Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN
Hemoroid merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai. Sulit
untuk memperoleh angka insiden untuk kasus ini. Tapi pengalaman klinik
menyokong dugaan bahwa sangat banyak orang baik laki- laki maupun
perempuan yang menderita hemoroid. Banyak yang lebih banyak lagi menderita
hemoroid dalam bentuk tanpa gejala atau keluhan. Dikatakan baik pria dan wanita
memiliki peluang yang sama untuk menderita hemoroid. Semua orang diatas 30
tahun mempunyai kemungkinan 30-50 terserang hemoroid
!nsidensi hemoroid meningkat dengan bertambahnya usia. "amun tidak
menutup kemungkinan penyakit ini hanya diderita oleh orang tua saja. Hemoroid
dapat mengenai semua usia bahkan di jumpai pada anak-anak. #alaupun
hemoroid tidak mengan$am keselamatan jiwa tetapi dapat menyebabkan perasaan
tidak nyaman. Hanya bila hemoroid menyebabkan keluhan atau penyulit saja
maka diperlukan tindakan
%
Klinik Dokter Keluarga FK UNISMA "o. &' (
Berkas Pembinaan Keluarga "ama pasien ( "y. S
PKM Jabung "ama )) ( Tn. *
KARAKERISIK DEM!"RAFI KELUAR"A
"ama kepala keluarga ( "y.S
*lamat lengkap ( )emantren+ ,abung
Bentuk )eluarga ( Nuclear Family
Da-tar *nggota )eluarga yang Tinggal Dalam Satu &umah
"o "ama )edudukan ./0 1mur 0endidikan 0ekerjaan
0asien
klinik
)et
%. Tn.* )) . 20 SD 0edagang Tidak -
3. "y. S !stri 0 33 SD !&T iya
Hemoroid
stage !!
3. *n. ! *nak ! . %2 S'0 pelajar Tidak -
2. *n. 4 *nak !! 0 2 SD
Belum
sekolah
Tidak -
)esimpulan(
)elurga "y. S adalah Nuclear family yang terdiri atas 2 orang. Terdapat beralamat di Desa
)emantren+ ,abung+ 'alang. Diagnosa klinis penderita adalah Hemoroid Stage !!.
3
BAB II
SAUS PENDERIA
A# ANAMNESIS
$# I%entitas Pen%erita
"ama ( "y. S
1mur ( 33 tahun
,enis kelamin ( 0erempuan
0ekerjaan ( !&T
0endidikan ( SD
*gama ( !slam
*lamat ( )emantren
Status 0ernikahan ( 'enikah
Suku ( ,awa
Tanggal periksa ( %0 Desember 30%3
&# Kelu'an Utama ( benjolan di anus
)# Ri*a+at Pen+akit Sekarang (
"y. S datang ke 0uskesmas ,abung dengan benjolan di anus sejak 3 bulan
yg lalu. Benjolan mula-mula keluar benjolan ke$il dan semakin lama
semakin bertambah besar. Benjolan tersebut bisa masuk sendiri setelah
B*B. Sejak 5 % minggu yang lalu pasien merasa tidak nyaman saat jalan
maupun duduk. 'enurut pasien benjolan tersebut teraba lunak saat diraba
dan tidak berbenjol-benjol. 0asien juga mengeluh ketika B*B terasa nyeri
dan panas disekitar anus+ dan juga terasa gatal disekitar anus dan keluar
darah merah segar menetes di akhir B*B dan tidak ber$ampur dengan
-esesnya. 0asien jarang mengkonsumsi sayur-sayuran+ dan juga
mengkonsumsi buah. Setiap hari pasien minum air putih sekitar 2 gelas
sehari
- &iwayat 0enyakit Dahulu(
- &iwayat sakit serupa ( sebelumnya tidak pernah mengalami
penyakit yang sama
3
- &iwayat hipertensi ( disangkal
- &iwayat ken$ing manis ( disangkal
- &iwayat alergi obat ( disangkal
,# Ri*a+at Pen+akit Keluarga
- &iwayat keluarga sakit serupa ( disangkal
- &iwayat hipertensi ( disangka
- &iwayat sakit gula ( disangkal
-# Ri*a+at Kebiasaan
- &iwayat pengisian waktu luang ( menonton T6 atau berkumpul dengan
tetangga.
- &iwayat olahraga ( jarang sekali.
.# Ri*a+at Psiko Sosio Ekonomi
0asien 0asien adalah seorang !&T sedangkan suami pasien adalah
Tn. * 720 thn8 merupakan wiraswasta dengan gaji % juta/bulan. 0asien
memiliki 3 orang putra+ anak pertama *n. % 7%2 thn8+ anak !! *n.4
72tahun8. 0enghasilan sehari9hari suami pasien digunakan untuk
membiayai kehidupan sehari-hari dan dan keluarga pasien memiliki
status ekonomi yang $ukup.
Hubungan pasien dengan tetangga sekitar rumah juga baik karena
pasien $ukup akti- mengikuti beberapa kegiatan di lingkungan sekitar
seperti pengajian+
0asien makan sehari-hari biasanya 3 kali/hari+ terkadang 3
kali/hari. Berupa nasi sepiring+ sayur+ dan lauk pauk. Terkadang dengan
telur+ tahu+ tempe+ dan ayam. 0asien tidak suka makan buah-buahan dan
sayuran serta jarang minum air putih+ lebih sering minum kopi atau teh.
/# Anamnesis Sistem
a. )ulit ( #arna kulit sawo matang+ kulit gatal 7-8
b. )epala ( Sakit kepala 7-8+ pusing 7-8+ rambut kepala tidak rontok+
luka pada kepala 7-8+ benjolan/borok di kepala 7-8
2
$. 'ata ( 0andangan mata berkunang-kunang 7-8+ penglihatan kabur
7-8+ ketajaman baik
d. Hidung ( Tersumbat 7-8+ mimisan 7-8
e. Telinga ( 0endengaran berkurang 7-8+ berdengung 7-8+ keluar $airan
7-8
g. 'ulut ( Sariawan 7-8+ mulut kering 7-8
h. Tenggorokan ( Sakit menelan 7-8+ serak 7-8
i. 0erna-asan ( Sesak na-as 7-8+ mengi 7-8
j. )ardio:askuler ( Berdebar-debar 7-8+ nyeri dada 7-8+ ampeg 7-8
k. ;astrointestinal ( 'ual 7-8+ muntah 7-8+ diare 7-8+ na-su makan
menurun 7-8+ nyeri perut 7-8
l. ;enitourinaria ( B*) lan$ar+ 3-5 kali/hari+ ken$ing malam dalam batas
normal+ warna dan jumlah dalam batas normal# Ben0olan
%i anus se0ak ) bulan +ll1 n+eri %an 2anas %isekitar
anus1 gatal %isekitar anus %an keluar %ara' mera'
segar menetes %i ak'ir BAB %an ti%ak ber3am2ur
%engan 4esesn+a
m. "europsikiatri ( "eurologik ( kejang 7-8+ lumpuh 7-8
0sikiatrik ( emosi stabil+ mudah marah 7-8
n. 'uskuloskeletal ( )aku sendi 7-8+ nyeri tangan 7-8+ nyeri kaki 7-8+ nyeri otot
7-8
o. 4kstremitas ( *tas sebelah kiri ( bengkak 7-8+ luka dan nyeri 7-8
*tas sebelah kanan ( bengkak 7-8+ luka dan nyeri 7-8
Bawah sebelah kiri ( bengkak 7-8+ luka 7-8+ nyeri 7-8
Bawah sebelah kanan ( bengkak 7-8+ luka 7-8+ sakit 7-8
B# PEMERIKSAAN FISIK
%. )eadaan 1mum
Tampak sakit ringan+ kesadaran $ompos mentis 7;<S 4
2
6
5
'
=
8+ status gi>i
kesan $ukup.
3. Tanda 6ital dan Status ;i>i
- Tensi ( %30/?0 mmHg
- "adi ( ?= @/menit+ reguler+ isi $ukup
5
- && ( 30 @/menit
- Suhu ( 3=+A
o
<
- BB ( 52 kg
- TB ( %50 $m B'! ( 52/7%+58
3
B 32 7 normoweight8
3. )ulit ( #arna sawo matang+ ikterik 7-8+ sianosis 7-8
2. )epala ( Bentuk meso$ephal+ tidak ada luka+ rambut tidak mudah
di$abut+ atro-i m. Temporalis 7-8+ makula 7-8+ papula 7-8+
nodula 7-8+ kelainan mimik wajah/bells palsy 7-8
5. 'ata ( )onjugti:a anemis 7-/-8+ sklera ikterik 7-/-8+ pupil isokor
73mm/3mm8+ re-lek kornea 7C/C8+ katarak 7-/-8+
radang/$onjun$ti:itis/u:eitis 7-/-8
=. Hidung ( "a-as $uping hidung 7-8+ sekret 7-8+ epistaksis 7-8+
de-ormitas hidung 7-8+ hiperpigmentasi 7-8+ sadle nose 7-8
D. 'ulut ( Bibir pu$at 7-8+ bibir kering 7-8+ lidah kotor 7-8+ papil lidah
atro-i 7-8+ tepi lidah hiperemis 7-8+ tremor 7-8
?. Telinga ( "yeri tekan mastoid 7-8+ sekret 7-8+ pendengaran
berkurang 7-8+ $uping telinga dalam batas normal
A. Tenggorokan ( Tonsil membesar 7-8+ pharing hiperemis 7-8
%0. .eher ( ,60 75C38 $mH3E tidak meningkat+ trakea ditengah+
pembesaran kelenjar tiroid 7-8+ pembesaran kelenjar lim-e
7-8+ lesi pada kulit 7-8
%%. Thoraks
Simetris+ retraksi interkostal 7-8+ retraksi suprasternal 7-8
- <or ( ! ( !$tus $ordis tak tampak
0 ( !$tus $ordis tak kuat angkat
0 ( batas kiri atas ( S!< !! .inea 0arasternal Sinistra
batas kanan atas ( S!< !! .inea 0arasternal De@tra
batas kiri bawah ( S!< 6 .inea 'id$la:i$ular Sinistra
batas kanan bawah (S!< !6 .inea 0arasternal De@tra
batas jantung kesan tidak melebar
*( B, !9!! intensitas normal+ regular+ bising 7-8
- 0ulmo( 7depan dan belakang8
=
! ( 0engembangan dada kanan B kiri
0 ( Fremitus raba kanan B kiri
0 ( Sonor / sonor
*( Suara dasar :esikuler 7C/C8+ suara tambahan 7-/-8
%3. *bdomen
! ( Dinding perut sejajar dengan dinding dada+ :enektasi 7-8
0 ( Supel+ nyeri tekan 7-8+ hepar dan lien tak teraba
0 ( Timpani
* ( Bising usus 7C8 "ormal
%3. Sistem <ollumna 6ertebralis
! ( De-ormitas 7-8+ skoliosis 7-8+ kiphosis 7-8+ lordosis 7-8
0 ( "yeri tekan 7-8
0 ( ")<6 7-/-8
%2. 4ktremitas( palmar eritema 7-/-8+ jari tabuh 7-/-8
akral hangat oedem
C C - -
C C - -
%5. Sistem genetalia(
Status Lokalis
Regio Anus
!nspeksi ( benjolan dengan diameter % $m di tepi re$tum lateral kiri 7arah
jam 38+ odem 7-8+ eritema7-8
0alpasi ( benjolan konsistensi kenyal+ permukaan halus+ darah 7C8
&T( mukosa halus+ thrombus 7-8+ tonus spingter ani 7C8 baik+ nyeri
7C8+ teraba adanya massa padat+ pada sarung tangan tidak ada
darah 7C8.
%=. 0emeriksaan "eurologik
Fungsi .uhur ( Dalam batas normal
Fungsi 6egetati- ( Dalam batas normal
Fungsi Sensorik ( Dalam batas normal
Fungsi motorik (
D
) 5 5 T " " &F 3 3 &0 - -
5 5 " " 3 3 - -
%D. 0emeriksaan 0sikiatrik
0enampilan ( Sesuai umur+ perawatan diri $ukup
)esadaran ( )ualitati- tidak berubahG kuantitati- $ompos mentis
*-ek ( Appropriate
0sikomotor ( "ormoakti-
0roses pikir ( Bentuk( realistik
!si ( waham 7-8+ halusinasi 7-8+ ilusi 7-8
*rus ( koheren
!nsight ( Baik
5# RESUME
"y. S datang ke 0uskesmas ,abung keluar benjolan di anus sejak 3 bulan yg
lalu. 'ula 9 mula keluar benjolan ke$il dan semakin lama semakin bertambah
besar. Benjolan tersebut mulanya bisa masuk sendiri setelah B*B. Sejak 5 %
minggu yang lalu pasien merasa tidak nyaman saat jalan maupun duduk.
'enurut pasien benjolan tersebut teraba lunak saat diraba dan tidak berbenjol-
benjol. 0asien juga mengeluh ketika B*B terasa nyeri dan panas disekitar
anus+ dan juga terasa gatal disekitar anus dan keluar darah merah segar
menetes di akhir B*B dan tidak ber$ampur dengan -esesnya. Dan pasien
mengaku akhir-akhir ini biasanya pada $elana dalam terdapat ber$ak darah.
0asien jarang mengkonsumsi sayur-sayuran+ dan juga mengkonsumsi buah.
Setiap hari pasien minum air putih sekitar 2 gelas sehari
0ada pemeriksaan -isik didapatkan Tampak sakit ringan+ kesadaran
$omposmentis 7;<S 4
2
6
5
'
=
8+ status gi>i kesan $ukup. Tanda :ital TD (
%30/?0 mmHgG "adi ( ?= @/menit+ regular+ isi $ukupG && ( 30 @/menitG S (
3=+A
o
<. Status lokalis regio anus pada !nspeksi (benjolan dengan diameter %
$m di tepi re$tum lateral kiri 7arah jam 38+ odem 7-8+ eritema7-8 0alpasi (
benjolan konsistensi kenyal+ permukaan halus+ darah 7C8. &T( mukosa halus+
thrombus 7C8+ tonus spingter ani 7C8 baik+ nyeri 7-8+ teraba adanya massa
padat+ pada sarung tangan tidak ada darah 7C8.
?
DIA"N!SIS H!LISIK
"y. S dengan Hemoroid grade !! dengan keluarga yang saling memperhatikan+
namun kurang memperhatikan lingkungan yang sehat.
$# Diagnosis Biologis
Hemoroid grade !!
&# Diagnosis Psikologis
Hubungan dengan anggota keluarga yang lain saling mendukung+ saling
memperhatikan kondisi kesehatan.
)# Diagnosis Sosial Ekonomi %an Bu%a+a
a8 Status ekonomi kesan kurang.
b8 0enyakit mengganggu akti-itas sehari-hari.
D# PENAALAKSANAAN
Non Me%ika mentosa
- 'enjaga kebersihan daerah anus.
- 4dukasi mengenai penyakit hemoroid+ -aktor resiko dan komplikasi yang
mungkin terjadi
- )onsumsi makanan yang mengandung banyak sayur dan minum air putih
? gelas perhari
Me%ikamentosa
- *sam 'e-enamat 3 @ 500 mg
- 6itamin B <omplek %@%
- Dul$ola@ supposutoria
A
BAB III
IDENIFIKASI FUN"SI6 FUN"SI KELUAR"A
A# FUN"SI H!LISIK
$# Fungsi Biologis
)eluarga terdiri dari pasien 7"y. S+ 33 tahun8+ suami Tn. * 720
tahun8 *nak pertama pasien 7*n. !+ %2 tahun8 dan anak kedua pasien
7*n. 4+ 2 tahun8. Selama sakit ini+ pasien menggalami gangguan dalam
melakukan akti:itas sehari-hari dan tidak dapat menjalankan tugasnya
sebagai ibu rumah tangga.
&# Fungsi Psikologi
Hubungan keluarga antara "y. S+ suami dan kedua anaknya
terjalin $ukup baik+ dan saling memperhatikan satu sama lain. "amun
terkadang masalah kesehatan kurang diperhatikan karena kesibukan
masing-masing anggota keluarga serta keterbatasan biaya dan
pengetahuan.
)# Fungsi Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari+ mereka hanya anggota masyarakat
biasa+ tidak mempunyai kedudukan sosial tertentu dalam masyarakat.
Dalam kehidupan sosial "y. S termasuk akti- dalam kegiatan
kemasyarakatan seperti pengajian.
,# Fungsi Ekonomi %an Pemenu'an Kebutu'an
0enghasilan keluarga selama ini tidak menentu dan terkesan kurang.
1ntuk biaya hidup sehari-hari seperti makan+ minum+ dan listrik berasal dari
penghasilan suami pasien yang bekerja berjualan di pasar. 1ntuk kebutuhan air
dengan menggunakan air sumur. 1ntuk memasak memakai kompor .0; dan
tungku. 1ntuk biaya sekolah kedua anaknya diperoleh dari hasil penjualan
suami di pasar. 1ntuk makan+ biasanya pasien makan sebanyak 3-3 kali/hari+
%0
dengan nasi+ dan lauk pauk seperti telur+ tahu+ tempe+ dan ayam tidak pernah
makan sayur dan buah. ,ika ada keluarga yang sakit biasa beli obat di di
warung+ apabila tidak sembuh baru berobat ke puskesmas terdekat.
)esimpulan (
Dari poin satu sampai empat dari -ungsi holistik+ -ungsi biologis pasien
mengalami gangguan dimana pasien adalah seorang penderita hemoroid grade
!!. Fungsi psikologis keluarga "y. S yang berumur 33 tahun+ $ukup baik akan
tetapi karena kurangnya pengetahuan dan biaya menyebabkan kemauan
keluarga "y. S untuk segera men$ari pengobatan masih kurang. Fungsi
ekonomi keluarga ini juga terganggu karena penghasilan tidak menentu dan
terkesan kurang.
B# FUN"SI FISI!L!"IS 7A#P#"#A#R S5!RE8
1ntuk menilai -ungsi -isiologis keluarga ini digunakan A#P#"#A#R
S5!RE dengan nilai hampir selalu B 3+ kadang B %+ hampir tidak pernah B 0.
A#P#"#A#R S5!RE disini akan dilakukan pada masing-masing anggota
keluarga dan kemudian dirata-rata untuk menentukan -ungsi -isiologis
keluarga se$ara keseluruhan. "ilai rata-rata %-2 B jelek+ 5-D B sedang+ ?-%0 B
baik.
1. Adaptasi
)emampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan anggota keluarga
yang lain+ serta penerimaan+ dukungan dan saran dari anggota keluarga yang
lain.
2. Partnership
'enggambarkan komunikasi+ saling membagi+ saling mengisi antara anggota
keluarga dalam segala masalah yang dialami oleh keluarga tersebut.
3. Growth
'enggambarkan dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang dilakukan
anggota keluarga tersebut.
4. Affection
'enggambarkan hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota keluarga.
%%
. !esol"e
'enggambarkan kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan waktu
yang dihabiskan bersama anggota keluarga yang lain.
abel &. *0;*& "y. S terhadap keluarga
A#P#"#A#R N+# S er'a%a2 Keluarga
Ham2ir
selalu
Ka%ang6
ka%ang
Ham2ir
ti%ak
2erna'
A
Sa+a 2uas ba'*a sa+a %a2at kembali ke
keluarga sa+a bila sa+a meng'a%a2i masala'

P
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a
memba'as %an membagi masala' %engan sa+a

"
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a menerima
%an men%ukung keinginan sa+a untuk
melakukan kegiatan baru atau ara' 'i%u2 +ang
baru

A
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a
mengeks2resikan kasi' sa+angn+a %an
meres2on emosi sa+a se2erti kemara'an1
2er'atian %ll

R
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a %an sa+a
membagi *aktu bersama6sama

Total poin B =
abel ). *0;*& Tn. * terhadap keluarga
A#P#"#A#R n# A er'a%a2 Keluarga
Ham2ir
selalu
Ka%ang6
ka%ang
Ham2ir
ti%ak
2erna'
A
Sa+a 2uas ba'*a sa+a %a2at kembali ke keluarga
sa+a bila sa+a meng'a%a2i masala'

P
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a memba'as
%an membagi masala' %engan sa+a

"
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a menerima
%an men%ukung keinginan sa+a untuk
melakukan kegiatan baru atau ara' 'i%u2 +ang
baru

A
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a
mengeks2resikan kasi' sa+angn+a %an meres2on
emosi sa+a se2erti kemara'an1 2er'atian %ll

R
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a %an sa+a
membagi *aktu bersama6sama

Total poin B =
abel ,. *0;*& *n. ! terhadap keluarga
A#P#"#A#R An# I er'a%a2 Keluarga
Ham2ir
selalu
Ka%ang6
ka%ang
Ham2ir
ti%ak
2erna'
A
Sa+a 2uas ba'*a sa+a %a2at kembali ke keluarga
sa+a bila sa+a meng'a%a2i masala'

%3
P
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a memba'as
%an membagi masala' %engan sa+a

"
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a menerima
%an men%ukung keinginan sa+a untuk
melakukan kegiatan baru atau ara' 'i%u2 +ang
baru

A
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a
mengeks2resikan kasi' sa+angn+a %an meres2on
emosi sa+a se2erti kemara'an1 2er'atian %ll

R
Sa+a 2uas %engan 3ara keluarga sa+a %an sa+a
membagi *aktu bersama6sama

Total poin B ?
A#P#"#A#R S5!RE keluarga pasien B 7=C=C?8 / 3B =+D
)esimpulan ( -ungsi -isiologis keluarga pasien sedang
Se$ara keseluruhan total poin dari A#P#"#A#R keluarga pasien adalah
30+ sehingga rata-rata A#P#"#A#R dari keluarga pasien adalah =+D. Hal ini
menunjukkan bahwa -ungsi -isiologis yang dimiliki keluarga pasien dalam
keadaan sedang.
5# FUN"SI PA!L!"IS 7S#5#R#E#E#M8
Fungsi patologis dari keluarga "y. S dinilai dengan menggunakan
S.<.&.4.4.' sebagai berikut (
abel -# Fungsi patologis 7 S.<.&.4.' 8 dari keluarga "y. S
%3
)esimpulan (
Dalam keluarga "y. S terdapat masalah -ungsi patologis pada -ungsi
4$onomi$+ #ducation$ dan %edical.
D# "EN!"RAM
*lamat lengkap ( )emantren
Bentuk )eluarga ( Nuclear Family
Diagram 1. Genogram Keluarga Ny. S
%2
SUMBER PA!L!"I KE
Social
!nteraksi sosial yang baik antar anggota keluarga juga dengan saudara+
partisipasi mereka dalam kegiatan kemasyarakatan $ukup akti-.
-
Cultural
)epuasan atau kebanggaan terhadap budaya baik+ hal ini dapat dilihat dari
pergaulan sehari-hari baik dalam keluarga maupun di lingkungan+ banyak
tradisi budaya yang masih diikuti. Sering mengikuti a$ara-a$ara yang
bersi-at hajatan+ sunatan+ dll. 'enggunakan bahasa jawa+ tata krama dan
kesopanan.
-
Religion
0emahaman agama $ukup. 0enerapan ajaran juga baik+ hal ini dapat
dilihat dari penderita dan keluarga yang rutin menjalankan sholat lima
waktu dan sering mengikuti pengajian di desa.
-
Economic
Ekonomi keluarga ini terkesan kurang1 untuk kebutu'an 2rimer
su%a' %a2at ter2enu'i1teta2i terka%ang belum mam2u men3uku2i
kebutu'an sekun%er serta ti%ak mememiliki ren3ana ekonomi#
9
Education
Pen%i%ikan anggota keluarga kurang mema%ai# Pengeta'uan %an
2ema'aman mengenai kese'atan 2a%a keluarga ini kurang#
9
Medical
Keluarga ini belum mengangga2 2emeriksaan rutin kese'atan
sebagai kebutu'an# Dalam men3ari 2ela+anan kese'atan keluarga
ti%ak mem2un+ai kartu 0aminan kese'atan# A2abila a%a anggota
keluarga +ang sakit akan membeli obat ke *arung atau a2otek1
a2abila ti%ak sembu' baru berobat ke 2uskesmas ter%ekat#
9
Tn.'
"y.
S
Tn.D
"y.0
Tn.B
"y.
#
Tn.*
Tn. *
"y.S
*n.!
*n.4
&umber ' (ata Primer$ 14)anuari 2*13
)eterangan(
( .aki-laki ( pasien
( 0erempuan ( telah meninggal
)esimpulan (
Dari genogram di atas dapat disimpulkan bahwa hemoroid grade !! yang
diderita oleh "y. S bukan merupakan penyakit yang diturunkan atau
ditularkan dari anggota keluarga yang lain.
E# INF!RMASI P!LA INERAKSI KELUAR"A
Diagram 2. Pola Interaksi Keluarga Ny. S
&umber ' (ata Primer$ 1* (eseember 2*13
)eterangan ( hubungan baik
)esimpulan (
Hubungan antara "y. S dengan suami dengan anak pertama dan anak
kedua $ukup baik. Dalam keluarga ini tidak pernah terjadi kon-lik atau
hubungan buruk antar anggota keluarga.
%5
"y.S
*n. 4
*n.!
Tn. *
BAB I:
IDENIFIKASI FAK!R6FAK!R ;AN" MEMPEN"ARUHI
KESEHAAN
A# I%enti4ikasi Faktor Perilaku %an Non Perilaku Keluarga
$# Faktor Perilaku Keluarga
"y. S adalah seorang ibu rumah tangga. "y. S memiliki dua orang
anak yaitu *n. ! 7%2 tahun+ kelas 3 S'08 dan *n. 4 72 tahun+ belum
sekolah8
a8 0engetahuan
)eluarga ini memiliki pengetahuan yang $enderung kurang tentang
kesehatan. 0endidikan pasien dan suaminya hanyalah lulusan SD+
anak pertama pasien masih kelas 3 S'0+ sedangkan anak kedua
pasien masih belum sekolah.
b8 Sikap
%=
)eluarga ini peduli terhadap kesehatan pasien. Dimana anak pertama
mengantarkan ibunya untuk berobat+ demi kesembuhan pasien.
$8 Tindakan
)eluarga mengantarkan pasien untuk berobat ke puskesmas untuk
memeriksakan kondisi kesehatannya dan pasien patuh terhadap
pengobatan.
&# Faktor Non Perilaku
Faktor non perilaku yang mempengaruhi kesehatan masyarakat
adalah lingkungan hidup. .ingkungan hidup adalah segala sesuatu baik
benda maupun keadaan yang berada di sekitar manusia+ yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat+ yaitu lingkungan
biologiG lingkungan -isikG lingkungan ekonomi dan lingkungan sosial
74ntjang+ 30008.
)eadaan perumahan adalah salah satu -aktor yang menentukan
keadaan higiene dan sanitasi lingkungan. 0erumahan yang terlalu rapat dan
sempit mengakibatkan tingginya kejadian penyakit+ ke$elakaan dan lain-
lain. rumah yang sehat menurut #inslow adalah yang mampu memenuhi
kebutuhan -isiologis+ psikologis+ menghindari terjadinya ke$elakaan+ dan
menghindari terjadinya penyakit 7Sukarni+ %AA28.
a. .ingkungan
&umah yang dihuni oleh keluarga ini terletak di pinggir jalan dan
berdempetan dengan tetangganya. &umah tersebut kurang memenuhi
standar kesehatan. Dimana :entilasi dan pen$ahayaan rumah tersebut
kurang. .istrik sudah ada+ kamar mandi dan jamban sudah ada.
0embuangan limbah keluarga sudah dialirkan ke dalam got pembuangan
limbah yang ada di depan rumah. 1ntuk pengelolaan sampah+ sampah
keluarga dibuang di pembuangan sampah yang ada di belakang rumah
untuk kemudian dibakar oleh pasien. Tetapi untuk kebersihan rumah
masih kurang terjaga kerena masih banyak mainan anak yang
berserakan di mana-mana serta perabotan rumah tanga yang berdebu
dan tida pernah di bersihkan.
%D
b. 0elayanan )esehatan
*pabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit+ maka akan
membeli obat di apotek atau warung yang terletak di dekat rumah.
Tetapi apabila keluhan tidak mereda atau masih belum sembuh+
keluarga ini baru pergi ke puskesmas terdekat untuk berobat.
$. )eturunan
Dalam keluarga tidak didapatkan keluarga yang pernah menderita
penyakit tersebut.
Diagram . !aktor Perilaku dan Non Perilaku
)eterangan(
( Faktor 0erilaku
( Faktor "on 0erilaku
B# I%enti4ikasi Lingkungan Ruma'
%?
)eluarga "y. S
Pengeta'uan (
)eluarga kurang
mengetahui penyakit
penderita
Keturunan(
Tidak ada -aktor keturunan
Pela+anan Kese'atan(
Jika sakit beli obat %i a2otek1
0ika ti%ak sembu' baru
berobat ke 2uskesmas#
in%akan(
)eluarga mengantarkan
penderita berobat ke
puskesmas
Sika2(
)eluarga $ukup peduli
terhadap penyakit
pasien.
Lingkungan(
Keluarga kurang mema'ami
2entingn+a kebersi'an
lingkungan ter'a%a2
kese'atan 2en%erita
%. ;ambaran .ingkungan
)eluarga ini tinggal di sebuah rumah berukuran D m @ ? m yang
berdempetan dengan rumah tetangga. &umah ini terdiri dari satu ruang
tamu+ satu ruang keluarga+ tiga kamar tidur+ satu dapur+ satu kamar mandi
yang sudah memiliki -asilitas jamban keluarga dan satu mushola . 0intu
masuk dan keluar ada dua+ di bagian depan rumah dan di bagian belakang
rumah pintu ditutup dengan bahan kayu. Terdapat jendela ka$a di depan
rumah dan jendela kayu di belakang rumah. .antai rumah terbuat dari
plester. 6entilasi dan penerangan rumah terkesan kurang karena jendela
hanya terletak di depan rumah dan di belakang rumah saja+ serta kamar
yang tidak memiliki :entilasi tetapi hanya lubang angin-angin pada setiap
kamar. *tap rumah tersusun dari genteng. )amar memiliki satu kasur
untuk tidur. Dinding rumah berupa tembok batu bata yang sudah di$at.
0erabotan rumah tangga lengkap. Sehari-hari keluarga memasak
menggunakan .0;. Sumber air untuk kebutuhan sehari-harinya keluarga
ini menggunakan sumur. Se$ara keseluruhan kebersihan rumah masih
kurang terjaga+ dibeberapa sudut rumah terdapat berbagai barang yang
bertumpuk dan mainan anak yang berserakan di lantai.
3. Denah &umah

1
%A
&uang tamu
&uang
keluarga
)amar %
musholla
)amar 3
Teras
rumah
dapur
)amar 3
)esimpulan ( .ingkungan rumah kurang memenuhi syarat kesehatan.
BAB :
DAFAR MASALAH
A# MASALAH MEDIS (
Hemoroid grade !!
B# MASALAH N!N MEDIS (
%. Tingkat pengetahuan keluarga "y. S tentang kesehatan kurang.
3. )ondisi lingkungan dan rumah "y. S kurang sehat.
3. Fungsi -isiologis keluarga "y. S sedang.
2. )ondisi ekonomi keluarga "y. S yang terkesan kurang.
5# DIA"RAM PERMASALAHAN PASIEN
7'enggambarkan hubungan antara timbulnya masalah kesehatan yang ada
dengan -aktor--aktor resiko yang ada dalam kehidupan pasien8
Diagram ,# Permasala'an Pasien
30
)amar
mandi

D# MARIKULASI MASALAH
0rioritas masalah ini ditentukan melalui teknik kriteria matriks. 7*>rul+ %AA=8
abel .. 'atrikulasi masalah
No# Da4tar Masala' I R Jumla'
I<<R 0 S SB 'n 'o 'a
%. Tingkat pengetahuan
keluarga "y. S tentang
kesehatan kurang
5 2 2 2 3 3 3 ?=20
3. )ondisi lingkungan dan
rumah "y. S kurang
sehat
2 2 2 3 3 3 3 3302
3 Fungsi -isiologis keluarga
"y. S sedang.
2 3 3 3 3 3 2 %D3?
2 )ondisi ekonomi
keluarga "y. S yang
terkesan kurang
2 3 3 3 3 3 3 3A%=
)eterangan (
! ( +mportancy 7pentingnya masalah8
0 ( Pre"alence 7besarnya masalah8
S ( &e"erity 7akibat yang ditimbulkan oleh masalah8
SB ( &ocial ,enefit 7keuntungan sosial karena selesainya masalah8
T ( -echnolo.y 7teknologi yang tersedia8
& ( !esources 7sumber daya yang tersedia8
'n ( %an 7tenaga yang tersedia8
'o ( %oney 7sarana yang tersedia8
3%
Kon%isi ekonomi
keluarga N+# S +ang
terkesan kurang#
N+# S %engan
Hemoroi% "ra%e II
Kon%isi lingkungan
%an ruma' N+# S
kurang se'at
Fungsi 4isiologis
keluarga N+# S se%ang#
ingkat 2engeta'uan
keluarga N+# S
tentang kese'atan
kurang
'a ( %aterial 7pentingnya masalah8
)riteria penilaian (
% ( tidak penting
3 ( agak penting
3 ( $ukup penting
2 ( penting
5 ( sangat penting
E# DIA"N!SA H!LISIK
$# As2ek Personal (
)eluhan 1tama( keluar benjolan di anus
Harapan( 0asien berharap agar keluhannya bisa $epat
sembuh+ bisa melakukan akti-itas sehari-hari+ dan mampu
bekerja kembali serta tidak kambuh kembali.
)ekhawatiran( 0asien takut kambuh dan tidak dapat
melakukan akti:itas sehari-hari serta tidak dapat bekerja
lagi.
3. As2ek Klinis (
Hemoroid grade !!
)# As2ek Resiko Internal (
0egetahuan tentang penyakit masih kurang
,# As2ek Resiko Eksternal (
.ingkungan rumah yang kurang sehat. )ebersihan dan kerapian rumah yang
tidak terjaga.
-# As2ek Fungsional(
*kibat penyakit ini pasien sedikit terganggu dalam melakukan akti:itas sehari-
hari 7derajat 38
F# PENAALAKSANAAN K!MPREHENSIF
$# Promoti4 (
33
"y.S dan keluarga perlu diberikan penjelasan mengenai penyakit
Hemoroid grade !! dan komplikasinya yang mungkin timbul
'en$iptakan kondisi rumah yang bersih+ nyaman dan sehat.
4dukasi mengenai $ara pengobatan penyakit Hemoroid grade !!
&# Pre=enti4 (
'enjaga kebersihan badan.
'akan- makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran dan
buah-buahan serta perbanyak minum air putih paling tidak ? gelas perhari
'engurangi duduk dan mengedan.
)# Kurati4 (
Segera pergi ke puskesmas bila keluhan kembali mun$ul.
)ontrol kembali ke puskesmas jika obat habis.
,# Re'abilitati4 (
0enderita dianjurkan untuk makan makanan yang bergi>i yang banyak
mengandung serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minum air
putih sebanyak ? gelas sehari untuk men$egah kekambuhan.
BAB :I
INJAUAN PUSAKA
.#$ Anatomi
.#$#$ Anatomi Kanalis Anal
)analis anal memiliki panjang sekitar 2 $m+ yang dikelilingi dengan
mekanisme s-ingter anus. Setengah bagian atas dari kanalis anal dilapisi oleh
mukosa glandular rektal. 'ukosa bagian teratas dari kanalis anal berkembang
sampai =-%0 lipatan longitudinal+ yang disebut columns of %or.a.ni+ yang masing
masing memiliki $abang terminal dari arteri rektal superior dan :ena. .ipatan-
lipatan ini paling menonjol di bagian lateral kiri+ posterior kanan dan kuadran
anterior kanan+ dimana :ena membentuk pleksus :ena yang menonjol. 'ukosa
glandular relati- tidak sensiti-+ berbeda dengan kulit kanalis+ kulit terbawahnya
lebih sensiti-.
33
'ekanisme spinter anal memiliki tiga unsur pembentuk+ spinter internal$
spinter e/sternal dan pubore/talis. Spinter internal merupakan kontinuasi yang
semakin menebal dari muskular dinding ginjal. &pinter e/sternal dan pubore/talis
slin. 7yang merupakan bagian dari le:ator ani8 mun$ul dari dasar pel:is.
6askularisasi rektum dan kanalis anal sebagian besar diperoleh melalui
arteri hemoroidalis superior+ media+ dan in-erior. *rteri hemoroidalis superior
merupakan kelanjutan akhir arteri mesentrika in-erior. *rteri hemoroidalis media
merupakan $abang ke anterior dari arteri hipogastrika. *rteri hemoroidalis in-erior
di$abangkan oleh arteri pubenda interna yang merupakan $abang dari arteri ilia$a
interna+ ketika arteri tersebut melewati bagian atas spina is$hiadi$a.
Sedangkan :ena-:ena dari kanalis anal dan rektum mengikuti perjalanan
yang sesuai dengan perjalanan arteri. 6ena-:ena ini berasal dari 3 pleksus yaitu
pleksus hemoroidalis superior 7interna8 yang terletak di submukosa atas anorectal
0unction+ dan pleksus hemoroidalis in-erior 7eksterna8 yang terletak di bawah
anorectal 0unction dan di luar lapisan otot.
simpatik berasal dari pleksus mesentrikus in-erior dan dari sistem parasakral yang
terbentuk dari ganglion simpatis lumbal ruas kedua+ ketiga+ dan keempat.
0ersara-an parasimpatik 7ner:i erigentes8 berasal dari sara- sakral kedua+ ketiga+
dan keempat.
.#$#& Fisiologi Rektum %an Anus
Fungsi utama dari rektum dan kanalis anal ialah untuk mengeluarkan massa
-eses yang terbentuk di tempat yang lebih tinggi dan melakukan hal tersebut
dengan $ara yang terkontrol. &ektum dan kanalis anal tidak begitu berperan dalam
proses pen$ernaan+ selain hanya menyerap sedikit $airan. Selain itu sel-sel ;oblet
mukosa mengeluarkan mukus yang ber-ungsi sebagai peli$in untuk keluarnya
massa -eses.
0ada hampir setiap waktu rektum tidak berisi -eses. Hal ini sebagian
diakibatkan adanya otot s-ingter yang tidak begitu kuat yang terdapat pada
rectosimoid 0unction$ kira-kira 30 $m dari anus. Terdapatnya lekukan tajam dari
tempat ini juga memberi tambahan penghalang masuknya -eses ke rektum. *kan
tetapi+ bila suatu gerakan usus mendorong -eses ke arah rektum+ se$ara normal
hasrat de-ekasi akan timbul+ yang ditimbulkan oleh re-leks kontraksi dari rektum
32
dan relaksasi dari otot s-ingter. Feses tidak keluar se$ara terus-menerus dan
sedikit demi sedikit dari anus berkat adanya kontraksi tonik otot s-ingter ani
interna dan eksterna.
.#& De4inisi
Hemoroid adalah bantalan yang terspesialisasi+ memiliki banyak :askular di
dalam anal kanal pada ruang submukosa. Bantalan :askular ini merupakan
struktur anatomi normal dari anal kanal. !stilah Hpenyakit hemoroidI ditujukan
pada :ena-:ena disekitar anus atau rektum bagian bawah mengalami
pembengkakan+ perdarahan+ penonjolan 7prolapse8+ nyeri+ trombosis+ mucous
dischar.e+ dan pruritus.
%+3+5
)embalinya darah dari anal kanal melalui dua sistem+ yaitu melalui portal
dan sistemik. Hubungan antara kedua sistem ini terjadi pada linea dentata.
3
0leksus :ena dan sinusoid di bawah linea dentata membentuk hemoroid eksterna+
mengalirkan darah melalui :ena rektal in-erior menuju :ena pudendal yang
merupakan $abang dari :ena iliaka internal. ,aringan pada hemoroid eksterna ini
sensiti- terhadap nyeri+ panas+ regangan+ dan suhu karena diiner:asi se$ara
somatik. 0embuluh darah subepitelial dan sinus-sinus di atas linea dentata
membentuk hemoroid interna+ dialiri darah dari :ena rektal media menuju ke :ena
iliaka interna.
%
Bantalan :askular di dalam anal kanal berkontribusi terhadap kontinensi
anal dan ber-ungsi melindungi s-ingter anal. Bantalan ini juga membantu
penutupan lengkap dari anus+ yang lebih jauh akan membantu dalam kontinensia.
Saat seseorang batuk+ bersin+ atau mengedan+ bantalan ini akan mengembang dan
menutupi anal kanal untuk men$egah kebo$oran -eses saat terjadi peningkatan
tekanan intrarektal. Bantalan :askular ini memberikan in-ormasi sensoris yang
memungkinkan seseorang membedakan $airan+ benda padat+ dan gas. Hal ini
penting untuk disadari saat akan melakukan tindakan untuk penyakit hemoroid
bahwa bantalan :askular ini merupakan bagian normal anatomi anorektal yang
memiliki -ungsi penting. 0embedahan hemoroid bisa mengakibatkan terjadinya
inkontinensia dalam berbagai derajat.
%

.#) E2i%emiologi
35
0re:alensi penyakit hemoroid di *merika Serikat adalah 2+2. Hemoroid bisa
terjadi pada semua umur tetapi paling banyak terjadi pada umur 25-=5 tahun.
0enyakit hemoroid jarang terjadi pada usia di bawah 30 tahun. 0re:alensi
meningkat pada ras )aukasian dan indi:idu dengan status ekonomi tinggi.
*pakah hal ini merupakan akibat dari kebiasaan orang-orang dengan status
ekonomi tinggi yang memilki kebiasaan memeriksakan kesehatannya atau
memang pre:alensi yang sebenarnya+ masih perlu dibuktikan. *ngka pre:alensi
hemoroid di akhir pertengahan abad ke 30 dilaporkan menurun.
%+3+5
.#, Etiologi
Darah yang berasal dari pleksus Hemorrhoidalis akan dialirkan ke :ena
mesenterika in-erior+ kemudian ke :ena porta masuk ke hepar. Hemorrhoid timbul
akibat kongesti :ena yang disebabkan gangguan aliran balik dari :ena
Hemorrhoidalis. 0enyebab pelebaran pleksus Hemorrhoidalis dibagi menjadi (
%. )arena bendungan sirkulasi portal akibat kelainan organi$.
Hepar pada sirosis hepatis( Fibrosis jaringan akan meningkatkn resistensi
aliran :ena ke hepar sehingga terjadi hipertensi portal+ maka akan
terbentuk kolateral antara lain ke eso-agus dan pleksus Hemorrhoidalis.
Bendungan :ena porta+ misal akibat trombosis
Tumor intra abdomen+ terutama di daerah pel:is yang menekan :ena
sehingga aliran terganggu+ misal tumor o:arium+ tumor rektum+ dan
sebagainya.
3. !diopatik+ tidak jelas asalnya kelaina organik+ hanya ada -aktor--aktor yang
mempengaruhi timbulnya Hemorrhoid+ antara lain (
*natomi( :ena di daerah anorektal dan pleksus Hemorrhoidalis kurang
mendapat sokongan otot dan -asia di sekitarnya sehingga darah mudah
kembali+ menyebabkan tekanan di pleksus Hemorrhoidalis.
0ekerjaan( orang yang pekerjaannya banyak berdiri atau duduk lama atau
harus mengangkat barang berat+ gaya gra:itasi akan mempengaruhi
timbulnya Hemorrhoid+ misalnya polosi lalu lintas+ ahli bedah+ dan lain-
lain.
1mur( pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh juga
otot spingter menjadi tipis dan atonis.
3=
4ndokrin( misal pada wanita hamil ada dilatasi :ena ekstremitas dan anus.
3
.#- Patogenesa
Teori pergesaran lapisan anus 7slidin. anal linin. theory8 merupakan teori
yang paling tepat menjelaskan etiologi terjadinya penyakit hemoroid. Hemoroid
terjadi karena gangguan pada -reit1s muscle dan jaringan ikat elastis. Hipertropi
dan kongesti :askular merupakan akibat sekunder. Hemoroid terjadi akibat sering
mengedan dan B*B yang tidak teratur+ yang merupakan gambaran yang $o$ok
untuk teori pergeseran lapisan anus. Feses yang keras dan besar+ serta tenesmus
karena diare menyebabkan bantalan anal bergeser ke bawah anal kanal dan
mukosa yang melapisinya akan menjadi tipis dan rapuh. 'engedan terus-menerus
saat de-ekasi menyebabkan pengembangan dari bantalan anal lalu terjadi prolaps
akibat regangan berlebihan dari submukosa -reit1s muscle. ,ika prolaps tidak
bisa direduksi kembali dan jaringan mengalami strangulasi serta nekrosis+
penyakit sistemik dan sepsis pel:is melalui sistem portal akan terjadi. Teori ini
juga didukung oleh penelitian histologis yang menunjukkan adanya penurunan
jaringan penyokong anal pada dekade ketiga kehidupan.
%+3+3
0e$ahnya jaringan ikat yang mendukung bantalan anal kanal menyebabkan
terjadinya kemerosotan bantalan. Hal ini terjadi seiring dengan umur yang
menyebabkan kelemahan struktur jaringan ikat dan akibat mengedan karena -eses
yang keras. 'engedan menyebabkan peningkatan tekanan :ena lalu menimbulkan
prolaps bantalan anal. 0ada bantalan yang mengalami prolaps terjadi gangguan
:enous return sehingga mengakibatkan dilatasi pleksus dan stasis :ena. !n-lamasi
terjadi akibat erosi epitel bantalan yang pada akhirnya menimbulkan perdarahan.
=
.#. Klasi4ikasi
Hemoroid dapat diklasi-ikasikan menurut letaknya terhadap linea dentata+
garis yang membatasi transisi dari epitel skuamosa di bawahnya dengan epitel
kolumnar di atasnya. Hemoroid internal berada di atas linea dentata+ ditutupi oleh
epitel trasisional dan kolumnar. Sedangkan hemoroid eksternal berada di bawah
linea dentata+ ditutupi oleh epitel skuamosa. )arena jaringan yang menutupi
hemeroid interna ini dipersara-i oleh sara- :isera+ jaringan ini tidak sensiti-
terhadap nyeri+ suhu+ atau sentuhan yang membuat lebih mudah untuk dilakukan
prosedur pemeriksaan -isik.
%+3+2+D
3D
Hemoroid interna diklasi-ikasikan menjadi 2 derajat yaitu (
%+3+2+D
Derajat ! ( Tonjolan masih di lumen rektum+ biasanya keluhan penderita
adalah perdarahan
Derajat !! ( Tonjolan keluar dari anus waktu de-ekasi dan masuk sendiri
setelah selesai de-ekasi.
Derajat !!! ( Tonjolan keluar waktu de-ekasi+ harus didorong masuk setelah
de-ekasi selesai karena tidak dapat masuk sendiri.
Derajat !6 ( Tonjolan tidak dapat didorong masuk/inkarserasi
Hemoroid eksterna diklasi-ikasikan sebagai akut dan kronik. Bentuk akut
berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya
merupakan hematoma+ walaupun disebut hemoroid trombosis eksterna akut.
Bentuk ini sangat nyeri dan gatal karena ujung-ujung syara- pada kulit merupakan
reseptor nyeri. Hemoroid eksterna kronik atau s/in ta. berupa satu atau lebih
lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan penyambung dan sedikit pembuluh
darah. Hemoroid $ampuran merupakan gabungan dari hemoroid internal dan
eksterna.
%+3
;ambar %. Hemoroid interna dan hemoroid eksterna
.#/ "e0ala %an an%a
;ejala hemoroid dibagi menurut asal hemoroid yaitu intrernal dan eksternal.
Hemoroid internal tidak menyebabkan nyeri kutan karena berada di atas linea
dentata dan tidak diiner:asi oleh sara- kutaneus. Tetapi hemoroid ini bisa
mengalami perdarahan+ prolaps+ dan iritasi serta gatal di perianal. 0erdarahan
umumnya merupakan tanda pertama dari hemoroid interna akibat trauma oleh
-eses yang keras. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak ter$ampur
3?
dengan -eses+ dapat hanya berupa garis pada -eses atau kertas pembersih sampai
pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah.
Hemoroid yang membesar se$ara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar
menyebabkan prolaps. 0ada tahap awal+ penonjolan ini hanya terjadi pada waktu
de-ekasi dan disusul reduksi spontan setelah de-ekasi. 0ada stadium yang lebih
lanjut+ hemoroid interna ini perlu didorong kembali setelah de-ekasi agar masuk
kembali ke dalam anus. 0ada akhirnya hemoroid dapat berlanjut menjadi bentuk
yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk lagi. )eluarnya
mukus dan terdapatnya -eses pada pakaian dalam merupakan $iri hemoroid yang
mengalami prolaps menetap. !ritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal
yang dikenal sebagai pruritus ani dan ini disebabkan oleh kelembaban yang terus
menerus dan rangsangan mukus. Hemoroid internal juga bisa menimbulkan nyeri
akut jika mengalami inkarserata atau strangulasi. "yeri ini berhubungan dengan
spasme kompleks dari s-ingter.
%+3
+
D
;ejala hemoroid eksternal adalah nyeri jika terjadi trombosis akut dari :ena
hemoroidalis eksterna yang bisa terjadi pada keadaan tertentu+ seperti saat
melakukan akti:itas -isik+ mengedan saat konstipasi+ diare+ dan perubahan diet.
)eadaan ini menimbulkan nyeri akibat distensi $epat pada kulit yang teriner:asi+
oleh $lot dan edema yang terjadi di sekitarnya. "yeri bisa berlangsung selama D-
%2 hari dan sembuh dengan resolusi dari trombosis tersebut."yeri hanya timbul
apabila terdapat trombosis yang luas dengan udem dan radang. )arena terjadi
resolusi+ anoderm yang meregang akan tersisa sebagai skin tag. Trombosis
eksternal biasanya mengerosi kulit dan menyebabkan perdarahan.
%+5+D
Terapi
pembedahan untuk hemoroid eksternal tidak diindikasikan ke$uali jika mengalami
trombosis yang menyebabkan nyeri akut.
3
3A
;ambar 3. Hemoroid eksterna
.#> Diagnosis
0enegakan diagnosis untuk hemoroid dilakukan berdasarkan anamnesis+
pemeriksaan -isik+ dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis perlu digali
keluhan-keluhan dari pasien yang mengarah ke hemoroid. Selain itu perlu juga
di$ari -aktor--aktor risiko+ misalnya riwayat pengobatan dan diet yang bisa
menyebabkan konstipasi atau diare+ riwayat penyakit yang berhubungan dengan
hemoroid+ terutama kelainan perdarahan dan penyakit li:er dengan hipertensi
portal.
3
0emeriksaan -isik untuk hemoroid terdiri dari inspeksi re$tum+ pemeriksaan
$olok dubur atau rectal toucher+ dan anokopi atau proktosigmoidoskopi. 0osisi
yang digunakan untuk memeriksa pasien adalah left lateral decubitus. .etak dari
semua kelainan di anal dideskripsikan se$ara anatomis 7anterior+ posterior+ dan
sebagainya8+ bukan dengan arah jarum jam agar bisa menentukan posisi kelainan
tanpa memperhatikan posisi pasien saat diperiksa. !nspeksi dilakukan di seluruh
area perianal. <ari adanya kelainan kulit perianal+ protrusi hemoroid internal+
-isura ani+ pruritus ani+ skin tag+ dan adanya trombosis.
%
Saat melakukan pemeriksaan $olok dubur atau rectal toucher+ ingatkan
pasien bahwa kita akan memeriksa anus pasien dengan $ara memasukan jari ke
dalam lubang anus. Hal ini penting aga apasien merasa relaks. 0ertama lihat dan
buka pantat pasien untuk mendapatkan :isualisasi yang baik terhadap anoderm+
ini meliputi bagian distal anal kanal. Fisura pada anal dan pruritus ani mudah
dilihat tanpa pemeriksaan bagian dalam. .alu perhatikan adanya skin tag dan
thrombus+ kemudian tentukan jumlah dan lokasinya. )emudian lakukan rectal
toucher$ nilai tonus s-ingter ani rasakan jika terdapat nyeri+ adanya massa+ abses+
mucoid dischar.e$ dan. pastikan untuk memeriksa prostat pada semua pasien laki-
laki. Hemoroid internal biasanya tidak teraba karena merupakan struktur :askular
yang lembut.
%+5
*noskopi dilakukan untuk melihat hemoroid interna. 0rolaps bisa dilihat
ketika pasien disuruh mengejan. Bantalan hemoroidal dapat dilihat dengan
anoskop di posisi lateral kiri+ kanan depan+ dan kanan belakang. 1kuran
hemoroid+ keparahan in-lamasi+ dan perdarahannya harus dinilai.
5
0roktoskopi
30
atau fle2ible si.midoscopy dilakukan pada semua kasus untuk melihat re$tum dan
kolon bagian bawah untuk mengeksklusi adanya karsinoma+ adenoma+ dan
inflammatory bowel disease. )eadaan yang disebutkan terakhir memiliki gejala
yang mirip dengan penyakit hemoroid.
3
;ambar 3 . .etak hemoroid pada pasien dengan posisi litotomi.
D
.#? Diagnosis Ban%ing
0erdarahan rektum yang merupakan mani-estasi utama hemoroid interna
juga terjadi pada karsinoma kolorektal+ penyakit di:ertikel+ polip+ $olitis ulserosa+
dan penyakit lain yang tidak begitu sering terdapat di kolorektal. 0rolaps rektum
harus dibedakan dari prolaps mukosa akibat hemoroid interna. )ondiloma
perianal dan tumor anorektum lainnya biasanya tidak sulit dibedakan dari
hemoroid yang mengalami prolaps. .ipatan kulit luar yang lunak sebagai akibat
dari trombosis hemoroid eksterna sebelumnya juga mudah dikenali. *danya
lipatan kulit sentinel pada garis tengah dorsal+ yang disebut umbai kulit+ dapat
menunjukkan adanya -isura anus.
3+2
.#$@ Penatalaksanaan
.#$@#$ era2i Konser=ati4
De-ekasi yang lama+ baik karena konstipasi atau diare akan mengakibatkan
terjadinya hemoroid. Eleh karena itu+ tujuan utama terapi hemoroid adalah
meminimalisir mengerasnya -eses dan mengurangi mengejan saat de-ekasi. !ni
biasanya dapat di$apai dengan menambah jumlah $airan dan serat pada makanan
sehari-hari.
%
Direkomendasikan untuk mengkonsumsi serat tidak larut sebanyak
35-30 gram per hari.
3
Terapi konser:ati- ditujukan pada hemoroid derajat ! dan !!. Hemoroid yang
sudah mengalami prolaps membutuhkan inter:ensi bedah+ tetapi semua pasien
3%
seharusnya dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen serat. Suplemen serat
menurunkan kejadian perdarahan dan mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien
dengan hemoroid internal tetapi tidak memperbaiki prolaps yang sudah terjadi.
Suplemen serat juga dapat mengurangi keluhan hemoroid non-prolaps tetapi ini
membutuhkan waktu enam minggu untuk mendapatkan hasil yang signi-ikan.
0asien juga disarankan untuk mengurangi kebiasaan sering mengejan dan
memba$a di toilet.
%+5
&it1 bath merupakan metode mandi di mana pinggul dan pantat direndam di
dalam air hangat dengan suhu 20
o
< untuk mendapatkan e-ek terapeutik uap
hangat pada perianal dan anal. Tidak perlu menambahkan apapun pada air hangat
yang digunakan. !si bak mandi dengan air hangat lalu duduk berendam selama %0-
%5 menit+ ulangi sesering mungkin. ,angan menggunakan air panas karena dapat
menimbulkan luka pada jaringan perianal dan anal. 'etode sit1 bath ini
digunakan untuk anal hy.iene dan untuk merelaksasikan otot dasar panggul yang
spastik untuk meredakan nyeri.
.#$@#& era2i Me%ikasi
Tersedia berbagai ma$am obat topikal yang mengandung anastetik lokal+
kortikosteroid+ astringen+ dan antisepti$ yang bisa meredakan pruritus dan rasa
tidak nyaman pada pada penyakit hemoroid. 0enggunaan jangka panjang dari
obat-obatan ini tidak dianjurkan+ terutama penggunaan krim steroid yang bisa
merusak se$ara permanen atau menyebabkan ulserasi kulit perianal. Bukti-bukti
yang mendukung panggunaan obat-obatan ini se$ara luas masih sedikit.
D
6enotonik seperti -la:onoid telah digunakan sebagai suplemen diet untuk
terapi hemoroid. 'ekanisme kerja dari obat ini masih belum jelas+ tetapi
kemungkinan obat ini bisa meningkatkan tonus :ena+ mengurangi
hiperpermeabilitas+ dan memiliki e-ek anti in-lamasi. Terapi ini $ukup popular di
4ropa dan Timur ,auh+ tetapi bukti-bukti penelitian masih meragukan tentang
man-aatnya dalam mengobati hemoroid.
3+D
.#$@#) era2i Ra*at Jalan
Beberapa prosedur inter:ensional dikerjakan di klinik sebagai terapi
hemoroid internal derajat ! dan !! yang tidak berespon terhadap modi-ikasi diet.
33
Fakta bahwa anoderm tidak sensiti- terhadap nyeri dan sentuhan karena diiner:asi
se$ara :is$eral menyebabkan prosedur ini bisa dilakukan di klinik+ yang jika
dilakukan dengan benar+ prosedur ini tidak akan menyakitkan.
3+D
Ru""er #and $igation
Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Baron pada tahun %A=3 dan
merupakan terapi rawat jalan yang paling umum dilakukan. *noskopi dikerjakan
dengan bantuan -orsep dan su$tion. 0angkal hemoroid kemudian diikat dengan
rubber band 3 $m di atas linea dentata pada pun$ak hemoroid internal primer
untuk men$egah nyeri.. Hemoroid yang terjerat akan mengalami nekrosis dalam
%0-%2 hari dan terlepas sendiri+ sementara jaringan di bawahnya akan mengalami
-iksasi oleh jaringan -ibrotik yang timbul dari penyembuhan luka. )omplikasi dari
prosedur ini+ yaitu nyeri+ perdarahan+ retensi urin+ trombosis+ dan sepsi pel:is.
*nalgesik seperti parasetamol dan sit1 bath bisa mengurangi rasa nyeri dan tidak
nyama pas$a operasi.
%+3+D
;ambar 2. !ubber band li.ation
D
Sklerotera2i
Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang+ misalnya
5 -enol dalam minyak nabati. 0enyuntikan diberikan ke submukosa dalam
jaringan areolar yang longgar di bawah hemoroid interna dengan tujuan
menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi -ibrotik dan
meninggalkan parut. 0enyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan
dengan jarum yang panjang melalui anoskop. *pabila penyuntikan dilakukan
pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri. Skleroterapi lebih tepat untuk
hemoroid interna derajat ! dan !!+ tidak tepat untuk hemoroid yang lebih parah
atau prolaps.
%+3+3+D+
0enyulit penyuntikan termasuk in-eksi+ prostatitis akut jika
33
masuk dalam prostat+ impotensi+ dan reaksi hipersensiti:itas terhadap obat yang
disuntikan.
%+D
Cryot%era&yA Be%a' Beku
Hemoroid dapat pula dibekukan dengan suhu yang rendah sekali.
)onsepnya adalah membekukan hemoroid internal pada suhu rendah yang bisa
menyebabkan kerusakan jaringan. Suhu dingin diinduksi melalui sonde dari mesin
ke$il dengan mengalirkan nitrogen oksida pada suhu -=0
o
< hingga -?0
o
< atau
$airan nitrogen dengan suhu -%A=
o
<. Terapi ini tidak dipakai se$ara luas karena
mukosa yang nekrotik sukar ditentukan luasnya. Selain itu prosedur ini memakan
waktu lama dan bisa menimbulkan dischar.e yang berbau busuk+ iritasi+ dan
nyeri. ,ika dilakukan dengan tidak tepat+ s-inkter anal bisa bisa rusak yang
mengakibatkan inkontinensia al:i dan stenosis anal.
%+3+3
In'ra Red P%otocoagulation
Photocoa.ulator menghasilkan radiasi in-ra merah yang bisa
menimbulkan terjadinya koagulasi protein jaringan atau menguapkan air di dalam
sel+ tergantung dari intensitas dan durasi penggunaan. 1jung dari alat ini
diaplikasikan di dekat pun$ak hemoroid selama %-%+5 detik+ diulang 3-2 kali. +nfra
red coa.ulation tidak menimbulkan nekrosis karena panas yang dihasilkan hanya
sedikit. )omplikasinya sangat jarang+ meliputi nyeri atau -isura akibat
penempatan ujung alat yang tidak tepat. 'etode ini lebih berman-aat untuk
hemoroid derajat % tetapi tidak e-ekti- untuk hemoroid derajat 3 dan 3.
%+3+3
.#$@#, era2i !2erati4
(emorr%oidectomy
Terapi ini dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan
pada penderita hemoroid derajat !!! dan !6. Terapi bedah juga dapat dilakukan
pada penderita hemoroid internal dan eksternal yang tidak dapat sembuh dengan
terapi non bedah dan penderita dengan hemoroid dengan keadaan patologi lain
seperti ulserasi+ -isura+ -istula+ atau s/in ta. yang luas. Tindakan
hemorrhoidectomy ada 3+ yaitu open hemorrhoidectomy dan closed
hemorrhoidectomy.
%+3+D
32
Teknik open dilakukan dengan mengeksisi bantalan :askular. Hemoroid
dipotong dengan menggunakan elektrokauterisasi+ bedah laser+ harmonic scalpel+
atau gunting. 0rinsip yang harus diperhatikan dalam hemorrhoidectomy adalah
eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. 4ksisi
sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak
mengganggu s-ingter anus. Teknik closed mirip dengan teknik open$ tetapi tepi
mukosa dan kulit ditutup dengan jahitan kontinyu. )edua teknik ini aman dan
e-ekti-+ tetapi tetapi teknik closed hemorrhoidectomy penyembuhannya lebih
$epat.
D
3emorrhoidectomy merupakan prosedur yang menyakitkan oleh karena itu
pada perioperati- perlu diberikan obat anti nyeri. *nestesi lokal+ analgesik+ dan
laksati- membantu mengurangi nyeri pada postoperati:e. )omplikasi dari
tindakan ini+ yaitu perdarahan sekunder 7D-%0 hari setelah pembedahan8+ retensi
urin+ in-eksi+ inkontinensia -ekal+ dan stenosis anal.
D
Sta&led (emorr%oido&e)y
Teknik ini digunakan untuk hemoroid yang mengalami prolaps. 4ircular
staplin. .un digunakan untuk mengeksisi mukosa anal kanal atas sekitar 3-3 $m
di atas linea dentata. Teknik ini digunakan untuk hemoroid internl yang tidak
berespon terhadap terapi non bedah. 0enggunaan obat anti nyeri lebih sedikit dan
penyembuhannya lebih $epat dibandingkan dengan hemorrhoidectomy
in%akan Pa%a Hemoroi% Mengalami Strangulasi %an rombosis Akut
Hemoroid yang mengalami strangulasi mun$ul dari hemoroid derajat 3
atau 2 yang mengalami prolaps dan tidak bisa direduksi karena membengkak.
3
Hemoroid eksternal yang mengalami trombosis sangat nyeri tetapi dapat ditangani
di rumah dan biasanya membaik dalam %0-%2 hari dengan menggunakan kantong
es+ pelembut -eses+ dan analgesik. 0embedahan ur.ent atau emer.ent
hemorrhoidectomy.diperlukan pada kasus yang berat untuk mengangkat hemoroid
atau melakukan debridement pada jaringan yang nekrotik yang bisa
menghilangkan nyeri dengan segera.
%
.#$$ Kom2likasi
Hemoroid internal yang mengalami prolaps bisa menjadi tidak bisa
direduksi sehingga terjadi kongesti yang akan mengakibatkan edema dan
35
trombosis. )eadaan ini dapat berlanjut menjadi trombosis melingkar pada
hemoroid interna dan eksterna se$ara bersamaan. )eadaan ini menyebabkan nyeri
hebat dan nekrosis mukosa serta kulit yang menutupinya. 4mboli septik dapat
terjadi melalui sistem portal dan dapat menyebabkan abses hati. *nemia dapat
terjadi karena perdarahan ringan yang lama. Hemoroid dapat membentuk pintasan
portal sistemik pada hipertensi portal. *pabila hemoroid ini mengalami
perdarahan+ perdarahan yang terjadi bisa sangat banyak.
2
)omplikasi dari pembedahan bisa men$apai kurang dari 5 kasus jika
ditangani oleh dokter bedah yang terlatih. )omplikasi pembedahan hemoroid
meliputi nyeri pas$a operasi+ perdarahan pas$a operasi+ retensi urin+ stenosis
anorektal+ $edera s-ingter ani+ inkontinensia+ sepsis pel:is+ per-orasi re$tal+
obstruksi re$tal akut+ pembentukan -istula+ luka yang tidak sembuh+ in-eksi+ dan
kekambuhan.
3+5
.#$& Prognosis
Dengan terapi yang sesuai+ semua hemoroid simptomatis dapat dibuat
menjadi asimptomatis. 0endekatan konser:ati- hendaknya diusahakan terlebih
dahulu pada semua kasus. Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil
yang baik+ meskipun bisa terjadi kekambuhan. Sesudah terapi penderita harus
diajari untuk menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar dapat
men$egah timbulnya kembali gejala hemoroid. )ematian akibat perdarahan
hemoroid merupakan kejadian yang jarang terjadi.
3=
BAB :II
PENUUP
/#$ Kesim2ulan
"y. S dengan Hemoroid grade !! dengan keluarga yang saling memperhatikan+
namun kurang memperhatikan lingkungan yang sehat.
Diagnosis Biologis
Hemoroid grade !!
Diagnosis Psikologis
Hubungan dengan anggota keluarga yang lain saling mendukung+ saling
memperhatikan kondisi kesehatan.
Diagnosis Sosial Ekonomi %an Bu%a+a
Status ekonomi kesan kurang.
0enyakit mengganggu akti-itas sehari-hari.
/#& Saran
"y. S dan keluarga perlu diberikan edukasi mengenangi hemoroid+ gejala+
penyebab+ -aktor resiko+ penalaksaannya serta pen$egahan+ tetap mengkonsumsi
obat yang diberikan dokter+ serta menerapkan pola hidup sehat seperti rajin
berolah raga dan makan makanan yang banyak mengandung serat seperti buah
dan sayur dan minum air putih ? gelas perhari
%. 0romoti-
3D
- 4dukasi kepada pasien dan keluarga mengenangi hemoroid+ gejala+
penyebab+ -aktor resiko+ penalaksaannya+ komplikasi serta pen$egahan.
- 'emberikan )!4 kepada pasien untuk selalu mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung serat seperti sayur dan buah+ minum air putih ?
gelas perhari dan rutin melakukan akti:itas -isik.
3. 0re:enti-
Hindari mengejan terlalu kuat saat B*B.
<egah konstipasi / sembelit dengan banyak mengonsumsi makanan kaya
serat 7sayur dan buah serta ka$ang-ka$angan8 serta banyak minum air
putih minimal delapan gelas sehari untuk melan$arkan B*B.
Segera ke belakang jika niat B*B mun$ul+ jangan menunda-nunda
sebelum -eses menjadi keras.
'akan sayur dan buah yang $ukup banyak.
)urangi konsumsi $abe dan makanan pedas
Tidur $ukup.
,angan duduk terlalu lama.
Senam atau olahraga rutin.
3. )urati-
- Segera kontrol jika obat habis
- Datang kembali ke 0uskesmas jika keluhan tidak berkurang dan semakin
parah.
2. &ehabilitati-
'elakukan perawatan pas$a operasi dan memberikan )!4 pada pasien untuk(
3?
.akukan sitbath setiap kali setelah B*B paling kurang %-3 minggu setelah
operasi.
'akan diet berserat yang adekuat+ minum paling sedikit 3000 ml $airan
dan berolah raga ringan.
0elembek -eses mungkin dibutuhkan setiap hari atau setiap beberapa hari
hingga penyembuhan sempurna.
.apaorkan gejala-gejala ( perdarahan rektal+ nyeri terus menerus waktu
de-ikasi+ drainasse yang supurati-.
DAFAR PUSAKA
%. *$heson ;*+ S$hole-ield ,H. 'anagement o- Haemorrhoids. B',. 300?.
33=( 3?0-3?3.
3. <intron ,ose &+ Herand *b$arian. Benign *nore$tal( Hemorrhoids. The
*S<&S Te@tbook o- <olon and &e$tal Surgery. Springer. "ew Jork. 300D.
%%(%5=-%D3.
3. ,ong #D. 1sus Halus+ *pendiks+ )olon+ dan &ektum. Dalam( Buku *jar
!lmu Bedah. 4disi 3. 3005( =D3-=D5.
2. "i:at:ongs Santhat. Hemorrhoids. 0rin$iple and 0ra$ti$e o- Surgery -or the
<olon+ &e$tum+ and *nus. Third 4dition. !n-orma Health <are. "ew Jork.
300D. ?( %22-%=2.
5. "isar 0,+ S$hole-ield ,H. 'anaging Haemorrhoids. B',. 3003. 33D( ?2D-
?5%.
=. &i:ero Shauna .oren>o. Hemorroids( Diagnosis and <urrent 'anagement.
The *meri$an Surgeon. 0roKuest 'edi$al .ibrary. 300A. D57?8( =35-=23.
D. Thornton S<. Hemorrhoids. *:ailable at(
http(//emedi$ine.meds$ape.$om/arti$le/%A520%-print. .ast update( 'ar$h
%=+ 30%0. *$$esed( *ugust 30+ 30%0.
3A