Anda di halaman 1dari 49

TANTANGAN, KEBIJAKAN

DAN PROGRAM MENUJU

GURU PROFESIONAL

TANTANGAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM MENUJU GURU PROFESIONAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 1
TANTANGAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM MENUJU GURU PROFESIONAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

1

DISTRIBUSI MISMATCH KUALIFIKASI REKRUTMEN PERMASALAHAN GURU SERTIFIKASI KOMPETENSI & KARIR CPD
DISTRIBUSI
DISTRIBUSI
DISTRIBUSI MISMATCH KUALIFIKASI REKRUTMEN PERMASALAHAN GURU SERTIFIKASI KOMPETENSI & KARIR CPD
MISMATCH
MISMATCH
DISTRIBUSI MISMATCH KUALIFIKASI REKRUTMEN PERMASALAHAN GURU SERTIFIKASI KOMPETENSI & KARIR CPD
KUALIFIKASI
KUALIFIKASI
REKRUTMEN
REKRUTMEN

PERMASALAHAN

GURU

SERTIFIKASI
SERTIFIKASI
KOMPETENSI & KARIR
KOMPETENSI
& KARIR
CPD
CPD

MASA PENSIUN: PELUANG UNTUK MEMECAHKAN MASALAH KELEBIHAN DAN DISTRIBUSI GURU

140,000

120,000

100,000

80,000

60,000

40,000

20,000

0

N = 2.791.204 18% guru akan pensiun dalam 10 th kedepan 495.312 20 25 30
N = 2.791.204
18% guru
akan pensiun
dalam 10 th
kedepan
495.312
20
25
30
35
40
45
50
55
60

Sumber: SIMPTK2010

UMUR

Swasta18% guru akan pensiun dalam 10 th kedepan 495.312 20 25 30 35 40 45 50

Negeri18% guru akan pensiun dalam 10 th kedepan 495.312 20 25 30 35 40 45 50

RASIO GURU DAN SISWA

4

STRs for EAP countries are around 31:1 primary and 25:1 junior secondary.

• Indonesia’s rates are significantly lower, at 20.3 and 14.2 respectively.

Primary School Cambodia 56.24 India 41.33 Philippines 34.93 Korea, Rep. 31.26 Mongolia 30.77 Lao PDR
Primary School
Cambodia
56.24
India
41.33
Philippines
34.93
Korea, Rep.
31.26
Mongolia
30.77
Lao PDR
30.64
Vietnam
24.65
China
21.05
Thailand
20.68
Indonesia
20.29
Japan
19.56
Malaysia
18.92
UK
17.1
US
14.81
0
10
20
30
40
50
60

Source: Edstats database

Secondary School Philippines 37.09 India 32.32 Lao PDR 25.66 Vietnam 25.59 Thailand 24.86 Cambodia 23.59
Secondary School
Philippines
37.09
India
32.32
Lao PDR
25.66
Vietnam
25.59
Thailand
24.86
Cambodia
23.59
Mongolia
21.52
UK
19.05
China
18.61
Korea, Rep.
18.24
Malaysia
17.72
US
14.92
Indonesia
14.23
Japan
13.22
0
5
10
15
20
25
30
35
40

Rasio Guru : Siswa di Sekolah Negeri dan Swasta

Berdasarkan Kondisi Lapangan

Jenjang

 

PP 74/2008

Permendiknas No. 41/2007

Pendidikan

Kondisi Saat ini

Rasio Minimal

Rasio Maksimal

TK

1: 15

1 : 15

 

-

SD

1:19

1 : 20

1 : 28

SMP

1:18

1 : 20

1 : 32

SMA

1:16

1 : 20

1 : 32

SMK

1:23

1 : 15

1

: 32

Sumber Data : Data Guru (NUPTK September 2009) dan Data Siswa (PSP Balitbang Depdiknas 2009)

5
5
6 Sepuluh Kabupaten / Kota dengan Rasio Guru- Siswa SD Tertinggi dan Terendah Terendah Tertinggi
6
6

Sepuluh Kabupaten / Kota dengan Rasio Guru- Siswa SD Tertinggi dan Terendah

/ Kota dengan Rasio Guru- Siswa SD Tertinggi dan Terendah Terendah Tertinggi Kabupaten / Kota Rata-Rata

Terendah

Tertinggi

Kabupaten / Kota

Rata-Rata

Kabupaten / Kota

Rata-Rata

Kab. Hulu Sungai Selatan

11

Kab. Serang

37

Kab. Keerom

11

Kab. Bogor

40

Kab. Barito Timur

12

Kab. Mamuju Utara

41

Kab. Sumenep

12

Kab. Bekasi

42

Kab. Sangihe Talaud

12

Kab. Halmahera Selatan

44

Kab. Kulon Progo

12

Kab. Nias Selatan

47

Kab. Hulu Sungai Tengah

12

Kab. Mappi

49

Kab. Magetan

13

Kab. Tolikara

51

Kab. Barito Selatan

13

Kab. Pegunungan Bintang

70

Kab. Balangan

13

Kab. Yahukimo

73

Sumber: PDIP Balitbang, 2005

7 Sepuluh Kabupaten / Kota dengan Rasio Guru- Siswa Tertinggi dan Terendah SMP Terendah Tertinggi
7
7

Sepuluh Kabupaten / Kota dengan Rasio Guru- Siswa Tertinggi dan Terendah SMP

/ Kota dengan Rasio Guru- Siswa Tertinggi dan Terendah SMP Terendah Tertinggi Kabupaten / Kota Rata-Rata

Terendah

Tertinggi

Kabupaten / Kota

Rata-Rata

Kabupaten / Kota

Rata-Rata

Kab. Sarmi

6

Kab. Kaur

25

Kab. Banjar

8

Kab. Humbang

25

Hasunduntan

Kab. Sampang

8

Kab. Karawang

25

Kab. Tapin

8

Kab. Bangka Tengah

26

Kab. Hulu Sungai Selatan

8

Kab. Serang

31

Kab. Gorontalo

9

Kab. Mappi

38

Kab. Lima Puluh Koto

9

Kab. Malinau

39

Kab. Pamekasan

9

Kab. Puncak Jaya

40

Kab. Maluku Tenggara Barat

9

Kab. Pegunungan Bintang

51

Kab. Bantaeng

9

Kab. Yahukimo

91

Sumber: PDIP Balitbang, 2005

• Even with the already generous current entitlement formula, Urban and Rural areas have substantial
• Even with the already generous current entitlement formula, Urban and Rural areas have substantial
• Even with the already generous current entitlement formula, Urban and Rural areas have substantial
• Even with the already generous current entitlement formula, Urban and Rural
areas have substantial oversupplies (68% urban and 52% rural)
• Remote areas have undersupplies (66% of the schools)
80% 60% 40% 68% 55% 52% 20% 17% 0% -21% -34% -20% -37% -66% -40%
80%
60%
40%
68%
55%
52%
20%
17%
0%
-21%
-34%
-20%
-37%
-66%
-40%
-60%
Total
Urban
Rural
Remote
-80%
Pct. Schools with Oversupply of Teachers
Pct. Schools with Undersupply of Teachers

Source: Teacher Employment and Deployment Survey

8

KEBUTUHAN GURU

BIDANG SMAN 1 STUDI WONOGIRI SMAN 1 PURWANTORO SMAN 1 SUKOHARJO SMAN 3 SUKOHARJO Ada
BIDANG
SMAN 1
STUDI
WONOGIRI
SMAN 1
PURWANTORO
SMAN 1
SUKOHARJO
SMAN 3
SUKOHARJO
Ada
4
1
6
4
BIOLOGI
Ideal
6
2
4
3
+/-
-2
-1
+2
+1
KAB/KOTA
-3
+3
Prov. JAWA TENGAH
0
Dengan adanya OTONOMI DAERAH
bisakah guru di Sukoharjo pindah ke Wonogiri untuk
mengisi kekuragan guru

Jml Rombel x Jml jam rata2 per mgg KEBUTUHAN GURU = ------------------------------------------------------ Jam wajib mengajar guru

x Jml jam rata2 per mgg KEBUTUHAN GURU = ------------------------------------------------------ Jam wajib mengajar guru

KEBUTUHAN GURU SMA NEGERI DAN SWASTA

KEBUTUHAN GURU SMA NEGERI DAN SWASTA

KEBUTUHAN GURU SMK

NEGERI DAN SWASTA TAHUN 2011

KEBUTUHAN GURU SMK NEGERI DAN SWASTA TAHUN 2011

Jumlah Guru Menurut Tahun Rekrutmen

Setelah 180,000 Rekrutmen guru tidak tetap (GTT) meningkat Desentralisasi 160,000 signifikan setelah desentralisasi
Setelah
180,000
Rekrutmen guru tidak tetap (GTT) meningkat
Desentralisasi
160,000
signifikan setelah desentralisasi  menjadi
masalah jika kualitas GTT tidak ada standarnya
140,000
120,000
GTY
100,000
GTT
80,000
Kontrak kab/kota
60,000
Kontrak Pusat
PNS
40,000
20,000
1970
1975
1980
1985
1990
1995
2000
2005
Tahun
Source: Teacher Employment and Deployment Survey

JUMLAH GURU BERDASARKAN KUALIFIKASI

JENJANG

<S1

≥ S1

TOTAL

TK

213.570

38.907

252.477

SD

1.149.294

423.349

1.572.643

SMP

127.413

406.417

533.830

SLB

7.690

8.521

16.211

SMA

21.019

233.368

254.387

SMK

21.427

140.229

161.656

TOTAL

1.540.413

1.250.791

2.791.204

254.387 SMK 21.427 140.229 161.656 TOTAL 1.540.413 1.250.791 2.791.204 Sumber: SIMPTK2010
254.387 SMK 21.427 140.229 161.656 TOTAL 1.540.413 1.250.791 2.791.204 Sumber: SIMPTK2010

Sumber: SIMPTK2010

JUMLAH GURU BERDASARKAN STATUS PEGAWAI TAHUN 2010

STATUS

NEGERI

SWASTA

TOTAL

PNS

1.490.936

 

1.490.936

PNSDPK

 

141.640

141.640

PNS Depag

9.001

2.584

11.585

Guru Tetap Yayasan

 

258.262

258.262

Guru Tidak Tetap

526.538

279.775

806.313

Guru Honor Daerah

53.929

11.167

65.096

Guru Bantu

9.554

7.818

17.372

Subtotal

2.089.958

701.246

2.791.204

65.096 Guru Bantu 9.554 7.818 17.372 Subtotal 2.089.958 701.246 2.791.204 Sumber: SIMPTK2010

Sumber: SIMPTK2010

JUMLAH GURU BERDASARKAN STATUS GOLONGAN TAHUN 2010

JUMLAH GURU BERDASARKAN STATUS GOLONGAN TAHUN 2010 Sumber: SIMPTK2010

Sumber: SIMPTK2010

No

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Mata Uji
Mata Uji

Jumlah

Soal
Soal
Rerata
Rerata
Tes Umum Guru TK/SD 90 34.26 Tes Umum Guru Lainnya 90 40.15 Tes Bakat Skolastik
Tes Umum Guru TK/SD
90
34.26
Tes Umum Guru Lainnya
90
40.15
Tes Bakat Skolastik
60
30.20
Guru Kelas TK
80
41.95
Guru Kelas SD
100
37.82
Penjaskes SD
Penjaskes SD
PPKn
PPKn

TK 80 41.95 Guru Kelas SD 100 37.82 Penjaskes SD PPKn Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Sejarah

Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
Penjaskes SMP/SMA/SMK Matematika Fisika Biologi Kimia Ekonomi Sosiologi Geografi Pendidikan Seni PLB
Penjaskes SMP/SMA/SMK
Matematika
Fisika
Biologi
Kimia
Ekonomi
Sosiologi
Geografi
Pendidikan Seni
PLB
21.88
21.88
23.38
23.38
16.69
16.69
20.56
20.56
23.37
23.37
13.90
13.90
14.34
14.34
13.24
13.24
19.00
19.00
22.33
22.33
12.63
12.63
19.09
19.09
19.43
19.43
18.44
18.44
18.38
18.38

Standar

Deviasi
Deviasi
Rendah
Rendah
Tinggi
Tinggi
Kompetensi Calon Guru Yang Mengikuti Tes CPNS (Sumber Data: Survey Direktorat Tenaga Kependidikan, 2004)
Kompetensi
Calon Guru
Yang
Mengikuti
Tes CPNS
(Sumber Data: Survey Direktorat Tenaga Kependidikan, 2004)
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata 29% 28% 6% 30% 8% SD 11% 18% 6% 51% 13% SMP 40% 41%
Rata-rata
29%
28%
6%
30%
8%
SD
11%
18%
6%
51%
13%
SMP
40%
41%
8%
9%
43%
38%
5%
11%
2%
SMA/SMK
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
1-12 jam
13-23 jam
24 jam
25-36 jam
>36 jam

Source: Teacher Employment and Deployment Survey

Teacher costs will increase significantly with the new allowances

180 160 Total cost of salary 140 120 and incentives if 7% inflation taken into
180
160
Total cost of salary
140
120
and incentives if 7%
inflation taken into
account
100
Total 2006 Education Budget
(for Comparison)
80
Professional allowance
Special Area allowance
60
Functional allowance
40
Base Salary Cost
20
0
2006
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Trillions of Rp.
.

Total Education Expenditure

HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
SISWA GURU KEPALA PENGAWAS SEKOLAH SEKOLAH SARANA ORANG PRASARANA, TUA ANGGARAN KURIKULUM LINGKUNGAN TEHNOLOGI
SISWA
GURU
KEPALA
PENGAWAS
SEKOLAH
SEKOLAH
SARANA
ORANG
PRASARANA,
TUA
ANGGARAN
KURIKULUM
LINGKUNGAN
TEHNOLOGI

LULUSAN PENDIDIKAN YANG :

Creative Inovative Problem Solving Critical Thinking

Entrepreneurship

Berkarakter Santun

FAKTOR YANG BERPENGARUH

TERHADAP PEMBELAJARAN DI ABAD 21

BAGAIMANA CARA SISWA BELAJAR PEMBELAJARAN ABAD 21 TEKNOLOGI GLOBALISASI DAN INOVASI
BAGAIMANA
CARA SISWA
BELAJAR
PEMBELAJARAN
ABAD 21
TEKNOLOGI
GLOBALISASI
DAN INOVASI

20

If we teach today as we taught yesterday, then we rob our children of tomorrow.

If we teach today as we taught yesterday, then we rob our children of tomorrow.

~John Dewey

So, teachers must be charged with changing how they guide students in learning the new curriculum (the pedagogy).

21st Century “There is remarkable consensus among educators … on one key conclusion: we need
21st Century
21st Century
21st Century “There is remarkable consensus among educators … on one key conclusion: we need to
21st Century “There is remarkable consensus among educators … on one key conclusion: we need to

“There is remarkable

consensus among educators … on one key

conclusion: we need

to bring what we

teach and how we

teach into the

21st Century.”

TIME Magazine,

December 18, 2006

Learning Changes The Brain
Learning Changes The Brain
Text
Text
PARADIGMA
PARADIGMA

Tradisional

Berfokus Pada Siswa

Aktif Mencari Informasi Pendidikan lebih memberikan rangsangan agar siswa menjadi pembelajar yang aktif
Aktif Mencari
Informasi
Pendidikan lebih
memberikan
rangsangan agar siswa
menjadi pembelajar
yang aktif
rangsangan agar siswa menjadi pembelajar yang aktif Hanya Penerima Informasi (Pengetahuan) Pendidikan tidak

Hanya Penerima Informasi

(Pengetahuan)

yang aktif Hanya Penerima Informasi (Pengetahuan) Pendidikan tidak hanya ibarat Tetapi mengisi gelas kosong,
Pendidikan tidak hanya ibarat Tetapi mengisi gelas kosong, sebagai target memenuhi kewajiban pengajaran
Pendidikan tidak hanya ibarat
Tetapi
mengisi gelas kosong, sebagai
target memenuhi kewajiban
pengajaran
MASA LALU: pembelajaran sering bersifat pendengar pasif dan duduk manis
MASA LALU: pembelajaran sering
bersifat pendengar pasif dan duduk manis
MASA LALU: pembelajaran sering bersifat pendengar pasif dan duduk manis

PEMBELAJARAN MENDORONG SISWA AKTIF

DAN KREATIF

PEMBELAJARAN MENDORONG SISWA AKTIF DAN KREATIF

21 st Century Classroom

21 s t Century Classroom Dynamic Demanding Directed
21 s t Century Classroom Dynamic Demanding Directed
21 s t Century Classroom Dynamic Demanding Directed

Dynamic

Demanding

Directed

Teaching the New Learner

much less emphasis on the amount of material memorized much more emphasis on making connections,
much less emphasis
on the amount of
material memorized
much more emphasis
on making connections,
thinking through issues,
solving problems*

“Children are

native to cyberspace,

and we, as adults, are

immigrants.”

Copyright © 2008 Cisco Systems, Inc. All rights reserved.

as adults, are immigrants.” Copyright © 2008 Cisco Systems, Inc. All rights reserved. - Douglas Rushkoff

- Douglas Rushkoff

Charles Fadel

Learning = f(C, M,Ti) x Tech

C

= Content

M

= Motivation

Ti

= Time

Tech = Technology

PENTINGNYA KUALITAS GURU

PENTINGNYA KUALITAS GURU Guru yang disiapkan dengan baik dan guru yang mempunyai motivasi merupakan variabel yang

Guru yang disiapkan

dengan baik dan guru yang

mempunyai motivasi

merupakan variabel yang paling penting

di dalam suksesnya pembelajaran

KARAKTERISTIK GURU YANG

EFEKTIF

Guru Adalah Manajer Kelas Yang Sangat Baik
Guru Adalah Manajer Kelas Yang
Sangat Baik
Guru Memahami Bagaimana Mengajar Sehingga Siswa Menguasai Apa Yang Dipelajari
Guru Memahami Bagaimana
Mengajar Sehingga Siswa
Menguasai Apa Yang Dipelajari
Guru Memiliki Harapan Yang Tinggi Terhadap Keberhasilan Siswa
Guru Memiliki Harapan Yang Tinggi
Terhadap Keberhasilan Siswa

STUDI GURU YANG EFEKTIF DAN

PRESTASI BELAJAR SISWA

EFEKTIFITAS GURU
EFEKTIFITAS GURU
PRESTASI SISWA
PRESTASI SISWA
HASIL
HASIL

SANGAT

EFEKTIF

SANGAT EFEKTIF KURANG EFEKTIF
SANGAT EFEKTIF KURANG EFEKTIF
SANGAT EFEKTIF KURANG EFEKTIF

KURANG

EFEKTIF

TINGGI

SEDANG

RENDAH

EFEKTIF KURANG EFEKTIF TINGGI SEDANG RENDAH Setelah satu tahun, guru yang efektif dapat meningkatkan

Setelah satu tahun, guru yang efektif dapat meningkatkan prestasi siswa (53%), setelah tiga tahun dapat meningkat 83%

Setelah satu tahun, guru yang kurang efektif dapat meningkatkan prestasi siswa (14%), setelah tiga tahun dapat

meningkat 29%

Selisih = lebih dari 50%

siswa (14%), setelah tiga tahun dapat meningkat 29% Selisih = lebih dari 50% Sumber: Dawson dan
siswa (14%), setelah tiga tahun dapat meningkat 29% Selisih = lebih dari 50% Sumber: Dawson dan

Sumber: Dawson dan Billingsley (2000)

STUDI TENTANG GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Pengalaman mengajar (pengalaman menunjukkan korelasi yang kuat dengan

STUDI TENTANG GURU DAN

PRESTASI BELAJAR SISWA

Pengalaman mengajar (pengalaman menunjukkan korelasi yang kuat dengan prestasi belajar siswa untuk 3 sampai 5 tahun, tetapi setelah 8 tahun tidak menunjukkan adanya korelasi )

Tingkat kecerdasan (IQ) seorang guru mempunyai sedikit korelasi terhadap prestasi belajar siswa

Kemamapuan Verbal (komunikasi yang baik mempunyai korelasi yang kuat dengan prestasi belajar siswa)

Pengetahuan Pedagogi. Semakin baik metode pedagoginya

semakin tinggi prestasi belajar siswanya

Pengembangan profesi guru meningkatkan prestasi belajar siswa

PERAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KOMPETENSI

GURU

Kepribadian

Sosial

Pedagogik

Profesional

KEPALA

SEKOLAH

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

Kepribadian

Sosial

Manajerial

Supervisi

Kewirausahaan

GURU

SISWA

PENGAWAS

SEKOLAH

KOMPETENSI PENGAWAS

SEKOLAH Kepribadian Sosial

Supervisi Manajerial

Supervisi Akademik

Evaluasi Pendidikan

Penelitian dan Pengembangan

Model Guru Profesional

Basis Pengetahuan

Pedagogik

Pendidik

Profesional

Personal

Attributes

Maple Leadership

Model

Kepemimpinan

Kemampuan Dasar

Maple Leadership Model Kepemimpinan Kemampuan Dasar Harus terintegrasi dan melekat di dalam semua guru

Harus

terintegrasi

dan

melekat di

dalam

semua

guru

profesional

Komponen

Penting

“EveryTeacher” Teacher Development Planning Team June 14, 2004

Three Things Most Matter Based On The Experiences Of The Top School Systems

1) getting the right people to become teachers,
1) getting the right people to become
teachers,
2) developing them into effective instructors and,
2) developing them into effective instructors
and,
3) ensuring that the system is able to deliver the best possible instruction for every
3) ensuring that the system is able to deliver
the best possible instruction for every child.

McKinsey - How the World's Best Performing School System Come on Top

HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
HARAPAN AKHIR DARI SUATU SISTEM PENDIDIKAN
SISWA GURU KEPALA PENGAWAS SEKOLAH SEKOLAH SARANA ORANG PRASARANA, TUA ANGGARAN KURIKULU LINGKUNGAN TEHNOLOGI
SISWA
GURU
KEPALA
PENGAWAS
SEKOLAH
SEKOLAH
SARANA
ORANG
PRASARANA,
TUA
ANGGARAN
KURIKULU
LINGKUNGAN
TEHNOLOGI
M

LULUSAN PENDIDIKAN YANG :

Creative Inovative Problem Solving Critical Thinking

Entrepreneurship

Berkarakter Santun

The illiterate of the 21st century

will not be those who cannot

read and write, but those who

cannot learn, unlearn, and relearn.

Toffler

- Alvin

Who are 21 st Century Learners?

Who are 21 s t Century Learners?

Are They REALLY That Different?

Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?
Are They REALLY That Different?

CHANGE

Our Students’ Lives

Singularity:

Digital Technology

We are here

TIME

© 2005 Marc Prensky

42

Kemampuan Komunikasi • Kemampuan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa Kemampuan Kolaborasi • Kemampuan
Kemampuan Komunikasi
• Kemampuan menyampaikan materi pelajaran
kepada siswa
Kemampuan Kolaborasi
• Kemampuan bekerja sama dengan pihak terkait
untuk meningkatkan mutu pembelajaran
Kemampuan Teknologi
• Kemampuan menggunakan perangkat teknologi
informasi dalam pembelajaran
Kemampuan Evaluasi
• Kemampuan melakukan penilaian terhadap
pencapaian siswa
Basis Pengetahuan Guru memahami teori belajar , pengembangan kurikulum, pengembangan siswa dan mengetahui bagaimana cara
Basis Pengetahuan
Guru memahami teori belajar , pengembangan kurikulum,
pengembangan siswa dan mengetahui bagaimana cara
menggunakan pengetahuan tersebut di dalam merencanakan
pembelajaran untuk mencapai tujuan kurikulum
Guru profesional selalu aktif mencari pengetahuan
baru dalam pembelajaran
Guru harus memahami kebutuhan siswa di kelas baik
berdasar budaya, komunitas, suku, ekonomi, dan bahasa
Pedagogi Pendidik yang efektif selalu meningkatkan pembelajaran siswa sesuai yang ditentukan untuk dengan
Pedagogi Pendidik yang efektif selalu meningkatkan pembelajaran siswa sesuai yang ditentukan untuk dengan
Pedagogi Pendidik yang efektif selalu meningkatkan pembelajaran siswa sesuai yang ditentukan untuk dengan

Pedagogi

Pendidik yang efektif selalu meningkatkan

pembelajaran siswa sesuai yang ditentukan

untuk

dengan

mencapai

harapan

prestasi

standard

untuk dengan mencapai harapan prestasi standard Pembelajaran menekankan pada pembelajaran aktif yang
untuk dengan mencapai harapan prestasi standard Pembelajaran menekankan pada pembelajaran aktif yang

Pembelajaran menekankan pada

pembelajaran aktif yang menggunakan berbagai macam teknik, materi dan pengalaman belajar untuk semua siswa

Pendidik yang efektif mengandalkan pengetahuan pedagogik yang berkualitas untuk penentuan

kurikulum, pemilihan strategi pembelajaran,

perencanaan pengembangan pembelajaran dan merumuskan peniliaian untuk mengukur kemajuan belajar siswa

Kepemimpinan

Kepemimpinan yang fokus pada peningkatan prestasi siswa yang lebih baik

Sebagai pemimpin, para guru menempatkan prioritas

pada keunggulan (excellence), mengandalkan pengetahuan dan ketrampilan untuk merumuskan strategi belajar mengajar yang efektif

Pendidik menjalin kerja sama (networking) dengan sesama pendidik dan pihak lain untuk meningkatkan kualitas program dan berbagi pengetahuan yang lebih maju

Personal Attributes Guru harus bersikap jujur dan adil Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang
Personal Attributes Guru harus bersikap jujur dan adil Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang

Personal Attributes

Personal Attributes Guru harus bersikap jujur dan adil Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang bisa

Guru harus bersikap jujur dan adil

Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang bisa

membimbing siswa untuk mencapai tujuan belajar

yang bisa membimbing siswa untuk mencapai tujuan belajar Guru yang efektif selalu melakukan evaluasi diri atas

Guru yang efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yang dilakukan demi kemajuan peserta didik

belajar Guru yang efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yang dilakukan demi kemajuan peserta didik
KEBIJAKAN DAN PROGRAM MENUJU GURU PROFESIONAL
KEBIJAKAN DAN PROGRAM MENUJU GURU PROFESIONAL

PENYUSUNAN RENCANA KEBUTUHAN

PENINGKATAN

PEMBINAAN SISTEM KARIR

 

KUALIFIKASI

KESEJAHTERAAN

 

Peningkatan Kualifikasi Guru Ke S1 Peningkatan Kualifikasi Guru RSBI ke S2

Induksi Guru Pemula

Tunjangan Profesi

Pemetaan

Tujangan Khusus

Rekruitmen dan

Penilaian Kinerja

Tunjangan Fungsional

Seleksi

Penilaian Angka Kredit Inpassing Guru Tetap Yayasan

Redistribusi

Insentif Guru SILN

Maslahat

Guru

Tambahan

GURU

PROFESIONAL

 

KERJASAMA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Kerjasama dgn Lembaga di Dlm/Luar Negeri

FASILITASI DAN BINTEK

EVALUASI

PENINGKATAN KOMPETENSI

PENGHARGAAN DAN PERLINDUNGAN

Pemberian Penghargaan Guru Berprestasi

dan Berdedikasi

Pelatihan CPD Best Practices

Monitoring dan evaluasi

kebijakan

Evaluasi

Advokasi

Dampak

Perlindungan

Pemberdayaan KKG/MGMP

USOE
USOE