Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM UJI MEMORY

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas praktek mata ajar Psikologi semester I

Disusun oleh: 1. Aa 2. aa

KEMENTRIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2014

1.

DASAR TEORI

Ingatan atau memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Memory merupakan proses yang memungkinkan kita merekam (encode), menyimpan (store), dan pada akhirnya menggunakan atau mengeluarkan kembali (retrieval) Ketika stimulus datang, awalnya dicatat oleh sistem sensori dan memasuki memori sensori yang masa penyimpanannya sesaat. Memori sensoris dibagi menjadi dua yaitu memori sensoris visual yang disebut memori ikonik (iconc memory), prosesnya berlangsung hanya kurang dari sedetik. Sedangkan audionya disebut memori echoic (echoic memory), berlangsung sekitar tiga atau empat detik (Boeree,2008). Informasi kemudian diteruskan ke memori jangka pendek yang masa penyimpanannya hanya selama 15 hingga 25 detik. Ketika stimulus informasi masuk, stimulus ini akan dikodekan. Namun, kesalahan pada pengodean ini dapat menghambat masuknya informasi ke memori selanjutnya, yaitu memori jangka panjang. Akhirnya,jenis memori yang terakhir adalah memori jangka panjang yang bersifat relative permanen. Memori juga bersifat selektif : hanya menggambil informasi penting dan melupakan informasi yang tidak penting. Informasi yang masuk bergantung pada atensi seseorang terhadap informasi, interval latihan (pengulangan) dan pengalaman di masa lalu. Untuk menempatkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang tergantung pada macam dan jumlah latihan materi yang dibawa. Dikemukakan juga bahwa tiga hal paling signifikan yang bisa menggerakkan sesuatu dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang adalah pengaturan (organization),kebermaknaan (meaningfulness), dan perumpamaan (imagery). Namun adanya fenomena-fenomena pada pemrosesan memori menyebabkan informasi sulit untuk dipanggil kembali, salah satunya fenomena tip of tongue yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadari-hasil dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori jangka panjang. Adapun faktor-faktornyaadalah kegagalan dalan penyandian (failure to encode), kemunduran (decay) karena memori yang tidak pernah digunakan, gangguan (interference), ketergantungan pertanda, represi, amnesia, alzaimer, dan motivated for forgetting. Adapun gangguan (interference) dibagi menjadi dua, yaitu interferensi retroaktif karena memori baru yang mengganggu memori lama atau karena sebaliknya (interferensi proaktif)

2.

ALAT DAN BAHAN A. Daftar rangsangan kata-kata untuk memory: Golongan A, kata-kata yang tidak berarti per sep sit pun sat mal ram sur kim pot kar rab bas rab tum kor kes dar mid rus Golongan B, kata-kata yang berarti tetapi tidak berhubungan mulai ayah beli tidur pisau surat kakak tanah asing niat siap watak gemar maksud sore Negara pohon makan maksud bangsa Golongan C, kata-kata yang berarti tetapi dan berhubungan surat pos mencuri polisi musuh racun buku sekolah nakal hukuman air mancur ujian lulus belajar pandai bapak ibu meja kursi B. Lembar jawaban dan alat tulis C. Jam

3. PROSEDUR KERJA a. Eksperimenter duduk berhadapan dengan subyek b. Eksperimenter membacakan berkali-kali kata-kata dengan instruksi: Saya akan membacakan kepada saudara beberapa kata-kata, tugas saudara adalah hanya mendengarkan saja sambil mengingat-ingatnya c. Bacakan kata-kata dengan nada yang sama untuk tiap-tiap kata dengan cara: jarak antara kata-kata 2 detik, jarak antara seri 10 detik, lalu jatak ulangan 15 detik. d. Adakan istirahat selama 15 menit, dengan diidi pembicaraan, jangan diberikan kesempatan kepada subyek untuk mengingat-ingat lagi e. Lalu duduklagi berhadapan, instruksikan lagi sebagai berikut: Sekarang saya akan membacakan kepada saudara satu kata, dan tugas saudara adalah langsung mengatakan pasangannya dari kata tersebut.

f. g.

Bila subyek menyebutkan benar, eksperimen langsung meneruskan menyebutkan kata yang berikutnya. Bila gagal dihitung sebagai salah Percobaan dilakukan tiga kali dengan urutan A-B-C, B-C-A, dan C-A-B

4. HASIL PERCOBAAN Subyek I Nama naracoba : Nuraini Maghfuroh Subyek pertama melakukan uji coba pertama kali. Suasana saat dilakukan percobaan terasa bising, subyek juga mengantuk sehingga kurangnya konsentrasi ketika mendengarkan informasi yang masuk. Subyek hanya mendengarkan, sedikit terjadi proses bertanya namun tidak mengulang kata-kata dengan bisikan untuk dirinya sendiri serta tanpa adanya catatan yang digunakan. Strategi subyek untuk memasukkan informasi ke dalam memori: Dengan menggabungkan kata kata tersebut menjadi sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan dengan kata kata yang ada. Subyek juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga tidak sulit untuk mengingatnya. Tabel hasil percobaan: Golongan A, kata-kata yang tidak berarti KATA NILAI ABC BCA CAB Per-sep Sat-mal Kim-pot Bas-rap Kes-dar Sit-pun Ram-sur Kar-rab Tum-kor Mid-rus TOTAL 3 4 6

Golongan B, kata-kata yang berarti tetapi tidak berhubungan KATA Mulai-ayah Pisau-surat Asing-niat Gemar-maksud Pohon-makan Beli-tidur Kakak-tanah Siap-watak Sore-negara Maksud-bangsa TOTAL ABC NILAI BCA 5 8

CAB

Golongan C, kata-kata yang berarti tetapi dan berhubungan KATA Surat-kantor pos Musuh-racun Nakal-hukuman Ujian-lulus Bapak-ibu Mencuri-polisi Buku-sekolah Air-mancur Belajar-pandai Meja-kursi TOTAL ABC 7 NILAI BCA 9

CAB 10

Subyek 2 Nama naracoba : Jessi Indriasari Telah melalui latihan dan pengulangan sebelumnya karena menjadi penguji subyek pertama. Dalam suasana yang bising, kurang konsentrasi. Strategi subyek untuk memasukkan informasi ke dalam memori: Dengan menggunakan emosi dan peristiwa pengalaman masa lalu mengenai kata yang pernah didengar sebelumnya. Menggabungkan kata-kata tersebut sehingga memiliki suatu arti, dan dengan membuat setiap kata melakukan aksi terhadap kata yang menjadi pasangannya sehingga kata-kata tersebut saling berkesinambungan Subyek juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga tidak sulit untuk mengingatnya. Tabel hasil percobaan: Golongan A, kata-kata yang tidak berarti KATA NILAI ABC BCA CAB Per-sep Sat-mal Kim-pot Bas-rap Kes-dar Sit-pun Ram-sur Kar-rab Tum-kor Mid-rus TOTAL 7 8 10

Golongan B, kata-kata yang berarti tetapi tidak berhubungan KATA Mulai-ayah Pisau-surat Asing-niat Gemar-maksud Pohon-makan Beli-tidur Kakak-tanah Siap-watak Sore-negara Maksud-bangsa TOTAL ABC 6 NILAI BCA 8

CAB 9

Golongan C, kata-kata yang berarti tetapi dan berhubungan KATA Surat-kantor pos Musuh-racun Nakal-hukuman Ujian-lulus Bapak-ibu Mencuri-polisi Buku-sekolah Air-mancur Belajar-pandai Meja-kursi TOTAL ABC 10 NILAI BCA 10

CAB 10

5. PEMBAHASAN Subyek I Proses mengingat diawali ketika mendengarkan stimulus informasi untuk pertama kali. Karena kondisi subyek yang mengantuk, terlihat bahwa kurangnya minat untuk mendengarkan baik baik apa yang diucapkan penguji, namun ketika pemberian informasi mencapai pengulangan ke 4 dan ke 5 terlihat bahwa subyek mulai medengarkan informasi. Memberi perhatian khusus (atensi) pada stimulus ini mungkin terdengar klise, namun sangat membantu kita dalam mengingat informasi jauh lebih baik karena seringkali kita gagal mengingat kembali karena kita tidak pernah menyandikan informasi secara sungguh-sungguh. Apalagi ditambah suasana bising (adanya gangguan/ interference) sehingga kurangnya konsentrasi ketika mendengarkan informasi yang masuk. Sulitnya informasi untuk diingat kembali terlihat ketika adanya kesalahan dalam hasil observasi yang ditunjukkan pada jumlah kata yang benar pada hasil pengamatan. Subyek memiliki strategi khusus agar informasi dapat masuk ke memori jangka panjang ,metode memonics, berbagai trik dan strategi untuk meningkatkan kemampuan mengingat dengan mengurangi jumlah informasi kemudian diubah menjadi sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan kata-kata. Diantara ketiga jenis kata, subyek mengatakan bahwa golongan kata ketigalah yang paling mudah diingat karena adanya hubungan antara kata yang berpasangan. Hal ini juga didukung dengan mudahnya kata-kata tersebut untuk digabungakan karena telah memiliki arti yang tidak asing dan lebih familier. Mudahnya pemanggilan informasi khususnya pemanggilan informasi pada jenis kata ketiga terlihat dari hasil yang diujikan menunjukkan hasil yang paling baik pada jenis kata ketiga daripada jenis kata pertama dan kedua. Adanya kata yang saling berhubungan dan pengaruh pengalaman masa lalu telah membantu dan memudahkan observed untuk mengingat kembali informasi tersebut. Subyek 2

Subyek ke-2 melakukan tes ketika pembacaan informasi pada subyek pertama telah selesei dilakukan. Suasana yang dialami sama halnya dengan subyek pertama, dalam keadaan bising sehingga kurangnya konsentrasi Subyek juga mengalami fenomena tip of tongue yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadari hasil dari kesulitan menarik

kembali informasi dari memori jangka yang menyebabkan subyek dapat mengingat aspek dari item tersebut , namun melupakan identitas utama item. Diantara ketiga jenis kata, subyek ke-2 juga berpendapat bahwa pasangan kata yang mudah diingat adalah golongan ketiga karena pasangan kata tersebut memiliki makna dan saling berhubungan, kata dan terasa familier ditelinga observed karena adanya pengalaman dimasa lalu yang telah dipelajari sebelumnya. Subyek ke-2 menggunakan strategi untuk mengingat informasi tersebut menggunakan emosi. Subyek mengkaitkan dirinya yang jauh dari orangtua. Subyek ke-2 juga menggunakan suatu aksi pada kata pertama untuk diberikan pada pasangan katanya, sebagai contoh surat-kantor pos, karena ketika kita akan mengirim surat pasti ke kantor pos. Karena subyek kedua telah mengalami proses latihan dan pengulangan (rehearsal) sebelumnya karena terlebih dahulu telah melakukan tes pada observed pertama, hasil keseluruhannya yang jauh lebih memuaskan daripada hasil yang didapat oleh subyek pertama. Hal ini membuktikan bahwa pengulangan dan proses belajar sangat berpengaruh pada tingkat penyampaian dan pemanggilan kembali informasi dari memori jangka panjang

6. Kesimpulan Memory merupakan proses yang memungkinkan kita merekam ( encode), menyimpan (store), dan pada akhirnya menggunakan atau mengeluarkan kembali (retrieval) Agar kita dapat mengingat informasi dengan baik, kita harus melakukan proses penyandian dengan tepat sehingga informasi tersebut dapat disampaikan dengan baik ke memori jangka panjang yang relative permanen. Salah satu fenomena informasi sulit untuk dipanggil kembali, adalah tip of tongue yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadarihasil dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori jangka panjang. Adapun faktor-faktornya adalah kegagalan dalan penyandian (failure to encode), kemunduran (decay) karena memori yang tidak pernah digunakan, gangguan (interference), ketergantungan pertanda, represi, amnesia, alzaimer, dan motivated for forgetting. Kata-kata yang berarti dan berhubungan lebih mudah diingat daripada katakata yang berarti tapi tidak berhubungan dan kata-kata yang tidak ada artinya.