Anda di halaman 1dari 11

Benjolan pada Payudara A.

Kasus Skenario 2 Seorang wanita, 60 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan ada benjolan di payudara kiri atas. Benjolan dengan diameter 3 cm, tidak nyeri, berbatas jelas, dan dapat digerakkan. A. Kasus Skenario 2 Seorang wanita, 60 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan ada benjolan di payudara kiri atas. Benjolan dengan diameter 3 cm, tidak nyeri, berbatas jelas, dan dapat digerakkan.
B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. C. 1. 2. 3. Kata Kunci Wanita, 60 tahun Benjolan di payudara kiri atas Diameter 3 cm Tidak nyeri Berbatas jelas Dapat digerakkan Pertanyaan Jelaskan anatomi histology dan fisiologi mamma ! Jelaskan mekanisme perubahan sel normal menjadi sel kanker ! Jelaskan diagnosis banding kasus !

D. Jawaban 1. Anatomi histology dan fisiologi mamma. Setiap payudara terdiri dari 15 sampai 20 lobus dari jaringan kelenjar. Jumlah lobus tidak berhubungan dengan ukuran payudara. Setiap lobus terbuat dari ribuan kelenjar kecil yang disebut alveoli atau acini. kelenjar ini bersama-sama membentuk sejumlah gumpalan, mirip buah anggur yang merambat. Alveoli (alveolus dan acinus singular) menghasilkan susu dan substansi lainnya selama masa menyusui. Setiap bola memberikan makanan ke dalam pembuluh tunggal lactiferous yang mengalirkannya keluar melalui puting susu. Sebagai hasilnya, terdapat 15-20 saluran puting susu, mengakibatkan banyak lubang pada puting susu. Di belakang puting susu pembuluh lactiferous agak membesar sampai membentuk penyimpanan kecil yang disebut lubang-lubang lactiferous (lactiferous sinuses). Setiap lubang berdiameter 2-4 mm (0,08-0,16 inci). Lemak dan jaringan penghubung mengelilingi bola-bola jaringan kelenjar. Sejumlah jaringan lemak bergantung pada banyaknya faktor termasuk usia, persentase lemak tubuh, dan keturunan. Sendi tulang Cooper menghubungkan dinding dada pada kulit payudara, memberikan bentuk pada payudara dan keelastisannya. Puting susu dan areola terletak di bagian tengah setiap payudara. Biasanya mempunyai warna dan tekstur yang berbeda dari kulit di sekelilingnya. Warnanya bermacammacam dari yang merah muda pucat, sampai hitam dan gelap selama masa kehamilan dan menyusui. Teksturnya dapat bermacam-macam antara sangat halus sampai berkerut dan bergelombang. Puting susu biasanya menonjol keluar dari permukaan payudara. Areola semacam daerah pigmen yang mengelilingi puting susu. Ukurannya bermacam-macam tergantung dari setiap wanita. Dan beberapa ukuran yang bermacam-macam itu normal dari tiap payudara pada wanita yang sama. Puting susu dan areola disusun oleh urat otot yang

lembut dan merupakan sebuah jaringan yang tebal berupa urat saraf berada di ujungnya. Puting susu menjadi tegak sebagai hasil dari kontraksi otot bukan karena adanya penyerapan darah. Puting susu yang menjadi tegak bukan disebabkan oleh puting susu itu sendiri merupakan indikasi gairah seksual. Puting susu dapat pula menjadi tegak bukan sebagai hasil dari beberapa bentuk perangsangan seksual yang alami dan puting susu seorang wanita mungkin tidak menjadi tegak ketika ia terangsang secara seksual. Pada daerah areola terdapat beberapa minyak yang dihasilkan oleh kelenjar Montgomery. Kelenjar ini dapat berbentuk gelombang-gelombang naik dan sensitif terhadap siklus menstruasi seorang wanita. Kelenjar ini bekerja untuk melindungi dan meminyaki puting susu selama menyusui. Beberapa puting susu menonjol ke dalam atau rata dengan permukaan payudara. Keadaaan tersebut kemudian ditunjukkan sebagai puting susu terbalik dan tidak satu pun dari keadaan tersebut yang memperlihatkan kemampuan seorang wanita untuk menyusui, yang berdampak negatif. 2. Mekanisme perubahan sel normal menjadi sel kanker. Sel tumor adalah sel normal dari tubuh kita sendiri yang mengalami perubahan (transformasi) sehingga bentuk, sifat, dan kinetiknya berubah, sehingga tumbuhnya menjadi autonom, liar, tidak terkendali dan terlepas dari koordinasi pertumbuhan normal. Akibatnya timbul tumor yang terpisah dari jaringan tubuh normal. Transformasi sel itu terjadi karena mutasi gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel, yaitu proto-onkogen dan atau supressor gen (anti onkogen). Kemungkinan terjadinya mutasi itu ditentukan oleh kesetiaan dan ketekunan gen itu mengadakan replikasi dan reparasi. Aktivasi protoonkogen manjadi onkogen karena ada mutasi gen atau ada insersi gen retrovirus. Inaktivasi gen supressor terjadi karena ada mutasi gen atau ada protein yang dapat mengikat produksi gen supresor itu. Pada umumnya transformasi itu terjadi karena ada mutasi gen atau chromosom. Mutasi itu dapat dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu: a. Translokasi Pada translokasi gen atau chromosom umumnya berupa translokasi resiprokal, yaitu pertukaran timbale balik letak gen atau chromosom pada lengan chromosom satu dengan lainnya, tanpa ada kehilangan gen. Sebagian dari lengan chromosom itu pindah letaknya ke chromosom lain. Translokasi ini menimbulkan perubahan ekspresi gen. b. Kehilangan, tambahan atau inaktivasi gen Kehilangan (deletion), tambahan (addition) atau inaktivasi gen akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan diferensiasi sel yang jelek. c. Amplifikasi gen Pada amplifikasi gen terdapat kenaikan jumlah DNA pada chromosom pada region tertentu. Amplifikasi gen dapat ditunjukkan dengan adanya : 1) Pewarnaan regio yang homogen (HSR) 2) Band yang abnormal (ABR) 3) Pewarnaan ganda (DM) Spektrum neoplasma sangat luas. Secara sederhana dikenal sel neoplasma jinak yang kerusakan gennya ringan serta terbatas sehingga sel-sel neoplasma jinak masih mirip dengan sel normal asalnya dan sel-sel neoplasma ganas atau kanker yang kerusakannya berat serta luas sehingga sel-selnya menyimpang jauh dari sel normal asalnya (anaplastik).

Selain karena mutasi gen, transformasi sel normal dapat juga terjadi karena induksi karsinogen. Fase induksi dibagi menjadi fase: inisiasi, promosi, konversi, progresi, sehingga timbul sel kanker. 3. a. b. c. d. e. f. Diagnosis banding pada kasus, yaitu : Fibroadenoma mamma Karsinoma mamma Adenosis Sklerosis Papiloma intraduktal Tumor Phyllodes Nekrosis lemak

SKENARIO 2 Seorang wanita 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan ada benjolan di payudara kiri atas. Benjolan dengan diameter 3 cm, tidak nyeri, batas jelas, dan dapat digerakkan KATA KUNCI Wanita 60 tahun Benjolan payudara kiri atas Diameter 3 cm Tidak nyeri Berbatas jelas Dapat digerakkan PERTANYAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sebutkan Anatomi dan Histologi payudara! Bagaimana Fisiologi normal pembelahan sel! Bagaimana Patofisiologi pembentukan sel kanker! Apa perbedaan tumor jinak dan tumor ganas? Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tumor? Apa Differential diagnosis berdasarkan scenario di atas? Anamnesis tambahan! Pencegahan!

9.

1. A NATOMI DAN HISTOLOGI PAYUDARA


Payudara (mammae ) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram. Pada wanita, letak normal payudara bagian atas dari iga kedua atau ketiga sampai bagian bawah di iga keenam atau ketujuh. Payudara bagian tengah dibatasi sternum dan di lateral dibatasi linea aksilaris anterior, sampai bisa sejauh batas anterior muskulus latisimus dorsi. Sebagian besar jaringan kelenjar payudara berada pada daerah kuadran lateral atas.Biasanya, sering dijumpai perbedaan besar ukuran payudara, namun secara klinik tidak bermakna.Faktor terpenting yang mengatur variasi dalam; besar, bentuk dan kepadatan payudara adalah kegemukan.Payudara yang mempunyai kepadatan besar sangat sulit untuk pemeriksaan klinik.1

Payudara tersusun atas sejumlah lemak, pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe. Kelenjar payudara berada di antara lapisan superfisial dan profundal dari fascia superfisialis, serta ditutupi oleh lapisan dalam fascia superfialis, dimana dari lapisan superfisial fascia superfisialis, terdapat ligamen cooper yang turun ke jaringan kelenjar payudara. Pada kasus kanker, adanya ligamen ini memberikan tanda fisik berupa kulit yang mengkerut.Pendarahan payudara berasal dari percabangan arteri mammaria interna yang menembus sela iga kesatu, kedua, ketiga dan keempat. Selain itu, pendarahan juga berasal dari percabangan arteria aksila, arteria thoraksis superior, percabangan pektoral dari arteria thorakoakromial dan arteria thoraksis lateral.Persarafan berasal dari pleksus servikalis cabang ketiga dan keempat, nervus interkostal thoraksis, dan nervus thoraksis.Sebagian besar aliran limfatik payudara berasal dari pleksus limfatikus sekitar duktus dan lobulus, dan sebagian besar aliran limfe payudara menuju ke aksila . Jaringan subkutan puting payudara berisi kumpulan otot polos dengan susunan tidak teratur.Areola dan puting ditutupi oleh kulit berpigmen yang merupakan epitel skuamosa berlapis berkeratin.Kulit berpigmen ini mengandung kelenjar sebaseus.Limabelas sampai duapuluh duktus kolektivus menuju ke kulit puting melewati jalan terpisah. Payudara tersusun atas 1520 segmen radial mengelilingi puting, setiap segmen dipisah oleh septum jaringan fibrosa dan terdiri dari 10100 lobulus. Setiap lobulus berisi banyak asinus dan duktus terminal (Gambar 1).1 Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu : Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara

Korpus Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus). Areola Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat otot polos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar. Papilla Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar, panjang dan terbenam (inverted). darah.

Payudara merupakan organ yang unik karena tidak sepenuhnya terbentuk saat lahir, dipengaruhi perubahan siklus selama masa reproduksi dan mulai tumbuh lama sebelum menopause.Payudara di masa prepubertas pada laki-laki dan wanita terdiri dari sistem duktus besar yang berakhir dalam duktus terminal dengan pembentukan lobulus yang minimal.Pada wanita saat mulai menarche, duktus terminal mengalami penambahan jumlah lobulus dan volume stroma interlobuler.Oleh karena sedikitnya jaringan lemak maka payudara tampak radiodens.Seperti endometrium yang tumbuh dan regresi di setiap siklus menstruasi, maka payudara juga mengalami hal serupa.Pada pertengahan siklus menstruasi atau fase folikuler, lobulus relatif tidak berkembang. Sesudah ovulasi, di bawah pengaruh hormon estrogen dan peningkatan kadar progesteron, terjadi peningkatan proliferasi sel pada jumlah asinus per lobulus dan tampak vakuolisasi pada sel epitel. Stroma interlobuler menjadi edematus yang amat nyata.Efek rangsangan hormon estrogen dan progesteron pada payudara sering menimbulkan sensasi penuh selama fase siklus premenstrual. Bilamana terjadi menstruasi, maka kadar estrogen dan progesteron menurun diikuti apoptosis sel epitel, menghilangnya edema stroma dan secara keseluruhan ukuran dan lobulus mengalami regresi. Payudara mengalami maturasi morfologik dan aktivitas fungsional lengkap hanya pada saat kehamilan.Lobulus meningkat dalam jumlah dan ukurannya dan dipisahkan oleh sedikit stroma.Sejumlah kelenjar kulit di areola (tuberkel Montgomery) menjadi prominen dan berfungsi sebagai lubrikasi puting. Pada kehamilan trimester ketiga, vakuol sekresi dari material lipid ditemukan dalam sel epitel unit lobular duktus terminal, tetapi produksi air susu dihambat oleh tingginya kadar progesteron. Segera setelah lahir, payudara memproduksi kolustrum mengganti air susu dalam waktu 10 hari pertama sewaktu progesteron turun. Sesudah penghentian menyusui, lobulus akan regresi dan atrofi, serta total ukuran payudara berkurang dengan nyata.

2. FISIOLOGI NORMAL PEMBELAHAN SEL


A. Siklus Sel Siklus sel merupakan interval pembelahan sel yang satu dan yang lain. Pada siklus sel ini, informasi genetik diduplikasikan, dan kromosom yang diduplikasi akan dipastikan tidak ada kesalahan untuk didistribusikan pada sel anakan. Akurasi replikasi DNA dikoreksi agar setiap sel anakan memperoleh informasi yang sama seperti yang ada pada sel induk. Siklus sel terdiri dari beberapa fase, yaitu G1, S, G2 dan M. Gap 1 (G1) adalah fase postmitosis dimana sintesis DNA berhenti dimana sintesis RNA dan protein serta terjadi pertumbuhan sel. Selama fase S, sintesis DNA terjadi dan dilakukan koreksi pada DNA yang terbentuk. Gap 2 (G2) adalah fase premitosis yang mirip dengan fase G1, yaitu sintesis DNA berhenti dan sintesis RNA serta protein berlanjut. Fase M adalah fase pembelahan sel. Sel yang tidak sedang mengalami pembelahan akan masuk ke fase istirahat atau G0. Sel ini akan kembali membelah bila diperlukan regenerasi dari sel yang rusak. B. Proliferasi Sel Proliferasi sel adalah proses dimana sel dibagi dan direproduksi. Pada sel normal, jumlah sel yang direproduksi diatur agar sesuai dengan jumlah sel yang mati. Pada manusia, ada dua kategori utama sel. Sel gamet dan sel somatik. Sel gamet (sperma danovum0 bersifat haploid meiliki hanya satu set kromosom dari satu induk dan didesain khusus untuk fungsi seksual. Setelah bergabung, terbentuk sel diploid yang memiliki dua set kromosom hasil penggabungan. Sel ini disebut sel somatik. C. Diferensiasi Sel Diferensiasi sel adalah proses dimana sel ditransformasikan menjadi jenis berbeda dan lebih terspesialisasi. Proses ini menghasilkan sel yang telah berdiferensiasi sepenuhnya, disebut sel dewasa, yang telah memiliki susunan struktural, fungsional, dan ekspektasi masa hidup. Proses diferensiasi diatur oleh kombinasi proses internal yang meliputi ekspresi gen dan stimulasi eksternal yang disediakan oleh sel tetangga, paparan substansi pada sirkulasi maternal, dan variasi faktor petumbuhan, nutrien, oksigen, dan ion. Proses diferensiasi berlangsung berjenjang, dimana pada setiap tahap progresif peningkatan spesialisasi sel ditukarkan dengan hilangnya kemampuan memperbanyak diri. Ada tiga macam sel yang dihasilkan, yaitu sel yang telah berdiferensiasi baik, sel progenitor yang dapat membelah menjadi sel yang baru, dan stem sel yang merupakan sel yang paling tidak terspesialisasi dan dapat berubah menjadi sel progenitor. Gen yang mengontrol reproduksi dan pertumbuhan sel Pertumbuhan dan reproduksi sel yang normal dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu : a. Proto-oncogene gen selular yang berfungsi untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan normal dan pembelahan sel. b. Tumor suppresor gene Protein2 yang berfungsi menghambat proliferasi sel. Bekerja memastikan pembelahan sel berlangsung baik, utamanya DNA. c. Apoptosis gene Mengaktifkan gen protease yang merusak protein dalam sel yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh sehingga sel yang rusak ini kemudian difagositosis oleh makrofag di sekitarnya.

3. PATOMEKANISME TERJADINYA SEL KANKER/NEOPLASMA


Neoplasma dapat terjadi apabila sel normal mengalami mutasi pada perkembangannya. Jinak dan ganasnya sifat neoplasma itu bergantung pada beratnya mutasi yang terjadi. Neoplasma jinak dapat terjadi apabila terjadi mutasi pada proto onkogen, namun gen supresor tumor dan gen yang mengkode apoptosis masih berfungsi dengan baik. Suatu keganasan terjadi apabila mutasi yang terjadi cukup berat sehingga mengakibatkan kerusakan pada ketiga gen yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi sel, yaitu proto-onkogen yang berubah menjadi onkogen, gen supresor tumor yang diaktifkan, dan perubahan pada gen yang mengkode apoptosis.

4. PERBEDAAN TUMOR JINAK DAN TUMOR GANAS


Tumor jinak dan tumor ganas memiliki karkateristik yang berbeda sehingga dapat dibedakan satu sama lainnya.

5. FAKTOR-FAKTOR KANKER
Etiologi Tumor Kelainan congenital

PENYEBAB

TERJADINYA

TUMOR

DAN

Kelainan kongenital adalah kelainan yang dibawa sejak lahir, benjolannya dapat berupa benjolan yang timbul sejak lahir atau timbul pada usia kanak-kanak bahkan terkadang muncul setelah usia dewasa. Pada kelainan ini ,benjolan yang paling sering terletak di leher samping bagian kiri atau kanan di sebelah atas , dan juga di tengah-tengah di bawah dagu. Ukuran benjolan bisa kecil beberapa cm tetapi bisa juga besar seperti bola tenis. Kelainan kongenital yang sering terjadi di daerah leher antara lain adalah hygroma colli, kista branchial , kista ductus thyroglosus. Genetic Gender / jenis kelamin Usia Rangsangan fisik berulang Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam waktu yang lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut, karena luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna. Hormon Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria). Infeksi Gaya hidup Karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi) Zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan kanker paru pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama.Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon onkogenik. Sinar ultra-violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia. Etiologi Kanker Kategori agens atau factor-faktor tertentu telah memberikan implikasi dalam proses karsinogenik.Beberapa agen/faktor-faktor yang dapat meningkatkan tingkat mutasi, dan kerananya kemungkinanpenyebab kanker, adalah seperti berikut: Genetik & predisposisi herediter Genetik mungkin mempengaruhi kemungkinan seseorang mengembangkan linkungan gen yangdisebabkan kanker. Hal ini dijelaskan oleh oncogenis theory of cancer etiology yang menerangkanbahwa gen kanker yang hadir biasanya dalam mengendalikan pertumbuhan tubuh dan perbaikantetapi ketika diaktifkan oleh factor lingkungan atau factor keturunan, kedua factor tersebut dapatmenyebabkan kanker. Onkogen adalah gen abnormal dan versi mutan dari proto-onkogen (gennormal) yang dapat mengakibatkan kanker ketika substitusi basa DNA tunggal terjadi.Bila terjadinya banyak kasus kanker di dalam keluarga, hal itu terjadi kerana adanya kemungkinanatau ahli keluarga terdedah kepada bahan toksik yang bersifat karsinogen seperti asap rokok. Kankerini dapat disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan. (Ini disebut keluarga sindrom kanker) Hal-haltertentu membuatnya lebih mungkin bahwa gen abnormal menyebabkan kanker dalam keluarga,seperti: dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker. Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus

Banyak kasus kanker yang jarang terjadi (seperti kanker ginjal), Kanker terjadi pada usia jenis kanker di ginjal, kedua payudara) Merokok / Tembakau Diet & aktivitas fisik

lebih muda dari biasanya (kanker usus pada usia 20 tahun), lebih dari satu pada organ pasangan (kedua mata, kedua

satu orang (seperti wanita dengan kedua payudara dan kanker ovarium).Kanker terjadi

Orang yang mengkonsumsi makanan yang rendah vitamin A lebih sering untuk menderita kankerparu-paru. Berat badan berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker dalam banyak cara. Kelebihan hormon estrogen dan berat badan. Obesitas jelas berat badan menyebabkan tubuh untuk memproduksi lebih banyak insulin, yangdapat merangsang pertumbuhan sel kanker. 14% sampai 20% dari semua kematian terkait kankeradalah disebabkan kelebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kankertermasuk kanker payudara, usus besar, endometrium (rahim), kerongkongan dan multiple myeloma, Hodgekin domba dapat meningkatkan dihubungkan dengan besar dan

ginjal. Obesitasjuga telah dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker pancreas, kandung empedu, tiroid,ovarium dan serviks, serta limfoma dan kanker prostat agresif.Daging olahan seperti sosis, bologna, bacon, dan daging deli, dan daging merah seperti daging sapi,babi, dan

risiko kanker usus besar dan prostat.Orang yang sering minum minuman beralkohol juga berisiko menderita kankerPenggunaanalkohol telah peningkatan risiko beberapa jenis kanker termasuk kanker;mulut, Ionisasi radiasi & sinar UV rektum. Untuk masing-masing kanker, meningkatkan risiko dengan jumlah alcohol yang dikonsumsi.

tenggorokan (faring), kotak suara (laring), kerongkongan, hati, payudara (pada wanita), usus

Ini termasuk sinar-x, sinar gamma dan partikel dari peluruhan unsur radioaktif. Unsur itumembentuk formasi ion yang merusak dalam sel yang dapat merusak untaian DNA. Radiasi dapat meningkatkan frekuensi terjadinya kanker leukemia. Cahaya ultraviolet, meskipun tidak membentuk formasi ion yang merusak,tetapi dapat juga keprihatinan karena, lebih merusak gen. Penipisan lapisan ozon menyebabkan menyebabkan peningkatan kasus risiko untuk menderita banyak cahaya ultravioletmenembus ke permukaan bumi dan dapat melanoma

kankerkulit. Orang berkulit cerah lebih rentan terhadap leukemia dan orang yang lebih sering memakai sepatuterbuka lebih meningkatkan melanoma acral. Faktor risiko untuk non-melanoma dan kanker kulit Lingkungan Industrif

Hal ini penting karena pekerja industry pewarna aniline cenderung untuk menderita kanker kandungkermih dan pekerja pabrik pemurnian nikel berada pada risiko besar terkena kanker sinus hidung. Bahan kimia & obat obatan Banyak bahan kimia telah terbukti karsinogenik. Sekitar 25% dari semua kematian akibat kanker dinegara-negara maju adalah karena karsinogen dalam tar asap tembakau. Pewarna tertentu, seperti kelompok yang dikenal sebagai pewarna anilin, juga merupakan bahan karsinogen yang umum. Semua b ahan kimia karsinogen dapat merusak molekul DNA. Infeksi virus & parasit Beberapa kanker yang terdapat pada hewan, termasuk manusia diketahui disebabkan oleh virus.Burkitt limfoma, kanker yang paling umum pada anak-anak di bagian-bagian tertentu dari Afrika,disebabkan oleh virus. Virus dapat menyebabkan leukemia (kanker sel darah putih) seperti Hormon Salah satu penyebab paling umum dari kanker payudara dan kanker endometrium rahim padawanita adalah peningkatan kadar estrogen, dan peningkatan kadar dihidro-testosterone (metabolittestosterone) pada laki-laki dapat mengakibatkan kanker prostat

6. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
A. TUMOR PHYLLODES Definisi Tumor Phyllodes merupakan tipe tumor payudara yang sangat jarang terjadi. Tumor ini dapat bersifat jinak (harmless), namun juga bisa ganas (cancerous). Tipe tumor ini disebut sarcoma karena lebih sering muncul pada jaringan konektif (stroma) dibandingkan j aringan epilithial (saluran dan kantong susu) payudara. Nama ph yllodes diambil dari bahasa Yunani phullon yang berarti daun karena pola pertumbuhannnya yang berbentuk seperti daun. Nama lain tumor phyllodes antara lain: phylloides tumor, PT, cystosarcoma phyllodes, cystosarcoma phylloides kadang juga dise but giant fibroadenomas Epidemiologi Umumnya mengenai wanita yang telah masuk pre-menopause (hampir menopause). Tanda dan gejala Tumor phyllodes akan dirasakan sebagai satu benjolan yang kenyal dengan sisi permukaan halus di dalam jaringan payudara. Kulit payudara diatas tumor dapat berwarna kemerahan dan terasa hangat saat menyentuhnya. Tipe tumor ini dapat tumbuh dengan sangat cepat. Benjolan dapat tumbuh besar bahkan hanya dalam waktu 2 minggu. Prognosis Tingkat kesembuhan penderita tumor Phyllodes setelah operasi pengangkatan sangat bagus. Tetapi jika berusia 45 tahun atau lebih ada kemungkinan tumor muncul kembali, meskipun sangat kecil. Untuk pasien yang terdiagnosis dengan tumor ganas, tingkat kesembuhannya sangat bervariasi.

Penatalaksanaan Pemeriksaan Mammogram Pemeriksaan USG Payudara Pencitraan MRI Penggangkatan Tumor Phyllodes Pengobatan Operasi pengangkatan tumor merupakan penangangan standar. Tumor tipe ini tidak merespon terapi radiasi, kemoterapi, ataupun hormonal dengan baik. Jika tumor secara relatif kecil dan jinak, biasanya akan diangkat dengan operasi lumpectomy. Tumor yang besar dan ganas akan diangkat dengan operasimastectomy untuk menghilangkan sebanyak mungkin jaringan yang terkena. B. ADENOSIS SKLEROSIS Nama lain: hiperplasi duktus, papillomatosis duktus, sclerosing adenosis, adenomatosis. Kelainan utama yang tampak ialah dominasi daripada hiperplasi epitel, tetapi dapat juga ditemukan fibrosis dan kelainan kistik. Kelainan ini sering ditemukan pada usia 35 - 45 tahun. Makroskopik tampak suatu daerah yang konsistensinya keras, tidak berbatas jelas, pada penampang dapat ditemukan kista-kista.Gambaran tumor dengan konsistensi keras ini harus dibedakan dengan karsinoma. Pada penampang karsinoma payudara dapat ditemukan chalk streaks, yaitu daerah keputih-putihan yang terjadi karena nekrosis sel-sel. Chalk streaks tidak ditemukan pada adenosis. Gambaran mikroskopik menunjukkan: Hiperplasi intraduktus, papilomatosis intraduktus, reduplikasi dan proliferasi kelenjar, pertambahan stroma. Jaringan ikat dapat menekan duktus sehingga lumennya menghilang dan yang tampak hanya gencel-gencel epitel di antara stroma yang padat, dinamai sclerosing adenosis. Gambaran ini menyerupai infiltrasi sel karsinoma. Gambaran serupa, sehingga sukar dibedakan antara hiperplasi epitel duktus dan karsinoma duktus, menyebabkan adanya pendapat bahwa jenis mammary dysplasia golongan ini mempunyai incidence yang lebih tinggi ke arah perubahan menjadi ganas. Kepentingan klinik mammary dysplasia. Berbagai gambaran patologik pada mammary dysplasia secara klinik penting karena 2 hal, yaitu: kelainan ini mengakibatkan tonjolan yang harus dibedakan dengan karsinoma. predisposisi untuk terjadinya karsinoma. Adenosis sklerosa ditandai dengan fibrosis intralobuler dan proliferasi saluran epitelial kecil dan sel myoepitel. Lesi tersebut dapat disangka karsinoma invasif, tetapi kecenderungannya untuk mempertahankan posisi sel epitel dan sel myoepitel yang saling berhadapan dan pola pertumbuhan lobulernya merupakan kunci untuk mengenali sifat jinaknya. Penyakit fibrokistik Payudara Ada sejumlah perubahan jaringan payudara yang berhubungan dengan penyakit fibrokistik. Yang termasuk didalamnya adalah pembentukan kista, proliferasi duktus epitalia, papilomatosis difusa, dan adenosis duktus dengan pembentukan jaringan fibrosa. Secara klinis, perubahanperubahan ini dapat menimbulkan nodula yang teraba, massa, dan keluarnya cairan dari puting. Penyakit fibrokistik payudara terjadi pada masa dewasa; penyebab kemungkinan besar berhubungan dengan kelebihan estrogen dan defisiensi progesteron selama fase luteal siklus menstruasi. Sekitar 50% perempuan mengalami penyakit fibrokistik payudara. Keadaan ini biasanya terjadi bilateral. Sekitar 30% perempuan dengan penyakit fibrokistik yang terbukti dengan biopsi, mengalami hiperplasia proliferatif; hal ini penting karena jenis perubahan ini berkaitan dengan peningkatan resiko berkembangnya karsinoma di masa yang akan datang. Untuk pasien dengan hiperplasia epitelial sederhana (sekitar 25% dari semua kasus penyakit fibrokistik) resiko berkembangnya karsinoma selanjutnya adalah dua kali lebih besar. Pada kasus lain, terdapat beberapa abnormalitas dalam sitologi sel dan arsitekturnya, namun tidak semua gambaran karsinoma in situ menggunakan istilah atipikal hirperplasia. Pada perempuan dengan atipikal hiperplasia (sekitar 5% dari kasus), resiko berkembangnya karsinoma selanjutnya adalah lima kali lebih besar. Gejala-gejalanya berupa pembengkakan dan nyeri tekan pada payudara menjelang periode menstruasi. Tanda-tandanya adalah teraba massa yang bergerak bebas pada payudara, terasa granularitas pada jaringan payudara, dan kadang-kadang keluar cairan yang tidak berdarah dari puting. Banyak perempuan tidak mengeluhkan gejala dan baru mencari pemeriksaan kesehatan setelah meraba adanya massa. Penanganannya adalah meredekan gejala nyeri tekan payudara dengan analgetik ringan dan pemanasan lokal. Perbaikan dapat dicapai dengan menghindari kopi, teh, cola, dan coklat (mengandung metilxantin); keju, minuman anggur, kacang-kacangan, jamur, dan pisang (mangandung tiramin); dan tembakau (mengandung nikotin). Kira-kira 30% perempuan dengan penyakit fibrokistik yang terbukti dengan biopsi mengalami hiperplasia proliferatif, yang meningkatkan resiko kanker payudara hingga tiga kali resiko pada umumnya. Masalah utama bagi ahli kesehatan adalah membedakan massa yang disebabkan penyakit fibrokistik keganasan. Hubungan Kelainan Fibrokistik dengan Karsinoma Payudara Hubungan perubahan fibrokistik dengan karsinoma payudara merupakan suatu masalah medis yang kontroversial. Di buku ini hanya dapat diajukan beberapa pernyataan ringkasan yang cukup memiliki dasar. Secara klinis, meskipus beberapa gambaran tertentu pada perubahan

fibrokistik cenderung membedakannya dengan kanker, satu-satunya cara pasti untuk membuat pembedaan ini adalah denan biopsi dan pemeriksaan histologik. Dalam kaitannya dengan hubungan berbagai pola perubahan fibrokistik dengan kanker, pernyataan berikut saat ini merupakan opini yang paling memiliki dasar. Tidak ada atau sangat sedikit peningkatan risiko karsinoma payudara ; fibrosis, perubahan kistik (mikro atau makroskopik), metaplasia apokrin, hiperplasia ringan. Sedikit peningkatan risiko (1,5 hingga 2 kali): hiperplasia sedang sampai subur, papilomatosis duktus, adenosis sklerotikans, fibroadenoma, terutama jika berkaiitan dengan perubahan fibrokistik, penyakit payudara proliferatif, atau riwayat kanker payudara dala keluarga. Peningkatan risiko yang bermakna (5 kali): hiperplasia atipikal, duktulus atau lobulus. Lesi proliferatif mungkin multifokal, dan risiko karsinoma berikutnya berlaku untuk kedua payudara. Riwayat kanker payudaa dalam keluarga dapat meningkatkan risiko pada semua kategori (misal, menjadi sekitar sepuluh kali lipat pada hiperplasia atipikal). C. FIBROADENOMA MAMMAE DEFINISI Fibroadenoma payudara. jaringan sebagai oval, kita glanduler tumor bertekstur gerakkan mammae Benjolan campur kenyal dengan (epitel) adalah tersebut yang (mix atau mudah tumor berasal berada tumor), padat, karena dan pada dari di tumor jinak jaringan payudara, tersebut biasanya tumor ini yang sehingga dapat nyeri. sering fibrosa tumor berbentuk Fibroadenoma terbentuk kapsul terjadi (mesenkim) ini bulat ini di dan disebut atau dapat sehingga

dapat mobil, sehingga sering disebut sebagai breast mouse. ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI Penelitian saat ini belum sesungguhnya hormonal mammae, siklus adalah hal menstruasi tumor jinak, mammae sekitar kurang lebih dari umur Western antara mengalami dapat menopause, terjadi 15 dari remaja dari 9% Breast dan pula 25 wanita dengan Institute, dari sangat ini atau dan fibroadenoma berpengaruh diketahui pada karena saat ini terjadi sekitar 5% terjadi populasi Services tahun, 20 umumnya pada wanita Alliance, dan dalam dengan jumlah usia lebih

dapat

mengungkap namun ukuran kehamilan. sangat pada tahun. terjadi terhadap

secara diketahui pertumbuhan fibroadenoma Perlu jarang wanita Berdasarkan pada di terkena fibroadenoma dari hidupnya. yang kejadian usia diingat atau

pasti dari dapat bahwa bahkan usia laporan wanita atas terjadi satu lebih yang dari

apa bahwa berubah tumor sama muda, dari dengan 50, pada enam atau lebih

penyebab pengaruh fibroadenoma pada ini sekali yaitu NSW usia sedangkan Sedangkan wanita (15%) kejadian bahkan kecil

mammae,

fibroadenoma biasanya atau fibroadenoma

tidak dapat menjadi kanker atau tumor ganas. Fibroadenoma pada Breats 21-25 laporan dengan wanita fibroadenoma setelah usia Cancer tahun,

prevalensinya

fibroadenoma.

fibroadenoma tentunya

Namun, tua

disbanding pada usia muda. DIAGNOSIS Fibroadenoma pemeriksaan ultrasound, fisik tersebut, keras,dll. sangat tahun, sebagai muda Pada menggunakan Dari alat dokter dari berguna sedangkan gantinya tebal, FNAC tersebut dapat fisik dengan akan palpasi Mammography untuk pada digunakan sehingga kita penghisap kita Fine itu didiagnosis (phisycal Needle dapat digunakan mendiagnosis wanita ultrasound, tidak akan berupa dapat wanita usia hal terlihat mengambil sebuah jarum sel memperoleh memeriksa dengan examination), Aspiration benjolan diketahui untuk dengan muda ini dengan sel yang yang yang apakah ada tiga dengan Cytology mobil membantu usia karena tua tidak baik dari terdapat (FNAC). dengan atau palpasi tidak, sekitar digunakan fibroadenoma bila fibroadenoma pada pada 60 pada diagnosis, cara, yaitu mammography Pada pada kenyal atau dengan atau pemeriksaan daerah atau 70 wanita

mammography mammography, menggunakan dengan suntikan. fibroadenoma,

mammography. dimasukkan

lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa dibawah mikroskop. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut: Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus; Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler); Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform PENATALAKSANAAN Terapi pengangkatan operasi akan ini. dari tumor Operasi luka ini atau fibroadenoma tersebut, tidak mammae biasanya akan jaringan merubah parut yang dapat dilakukan bentuk nanti dilakukan general dari akan dengan anaesthetic payudara, diganti tetapi oleh operasi pada hanya jaringan

meninggalkan

normal secara perlahan. D. KELAINAN FIBROKISTIK Kelainan fibrokistik atau mastopatia banyak ditemukan pada wanita dengan lesi jinak payudara. Gambaran beberapa subtype lesi ini menyerupi karsinoma baik secara klinis,radiografi, maksroskopis,maupun mikroskopis. Di saming itu, lesi ini sering dianggap sebagai kelainan yang mempunyai potensi keganasan untuk menjadi karsinima, namun hal ini masih dalam penelitian lebih lanjut. Epidemiologi Umumnya kelainan fibrokistik ini diemukan pada wanita dengan umur sekitar 20-40 tahun Etiologi Kelaianan fibrokistik ini disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan hormone pada wanita, sehingga kejadian atas kelainan ini menyerang wanita usia reproduksi. Kelainan ini bisa disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormone yaitu seperti hormone estrogen, rogesteron, ataupun prolaktin. Gejala klinis Mastalgia Benjolan nodular pada payudara Benjolan berbatas tegas, dapat digerakkan Benjolan pada payudara membesar pada saat menjelang menstruasi Dapat sembuh sendiri setelah menopause Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang yang daoat sitologi,mammografi,pemeriksaan radiologi, maupun pemeriksaan histopatologis. Namun, untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan pasti yang harus dilakukan adalah peeriksaan histopatologis. Pada pemeriksaan histopatologis dengan diagnosis kelainan fibrokistik dapat ditemukan fibrosis stroma, kista, dan hyperplasia epitel pada payudara.Kelainan fibrokistik terutama mengeni unit duktulo-lobular terminal. Penatalaksanaan Kelainan fibrokistik ini merupakan jenis tumor jinak pada payudara, sehingga pada penatalaksaannnya tidak perlu untuk langsug dilakukan pembedahan seperti mammoplasty. Namun, klinis terkadang langsung melakukan pembedahan untuk menghindari kemungkinan adanya perubahan kelainan fibrokistik ini menjadi tumor ganas. Untuk penatalaksanaan secara simptomatik dapat diberikan obat anti nyeri bila penderitaa sudah merasakan nyeri. Adapun untuk pembedahan dilakukan jika terdapat mammary hipertopy, makrokastia, dan gigantomastia. Prognosis Tumor jinak ini dapat sembuh sendiri ketika memasuki usia menopause. Selain itu, hal yang masih dalam penelitia lebih lanjut adalah perkembangan tumor jinak ini menjadi tumor ganas.

7.

ANAMNESIS TAMBAHAN Riwayat penyakit sebelumnya Riwayat keluarga Riwayat terapi hormon

Riwayat paparan zat kimia atau radiasi dalam waktu lama 8. PENCEGAHAN Melakukan SADARI secara rutin Pola hidup sehat Menghindarkan diri dari zat_zat kimia dan radiasi Melakukan mammografi untuk wanita usia lanjut