Anda di halaman 1dari 10

TANDA VITAL (Vital Sign)

Suhu
Pemeriksaan suhu akan memberikan tanda suhu inti yang secara ketat
dikontrol karena dapat dipengaruhi oleh reaksi kimiawi. Pemeriksaan suhu tubah
dapat dilakukan di beberapa tempat yaitu :
1. Ketiak
2. Mulut
3. Anus
Nilai standar untuk mengetahui batas normal suhu tubuh manusia dibagi menadi
empat yaitu :
! "ipotermi# bila suhu tubuh kurang dari 3$%&.
! Normal# bila suhu tubuh berkisar antara 3$ ' 3(#)%&.
! *ebris + pireksia# bila suhu tubuh antara 3(#) ' ,-%&.
! "ipertermi# bila suhu tubuh lebih dari ,-%&.
*aktor .ang Mempengaruhi /uhu 0ubuh manusia dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Kecepatan metabolisme basal
Kecepatan metabolisme basal tiap indi1idu berbeda'beda. "al ini memberi
dampak umlah panas yang diproduksi tubuh menadi berbeda pula. /ebagaimana
disebutkan pada uraian sebelumnya# sangat terkait dengan lau metabolisme.
2. 2angsangan sara3 simpatis
2angsangan sara3 simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menadi
1--4 lebih cepat. 5i samping itu# rangsangan sara3 simpatis dapat mencegah
lemak coklat yang tertimbun dalam aringan untuk dimetabolisme. "ampir
seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. 6mumnya# rangsangan
sara3 simpatis ini dipengaruhi stress indi1idu yang menyebabkan peningkatan
produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
3. "ormone pertumbuhan
"ormone pertumbuhan 7growth hormone8 dapat menyebabkan peningkatan
kecepatan metabolisme sebesar 1)'2-4. Akibatnya# produksi panas tubuh uga
meningkat.
,. "ormone tiroid
*ungsi tiroksin adalah meningkatkan akti1itas hampir semua reaksi kimia dalam
tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi lau metabolisme
menadi )-'1--4 di atas normal.
). "ormone kelamin
"ormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira'kira
1-'1)4 kecepatan normal# menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada
perempuan# 3luktuasi suhu lebih ber1ariasi dari pada laki'laki karena pengeluaran
hormone progesterone pada masa o1ulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar -#39
:-#$%& di atas suhu basal.
$. 5emam 7 peradangan 8
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme
sebesar 12-4 untuk tiap peningkatan suhu 1-%&.
(. /tatus gi;i
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 2- 9 3-4.
"al ini teradi karena di dalam sel tidak ada ;at makanan yang dibutuhkan untuk
mengadakan metabolisme. 5engan demikian# orang yang mengalami mal nutrisi
mudah mengalami penurunan suhu tubuh 7hipotermia8. /elain itu# indi1idu
dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena
lemak merupakan isolator yang cukup baik# dalam arti lemak menyalurkan panas
dengan kecepatan sepertiga kecepatan aringan yang lain.
<. Akti1itas
Akti1itas selain merangsang peningkatan lau metabolisme# mengakibatkan
gesekan antar komponen otot + organ yang menghasilkan energi termal. =atihan
7akti1itas8 dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 3<#3 9 ,-#- %&.
>. ?angguan organ
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus# dapat
menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. @erbagai ;at
pirogen yang dikeluarkan pada saai teradi in3eksi dapat merangsang peningkatan
suhu tubuh. Kelainan kulit berupa umlah kelenar keringat yang sedikit uga
dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
1-. =ingkungan
/uhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan# artinya panas tubuh
dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. @egitu uga
sebaliknya# lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan
suhu antara manusia dan lingkungan teradi sebagian besar melalui kulit.
Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas
diedarkan melalui pembuluh darah dan uga disuplai langsung ke 3leksus arteri
kecil melalui anastomosis arterio1enosa yang mengandung banyak otot.
Kecepatan aliran dalam 3leksus arterio1enosa yang cukup tinggi 7kadang
mencapai 3-4 total curah antung8 akan menyebabkan konduksi panas dari inti
tubuh ke kulit menadi sangat e3isien. 5engan demikian# kulit merupakan radiator
panas yang e3ekti3 untuk keseimbangan suhu tubuh.
Tekanan darah
0ekanan darah dinilai dalam dua hal# sebuah tekanan tinggi sistolik yang menandakan
kontraksi maksimal antung dan tekanan rendah diastolik atau tekanan istirahat.
Pemeriksaan tekanan darah biasanya dilakukan pada lengan kanan# kecuali pada lengan
tersebut terdapat cedera. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.
5i Andonesia# tekanan darah biasanya diukur dengantensimeter air raksa.
0idak ada nilai tekanan darah BnormalB yang tepat# namun dihitung berdasarkan rentang
nilai berdasarkan kondisi pasien. 0ekanan darah amat dipengaruhi oleh kondisi saat itu# misalnya
seorang pelari yang baru saa melakukan lari maraton# memiliki tekanan yang tinggi# namun ia
dalam nilai sehat. 5alam kondisi pasien tidak bekera berat# tekanan darah normal berkisar 12-+<-
mm"g. 0ekanan darah tinggi atau hipertensi diukur pada nilai sistolik 1,-'1$- mm"g. 0ekanan
darah rendah disebut hipotensi.
Denyut
5enyut merupakan pemeriksaan pada pembuluh nadi atau arteri. 6kuran kecepatannya diukur
pada beberapa titik denyut misalnya denyut arteri radialis pada pergelangan tangan# arteri
brachialis pada lengan atas# arteri karotis pada leher#arteri poplitea pada belakang lutut# arteri
dorsalis pedis atau arteri tibialis posteriorpada kaki. Pemeriksaan denyut dapat dilakukan dengan
bantuan stetoskop.
5enyut sangat ber1ariasi tergantung enis kelamin# enis pekeraan# dan usia. @ayi yang
baru dilahirkan 7neonatus8 dapat memiliki dentur 13'1)- denyut per menit. Crang dewasa
memiliki denyut sekitar )-'<- per menit.
Kecepatan pernapasan
@eraneka ragam tergantung usia. @atas normalnya sekitar 12'1$ kali penarikan napas per
menit.
Biometrika Dasar
Tinggi
0inggi merupakan salah satu ukuran pertumbuhan seseorang. 0inggi dapat diukur
dengan stasiometer atau tongkat pengukur. Pasien akan diminta untuk berdiri tegak tanpa alas
kaki. Anak'anak berusia dibawah 2 tahun diukur tingginya dengan cara dibaringkan.
Berat atau massa
@erat atau massa tubuh diukur dengan pengukur massa atau timbangan.
Andeks massa tubuh digunakan untuk menghitung hubungan antara tinggi dan mssa sehat
serta tingkat kegemukan.
Nyeri
Pengukuran nyeri bersi3at subyekti3 namun penting sebagai tanda 1ital. 5alam klinik# nyeri diukur
dengan menggunakan skala *A&D/ yang dimulai dari nilai B-B 7tidak dirsakan nyeri pada pasien
dapat dilihat dari ekspresi waah pasien8# hingga B)B 7nyeri terburuk yang pernah dirasakan pasien8.
Struktur Dalam Penulisan Riwayat Pemeriksaan
Tampilan umum
Kondisi yang elas tertangkap ketika pasien masuk ke ruangan konsultasi
dan berkomunikasi dengan dokter. 7misalnya: pasien terlihat pincang atau pasien
mengalami ketulian sehingga sulit berkomunikasi8
EA&&C=# sebuah embatan keledai# untuk tanda kekuningan 7Jaudience8#
kemungkinan tanda pucat pada kulit atau konungti1a7Anaemia8# tanda kebiruan
pada bibir atau anggota gerak 7Cyanosis8# kelainan bentuk pada kuku ari
7Clubbing8# pembengkakan 7Oedemaatau Ddema8# dan# pemeriksaan pada nodus
lim3atikus 7Lymph nodes8 pada leher# ketiak# dan lipatan paha.
Sistem Organ
/istem kardio1askular
0ekanan darah# denyut nadi# irama antung
0ekanan 1ena ugularis atau Jugular veins preassure 7EFP8# edema peri3er#
dan bukti edema pulmonaris atau edema paru.
Pemeriksaan antung
Paru'paru
Kecepatan pernapasan# auskultasi paru'paru
5ada dan payudara
Abdomen
Pemeriksaan abdomen misalnya pendeteksian adanya pembesaran organ
7contohnya aneurisma aorta8
Pemeriksaan rektum
/istem reproduksi
/istem otot dan gerak
/istem sara3 # termasuk pemeriksaan iwa
Pemeriksaan kepala# leher# hidung# tenggorokkan# telinga 70"08
Kulit
Pemeriksaan pada pertumbuhan rambut
Peneriksaan tanda klinis pada kulit
PEE!IKSAAN "ISIK PADA BA#I
Pemeriksaan 3isik pada bayi dapat dilakukan oleh bidan# perawat atau dokter
untuk menilai status kesehatannya. Gaktu pemeriksaan 3isik dapat dilakukan saat bayi baru lahir#
2, am setelah lahir# dan akan pulang dari rumah sakit. /ebclum melakukan pemeriksaan 3isik
pada bayi baru lahir# ada beberapa hal yang perlu diperhatikan# antara lain :
1. @ayi sebaiknya dalam keadaan telanang di bawah lampu terang sehingga
bayi tidak mudah kehilangan panas# atau lepaskan pakaian hanya pada
daerah yang diperiksa.
2. =akukan prosedur secara berurutan dari kepala ke kaki atau lakukan
prosedur yang memerlukan obser1asi ketat lebih dahulu# seperti paru#
antung dan abdomen.
3. =akukan prosedur yang mengganggu bayi# seperti pemeriksaan re3leks
pada tahap akhir.
,. @icara lembut# pegang tangan bayi di atas dadanya atau lainnya.
Penilaian Apgar Sc$re
Pemeriksaan ini bertuuan menilai kemampuan lau antung# kemampuan
bernapas# kekuatan tonus otot# kemampuan re3ieks dan warna kulit.
&ara:
1. =akukan penilaian Apgar score dengan cara umlahkan hasil penilaian
tanda# seperti lau antung# kemampuan bernapas# kekuatan tonus otot#
kemampuan re3leks dan warna kulit.
2. 0entukan hasil penilaian# sebagai berikut:
Adaptasi baik : skor ('1-
As3iksia ringan'sedang : skor ,'$
As3iksia berat : skor -'3
Pemeriksaan %airan Amni$n
Pemeriksaan cairan amnion bertuuan untuk menilai ada tidaknya kelainan
pada cairan amnion# seperti umlah 1olumenya. Apabila 1olumenya lebih dari
2--- ml bayi mengalami polihidramnion atau disebut hidramnion# sedangkan
apabila umlahnya kurang dari )-- ml maka bayi mengalami oligohidramnion.
Pemeriksaan Plasenta
Pemeriksaan plasenta bertuuan untuk menentukan keadaan+kondisi
plasenta. Pemeriksaan ini meliputi ada tidaknya pengapuran# nekrosis# berat dan
umlah korion. Pemeriksaan ini penting dalam menentukan teradi kembar identik
atau tidak.
Pemeriksaan Tali pusat
Pemeriksaan tali pusat bertuuan menilai ada tidaknya kelainan dalam tiali
pusat# seperti ada tidaknya 1ena dan arteri# tali simpul pada tali pusat# dan lain'
lain.
&ara:
1. =akukan pengukuran berat badan# panang badan# lingkar kepala# dan lingkar
dada
2. =akukan penilaian hasil pengukuran:
@erat badan normal adalah 2)--'3)-- gram# apabila berat badan kurang
dari 2)-- gram disebut bayi prematur dan apabila berat badan lahir lebih dari
3)-- maka bayi dise%but macrosomia.
Panang badan normal adalah ,)')- cm.
=ingkar kepala normal adalah 33'3) cm.
=ingkar dada normal adalah 3-'33 cm# apabila diameter kepala lebih besar
3 cm dari lingkar dada maka bayi mengalami hidrocephalus dan apabila diameter
kepala lebih kecil 3 cm dari lingkar dada maka bayi mengalami microcephalus.
Pemeriksaan Kepala
&ara:
1. =akukan inspeksi daerah kepala.
2. =akukan penilaian pada bagian tersebut# diantaranya:
Maulage yaitu tulang tengkorak yang saling menumpuk pada saat lahir
asimetri atau tidak.
Ada tidaknya caput succedaneum# yaitu edema pada kulit kepala# lunak
dan tidak ber3iuktuasi# batasnya tidak tegas# dan menyeberangi sutura
dan akan hilang dalam beberapa hari.
Ada tidaknya cephal haematum# yang teradi sesaat setelah lahir dan
tidak tanpak pada hari pertama karena tertutup oleh caput
succedaneum. &irinya konsistensi lunak# ber3luktuasi# berbatas tegas
pada tepi tulang tengkorak# tidak menyeberangi sutura dan apabila
menyeberangi sutura kemungkinan mengalami 3raktur tulang
tengkorak. &ephal haematum dapat hilang sempurna dalam waktu 2'$
bulan
Ada tidaknya perdarahan# yang teradi karena pecahnya 1ena yang
menghubungkan aringan di luar sinus dalam tengkorak. @atasnya
tidak tegas sehingga bentuk kepala tanpak asimetris# scring diraba
teradi 3iuktuasi dan edema.
Adanya 3ontanel dengan cara palpasi dengan menggunakan ari tangan.
*ontanel posterior akan dilihat proses penutupan setelah umur 2 bulan
dan 3ontanel anterior menutup saat usia 12'1< bulan.
Pengukuran *ontanel dan /utura /umber: Gong# 5=# 1>>$
Pemeriksaan ata
&ara:
1. =akukan inspeksi daerah mata.
2. 0entukan penilaian ada tidaknya kelainan# seperti :
/trabismus 7koordinasi gerakan mata yang belum sempurna8#
dengan cara menggoyang kepala secara perlahan'lahan sehingga
mata bayi akan terbuka.
Kebutaan# seperti arang berkedip atau sensiti3itas terhadap cahaya
berkurang.
/indrom 5own# ditemukan epicanthus melebar.
?laukoma kongenital# terlihat pembesaran dan teradi kekeruhan
pada kornea.
Katarak kongenital# apabila terlihat pupil yang berwarna putih.
Pemeriksaan Telinga
&ara:
@unyikan bel atau suara# apabila teradi re3lek terkeutmaka pendengarannya baik#
kemdian apabila tidak teradi re3leks maka kemungkinan akan teradi gangguan
pendengaran.
Pemeriksaan "idung
&ara:
1. Amati pola pernapasan# apabila bayi bernapas melalui mulut maka
kemungkinan bayi mengalami obstruksi alan napas karena adanya atresia
koana bilateral# 3raktur tulang hidung# atau ense3alokel yang menool ke
naso3aring. /edangkan pernapasan cuping hidung akan menuukkan
gangguan pada paru.
2. Amati mukosa lubang hidung# apabila terdapat sekret mukopurulen dan
berdarah perlu#dipikirkan adanya penyakit si3ilis kongenital dan
kemungkinan lain.
Pemeriksaan ulut
&ara:
1. =akukan inspeksi adanya kista yang ada pada mukosa mulut.
2. Amati warna# kemampuan re3ieks menghisap. Apabila lidah menulur
keluar dapat dinilai adanya kecacatan kongenital.
3. Amati adanya bercak pada mukosa mulut# palatum dan pipi bisanya
disebut sebagai Monilia albicans.
,. Amati gusi dan gigi# untuk menilai adanya pigmen.
Pemeriksaan Pada Leher
&ara :
Amati pergerakan leher apabila teradi keterbatasan dalam pergerakannya maka
kemungkinan teradi kelainan pada tulang leher# seperti kelainan tiroid#
hemangioma# dan lain'lain.
Pemeriksaan Dada& Paru& dan 'antung
&ara:
1. =akukan inspeksi bentuk dada:
Apabila tidak simetris# kemungkinan bayi mengalami
pneumotoraks# paresis dia3ragma atau hernia dia3ragmatika.
Pernapasan bayi normal pada umumnya dinding dada dan abdomen
bergerak secara bersamaan. *rekuensi pernapasan bayi normal
antara ,-'$- kali per menit# perhitungannya harus satu menit penuh
karena terdapat periodic breathing di mana pola pernapasan pada
neonatus terutama pada prematur ada henti napas yang berlangsung
2- detik dan teradi secara berkala.
2. =akukan palpasi daerah dada# untuk menentukan ada tidaknya 3raktur
kla1ikula dengan cara meraba ictus kordis dengan menentukan posisi
antung.
3. =akukan auskultasi paru dan antung dc:ngan menggunakan stetoskop
untuk menilai 3rekuensi# dan suara napas+antung. /ecara normal 3rekuensi
denyut antung antara 12-'1$- kali per menit. /uara bising sering
ditemukan pada bayi# apabila ada suara bising usus pada daerah dada
menunukkan adanya hernia dia3ragmatika.
Pemeriksaan A(d$men
&ara:
1. =akukan inspeksi bentuk abdomen. Apabila abdomen membuncit
kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan di dalam rongga
perut# dan adanya kembung.
2. =akukan auskultasi adanya bising usus.
3. =akukan perabaan hati. 6mumnya teraba 2'3 cm di bawah arkus kosta
kanan. =impa teraba 1 cm di bawah arkus kosta kiri.
,. =akukan palpasi ginal# dengan cara atur posisi telentang dan tungkai bayi
dilipat agar otot'otot dinding perut dalam keadaan relaksasi. @atas bawah
ginal dapat diraba setinggi umbilikus diantiara garis tcHngah dan tepi
perut. @agian ginal dapat diraba sekitar 2'3 cm# adaya peembesaran pada
ginal dapat disebabkan oleh neoplasma# kelainan bawaan atau trombosis
1ena renalis.
Pemeriksaan Tulang Belakang dan Ekstremitas
&ara:
1. =etakkan bayi dalam posisi tengkurap# raba sepanang tulang bclakang
untuk mencari ada tidaknya kelainan# seperti skoliosis# meningokel# spina
bi3ida# dan lain'lain.
2. Amati pcrgerakan ekstremitas. 6ntuk mengetahui adanya kelemahan#
kelumpuhan# dan kelainan bentuk ari.
Pemeriksaan )enetalia
&ara:
1. =akukan inspeksi pada genitalia wanita# seperti keadaan labiominora# labio
mayora# lubang uretra dan lubang 1agina.
2. =akukan inspeksi pada genitalia laki'laki# sepe%.rti keadaan penis# ada
tidaknya hipospadia 7de3ek di bagian 1entral uung penis atau de3ek
sepanang penis8# dan epispadia 7de3ek pada dorsum penis8.
Pemeriksaan Anus dan !ektum
&ara:
1. =akukan inspeksi pada anus dan rektum# untuk menilai adanya kelainan
atresia ani atau posisi anus.
2. =akukan inspeksi ada tidaknya mekonium 7umumnya keluar pada 2, am8
apabila ditemukan dalam waktu ,< am belum keluar maka kemungkinan
adanya mekonium plug syndrome# megakolon atau obstruksi saluran
pencernaan.
Pemeriksan Kulit
&ara:
1. =akukan inspeksi ada tidaknya 1erniks kaseosa 7;at yang bersi3at seperti
lemak ber3ungsi sebagai pelumas atau sebagai isolasi panas yang akan
menutupi bayi yang cukup bulan8.
2. =akukan inspeksi ada tidaknya lanugo 7rambut halus yang terdapat pada
punggung bayi8. hanugo ini umlahnya lebih banyak pada bayi kurang
bulan dari pada bayi cukup bulan. 7&orry / Matondang dkk# 2---8