalam lapisan atas stratum spinosum. Sel ini mempunyai reseptor penanda imunologis yang mirip makrofag. Sel ini mengikat antigen asing di permukaannya dan merupakan sel pembawa antigen yang menyebabkan limfosit T dapat bereaksi terhadap antigen yang dibawanya. Sel ini berasal dari sekelompok sel prekursor dalam sumsum tulang. d. Sel Merkel Sel ini memiliki jumlah paling sedikit dan berasal dari krista neuralis. Sel ini terdapat pada lapisan basal kulit tebal, terutama banyak ditemukan di ujung jari, folikel rambut dan mukosa mulut. Sel ini memiliki peranan sebagai mekanoreseptor. 1. Stratum korneum Lapisan kulit yang terluar dan terdiri dari beberapa sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin. Selama proses keratinisasi berlangsung enzim-enzim hidrolitik lisosom berperan dalam penghancuran sitoplasma. 2. Stratum lusidum Stratum lusidum ini terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng. Sel-sel gepeng tanpa inti ini memiliki protoplasma yang telah berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Desmosom masih tampak di antara sel-sel yang bersebelahan 3. Stratum granulosum Stratum granulosum ini terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul basofilik kasar yang disebut granul keratohialin. Protein granul ini kaya akan histidin berfosfor selain protein yang mengandung sistin. Struktur khas lainnya adalah granul lamela, yakni suatu struktur lonjong yang mengandung cakram berlamel yang dibentuk oleh lapisan lipid ganda. Granula lamela ini mengeluarkan suatu materi ke dalam ruang antar sel di stratum granulosum. Materi ini berfungsi sebagai sawar terhadap materi asing dan menyediakan suatu efek pelindung bagi kulit. 4. Stratum spinosum Stratum spinosum terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal. Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, dan inti terletak di tengah-tengah. Sel-sel spinosum saling terikat erat melalui spina sitoplasma yang berisi filamen dan desmosom sehingga memberi corak berduri pada permukaan sel ini. Berkas keratin tersebut disebut tonofilamen. Filamen ini penting untuk mempertahankan kohesi antar sel dan melawan efek abrasi. Epidermis di daerah-daerah yang terkena gesekan secara terus menerus memiliki stratum spinosum yang tebal dengan lebih banyak tonofilamen dan desmosom. 5. Stratum basale Stratum basale terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal. Sel-sel basal ini berfungsi reproduktif. Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel yang berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar dan sel pembentuk melanin yang berwarna muda, inti gelap, dan memiliki butir pigmen. Sejumlah besar desmosom saling mengikat sel-sel pada lapisan ini pada permukaan lateral dan atas sedangkan hemidesmosom membantu mengikat sel ini pada lamina basalis.

Epidermis manusia diperbaharui setiap 15-30 hari bergantung pada usia, bagian tubuh dan faktor lain. Semua sel dalam stratum basale mengandung filamen keratin intermediet. Sewaktu sel berpindah ke atas, jumlah filamen juga bertambah sehingga mencapai setengah jumlah protein total begitu sel berada di stratum korneum.

DERMIS Dermis berasal dari lapisan mesoderm embrional. Terdiri dari jaringan penyambung dengan beberapa lapisan serat kolagen dan serat elatis. Epidermis dilekatkan pada dermis melalui lamina basal dan ikatan ini diperkuat oleh adanya tonjolan-tonjolan dermis ke epidermis yang disebut papila. Epidermis dipermukaan tonjolan dermis ini membentuk rigi (pematang) dengan alur diantaranya. Pola rigi dan alur ini yang terbentuk pada bulan ketiga dan keempat kehidupan janin, gambarannya khas pada tiap individu. Gambaran khas pada telapak tangan, kaki, dan jemari ini disebut sidik jari. Dermis bagian permukaan yang membentuk papila atau tonjolan ke epidermis, lapisan ini disebut stratum papilare. Stratum pailare tersusun lebih longgar ditandai oleh banyak papila dermis yang berjumlah 50-250 per mm2. Jumlah papila terbanyak dan lebih dalam pada daerah yang menerima tekan dan gesekan paling besar misalkan pada telapak kaki. Sebagian besar papila mengandung pembuluh kapiler yang memberi nutrisi pada epitel diatasnya. Papila lainnya mengandung badan akhir saraf sensorik untuk reseptor perabaan yang disebut badan meissner. Lapisan dermis dibawah strtum papilare disebut stratum retikulare. Lapisan ini lebih padat, tebal dan dalam. Terdiri atas berkas-berkas kolagen kasar tersusun rapat. Rongga-rongga diantara berkas serat terisi jaringan lemak, kelenjar keringat, dan kelenjar sebasea serta folikel rambut. Serat otot polos juga ditemukan pada tempat-tenpat tertentu seperti m.arector pili yang menempel pada folikel rambut membentuk lapisan tipis pada scrotum, prepusium, dan puting payudara. Otot ini turut berperan dalam ekspresi fasial. Lapisan retikular dibagian yang lebih dalam menyatu dengan hipodermis atau fasia superfisialis dibawahnya yang terdiri atas jaringan ikat longgar yang banyak mengandung jaringan lemak. Jumlah sel dalam dermis relatif sedikit. Merupakan sel-sel jaringan ikat seperti fibroblas, fibrosit, sel lemak, sedikit makrofag dan sel mast. Pada daerah yang berpigmen ditemukan melanosit.

Turunan Kulit Kelenjar Sebasea Kelenjar ini mensekresikan subtansi berminyak yang disebut sebum. Satu atau beberapa kelenjar sebasea bermuara dan mencurahkan sekretnya ke folikel rambut bagian atas. Kelenjar ini bertambah jumlahnya pada daerah muka, dahi, dan kulit kepala. Sebum berperan melembabkan dan membuat kedap air rambut dan permukaan kulit. Pada tempat peralihan kulit misalkan di daerah bibir, kelopak mata, glans penis, labia minora dan puting payudara ditemukan kelenjar sebasea yang tak bermuara ke folikel rambut dan mencurahkan sekretnya langsung ke permukaan tubuh. Kelenjar sebasea merupakan contoh kelenjar holokrin karena produk sekresinya dilepaskan bersama sisa sel mati. Sebum tidak memiliki andil dalam mencegah kehilangan air.

Rambut Rambut merupakann bangunan berzat tanduk yang diproduksi oleh folikel rambut yang merupakan pertumbuhan epitel permukaan kedalam lapisan dermis dibawahnya. Pertumbuhan rambut berlangsung dalam bagian pangkal folikel yang menggelembung dan disebut bulbus pili, yang terdiri atas sel-sel epitelial yang aktif membelah dan mengitari suatu papila jaringan ikat yang banyak mengandung pembuluh darah, dan saraf yang penting bagi kelangsungan hidup folikel rambut. Papila dermis dalam bulbus pili ini disebut papila pili. Batang rambut dibentuk oleh sel folikel yang paling dalam yang membatasi papila yang disebut sel matriks. Sel-sel folikel rambut merupakan lanjutan dari startum basal dan spinosum epidermis kulit. Pada permulaan perkembangan semua sel pada folikel aktif bermitosis akan tetapi seltelah folikel terdiferensiassi sempurna hanya tinggal sel-sel matriks yang aktif bermitosis dan menghasilkan berbagai bagian rambut yaitu, medula, korteks, dan kutikula rambut. Pigmen melanin ditemukan terjepit diantara dan di dalam sel tersebut sehingga mewarnai rambut. M. arector pili melekat ke sarung folikel dan berinsersi di daerah papila dermis pada epidermis. Kontraksi ini menyebabkan rambut menegak dan menarik ke dalam daerah tempat insersinya pada papila sehingga terjadi keadaan yang tampak pada kulit yang merinding. Muskulus arektor pili dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dan penegakan rambut terjadi apabila kedinginan atau ketakutan. Kelenjar Keringat Kelenjar keringat ini merupakan kelenjar merokrin dimana vesikel/gelembung sekret di bawa ke permukaan sel kemudian membran vesikel menyatu dengan membran sel dan sekret dicurahkan ke lumen kelenjar tanpa kehilangan bagian dari sitoplasma sel. Terdapat dua jenis sel pada sekresi kelenjar keringat yaitu sel gelap dan sel bening. Sel gelap memiliki granula sekretoris dan sel bening sebaliknya. Kelenjar keringat berperan dalam termoregulator. Bila tubuh perlu melepaskan panas, aliran darah kulit dan sekresi keringat meningkat. Kelenjar merokrin dipersarafi oleh serabut koligernik sistem saraf simpatis. Kelenjar apokrin adalah sejenis kelenjar keringat yang berbeda ditemukan pada kulit bagian ketiak, areola, dan anus. Kelenjar ini bersekresi secara apokrin dimana sekret yang dikeluarkan lebih kental dan dicurahkan ke dalam folikel rambut. Kelenjar apokrin dipersarafi oleh serabut adrenergik sistem saraf simpatis, dan perkembangannya dipengaruhi secara hormonal, dan karenanya kelenjar ini baru mulai aktif setelah puberitas. Kelenjar ini menghasilkan sekret yang pada awalnya tidak berbau namun akan terdapat bau yang khas bila terdekomposisi oleh bakteri. Kuku Kuku berasal dari sel yang sama pada epidermis, mempunyai matriks yang aktif bermitosis menghasilkan dasar kuku, yang merupakan lanjutan stratum germinatif kulit. Bagian pangkal kuku diliputi suatu lipatan kulit yang disebut eponikium atau kutikula. Lempeng kuku tumbuh dari dasar kuku sebagai suatu lempeng zat tanduk. Dasar kuku merupakan lanjutan stratum germinatif, terdiri atas sel-sel basal di atas membran basal dan dua atau tiga lapisan spinosum. Di bagian proksimal kuku terdapat daerah putih yang berbentuk bulan , disebut lunula. Stratum korneum yang mengeras di bawah ujung bebas kuku disebut hiponikium. Pertumbuhan kuku bersifat kontinu dan bisa digunakan sebagai indikator kesehatan seseorang seperti, adanya lekukan dan kekeruhan sering ditemukan pada infeksi kuku.Kuku yang tipis, mudah sobek, konkaf atau kuku sendok, menandakan adanya penyakit seperti

anemia kronik, sifilis dan demam rematik. Kuku yang kering dan rapuh menunjukan defisiensi vitamin atau keadaan hipotiroid.

9.

Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi kulit.

Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi), sensasi, eskresi dan metabolisme. Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, puting dan ujung jari. Kulit berperan pada pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.

10. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi melanin pada kulit.


Melanin, selain memberi warna pada kulit, juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar matahari yang dapat merusak struktur kulit, dan kulit menjadi gelap. Melanin sangat berguna melindungi kulit terhadap penyinaran sinar ultra violet. Pembentukan pigmen melanin dirangsang oleh sinar ultra violet.