Anda di halaman 1dari 9

Modul 2 TUMBUH KEMBANG OROFACIAL POSTNATAL Skenario 2

Mirip siapa ya? Lala mahasiswa baru FKG, senang dengan kehadiran adiknya yang baru dilahirkan 1 mingggu yang lalu di rumah sakit. Tapi Lala takut untuk menggendongnya karena adiknya masih tampak lemah, banyak diam dan hanya terdengan suara tangisan. Tiga bulan berikutnya sewaktu libur Lala bertemu adiknya. Ia terkejut melihat wajah adiknya yang jauh berbeda dengan sewaktu lahir. Sekarang wajah adiknya mirip sekali dengan ayahnya. Bibirnya memberikan respon ketika disentuh, reflek menghisapnya juga kuat sewaktu menyusu, tangan dan kakinya pun sudah lincah bergerak serta adik akan tenang jika Lala mengelu-elus dahinya. Lala bertanya kepada ibunya apakah secepat ini pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah lahir? Ibu menjawab sesuai penjelasan dokter, bahwa pertumbuhan dan perkembangan postnatal pada facial dan cavum oris sangat cepat. Untuk itu ibu harus menjaganya dan memberikan nutrisi yang cukup dan sesuai dengan bertambahnya usia hingga proses pertumbuhan dan perkembangn berjalan baik dan tidak terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Bagaimana saudara menjelaskan keadaan adik Lala?

Langkah 1 : Klarifikasi terminilogi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi. 1. Postnatal 2. Reflek : masa setelah kelahiran : gerakan yang dilakukan tanpa sadar setelah adanya rangsangan

Langkah 2 : Menentukan masalah. 1. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan bayi selama postnatal? 2. Bagaimana perkembangan orofacial masa postnatal? 3. Apa faktor pembentuk wajah? 4. Bagaimana kebutuhan nutrisi pada saat pertumbuhan dan perkembangan post natal? 5. Bagaimana kebiasaan buruk oral yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan masa post natal? 6. Apa saja gangguan pertumbuhan dan perkembangan orofacial masa postnatal?

Langkah 3 : Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior knowledge. 1. Pada umur 0-3 bulan bayi belajar mengangkat kepala, adanya reaksi terhadap bunyi, mengenali orang dengan penglihatan dan pendengaran, dan menahan barang. Pada umur 3-6 bulan bayi sudah mampu mengangkat kepala 90 , meraih benda, dan menyimpan di dalam mulut. Pertumbuhan kranium lebih cepat, ukuran kepala dari tubuh dan

perkembangannya dimulai dari tungkai. 2. ukuran kepala relatif besar abdomen relatif maju etmoid lebih kecil cavum oris dibentuk oleh prosesus maksilaris mandibula dengan dua macam pertumbuhan yaitu: bagian posterior tetap dan dagu k depan, dan dagu berbubah lebih besar karena bagian posterior ramus tumbuh.

3. faktor kongenital yang dapat dipengaruhi saat dalam kandungan faktor genetika faktor radiasi faktor penyakit faktor kelainan endokrin perkembangan otak yang mempengaruhi kranium perkembangan otot wajah perkembangan rongga hidung perkembangan gigi geligi

4. Vitamin D, ASI, DNA, vitamin B komplek, zat besi, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan makro nutrier ( lemak, protein, dan karbohidrat ). 5. Menggigit kuku, menghisap jempol, mendorong lidah, dan bernafas dari mulut. 6. Gigi maju Bibir sumbing Anodonsia Palatolysis Celah wajah dengan dua macam yaitu: bilateral dan unilateral.

Langkah 4 : Membuat skema atau diagram. Lala senang dengan kehadiran adiknya yang baru dilahirkan satu minggu yang lalu

Tiga bulan kemudian wajah adiknya terlihat berbeda dengan sewaktu baru lahir

Tenang apabila dielus dahinya

bibirnya sudah memberikan respon

reflek menghisap kuat

kaki dan tangan sudah lincah

Tumbuh Kembang Postnatal

Tumbuh kembang Faktor yang berpengaruh Gangguan dalam Kebutuhan nutrisi orofasial dan cavum oris tumbuh dan kembang tumbuh dan kembang selama masa postnatal

Respon orofasial terhadap rangsangan

Langkah 5 : Menentukan tujuan pembelajaran 1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang tumbuh kembang orofasial dan cavum oris postnatal 2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi tumbuh dan kembang orofasial dan cavum oris postnatal 3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan gangguan pada tumbuh dan kembang orofasial dan cavum oris postnatal 4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kebutuha nutrisi postnatal 5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan respon orofasil terhadap rangsangan

Langkah 7 : Sintesa dan uji informasi yang diperoleh 1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang tumbuh kembang orofasial dan cavum oris postnatal Tumbuh dan kembang dapat dilihat pada wajah. Dimana lebar ketika bayi lahir adalah 2/3 besar wajah dewasa, tinggi wajah adalah setengahnya dan kedalaman wajah adalah 1/3 kedalaman wajah dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan masa postnatal ini dibagi menjadi empat daerah yang berbeda yaitu : 1.1.Kranial vault Ruang kranial yang membentuk tutup kepala atau menutupi otak terdiri dari sejumlah tulang pipih yang terbentuk langsung melalui pembentukan tulang intramembranus. Pertumbuhan ruang kranium sempurna sejak umut 7 tahun. 1.2.Basis kranium Basis kranium berfungsi mendukung dan melindungi otak dan tulang spinal, menegakkan tubuh, dan melindungi persendian tengkorak, kolumna vertebra, mandibula dan sebagian maksila. Pertumbuhan basis kranium dipengaruhi oleh pertumbuhan sutura, perpanjangan sinkodariosis, pergerakan kortikal yang luas dan remodelling. 1.3.Maksila Pertumbuhan postnatal maksila seluruhnya terjadi dengan ossifikasi intramembran karena tidak adanya kartilago. Pusat ossifikasi terlatak pada percabangan N. infraorbitalis menjadi N.alveolaris superior anterior dan N.alveolaris superior medius. Lalu proses ossifikasi berlanjut mula-mula ke arah posterior membentuk prosesus zygomatikus ossis maksilaris, ke arah caudal prosesus alveolaris ossis maksilaris, ke arah medial membentuk prosesus palatinus ossis maksilaris. Di bagian pusat ossifikasi terbentuk corpus maksila sehingga terbentuk maksila yang lengkap. Pertumbuhan maksila dipengaruhi oleh pertumbuhan otak, pertumbuhan tulang cranial yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan maju mundur maksila dari lahir hingga umur 7 tahun. Setelah umur 7 tahun hingga dewasa pengaruh-pengaruh tersebut berkurang secara signifikan seiring pertumbuhan sutura dan pertumbuhan permukaan intramembranosa mengambil alih. 1.4.Mandibula Mekanisme pertumbuhan mandibula adalah melalui ossifikasi endokondarial dan aposisi periosteal. Pertumbuhan mandibula juga terjadi karena adanya remodelling tulang. Perpanjangan ukuran mandibula terjadi karena adanya bone deposition dipermukaan posterior (ramus mandibula). Hal ini menyebabkan pertumbuhan mandibula memanjang ke belakang. Pertumbuhan lebar mandibulaterjadi karena deposisi tulang pada permukaan luar mandibula dan absorpsi pada perukaan dalam. Pada saat lahir, pertumbuhan condillar mandibula lebih secara horizontal sehingga condillar tumbuh memanjang. Pada saat anak-anak, pertumbuhannya

berlansung vertikal sehingga pertumbuhan condillar mandibula meninggi. Pertumbuhan mandibula berlangsung hingga akhir masa remaja, sekitar usia 20 tahun. Perkembangan Pergerakan ke posterior karena kombinasi aposisi dan resoprsi pada anterior dan apoisisi pada posterior sehingga menyebabkan pergeseran ramus. Fungsi remodelling ini untuk akomodasi otot mastikasi dan pelebaran pharingeal, serta perpanjangan badan mandibula untuk erupsi molar. Anterior ramus menunjukkan resorpsi. Posteriornya terjadi perubahan dan pembentukan tulang kranial ke arah posterior dari mandibula sehingga menyebabkan badan mandibula memajang. Pada sisi lingual mandibula terjadi resorpsi pada aspek posterior-anteriror, terjadi aposisi pada anterior-posterior. Pada sisi bukal terjadi resorpsi pada posterior-superior. Hal ini mengakibatkan lebar sudut mandibula yang membesar dengan bertambahnya usia. Sama dengan tuberositas maksila yang membentuk bagian besar pertumbuhan lengkung tulang. Terlihat menonjl dalam arah lingual. Perkembangannya karena respon tumbuhnya benih gigi. Peertumbuhan jaringan lunak membawa mandibula jauh ke depan dari basis cranii. Pertumbuhan tulang mengikuti secara sekunder pada kondilus untuk memelihara kontak yang konstan dengan basis cranii. Pertumbuhan dengan prinsip V. Dimana terjadi pada bagian longitudinal. Dilihat dari aspek posterior terjadi aposisi pada permukaan lingual dan tulang koronoid bagian kanan-kiri. Dengan prinsip V dilihat dari oklusal aposisi bagian lingual tulang koronoid menghasilkan pergerakan tumbuh ke posterior dalam pola V. Aspek Ramus mandibula

Corpus mandibula

Angulus mandibula

Lingua tuberositas

Tulang alveolar Kondilus

Tulang koronoid

Tumbuh kembang cavum oris sebagian besar dibentuk oleh pertumbuhan dan perkembangan lidah dan palatum. 1.5.Lidah Dimulai pada akhir minggu ke-4. Mula-mula dibentuk tonjolan di dasar pharynx disebut tuberkulum impar. Lalu dibentuk dua tonjolan di daerah lateral dari tuberkulum impar merupakan tonjolan lateral lidah yang akan berfusi membentuk 2/3 anterior lidah dengan garis fusi pada sulkus lingualis medial (luar) dan septum lingual (dalam). Sulkus terminalis berbentuk V, dengan aspeknya yaitu foramen caecumyang memisahkan bagian dorsum lidah dengan radiks lidah. 1.6.Palatum Tahap pembentukan palatum terbagi atas dua, yaitu: - Tahan palatum primer yang dibentuk oleh intermaksila segmen yang berkembang dari medial dan caudal membentuk palatum primer. - Tahap palatum sekunder berasal dari prosesus maksila. Mula-mula palatum sekunder berkembang ke arah bawah karena adanya lidah embrional tapi setelah tulang mandibula berkembang , ruang bertambah besar dan lidah turun ke bawah. Akibat palatum sekunder berkembangan ke arah midline yang berfusi. Selain itu septum nasi mengadakan fusi dengan kedua palatum sekunder. 2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi tumbuh dan kembang orofasial dan cavum oris postnatal Secara umum faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang adalah : 2.1.Nutrisi atau Gizi Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan. Selama masa postnatal ASI lah yang berperan memberikan kebutuhan gizi bayi. ASI mengandung 8,5% protein, 2,5% lemak, 3,5% karbohidrat, 0,4% garam mineral, 85,1% air, leukosit, AH dan DHA , vit A,B,C,D,E, dan K dalam jumlah yang sedikit.Karbohidrat dibutuhkan sekitar 60%-70% untuk tumbuh kembang postnatal. Karbohidrat dalam ASI berbentuk laktosa yang kadarnya berubar tiap hari tergantung kebutuhan bayi. Lemak dibutuhkan sekitar 15%-20%. Lemak ini berfungsi sebagai pelarut vitamin yaitu, vit A,D,E,dan K. Lemak pada ASI dibutuhkan untuk memacu perkekmbangan sel saraf otak bayi. Mineral dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan mudah diserap. ASI mengandung vitamin yang dapat mencukupi kebutuhan bayi hingga 6 bulan. 2.2.Kelainan atau penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengalami stres berkepanjangan akibat penyakitnya. 2.3.Psikologis Bagaimana hubungan anak dengan orang sekitarnya. 2.4.Obat-obatan

Pemakaian obat-obatan jangka lama akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan. 2.5.Endokrin atau hormonal Hormon pertumbuhan merupakan pengatur utama dalam pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. Hormon tiroid mutlak sangat dibutuhkan oleh anak karena berfungsi sebagai metabolisme protein dan karbohidrat serta lemak yang sebagai kebutuhan utama nutrisi anak. 2.6.Lingkungan Secara biologi hal ini terbagi atas : genetika, ras atau suku, jenis kelamin, umur, dan fungsi metabolisme. Secara fisik, faktor lingkungan terbagi atas: cuaca, musim, keadaan geografis suatu wilayah, keadaan rumah, dan radiasi. 3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan gangguan pada tumbuh dan kembang orofasial dan cavum oris postnatal 3.1.Facial cleft berupa celah bibir dan palatum. Terbagi atas dua yaitu: anterior cleft yang diakibatkan penyatuan yang tidak sempurna prosesus maksilaris dengan korda nasalis dari aksi medialis dari satu atau dua sisi, dan posterior cleft yang disebabkan kurang bersatunya palatina. 3.2.Oblique Facial Cleft diakibatkan kegagalan maksila bergabung dengna tonjolan nasalis lateral, biasanya duktus nasolacrimal terbuka dan terlihat dari luar. 3.3.Median Cleft Lip diakibatkan tidak sempurnanya penyatuan dan tonjol hidung di tengah. 3.4.Cleft Palate . Hal ini jarang terjadi. Umumnya terjadi pada wanita. Dengan perbandingan 1/2500 kelahiran. 3.5.Sindroma Teacher Collin yang mana telinga luar malformasi, kelainan kelopak mata bawah, kelainan telinga tengah dan dalam, dan hipoplasi tulang zymatikum. 3.6.Rogin Sequence adanya hipoplasi rahang bawah, dan kelainan pada mata dengan telinga. 3.7.Digoerge Anomaly. Anomali yang mencakup gagal jantung, wajah tidak normal, tidak tumbuhnya kelenjar timus, dan celah palatum akibat delesi kromosom 22p. 3.8.Hemifacial Microsomia terjadi karena adanya abnormalitas pada maksila, tulang temporal, dan tulang zygomatikum. 3.9.Ankyglossia merupakan kelainan dimana lidah tidak bebas dari mulut, tidak terjadi degenerasi pada frenulum sehingga frenulum meluas ke ujung lidah.

4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kebutuhan nutrisi postnatal 4.1.Karbohidrat sebagai katalis dalam proses metabolisme terhadap zat gizi lain. Dan berperan penting pada masa pertumbuhan gigi geligi di cavum oris. 4.2. Lemak sebagi pengangkut vitamin yang memiliki peran dalam menjaga cavum oris. 4.3. Protein yang berperan utama dalam masa pertumbuhan jaringan. Dalam pembetukan antibodi yang melindungi seluruh jaringan pada cavum oris. 4.4.Vitamin A berperan untuk menjaga kesehatan gingiva dan jaringan lain pada cavum oris. Dan membantu perkembangan gigi geligi. 4.5.Vitamin D berperan dalam absorpsi kalsium dan posfat yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan rahang. 4.6.Vitamin E berperan sebagi antioksidan dan dalam pembentukan sel darah merah. 4.7.Vitamin B kompleks berperan dalam menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. 4.8.Vitamin C berperan dalam produksi kolagen dan menjaga kesehatan gingiva dan jaringan lain dalam cavum oris. 4.9.Kalsium berperan untuk memperkuat tulang da gigi. 4.10. Fosfor berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan rahang. 4.11. Magnesium berperan dalam pencegahan hipoplasia enamel dan membantu remineralisasi tulang dan gigi. 4.12. Zat besi berperan dalam memelihara kesehatan gingiva dan jaringan lain dalam cavum oris 4.13. Flour berperan dalam mempertahankan tulang dan gigi agar tetap kuat. Selain nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Kebutuhan besar nutrisi ibu saat prenatal juga mempengaruhi tumbuh dan kembang masa postnatal. 5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan respon orofasil bayi terhadap rangsangan 5.1.Sucking adalah respon bayi terhadap objek atau benda yang disentuh dan dimasukkan kedalam mulut bayi serta akan melakukan gerakan seperti menghisap. 5.2.Rooting adalah respon bayi apabila disentuh bagian pipinya akan langsung memalingkan muka dan apabila disentuh mulutnya akan langsung membuka.