Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS SKROFULODERMA

Oleh : Mariza apriyana

Pembimbing dr. Farida hartati sp.KK

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN SMF KULIT DAN KELAMIN RSUD PATUT PATUH PATJU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR 2013

IDENTITAS PASIEN Nama : Nn. S

Jenis kelamin : Perempuan Umur Alamat Pekerjaan Pendidikan Agama Suku ANAMNESA a). Keluhan Utama. Munculnya benjolan dan luka borok b). Riwayat Penyakit Sekarang. Pasien datang ke Poli Kulit Kelamin RSUD TRIPAT, dengan keluhan munculnya benjolan pada dagu dan leher kanan. Awalnya penyakit dimulai dari 2 tahun yang lalu, timbul benjolan diketiak kanan sebesar kelereng, tidak nyeri, dan teraba kenyal. Benjolan semakin bertambah besar dalam kurun waktu satu tahun, menyebar ke dagu dan leher kanan yang kemudian menjadi luka borok, sering mengeluarkan nanah dan terasa nyeri. Akhirnya pasien memutuskan untuk berobat ke rumah sakit dan oleh dokter dilakukan pengangkatan tiga buah kelenjar getah bening di sekitar ketiak kanan. Setelah dilakukan pengobatan, tidak tampak membaik, bahkan benjolan di leher dan dagu bertambah besar. Pasien tidak merasakan nyeri, Nafsu makan pasien menurun dan berat badan sulit naik, namun tidak disertai demam, batuk lama, batuk darah, dan sesak napas. c). Riwayat Penyakit Dahulu.
2

: 21 tahun : Gerung : pelajar : Mahasiswi : Islam : Sasak

Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami keluhan tersebut. d). Riwayat Penyakit Keluarga. Riwayat tuberkulosis dalam keluarga disangkal dan tidak ada anggota keluarga yang menderita panyakit seperti pasien. e) Riwayat pengobatan Pasien pernah berobat ke rumah sakit dan oleh dokter dilakukan pengangkatan tiga buah kelenjar getah bening di sekitar ketiak kanan. f) Riwayat Sosial PEMERIKSAAN FISIK. Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu : 120/80 mmHg : 85 x/menit : 20x/menit : 36,7 : Baik. : Compos Mentis

STATUS DERMATOLOGI : Regio : dagu, leher dan ketiak kanan

Effloresensi

: Didapatkan benjolan sebesar telur puyuh, keras, tidak nyeri dan terfiksasi, serta Ulkus bentuk tidak teratur, pinggir meninggi, tepi tidak rata, dinding bergaung, terdapat jaringan granulasi berwarna merah tertutupi oleh pus .Daerah sekitar ulkus tampak livide dan ditemukan skin bridge.

DIAGNOSA BANDING Skrofuloderma Aktinomikosis

PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah tepi Pemeriksaan bakteriologik Pemeriksaan histopatologi

DIAGNOSA KERJA Skrofuloderma PENATALAKSANAAN

Non- medikamentosa o Cara hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat dianjurkan, baik pada pasien maupun pada anggota keluarga.

Medikamentosa o Terapi sistemik Kategori III TBC paru (2HRZ 6HE, 2HRZ4HR, 2HRZ4H3R3)

Pemberian 2 bulan pertama

isoniazid 1x 150 mg/hari rifampisin 1 x 300 mg/hari pirazinamid 1 x 750

Pemberian 6 bulan selanjutnya

isoniazid 1 x 400 mg/ hari etambutol 1 x 500 mg/hari

o Terapi topikal Kompres dgn solutio PK 1/5.000. PROGNOSIS. Lesi dapat sembuh secara spontan namun memerlukan waktu dalam beberapa tahun dengan meninggalkan bekas Lukas (sikatriks) yang memanjang dan tidak teratur.

DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 4. Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta : 2006


2. Ellen,

stonia.

Available

at

http://www.scribd.com/doc/115892622/skrofuloderma. acses 22 maret 2013


3. Anonym,

available

at

http://mercywords.blogspot.com/2008/09/skrofuloderma.html. acses 21 maret 2013