Anda di halaman 1dari 2

KONSERVASI TANAH DAN AIR PENDAHULUAN Kerapuhan dunia pertanian telah ditunjukan dengan menurunnya mutu sumber daya

alam (hutan, tanah, dan air) sebagai basis penting pembangunan pertanian. Pelaku perusakan telah telah dilakukan dalam kurun waktu yang sudah amat panjang sejak dulu hingga saat ini (dan mungkin di masa yang akan datang). Sementara itu pula penambahan jumlah penduduk yang semakin pesat, menuntut daya dukung produktifitas yang tinggi dari basis sumber daya alam. Setiap pertumbuhan penduduk harus didukung tambahan produksi pangan, kebutuhan air, dll. Tekanan terhadap alam yang semakin tidak berimbang dan berdampak reaksi yang luar biasa akibat bagi peri kehidupan manusia. Kondisi nyata yang bisa diamati pada saat ini : Curah hujan semakin tidak menentu Suhu permukaan bumi yang semakin tinggi Munculnya lahan-lahan kritis baru Banjir dan longsor dengan segala akibatnya Kesulitan air minum dimana-mana Gangguan kesehatan yang semakin kompleks Kekeringan dan gagal panen.

Keadaan sebagaimana digambarkan tersebut, sudah sering di rasakan di tanah pada satu dua decade belakangan ini antara upaya pemulihan lingkungan dan perusakan seakan tetap berbarengan, satu sisi ada gerakan konservasi, penghijauan, reboisasi dan lain-lain. Sementara itu menyusul dampak pembakaran hutan, lahan, ladang berpindah, pertanian herbisida dan lain-lain. Dalam pemanfaatan lahan kering yang biasanya mudah kena erosi kesuburannya rendah dan pelestarian sumber daya tanah dan air mutlak di perlukan. Apalagi usaha taninya pada tanah-tanah miring dan dilakukan secara intensif maka tanpa pelestarian kemungkinan besar usaha tani tersebut akan mengalami kegagalan. Tanpa usaha konservasi tanah akan rusak dan tandus penyebab utama adalah aliran air di permukaan tanah pada waktu hujan. Aliran ini akan mengikis dan menghanyutkan lapisan tanah bagian atas yang relative subur sehingga tanah tidak lagi berfungsi sebagai unsur produksi seperti yang di harapkan. HUBUNGAN TANAH DAN AIR Tanah merupakan media pertumbuhan akan dan untuk berkembang, mengambil air, udara dan unsur hara sebagai sumber alam tanah memiliki dua fungsi yaitu : 1. Sebagai unsur hara 2. Matrix tempat akar berangkat dan air tanah tersimpan. Kedua fungsi ini dapat habis dan hilang karena kerusakan tanah seperti erosi, upaya pengendalian kerusakan tanah dilakukan melalui konservasi tanah dan air.

Konservasi tanah berarti : menempatkan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukan sesuai dengan syarat yang di perlukan agar tidak terjadi kerusakan. Konservasi air : pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seevisien mungkin sehingga tidak terjadi banjir dan masih terdapat cukup air pada musim kemarau. Konservasi tanah dan air adalah usaha-usaha untuk mempertahankan tanah dan air sebagai sumber daya alam secara lestari dengan cara memperbaiki dan melindungi dari kerusakan fisik, kimia, biologis yang di akibatkan factor alam dan manusia. TUJUAN KONSERVASI TANAH DAN AIR Konservasi tanah bertujuan untuk : Mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran permukaan (runoff) Memperbaiki tanah yang rusak Memelihara dan meningkatkan produktifitas tanah tetap tinggi

Konservasi air bertujuan untuk : Mempertahankan ketersediaan air dalam tanah Mengurangi kehilangan air terulama oleh aliran permuakaan Memelihara dan meningkatkan kualitas air untuk berbagai kebutuhan

JENIS-JENIS KONSERVASI TANAH DAN AIR 1. Pembuataan teras bangku: dibuat pada tempat-tempat dengan kemiringan tanah 10-30% dan memiliki bidang olah yang dibuat miring 1% kearah dalam serta dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang letaknya di sebelah dalam bidang olah. 2. Pembuatan teras guludan : dibuat pada tempat-tempat dengan kemiringan tanah 10-15% dilengkapi dengan saluran pembuangan air di sepanjang atas guludan dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan aliran air bila turun hujan, erosi dikurangi, peresapan air di perbesar. Pembuatan teras ini dengan menggunakan bingkai A. 3. Mulsa (rehabilitasi lahan melalui penutup tanah) 4. Pembuatan embung, sumur resapan 5. Pembuatan jebakan, rorak yakni di buat lubang dengan ukuran 1x1 m dengan kedalaman 1 m. 6. Pola tanam, rotasi tanaman dan multicropping 7. Budidaya lorong/allay cropping yakni menanam rumput penguat teras. PENUTUP Demikian sajian materi yang dapat saya sampaikan. Saya menyadari materi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu ada usul saran demi kesempurnaan materi ini sangat diharapkan. Sekian dan terima kasih.