Anda di halaman 1dari 32

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Fisiologi Hewan dengan judul Darah II, disusun oleh: Nama NIM Kelas Kelompok : Ayu Ummi Kalsum : 081404011 :A : VI

Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten atau Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Maret 2010 Koordinator Asisten Asisten

Hermayanti, S.Pd Mengetahui

Nova Dwi Pratiwi Sulastri NIM. 071404055

Dosen Penanggung Jawab

Drs.Adnan, M.S. NIP. 1965 02 01 1988 03 1 003

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Lingkungan kita, tidak asing lagi dengan orang yang membahas mengenai masalah darah. Salah satu contohnya adalah pada saat seseorang secara tidak langsung mengalami pendarahan akibat luka maka lama kelamaan luka tersebut akan mengering. Bahkan hilang ataupun tidak lagi mengalami pendarahan. Selain itu pada saat membahas darah, kita tidak pernah terlepas dari adanya peristiwa krenasi, hemolisis, dan bagaimana aliran darrah itu sendiri pada tubuh manusia. Didalam tubuh manusia kita ketahui tersusun atas sebuah cairan tubuh yang terdapat didalam jantung dan pembuluh darah yang disebut dengan darah. Darah memiliki peranan yang sangat besar pada kelangsungan hidup makhluk hidup. Bagaimana mekanisme dari peristiwa krenasi ataupun hemolisis serta mekanisme aliran darah pada tubuh makhluk hidup, untuk lebih mengetahui hal tersebut, maka diperlukan suatu kegiatan praktikum. Selain untuk menambah pengetahuan, dengan adanya praktikum kali yaitu Darah II ini, maka Mahasiswa dapat membuktikan secara langsung apa yang di dapatkannya pada teori dengan apa yang nantinya akan ditemuinya pada saat melakukan kegiatan praktikum. Hasil pengamatan yang telah dilakukan diharapkan Mahasiswa mampu untuk menjelaskan tentang proses dari peristiwa krenasi, hemolisis maupun bagaimana darah itu mengalir dan Mahasiswa juga dapat mengetahui struktur dari kristal hemin.

Sehingga selepas dari praktikum ini Mahasiswa dapat menerapkan ataupun mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya. B. Tujuan Tujuan dari praktikum ini, yaitu: 1. Kegiatan I Mengamati hemolisa dan krenasi pada sel darah 2. Kegiatan II Mempelajari aliran darah pada selaput renang kaki belakang katak sawah (Rana cancarivora) sebelum dan setelah meneteskan larutan urethan 3. Kegiatan III Mengamati kristal hemin C. Manfaat Praktikum Manfaat praktikum ini adalah mahasiswa dapat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai segala sesuatu menyangkut Darah. Mahasiswa juga dapat membuktikan langsung bagaimana proses hemolisis, krenasi yang terjadi pada sel darah, serta mampu mengetahui proses aliran darah pada makhluk hidup serta mengetahui bagaimana bentuk dan struktur dari kristal hemin. Sehingga Mahasiswa dapat membandingkan apa yang diperolehnya pada teori dengan apa yang di temuinya pada saat melaksanakan praktikum. Dan dikemudian hari

Mahasiswa dapat menerapkannya ataupun menggunakan ilmu yang dimilikinya di lingkungan sekitarnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Darah merupakan bentuk dari jaringan ikat khusus, terdiri dari elemen berbentuk yaitu sel-sel darah dan trombosit dan suatu substansi interselular cair yaitu plasma darah. Volume darah pada manusia dewasa sehat kurang lebih 5 liter, dan bila dibandingkan dengan darah meliputi sekitar 8 persen berat badan. Karena sifat plasma yang cair, maka diantara sel-sel darah tidak didapati hubungan ruang yang pasti. Ada dua jenis utama sel-sel darah yang digambarkan menurut penampilannya dalam keadaan segar, tanpa pulasan salah satunya dalah sel darah merah atau eritrosit (Tambajong, 2003). Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila di oksigen kepada merah tua apabila tiada oksigen. Warananya di sebabkan oleh hemoglobin, protein pernafasan (respiratory protein) yang mempunyai besi dalam bentuk heme, tempay oksigen bergabung. Darah beredar dalam saluran darah dan dikitarkan oleh jantung, pam otot. Darah melalui paru-paru untuk dioksigenkan, dan dikitarkan seluruh tubuh oleh saluran arteri. Darah mengedarkan oksigen keseluruh badan melalui saluran halus darah yang dipanggil kapillari dan kembali ke jantung melalui vena (Anonim1, 2010). Pada vertebrata darah merupakan suatu jenis jaringan ikat yang terdiri atas beberapa jenis sel yang tersuspensi dalam suatu matriks cairan yang disebut plasma. Tubuh manusia umumnya mengandung kurang lebih 4-6 liter darah. Jika sampel darah diambil, sel-sel darah dapat dipisahkan dari plasma dengan cara memasukkan

darah tersebut kedalam alat sentrifugasi dan memutarnya engan kecepatan tertentu. Unsur seluler yang berkisar 45% dari volume darah akan mengendap kedalam tabung centrifuge dan membentuk pelet padat berwarna merah (Campbell, 2003). Jumlah sel darah merah pada pria sekitar 5 jutasetiap mm kubikdarahnya dan pada wanita 4,5 juta setiap mm kubik darahnya. Jumlah ini dapat dihitung dengan menggunakan hemasitometer. Untuk seldarah putih dalam keadaan normal jumlah totalnya berkisar 4,5- 10 juta per mm kubik. Darah mengalir didalam pembuluh darah menuju jantung melalui pembuluh vena dan meninggalakan jantung melalui pembuluh arteri didalam arteri dan mengalir dengan cepat. Bentuk dan sel darah merah bergantung pada jenis hewan. Pada mamalia sel darah meraahnya tidak berinti, bentuk bulat dan bikonkaf. Pada umumnya sel darah merah yang tidak berinti mempiunyai ukuran yang lebih kecil disbanding dengan sel darah merah yang berinti. Sel darah merah yang ukurannya paling besar terdapat pada hewan amphibian (Adnan, 2010). Ada lebih dari 30 golongan protein sel darah merah yang lazim. Secara umum, setiap golongan diatur oleh gen tunggal dan setiap gen, dua alel atau dua bentukan dari gen tersebut, diwarisi oleh orang tua (satu alel dari masing-masing orang tua). Setiap gen dari golongan darah dapat mempunyai dua atau lebih dari alel yang berbeda dalam suatu populasi. Meskipun tidak semua golongan darah dapat merangsang timbulnya tanggapan imun, ada dua kelompok penting yang dapat merangsang timbulnya tanggapan imun (Clifss, 2000). Menurut Anonim2 (2010), peredaran darah ada dua yaitu:

1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung. 2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis yaitu runtuhnya seluruh dinding sel. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi (Anonim3, 2010).

Kristal hemin yang merupakan hidroklorida dari heme adalah karakteristik darah. Bila setetes darah yang ditempatkan diatas gelas obyek dikeringkan, kemudian dipanaskan dengan beberapa tetes asam cuka glasial dan diberi sedikit larutan NaCl, maka terbentuklah kristal yang berwarna kuning yang dikenal dengan nama kristal hemin. Apabila asama atau basah ditambahkan pada hemoglobin maka globin akan terpisah dari heme. Bila penambahan ini disertai dengan adanya oksigen, feroheme akan berubah menjadi feriheme (Wulangi, 1993).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah: Hari/Tanggal Waktu Tempat : Rabu/17 Maret 2010 : Pukul 10.00 s.d. 12.00 WITA : Laboratorium Biologi Lantai III Timur FMIPA UNM B. Alat dan Bahan Kegiatan I : Pengamatan hemolisa dan krenasi pada sel darah 1. Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini, yaitu: a. Mikroskop b. Blood lancet c. Kaca objek (object glass) d. Kaca penutup (deck glass) e. Botol pembersih f. Pipet tetes 2. Bahan Bahan yang digunakan pada praktikum ini, yaitu: a. Alkohol 70% b. Darah manusia c. Larutan NaCl 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1,0%

d. Kapas Kegiatan II: Pengamatan aliran darah pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora). 1. Alat: Alat yang digunakan adalah: a.Jarum suntik b. Mikroskop 2. Bahan: Bahan yang digunakan adalah: a. b. Larutan uretan 25% Katak (Rana cancarivora)

Kegiatan III : Pengamatan Kristal Hemin. 1. Alat: Alat yang digunakan adalah: a. Objek glass b. Mikroskop c. Bunsen d. Pipet tetes e. Blood lancet f. Jarum suntik

2. Bahan:

Bahan yang digunakan adalah: a. Darah manusia b. Larutan KI 0,1 gr + KCl 0,1gr + asam asetat glasial C. Prosedur Kerja Kegiatan I : Pengamatan hemolisa dan krenasi pada sel darah a. b. Menyiapkan empat buah kaca objek Melakukan pengambilan darah dengan cara membersihkan terlebih dahulu jari yang akan diambil darahnya dan blood lancet dengan menggunakan alkohol 70% kemudian menusukkan blood lancet pada jari tangan c. Meneteskan sedikit darah masing-masing diatas kaca objek kemudian meneteskan larutan NaCl dengan konsentrasi yang berbeda-beda. d. e. Mengamati dengan menggunakan mikroskop Mengulangi percobaan di atas dengan konsentrasi NaCl berturut-turut 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1,0%. Kegiatan II: Pengamatan aliran darah pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora). a. b. c. d. Membersihkan kaki belakang katak. Mengamati kaki belakang katak tadi terlebih dahulu. Menetesi kaki belakang katak tadi dengan larutan uretan 25%. Mengamati di bawah mikroskop, dan menggambar hasil pengamatan.

Kegiatan III : Pengamatan kristal hemin

1. 2.

Meneteskan darah manusia (Homo sapiens) di atas objek glass. Mengambil darah katak (Rana cancarivora), dengan menggunakan jarum suntik kemudian meneteskannya pada objek glass

3.

Menambahkan larutan KI 0,1 gr + KCl 0,1 gr + asam asetat glasial pada darah manusia (Homo sapiens) dan darah katak (Rana cancarivora).

4. 5.

Membuat apusan, kemudian memfiksasi di atas atas api bunsen. Kemudian mengamatinya pengamatan. di bawah mikroskop dan menggambar hasil

D. Diagram Alir Kegiatan I : Pengamatan hemolisa dan krenasi pada sel darah

Menyiapkan alat dan bahan

Alkohol 70%

Membersihkan

Menusukkan Blood Lanset

Jari tangan

Blood Lanset

Jari tangan

Mengambil

Menghapus Darah I Kapas

Meneteskan Darah II

Mengambil

meneteskan NaCl Darah pada kaca objek

Mengamati

Menggunakan mikroskop Mengulangi kegiatan diatas dengan larutan NaCl yang berbeda-beda Kegiatan II: Pengamatan aliran darah pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora). Menyiapkan Alat dan bahan

Membersihkan

Menyuntikkan Urethan Kaki katak

Mengamati

Aliran darahnya menggunakan mikroskop

Kegiatan III : Pengamatan kristal hemin Menyiapkan

Darah manusia

Darah katak

Meneteskan

Larutan KI 0,1 gr + KCl 0,1 gr + asam asetat glasial

Menfiksasi

Mengamati

Menggunakan mikroskop

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan Kegiatan I : Pengamatan hemolisa dan krenasi 1. Larutan NaCl 0,4% + darah

Keterangan : 1. Eritrosit yang 1 mengalami Hemolisa 2. Plasma darah 2

1 2 Keterangan: 1. Eritrosit yang mengalami hemolisis 2. Plasma darah

2. Larutan NaCl 0,6% + darah

Keterangan : 1 1. Eritrosit yang mengamalami hemolisa 2 2. Plasma darah

Keterangan : 1. Eritrosit yang mengamalami hemolisa

2. Plasma darah

3. Larutan NaCl 0,8% + darah

Keterangan : 1. Eritrosit yang 1 mengalami krenasi 2. Plasma darah

Keterangan : 1. Eritrosit yang mengalami krenasi 1 2 2. Plasma darah

4. Larutan NaCl 1% + darah

Keterangan : 1. Eritrosit yang 1 2 mengalami krenasi 2. Plasma darah

1 Keterangan : 1. Eritrosit yang 2 mengalami krenasi 2. Plasma darah

Kegiatan II: Pengamatan aliran darah pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora). a. Aliran darah pada kaki renang katak (Rana cancarivora) sebelum menetesi larutan uretan

Keterangan: 1. Kapiler Arah aliran 1 darah

Keterangan: 1. Kapiler Arah aliran darah

b. Aliran darah pada kaki renang katak(Rana cancarivora) setelah menetesi larutan uretan

Keterangan: 1. Arteri 1 2. Vena Arah aliran darah 2

Keterangan: 1. Arteri 1 2. Vena Arah aliran darah 2

c. Pengamatn kristal hemin a. Pada Manusia (Homo sapiens) Keterangan: 1. Kristal hemin 2. Plasma darah

1 2

Keterangan: 1. Kristal hemin 2. Plasma darah

1 2

Pada katak (Rana cancarivora) Keterangan: 1 2 1. Kristal hemin 2. Plasma darah

Keterangan: 1. Kristal hemin 2. Plasma darah

1 2

B. Pembahasan Kegiatan I: Pengamatan hemolisa dan krenasi Pada kegiatan ini, darah yang telah terdapat pada objek glass yang telah diteteskan beberapa konsentrasi NaCl, yaitu larutan NaCl 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1%, kemudian mahasiswa mengamati darah tersebut pada mikroskop. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat keadaan sel darah merah apabila ditetesei dengan larutan NaCl 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1%. Keadaan sel darah merah (eritrosit), yang diberi larutan NaCl 0,4 % dan 0,6 % dan 0,8% setelah diamati pada di bawah mikroskop terlihat bahwa selselnya mengalami pertambahan ukuran atau dengan kata lain mengalami hemolisa,

hal ini dikarenakan kandungan air di luar sel lebih besar dari pada kandungan air di dalam sel darah merah sehingga air yang berada di luar sel masuk kedalam sel akibatnya sel darah merah menjadi mengembang. Namun sel darah merah yang diberi larutan NaCl 0,4 % terlihat lebih mengambang dibandingkan dengan sel darah merah 0,6 % dan 0,8, hal ini disebabkan kandungan air larutan NaCl 0.4 % lebih banyak dibandingkan dengan larutan NaCl 0,6 % dan 0,8. Menurut teori, eritrosit akan bersifat isotonis dengan NaCl 0,9%. Eritrosit berada pada keadaan yang normal. Namun apabila medium di sekitar eritrosit menjadi hipotonis (karena penambahan larutan NaCl hipotonis) medium tersebut (plasma dan larutan NaCl) akan masuk ke dalam eritrosit melalui membran yang bersifat semipermiabel dan menyebabkan sel eritrosit menggembung. Bila membran tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada di dalam sel eritrosit itu sendiri, maka sel akan pecah, akibatnya hemoglobin akan bebas ke dalam medium sekelilingnya (Wulangi, 1993). Keadaan sel darah merah yang diberi larutan NaCl 1 % tampak terlihat di mikroskop yaitu mengerut dengan kata lain mengalami krenasi hal ini dikarenakan kandungan air di luar sel lebih kecil dari pada kandungan air di dalam sel darah merah sehingga air yang berada di dalam sel keluar ke lingkungannya (larutan NaCl) akibatnya sel darah merah menjadi mengerut. Menurut teori, krenasi terjadi karena lingkungan hipertonik, (sel memiliki larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan larutan di sekitar luar sel), osmosis (difusi air) menyebabkan pergerakan air keluar dari sel,

menyebabkan sitoplasma berkurang volumenya. Sebagai akibatnya, sel mengecil (Wulangi, 1993). Kegiatan II: Pengamatan aliran darah pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora). Pada kegiatan praktikum ini, pada saat sebelum disuntikkan larutan uretan pada selaput renang katak, kami belum dapat mengamati arah aliran darah pada katak (Rana cancarivora) secara mendetail. Hal ini karena pada selaput renang katak belum transparan. Hanya terlihat kapiler-kapiler darah yang bergerak secara tidak teratur yang belum terlalu jelas. Namun setelah disuntikkan larutan uretan pada selaput renang pada katak (Rana cancarivora), terlihat jelas arah aliran darah katak (Rana cancarivora). Aliran tersebut ada dua arah yaitu ada yang bergerak menjauhi bagian atas tubuh dan ada yang bergerak menuju bagian atas tubuh. Secara teori, jenis pembuluh darah terdiri dari arteri yang memiliki cabang terkecil yang disebut arteriola yang membawa darah keluar dari jantung, selalu membawa darah segar yang kaya oksigen, kecuali arteri pulmoler yang membawa darah kotor. Venula membawa darah ke arah jantung yang membawa darah yang mengandung karbondioksida (miskin oksigen). Kapiler pada pembuluh darah yang sangat kecil dan di situlah arteriola berakhir dan venula bermula

(Wulangi, 1993). Kegiatan III : Pengamatan kristal hemin Pada kegiatan praktikum ini, darah yang berasal dari manusia (Homo sapiens), dengan darah yang berasal dari katak (Rana cancarivora) diberi

beberapa perlakuan. Darah tersebut dibuat menjadi suatu apusan setelah sebelumnya ditetesi larutan KI 0,1 gr + KCl 0,1 gr + asam asetat glasial dan difiksasi terlebih dahulu. Setelah itu, apusan darah diamati di bawah mikroskop untuk mencari kristal hemin. Kristal hemin yang ditemukan dalam pengamatan ini berbentuk tak beraturan dan lebih menyerupai pecahan kaca. Pada pengamatan sel darah manusia (Homo sapiens) dan sel darah katak (Rana cancarivora), kristal hemin yang ada pada masing-masing sel darah tersebut memiliki bentuk yang sama yaitu berbentuk tak beraturan dan menyerupai pecahan kaca yang berwarna putih agak kekuning-kuningan.

Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa kristal hemin tidak dapat dijadikan sebagai indikator untuk membedakan antara darah manusia dengan darah pada hewan. Kristal hemin yang merupakan hidroklorida dari heme adalah karakteristik darah. Bila setetes darah yang ditempatkan diatas gelas obyek dikeringkan, kemudian dipanaskan dengan beberapa tetes asam cuka glasial dan diberi sedikit larutan NaCl, maka terbentuklah kristal yang berwarna kuning yang dikenal dengan nama kristal hemin. Apabila asam atau basah ditambahkan pada hemoglobin maka globin akan terpisah dari heme. (Wulangi, 1993).

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 1. Sel normal berada pada kisaran 0,9%. Apabila dibawah dari 0,9% atau apabila konsentrasi cairan sel lebih rendah maka sel darah tersebut akan mengalami hemolisis. Sedangkan apabila diatas 0,9% atau bila konsentrasi air/zat pelarut dalam sel lebih tinggi maka sel darah akan mengalami krenasi. 2. Darah beredar melalui 2 jenis pembuluh, yaitu pembuluh arteri yang membawa darah meninggalkan jantung dan pembuluh vena yang membawa

darah menuju jantung. Pada arteri terdapat darah yang mengandung banyak O2, dan pada vena terdapat darah yang mengandung banyak CO2. 3. Kristal hemin antara manusia (Homo sapiens) dan katak (Rana cancarivora) memiliki bentuk kristal yang sama yaitu menyerupai jarum yang berwarna agak putih kekuning-kuningan. Kristal hemin terbentuk apabila ditetesi dengan larutan KI 0,1 gram + KCl 0,1 gram + asam asetat glasial.

B. Saran Saran pada praktikum kali ini adalah: a. Laboran sebaiknya menambah jumlah alat untuk di laboratorium terutama alat-alat yang menyangkut Praktikum Darah ini. b. Asisten sebaiknya lebih memberikan pengarahan dan penjelasan terkait mengenai Darah. c. Para praktikan sebaiknya tidak ribut pada saat praktikum berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA Adnan. dkk, 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Anonim1. 2010. Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/Darah. Diakses tanggal 19 Maret 2010 pada

Anonim2. 2010. Sistem Peredaran Darah. http://www.free. vlsm.org/v12/sponsor /SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0107%20Bio%202-12g4.htm Diakses pada tanggal 19 Maret 2010. Anonim3. 2010. Mekanisme Fisiologis Proses Difusi dan Osmosis dalam Sel . Belantara kreatif .blogspot. com/2009/ 11/difusi-osmosis. html - 53k-. Diakses tanggal 19 Maret 2010 Campbell, Neil A. 2003. Biologi Jilid III Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga Cliffs. 2000. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: Pakar Raya Tambajong, Jan. 2003. Histologi. Jakarta: Depdikbud

Wulangi, Kartolo. 1993. Prinsip-prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: Depdikbud.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Dapatkah anda membedakan arteri, vena, arteriol, kapiler, dan venula ? Dapat, karena jelas terlihat dari perbedaan antara arteri, vena, arteriol, kapiler, dan venula, yaitu: a. Arteri yang membawa darah dari jantung. b. Vena yaitu membawa darah menuju jantung. c. Kapiler yaitu menggabungkan antara arteri dan vena, atau pembuluh darah yang sangat kecil dan disitu arteriola berakhir dan venula bermula. d. Arteriola yaitu membawa darah keluar dari jantung, selalu membawa darah segar yang kaya oksigen dan sama dengan arteri.

e. Venula yaitu membawa darah menuju jantung, selalu membawa darah yang miskin oksigen dan sama dengan vena. 2. Perhatikan kecepatan aliran darah didalam arteil, kapiler dan venula. Dalam pembuluh darah yang mana kecepatan aliran darah konstan dan yang mana yang tidak konstan? Yang memiliki aliran darah yang konstan adalah kapiler, karena kapiler membentuk jalinan pembuluh darah dan bercabang-cabang di dalam sebagian besar jaringan tubh yang mana kapiler merupakan terminal bagi arteriola dan venula. Sedangkan yang tidak konstan adalah arteriola dan venula, karena keduanya tidak bergerak terus menerus melainkan akan berakhir pada kapiler. 3. Adakah pengaruh suhu terhadap kecepatan jalannya aliran darah? Apabila ada, bagaimana pengaruhnya? Ada, karena pada saat suhu rendah maka kecepatan aliran darah akan lambat karena suhu tersebut, sedangkan saat suhu panas maka aliran darah akan mengalir dengan cepat oleh panas untuk aktif melakukan peredaran darah.