Anda di halaman 1dari 112

1

PERJANJIAN JUAL-BELI MOBIL

Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing: 1. Nama : Vincent Derall Alamat : Jln. Green ville raya No.5 Jabatan : Marketing manager Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Cars Ways yang untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Simon Jrek Alamat : Jln. Damai, No. 10 Sunrise Garden, Kedoya Jabatan : Karyawan Swasta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua. Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyatakan telah sepakat untuk mengadakan perjanjian dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut. Pasal 1 Pihak Pertama akan menjual mobil kepada Pihak Kedua sebagaimana Pihak Kedua sudah bersedia membeli mobil dari Pihak Pertama dengan ketentuan sebagai berikut. Jenis mobil/merek : Blue Avanza Tahun perakitan : 2008 Nomor mesin : XXXX
1
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Nomor polisi : XXXX Warna mobil : silver Pasal 2 1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa harga mobil yang diperjualbelikan di dalam perjanjian jual-beli ini sebesar Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah). 2. Pihak Kedua bersedia membayar biaya-biaya lain, seperti bea balik nama, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Jasa Raharja SWPD dan asuransi sebesar Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah). Pasal 3 Pembayaran harga mobil dan biaya-biaya lain sebagaimana sudah disebutkan di Pasal 2 (ayat 2) di atas secara tunai pada saat perjanjian jual-beli ini ditandatangani kedua belah pihak. Pasal 4 Pihak Pertama akan menyerahkan mobil kepada Pihak Kedua dilakukan dengan cara diantar oleh Pihak Pertama ke alamat Pihak Kedua paling lambat 1 (satu) hari, hari kerja setelah perjanjian jual-beli ini ditandangani kedua belah pihak. Pasal 5 1. Pihak Kedua memberikan garansi selama 1 (satu) tahun sejak mobil tersebut diserahkan oleh Pihak Pertama. 2. Selama masa garansi, Pihak Kedua bebas mengganti sebagian atau seluruh onderdil, bagian mobil, termasuk mesin mobil yang rusak baik sebagian maupun seluruhnya. Pasal 6 1. Pihak Pertama bertanggung jawab mengantar mobil tersebut ke alamat Pihak Kedua. Jika ada kerusakan dan/atau kehilangan mobil tersebut selama perjalanan ke alamat Pihak Kedua menjadi tanggung jawab Pihak Pertama. 2. Pihak Pertama bertanggung jawab memperbaiki kerusakan mobil tersebut selama masa garansi, kecuali kerusakankerusakan karena kelalaian dari Pihak Kedua.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

3. Pihak Pertama berhak mendapatkan pembayaran dari Pihak Kedua secara tunai saat perjanjian ini ditandatangani. 4. Pihak Kedua bertanggung jawab melakukan pembayaran seperti yang telah ditetapkan di perjanjian jual-beli tersebut dengan Pihak Pertama. Pembayarannya dilakukan secara tunai. 5. Selama masa garansi, Pihak Kedua berhak memperoleh pelayanan untuk perbaikan mobil yang dimaksudkan dalam perjanjian jual-beli ini. Pasal 7 Apabila sampai jatuh tempo yang ditetapkan, Pihak Pertama tidak dapat mengirimkan mobil tersebut pada waktunya, sedang hal ini tidak dikarenakan force majeure (hal-hal di luar kekuasaan Pihak Pertama) maka Pihak Pertama dikenakan denda sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) tiap-tiap hari dengan maksimum Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dari pembayaran Pihak Pertama, kecuali jika keterlambatan ini disebabkan oleh kesalahan Pihak Kedua sehingga Pihak Pertama tidak diwajibkan membayar denda. Pasal 8 1. Pihak Pertama menjamin bahwa kendaraan tersebut adalah miliknya sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyainya dan sebelumnya belum pernah dijual atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan dengan cara bagaimana pun juga kepada orang atau pihak lain. 2. Pihak Pertama membebaskan Pihak Kedua dari segala tuntutan Pihak Ketiga berkaitan dengan status kepemilikan mobil yang dimaksudkan dalam perjanjian jual-beli ini. Pasal 9 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya
3
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 10 Perjanjian jual-beli ini berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak dan berakhir sampai dengan tanggal sembilan, bulan Desember, tahun dua ribu sembilan. Pasal 11 1. Apabila muncul perbedaan penafsiran atas pelaksanaan perjanjian ini dan atau hal-hal lain yang belum tercantum di dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan dengan cara musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. 2. Apabila penyelesaian secara kekeluargaan dengan musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan salah satu atau kedua belah pihak maka keduanya akan menempuh jalur hukum dan oleh karena itu Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di kantor kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 11 Demikianlah surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) di antaranya bermaterai dua belas ribu rupiah yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani. Jakarta, 10-12-2009 Pihak Pertama Pihak Kedua Materai Vincent Derall Tuan Simon Jrek Saksi-Saksi: 1. Inno Dey 2. Sadiya Nesya
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Sadiya Nesya, Sarjana Ekonomi, swasta bertempat tinggal di Kotamadya Jakarta Barat, Kecamatan Kebon Jeruk, Kelurahan Kedoya Utara, Rukun Warga 03, Rukun Tetangga 07, selanjutnya disebut Penjual. 2. Inno Dey, Sarjana Hukum, swasta, bertempat tinggal di Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng, Kelurahan Menceng Pulo, Rukun Warga 03, Rukun Tetangga 07, selanjutnya disebut Pembeli. Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian jual beli tanah dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 : Letak dan Luas Tanah Pembeli dan Penjual menerangkan lebih dahulu bahwa berdasarkan akta-akta tanggal 30 Januari 1975 nomor XXXX yang dibuat di hadapan Wulan Ratnaningsih, SH,NN, notaris di Jakarta, Penjual menguasai sebidang tanah seluas 5000 (lima ribu) meter persegi yang terletak di : Wilayah : Jakarta Timur Kecamatan : Jatinegara Kelurahan : Bidara Cina RW : 09 RT : 02 Tanah sebagaimana dimaksud letaknya adalah menurut gambar situasi bermeterai cukup yang batas-batasnya telah ditentukan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dan dilekatkan pada perjanjian ini. Pasal 2 : Kehendak Para Pihak Penjual bermaksud untuk menjual tanah tersebut kepada pihak Pembeli dan Pembeli bermaksud untuk membelinya dari Penjual.
5
BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 3 : Harga Pembeli dan Penjual sepakat bahwa harga tanah ditetapkan sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) per meter persegi atau Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) untuk 5000 meter persegi. Pasal 4 : Biaya Akta dan Balik Nama Pembeli dan Penjual sepakat bahwa harga tanah sebagaimana tersebut pada pasal 3 di atas tidak termasuk biaya akta jual beli dan balik nama sertifikat atas nama pihak Pembeli. Biayabiaya tersebut seluruhnya ditanggung oleh Pembeli. Pasal 5 : Cara Pembayaran 1. Pembayaran harga tanah oleh Pembeli kepada Penjual sebagaimana disebut pada pasal 3 perjanjian ini dilakukan secara bertahap. 2. Jumlah pembayaran setiap tahapan ditetapkan sebagai berikut: a. Pembayaran tahap pertama sebesar Rp 2.000.000.000,(dua milyar rupiah) pada saat perjanjian ini ditandatangani dan perjanjian ini sebagai tanda penerimaannya. b. Pembayaran tahap Kedua sebesar Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) akan dibayarkan pada tanggal 9 September 2009 yang dibayarkan dengan cara ditransfer melalui nomor rekening Penjual pada Bank ABC No. XXXX. c. Pembayaran tahap ketiga sebesar Rp 1.000.000.000,(satu milyar rupiah) pada tanggal 1 Januari 2009 yang dibayarkan dengan cara ditransfer ke rekening Penjual pada bank ABC No. XXXX. d. Pembayaran tahap keempat sebesar Rp 1.000.000.000,(satu milyar rupiah) pada tanggal 1 Mei 2009 yang dibayarkan dengan cara ditransfer ke rekening Penjual pada bank ABC No. XXXX. Pasal 6 : Penyerahan Tanah 1. Penjual menjamin bahwa tanah sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini akan diserahkan kepada Pembeli dalam keadaan kosong, selambat-lambatnya tanggal 9 Mei 2009.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

2. Apabila Penjual tidak menyerahkan tanah tersebut kepada Pembeli pada waktu yang ditentukan sesuai dengan perjanjian ini, maka Penjual telah dianggap melakukan kelalaian, sehingga suatu peringatan dengan surat juru sita atau surat-surat lain serupa itu tidak diperlukan lagi, maka pihak Penjual dikenakan denda setiap hari sebesar 1% (satu persen) setiap hari atas jumlah uang yang telah diterima olehnya dari pihak Pembeli terhitung sejak uang tersebut diterima oleh Penjual. 3. Apabila sampai dengan tanggal yang ditentukan dalam perjanjian ini tanah yang diperjanjikan dalam jual beli ini tidak diserahkan dalam keadaan kosong, maka dengan lewatnya waktu tersebut Penjual berhak untuk melakukan berbagai upaya untuk mengosongkan tanah tersebut atas biaya Penjual. 4. Dengan diterimanya jumlah uang oleh Penjual dari Pembeli sesuai dengan harga tanah yang diperjanjikan dalam jual beli ini, maka Penjual tidak berhak lagi dan dilarang untuk menjual tanah tersebut kepada pihak lain dan segala tindakan pemindah-tanganan tanah tersebut yang dilakukan oleh pihak Penjual adalah tidak sah dan batal menurut hukum. Pasal 7 : Status Hukum Kepemilikan Tanah 1. Penjual menjamin bahwa tanah sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini adalah benar-benar miliknya sendiri dan hanya Penjual yang berhak penuh untuk menjualnya; 2. Penjual menyatakan bahwa tanah yang dimaksudkan dalam perjanjian ini tidak tersangkut sesuatu perkara atau sengketa, tidak sedang menjadi obyek sitaan, baik yang berupa sitaan Penjualan maupun sitaan penjagaan dan tidak sedang dibebani suatu jaminan hutang; 3. Penjual menjamin bahwa sejak saat perjanjian ini dibuat maupun di kemudian hari Pembeli tidak akan mendapat suatu tuntutan dari pihak siapa pun juga yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas tanah tersebut.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 8 : Bukti Kepemilikan 1. Penjual menjamin Pembeli bahwa tanah yang diperjanjikan dalam jual beli ini telah mempunyai sertifikat hak milik sesuai dengan hukum pertanahan yang berlaku di Indonesia. 2. Apabila di kemudian hari terbukti sertifikat hak milik atas tanah tersebut tidak sesuai dengan ketentuan hukum pertanahan di Indonesia maka perjanjian ini menjadi batal. 1. 2. Pasal 9 : Pembatalan Perjanjian Penjual dan Pembeli sepakat bahwa Perjanjian ini dapat dibatalkan apabila ketentuan pasal 8 ayat (1) perjanjian ini tidak dipenuhi oleh Penjual. Pembatalan perjanjian sebagaimana disebut dalam pasal 8 ayat 2 cukup dinyatakan dengan suatu surat tercatat yang disampaikan kepada Pembeli dalam hal ini kedua belah pihak melepaskan segala ketentuan yang tercantum dalam pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang berlaku di Indonesia. Apabila perjanjian ini menjadi batal karena menurut ketentuan seperti yang diuraikan di atas, maka Penjual harus mengembalikan jumlah uang yang telah diterima olehnya dari pihak Pembeli dalam waktu 1 (satu) bulan terhitung dari tanggal pembatalan perjanjian oleh pihak Pembeli. Apabila perjanjian ini menjadi batal karena alasan apapun juga, sehingga pihak Penjual harus mengembalikan jumlah uang yang telah diterimanya kepada Pembeli, maka jumlah uang itu dengan ini diakui oleh Penjual sebagai hutangnya kepada Pembeli. Penjual juga dikenakan bunga atas seluruh uang yang telah diterimanya sebesar 1% (satu persen) setiap hari terhitung dari hari diterimanya sampai pada hari dibayarnya kembali jumlah uang tersebut.

3.

4.

5.

Pasal 10 : Waktu Penandatanganan Akta Akta jual beli tanah sebagaimana dimaksudkan dalam perjanjian ini harus sudah ditandatangani selambat-lambatnya dilakukan pada tanggal 9 Mei 2009.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 11 : Balik Nama Apabila proses pembalikan nama pada sertifikat dari nama Penjual menjadi nama Pembeli belum selesai dilakukan padahal Pembeli sudah membayar lunas harga tanah yang diperjanjikan dalam perjanjian jual beli ini maka Pembeli untuk dan atas nama Penjual menjalankan segala hak dengan nama apapun juga yang ada pada dan/atau yang dapat dijalankan oleh Penjual sebagai yang menguasai tanah tersebut, tidak ada yang dikecualikannya, akan tetapi semuanya itu atas tanggungan dan risikonya pihak yang menjalankan hak-haknya itu, dengan membebaskan pihak Penjual dari segala tuntutan dari pihak lain mengenai tindakan-tindakan itu. Pasal 12 : Surat Kuasa Penjual dan Pembeli sepakat bahwa semua surat kuasa yang berhubungan dengan perjanjian jual beli ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjanjian ini dan tidak akan batal atau dapat dibatalkan karena alasan-alasan apapun juga. Pasal 13 : Penyelesaian Sengketa 1. Apabila terjadi perbedaan penafsiran atas isi perjanjian ini antara Penjual dan Pembeli dan/atau tidak atau belum diatur dalam perjanjian ini, maka kedua belah pihak sepakat akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat. 2. Apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud ayat (1) Penjual dan Pembeli sepakat untuk menyelesaikannya secara hukum melalui Pengadilan Negeri Jakarta Timur Pasal 14 : Domisili Hukum Pembeli dan Penjual dalam kaitannya dengan perjanjian ini memilih tempat kediaman hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pasal 15 : Penutup Perjanjian ini dibuat dengan bebas tanpa paksaan dari siapa pun dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dalam rangkap 2 (dua) dengan meterai yang cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.
9
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini Jumat tanggal sembilan bulan lima tahun dua ribu sembilan (09-05-2009). Penjual Sadiya Nesya, SE Pembeli Inno Dey, S.H.

PERJANJIAN JUAL BELI TANAH DAN RUMAH

Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan. 1. Tuan Vincent Derall, bertempat tinggal di Menceng, Cengkareng, Jln. Jaya 24 , No. 23, selanjutnya akan disebut pula Pihak Pertama. 2. Tuan Simon Jrek, bertempat tinggal di Kedoya, Jln SMA 57, No. 24, selanjutnya akan disebut pula Pihak Kedua. Para penghadap yang telah dikenal oleh saya, Inno Dey S.H., notaris, lebih dahulu dengan ini menerangkan: Bahwa menurut akta jual beli tertanggal xxx no. xxx yang telah dibuat di hadapan Imanuel S.H, selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk wilayah Jakarta Barat, yang bermeterai cukup diperlihatkan kepada saya, notaris, Pihak Pertama telah membeli dari tuan Bonaventura, bertempat tinggal di Tegal Alur, Cengkareng, Jln. Toram No. 13; sebidang tanah hak milik, persil no. xxx, kohir no. xxx, luasnya kurang lebih 120 m2 (seratus dua puluh meter persegi), terletak di Tegal Alur, wilayah Cengkareng, kecamatan Cengkareng, dan berbatasan di sebelah : - Utara : Jln Menceng raya - Timur : Jln Trisula
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

10

- Selatan : Rumah Bpk. Romanus - Barat : Rumah Bpk. Raimundus berikut sebuah bangunan rumah tinggal yang terdapat di atas tanah tersebut, setempat dikenal sebagai Jalan Trisula, No. 23. Bahwa segera setelah Tanah dan rumah tersebut dibalik nama dan tertulis atas nama Pihak Pertama menurut sertifikat (tanda bukti hak) dari Kepala Sub Direktorat Agraria Jakarta Barat, Pihak Pertama akan menjual kepada Pihak Kedua, yang menerangkan secara demikian akan membeli dari Pihak Pertama tanah dan rumah tersebut di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang dimaksudkan dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961. Berhubung dengan apa yang telah diterangkan (diberitahukan) lebih dahulu itu, para penghadap selanjutnya menerangkan, bahwa para pihak telah bersepakat untuk, atas risiko dan tanggung jawab para pihak sendri, mengadakan perjanjian sebagai berikut : Pasal 1 Pihak Pertama berjanji dan oleh karena itu mengikat diri untuk menjual kepada Pihak Kedua, yang berjanji dan oleh karena itu mengikat diri pula akan membeli dari Pihak Per-tama: sebidang tanah hak milik, persil nomor xxxx, kohir no. xxxx, luasnya kurang lebih 120 m2 (seratus dua puluh meter persegi), terletak di Tegal alur, wilayah Cengkareng, kecamatan Cengkareng berikut sebuah bangunan rumah tinggal yang terdapat di atas tanah tersebut, segera setelah tanah dan rumah tersebut dibalik nama dan tertulis atas nama Pihak Pertama menurut sertifikat (tanda bukti hak) dari Kepada Sub Direktorat Agraria Jakarta Barat, dengan ketentuan-ketentuan yang lazim dipergunakan untuk suatu jual beli tanah dan rumah, hal mana telah diketahui oleh para pihak, antara lain/ditambah dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. bahwa jual beli tanah dan rumah tersebut akan dilakukan dengan akta yang dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang dimaksudkan dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961;
11
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

b. bahwa harga tanah dan rumah tersebut oleh kedua belah pihak telah ditetapkan sebesar Rp 80.000.000,00 (delapam puluh juta rupiah), dari jumlah uang mana oleh Pihak Pertama diakui telah diterimanya dari Pihak Kedua sebesar Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) sebelum penandatanganan akta ini sebagai pembayaran di muka (voorschot), untuk penerimaan jumlah uang itu akta ini oleh kedua belah pihak dinyatakan berlaku pula sebagai kuitansinya yang sah, sedangkan sisanya atau sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) lagi akan dilunasi pada saat penandatanganan akta jual beli yang bersangkutan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang; c. bahwa Pihak Pertama menjamin tanah dan rumah tersebut tidak dikenakan suatu sitaan atau tersangkut sebagai tanggungan untuk suatu piutang atau diberati dengan/secara apa pun, pula tidak sedang dalam sengketa, sehingga Pihak Kedua tidak akan mendapat gugatan atau tuntutan dari siapa pun mengenai tanah atau rumah tersebut; d. bahwa semua bea dan biaya (ongkos) sampai selesainya balik nama tanah dan rumah tersebut atas nama Pihak Kedua menjadi tanggungan dan akan di bayar oleh Pihak Pertama Pasal 2 Pihak Pertama dengan ini memberi kuasa kepada Pihak Kedua dengan hak untuk mengalihkan lagi kekuasaan ini kepada orang lain atau suatu badan (substitutie). KHUSUS : a. untuk melaksanakan jual beli tanah dan rumah tersebut antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah segera setelah tanah dan rumah tersebut dibalik nama dan tertulis atas nama Pihak Pertama menurut sertifikat (tanda bukti hak) dari Kepala Sub Direktorat Agraria Jakarta Barat dan setelah harga persil tersebut dibayar lunas oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama; dan
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

12

b. untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan atau mengadakan perubahan-perubahan dalam akta ini, yang menurut pendapat instansi yang berwajib (berwenang) diperlukan. Untuk melaksanakan hal-hal tersebut di atas, yang diberi kuasa boleh (berhak untuk) menghadap kepada siapa dan di mana pun guna memberikan keterangan-keterangan, mengajukan surat-surat permohonan dan segala surat lainnya, menandatangani, menyelesaikan dan selanjutnya melakukan segala tindakan yang dianggap baik dan perlu oleh yang diberi kuasa tanpa pengecualian. Semua kekuasaan tersebut adalah kekuasaan-kekuasaan tetap yang tidak dapat dicabut kembali dan tidak akan berakhir oleh sebab-sebab yang ditetapkan dalam undang-undang atau menurut peraturan hukum serta menjadi bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari perjanjian menurut akta ini, yang tidak akan dibuat tanpa adanya kekuasaan-kekuasaan tersebut di atas. Dalam melakukan kekuasaan-kekuasaan tersebut di atas yang diberi kuasa dibebaskan dari pertanggung jawab sebagai kuasa. Pihak Pertama dengan ini berjanji dan oleh karena itu mengikat diri : a. untuk, selama jual beli tanah dan rumah tersebut belum dilaksanakan, secara bagaimanapun tidak akan menjaminkan dan atau mengalihkan/melepaskan hak atas tanah dan rumah tersebut kepada pihak lain, selain oleh Pihak Kedua berdasarkan ketentuan Pasal 2 di atas; dan b. untuk mengikhtiarkan (mengusahakan) agar tanah dan rumah tersebut secepat mungkin dibalik nama dan tertulis atas nama Pihak Pertama menurut sertifikat (tanda bukti hak) dari Kepala Sub Direktorat Agraria Jakarta Barat, sehingga jual beli tanah dan rumah tersebut dalam waktu singkat dapat dilaksanakan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwajib (berwenang).

Pasal 3

13

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 4 Penyerahan dari tanah dan rumah tersebut dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua akan dilakukan dalam keadaan kosong (tidak dihuni/ditempati) seluruhnya dengan kuncikuncinya, segera setelah penandatanganan akta jual beli yang bersangkutan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang itu. Pasal 5 Biaya untuk akta ini menjadi tanggungan dan akan dibayar oleh Pihak Pertama Pasal 6 Sesuai dengan peraturan hukum, perjanjian ini berlaku pula bagi para ahli waris dari pihak yang meninggal dunia. Pasal 7 Untuk segala urusan mengenai perjanjian ini dengan segala akibatnya kedua belah pihak memilih domisili yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta Barat Jakarta, 10 Desember 2009 Penjual Pembeli Simon Jrek Vincent Derall

Saksi Romanus (pemilik tanah yang bersebelahan dengan tanah yang dijualbelikan) Inno Dey Pejabat pembuat akta tanah Inno Dey, S.H.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

14

PERJANJIAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN


SADIYA NESYA INNO DEY
DENGAN ANTARA

Pada hari ini Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, bertempat di Kantor Pihak Kedua antara pihak-pihak : 1. Nama : Sadiya Nesya Tempat/tgl Lahir : Alastua, 22 November 1990 Alamat : Jl. Asam Baris Raya no. 20, Jakarta Pekerjaan : Wiraswasta Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Pertama 2. Nama : Inno Dey Tempat/tgl Lahir : Jakarta, 20 Januari 1990 Alamat : Jl. SMA 57 no. 10, Jakarta Barat Pekerjaan : Wiraswasta Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Kedua Pihak Pertama telah menjual tanah berikut dengan bangunannya ukuran : 400 m2 (empat ratus meter persegi) Batas sebelah Barat : Jl. Adhikarya Batas sebelah Timur : Rumah Bpk. Ign Dewey Batas sebelah Selatan : Kantor Pos Batas sebelah Utara : Jl. Duren III Perjanjian ini dilakukan dengan aturan dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 1. Masa berlaku perjanjian 2 (dua) tahun, mulai tanggal 11-122009 dan berakhir pada tanggal 10-12-2011 atau berakhir pembayaran/pelunasan. 2. Masa berlaku perjanjian sesuai dengan ayat 1 (satu) pasal ini, dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak dan dituangkan dalam bentuk AMANDEMEN.
15
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 2 Besarnya uang cicilan untuk selama waktu sebagaimana tercantum dalam pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) sebesar : Cicilan I : Rp 44.000.000, di Bayar Tanggal 11-12-2009 Cicilan II : Rp 16.000.000, di Bayar Tanggal 02-11-2010 Cicilan III : Rp 6.000.000, di Bayar Tanggal 10-12-2011 Jumlah Total : Rp 66.000.000,Dibukukan atau dibuktikan pada KWITANSI KHUSUS Pasal 3 1. Hak pemilikan atas tanah berikut bangunan merupakan hak Pihak Pertama selama proses pembayaran belum selesai atau lunas. 2. Pihak Pertama berhak menerima uang dari Pihak Kedua, sebesar Rp. 55.000.000,- (Lima Puluh Lima Juta Rupiah). Pasal 4 1. Pihak Kedua mempunyai hak untuk menggunakan tanah berikut bangunannya (objek) selama proses cicilan berjalan sesuai dengan pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) Perjanjian ini. 2. Pihak Kedua berkewajiban membayar biaya-biaya listrik dan biaya lain-lain selama proses penyelesaian cicilan berjalan. Pasal 5 Pihak Pertama tidak dibenarkan mengalihkan hak atas tanah berikut bangunannya, selama proses cicilan berjalan (belum lunas), tersebut pada pasal 1 ayat 1 Perjanjian ini. Pasal 6 Pihak Kedua dilarang menjual, menjaminkan dan/atau mengalih namakan hak atas tanah berikut bangunannya (objek) selama proses pembayaran belum selesai (lunas).

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

16

Pasal 7 1. Kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara musyawarah untuk mufakat. 2. Bilamana musyawarah tersebut ayat 1 (satu) pasal ini tidak menghasilkan kata sepakat tentang cara penyelesaian perselisihan, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk menyerahkan semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini kepada Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 8 Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Perjanjian ini, akan dituangkan dalam surat menyurat antara kedua belah pihak yang selanjutnya disetujui oleh kedua belah pihak, menjadi satu kesepakatan yang tidak dapat dipisahkan dengan perjanjian ini Pasal 9 Demikian perjanjian ini dibuat dengan itikad baik untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak, dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli masing-masing sama bunyinya, bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 11-12-2009 Pihak Kedua, Inno Dey Saksi-saksi : 1. Izza Pemaz 2. Ade Putea Pihak Pertama, Sadiya Nesya

17

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

PERJANJIAN JUAL-BELI TANAH DAN BANGUNAN DENGAN SISTEM ANGSURAN

Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, bertempat di kantor notaris, oleh dan antara pihak-pihak: 1. Nama : Vincent Derall di Mateo Tempat/ Tgl. Lahir : Flores, 2 Desember 1969 Alamat : Jln. Jaya 24 , No. 23, Menceng, Cengkareng Pekerjaan : Karyawan Swasta Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Pertama 2. Nama : Simon Jrek Neranai Tempat/ Tgl. Lahir : Jakarta, 3 Desember 1965 Alamat : Jln SMA 57, No. 24 Kedoya Pekerjaan : karyawan swasta Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Kedua Pihak Pertama telah menjual tanah berikut dengan bangunannya dengan ukuran : 120 m2 (seratus dua puluh meter persegi) Batas sebelah utara : Jln Menceng raya Batas sebelah timur : Jln Trisula Batas sebelah selatan : Rumah Bpk. Romanus Batas sebelah barat : Rumah Bpk. Raimundus yang berlokasi di Jalan Trisula, No. 23 Tegal Alur, wilayah Cengkareng kepada Pihak Kedua dengan cara pembayaran secara kredit dengan ketentuan sebagai berikut. Pasal 1 1. Masa berlaku perjanjian ini mulai tanggal Delapan bulan Desember tahun 2009 dan berakhir pada tanggal Delapan bulan Desember tahun 2013 atau berakhir pembayaran/ pelunasan 2. Masa berlaku perjanjian sesuai dengan ayat 1 (satu) pasal ini, dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak dan dituangkan dalam bentuk AMANDEMEN.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

18

Pasal 2 Besarnya uang angsuran untuk selama waktu sebagaimana tercantum dalam pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) sebesar : Angsuran I : Rp 40.000.000,00 dibayar tanggal 08 desember 2009 Angsuran II : Rp 20.000.000,00 dibayar tanggal 08 Desember 2010 Angsuran III : Rp 20.000.000,00 dibayar tanggal 08 desember 2011 Angsuran IV : Rp 20.000.000,00 Jumlah total Rp 100.000.000,00 Dibukukan atau dibuktikan pada KUITANSI KHUSUS Pasal 3 1. Hak kepemilikan atas tanah dan bangunan merupakan hak Pihak Pertama selama proses pembayaran belum selesai atau lunas. 2. Pihak Pertama berhak menerima uang dari Pihak Kedua sebanyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). 3. Pihak Kedua memiliki hak untuk memiliki tanah dan bangunannya yang bertempat di Jalan Trisula, No. 23 Tegal Alur, wilayah Cengkareng selama proses angsuran berjalan sesuai dengan pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) perjanjian ini. 4. Pihak Kedua wajib membayar biaya-biaya listrik dan biaya lain-lain selama proses penyelesaian angsuran berjalan. Pasal 4 1. Pihak Pertama tidak dibenarkan mengalihkan hak atas tanah beserta bangunannya, selama proses angsuran berjalan (belum lunas), tersebut pada pasal 1 ayat 1 perjanjian ini. 2. Pihak Kedua dilarang menjual, menjaminkan, dan atau mengalihnamakan hak atas tanah dan bangunannya yang beralamat di Jalan Trisula, No. 23 Tegal Alur, wilayah Cengkareng selama proses pembayarannya belum lunas.

19

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 5 1. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara musyawarah untuk mufakat. 2. Apabila musyawarah seperti tersebut di ayat 1 (satu) pasal ini tidak menghasilkan sepakat tentang cara penyelesaian perselisihan maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk menyerahkan semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini kepada Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 6 1. Apabila objek perjanjian rusak atau hilang yang disebabkan oleh bencana alam seperti tsunami, angin ribut, kebakaran, gempa bumi, atau force majeure lainnya maka perjanjian ini berakhir segera dan kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menuntut haknya masing-masing. 2. Jika kerusakan dan kehancuran objek perjanjian yang diakibatkan oleh bencana alam itu tidak seluruhnya maka kedua belah pihak akan membuat kesepakatan baru yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 7 Hal-hal yang belum atau tidak diatur dalam perjanjian ini akan disampaikan melalui surat antara kedua belah pihak yang selanjutnya disetujui oleh kedua belah pihak, menjadi suatu kesepakatan yang tidak dapat dipisahkan dengan perjanjian ini

Pasal 8 Demikian perjanjian ini dibuat dengan itikad baik untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak, dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli masing-masing sama bunyinya, bermaterai cukup, dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Dibuat di: Jakarta Pada tanggal: 10 Desember 2009 Pihak Pertama Materai Vincent Derall Pihak Kedua Simon Jrek

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

20

PERJANJIAN JUAL BELI TANAH DAN RUMAH DENGAN HAK MEMBELI KEMBALI

Pada hari ini, Sabtu 5 Desember 2009 jam 10 pagi waktu Indonesia barat. Berhadapan dengan saya, Inno Dey, S.H., notaris yang berkedudukan di wilayah Tangerang, yang selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT. 1. Tuan Vincent Derall yang beralamat di Jl. Kemuning Raya, Cikupa blok D no. 4 2. Tuan Simon Jrek yang beralamat di Jln Citra 2, Perumahan Citra raya Cikupa Para penghadap menerangkan, dengan tidak mengurangi izin dari yang berwenang jika hal ini masih diperlukan, bahwa tuan Vincent Derall tersebut, yang selanjutnya akan disebut juga: Pihak Pertama Dengan ini menjual/mengoperkan kepada tuan Simon Jrek yang selanjutnya akan disebut juga: Pihak Kedua Yang menerangkan telah membeli dan mengoper dari Pihak Pertama : a. sebuah bangunan rumah tinggal terbuat dari atap genting, lantai ubin, dinding tembok, berikut urut-urutannya. b. segala hak yang ada pada dan atau dapat dijalankan oleh Pihak Pertama atas tanah di mana bangunan tersebut didirikan berikut pekarangannya, terletak di perumahan Citra Raya Boulevard, blok C, persil No. xxx, dengan luas lebih kurang 250 m2 (dua ratus lima puluh meter persegi, demikian menurut surat izin yang, untuk menggunakan tanah, dikeluarkan oleh Ketua Badan Pertanahan wilayah Tangerang, tertanggal 05-10-1997 No. 197, terdaftar atas nama tuan Sabikin.

21

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Bahwa Pihak Pertama adalah yang berhak atas apa yang diuraikan di atas, karena dibangun sendiri menurut surat izin bangunan tertanggal tangerang, 10-5-1998 No. 195/I.B, dan berdasarkan akta jual beli dari tuan Sabikin dengan akta tertanggal 10-11-1998 Nomor 34 yang dibuat di hadapan tuan Sandro, notaris di Tangerang, salinan yang bermeterai cukup diperlihatkan kepada saya, notaris. Penjualan dan pembelian ini menurut keterangan para penghadap dilangsungkan dan diterima dengan harga Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) jumlah uang mana telah dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama seluruhnya sebelum akta ini ditandatangani dan untuk penerimaan jumlah uang itu penghadap tuan Vincent Derall tersebut dengan ini memberi pelunasannya, sehingga akta ini berlaku juga sebagai kuitansi untuk penerimaan jumlah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) itu, dan selanjutnya dengan memakai syarat-syarat dan perjanjian-perjanjian sebagai berikut : Pasal 1 Segala keuntungan dan kerugian yang didapat atau yang diderita dengan apa yang dijual/dioper dengan akta ini mulai hari ini menjadi miliknya atau dipikul oleh Pihak Kedua. Pasal 2 Apa yang dijual/dioperkan dengan akta ini berpindah ke tangan Pihak Kedua dalam keadaan nyata pada hari ini, dan mengenai hal ini Pihak Kedua tidak akan mengadakan tuntutan apa pun juga terhadap Pihak Pertama baik mengenai perbedaan tentang ukuran atau batas-batas pekarangan, cacat-cacat lainnya yang terlihat atau tidak terlihat harus diserahkan dalam keadaan kosong seluruhnya oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya pada tanggal 05-04-2010 kecuali bilamana Pihak Pertama sebelum melakukan haknya membeli kembali seperti yang diuraikan dalam Pasal 5 di bawah ini. Pasal 3 Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa apa yang dijual dan dioperkan dengan akta ini, adalah benar miliknya
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

22

Pihak Pertama, bebas dari sitaan dan tidak dipertanggungkan dengan cara apa pun juga, tidak dijual kepada orang lain dan tentang hal itu baik sekarang maupun di kemudian hari Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan apa pun juga dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas apa yang dijual/dioperkan dengan akta ini dan oleh karenanya Pihak Kedua dibebaskan oleh Pihak Pertama dari segala tuntutan apa pun juga dari pihak lain mengenai hal-hal tersebut di atas. Pasal 4 Pihak Pertama menjamin pada Pihak Kedua tentang adanya hak-hak yang dimaksud di atas jika ternyata bahwa hakhak tersebut tidak ada maka penjualan dan pembelian ini dengan sendirinya menjadi batal menurut hukum dan dalam keadaan demikian kedua belah pihak sepanjang perlu melepaskan ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pasal 5 Pihak Pertama berhak membeli kembali apa yang dijual/ dioperkan dengan akta ini dalam waktu 6 (enam) bulan terhitung mulai tanggal hari ini, menjadi paling lambat pada tanggal 05-05-2010 dengan membayar kembali harga penjualan sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) tersebut di atas. Apabila Pihak Pertama tidak menggunakan haknya untuk membeli kembali dalam jangka waktu tersebut, Pihak Kedua secara mutlak menjadi pemilik dari apa yang dibelinya dengan akta ini. Pasal 6 Biaya akta ini dan segala biaya yang harus dikeluarkan berhubungan dengan penjualan/pembelian ini dipikul dan dibayar oleh Pihak Kedua. Bilamana pada tanggal 05-04-2010 Pihak Pertama belum juga menyerahkan rumah tersebut dalam keadaan kosong pada Pihak Kedua, maka terhitung mulai tanggal 06-04-2010 Pihak Pertama dikenakan denda oleh Pihak Kedua sebesar
23
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) untuk tiap-tiap hari kelambatan yang mana denda wajib dibayar seketika dan sekaligus. Dalam keadaan demikian Pihak Kedua juga berhak dan dengan ini diberi kuasa mutlak oleh Pihak Pertama untuk mengambil bangunan itu dalam keadaan kosong seluruhnya dari Pihak Pertama atau badan/orang lain yang menempatinya, kalau perlu dengan bantuan polisi atas biayanya Pihak Pertama. Pasal 7 Akhirnya para penghadap menerangkan bahwa mereka -tentang perjanjian ini dan segala akibatnya- memilih tempat tinggal yang tetap dan semuanya di kantor Panitera pengadilan Negeri Tangerang. Dibuat di: Jakarta Pada tanggal: 5 Desember 2009 Pihak Pertama Vincent Derall Pihak Kedua Simon Jrek

Saksi: 1. Ketua RT setempat 2. Ketua RW setempat 3. Pejabat pembuat Akta tanah 4. Inno Dey, S.H.

PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama : Izza Wolla Tempat/ tgl Lahir : Jakarta/21 Februari 1989 Alamat : Jl. Borobudur II no. 12, Jakarta Pekerjaan : Wiraswasta Selanjutnya disebut Penjual
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

24

2.

Penjual dengan ini berjanji untuk menyatakan mengikatkan diri untuk menjual kepada Pembeli dan Pembeli berjanji dengan menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari Penjual berupa sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam Sertifikat Hak Milik Nomor XXXX Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Kebupaten Jakarta Barat, dan secara rinci tampak pada gambar situasi nomor XXXX tanggal 08 Desember 2009 seluas 350 m2 (tigaratus limapuluh meter persegi) berikut bangunan rumah yang berdiri diatasnya seluas 270 m2 (duaratus tujuhpuluh meter persegi), yang untuk selanjutnya disebut Tanah dan Rumah, dengan syarat dan ketentuan diatur sebagai berikut: Pasal 1 Jual beli Tanah dan Rumah tersebut dilakukan dan disetujui oleh Penjual dan Pembeli dengan total harga Rp 72.000.000,(tujuhpuluh dua juta rupiah) dengan rincian sebagai berikut: 1. Harga tanah per meter persegi Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) sehingga harga tanah seluruhnya Rp 35.000.000,(tiga puluh lima juta rupiah). 2. Harga bangunan rumah adalah Rp 37.000.000,- (tiga puluh tujuh juta rupiah).

Nama : Ade Putea Tempat/ tgl Lahir : Jakarta/31 Maret 1988 Alamat : Jl. Mencong Blok A/3 no. 17, Jakarta Pekerjaan : Wiraswasta Selanjutnya disebut Pembeli

Pasal 2 1. Pembeli menyatakan bersedia memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) secara tunai kepada Penjual, pada saat perjanjian ini ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli dan surat perjanjian ini sebagai tanda terima yang sah. 2. Sisa harga Tanah dan Rumah sebesar Rp 22.000.000,- (dua puluh dua juta rupiah) harus dibayar oleh Pembeli paling lambat 47 (empat puluh tujuh) hari sejak surat perjanjian ini ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli.
25
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

3. Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan cara Pembeli menyetor ke rekening Penjual yakni Bank Mandiri dengan nomor rekening: xxxxx. Pasal 3 1. Penjual menjamin sepenuhnya bahwa Tanah dan Rumah yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah benar-benar milik Penjual sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak atas tanah tersebut. 2. Penjual hanya menyatakan bahwa Tanah dan Rumah yang dimaksud dalam perjanjian ini bebas dari sitaan dari pihak mana pun juga; tidak tersangkut sengketa dengan pihak ketiga; hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain. Pasal 4 1. Penjual menyatakan dan berjanji akan menyerahkan tanah dan rumah yang dimaksudkan dalam perjanjian ini kepada Pembeli dalam keadaan kosong selambat-lambatnya 4 (empat) hari setelah Perjanjian ini ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli yang penyerahannya bersamaan dengan pelunasan seluruh harga tanah dan bangunan sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (2) perjanjian ini. 2. Penyerahan Tanah dan Rumah yang dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan penyerahan kunci-kunci pintu rumah dan kunci ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah tersebut. Pasal 5 Penjual menyatakan bahwa sejak ditandatanganinya surat perjanjian ini maka tanah dan rumah yang dimaksud dalam perjanjian ini beserta segala keuntungan maupun kerugiannya sepenuhnya menjadi hak milik Pembeli.

Pasal 6 1. Biaya pengurusan balik nama tanah dan bangunan yang dimaksud dalam perjanjian ini sepenuhnya adalah atas biaya Pembeli.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

26

2. Dalam proses pengurusan balik nama, Penjual berjanji dan menyatakan bersedia bersama Pembeli menghadap instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menanda tangani Surat-Surat yang bersangkutan serta melakukan segala hal yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Penjual kepada Pembeli. Pasal 7 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Penjual dan Pembeli sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 8 1. Penjual menyatakan dan bersedia untuk melunasi seluruh kewajibannya berkaitan dengan hak atas tanah dan bangunan sebagaimana dimaksud dalam perjanjian ini seperti pajak dan pungutan lainnya sebelum diserahkan kepada Pembeli. 2. Setelah Penyerahan tanah dan bangunan sebagaimana diatur pada pasl 4 ayat (1) dan (2) maka segala macam pajak, iuran, dan pungutan yang berhubungan dengan tanah dan bangunan sepenuhnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pembeli. Pasal 9 Penjual dan Pembeli sepakat bahwa Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya Penjual, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti Penjual wajib mentaati seluruh ketentuan-ketentuan yang dalam perjanjian ini.
27
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 10 1. Apabila timbul perbedaan penafsiran atas pelaksanaan perjanjian ini dan atau hal-hal lain yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. 2. Apabila penyelesaian secara kekeluargaan dengan musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan salah satu atau kedua belah pihak, maka akan ditempuh jalur hukum dan oleh karena ini maka Penjual dan Pembeli sepat memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta. PASAL 10 Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Dibuat dalam rangkap dua untuk masing-masing pihak yang keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat di : Jakarta Tanggal : 11 Desember 2009 Penjual Izaac Wolla Saksi 1. Inno Dey 2. Sadiya Nesya Pembeli Ade Putea

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

28

PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH DAN PEMINDAHAN SERTA PENYERAHAN HAK

Pada hari ini, hari Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, telah diadakan Perjanjian Jual Beli Rumah dan Pemindahan Serta Penyerahan Hak antara: 1. Nama : Inno Dey Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil Alamat : Jl. Panjang no. 40, Jakarta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas diri sendiri, selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Sifah Aulia Usia : 37 tahun Alamat : Jl. Pasar Rumput no. 3, Jakarta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas diri sendiri, selanjutnya disebut Pihak Kedua. Para Pihak terlebih dahulu menerangkan bahwa dengan tidak mengurangi izin dari yang berwenang apabila hal tersebut masih diperlukan, Pihak Pertama dengan ini menyerahkan dan memindahkan hak atas tanah dan sebuah bangunan rumah tinggal berikut turut-turutannya kepada Pihak Kedua. Dan, Pihak Kedua tersebut menerangkan telah menerima penyerahan hak atas tanah dan bangunan rumah tinggal tersebut dari Pihak Pertama atas sebidang tanah dan bangunan rumah tersebut berdiri, berikut segala hak yang ada pada dan atau dapat dijalankan oleh Pihak Pertama atas tanah dan bangunan rumah tinggal tersebut yang mungkin diperoleh di kemudian hari, yang dikuasai oleh Pemerintah (milik negara) Huruf Daftar Nomor: xxxx, yang terletak di Jalan Damai no.3, Kelurahan Amanah Kecamatan Halimun Kotamadya/Kabupaten Larung, seluas 500 m2 (limaratus meter persegi), dengan batas sebelah: - Utara : Kantor Pos - Timur : Jalan Damai
29
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

- Selatan : Jalan Kancil - Barat : SD Amanah I Bahwa Pihak Pertama berhak atas tanah dan bangunan rumah tersebut berdasarkan: 1. Surat Keputusan Direktur Tata Bangunan Tertanggal xxx Nomor xxx tentang Tanah. 2. Surat Perjanjian Sewa Beli tertanggal xxx Nomor xxx. Pihak Kedua menerangkan dengan ini telah mengadakan pengecekan/penelitian pada instansi-instansi yang bersangkutan, dan semuanya telah jelas, satu dan lain dengan tidak mengurangi izin dari instansi yang bersangkutan mengenai pemindahan hak-hak atas tanah dan bangunan tersebut. Pemindahan Hak dalam Perjanjian ini menurut keterangan para penghadap yang bertindak sebagaimana tersebut di atas dilangsungkan dan diterima dengan harga Rp 100.000.000 (seratus juta Rupiah). Dan, jumlah uang tersebut dibayar seluruhnya oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama segera setelah perjanjian ini ditandatangani. Dan, untuk penerimaan jumlah uang tersebut, Pihak Pertama akan memberikan kuitansi secara tersendiri. Selanjutnya tentang pemindahan hak tersebut kedua-belah pihak telah sepakat untuk dilangsungkan dan diterima dengan perjanjian-perjanjian sebagai berikut: Pasal 1 : Kewajiban Pihak Kedua 1. Segala keuntungan dan kerugian yang didapat atau diderita dengan apa yang dipindahkan dan diserahkan haknya dengan Perjanjian ini terhitung mulai hari ini menjadi miliknya atau dipikul oleh Pihak Kedua. 2. Apa yang dipindahkan dan diserahkan haknya dengan Perjanjian ini berpindah ke tangannya Pihak Kedua dalam keadaan nyata pada hari ini. Dan, mengenai keadaan itu Pihak Kedua tidak akan melakukan tuntutan apa pun juga terhadap Pihak Pertama baik mengenai perbedaan tentang
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

30

ukuran atau batas-batas pekarangan dan cacat yang terlihat. Pasal 2 : jaminan 1. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua tentang adanya hak-hak yang dimaksud dalam Pasal 3 tersebut di atas, dan bilamana ternyata bahwa hak-hak tersebut tidak ada, maka pemindahan dan penyerahan hak ini dengan sendirinya menjadi batal menurut hukum. Dan, dalam hal demikian kedua belah pihak sepanjang perlu melepaskan ketentuanketentuan yang dimaksud dalam Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 2. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa apa yang dipindahkan dan diserahkan haknya dalam Perjanjian ini adalah benar haknya Pihak Pertama, bebas dari sitaan, tidak dipertanggungkan dengan cara apa pun juga, belum dijual kepada orang lain. Dan, tentang hal itu baik sekarang maupun di kemudian hari, Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan apa pun dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas apa yang dipindahkan haknya ini. Dan, karenanya Pihak Kedua dibebaskan oleh Pihak Pertama dari segala tuntutan apa pun juga dari pihak lain mengenai hal-hal tersebut. Pasal 3 : kuasa 1. Pihak Pertama dengan ini memberi kuasa kepada Pihak Kedua yang tidak dapat dicabut kembali dengan hak substitusi baik bersama-sama maupun masing-masing 2. Jika Pihak Kedua tidak mendapat izin dari instansi pemberi izin yang berwenang untuk mendapat sesuatu hak atas tanah tersebut, sehingga pemindahan dan penyerahan ini menjadi batal, maka Pihak Kedua dengan ini oleh Pihak Pertama diberi kuasa penuh yang tidak dapat ditarik kembali, dengan hak memindahkan kuasa itu untuk mengalihkan hak atas tanah itu kepada pihak lain atas nama Pihak Pertama dengan dibebaskan dari pertanggungjawaban sebagai kuasa.

31

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 4 : Biaya Biaya-biaya pembuatan sertifikat atas tanah tersebut di atas pada Instansi yang berwenang serta biaya-biaya yang bersangkutan dengan pemindahan dan penyerahan hak ini agar sertifikat tanah tersebut terdaftar atas nama Pihak Kedua, semuanya dipikul dan dibayar oleh Pihak Kedua. Pasal 5 : Force Majeure 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 6 : Perselisihan Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Rumah dan Pemindahan Serta Penyerahan Hak ini, Para Pihak akan menyelesaikan dengan jalan musyawarah dan apabila tidak dapat diselesaikan Para Pihak akan menyelesaikannya melalui Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta. Pasal 7 : Penutup Demikian Perjanjian Jual Beli Rumah dan Pemindahan Serta Penyerahan Hak ini dibuat sebagai bukti yang sah oleh para pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun seperti yang telah disebutkan pada awal Perjanjian. Jakarta, 11 Desember 2009 Pihak Pertama Inno Dey Pihak Kedua Sifah Aulia

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

32

PERJANJIAN JUAL BELI NASKAH (1)

Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Dra. Sifah Aulia Alamat : Jl. Raya Panjang No. 191 D, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Pekerjaan : Penulis Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Penulis. 2. Nama : Sadiya Nesya Alamat : Jl. Petojo Raya 210 A, Cideng, Jakarta Pusat Jabatan : Direktur PT. Nampar Mas Pustaka Dalam ini hal bertindak untuk dan atas nama PT. Nampar Mas Pustaka yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Penerbit. Pada hari ini Rabu tanggal sebelas bulan enam tahun dua ribu sembilan (11-06-2009) Penulis dan Penerbit dengan ini menyatakan telah bersepakat untuk mengadakan perjanjian jualbeli naskah dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 : Obyek Jual Beli 1. Yang menjadi obyek jual beli dalam perjanjian ini adalah naskah karya Penulis; naskah mana Penulis hendak dijual kepada Penerbit dan sebagaimana Penerbit telah menyatakan persetujuannya untuk membeli naskah tersebut. 2. Spesifikasi buku naskah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini adalah sebagai berikut: Judul buku : Kisah Tak Terlupakan Pengarang : Dra. Sifah Aulia Ukuran buku : 15 cm X 23 cm Tebal buku : 300 halaman Pasal 2 : Harga Penerbit bersedia membeli naskah karya Penulis dengan harga sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan dengan
33
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

demikian Penulis tidak berhak lagi atas seluruh royalti buku tersebut. Pasal 3 : Pengalihan Hak Dengan dibelinya naskah tersebut oleh Penerbit maka Penulis dengan ini menyatakan menyerahkan kekuasaannya kepada Penerbit untuk menerbitkan naskah tersebut dan atau mengalih-bahasakan dalam bahasa yang lain. Pasal 4 : Pembayaran Penerbit telah membayar secara tunai naskah Penulis tersebut seharga Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) pada saat perjanjian ini ditandatangani dan perjanjian ini sebagai bukti penerimaan uangnya yang sah. Pasal 5 : Jadwal Penerbitan 1. Penerbit berjanji akan menerbitkan dan mengedarkan naskah Penulis paling lambat 3 (tiga) bulan setelah perjanjian ini ditandatangani 2. Penundaan Penerbitan, pendistribusian serta peredaran buku oleh Penerbit harus mendapat persetujuan dari Penulis. Pasal 6 : Biaya Penerbitan Seluruh biaya yang dikeluarkan oleh Penerbit dalam rangka menerbitkan, mendistribusikan dan mengedarkan naskah Penulis dalam bentuk buku sepenuhnya menjadi tanggungan Penerbit sendiri. Pasal 7 : Hak Ekonomi 1. Sejak ditandatanganinya surat perjanjian ini seluruh keuntungan ekonomi (hak ekonomi) dari Penerbitan naskah buku milik Penulis tersebut sepenuhnya menjadi hak Penerbit oleh karena itu Penulis sama sekali tidak berhak meminta imbalan dalam bentuk apa pun juga dari Penerbit. 2. Hak cipta naskah buku tersebut tetap berada pada Penulis dan oleh karena itu nama Penulis tetap dicantumkan sebagai Penulis buku tersebut. 3. Penulis berjanji tidak akan menerbitkan sendiri dan atau menyuruh dan atau mengizinkan pihak lain dan atau memBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

34

Pasal 8 : Jaminan Penulis 1. Penulis menjamin bahwa naskah yang dijual kepada Penerbit benar-benar merupakan hasil karya Penulis sendiri dan tidak mengandung sesuatu yang melanggar hak cipta pihak lain. 2. Penulis menjamin bahwa naskah karyanya tidak mengandung sesuatu yang dianggap sebagai pencemaran dan atau pemfitnahan terhadap pihak-pihak lain yang dapat merugikan Penerbit. 3. Penulis membebaskan Penerbit dari segala tuntutan pihak lain berdasarkan hal-hal yang dijaminnya dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal ini. Pasal 9 : Larangan Penulis dilarang mengambil kutipan dari naskah pihak lain yang melebihi batas maksimum sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang Hak Cipta dan peraturan pelaksanaannya. Pasa 10 : Hak Mengoreksi 1. Penulis berhak mengoreksi, mengurangi, atau menambah naskah tersebut apabila dianggap perlu atau mengubah serta merevisi isi naskah buatannya tersebut apabila diminta oleh Penerbit. 2. Penulis tidak diperkenankan melakukan perubahan atas naskah karyanya yang sudah diset sehingga mengakibatkan kerugian pada Penerbit. 3. Dalam hal Penulis tetap bersikeras melakukan perubahan dan perubahan tersebut dapat merugikan Penerbit, maka seluruh biaya yang timbul akibat perubahan tersebut karenanya menjadi tanggungan Penulis

bantu usaha pihak lain selain Penerbit untuk menerbitkan naskah tersebut.

Pasal 11 : Hak Eksklusif Penerbit Secara eksklusif, Penerbit berhak sepenuhnya untuk menentukan bentuk, ukuran, jenis kertas halaman isi, jenis kertas sampul, tata letak, tipografi dan desain serta harga jual buku tersebut.
35
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 12 : Bukti Penerbitan 1. Penerbit berkewajiban menyerahkan kepada Penulis 10 (sepuluh) eksemplar buku tersebut sebagai bukti bahwa buku tersebut telah diterbitkan oleh Penerbit. 2. Dalam hal buku tersebut dicetak ulang oleh Penerbit, maka setiap cetak ulang Penerbit berkewajiban untuk menyerahkan bukti cetak ulang tersebut sebanyak 2 (dua) eksemplar kepada Penulis. Pasal 13 : Rabat Khusus Dalam hal Penulis hendak membeli sendiri buku ciptaannya, Penulis berhak mendapat rabat khusus sebesar 40% (empat puluh persen) dari harga buku setelah ditambah PPN sebesar 10% (sepuluh persen).

Pasal 14 : Penyelesaian Perselisihan 1. Apabila timbul perbedaan penafsiran atas pelaksanaan perjanjian ini dan atau hal-hal lain yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui musywarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. 2. Apabila penyelesaian secara kekeluargaan dengan musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan salah satu atau kedua belah pihak, maka akan ditempuh jalur hukum dan oleh karena itu maka Penulis dan Penerbit sepakat memilih tempat tinggal yang tetap dan seumumnya di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 15 : Penutup 1. Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Penulis dan Penerbit dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun. 2. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan materai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2009 Penerbit Sadiya Nesya
BUKU PINTAR MEMBUAT

Penulis Dra. Sifah Aulia


36

PERJANJIAN KONTRAK

10

PERJANJIAN JUAL BELI NASKAH (2)

Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, bertempat di kantor Pihak Pertama., antara pihak-pihak : 1. Nama : Inno Dey Alamat : Jl. Puri Kembangan no. 9, Jakarta Barat Pekerjaan : Manager Pelaksana Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Forum Kita yang selanjutnya dalam hal ini disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Sadiya Nesya Alamat : Jl. Asam no. 13, Tebet, Jakarta Jabatan : Editor Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut Pihak Kedua. Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian jual beli naskah dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1 Dengan ini Pihak Kedua menjual karyanya berjudul Cinta Aku dan Diya ke Pihak Pertama. Naskah tersebut diketik dengan jelas sebanyak rangkap dua dan ditandatangani oleh Pihak Kedua beserta disket naskah berikut satu salinan hasil print out. Hak cipta ada pada Pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib menyerahkan karya tersebut kepada Pihak Pertama untuk diterbitkan atau diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

Pasal 2 1. Pihak Kedua menjamin bahwa ia tidak menyerahkan karyanya tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan atau diterjemahkan. 2. Pihak Kedua menjamin bahwa karyanya tersebut tidak mengandung sesuatu yang melanggar hak cipta orang lain. 3. Pihak Kedua menjamin bahwa karyanya tersebut tidak mengandung sesuatu yang dapat dianggap sebagai penghinaan atau fitnahan terhadap pihak lain.
37
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

4. Pihak Kedua membebaskan Pihak Pertama dari segala tuntutan pihak ketiga berdasarkan hal-hal yang ia jamin dalam hal ketiga ayat tersebut di atas, jika kesalahan terbukti semata-mata ada pada Pihak Kedua, terutama yang mengenai isi buku. a) Pihak Kedua dilarang membuat karangan lain yang judul dan isinya sama atau judul yang diubah tapi isi sama atau judul sama tapi isi diubah atau dalam bentuk apa pun yang merugikan Pihak Pertama dalam penjualan karya tersebut. b) Pihak Kedua dilarang menyuruh orang lain menerbitkan atau membantu usaha orang lain untuk menerbitkan karya yang judul dan isinya sama, atau judul yang diubah, tetapi isi sama atau judul sama, tetapi isi diubah atau dalam bentuk apa pun. c) Selama surat perjanjian ini berlaku, Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersama-sama melindungi hak cipta intelektual Pihak Kedua yang ada pada kedua belah pihak. Pasal 3 1. Pihak Pertama berhak mengganti judul karya dari Pihak Kedua dengan judul lain yang dianggap lebih komersil. 2. Pihak Pertama menentukan bentuk sampul dan rupa buku serta harga jualnya. Pasal 4 1. Pihak Pertama membeli karya Pihak Kedua yang tersebut pada pasal 1 seharga Rp 6.000.000,- dan Pihak Kedua tidak berhak mendapatkan royalti dari Pihak Pertama dari jumlah buku yang terjual. 2. Hak cipta pembuatan merchandise adalah hak Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak berhak mendapatkan royalti atas merchandise yang dibuat oleh Pihak Pertama, misalnya pembuatan kaos, dan lain-lain. Pasal 5 1. Apabila Pihak Kedua berminat membeli bukunya sendiri,
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

38

Pihak Kedua berhak mendapatkan rabat sebesar 15% (lima belas persen) dari harga jual. 2. Peraturan rabat ini hanya berlaku untuk pembelian langsung lewat Pihak Pertama.

Pasal 6 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.

Pasal 7 Jika timbul perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua mengenai perjanjian ini yang tidak dapat diselesaikan secara damai dan musyawarah maka kedua pihak memilih domisili di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta barat, untuk diselesaikan oleh Pengadilan tersebut.

Pasal 8 Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua untuk masingmasing pihak yang keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat di: Jakarta Pada tanggal: 10 Desember 2009 Pihak Kedua Sadiya Nesya Pihak Pertama Inno Dey

39

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

11

PERJANJIAN JUAL BELI NASKAH (3)

Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Vincente Derall Alamat : Jl. Jhaya 24 no. 23, Cengkareng, Jakarta ba 2. 3.

Bertindak atas nama : Penulis I Nama : Simon Parson Alamat : Jl. Menceng Raya no. 5, Cengkareng, Jakarta Bertindak atas nama : Penulis II Selanjutnya disebut Pihak Pertama Nama : Inno Dey Alamat : Jl. Puri Kembangan no. 17, Jakarta Bertindak atas nama : Penerbit Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Kedua pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian penulisan dan jual-beli naskah dengan ketentuan sebagai berikut. Pasal 1 Pihak Pertama bersedia menyelesaikan penulisan naskah buku berjudul Diya Kini Milikku selama 5 minggu terhitung mulai 10-12-2009 sampai dengan 14-1-2010. Naskah asli hasil penulisan Pihak Pertama selanjutnya diserahkan kepada Pihak Kedua untuk diterbitkan. Untuk kepentingan tersebut akan dibuat Surat Perjanjian Penerbitan Buku. Pasal 2 Dalam kerjasama penulisan naskah buku ini, Pihak Kedua menyerahkan rencana isi buku kepada Pihak Pertama untuk selanjutnya Pihak Pertama menyusun outline tulisan untuk dijadikan pedoman penulisan buku setelah disetujui Pihak Kedua. Dalam hal ini Pihak Pertama tidak diperkenankan merombak garis besar tulisan yang telah disetujui oleh Pihak Kedua, tetapi Pihak Pertama diperkenankan untuk meBUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

40

nambahkan topik-topik lain yang dianggap penting untuk mendukung tulisannya. Pasal 3 Pihak Pertama mendapatkan uang sebanyak Rp 5.000.000,(lima juta rupiah) sebagai biaya pembelian naskah tersebut di atas yang dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama pada saat naskah diserahkan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. Pembayaran uang sebesar itu akan diberikan kepada Pihak Pertama setelah naskah yang diserahkan Pihak Pertama mendapat persetujuan dari Pihak Kedua. Pasal 4 Pihak Pertama berkewajiban memberitahukan kepada Pihak Kedua apabila penyelesaian naskahnya tertunda selambatlambatnya 2 (dua) minggu sebelum waktu penulisan habis atau didenda se-besar Rp 50.000 (limapuluh ribu rupiah) setiap hari keterlambatan. Pasal 5 Pihak Kedua akan selalu berhubungan dengan Pihak Pertama selama naskah buku tersebut sedang ditulis hingga saat penerbitannya. Apabila selama proses penyuntingan Pihak Kedua ternyata masih menemukan adanya kekurangan informasi maka Pihak Pertama berkewajiban untuk melengkapinya. Pasal 6 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.
41
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 7 Setelah naskah buku tersebut siap terbit maka Pihak Pertama tidak diperkenankan lagi untuk menambahkan tulisan apapun dan juga ilustrasi foto/slide film, gambar, dan/atau skema dengan maksud untuk menambahkan atau meralat. Pasal 8 Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua), yang asli diberikan kepada Pihak Kedua dan yang lainnya dipegang oleh Pihak Pertama Dibuat di : Jakarta Tanggal : 10 Desember 2009 Pihak Pertama [Vincente Derall] [Simon Parson] Penulis I Penulis II Pihak Kedua [Inno Dey] Manager

12

PERJANJIAN JUAL BELI NASKAH (4)

Pada hari ini, Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, telah terjadi Perjanjian Jual Beli Naskah oleh dan antara: 1. Nama : Inno dey Pekerjaan : Direktur Pelaksana Alamat : Jl. Jhaya 24 no. 23, Cengkareng, Jakarta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Penebar Karya yang untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Sadiya Nesya Pekerjaan : Penulis Alamat : Jl. Asam Baris Raya no. 14, Tebet, Jakarta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua.
42

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Para Pihak meneranglan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut: Bahwa Pihak Kedua setuju menjual dan menyerahkan naskah karyanya yang berjudul Diya itu Aku kepada Pihak Pertama, dan Pihak Pertama setuju untuk membeli naskah karya Pihak Kedua tersebut. Para pihak telah sepakat untuk mengadakan ikatan Perjanjian Jual Beli dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1 1. Pihak Kedua menjual karyanya yang berjudul Diya itu Aku kepada Pihak Pertama. Naskah tersebut telah diketik rangkap dua serta ditandatangani oleh Pihak Kedua. 2. Pihak Kedua menyerahkan kepada Pihak Pertama hak untuk menerbitkan naskah tersebut, dan hak untuk menerbitkan naskah tersebut ke dalam bahasa lain, dan untuk menerbitkan terjemahan naskah itu sendiri atau menyuruh pihak lain untuk melaksanakannya. Pasal 2 Pihak Pertama membeli naskah Pihak Kedua, dan membayar secara tunai sebesar Rp 4.200.000,- (empat juta duaratus ribu rupiah). Pasal 3 1. Pihak Pertama berhak menerbitkan dan memperbanyak naskah tersebut setelah Perjanjian ini ditandatangani. 2. Hak cipta atas naskah itu tetap berada pada Pihak Kedua. 3. Pihak Pertama berhak mengganti judul naskah tersebut dengan judul lain yang dianggap lebih komersil, dan Pihak Pertama berhak untuk menentukan bentuk sampul dan warna serta harga jualnya. Pasal 4 1. Pihak Kedua menjamin bahwa naskah tersebut benarbenar merupakan hasil karya Pihak Kedua sendiri dan tidak mengandung sesuatu yang melanggar hak cipta orang lain.
43
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

2. Pihak Kedua menjamin bahwa naskah tersebut belum pernah diserahkan kepada pihak manapun selain kepada Pihak Pertama untuk diterbitkan maupun diterjemahkan. 3. Pihak Kedua menjamin bahwa naskah tersebut tidak mengandung sesuatu yang dianggap sebagai penghinaan atau fitnahan terhadap pihak mana pun. 4. Pihak Kedua membebaskan Pihak Pertama dari segala tuntutan pihak ketiga berdasarkan hal-hal yang dijaminnya dalam ketiga ayat tersebut di atas. Pasal 5 1. Pihak Kedua tidak diperbolehkan membuat naskah lain yang judul dan isinya sama, atau judul yang diubah tapi isi sama, atau judul sama tapi isi diubah, atau dalam bentuk apa pun yang merugikan Pihak Pertama dalam penjualan naskah tersebut. 2. Pihak Kedua tidak diperbolehkan menyuruh orang lain atau membantu usaha orang lain untuk menerbitkan naskah yang judul dan isinya sama, atau judul yang diubah tapi isi sama, atau judul sama tapi isi diubah, atau dalam bentuk apa pun. Pasal 6 1. Pihak Kedua berhak mengoreksi, mengurangi, atau menambah naskah tersebut apabila dianggap perlu atau mengubah serta merevisi isi naskah tersebut apabila diminta oleh Pihak Pertama. 2. Apabila Pihak Kedua melakukan perubahan setelah naskah karyanya yang sudah diset di percetakan, maka semua biaya tambahan yang timbul karenanya menjadi tanggungan Pihak Kedua. 3. Pihak Kedua mengikat diri untuk melakukan pembaruan dan perbaikan naskah tersebut untuk cetak ulang dengan segera dan sebaik-baiknya. 4. Apabila atas permintaan tertulis Pihak Kedua, Pihak Pertama tidak bersedia mencetak ulang naskah karya Pihak Kedua dalam waktu satu tahun setelah terjual habis, maka dengan sendirinya hak untuk menerbitkan kembali kepada Pihak Kedua.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

44

Pasal 7 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 8 1. Pihak Pertama akan memberikan kepada Pihak Kedua 8 (delapan) buku sebagai bukti penerbitan dan 4 (empat) buku setiap cetak ulang. 2. Apabila Pihak Kedua berniat membeli bukunya sendiri, Pihak Kedua berhak mendapatkan potongan sebesar 10 % (sepuluh persen) dari harga jual dengan ketentuan untuk pembelian langsung kepada Pihak Pertama. Pasal 9 Apabila Pihak Kedua meninggal dunia atau berhalangan, maka segala hak dan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini pindah kepada ahli waris atau wakilnya, bila ada, dengan ketentuan dalam waktu sekurang-kurangnya enam bulan setelah Pihak Kedua meninggal, para ahli warisnya harus menunjuk seseorang yang mewakili mereka bersama mengenai segala sesuatu berdasarkan Perjanjian ini. Apabila penunjukan tersebut tidak dilakukan dan diberitahukan kepada Pihak Pertama, maka Pihak Pertama berhak melakukan segala sesuatu mengenai hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka dengan layak dan sebaik-baiknya. Pasal 10 Apabila terjadi perselisihan sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, maka Para Pihak akan menyelesaikan
45
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

dengan jalan musyawarah. Dan, apabila dengan jalan musyawarah tidak tercapai, maka Para Pihak sepakat untuk memilih domisili yang umum dan tetap pada Kantor Panitera Pengadilan Jakarta. Pasal 11 Demikian perjanjian jual beli naskah ini dibuat dan ditandatangani pada hari, tanggal, bulan, dan tahun seperti telah disebutkan pada awal Perjanjian ini. Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 11-12-2009 Pihak Pertama Inno Dey Saksi-saksi : 1. IzzaPemaz 2. Ade Putea Pihak Kedua Sadiya Nesya

13

PERJANJIAN JUAL BELI MOTOR DENGAN SISTEM ANGSURAN (1)

Pada hari ini, Jumat tanggal sembilan bulan Desember, tahun dua ribu sembilan kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Sadiya Nesya Alamat : Jl. Raya Panjang No 191 D, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jabatan : Manager Pembelian PT. Traberty Indonesia Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Traberty Indonesia berkedudukan di Jakarta, selanjutnya disebut Pembeli.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

46

2. Nama : Simon Jrek Alamat : Jl. Petojo Raya 210 A, Cideng, Jakarta Pusat. Jabatan : Manajer Penjualan PT. Nampar Mas Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Nampar Mas berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 5 Desember 2009 selanjutnya disebut Penjual. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian jual-beli kendaraan bermotor roda 2 (dua) dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 : Pengakuan Hutang Pembeli dengan ini mengakui telah berhutang kepada Penjual untuk Pembelian 10 (sepuluh) unit kendaraan bermotor roda 2 (dua) merk XXXX dengan harga Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) per unit dengan total seluruhnya sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) ditambah dengan bunga-bunga, ongkos-ongkos, pajak-pajak, denda-denda yang ditanggung oleh Pembeli sesuai dengan perjanjian ini, selanjutnya akan disebut juga hutang. Pasal 2 : Sistem Pembayaran 1. Pembeli menyanggupi dan telah pula disetujui oleh Penjual bahwa hutang tersebut sebagaimana disebut dalam pasal 1 di atas akan dibayar dengan sistem angsuran sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) setiap bulan selama 20 (dua puluh) bulan yang dimulai pada bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Oktober 2010. 2. Semua pembayaran yang dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli oleh Pembeli kepada Penjual harus dilakukan oleh Pembeli lewat bank yang ditunjuk Penjual atau langsung kepada Penjual dalam mata uang Republik Indonesia. Pasal 3 : Status Kendaraan 1. Status kepemilikan 10 (sepuluh) unit kendaraan sebagaimana disebut pada pasal 1 tetap menjadi milik yang sah dari Penjual kendaraan sebelum seluruh cicilan pembayaran diselesaikan oleh Pembeli menurut syarat-syarat
47
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

dan ketentuan-ketentuan yang tertera dalam perjanjian ini. 2. Selama berlakunya perjanjian ini, Penjual selalu mengizinkan Pembeli untuk menggunakan 10 (sepuluh) unit kendaraan yang dimaksudkan dalam perjanjian ini sebagai peminjam dan pemakai dan karena itu segala risiko kerusakan dan kehilangan kendaraan selama dipinjam dan dipakai menjadi tanggungan Pembeli. 3. Selama berlakunya perjanjian ini, Pembeli tidak berhak untuk memindah-tangankan kendaraan dengan cara apapun kepada pihak ketiga, dan Pembeli tidak pula berhak untuk memakai kendaraan sebagai jaminan dari hutang Pembeli dan/atau dari pihak ketiga. 4. Pembeli berkewajiban memelihara kendaraan agar tetap berada dalam keadaan baik. Ongkos pemeliharaan dan reparasi dari kendaraan harus sepenuhnya dibayar oleh Pembeli. Pasal 4 : Penarikan Kembali Kendaraan 1. Dalam hal Pembeli lalai dalam melaksanakan perjanjian ini termasuk lalai melaksanakan kewajibannya yakni pembayaran cicilan yang telah jatuh tempo, maka Penjual berhak untuk menarik kembali izinnya kepada Pembeli untuk menggunakan kendaraan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu berupa apapun. 2. Ketika Penjual melakukan penarikan dengan alasan sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) maka perjanjian jual beli ini berakhir dengan sendirinya dan dengan ini Pembeli melepaskan pasal 1266 dan pasal 1267 KUH Perdata. Dalam hal ini semua jumlah yang telah dibayar oleh Pembeli berdasarkan perjanjian jual beli dianggap sebagai uang sewa kendaraan. 3. Selain alasan yang disebut pada ayat (1) Penjual juga berhak menguasai kembali kendaraan apabila : a. Pembeli meninggal dunia; b. Sebagian atau seluruh kekayaan Pembeli disita oleh pihak ketiga; c. Usaha Pembeli dibubarkan, dilikuidasi, dan atau mengalami kepailitan;
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

48

4.

5.

6.

7.

d. Usaha Pembeli dijual kepada Pihak Ketiga; e. Pembeli tidak memenuhi salah satu syarat dari perjanjian ini dan atau Pembeli mengalami situasi yang berdasarkan pertimbangan Penjual, situasi itu dapat membahayakan dan/atau mencegah pihak Penjual untuk menjalankan hak-haknya berdasarkan perjanjian ini. Terhadap kendaraan yang telah ditarik dari tangan Pembeli, maka Penjual berhak menjual kendaraan dengan harga yang pantas berdasarkan syarat dan kondisi yang ditetapkan oleh Penjual. Jika kendaraan yang telah ditarik dari penguasaan Pembeli dan ternyata kendaraan tersebut rusak atau fungsinya telah berkurang karena kelalaian Pembeli yang menyebabkan harga jualnya tidak mencukupi lagi untuk melunasi hutang Pembeli, maka kekurangannya harus ditanggung oleh Pembeli. Jika Pembeli terlambat melaksanakan kewajiban membayar kekurangan sebagaimana disebut pada ayat (5) maka tiap hari keterlambatan pembayaran kekurangan tersebut dikenakan denda sebesar 1%. Apabila dalam menuntut hak-haknya dalam perjanjian ini, Penjual terpaksa juga harus menanggung ongkos-ongkos dan pengeluaran-pengeluaran, termasuk honorarium pengacara dan setiap ongkos dan pengeluaran untuk badanbadan peradilan maka ongkos-ongkos dan biaya-biaya tersebut akan dibebankan kepada Pembeli.

Pasal 5 : Pajak Berhubung 10 (sepuluh) unit kendaraan yang dimaksudkan dalam perjanjian ini dipakai oleh Pembeli maka semua pajak dan pemungutan yang dibebankan atas kendaraan harus ditanggung dan dibayar seluruhnya oleh Pembeli atas nama Penjual dan semua asli dari Kuitansi-kuitansi dari pembayaranpembayaran tersebut harus diserahkan kepada Penjual, apabila diminta oleh Penjual.

49

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 6 : Pemberian Kuasa 1. Pembeli dengan ini memberi kuasa kepada Penjual, kuasa mana tidak dapat ditarik kembali, dan dengan hak substitusi untuk memasuki halaman dimana kendaraan berada untuk mengambil kembali kendaraan dari Pembeli atau pihak ketiga, kalau perlu dengan bantuan dari pihak yang berwajib. 2. Semua kuasa yang tercantum dalam perjanjian ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini. 3. Pembeli berjanji tidak akan berbuat sesuatu seperti mengambil tindakan perlawanan melalui pihak yang berwajib untuk mencegah Penjual melakukan penarikan kendaraan dari pihak Pembeli atau pihak ketiga lainnya. 4. Pembeli berjanji tidak akan menghalangi Penjual atau kuasanya selama jangka waktu perjanjian jual beli untuk setiap saat memasuki tempat-tempat dimana kendaraankendaraan disimpan untuk memeriksa/mengecek keadaan kendaraan-kendaraan tersebut dan Penjual juga berhak untuk, atas beban dari Pembeli berbuat segala sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh Pembeli untuk memelihara kendaraan sehingga tetap berada dalam keadaan baik dan dapat berjalan. 5. Pembeli harus memberitahukan Penjual secara tertulis dimana biasanya kendaraan akan ditempatkan. Pasal 7 : Perubahan Kepemilikan 1. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Penjual dengan ini menyatakan persetujuannya bahwa kendaraan akan didaftarkan atas nama Pembeli. 2. Terhadap bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) yang telah dikeluarkan atas nama Pembeli, maka hak milik atas kendaraan harus dianggap telah dipindahkan dari Penjual kepada Pembeli sedangkan tunggakan harga Penjualan harus tetap dianggap sebagai hutang Pembeli sejak tanggal yang tertulis atas bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB). 3. Dengan menandatangani perjanjian ini, Pembeli menyatakan persetujuannya bahwa walaupun surat-surat/dokumen
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

50

berkenaan dengan pendaftaran dari kendaraan atau berkenaan dengan pemilikan atas kendaraan tertulis atas nama Pembeli, hal ini tidak memberi hak kepada Pembeli untuk memakai surat-surat/dokumen-dokumen itu sebagai bukti hak milik Pembeli atas kendaraan tersebut karenanya Pembeli menegaskan bahwa sebelum harga seluruhya dari kendaraan itu terbayar lunas, kendaraan itu tetap milik Penjual. 4. Pembeli berjanji untuk membayar tunggakan hutang itu sesuai dengan cicilan-cicilan yang diuraikan dalam perjanjian jual beli ini. Jika Pembeli terlambat membayar cicilan yang jatuh tempo, maka tiap hari keterlambatan pembayaran tersebut, kepada Pembeli wajib dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) 5. Untuk menjamin pembayaran tunggakan hutang, denda dan lain-lain biaya yang terhutang oleh Pembeli kepada Penjual, Pembeli dengan ini memindahkan secara fidusia kepada Penjual hak miliknya atas kendaraan pemindahan hak mana mulai berlaku sejak tanggal kendaraan telah didaftarkan atas nama Pembeli dan bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) telah dikeluarkan atas nama Pembeli. Pasal 8: Bukti Pembayaran 1. Seluruh bukti pembayaran hutang Pembeli yang ada pada Penjual adalah bukti yang sah telah terjadinya pembayaran pihak Pembeli kepada Penjual. 2. Apabila terjadi perbedaan penghitungan jumlah tunggakan Pembeli kepada Penjual, maka Pembeli wajib menunjukkan pembayarannya yang sesuai dengan perjanjian ini. Pasal 9: Para Pengganti Hak Penjual dan Pembeli menyatakan bahwa perjanjian ini mengikat dan berlaku bagi kepentingan para pengganti hak dan para pihak yang mendapat hak dari pihak-pihak dalam perjanjian ini, dengan syarat bahwa Pembeli dalam hal ini tidak diperkenankan untuk memindahkan atau mengasingkan hakhaknya berdasarkan perjanjian ini tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penjual.
51
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 10: Surat Menyurat Pembeli dan Penjual sepakat bahwa setiap komunikasi atau pemberitahuan apa pun yang berkaitan dengan isi perjanjian ini harus dibuat tertulis dan dikirim atau difaks ke alamat resmi para pihak. Pasal 11: Perubahan Alamat Dalam hal Pembeli dan atau Penjual pindah dari alamat resmi yang tercantum dalam perjanjian ini, maka pihak yang pindah ke alamat lain tersebut wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum pindah alamat dilakukan. Pasal 12: Force majeure 1. Terhadap kendaraan yang rusak atau hilang yang disebabkan oleh bencana alam seperti tsunami, angin rebut, kebakaran, gempa bumi, atau force majeure lainnya maka perjanjian ini berakhir segera dan kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menuntut haknya masing-masing. 2. Jika kerusakan dan kehancuran kendaraan yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut tidak seluruhnya, maka kedua belah pihak akan membuat kesepakatan baru; kesepakatan mana merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 13: Perubahan Perjanjian Pembeli dan Penjual sepakat bahwa perjanjian ini tidak boleh diubah atau ditambah seluruhnya atau sebagian, kecuali apabila perubahan telah disepakati dan disetujui oleh kedua belah pihak dalam perjanjian ini. Pasal 14 : Penutup 1. Terhadap ketentuan-ketentuan yang ditafsirkan berbeda dalam pelaksanaan Perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perbedaan tersebut secara musyawarah untuk mufakat. Apabila cara ini belum memuaskan para pihak maka akan diminta seorang penengah (arbiter) untuk memberikan pendapat. Apa bila cara ini pun juga belum memberikan penyelesaian maka akan diBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

52

tempuh upaya terakhir melalui Pengadilan Negeri Jakarta Barat 2. Sehubungan dengan hal tersebut kedua belah pihak sepakat memilih tempat tinggal yang tetap di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. 3. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan meterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat dan ditandatangani di Jakarta oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Jakarta, 9 Mei 2009 Pembeli (Sadiya Nesya) Penjual (Simon Jrek)

14

PERJANJIAN JUAL BELI MOTOR DENGAN SISTEM ANGSURAN (2)

Pada hari ini, hari Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Julianus Alamat : Jln. Delima Taman Surya, Cengkareng, B17 Jabatan : Marketing manager Dalam hal ini bertindak sebagi kuasa dari dan atas nama perseroan terbatas: PT. Jaya Motor, berkedudukan di Cengkareng, berdasarkan surat kuasa di bawah tangan tertanggal 27 November 2009, nomor XX selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Inno Dey Alamat : Jln. Kedoya Utara No. 35 Jabatan : Karyawan Swasta Selanjutnya disebut Pihak Kedua.
53
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Dalam perjanjian ini diterangkan bahwa Pihak Pertama dengan ini menjual dan menyerahkan kepada Pihak Kedua yang telah membeli dan menerima dari Pihak Pertama berupa: Jenis kendaraan : Yamaha Vega ZR No rangka : xxxxx No mesin : xxxx Warna : biru Jumlah barang : satu unit keadaan barang : baik dan masih baru Selanjutnya disebut kendaraan. Bahwa selanjutnya jual-beli ini dilangsungkan dan diterima dengan syarat-syarat sebagai berikut. Pasal 1 Pihak Kedua menerima milik dari apa yang dibelinya pada hari ini dan mulai hari ini juga segala keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawabnya. Pasal 2 Harga dan cara pembayaran kendaraan tersebut adalah sebagai berikut. Harga Kosong : Rp 15.000.000,00 Biaya Surat-surat+ MPO : Rp 1.500.000,00 Harga On The Road : Rp 500.000,00 Pembayaran pada waktu perjanjian ditandatangani Uang muka 20 % x Rp 15.000.000,00 = Rp 3.000.000,00 Biaya surat-surat + MPO = Rp 2.000.000,00 Sisa terhutang Rp 12.000.000,00 Ditambah 1,25% bunga, tiap-tiap bulan dari Sisa jumlah terhutang Rp 3.000.000,00 Jumlah hutang Rp 15.000.000,00

Dianggap sebagai hutang dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama yang akan dibayar secara angsuran.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

54

Pembayaran uang muka sebesar Rp 3.000.000,00 tersebut telah diterima oleh Pihak Pertama dari Pihak Kedua, dan Pihak Pertama dengan ini memberikan tanda penerimaan yang sah kepada Pihak Kedua yang sah berupa surat perjanjian ini, sehingga surat perjanjian ini berlaku pula sebagai kuitansi untuk penerimaan jumlah uang tersebut. Surat pembayaran wajib dilakukan di alamat kantor Pihak Pertama yaitu pembayaran secara giral hanya diterima dengan ketentuan bahwa pembayaran itu dianggap telah diterima oleh Pihak Pertama apabila pembayaran secara giral tersebut telah diuangkan atau dipindahbukukan dengan sebagaimana mestinya. Pasal 3 Bersamaan dengan pembayaran pertama tersebut, Pihak Kedua menyerahkan kepada Pihak Pertama sebuah jaminan bank tertanggal 7 Desember 2009 dengan jangka waktu berlakunya sampai dengan tanggal 7 Desember 2010 sebagai jaminan atas pelaksanaan pembayaran angsuran menurut surat perjanjian ini dengan nilai sebesar Rp 12.000.000,00 berikut bunga 1,25 % tiap bulan atas sisa terhutang yang seluruhnya berjumlah Rp 15.000.000,00 Jaminan bank tersebut adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian jual beli ini, segala biaya yang bertalian dengan jaminan bank tersebut adalah beban Pihak Kedua. Pasal 4 Penyerahan kendaraan dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dan akan dilaksanakan dalam waktu tiga hari terhitung sejak tanggal DO (delivery order) dibuka, terkecuali bilamana terjadi hal-hal yang berada di luar kekuasaan Pihak Pertama (force majeure). Pasal 5 Bilamana Pihak Kedua lalai untuk melunasi sebagaimana mestinya salah satu angsuran pembayaran uang jual beli seperti
55
BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

yang ditetapkan dalam pasal 2 tersebut di atas maka Pihak Kedua dianggap lalai, kelalaian yang cukup dibuktikan dengan lewatnya waktu seperti tersebut di atas maka untuk tiap-tiap hari kelalaian atau keterlambatan itu Pihak Kedua wajib membayar uang denda/ganti rugi kepada Pihak Pertama sehari nya sebesar Rp 15.000,00 dihitung dari seluruh sisa jumlah yang wajib dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama. Pasal 6 Dengan demikian kendaraan tersebut dipegang oleh Pihak Kedua sebagai peminjam karenanya Pihak Kedua tidak boleh memindahtangankan pada siapa pun juga. Pihak Kedua wajib memelihara kendaraan tersebut dalam keadaan reparasi dan kondisi serta keadaan jalan yang baik atas biayanya sendiri. Segala kerusakan yang diderita oleh kendaraan tersebut sehubungan dengan pemakaian wajib diperbaiki oleh Pihak Kedua atas biayanya sendiri. Pasal 7 Terhitung mulai dari hari tanggal penyerahan maka risiko mengenai kendaraan tersebut akan ditanggung oleh Pihak Kedua. Oleh karena itu bilamana kendaraan tersebut karena sebab apa pun musnah, hilang, atau tidak dapat dipergunakan lagi maka Pihak Kedua tetap berkewajiban penuh untuk melakukan pembayaran angsuran. Pasal 8 Segala kejadian sebagai akibat dari tindakan pemerintah dalam bidang moneter dan lain-lain menjadi tanggungan Pihak Kedua sepenuhnya dengan memperhatikan peraturan pemerintah yang berlaku. Pasal 9 Setelah semua sisa harga tersebut dilunasi, termasuk dengan bunganya maka hak milik atas kendaraan tersebut dengan sendirinya berpindah ke tangan Pihak Kedua.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

56

Pasal 10 Untuk semua hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diselesaikan oleh kedua belah pihak secara musyawarah. Pasal 11 Untuk semua akibat hukum yang timbul dari perjanjian ini maka para pihak telah memilih tempat tinggal (domisili) yang umum dan tetap di kantor panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 12 Perjanjian jual beli secara angsuran ini mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pasal 13 Demikian perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli pertama dan kedua bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak dan 1 (satu) kopinya untuk pihak yang memerlukannya. Dibuat di: Jakarta Pada tanggal: 10 Desember 2009 Pihak Pertama Materai PT. Jaya Motor Penjamin Bank XXX Pihak Kedua Inno Dey

15

PERJANJIAN JUAL BELI SAHAM (1)

Pada hari ini tanggal 11 Desember 2009 di Jakarta, yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Tuan Inno Dey, pengusaha, bertempat tinggal di Jakarta, selanjutnya disebut juga Pihak Pertama.
57
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

2. Tuan Izza Pemaz, pengusaha, bertempat tinggal di Jakarta, selanjutnya disebut juga Pihak Kedua. Menerangkan bahwa Pihak Pertama dengan ini telah menjual kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua menerangkan telah membeli dari Pihak Pertama : 30 (tiga puluh) saham, masing-masing bernilai nominal sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), semua terdaftar atas nama dan dimiliki oleh Pihak Pertama dalam perseroan terbatas PT. Forza berkedudukan di Jakarta, lengkap dengan talon dan tanda-tanda devidennya. Masing-masing pihak menerangkan, bahwa satu sama lain telah mengetahui benar-benar tentang saham-saham yang dijual/dibeli dengan akta ini dan karenanya tentang hal itu tidak perlu dijelaskan lebih lanjut dalam kata ini. Pihak Pertama dan Pihak Kedua selanjutnya menerangkan, bahwa jual/beli saham-saham tersebut dilakukan dan diterima dengan harga Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), jumlah mana Pihak Pertama menerangkan telah menerima penuh dari Pihak Kedua, untuk penerimaan mana akta ini berlaku sebagai kuitansinya, dan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Jual beli ini terjadi sejak hari ini, karena itu terhitung mulai hari ini Pihak Kedua telah menjadi pemilik sah dari dan berhak sepenuhnya atas saham yang dijual/dibeli dengan akta ini. Semua keuntungan termasuk hasil-hasil dan semua kerugian dan risiko serta pajak-pajak dan beban-beban lainnya tentang saham-saham tersebut terhitung mulai hari ini menjadi milik atau dipikul dan harus dibayar oleh Pihak Kedua. Pasal 2 Pihak Pertama dengan ini menyatakan menanggung kepada Pihak Kedua bahwa : a. Pihak Pertama berhak sepenuhnya atas (dan adalah satusatunya yang berhak untuk menjual) saham-saham yang dijual/dibeli dengan akta ini dan baik sekarang maupun diBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

58

kemudian hari, Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atas (atau turut memiliki) saham-saham itu. b. Saham-saham tersebut telah dibayar lunas dan diserahkan dalam keadaan, tidak terlibat dalam sengketa, tidak digadaikan atau dipertanggungkan secara bagaimanapun juga. Pasal 3 Kedua belah pihak menerangkan telah mengetahui bahwa surat-surat saham yang dijual/dibeli dengan akta ini belum dikeluarkan oleh perseroan terbatas tersebut. Dengan ini Pihak Pertama memberi kuasa kepada Pihak Kedua, kuasa mana tidak dapat dicabut dan tidak akan berakhir tercantum dalam Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata : .UNTUK. a. menerima surat-surat saham yang dijual/dibeli dengan akta ini dari perseroan terbatas segera setelah perseroan terbatas tersebut mengeluarkan surat-surat saham tersebut dan untuk itu memberi tanda penerimaan seperlunya; b. mewakili Pihak Pertama seluas-luasnya dalam segala hal, urusan, dan keadaan bagaimanapun juga mengenai balik nama saham-saham yang dijual/dibeli dengan akta ini ke atas nama Pihak Kedua, dan tentang hal itu atas nama Pihak Pertama melakukan segala tindakan yang diperlukan, tiada satupun yang diperlukan, tiada satu pun yang dikecualikan. Pasal 4 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
59
BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 5 Biaya-biaya yang timbul dari jual beli ini dipikul dan dibayar oleh Pihak Kedua. Pasal 6 Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Penjual dan Pembeli dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Dibuat dalam rangkap dua untuk masing-masing pihak yang keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat di : Jakarta Tanggal : 11 Desember 2009 Pihak Pertama, Inno Dey Pihak Kedua, Izza Pemaz

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, sebagai para pemilik saham-saham lainnya dalam perseroan terbatas PT. Forza tersebut setelah diberi kesempatan yang diberitahukan oleh Direktur perseroan terbatas tersebut, tidak ingin menggunakan hak utama kami untuk membeli saham-saham yang dijual/dibeli dengan akta ini, yang diberikan dalam pasal 7 ayat (1) Anggaran Dasar perseroan tersebut : 1. Oktaviano 2. Sadiya Nesya 3. Ade Putea

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

60

16

PERJANJIAN JUAL BELI SAHAM (2)

Pada hari ini, Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, telah diadakan Perjanjian Jual Beli Saham oleh dan antara: 1. Nama : Ade Putea Pekerjaan : Pengusaha Alamat : Jl. Duri Kepa no. 14, Jakarta Dalam hal ini bertindak berdasarkan jabatannya selaku Direktur dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama PT. DoReMi berkedudukan di Jakarta, selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Desy Senny Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. Kebun Kacang no. 30, Jakarta Dalam hal ini bertindak bertindak atas diri sendiri, selanjutnya disebut Pihak Kedua. Selanjutnya kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut: - Pihak Pertama selaku pemilik/pemegang 50 % (limapuluh persen) saham dalam perseroan terbatas PT DoReMi dan dalam hal ini bertindak selaku Direktur dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama perseroan terbatas PT DoReMi berkedudukan di Jakarta, yang anggaran dasarnya telah dimuat dalam akta tanggal 03-12-2007 (Tiga Desember Duaribu Tujuh) Nomor 4 (empat) dibuat di hadapan Notaris Aliani SH, akta mana telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya tertanggal 05-01-2008 (Lima Januari Duaribu Delapan) Nomor: xxx. - Bahwa Pihak Pertama untuk melakukan penjualan seluruh saham yang dimilikinya di dalam perseroan terbatas yang akan disebut, telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham. Pihak Pertama dengan ini menjual dan menyerahkan kepada Pihak Kedua,
61
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

yang dengan ini membeli dan menerima penyerahan dari Pihak Pertama: 20 % (duapuluh persen) saham dalam Perseroan Terbatas PT DoReMi, berkedudukan di Jakarta, yang anggaran dasarnya dimuat dalam akta tanggal 03-122007 (Tiga Desember Duaribu Tujuh) Nomor 4 (empat) dibuat di hadapan Notaris Aliani SH, akta mana telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya tertanggal 05-012008 (Lima Januari Duaribu Delapan) Nomor: xxx. - Jual-beli ini menurut keterangan para penghadap telah dilakukan dengan harga Rp 500.000.000 (limaratus juta Rupiah), jumlah uang mana telah diterima dengan cukup dan penuh oleh Pihak Pertama, pada saat akta ini ditandatangani. Dan, untuk penerimaan mana akta ini berlaku juga sebagai kuitansi. Dan, jual-beli ini telah dilangsungkan dengan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 : Penyerahan 1. Mulai hari ini Pihak Kedua menerima milik dan hasilhasil dari apa yang dibelinya, dan mulai hari ini juga segala keuntungan, tetapi juga segala kerugian dan risiko adalah kepunyaan Pihak Kedua; 2. Keuntungan yang belum diambil dan yang belum dikeluarkan adalah sepenuhnya menjadi milik Pihak Kedua. Pasal 2 : Jaminan Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua: a. bahwa ia adalah satu-satunya yang berhak melakukan jualbeli ini; b. bahwa apa yang dijual-belikan tidak tergadai atau tersangkut suatu utang, pun tidak disita; c. bahwa Pihak Kedua akan memiliki saham-saham yang dibelinya, tanpa gangguan dari pihak lain yang mengaku mempunyai hak lebih atau hak bersama atas saham-saham itu.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

62

Pasal 3 : Bentuk Objek Apa yang dijual dalam Perjanjian ini telah diterima oleh Pihak Kedua berupa recipis. Pasal 4 : Kuasa - Segala pajak-pajak atas kepemilikan saham sebelum ditandatanganinya Perjanjian ini wajib dibayar oleh Pihak Pertama. Pihak Pertama dengan ini memberi kuasa kepada Pihak Kedua, dan baik bersama-sama maupun sendirisendiri, dengan hak memindahkan kuasa ini kepada orang lain dan mencabut kembali pemindahan kuasa ini, untuk meminta kepada Direksi Perseroan, agar surat-surat saham yang dijual itu, bila telah dicetak diberikan kepada Pihak Kedua, lalu dibalik atas nama Pihak Kedua. Dan, untuk itu menghadap Direksi untuk penerimaan serta pelaksanaan balik nama surat-surat saham tersebut, singkatnya Pihak Kedua diberi hak untuk melakukan segala tindakan hukum untuk mencapai balik nama serta menerima surat-surat saham tersebut, apabila sudah dicetak. - Kuasa ini merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisah-pisahkan dari penjualan saham-saham yang dilakukan dengan akta ini, karena itu kuasa ini tidak dapat ditarik kembali dan tidak dapat berakhir karena hal-hal yang menurut Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengakhiri sesuatu kuasa atau karena apa pun juga. Pasal 5 : Force Majeure 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.
63
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 6 : Domisili Hukum Mengenai Perjanjian ini dan segala akibatnya serta pelaksanaannya, Para Pihak memiliki tempat kediaman hukum (domisili) yang umum dan tetap di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta. Pasal 7 : Penutup Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta, pada hari dan tanggal tersebut pada bagian awal Perjanjian ini, dengan dihadiri oleh Inno Dey dan Sadiya Nesya, sebagai saksi-saksi. Jakarta, 11-12-2009 Pihak Pertama Ade Putea Saksi-saksi : 1. Inno Dey 2. Sadiya Nesya Pihak Kedua Desy Senny

17

PERJANJIAN JUAL BELI KAPAL

Pada hari ini, Kamis, tanggal 10-12-2009, telah terjadi Perjanjian Jual Beli oleh dan antara: 1. Nama : Izza Pemaz Usia : 51 tahun Pekerjaan : Nelayan Alamat : Jl. Ikan Duyung no. 2, Jakarta Utara Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. 2. Nama : Ade Putea Usia : 48 tahun Pekerjaan : Nelayan Alamat : Jl. Ikan Duyung no. 35, Jakarta Utara
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

64

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Para Pihak menerangkan hal-hal sebagai berikut: Bahwa Pihak Pertama dengan ini menjual kepada Pihak Kedua yang menerangkan telah membeli dari Pihak Pertama: Sebuah kapal bernama Pinisshi X. Terutama terbuat daripada Alumunium. Cerobong asap, diuraikan dalam surat ukur tertanggal xxx Nomor xxx. Dengan ukuran sebagai berikut: - Panjang : 10 m (sepuluh meter) - Lebar : 5 m (lima meter) - Dalam : 4 m (empat meter) - Isi Kotor : 20 m3 (duapuluh register ton) - Isi bersih : 17 m3 (tujuhbelas register ton) - Tanda Selar : xxx Kapal dibuat di Taiwan dalam tahun 2000 Demikian berikut segala alat-alat atau peralatan-peralatan pada kapal tersebut yang menurut sifat dan peruntukannya atau menurut Undang-Undang dapat dianggap sebagai bagian daripada kapal. Selanjutnya Para Pihak menerangkan bahwa jual-beli ini dilangsungkan dan diterima dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut. Pasal 1 Jual-beli ini dilangsungkan dan diterima seluruhnya dengan harga Rp 232.000.000,- (dua ratus tiga puluh dua juta rupiah). Jumlah uang mana dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sebelum Perjanjian ini ditandatangani. Dan, untuk penerimaan jumlah uang itu Pihak Pertama dengan ini memberikan pelunasannya, sehingga Perjanjian ini juga merupakan kuitansi untuk penerimaan jumlah itu.

65

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 2 Apa yang dijual/dibeli dengan akta ini mulai hari ini berpindah kepada Pihak Kedua dan segala keuntungan dan kerugian yang didapat atau diderita, karenanya mulai hari ini menjadi miliknya atau dipikul oleh Pihak Kedua Pasal 3 Apa yang dijual/dibeli dengan Perjanjian ini berpindah ke dalam pegangan Pihak Kedua dalam keadaan layak laut (zoo waardig), dan mengenai hal itu Pihak Kedua di kemudian hari tidak akan mengajukan tuntutan apa pun juga terhadap Pihak Pertama. Pasal 4 Apa yang dijual/dibeli dengan Perjanjian ini bebas dari hipotik dan hak-hak benda lainnya dan pula bebas dari sitaan. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa Pihak Pertama adalah pemilik dari apa yang dijual dengan akta ini, dan Pihak Pertama berhak untuk melakukan penjualan ini, bahwa Pihak Pertama belum pernah menjual apa yang dijual dengan akta ini kepada pihak lain, dan Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa mengenai hal itu Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu ataupun turut mempunyai hak atas apa yang dijual dengan akta ini. Pasal 5 Biaya Perjanjian ini serta bea balik nama dan semua ongkosongkos berkenaan dengan penyerahan apa yang dijual dengan Perjanjian ini kepada Pihak Kedua, denda-denda dan lainlainnya yang berhubungan dengan jual-beli ini seluruhnya dipikul dan dibayar oleh Pihak Kedua. Pasal 6 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyaBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

66

rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 7 Selama apa yang dijual/dibeli dengan Perjanjian ini belum dibalik nama atas nama Pihak Kedua, maka Pihak Pertama dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Pihak Kedua, kuasa mana tidak dapat ditarik kembali dan tidak akan berakhir, karena sebab-sebab yang tercantum dalam Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, untuk mewakili Pihak Pertama sebagai pemilik dari apa yang dijual dengan akta ini dalam segala hal, urusan dan tindakan, tidak ada yang dikecualikan, sehingga Pihak Kedua atau penerima hak daripadanya berhak untuk melakukan dan mengerjakan segala sesuatu yang Pihak Pertama sendiri sebagai pemilik dari apa yang dijual dengan Perjanjian ini, berhak untuk melakukan dan mengerjakannya, asal saja memikul semua risiko, pajak-pajak, dan beban-beban lainnya. Pasal 8 Para Pihak dengan ini memberi kuasa yang tidak dapat ditarik kembali kepada Pihak Kedua, dan masing-masing maupun bersama-sama, kuasa mana tidak akan berakhir, karena sebab-sebab yang tercantum dalam Pasal 1813 Kitab UndangUndang Hukum Perdata: a. untuk mewakili Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepenuhnya dalam segala hal urusan dan tindakan mengenai balik nama kapal tersebut, untuk menerima pemindahan hak atas nama dan ketangan Pihak Kedua; b. untuk mewakili Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepenuhnya dalam segala hal, urusan dan tindakan tidak ada yang dikecualikan agar kapal tersebut dapat dibalik nama atas nama Pihak Kedua.

67

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Untuk urusan-urusan sub a dan b tersebut, menghadap di mana perlu, memberikan keterangan-keterangan, melakukan laporan-laporan, membuat, suruh membuat, dan menandatangani surat-surat dan akta-akta, memilih tempat tinggal, singkatnya melakukan apa pun juga yang diperlukan untuk menyelesaikan urusan-urusan tersebut, tidak ada yang dikecualikan Para Pihak tersebut menerangkan bahwa apa yang dijual/ dibeli dengan Perjanjian ini telah diserahkan menurut keadaan dan tempat di mana kapal tersebut sekarang berada.

Pasal 9 Apabila terjadi perselisihan di antara Para Pihak, maka akan diselesaikan dengan cara musyawarah. Jika dengan musyawarah tidak dapat diselesaikan, maka kedua belah pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Panitera Pengadilan Jakarta Utara. Pasal 10 Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun tersebut dalam awal Perjanjian, dibuat rangkap dua bermeterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak. Jakarta, 10-12-2009 Pihak Pertama Materai Izza Pemaz Saksi-saksi 1. Doni Navaz Pihak Kedua Ade Putea 2. Kristophora

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

68

18

PERJANJIAN JUAL BELI KENDARAAN

Pada hari ini, 11-12-2009 telah terjadi Perjanjian Jual Beli Kendaraan oleh dan antara: 1. Nama : Sadiya Nesya Pekerjaan : Direktur Pemasaran Alamat : Jl. Asam Baris Raya no. 25, Tebet, Jakarta Dalam hal ini bertindak dalan jabatannya selaku direktur untuk dan atas nama PT. Cars Ways berkedudukan di Jakarta, dan beralamat di Jalan Kuningan no. 15, selanjutnya disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Inno Dey Usia : 20 tahun Alamat : Jl. SMA 57 no. 11, Jakarta Barat Bertindak atas nama sendiri, selanjutnya disebut Pihak Kedua. Para pihak menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut: - Bahwa Pihak Pertama sebagai pihak yang hendak menjual kendaraan kepada Pihak Kedua sebagaimana Pihak Kedua telah bersedia membeli kendaraan yang berupa: 1. Jenis kendaraan : Roda empat (mobil) 2. Merek/Tipe : Honda/Jazz 3. Nomor Polisi : B 6969 BRJ 4. Nomor Rangka/Tahun : XXXX/2002 5. Nomor mesin : XXXX 6. Warna : Hitam 7. Nomor BPKB : XXXX - Para Pihak di atas telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Jual Beli Kendaraan yang diatur dalam pasal-pasal berikut. Pasal 1 Para Pihak telah setuju dan sepakat, bahwa harga kendaraan yang dimaksudkan dalam Perjanjian ini adalah sebesar Rp 85.000.000,- (delapan puluh lima juta rupiah).
69
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 2 1. Pihak Kedua telah menyerahkan uang muka sebesar Rp 50.000.000,- (limapuluh juta rupiah) kepada Pihak Pertama yang dengan ini telah menyatakan telah menerima pembayaran tersebut dari Pihak Kedua. 2. Sisa pembayaran dari harga kendaraan dalam Perjanjian ini akan dilakukan secara tunai pada saat Perjanjian ini ditandatangani. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa kendaraan tersebut merupakan milik sah dari Pihak Pertama dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya, dan sebelumnya belum pernah dijual, atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan dengan cara bagaimanapun juga kepada orang atau pihak lain. Pasal 4 Penyerahan kendaraan dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua akan dilakukan setelah Perjanjian ini ditandatangani dengan cara Kendaraan Akan Diantar oleh Pihak Pertama ke Tempat Pihak Kedua selambat-lambatnya 5 (lima) hari setelah penandatanganan Perjanjian ini. Pasal 5 Status kepemilikan atas kendaraan tersebut akan beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, setelah Pihak Kedua melunasi sisa pembayarannya, dan Pihak Pertama menyerahkan BPKB kendaraan tersebut.
pasal 3

Pasal 6 Apabila Pihak Pertama tidak dapat menyerahkan kendaraan tersebut pada waktunya seperti yang tersebut pada Pasal 4, sedangkan hal ini tidak dikarenakan force majeure (hal-hal di luar kekuasaan Pihak Pertama), maka Pihak Pertama dikenakan denda sebesar Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) tiap-tiap hari dengan maksimum Rp 1.000.000,(satu juta rupiah) dari pembayaran yang telah diterima Pihak Pertama, kecuali bila keterlambatan ini disebabkan kelalaian atau kesalahan Pihak Pertama sendiri. Dalam hal mana Pihak Pertama tidak diwajibkan membayar uang denda.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

70

Pasal 7 Bila terjadi perselisihan sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, maka Para Pihak akan menyelesaikan dengan jalan musyawarah. Apabila dengan jalan musyawarah tidak tercapai, Para Pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang umum dan tetap pada Kantor Panitera Pengadilan Jakarta Barat. Pasal 8 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, para pihak sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 9 Demikian Perjanjian ini dibuat sebagai bukti yang sah oleh Para Pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun seperti yang telah disebutkan pada awal Perjanjian. Dibuat di: Jakarta Pada tanggal: 11 Desember 2009 Pihak Pertama Sadiya Nesya Saksi-saksi: 1. Joan Oey 2. Indah Wulandari Pihak Kedua Inno Dey

71

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

19

PERJANJIAN JUAL BELI AC DAN PERALATAN LISTRIK

Pada hari ini, Kamis, 10 Desember 2009, yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing : 1. Tuan Gerhard, pengusaha, bertempat tinggal di Green Garden blok A5, dalam hal ini bertindak sebagai Direktur Utama dari dan selaku demikian untuk dan atas nama PT. Gerhard Elektronik bekedudukan di Ruko Palem Lestari A1 selanjutnya disebut juga sebagai Penjual. 2. Tuan Anthony, pengusaha, bertempat tinggal di taman Surya 1 B6 dalam hal ini berlaku sebagai Plant Manager untuk dan atas nama PT. Maju Bersama berkedudukan di ruko Mutiara Taman Palem, C11 selanjutnya disebut juga sebagai Pembeli. Dengan ini menyatakan telah bersepakat untuk mengadakan perjanjian dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Penjual menyetujui untuk menjual peralatan-peralatan air conditioning dan listrik kepada Pembeli dan Pembeli menyetujui untuk membeli peralatan-peralatan air conditioning dan listrik dari Penjual dengan tipe : XXXX Pasal 2 Pembeli menyetujui untuk membeli peralatan-peralatan seperti yang dimaksud dalam pasal 1 tersebut di atas, dengan harga tetap sebagai berikut : Peralatan Air Conditioning Rp 60.000.000,00 Peralatan listrik . Rp 40.000.000,00 --------------------------------------------------Jumlah Rp 100.000.000,00 Pasal 3 Pembayaran dilakukan secara angsuran dalam tempo satu
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

72

tahun sesuai dengan perincian kemajuan kerja sebagai berikut : a. 30% atau Rp 30.000.000,00 sebagai uang muka b. 45% atau Rp 45.000.000,00 pada bulan keenam c. 10% atau Rp 10.000.000,00 pada bulan kesembilan d. 15% atau Rp 10.000.000,00 pada saat jatuh tempo atau bulan kedua belas Pasal 4 Ayat (1) Penjual menjamin bahwa semua peralatan Air Conditioning dan peralatan listrik yang diserahkan berdasarkan Surat Perjanjian ini adalah baru dan bebas dari cacat. Ayat (2) Penjual memberi jaminan/garansi selama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal selesainya testing dan commissioning pertama dari peralatan dan instalansinya peralatan, komponen yang dipakai dan instalansinya. Ayat (3) Jaminan/garansi ini mencakup kerusakan-kerusakan ataupun peralatan (equipment) tidak dapat berfungsi dengan baik sesuai spesifikasi yang ditawarkan yang disebabkan karena : a. kesalahan pembuatan pabrik; b. pemakaian komponen yang tidak sesuai dengan penawaran; dan/atau c. karena kesalahan instalasi. Kerusakan yang disebabkan oleh hal-hal tersebut di atas menjadi tanggungan dan tanggung jawab sepenuhnya dari Penjual. Ayat (4) Tidak mencakup jaminan/garansi ini ialah : a. tegangan aliran listrik tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, atau terjadi perubahan-perubahan tegangan yang melebihi toleransi yang ditentukan; b. kesalahan operator pembeli meskipun telah diberi petunjuk yang benar oleh Supervisor penjual.
73
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

c. Komponen yang haus karena masa pemakaiannya telah habis.

Pasal 5 Ayat (1) Di dalam suatu kelambatan memenuhi kewajiban yang tercantum pada perjanjian ini oleh salah satu pihak yang disebabkan oleh tindakan atau dapat ditimbulkan atau diakibatkan oleh kejadian di luar kemampuan para pihak seperti pemogokan, embargo, huru-hara, pertemuan, peperangan, kebakaran, peledakan, sabotase, badai, banjir, gempa bumi, dan semua kelambatan karenanya tidak boleh dianggap sebagai suatu kesalahan dari pihak yang mengalami kelambatan itu, dilindungi atau tidak akan mengalami tuntutan atas kerugian yang diderita oleh pihak lain. Ayat (2) Apabila di dalam pelaksanaan perjanjian ini terjadi perubahan dalam peraturan moneter Pemerintah yang mengakibatkan kenaikan harga material dan biaya pekerja serta harga material impor yang mencolok sehingga menimbulkan kerugian bagi penjual, maka penjual dapat mengajukan pertimbangan kebijaksaaan kepada pembeli dengan ketentuan bahwa keputusan mengenai kebijaksanaan tersebut ada di tangan pembeli sepenuhnya. Pasal 6 Ayat (1) Barang peralatan air conditioning dan listrik termaksud harus diserahkan oleh penjual kepada pembeli selambatlambatnya satu bulan sejak ditandatangani Surat Perjanjian ini.

Ayat (2) Untuk penyimpanan barang-barang termaksud pembeli akan menyediakan tempat gudang di mana pengaturan, penyusunan, keselamatan, dan keamanannya sejak barang tiba di tempat sampai terpasang menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari penjual. Pasal 7 Ayat (1)
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

74

Apabila penyerahan barang dan/atau peralatan air conditioning dan listrik tidak dilakukan tepat pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam Pasal 6 ayat (1), Surat Perjanjian ini, maka dengan lewatnya waktu, Penjual sudah berada dalam keadaan lalai, untuk kelalaian mana Penjual bersedia dan sanggup dikenakan denda sebesar 0,1 % dari harga jual beli untuk setiap hari keterlambatan. Kelambatan yang dikenakan denda ini adalah kelambatan yang bukan disebabkan oleh Force Majeure atau karena hambatan pekerjaan sipil. Ayat (2) Apabila pembeli terlambat melaksanakan pembayaran kepada penjual, kelambatan mana cukup dibuktikan dengan lewatnya waktu sebagaimana ditentukan dalam pasal 3 maka pembeli dikenakan denda sebesar 0,1 % dari jumlah angsuran yang diajukan untuk setiap hari keterlambatan. Pasal 8 Ayat (1) Apabila terjadi perubahan-perubahan yang merupakan penambahan-penambahan barang dan/atau peralatan impor atas persetujuan kedua belah pihak, maka penjual hanya dapat melaksanakan sesudah mendapat perintah/izin tertulis dan perubahan harga dari pembeli sesuai dengan harga pada saat penambahan bahan tersebut diajukan. Ayat (2) Apabila terjadi perubahan-perubahan yang merupakan pengurangan barang dan/atau peralatan impor ataupun lokal, maka atas persetujuan kedua belah pihak harganya pun akan dikurangi secara proporsionil sesuai harga satuan yang telah disetujui bersama dalam surat perjanjian ini. Ayat (3) Harga dari penambahan atau pengurangan pekerjaan tersebut di atas akan diperhitungkan ke dalam angsuran pembayaran bersangkutan. Pasal 9 Jikalau ada perselisihan antara kedua belah pihak yang
75
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

tidak dapat diputuskan oleh kedua belah pihak, maka perselisihan ini akan diputuskan dalam tingkat yang tertinggi oleh suatu Badan Pemisah yang terdiri atas 3 (tiga) orang, yaitu masing-masing pihak mengangkat seorang dan kedua orang ini mengangkat seorang lagi. Badan pemisah ini harus memberi keputusan dalam waktu 1 (satu) bulan dihitung dari hari pengangkatan ahli pemisah yang ketiga setelah diberikan kesempatan kepada masing-masing pihak. Akan tetapi, ongkosongkos yang dibutuhkan dipikul oleh masing-masing pihak. Keputusan Badan Pemisah akan dianggap keputusan dari Hakim tertinggi dan merupakan keputusan yang mengikat (bindend advies) dan tidak dapat lagi dilakukan naik banding dan/atau kasasi dan harus dilaksanakan oleh semua pihak. Pasal 10 Di dalam segala hal yang tidak cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur serta ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak. Pasal 11 Demikianlah Surat Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 4 (empat), 2 (dua) di antaranya bermeterai Rp 25,000 (dua puluh lima rupiah) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani. Sebagai domisili tetap adalah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Jakarta, 10 Desember 2009 Penjual, Gerhard Direktur Utama Saksi : Claudia Manager marketing Pembeli, Anthony Plant manager Saksi : Julio Manager Warehouse

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

76

20

PERJANJIAN PEMBATALAN JUAL BELI

Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Tuan Maksimus, Karyawan Swasta, tinggal di Menceng, Jln Jaya 24 No. 23, selanjutnya disebut Pihak Kesatu. 2. Tuan Nikolaus, pedagang, tinggal di Tegal Alur, Jln Toram No. 12, selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Menerangkan bersama ini telah membuat perjanjian sebagai berikut : I. Pihak Kesatu dan Pihak Kedua dengan ini membatalkan perjanjian jual beli sebuah rumah dari tembok, tutup genteng, lantai ubin, lengkap dengan pasang sisirnya, terletak di Menceng, jln Trisula No. 34. Bersama-sama hak-hak, harapan-harapan dan kepentingan-kepentingan Pihak Kesatu terhadap persil di mana rumah itu didirikan (persil nomor xxxx verponding nomor xxxx) perjanjian mana telah diperbuat oleh mereka dengan surat perjanjian tanggal 10 Oktober 2009 II. Pembatalan termaksud sub I dianggap telah terjadi mulamula, sehingga perjanjian jual beli tersebut harus dianggap tidak pernah diperbuat sama sekali. III. Mengenal pembatalan perjanjian tersebut antara kedua belah pihak telah dilakukan perhitungan dan pembayaran sesuai dengan kehendak dan permufakatan kedua belah pihak, dan karena itu pihak-pihak dengan ini antara yang satu dengan yang lain memberikan acquit dan decharge sepenuhnya. IV. Tentang perjanjian ini dan pelaksanaannya serta segala akibat pihak-pihak memilih tempat kediaman yang umum dan yang tidak dapat diubah lagi di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta barat

77

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Demikianlah perjanjian ini dibuat di Jakarta pada hari ini tanggal 10 Desember 2009 dilaksanakan oleh Tuan Maksimus dan Tuan Nikolaus. Pihak Kesatu, Maksimus Saksi-saksi : 1. Klaudius (RT Setempat) 2. Markus (tetangga kedua belah pihak) Pihak Kedua, Nikolaus

21

PERJANJIAN JUAL BELI BARANG LEASING

Perjanjian ini dibuat pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, oleh dan antara: 1. Nama : Sadiya Nesya Jabatan : Manager Marketing Alamat : Jl. Asam no. 14, Tebet, Jakarta Selatan Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Dunia Maya selanjutnya akan disebut Pihak Pertama. 2. Nama : Inno Dey Pekerjaan : Pengusaha Alamat : Jl. Damai no. 7, Jakarta Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri, selanjutnya disebut Pihak Kedua. Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa kedua belah pihak telah mengadakan Perjanjian Leasing No. xxx Tanggal xxx dan Pihak Kedua telah mengajukan permohonan untuk membeli barang leasing yang tercantum dalam Perjanjian Leasing tersebut di atas.
78

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Kedua belah pihak sepakat untuk membuat Perjanjian Barang Leasing dengan syarat-syarat sebagai berikut: Pasal 1 Pihak Pertama dengan ini menjual dan menyerahkan kepada Pihak Kedua, dan Pihak Kedua membeli dan menerima barang leasing seperti tercantum dalam Lampiran Perjanjian ini yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini, dengan harga Rp 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah). Pasal 2 1. Sebagai bukti penerimaan Barang Leasing, Pihak Kedua menandatangani Penerimaan Barang Leasing, yang berarti Pihak Kedua menyetujui Barang Leasing tersebut sebagaimana adanya. 2. Untuk selanjutnya Pihak Kedua akan bertanggung jawab penuh terhadap segala kekurangan dan risiko atas Barang Leasing, serta tidak akan menuntut apabila terdapat kerusakan atau kekurangan pada Barang Leasing tersebut. Pasal 3 Pihak Pertama akan membuatkan tanda penerimaan pembayaran atau kuitansi bilamana pembayaran dilakukan secara tunai, sedangkan dalam hal pembayaran dilakukan dengan cek atau transfer melalui Bank, maka pembayaran tersebut baru efektif setelah warkat yang bersangkutan dicairkan oleh Pihak Pertama atau dibukukan ke dalam rekening Pihak Pertama. Pasal 4 Pihak Pertama dengan ini menyatakan: 1. Bahwa Pihak Pertama berhak dan berwenang untuk menjual dan menyerahkan Barang Leasing tersebut. 2. Bahwa Pihak Kedua akan menjadi pemilik mutlak atas Barang leasing dan bebas dari segala tuntutan pihak manapun. 3. Bahwa Barang leasing tersebut bebas dari segala beban dalam bentuk jaminan dengan cara Fiducia ataupun lainnya.

79

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 5 Pajak dan biaya-biaya lain sehubungan dengan pembelian, pengalihan, penyerahan, dan pendaftaran atas Barang Leasing menjadi tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 6 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 7 1. Apabila terjadi perselisihan dari perjanjian ini maka akan diselesaikan dengan jalan musyawarah 2. Apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak dalam musyawarah maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan mengambil domisili tetap di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 8 Demikianlah sebagai bukti yang sah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari, tanggal, bulan, dan tahun yang telah disebutkan pada awal Perjanjian oleh para pihak dan saksisaksi. Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 10-12-2009 Pihak Pertama Sadiya Nesya Saksi-saksi 1. Izza Pemaz

Inno Dey

Pihak Kedua

2. Ade Putea

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

80

22

PERJANJIAN BELI SEWA MESIN BERIKUT SPAREPARTS-NYA


Nomor : 152/562/35/23

Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Duabelas: I. Tuan Inno Dey, Karyawan, bertempat tinggal di Jakarta, pada Jalan SMA 57, No. 20. Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasar-kan surat kuasa di bawah tangan tertanggal 08-12-2009 yang bermeterai cukup diletakkan pada minuta akta ini, selaku kuasa dari dan demikian sah mewakili, oleh karena itu untuk dan atas nama Tuan Izac Wolla, Pengusaha bertempat tinggal di Jakarta, pada Jalan Mawar, No. 10, selanjutnya akan disebut Pihak Pertama. II. Tuan Ade Putea, Karyawan, bertempat tinggal di Jakarta, pada Gang Kelinci, No. 12. Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak sebagai kuasa lisan dari, selaku demikian mewakili, oleh karena itu atas nama, memperkuat diri dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk adiknya, yaitu Tuan Vincent, Pengusaha bertempat tinggal di Jakarta, pada Jalan H. Nur, No. 27, selanjutnya akan disebut Pihak Kedua. Para penghadap telah dikenal oleh saya, notaris. Para penghadap dalam tindakan masing-masing tersebut di atas menerangkan, bahwa kedua pihak dengan ini mengadakan perjanjian beli sewa, yaitu Pihak Pertama menjual secara beli sewa kepada Pihak Kedua, yang secara demikian membeli dari Pihak Pertama: 6 (enam) buah mesin tenun, buatan Jerman, merek Butterfly, No. c521, tahun pembuatan 2000, berikut alat-alat serta bagian-bagian (spareparts), yang bersangkutan milik Pihak Pertama. Menurut faktur pembelian tanggal xxx no. xxx yang bermeterai cukup diperlihatkan kepada saya, notaris, keadaannya telah diketahui oleh Pihak Kedua, sehingga para
81
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

penghadap (pihak) menganggap tidak perlu untuk menjelaskan lebih lanjut dalam akta ini; syarat-syarat dan ketentuanketentuan perjanjian adalah sebagai berikut : Pasal 1 Harga dari mesin-mesin tersebut menurut kesepakatan kedua belah pihak seluruhnya sebesar Rp 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah), dari jumlah uang yang mana telah dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama pada hari ini sebesar Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah), pembayaran mana diakui oleh Pihak Pertama sehingga untuk itu akta ini dinyatakan berlaku pula sebagai tanda penerimaan (kuitansinya), sedangkan sisanya, yaitu sebesar Rp 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) lagi harus dibayar lunas sebelum atau selambat-lambatnya pada tanggal 09-02-2010, dalam 2 (dua) kali angsuran (cicilan) bulanan sebesar Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah), dimulai pada tanggal 10-12-2009 dan selanjutnya tiap-tiap tanggal 10 (sepuluh) bulan-bulan berikutnya; pembayaran-pembayaran mana akan dilakukan di Jl. Mawar No. 10 Jakarta dengan memakai kuitansi dan tanpa kompensasi, dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan tersebut dalam pasal-pasal di bawah ini : Pasal 2 Mesin-mesin tersebut pada hari ini telah diserahkan dalam keadaan baik oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua untuk dipakai/dipergunakan, sedangkan Pihak Pertama tetap merupakan pemilik dari mesin-mesin itu, sampai Pihak Kedua melunasi sisa harganya, yang akan ternyata kelak dari kuitansikuitansi yang bersangkutan yang akan ditandatangani dan diberikan oleh Pihak Pertama atau kuasanya. Pasal 3 Selama belum menjadi pemilik sepenuhnya, Pihak Kedua berjanji dan mengikat diri untuk mempergunakan mesinmesin tersebut tidak lain selain daripada sesuai dengan sifat dan tujuannya dan atas tanggung jawab dan biayanya sendiri selaku peminjam, memelihara mesin-mesin tersebut sebaikBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

82

baiknya, bila perlu memperbaiki dan memperbaharui bagianbagian yang rusak karena pemakaian atau sebab lain, pula tidak akan menyewakan atau mengizinkan orang lain memakainya. Pasal 4 Mulai hari ini seluruh risiko atas mesin-mesin tersebut menjadi tanggungan Pihak Kedua sendiri, yang harus memenuhi semua kewajiban yang dibebankan kepadanya berdasarkan perjanjian menurut akta ini, walaupun seandainya nilai mesin-mesin itu menjadi turun atau tidak bernilai lagi (nihil), dengan membebaskan Pihak Pertama samasekali daripada risiko dan tanggung jawab itu (gevrijwaard). Pasal 5 Selama peralihan hak milik yang bersangkutan belum terjadi, dengan persetujuan Pihak Pertama, Pihak Kedua harus mengasuransikan mesin-mesin tersebut terhadap segala kerusakan (bahaya). Pasal 6 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 7 Jika Pihak Kedua telah melunasi harga dari mesin-mesin tersebut dan/atau memenuhi segala kewajibannya menurut akta ini, maka Pihak Kedua menjadi pemilik sepenuhnya (mutlak) dari barang-barang itu, tanpa memerlukan sesuatu surat pernyataan/keterangan dari Pihak Pertama, karena
83
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

kuitansi (tanda pembayaran) lunas yang bersangkutan merupakan bukti yang cukup untuk hal itu. Pasal 8 1. Apabila Pihak Kedua : - lalai dalam melakukan pembayaran tersebut dalam pasal 1 di atas atau tidak memenuhi sesuatu ketentuan dari perjanjian menurut akta ini; - jatuh pailit atau dapat menunda pembayaran utangutangnya; - meninggal dunia, kecuali jika ahli warisnya melakukan kewajibannya (mereka) menurut hukum; - ditaruh di bawah pengampunan; dan/atau - mesin-mesin tersebut menjadi rusak atau hilang (musnah) karena sebab apa pun, maka Pihak Pertama berhak menganggap bahwa perjanjian ini dengan sendirinya (karena hukum) batal (putus), tanpa memerlukan perantaraan Hakim. 2. Jika terjadi hal-hal tersebut dalam ayat (1) pasal ini maka Pihak Kedua berkewajiban, atas pemberitahuan resmi yang pertama, menyerahkan kembali mesin-mesin tersebut selengkapnya kepada Pihak Pertama, dengan ketentuan bahwa Pihak Kedua tidak berhak untuk menerima kembali uang yang telah dibayarkan kepada Pihak Pertama berdasarkan perjanjian menurut akta ini. Pasal 9 Jika menurut ketentuan Pasal 7 ayat (1) akta ini Pihak Pertama mengambil kembali mesin-mesin tersebut, maka Pihak Kedua dalam waktu 5 (lima)hari sesudah pengambilan itu, masih berhak menebus kembali mesin-mesin itu dengan membayar sisa harganya, dengan ketentuan bahwa hal ini hanya mungkin terjadi jika batal atau putusnya perjanjian ini disebabkan karena lalainya Pihak Kedua dalam pembayaran angsuran saja. Pasal 10 Biaya untuk menyelesaikan akta ini, demikian pula biaya
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

84

untuk pengangkutan mesin-mesin tersebut dari tempat Pihak Pertama ke tempat Pihak Kedua dan atau sebaliknya menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh Pihak Kedua; Pasal 11 Tentang perjanjian menurut akta ini dengan semua akibatnya kedua belah pihak memilih domisili yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pasal 12 Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun tersebut dalam awal Perjanjian, dibuat rangkap dua bermeterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak. Jakarta, 10-12-2009 Pihak Pertama Inno Dey Pihak Kedua Ade Putea

23

PERJANJIAN JUAL BELI PERUSAHAAN

Pada hari ini, Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan: I. Tuan Ade Putea, pengusaha, bertempat di Jakarta, pada Jalan H. Jaenuri, No. 21, menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku Direktur dari, oleh karena itu sah mewakili, demikian untuk dan atas nama perseroan terbatas PT. Werdhana, berkedudukan di Jakarta, untuk tindakan menurut akta ini sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran dasarnya telah mendapat persetujuan dari rapat para pemilik (atau pemegang) saham perseroan, sebagaimana ternyata dalam
85
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

risalah rapat yang bersangkutan tanggal 8 Desember 2009, No. 25, yang telah dibuat oleh saya, notaris ; Pihak Pertama, selanjutnya disebut Penjual; II. Nyonya Bernadeth Lyinn, pedagang, janda dari almarhum Tn. Chardly, bertempat tinggal di Jakarta, pada Jl. Meruya Utara no. 33.

menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku satu-satunya pengurus dengan jabatan/sebutan Direktur dari perseroan komanditer yang akan disebutkan di bawah ini, untuk tindakan menurut akta ini sesuai dengan ketentuan pasal 4 akta pendirian/Anggaran Dasarnya telah mendapat persetujuan dari Tuan Doni, bertempat tinggal di Jakarta, Jalan Puri Kembangan, No. 2, selaku salah seorang persero komanditer perseroan menurut surat persetujuan di bawah tangan tanggal 8 Desember 2009 yang bermeterai cukup diletakkan pada minuta akta ini, demikian penghadap ini sah mewakili, oleh karena itu untuk dan atas nama perseroan komanditer CV Yess, berkedudukan di Jakarta; Pihak Kedua, selanjutnya disebut Pembeli.

Para penghadap telah dikenal oleh saya, notaris. Penghadap Pihak Pertama dalam tindakannya tersebut di atas, menerangkan bahwa Penjual dengan akta ini telah menjual dan menyerahkan dalam hak milik kepada Pembeli, untuk siapa penghadap Pihak Kedua dalam tindakannya tersebut di atas menerangkan telah membeli dan menerima dalam hak milik penyerahan (atas) : PT. Werdhana yang sampai hari ini telah dijalankan dan diusahakan oleh Penjual untuk/atas perhitungannya sendiri, di Kedoya, pada Jalan SMA, No. 54; dengan memakai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 : Objek Perjanjian (1) Dalam jual beli ini termasuk : administrasi (tata usaha) dan pembukuan, barang-barang inventaris, semua penagihan
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

86

dan semua utang dari/terhadap pihak ketiga (derden), yang kesemuanya penting demi kelanjutan/jalannya perusahaan dan yang merupakan bagian (turutan) dari perusahaan tersebut di atas, sesuai dengan 3 (tiga) buah daftar yang bersangkutan, yang setelah dibubuhi meterai secukupnya, ditandatangani oleh para penghadap dalam tindakan mereka dan saya, notaris, diletakkan pada minuta akta ini. (2) Pembeli telah menerima penyerahan segala sesuatunya itu dalam keadaan sebagaimana ternyata pada hari ini dan mengikat diri untuk membayar semua utang tersebut di atas sebagai utangnya sendiri pada saatnya, sesuai dengan perjanjian-perjanjian yang bersangkutan antara Penjual dengan pihak ketiga itu dan selanjutnya menjamin Penjual, bahwa Penjual mulai hari ini dibebaskan dari pertanggung jawaban secara apa pun atas utang-utang tersebut. Pasal 2 : Harga Harga penjualan dari perusahaan tersebut di atas, yaitu sebesar Rp 2.582.000.000,- (dua miliar lima ratus delapan dua juta rupiah), semuanya tanpa suatu potongan atau kompensasi telah diterima secara tunai oleh Penjual dari Pembeli pada hari ini sebelum akta ini, dan (sehingga) akta ini oleh Penjual dan Pembeli dinyatakan berlaku pula sebagai kuitansinya. Pasal 3 : Penyerahan (1) Penjual berjanji dan oleh karena itu mengingatkan diri untuk berusaha agar pemilik persil di mana perusahaan yang dijual dan dibeli menurut akta ini dapat menyetujui untuk terus ditempati oleh Pembeli sampai selama 1 (satu) bulan. terhitung mulai hari ini, sesuai dengan kontrak yang bersangkutan yaitu di bawah tangan yang telah dibuat dan ditandatangani oleh Penjual dan pe milik persil tersebut, yaitu Tuan Olala, petani, ber tempat tinggal di Jakarta, Jalan Serampai, No. 11. Kontrak tersebut di atas telah diketahui isinya oleh Pembeli, sehingga para penghadap (Penjual dan pem beli) menganggap tidak perlu untuk menjelaskannya lebih lanjut dalam akta ini.
87
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

(2) Pembeli berjanji dan karena itu mengikatkan diri untuk membayar uang sewaan yang bersangkutan tepat pada waktunya sebagaimana telah dijanjikan dalam kontrak itu. Pasal 4 : Ketidaksetujuan Pemilik (1) Apabila Tuan Olala tersebut di atas sebagai pemilik (yang menyewakan) persil tersebut di atas karena sesuatu alasan tidak menyetujui ditempatinya persil itu oleh Pembeli, walaupun dalam kontrak itu Penjual sebenarnya berhak untuk menyewa dan menempatinya sampai tanggal 31 Desember 2013 maka perjanjian ini dengan sendirinya/ karena hukum batal, sehingga tanpa diperlukan teguran atau pernyataan lalai secara apa dan bagaimanapun, Penjual segera, yaitu dalam waktu 1 (satu) bulan, setelah terjadinya penolakan dari Tuan Olala termaksud, mengembalikan semua uang penjualan yang telah diterimanya dari Pembeli tersebut dalam Pasal 2 di atas, di tambah dengan uang ganti kerugian sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). (2) Apabila hal-hal tersebut dalam ayat (1) pasal ini terjadi, maka bersamaan waktunya dengan pembayaran kembali harga penjualan oleh Penjual kepadanya itu, Pembeli berkewajiban untuk menyerahkan kembali dalam hak milik apa yang telah dibeli dan diterimanya dari Penjual berdasarkan akta ini, dengan keharusan pula untuk memperhitungkan jumlah uang yang oleh Pembeli diterima dari para debitur dan pembayaran-pembayaran yang telah dilakukannya kepada para debitur dan pembayaran-pembayaran yang telah dilakukannya kepada para kreditur perusahaan tersebut. Pasal 5 : Larangan Dan Denda (1) Penjual dilarang untuk dalam waktu 2 (dua) tahun (turut) membuka atau menjalankan atau mengusahakan perusahaan yang sama atau mirip dengan perusahaan yang dijualnya menurut akta ini, baik langsung atau tidak langsung, baik mengerjakannya sendiri maupun menyuruh orang lain atau memodalinya. (2) Jika Penjual melanggar ketentuan tersebut dalam ayat (1) pasal ini, maka sebagai sanksinya, tanpa diperlukan peBUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

88

ngurangan atau pernyataan lalai dengan cara apa pun tanpa melalui Pengadilan, Penjual harus membayar denda sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk setiap pelanggaran termaksud. Pasal 6 : Waktu Pemindahtanganan Pengambilan oper (pengoperan) perusahaan dan segala tuntutannya tersebut di atas dianggap telah terjadi pada hari ini, yaitu pada waktu penandatanganan akta ini. Pasal 7 : Force Majeure 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masingmasing. Pasal 8 : Penyerahan Penjual berjanji dan oleh karena itu mengikatkan diri, demikian berkewajiban, untuk memberi penerangan kepada Pembeli mengenai segala sesuatu yang menyangkut perusahaan serta turutannya, baik yang bertalian dengan para langganan, rekanan (leveranciers) ataupun lainnya, yang diperlukan demi lancarnya usaha Pembeli dalam mengelola perusahaan tersebut. Pasal 9 : Penyelesaian Perselisihan (1) Semua perselisihan (sengketa) berupa apa pun tanpa pengecualian yang timbul dalam/karena perjanjian ini, baik urusan hakim (juridis) maupun fakta (kenyataan), tidak akan diajukan ke Pengadilan atau diputuskan oleh Hakim, melainkan akan ditentukan oleh 3 (tiga) orang juru damai (pendamai) yang merupakan putusan tertinggi, sehingga oleh karena itu putusan perdamaian ini tidak dapat dibantah lagi.

89

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

(2) Suatu perselisihan itu ada (terdapat), apabila salah satu pihak memang menyatakan demikian. (3) Setiap pihak (Penjual dan Pembeli) hendaknya mengangkat satu orang juru damai, sedangkan kedua orang juru damai yang telah diangkat itu bersama-sama akan mengangkat juru damai yang ketiga sebagai ketuanya. (4) Para juru damai itu akan bertindak dalam memutuskan perselisihan yang bersangkutan dengan jujur dan adil, tanpa sangat terikat pada peraturan hukum yang berlaku, melainkan mengutamakan kepentingan dari dan dapat diterima baik oleh pihak-pihak yang berselisih. (5) Tata cara (prosedur) bagaimana cara melangsungkan perdamaian itu akan ditetapkan oleh para juru damai itu sendiri. (6) Para juru damai harus menyatakan putusannya itu dalam waktu 1 (satu) minggu terhitung mulai tanggal diterimanya pengangkatan mereka semua itu. (7) Honorarium untuk para juru damai itu menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh Penjual dan Pembeli, masing-masing untuk 1/2 (setengah)-nya. Pasal 10 : Biaya Biaya untuk menyelesaikan akta ini menjadi tanggungan dan harus dibayar oleh Pembeli. Pasal 11 : Domisili Untuk segala urusan mengenai perjanjian ini dengan akibatakibatnya, kedua pihak memilih domisili yang tetap dan umum di Kantor Panitera Pengadilan Negeri di Jakarta

Pasal 12 : Penutup Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari, tanggal, bulan, dan tahun tersebut dalam awal Perjanjian, dibuat rangkap dua bermeterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak. Jakarta, 11-12-2009 Pihak Pertama Pihak Kedua

Ade Putea
BUKU PINTAR MEMBUAT

Bernadeth Lyinn
PERJANJIAN KONTRAK

90

24

PERJANJIAN JUAL BELI VALUTA ASING

Perjanjian Jual Beli ini dibuat pada hari ini, Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, oleh dan antara: 1. Nama : Sadiya Nesya Pekerjaan : Manager Pelaksana Alamat : Jl. Dermaga V no. 2, Jakarta Utara Pada Surat Perjanjian ini bertindak untuk dan atas nama PT. Juara Abadi berkedudukan di Jakarta berdasarkan surat kuasa di bawah tangan tertanggal 08-12-2009, Nomor XXXX selanjutnya disebut Bank. 2. Nama : Simon Gordon Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. Kebun Kacang no. 10, Jakarta Utara Pada Surat Perjanjian ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, yang selanjutnya disebut Nasabah. Para Pihak dalam kedudukannya masing-masing seperti tersebut di atas menerangkan terlebih dahulu bahwa Bank setuju untuk mengadakan transaksi jual beli Valuta Asing dengan Nasabah. Maka, berhubung dengan apa yang diuraikan di atas, kedua belah pihak telah setuju serta mengikat diri bahwa Perjanjian Jual Beli Valuta Asing ini dilakukan dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut: Pasal 1 : Besarnya Fasilitas Transaksi Valuta Fasilitas transaksi jual beli valuta ini ditetapkan berjumlah seluruhnya tidak melampaui US $ 100.000 (seratus ribu) atau ekuivalennya dalam valuta-valuta yang ditangani oleh Bank. Jumlah mana disetujui terbuka dalam buku Bank pada setiap saat. Transaksi jual dan transaksi beli merupakan transaksi yang berdiri sendiri.

91

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 2 : Jangka Waktu Kontrak 1. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2010 dan oleh karena itu berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. 2. Sewaktu-waktu, Bank secara sepihak dan tanpa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Nasabah, dapat mengurangi baik jumlah fasilitas, memperpendek jangka waktu perjanjian maupun membatalkan Perjanjian ini dengan pemberitahuan dua hari di muka kepada Nasabah tanpa memberikan ganti kerugian apabila: a. Setoran jaminan Nasabah menurut pertimbangan Bank tidak lagi mencukupi untuk menutup kewajiban Nasabah pada Bank yang timbul karena adanya Perjanjian ini. b. Izin usaha atau izin Nasabah dicabut baik untuk sementara maupun untuk seterusnya. c. Terjadi perubahan pengurus/kepemilikan dari Nasabah tanpa persetujuan dari Bank. d. Menurut pertimbangan Bank likuiditas, bonafiditas, dan solvabilitas Nasabah mundur sedemikian rupa, sehingga Nasabah tidak dapat membayar utang lagi. e. Nasabah melakukan perbuatan/terlibat perbuatan pidana atau terlibat dalam suatu peristiwa pidana atau pelanggaran hukum lainnya dan/atau kejadian-kejadian apa pun yang menurut pendapat Bank akan dapat mengakibatkan Nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam Perjanjian ini. f. Pernyataan, surat keterangan/dokumen-dokumen Na sabah lainnya yang diterima oleh Bank dari Nasabah sehubungan dengan Perjanjian ini mengenai sesuatu hal yang oleh Bank dianggap penting adalah tidak benar. g. Nasabah memohon penundaan pembayaran (surseance van betaling), atau menurut pendapat Bank dari lain hal ternyata Nasabah tidak mampu membayar utang-utangnya, dinyatakan pailit, ditaruh di bawah pengampuan, atau bila Nasabah dinasionalisir, diambil alih, atau karena apa pun juga tidak berhak lagi
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

92

mengurus dan menguasai kekayaan baik sebagian maupun seluruhnya. h. Terjadi tindakan atau sesuatu kebijaksanaan oleh Pemerintah, atau pihak yang berwenang atau pihak resmi di bidang devisa, atau timbulnya keadaaan darurat atau terputusnya hubungan komunikasi yang secara layak tidak memungkinkan dilakukannya transaksi oleh Bank. 1. Pasal 3 : Setoran Jaminan (Margin Deposit) Nasabah berkewajiban untuk menyetor US $ 100.000 (seratus ribu dollar Amerika) sebagai setoran jaminan awal (initial margin deposit), sebagai deposito yang diblokir sampai seluruh rugi/laba yang timbul karena transaksi-transaksi yang terjadi diselesaikan dengan Bank. Selanjutnya Nasabah berkewajiban untuk memenuhi setoran jaminan tambahan setiap saat apabila diminta oleh Bank. Jaminan tambahan mana wajib disetor dalam waktu selambat-lambatnya 24 jam (satu hari kerja) terhitung sejak saat pemberitahuan. Bank berhak untuk dalam hal tidak terpenuhinya setoran jaminan yang ditetapkan oleh karena alasan apa pun untuk menutup (cut loss) transaksi-transaksi valuta tertentu yang dianggap oleh Bank tidak tertutup (open) oleh jaminan yang ditentukan untuk itu. Segala akibat adanya penutupan/ pemutusan transaksi tersebut menjadi tanggung jawab dan resiko Nasabah sepenuhnya tanpa kecuali apa pun. Bank oleh Nasabah diberi hak dan kuasa untuk menempatkan setoran jaminan pada koresponden Bank-nya.

3.

4.

Pasal 4 : Penutupan Transaksi 1. Permintaan dari Nasabah untuk penutupan suatu transaksi diterima dan dilaksanakan oleh Bank sepenuhnya atas risiko Nasabah. 2. Penutupan transaksi dapat dilakukan melalui telepon. Dalam hal Bank menerima permintaan lisan (melalui telepon), maka Bank akan mengirimkan konfirmasi mengenai transaksi yang terjadi, dan Nasabah harus menandatangani pada suatu copy di atas meterai dan mengirimkan kembali segera ke Bank.
93
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

3. Bank tidak bertanggung jawab kepada Nasabah terhadap terjadinya penundaan, kegagalan, atau ketidaksempurnaan dalam penerimaan permintaan penutupan transaksi oleh karena gangguan atau kerusakan dalam alat komunikasi, atau sebab-sebab yang berada di luar kekuasaan/kemampuan pihak Bank. 4. Penegasan tertulis terhadap setiap kontrak yang ditutup serta pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Bank terhadap kontrak-kontrak yang terbuka merupakan pembuktian mutlak serta mengikat tentang penggunaan fasilitas oleh Nasabah. 5. Setiap transaksi jual atau beli di bawah kontrak ini tidak akan ada penyerahan valuta, yang timbul adalah keuntungan atau kerugian yang terjadi karena perbedaan kurs dari transaksi yang saling offset. 6. Bila total kerugian (unrealized Loss) dari Outstanding Transaction mencapai 10 % (sepuluh persen) dari jaminan Nasabah pada Bank, maka Bank akan meminta Nasabah (Margin Call) untuk menambah jumlah deposito (Top Up). 7. Tambahan deposito itu, sudah harus diberikan/disetor pa da salah satu kantor cabang Bank dengan pemberitahuan kepada bagian treasury, selambat-lambatnya 24 jam (satu hari kerja) terhitung sejak saat pemberitahuan itu diterima. 8 Bila total kerugian (Unrealized Loss) dari Outstanding Transaksi mencapai 25 % (duapuluh lima persen) dari jaminan Nasabah pada Bank, maka untuk mencegah kerugian yang lebih besar, Bank berhak secara otomatis menutup semua transaksi-transaksi yang masih outstanding tersebut (cut loss). Pasal 5 : Sistem Penetapan Harga dan Cara Penyediaan Dana 1. Semua catatan harga valuta (exchange quotation) selalu akan diberikan sesuai dengan kelaziman dalam pasar Internasional dengan mempergunakan catatan jual dan beli US Dollar (dollar Amerika Serikat) terhadap mata uang lain, terkecuali dalam hal Poundsterling, Australian Dollar, dan

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

94

New Zealand Dollar, yang catatan harga jual dan belinya ditetapkan terhadap US Dollar. 2. Penawaran harga akan diberikan oleh Bank berdasarkan kurs-kurs yang berlaku di pasaran valuta pada waktu transaksi itu dilakukan. Nasabah tidak dapat menuntut ditutupnya transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang ditunjuk olehnya. Pasal 6 : Provisi Terhadap setiap transaksi Bank akan memungut provisi dari rate yang disepakati sebagai berikut: a. Untuk mata uang : US $/DM US S/Yen US $/Swiss Franc Sebesar 5 Point. b. Untuk mata uang : STG/US $ AUD/US $ NZD/US $ Sebesar 5 Point. c. Untuk mata uang selain yang sudah ditentukan di atas, besar provisi akan ditetapkan atas dasar transaksi demi transaksi. d. Provisi ini akan diperhitungkan pada rate yang sudah disepakati ada waktu deal terjadi. Pasal 7 : Posisi Outstanding Setiap transaksi penjualan atau pembelian valuta asing tidak dapat diperhitungkan satu dengan lainnya (di-offset) bila tidak jatuh tempo pada hari yang sama, dan Nasabah tidak diperkenankan menutup transaksi bila posisi melebihi jumlah sebagaimana telah ditetapkan oleh Bank. Pasal 8 : Cara Pelaksanaan Transaksi Berdasarkan Fasilitas Ini 1. Setiap transaksi harus dilakukan pada jam kerja Bank dengan menghubungi pejabat Bank/Dealer yang telah ditentukan Bank. Transaksi-transaksi disetujui dilakukan atas instruksi lisan (melalui telepon).
95
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

2. Jumlah untuk setiap transaksi jual/beli ditetapkan minimal ekuivalen sebesar US $ 100. Dan maksimum equivalent US $ 10.000 dengan catatan jumlah total transaksi outstanding tidak melampaui FX Line-nya (jumlah fasilitas dari Nasabah). 3. Hari kerja Bank adalah sesuai dengan keterangan tambahan. Kecuali hari libur Nasional atau sewaktu-waktu Bank secara resmi menyatakan dirinya ditutup untuk umum. 4. Pada hari-hari libur di negara asal, mata uang yang diperjualbelikan pada Perjanjian ini, Bank berhak untuk tidak memberikan harga karena ketidakpastian harga valuta tersebut di pasar luar negeri. Pasal 9 : Kewajiban Pembayaran 1. Nasabah diwajibkan membuka rekening Koran pada Bank untuk memudahkan penyelesaian keuntungan/kerugian dari transaksi-transaksi yang jatuh tempo. 2. Bank diberi kuasa untuk membebankan kewajiban Nasabah yang timbul terhadap setiap transaksi jual-beli pada hari jatuh tempo transaksi dalam rekening Nasabah pada Bank. 3. Untuk menjamin kelancaran pembayaran kewajiban Nasabah pada Bank, maka satu hari sebelum jatuh tempo setiap transaksi, Nasabah diwajibkan menyediakan dana direkeningnya pada Bank. 4. Jika dana pada Rekening Nasabah tersebut tidak mencukupi, maka Bank berhak serta diberi kuasa penuh oleh Nasabah untuk memperhitungkan setiap kekurangan itu dari rekening jaminan Nasabah yang dipelihara oleh Bank. 5. Akibat dari poin di atas dengan sendirinya jumlah fasilitas dari Nasabah (FX Line) akan berkurang menjadi Jumlah jaminan yang sisa dikali 10 (sepuluh). 6.. Apabila jumlah jaminan berkurang menjadi lebih kecil dari US $ 25.000 atau ekuivalennya, maka dengan sendirinya Nasabah tidak diperkenankan melakukan transaksi baru sampai jumlah jaminan tersebut ditambahkan kembali menjadi minimum US $ 30.000 atau ekuivalennya.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

96

Pasal 10 : Force Majeure 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Bank dan Nasabah sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 11 : Jatuh Tempo Transaksi Jenis transaksi dapat dilakukan atas dasar tanggal valuta sebagai berikut: a. Valuta SPOT adalah transaksi yang jatuh tempo 2 hari kerja setelah transaksi ditutup. b. Valuta forward adalah transaksi berjangka di mana tanggal jatuh temponya melebihi Valuta Spot dan maksimum 3 (tiga) bulan. c. Bila suatu kontrak sudah diperpanjang sampai dengan tiga bulan (secara keseluruhan), maka tanggal jatuh tempo hanya dapat diperpanjang dengan penyelesaian dari selisih kurs antara Contract Rate dan Spot Rate pada saat perpanjangan itu dilakukan. Pasal 12 : Penyelesaian Perselisihan Atas segala akibat hukum yang timbul dari Perjanjian ini Bank dan Nasabah memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pasal 13 : Penutup Demikian Perjanjian ini dibuat rangkap 2 dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari dan tanggal tersebut pada awal Perjanjian. Jakarta, 11-12-2009 Bank Nasabah

Sadiya Nesya
97
BUKU PINTAR MEMBUAT

Simon Gordon
PERJANJIAN KONTRAK

25

PERJANJIAN JUAL BELI WARNET DAN WARTEL

Perjanjian ini dibuat di Jakarta, pada hari Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan (11-122009), oleh dan antara :

1. Julian Winata, beralamat di Jl. H. Masaid RT 09/006 No. 30, Jakarta Timur, dan untuk selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. 2. Firman Keniji, beralamat di Jl. H. Masaid RT 12/09 No. 4, Jakarta Timur, dan untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua. Untuk selanjutnya secara bersama-sama Pihak Pertama dan Pihak Kedua disebut para pihak. Para pihak dalam kedudukannya tersebut di atas menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut : 1. Bahwa Pihak Pertama adalah pemilik Wartel dan Warnet `Kita-Kita` yang terletak di Jl. Petojo No. 32, Jakarta Pusat, yang dalam kesepakatan ini selanjutnya disebut Izin Usaha. 2. Pihak Kedua adalah perseorangan yang berkehendak menjalankan usaha yang serupa dengan Pihak Pertama. 3. Pihak Pertama bermaksud dan bersedia untuk menjual wartel dan warnet miliknya kepada Pihak Kedua dan terhadap hal itu kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri pada syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Perjanjian Jual Beli Warnet dan Wartel ini. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dengan ini para pihak telah setuju untuk menuangkan Kesepakatan Pendahuluan, dengan melalui syarat dan ketetuan sebagai berikut: Pasal 1 : Kesepakatan Jual-Beli Dengan ini para pihak telah menyetujui bersama untuk melakukan Jual Beli dan Pihak Pertama sebagai Pihak Penjual akan menyerahkan hak milik atas Wartel dan Warnet kepada Pihak Kedua dan selanjutnya Pihak Kedua akan menyerahkan
98

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

sejumlah uang atas penyerahan Wartel dan Warnet dari Pihak Pertama. Pasal 2 : Kewajiban Para Pihak Pihak Pertama berkewajiban untuk : 1. Menyerahkan hak milik atas Wartel dan Warnet yang diusahakannya selama ini kepada Pihak Kedua, setelah menerima pembayaran dari Pihak Kedua. 2. Menjamin bahwa Warnet dan Wartel tesebut adalah miliknya sendiri dan bukan milik pihak lain serta bebas dari sengketa dengan pihak manapun dan atau tidak sedang dijadikan jaminan atas pinjaman, baik kepada Bank maupun pihak mana pun serta tidak sedang disita oleh pihak Pengadilan berdasarkan surat-surat yang menerangkan tentang hal itu. 3. Melunasi dan menyelesaikan segala kewajiban menyangkut perizinan-perizinan usaha serta tunggakan-tunggakan yang ada, baik kepada pihak yang berwenang maupun kepada pihak-pihak lainnya sebelum ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli ini. Pihak Kedua berkewajiban untuk : 1. Menyerahkan uang sebagai harga pembayaran yang telah disepakati atas diserahkannya hak milik atas Wartel dan Warnet kepada Pihak Pertama, yang dilakukan menurut ketentuan yang ada dalam perjanjian ini. 2. Membebaskan Pihak Pertama dari segala tanggung jawab atas kepengurusan Wartel dan Warnet setelah ditandatanganinya perjanjian ini. Pasal 3 : Harga dan Cara Pembayaran 1. Pihak Kedua telah sepakat dan setuju atas harga yang telah ditetapkan oleh Pihak Pertama atas Wartel dan Warnet miliknya, yaitu sebesar Rp 57.000.000,00 (lima puluh tujuh juta rupiah). 2. Pihak Kedua akan melakukan pembayaran atas Wartel dan Warnet kepada Pihak Pertama secara tunai dan sekaligus sejak ditandatanganinya perjanjian ini dan Pihak Pertama yang menerima pembayaran tersebut akan mengeluarkan
99
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

tanda terima pelunasan atas pembelian Warnet dan Wartel dan memberikan tanda terima pelunasan tersebut kepada Pihak Kedua. Pasal 4 : Penyelesaian Perselisihan 1. Apabila terjadi sengketa sehubungan dengan pelaksanaan perjanjian, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan menyelesaikan dengan jalan musyawarah. 2. Apabila upaya untuk menyelesaikan sengketa dengan bermusyawarah tersebut tidak menemui titik temu antara kedua belah pihak, maka dengan ini kedua belah pihak telah sepakat akan membawa permasalahan tersebut ke Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Pasal 5 : Force Majeure 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, para pihak sepakat menanggung kerugiannya masing-masing. Pasal 6 : Lain-Lain Segala syarat dan ketentuan lain yang belum atau belum cukup diatur dalam kesepakatan ini akan diatur lebih lanjut oleh para pihak berdasarkan suatu akta yang terpisah dari kesepakatan ini dan tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini. Pasal 6 : Penutup Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dibubuhi dengan meterai secukupnya serta mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua pada hari dan tanggal yang telah disebutkan di awal perjanjian ini.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

100

Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 11-12-2009 Pihak Kedua Firman Keniji Pihak Pertama Julian Winata

26

PERJANJIAN TITIP JUAL (KONSINYASI) (1)

Pada hari ini, hari Jumat, tanggal 11-12-2009, kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah: 1. Nama : Sadiya Nesya Jabatan : Manager Pemasaran Perusahaan : Gelora Rakyat Alamat : Jl. Kuningan no. 45, Jakarta Pusat Selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai Pihak Pertama 2. Nama : Inno Dey Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 20 Januari 1978 Nomor KTP : XXXX Telepon : 021-XXXX Jabatan : Kepala Pemasaran Perusahaan : Dirgantara Indonesia Alamat : Jl. Balibo no. 21, Jakarta Pusat Selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua Secara sadar dan tanpa paksaan membuat perjanjian yang isinya diatur sebagai berikut: 1. Pihak Pertama ditunjuk/diberi tugas oleh pimpinan (Direktur Utama) dari PT. Gelora Rakyat untuk bertindak untuk/atas nama perusahaan menandatangani dan me-

101

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

2.

3.

4.

5.

laksanakan surat perjanjian ini dan Pihak Pertama menerima tugas ini. Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian jual beli barang sistem titip jual (konsinyasi). Barang konsinyasi tercantum dalam lampiran bersama surat ini. Lampiran mencantumkan nama barang, jumlah, target penjualan dan harga jual barang. Barang konsinyasi yang belum laku secara keseluruhan tanpa kecuali masih dianggap sebagai milik dari Pihak Pertama. Jika terjadi perubahan harga jual dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, maka Pihak Pertama diwajibkan memberitahukan secara tertulis kepada Pihak Kedua satu bulan sebelumnya sehingga kemudian harga baru tersebut dapat diberlakukan. Jika terjadi perubahan harga, jumlah deposit yang dititipkan juga disesuaikan. Lampiran yang berisi barang yang dikonsinyasikan dari waktu ke waktu dapat mengalami perubahan sepanjang perubahan itu disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Barang konsinyasi baru akan diserahkan kepada Pihak Kedua setelah Pihak Kedua mengutus maksimal 2 (dua) orang teknisi dan selesai ditraining di tempat Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah membayar depositnya. Pihak Kedua akan mengutus maksimal 2 (dua) orang teknisi untuk ditraining (pelatihan) di tempat Pihak Pertama selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sejak tanggal surat ini. Lamanya pelatihan maksimal 2 (dua) minggu. Biaya akomodasi (khusus peserta luar Jabodetabek), makan siang dan uang saku harian akan ditanggung oleh Pihak Pertama. Pelatihan seperti ini akan diadakan berkala sesuai dengan materi dan jadwal yang ditentukan oleh Pihak Pertama. Pihak Pertama akan memberikan barang backup (cadangan) kepada Pihak Kedua dengan rasio tertentu yang mana jumlahnya ditentukan oleh Pihak Pertama. Dalam hal barang cadangan (backup). Pihak Kedua dilarang menjual barang backup. Barang backup ini bertujuan untuk support service yaitu barang pinjaman atau pengganti kepada konsumen manakala barang yang dibelinya rusak atau sedang diperbaiki.
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

102

6. Pihak Kedua diwajibkan mempunyai sekurang-kurangnya 1 (satu) mesin fax siap pakai untuk sarana demonstrasi, dan alat kerja lain sebagaimana mestinya yang digunakan untuk mendukung proses pelayanan kepada konsumen. 7. Sistem pemesanan, pengiriman barang dan pembayaran akan diatur dengan pola sebagai berikut: Pihak Kedua menitipkan kepada Pihak Pertama uang deposit sebesar 25 % dari total nilai barang yang dititipkan. Uang deposit ini dibayarkan kepada Pihak Pertama melalui rekening bank BCA yang ditunjuk oleh Pihak Pertama. Uang deposit ini akan dikembalikan 100% ketika barang yang dikonsinyasikan tidak laku terjual dan barang tersebut sudah dikembalikan kepada Pihak Pertama. Pihak Pertama mengirim barang sesuai dengan jumlah barang yang di konsinyasikan. Pihak Kedua menjual barang, bisa di jual ke reseller atau langsung dijual ke konsumen dengan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak Pemesanan barang dari Pihak Kedua ke pada Pihak Pertama sesuai minimum order. Jika jumlah barang yang dipesan mencapai jumlah kuota tertentu maka ongkos kirim terhadap pemesanan barang baru ditanggung Pihak Pertama, jika tidak mencapai kuota maka ongkos kirim ditanggung oleh Pihak Kedua. Pembayaran dilakukan setelah sudah ada penjualan, dan besarnya pembayaran sesuai dengan jumlah order berikutnya. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening Bank BCA. Jumlah barang yang dikonsinyasikan dapat ditambah atau dikurangi (diubah) dengan memperhatikan hasil evaluasi setiap 2 (dua) bulan sekali yang dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. 8. Dalam hal ada barang yang oleh Pihak Kedua dianggap tidak laku, maka Pihak Kedua dapat mengembalikan barang tersebut kepada Pihak Pertama, dan deposit atas barang tersebut dikembalikan juga. Namun jika di kemudian
103
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

hari ternyata Pihak Kedua ingin menjual lagi barang tersebut, maka transaksi antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus dilakukan dengan cara cash/tunai dan bukan cara konsinyasi lagi. 9. Pihak Kedua dapat melakukan evaluasi setiap 4 (empat bulan sekali terhadap pelaksanaan surat perjanjian ini, manakala Pihak Kedua tidak dapat memenuhi targetnya maka perjanjian ini dapat sewaktu-waktu dihentikan oleh Pihak Pertama atau jumlah barang yang dikonsinyasikan dapat disesuaikan secara sepihak oleh Pihak Pertama. Ketika perjanjian berhenti (selesai) maka: seluruh barang konsinyasi (barang titipan yang belum laku terjual) dikembalikan secara sempurna kepada Pihak Pertama dengan seluruh ongkos kirim barang ditanggung oleh Pihak Kedua, dan Pihak Kedua diwajibkan membayar lunas terhadap barang yang sudah laku (terjual) kepada Pihak Pertama, kemudian Pihak Pertama diwajibkan mengembalikan uang deposit kepada Pihak Kedua terhadap barang-barang yang belum laku terjual. 10. Secara berkala, Pihak Pertama memberikan kepada Pihak Kedua atribut pemasaran seperti neon box, banner, brosur, kartu nama, dan atribut lain untuk mendukung pemasaran. Atribut pemasaran ini harus dipergunakan sebagaimana mestinya. 11. Perjanjian ini berlaku 8 (delapan) tahun terhitung sejak tanggal hari ini dan dapat diperpanjang secara tertulis sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak di kemudian hari. 12. Pihak Pertama dapat melakukan pengecekan stok barang seminggu sekali kepada Pihak Kedua baik lewat telepon atau sewaktu-waktu datang berkunjung ke outlet Pihak Kedua. 13. Apabila terjadi selisih terhadap stok barang, laporan pembayaran dan hal-hal lain dalam masa perjanjian, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua dapat melakukan audit bersama. 14. Oleh karena barangnya dikategorikan fast moving oleh Pihak Pertama, maka Pihak Pertama tidak menjamin tersedianya
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

104

stok barang akan ada setiap saat ketika Pihak Kedua memesan barang kepada Pihak Pertama 15. Bilamana diperlukan oleh kedua belah pihak, pihak pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama dapat membuat surat perjanjian pendamping yang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan surat perjanjian ini. 16. Jika terjadi sengketa antara kedua belah pihak sebagai akibat pelaksanaan surat perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan terlebih dahulu bermusyawarah untuk mencapai kata mufakat. Jika musyawarah menemui jalan buntu, maka kedua belah pihak sepakat menetapkan pengadilan negeri Jakarta Pusat sebagai tempat penyelesaian sengketa. 17. Dalam hal pelaksanaan surat perjanjian ini, masing-masing pihak dapat menunjuk wakilnya sebagai kuasa/pelaksana surat perjanjian ini. 18. Demikian surat perjanjian ini dibuat rangkap dua yang mana keduanya memiliki kedudukan hukum yang sama, dibubuhi meterai cukup dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dan saksi yang sudah dikenal baik oleh kedua belah pihak. Di tanda tangani di Jakarta Pada tanggal, 11-12-2009 Pihak Pertama Sadiya Nesya Saksi-saksi 1. Izza Wolla 2. Ade Putea Pihak Kedua Inno Dey

105

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

27

PERJANJIAN TITIP JUAL (KONSINYASI) (2)

Pada hari ini, Jumat, tanggal Sebelas, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan, bertempat di Kantor Pihak Pertama, terjadi perjanjian oleh dan antara : 1. 2. Nama : Dewey John Nomor KTP : XXXX Jabatan : Manager Pemasaran Perusahaan : Pusaka Jaya Alamat : Jl. Kapten Tendean no. 15, Jakarta Selanjutnya dalam surat ini disebut sebagai Pihak Pertama Nama : Sifa Aulia Nomor KTP : XXXX Jabatan : Manager Pelaksana Perusahaan : Jiwa Raga Alamat : Jl. Gatot Subroto no. 11, Jakarta Selanjutnya dalam surat ini disebut sebagai Pihak Kedua

Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian titip-jual dengan ketentuan sebagai berikut. Pasal 1 Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian jualbeli barang dengan sistem titip jual/konsinyasi. Barang yang dititpjualkan ada di lampiran bersama surat ini. Di lampiran akan tercantum nama, jumlah, target penjualan, dan harga jual. Barang konsinyasi yang belum terjual secara keseluruhan tanpa kecuali masih menjadi milik Pihak Pertama. Jika terjadi perubahan harga jual dari Pihak Pertama maka Pihak Pertama diwajibkan memberitahukan secara tertulis kepada Pihak Kedua satu bulan sebelumnya sehingga kemudian harga baru tersebut dapat diberlakukan. Lampiran yang berisi barang yang dikonsinyasikan dapat mengalami perubahan sepanjang perubahan itu disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

106

Pasal 2 1. Barang konsinyasi akan diserahkan kepada Pihak Kedua setelah Pihak Kedua mengutuskan 2 (dua) orang teknisi dan selesai dilatih di tempat Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah membayar depositnya. 2. Pihak Kedua akan mengutus 2 (dua) orang teknisi untuk diberi pelatihan di tempat Pihak Pertama selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sejak tanggal surat ini ditandatangani kedua belah pihak. Lamanya pelatihan maksimal 2 (dua) minggu. Biaya akomodasi (makan siang dan uang saku harian) ditanggung oleh Pihak Pertama. Pelatihan akan diadakan berkala sesuai dengan materi dan jadwal yang ditentukan oleh Pihak Pertama. Pasal 3 Pihak Pertama akan memberikan barang cadangan kepada Pihak Kedua dengan rasio tertentu yang jumlahnya sudah ditetapkan oleh Pihak Pertama. Pihak Kedua dilarang menjual barang cadangan. Barang cadangan ini bertujuan untuk support service yaitu barang pinjaman atau pengganti kepada konsumen ketika barang yang dibelinya rusak atau sedang diperbaiki. Pasal 4 Sistem pemesanan, pengiriman, dan pembayaran barang akan diatur dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Pihak Kedua akan menitipkan kepada Pihak Pertama uang deposit sebanyak 25 % dari total nilai barang yang dititipkan. Uang deposit ini dibayarkan kepada Pihak Pertama melalui rekening bank BCA yang ditunjuk oleh Pihak Pertama. Uang deposit ini akan dikembalikan 100% ketika barang yang dikonsinyasikan tidak laku terjual dan barang tersebut sudah dikembalikan kepada Pihak Pertama. 2. Pihak Pertama akan mengirim barang sesuai dengan jumlah barang yang dikonsinyasikan 3. Pihak Kedua menjual barang, bisa di jual ke reseller atau langsung dijual ke konsumen dengan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak

107

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

4. Pemesanan barang dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sesuai minimum order. Apabila jumlah barang yang dipesan mencapai jumlah kuota tertentu maka ongkos kirim terhadap pemesanan barang baru ditanggung Pihak Pertama, tetapi jika tidak mencapai kuota maka ongkos kirim ditanggung oleh Pihak Kedua. 5. Pembayaran dilakukan setelah sudah ada penjualan, dan besarnya pembayaran sesuai dengan jumlah order berikutnya. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening Bank BCA dengan nomor rekening: xxxx, atas nama XXX. 6. Jumlah barang yang dikonsinyasikan dapat ditambah atau dikurangi dengan memperhatikan hasil evaluasi setiap 2 (dua) bulan sekali yang dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. Pasal 5 Apabila ada barang yang oleh Pihak Kedua dianggap tidak laku maka Pihak Kedua dapat mengembalikan barang tersebut kepada Pihak Pertama, dan deposit atas barang tersebut dikembalikan juga. Namun, jika di kemudian hari ternyata Pihak Kedua ingin menjual lagi barang tersebut maka transaksi antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus dilakukan dengan cara tunai dan bukan cara konsinyasi lagi. Pasal 6 Pihak Kedua dapat mengevaluasi setiap 2 (dua) bulan sekali terhadap pelaksanaan surat perjanjian ini. Apabila Pihak Kedua tidak dapat memenuhi targetnya maka perjanjian ini dapat sewaktu-waktu dihentikan oleh Pihak Pertama. Ketika perjanjian berhenti (selesai) maka seluruh barang konsinyasi dikembalikan secara sempurna kepada Pihak Pertama dengan seluruh ongkos kirim barang ditanggung oleh Pihak Kedua, dan Pihak Kedua wajib membayar lunas terhadap barang yang sudah terjual kepada Pihak Pertama. Pihak Pertama wajib mengembalikan uang deposit kepada Pihak Kedua terhadap barang-barang yang belum laku terjual.

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

108

Pasal 7 Pihak Pertama akan memberikan kepada Pihak Kedua atribut pemasaran, seperti banner, neon box, brosur, kartu nama, dan atribut lain untuk mendukung pemasaran. Atribut pemasaran ini harus dipergunakan sebagaimana mestinya. Pasal 8 Perjanjian ini berlaku 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal sebelas, bulan Desember, tahun dua ribu sembilan, dan dapat diperpanjang secara tertulis sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak di kemudian hari. Pasal 9 1. Pihak Pertama dapat melakukan pengecekan persediaan barang kepada Pihak Kedua, baik melalui telepon atau sewaktu-waktu datang berkunjung ke toko Pihak Kedua. 2. Jika timbul selisih terhadap stok barang, laporan pembayaran dan hal-hal lain dalam masa perjanjian maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua dapat melakukan audit bersama. Pasal 10 Oleh karena barangnya dikategorikan fast moving oleh Pihak Pertama maka Pihak Pertama tidak menjamin tersedianya stok barang akan ada setiap saat ketika Pihak Kedua memesan barang kepada Pihak Pertama. Pasal 11 1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia. 2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.
109
BUKU PINTAR MEMBUAT PERJANJIAN KONTRAK

Pasal 12 1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak sebagai akibat pelaksanaan surat perjanjian ini maka kedua belah pihak akan terlebih dahulu bermusyawarah untuk mencapai kata mufakat. Jika musyawarah menemui jalan buntu maka kedua belah pihak setuju untuk menetapkan Pengadilan Negeri Jakarta, sebagai tempat penyelesaian sengketa. 2. Dalam hal pelaksanaan surat perjanjian ini, masing-masing pihak dapat menunjuk wakilnya sebagai kuasa/pelaksana surat perjanjian ini. Pasal 13 Demikian perjanjian ini dibuat dengan itikad baik untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak, dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli masing-masing sama bunyinya, bermaterai cukup, dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 11-12-2009 Pihak Pertama Dewey John Pihak Kedua Sifa Aulia

BUKU PINTAR MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

110

BAB 2 PERJANJIAN GADAI

BUKU PINTAR
MEMBUAT

PERJANJIAN KONTRAK

Beri Nilai